Anda di halaman 1dari 6

HUKUM KOMUNIKASI

INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK

Dosen : Bpk Taufik Hidayat Simatupang

Disusun oleh: Roy Lextena Christianto (62070657)

INSTITUT BISNIS dan INFORMATIKA INDONESIA 2009

BAB I PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang
Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi di dunia dewasa ini, membuat kita semakin mudah melakukan komunikasi. Perkembangan teknologi informasi ini pun semakin mempermudah kita dalam berbisnis maupun bertransaksi. Melalui dunia maya, kita dapat membuat blog tersendiri ataupun membuat personal website untuk memasarkan produkproduk yang ingin dipasarkan. Perkembangan teknologi informasi juga sudah mulai banyak dimanfaatkan oleh lembaga-lembaga keuangan nasional maupun internasional. Lembagalembaga keuangan mengembangkan sistem transaksi online melalui dunia maya yang sering disebut E-Banking. Tujuannya adalah mempermudah nasabah dalam bertransaksi maupun mengecek saldonya tanpa harus datang dan mengantre di setiap kantor cabang lembaga keuangan. Dengan perkembangan inipun kita dapat membeli produk-produk dagangan dalam negeri maupun luar negeri dengan mudahnya. Hanya dengan membrowsing website atau blog penjualan barang yang sudah kita ketahui dan tinggal mememesan produk tersebut dan membayarnya dengan sistem transaksi kartu kredit maupun transfer secara langsung melalui internet. Latar belakang disusunnya makalah ini adalah agar mahasiswa-mahasiswa iBii makin mengetahui informasi mengenai transaksi elektronik itu sendiri dan juga hukum apa saja yang digunakan dalam melakukan transaksi tersebut. Sehingga mahasiswa-mahasiswa iBii tidaklah gagap hukum ketika melakukan transaksi elektronik.

1.2Tujuan
Dengan banyaknya situs-situs atau website-website yang sudah beredar di dunia maya ini diharapkan agar mahasiswa-mahasiswa iBii tahu prosedur-prosedur hukum yang dapat ditempuh jikalau terjadi transaksi yang tidak diinginkan. Dan agar mahasiswa-mahasiswa iBii dapat lebih fasih lagi ketika melakukan transaksi elektronik sehingga tidak mengalami penipuan transaksi dalam dunia maya.

BAB II PERMASALAHAN

Pada hari Senin, 2 Januari 2007, warnet milik Tulus Serimbing sedang ramai penggunjung. Salah satu penggunjung, sedang melakukan transaksi e-commerce. Namanya Diana kelahiran Jakarta, 20 Oktober 1985, mahasiswi salah satu PTS di Jakarta. Diana sedang mengunjungi situs www.gayabanget.com. Beralamat di Jakarta yang sedang menawarkan produk pakaian pria. Diana tertarik dengan setelan jas bermerk Ekslusive99 dan berniat membeli sebagai kado untuk pasangannya yang berulang tahun pada 3 Februari 2007. Kemudian Diana melakukan klik penerimaan (acceptance) atas penawaran (offer) tersebut. Sesuai dengan kesepakatan, jas itu sampai di rumah Diana tanggal 6 Januari 2007. Tetapi betapa kecewanya Diana, karena yang dia terima adalah jas bermerk Arrow dan menggandung cacat produk berupa sobekan dilengan kiri. Serta kancing jas yang tidak lengkap. Diana berniat mengembalikan jas tersebut dan mengajukan upaya hukum berupa gugatan secara perdata untuk mendapatkan pembayaran ganti rugi. Pemilik situs www.gayabanget.com adalah Farrel, kelahiran Jakarta 3 April 1980. Mahasiswa teknik komputer disalah satu PTS di Jakarta. www.gayabanget.com adalah hasil modifikasi dan pengkopian dari situs www.gayaabis.com yang sudah tersertifikasi. Farrel sudah melakukan softlaunching pada publik 2 November 2006. Keberadaan website tersebut tanpa pelaporan ke Dirjen Pos Kementerian Negara Komunikasi dan Informasi. Dari kasus fiktif diatas. Jawablah beberapa pertanyaan berikut: 1. Sebutkan dan jelaskan bentuk wanprestasi (cedera janji) dalam transaksi e-commerce tersebut! 2. Apakah Diana sudah cakap secara hukum dalam melakukan transaksi 3. Apakah langkah-langkah penerimaan yang dilakukan Diana dalam pengawasan tersebut sudah memposisikan dirinya, kuat secara hukum bila terjadi wanprestasi.
4. Menurut pendapat Anda. Apakah www.gayabanget.com, memiliki kapasitas hukum

dalam menjalankan usahanya. 5. Untuk menjamin keamanan tansaksi e-commerce, berikan pendapat anda, Hal-hal apa saja yang perlu dibenahi.

BAB III

PEMBAHASAN

1. Bentuk wanprestasi (cedera janji) dalam transaksi e-commerce yang terjadi adalah:

o Melaksanakan apa yang dijanjikannya tetapi tidak sebagaimana yang dijanjikan o Melakukan sesuatu yang menurut perjajian tidak boleh dilakukannya Pengiriman barang yang dilakukan oleh Farrel menyalahi kesepakatan dengan Diana yang seharusnya mengirim barang sesuai pesanan Diana yaitu jas bermerk Ekslusive99 tetapi malah mengirim jas bermerk Arrow.
2. Tentu saja Diana cakap secara hukum dalam melakukan transaksi karena Diana dapat

mengerti bahwa yang dilakukan oleh Farrel adalah tindakan wanprestasi dimana tindakan itu dapat diguagat secara hukum. Diana pun menggugat tindakan Farrel tersebut. 3. Langkah langkah penerimaan yang dilakukan Diana dalam penawaran tersebut sudah menguatkan posisinya. Karena sudah ada pasal pasal yang menguatkan Diana karena terjadinya wanprestasi dalam transaksi yang ia lakukan. Dilihat dari data permasalahan yang ada. Pihak Farrel dari situs www.gayabanget.com telah melakukan wanprestasi karena barang yang ia berikan tidak sesuai dengan apa yang ditawarkan dalam situsnya tersebut. Dan Diana dapat mengajukan gugatan kuat secara hukum karena ia sudah dirugikan dan hal tersebut telah disahkan dalam UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 38 ayat 1. Dan juga kasus yang terjadi pada Diana dapat dikuatkan dengan Pasal 9 mengenai Pelaku usaha yang menawarkan produk melalui Sistem Elektronik harus menyediakan informasi yang lengkap dan benar berkaitan dengan syarat kontrak, produsen, dan produk yang ditawarkan. Kemudian Pasal 17 ayat 2 mengenai Para pihak yang melakukan Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib beriktikad baik dalam melakukan interaksi dan/atau pertukaran Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik selama transaksi berlangsung. Kemudian Pasal 28 ayat 1 mengenai Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik. Serta Pasal 32 ayat 1 mengenai Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak,

menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik milik Orang lain atau milik publik. Dalam kondisi yang diterima Diana, secara langsung Farrel sudah melanggar aturan-aturan dalam pasal diatas.

4. Menurut saya www.gayabanget.com belum memiliki kapasitas hukum. Karena ia belum mendaftarkan usahanya kepada Dirjen Pos Kementerian Negara Komunikasi dan Informasi. Sehingga situs Farrel karena belum tersertifikasi dan belum tercantum dalam izin pembuatan situs di Dirjen Pos Kementerian Negara Komunikasi dan Informasi. 5. Untuk menjamin keamanan transaksi e-commerce, hal-hal yang perlu dibenahi adalah dari segi hukum itu sendiri dan ketegasan dalam memberlakukan sanksi. Sehingga kejadian seperti yang dialami oleh Diana tidak perlu terjadi dikemudian hari sehingga pelaku pelaku usaha mulai berpikir akan sanksi yang ia dapat ketika mencoba untuk melakukan sebuah kegiatan penipuan. Dan juga pemerintah harus mengawasi dengan lebih ketat lagi terhadap keaslian atau keberadaan usaha yang ada didalam dunia maya tersebut. Selain untuk melindungi konsumen tetapi juga untuk memberikan kenyamanan bagi para pelaku transaksi bisnis Elektronik baik lokal maupun internasional. Sehingga dapat menciptakan citra baik bagi usaha elektronik di Indonesia. Karena hal ini terdapat dalam Pasal 40 ayat 1 mengenai Pemerintah memfasilitasi pemanfaatan Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan. Dan ayat 2 mengenai Pemerintah melindungi kepentingan umum dari segala jenis gangguan sebagai akiba penyalahgunaan Informasi Elektronik dan Transaksi Elektronik yang mengganggu ketertiban umum, sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan.

BAB IV KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil makalah ini adalah: Kita berhati-hati dalam memilih situs yang menawarkan/menjual produk-produk dagagan. Cobalah telusuri dahulu apakah situs tersebut dapat dipercaya atau sudah mendapat sertifikasi. Kita sebagai warga negara harus cakap hukum yang berlaku di negaranya sehingga kita dapat melakukan upaya hukum bila terjadi penipuan terhadap kita Harus adanya ketegasan pemerintah dalam memberikan sanksi hukum terutama tentang hukum Informasi dan Transaksi Elektronik Jangan takut untuk melakukan upaya hukum bila kita merasa dirugikan.