APRESIASI SENI RUPA dan DESAIN DOKUMENTASI,FOTO,BIOGRAFI dan KARYA SENIMAN, DESAINER, ARSITEK, KOREOGRAFER, MAESTRO

, PELUKIS, KALIGRAFER, PEMATUNG

Disusun Oleh

:

Riffan Alfarizie (25) Kelas XI-IPA 4 Ditujukan untuk memenuhi syarat dalam mata pelajaran Seni Budaya (Senirupa dan Desain)

SMAN 2 TASIKMALAYA Jl. R.E Martadinata no.261 (0265-331331)
1

dan juga kisahnya dalam berkarya hingga menggapai ketenaran dalam profesinya.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan atas kepada TYME. Makalah ini merupakan penyajian dari beberapa Biografi tentang pelukis-pelukis yang berasal dari Indonesia. Dan juga banyak lagi pelukis yang lainnya. Makalah ini akan menceritakan tentang perjalanan dari beberapa pelukis terkenal dari Indonesia. Bagi pembaca yang sempat membaca mohon kritik dan saran untuk lebih menyempurnakan lagi kekurangan dari makalah ini. Beberapa Pelukis tersebut diantaranya seperti Affandi yang menjadi figur yang sangat luar biasa dikalangan dunia Pelukis Indonesia. Tasikmalaya. 5 Oktober 2011 Penyusun 2 . walaupun belum mencapai kesempurnaan. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih. dan berkat bimbingan dari Guru Seni Rupa SMAN 2 Tasikmalaya atas tersusunnya makalah ini.

APRESIASI SENI BUDAYA (SENI RUPA dan DESAIN) HALAMAN PENGESAHAN Disetujui dan disahkan di Tasikmalaya Pada tanggal 8 Oktober 2011 Disetujui Guru mata pelajaran Seni Budaya (seni rupa dan desain) H. SARDIANTO NIP. 19580512 1986011002 3 .

..DAFTAR ISI KATA PENGANTAR..................................................................................................................................................................................................................................13 4 .......................................................................................................5 BASUKI ABDULLAH.....................................8 BARLI SASMITAWINATA............................................10 DAFTAR PUSTAKA........3 DAFTAR ISI............4 AFFANDI.............................................................................................................................................................................................................2 LEMBAR PENGESAHAN..................................................

Pada tahun 1950-an ia banyak mengadakan pameran tunggal di India. Affandi menikah dengan Maryati. Pada tahun 1943. Namun. Mohammad Hatta.23 Mei 1990) adalah seorang pelukis yang dikenal sebagai Maestro Seni Lukis Indonesia. Sebelum mulai melukis. Pada umur 26 tahun.Inggris. dan selanjutnya tamat dari AMS. yaitu Kartika Affandi. Kelompok ini berbeda dengan Persatuan Ahli Gambar Indonesia (Persagi) pada tahun 1938. Empat Serangkai--yang terdiri dari Ir. MULO. Affandi mengadakan pameran tunggal pertamanya di Gedung Poetera Djakarta yang saat itu sedang berlangsung pendudukan tentara Jepang di Indonesia. Koesoema. yaitu kelompok lima pelukis Bandung. dan Wahdi serta Affandi yang dipercaya menjabat sebagai pimpinan kelompok. Pelukis yang produktif. Sekitar tahun 30-an. Ki Hajar Dewantara. Affandi telah melukis lebih dari dua ribu lukisan. Pekerjaan ini tidak lama digeluti karena Affandi lebih tertarik pada bidang seni lukis. dan Amerika Serikat. berkat gaya ekspresionisnya yang khas. termasuk pendidikan yang hanya diperoleh oleh segelintir anak negeri. Barli. pada tahun 1933. Jawa Barat. Eropa. memperoleh pendidikan HIS. seorang mantri ukur di pabrik gula di Ciledug. Dari segi pendidikan. Mereka itu adalah Hendra Gunawan. melainkan sebuah kelompok belajar bersama dan kerja sama saling membantu sesama pelukis. Bagi orang-orang segenerasinya. dan memang telah menjadikan namanya tenar sama dengan tokoh atau pemuka bidang lainnya. mungkin pelukis Indonesia yang paling terkenal di dunia internasional. Affandi pernah menjadi guru dan pernah juga bekerja sebagai tukang sobek karcis dan pembuat gambar reklame bioskop di salah satu gedung bioskop di Bandung. Soekarno. gadis kelahiran Bogor. Dalam Seksi Kebudayaan Poetera ini Affandi bertindak sebagai 5 . Affandi dan Maryati dikaruniai seorang putri yang nantinya akan mewarisi bakat ayahnya sebagai pelukis. Affandi dilahirkan di Cirebon pada tahun 1907. Sudarso. Drs. Cirebon. danKyai Haji Mas Mansyur--memimpin Seksi Kebudayaan Poetera (Poesat Tenaga Rakyat) untuk ikut ambil bagian. ia termasuk seorang yang memiliki pendidikan formal yang cukup tinggi. putra dari R. Affandi bergabung dalam kelompok Lima Bandung. Kelompok ini memiliki andil yang cukup besar dalam perkembangan seni rupa di Indonesia. bakat seni lukisnya yang sangat kental mengalahkan disiplin ilmu lain dalam kehidupannya.AFFANDI KOESOEMA Affandi Koesoema (Cirebon. 1907 .

Waktu itu Affandi mendapat undangan untuk pameran di gedung USIS Jakarta. ada yang nyeletuk: "Pak Affandi memang pimpinan Lekra. Saat itulah. Dan Affandi pun. Juga anti kebudayaan AS yang disebut sebagai 'kebudayaan imperialis'. gerakan anti imperialis AS sedang mengagresi Vietnam cukup gencar. dan sebagainya. yang langsung mengadakan hubungan dengan Bung Karno. Kata-kata yang dituliskan di poster itu ("Bung. ada yang mempersoalkan. untuk mewakili orang-orang tak berpartai. Affandi juga termasuk pimpinan pusat Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat). kadang-kadang tidur. dia pernah mendapat beasiswa untuk kuliah melukis di Santiniketan. tapi dia tak bisa membedakan antara Lekra dengan Lepra!" kata teman itu dengan kalem. seperti Prof. Film-film Amerika. Affandi angkat bicara. dan lingkungan walau hidup di era teknologi. Dia bagian seni rupa Lembaga Seni Rupa) bersama Basuki Resobowo. fauna. Saloekoe Poerbodiningrat dsb. Ketika republik ini diproklamasikan 1945. diboikot di negeri ini. bukan perikemanusiaan dan dianggap sebagai lelucon pada waktu itu. dia ditolak dengan alasan bahwa dia dipandang sudah tidak memerlukan pendidikan melukis lagi. Dalam sidang konstituante. Gerbong-gerbong kereta dan tembok-tembok ditulisi antara lain "Merdeka atau mati!". Dan terpilihlah dia. kesadaran masyarakat terhadap lingkungan hidup masih sangat rendah. Affandi mendapat tugas membuat poster. banyak pelukis ambil bagian. teman dekat Affandi juga sejak sebelum revolusi. biasanya katanya Affandi cuma diam. Mengapa Affandi yang pimpinan Lekra kok pameran di tempat perwakilan agresor itu.tenaga pelaksana dan S. Affandi merupakan seorang pelukis rendah hati yang masih dekat dengan flora. Karuan saja semua tertawa. Topik yang diangkat Affandi adalah tentang perikebinatangan. Affandi dicalonkan oleh PKI untuk mewakili orang-orang tak berpartai dalam pemilihanKonstituante. Soedjojono sebagai penanggung jawab. Eropa. Henk Ngantung. pameran di sana. suatu akademi yang didirikan oleh Rabindranath Tagore. Sekelompok pelukis siang-malam memperbanyaknya dan dikirim ke daerah-daerah. Yang dijadikan model adalah pelukis Dullah. Ketika sekelompok pelukis Lekra berkumpul. Menanggapi persoalan ini. Poster yang merupakan ide Soekarno itu menggambarkan seseorang yang dirantai tapi rantainya sudah putus. Ketika telah tiba di India. Akhirnya biaya beasiswa yang telah diterimanya digunakan untuk mengadakan pameran keliling negeri India. menurut Basuki Resobowo yang teman pelukis juga. Kata-kata itu diambil dari penutup pidato Bung Karno. Sepulang dari India. Ir. Bakat melukis yang menonjol pada diri Affandi pernah menorehkan cerita menarik dalam kehidupannya. Pada tahun enampuluhan. Tapi ketika sidang komisi. 1 Juni 1945. Suatu saat. Ketika Affandi mempersoalkan 'Perikebinatangan' tahun 1955. Dia masuk komisi Perikemanusiaan (mungkin sekarang HAM) yang dipimpin Wikana. pada tahun lima puluhan. 6 . ayo bung") merupakan usulan dari penyair Chairil Anwar. India. Lahirnya Pancasila. organisasi kebudayaan terbesar yang dibubarkan oleh rezim Suharto.

bijak. seperti. gagah. Affandi dikenal sebagai sosok yang sederhana dan suka merendah.Meski sudah melanglangbuana ke berbagai negara. Menurut Helfy Dirix (cucu tertua Affandi) gambar yang digunakan untuk perangko itu adalah lukisan self-portrait Affandi tahun 1974. Affandi memilih Sokrasana yang wajahnya jelek namun sangat sakti. Tokoh wayang itu menurutnya merupakan perwakilan dari dirinya yang jauh dari wajah yang tampan. Arjuna. Gatutkaca. biasanya memilih yang bagus. Pelukis yang kesukaannya makan nasi dengan tempe bakar ini mempunyai idola yang terbilang tak lazim. Bima atau Werkudara. Basuki Abdullah 7 . Namun. Orang-orang lain bila memilih wayang untuk idola. ganteng. Meskipun begitu. Kresna. saat Affandi masih begitu getol dan produktif melukis di museum sekaligus kediamannya di tepi Kali Gajahwong Yogyakarta. Departemen Pariwisata Pos dan Telekomunikasi (Deparpostel) mengabadikan wajahnya dengan menerbitkan prangko baru seri tokoh seni/artis Indonesia.

Di masa revolusi Bosoeki Abdullah tidak berada di tanah air yang sampai sekarang belum jelas apa yang melatarbelakangi hal tersebut. Kini disimpan di Galeri Nasional Indonesia. Selain organisasi Poetra. Basoeki Abdullah berhasil mengalahkan 87 pelukis Eropa dan berhasil keluar sebagai pemenang. Basoeki Abdullah pada tahun 1933 memperoleh beasiswa untuk belajar di Akademik Seni Rupa (Academic Voor Beldeende Kunsten) di Den Haag. 8 . putera Indonesia yang mengharumkan nama Indonesia. Ia pernah diangkat menjadi pelukis resmi Istana Merdeka Jakarta dan karya-karyanya menghiasi istana-istana negara dan kepresidenan Indonesia. 25 Januari 1915 – wafat 5 November 1993 dalam umur 78 tahun) adalah salah seorang maestro pelukis Indonesia. Yesus Kristus dan Krishnamurti. Sejak umur 4 tahun Basoeki Abdullah mulai gemar melukis beberapa tokoh terkenal diantaranya Mahatma Gandhi. Pendidikan formal Basoeki Abdullah diperoleh di HIS Katolik dan Mulo Katolik di Solo. Sejak itu pula dunia mulai mengenal Basoeki Abdullah. Belanda. Lukisan "Balinese Beauty" karya Basoeki Abdullah yang terjual di tempat pelelangan Christie's di Singapura pada tahun 1996.Sudjoyono. Jakarta. Bakat melukisnya terwarisi dari ayahnya Abdullah Suryosubro yang juga seorang pelukis dan penari. Jelasnya pada tanggal 6 September 1948 bertempat di New York Amsterdam sewaktu penobatan Ratu Yuliana dimana diadakan sayembara melukis. Muridmuridnya antara lain Kusnadi (pelukis dan kritikus seni rupa Indonesia) dan Zaini (pelukis impresionisme). Jawa Tengah. Aktivitas Lukisan "Kakak dan Adik" karya Basoeki Abdullah (1978). Sedangkan kakeknya adalah seorang tokoh Pergerakan Kebangkitan Nasional Indonesia pada awal tahun 1900-an yaitu Doktor Wahidin Sudirohusodo. dan menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun dengan meraih penghargaan Sertifikat Royal International of Art (RIA). Pada masa Pemerintahan Jepang. Di dalam Gerakan Poetra ini Basoeki Abdullah mendapat tugas mengajar seni lukis.Basoeki Abdullah (lahir di Surakarta. disamping menjadi barang koleksi dari berbagai penjuru dunia. Ia dikenal sebagai pelukis aliran realis dan naturalis. Basoeki Abdullah juga aktif dalam Keimin Bunka Sidhosjo (sebuah Pusat Kebudayaan milik pemerintah Jepang) bersama-sama Affandi. Berkat bantuan Pastur Koch SJ. Otto Djaya dan Basoeki Resobawo. S. Basoeki Abdullah bergabung dalam Gerakan Poetra atau Pusat Tenaga Rakyat yang dibentuk pada tanggal 19 Maret 1943. Rabindranath Tagore.

fauna. Portugal dan negara-negara lain. Hampir sebagian hidupnya dihabiskan di luar negeri diantaranya beberapa tahun menetap di Thailand dan diangkat sebagai pelukis Istana Merdeka dan sejak tahun 1974 Basoeki Abdullah menetap di Jakarta. Lebih kurang 22 negara yang memiliki karya lukisan Basoeki Abdullah. Inggris.Selama di negeri Belanda Basoeki Abdullah sering kali berkeliling Eropa dan berkesempatan pula memperdalam seni lukis dengan menjelajahi Italia dan Perancis dimana banyak bermukim para pelukis dengan reputasi dunia. tema-tema perjuangan. Jepang. keluarga kerajaan dan kepala negara yang cenderung mempercantik atau memperindah seseorang ketimbang wajah aslinya. flora. Selain sebagai pelukis potret yang ulung. pembangunan dan sebagainya. diapun melukis pemandangan alam. Malaysia. Basoeki Abdullah banyak mengadakan pameran tunggal baik di dalam negeri maupun di luar negeri. antara lain karyanya pernah dipamerkan di Bangkok (Thailand). terutama melukis wanita-wanita cantik. Basoeki Abdullah terkenal sebagai seorang pelukis potret. Belanda. 9 .

BARLI SASMITAWINATA 10 .

Sekarang Barli memiliki Bale Seni Barli di Padalarang. 8 Februari 2007 Agama Islam Profesi: Pelukis dan Guru Isteri: Atikah Basari (Almarhum) Ratu Nakisbandiah Anak: Drs Agung Wiwekakaputera dan Drg. Kelompok itu dibentuk berawal dari kekaguman yang sangat dari seorang Barli dan ketiga temannya terhadap Affandi.Nama: Barli Sasmitawinata Lahir: Bandung 18 Maret 1921 Meninggal: Bandung. Nirwati Chandra Dewi Ayah: RH Haroen Al-Rasyid Ibu: Hj. Pria yang lahir di Bandung 18 Maret 1921 itu menjadi pelukis berawal atas permintaan kakak iparnya. yang membanggakan hati dia. yang waktu itu masih mencari uang dengan menjadi model bagi Luigi. tokoh semacam AD Pirous tetap mengakui Barli sebagai salah seorang guru. Hubungan di antara kelima anggota kelompok akhirnya terbentuk menjadi seperti saudara saja. Di studio ini pula Barli mulai berkenalan dengan Affandi. seorang pelukis asal Belgia yang tinggal di Bandung. Barli Sasmitawinata membentuk “Kelompok Lima Bandung”. dan Wahdi Sumanta.Bersama Affandi. cara melihat seniman dan orang biasa harus berbeda. Barli adalah pelukis sekaligus guru. Sasmitawinata. Pluimentz sang guru. tumbuh menjadi seniman mandiri. pun selalu berkata. Termasuk kesempatan perjalanan Barli hingga ke Bali. Beberapa di antara mantan mahasiswa dan murid itu terkadang ada yang mengabaikan Barli sebagai guru. Selain AD Pirous. tahun 1935. Soedarso. seperti (almarhum) Huang Fong. Barli lalu banyak belajar melukis alam benda dan dia adalah satu-satunya murid pribumi di studio tersebut. Barli di kemudian hari belajar kepada Luigi Nobili. Lalu. agar Barli memulai belajar melukis di studio milik Jos Pluimentz. pelukis asal Italia. Kalau melukis kemana-mana selalu bersama-sama. Bandung (1935) :: Studio Luigi Nobili (1935) :: MULO (1938) Maestro Seni Lukis Realistik Indonesia Barli Sasmitawinata adalah seorang maestro seni lukis realistik. Djubaedah Pendidikan: :: HIS (1935) :: Studio Jos Pluimentz. di tahun 1958 Barli kembali mendirikan studio Rangga Gempol. Di studio milik Luigi Nobilo itu diam-diam Affandi ikut belajar melukis. Di studio itu Barli banyak belajar mengenal persyaratan melukis. ada pula beberapa muridnya yang kini dikenang sebagai pelukis yang berkarakter. Sudah banyak mahasiswa yang dia ajar di Institut Teknologi Bandung (ITB) maupun murid yang dia bimbing di sanggar seni miliknya. Barli menyebutkan sebuah cita-cita yakni ingin punya murid yang tidak saja pandai menggambar tetapi bisa hidup bersama dengan yang lain. Atau. Orang biasa tidak mampu melihat aspek artistik sesuatu benda sebagaimana seniman. Namun. Barli dilatih secara intensif melihat objek karena realistik masih sangat populer ketika itu. Chusin Setiadikara yang tetap memelihara bekal seni realistiknya tetapi menempuh jalan sulit untuk membuatnya menjadi 11 . Hendra Gunawan. sepulang dari Eropa. Barli di tahun 1948 pernah mendirikan Sanggar Seni Rupa Jiwa Mukti.

Pemerintah RI tampak sangat peduli atas perjalanan karir maestro seni lukis realistik Indonesia ini. Karena kiprah kepelukisannya yang sedemikian panjang. kritikus seni Jim Supangkat dalam bukunya “Titik Sambung” menempatkan Barli Sasmitawinata sebagai ’titik sambung’ dua gugus perkembangan seni lukis Indonesia: seni lukis masa kolonial dan seni lukis modern Indonesia. Termasuk dipamerkan sebuah lukisan yang Barli selesaikan hanya beberapa hari sebelum ulang tahunnya ke-83. Perjalanan karir lukis Barli dimulai sejak tahun 1930-an sebagai ilustrator terkenal di Balai Pustaka. Keterampilan tersebut masih berlanjut di tahun 1950-an saat dia sudah melangglang buana ke mancanegara. PT Pos Indonesia turut menunjukkan penghargaan yang sangat tinggi kepada seniman besar kelahiran Bandung itu. Pernikahan pertama itu dikaruniai dua orang anak bernama Agung Wiwekakaputera dan Nirwati Chandra Dewi. di satu sisi Barli dapat dilihat sebagai meneruskan perkembangan seni lukis masa kolonial. kali itu dengan Nakisbandiah yang masih tetap setia mendampingi hidupnya. Barli berperan cukup besar menularkan ilmu kepada murid-muridnya. Entah di kampusnya mengajar ITB Bandung maupun di sanggar seninya. berlangsung sejak 18 hingga 31 Maret 2004. sebuah lukisan terkenal yang Barli buat di tahun 1974. Sartika. Kesempatan Barli studi sekaligus berkiprah di benua Eropa berawal di tahun 1950 tatklala dia mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Belanda untuk belajar di AcademieGrande de la Chaumiere. Barli lalu kembali menikah saat usia sudah 71 tahun. lukis ke Perancis hingga Belanda. Pos Indonesia khusus menerbitkan prangko yang bergambar reproduksi lukisan Potret Diri. Maka. berukuran lebih dari dua meter kali dua meter. Mia Meutia (meninggal tahun 1977). secara keseluruhan keluarga Barli memiliki 15 cucu dan enam orang buyut. Tetapi di sisi lain Barli merupakan bagian dari pertumbuhan seni lukis modern Indonesia yang menentang seni lukis masa kolonial itu sendiri. Paris. Bertepatan dengan hari lahirnya pada 18 Maret 2004 beberapa karya lukisnya dipamerkan di Galeri Nasional. Pembukaan pameran dilakukan langsung oleh Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata. I Gede Ardika. Perancis. Barli pertamakali menikahi (almarhumah) Atikah Basari di Pager Ageung tahun 1946 pada saat masih berada di dalam pengungsian karena perang. Jakarta. Bahkan. dan majalah Der Lichtenbogen di Recklinghausen. Barli masih meneruskan studi di Rijksacademie voor Beeldende Kunsten. sampai tahun 1956. Amsterdam. Barli adalah contoh pelukis dan guru yang mendapatkan pendidikan secara baik sejak usia remaja sampai kemudian dia berkesempatan belajar ke Perancis dan Belanda. Jakarta. Barli adalah contoh pelukis dan guru yang mendapatkan pendidikan secara baik sejak usia remaja sampai kemudian belajar seni. Hasil pernikahan Nakisbandiah sebelumnya dengan (almarhum) D Mawardi dikaruniai empat orang putri. Jerman.seni yang terus bisa bermakna di tengah percaturan berbagai gaya dan kecenderungan seni yang baru. ketika Barli diangkat menjadi ilustrator pada majalah De Moderne Boekhandel di Amsterdam. istri kedua Barli setelah istri pertama meninggal dunia 11 Juli 1991. Dijelaskan oleh Jim. dan Indira. yaitu Kartini. Yakni. Belanda. berjudul “Kehidupanku Bersama Barli”. Bersamaan perayaan ulang tahun ke-83 itu diluncurkan pula sebuah buku karangan Nakisbandiah. Dia juga dipakai sebagai ilustrator untuk beberapa koran yang terbit di Bandung. 12 .

tokohindonesia.com http://www.sinarharapan.ensiklopediaindonesia.DAFTAR PUSAKA http://www.com http://www.com 13 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful