Anda di halaman 1dari 17

ASUHAN BAYI BARU LAHIR

PERLINDUNGAN TERMAL

Cara menjaga agar bayi tetap hangat


1.

2.

3. 4. 5.

6.

Mengeringkan bayi seluruhnya dengan selimut atau handuk hangat. Membungkus bayi, terutama bagian kepalanya dengan selimut yg hangat dan kering. Mengganti semua handuk/selimut yg basah Bayi tetap terbungkus sewaktu ditimbang. Buka pembungkus bayi hanya pada daerah yg diperlukan saja untuk melakukan sesuatu prosedur, dan membungkusnya kembali dengan handuk dan selimut segera setelah prosedur tersebut selesai. Menyediakan lingkungan yang hangat dan kering bagi bayi tersebut

7. Atur suhu ruangan atas kebutuhan bayi untuk memperoleh lingkungan yg lebih hangat ( dari pada kebutuhan orang dewasa ). 8. Memberi bayi pada ibu secepatnya. 9. Meletakkan bayi pada diatas perut ibu supaya mereka bersentuhan kulit ke kulit, sambil menyelimuti keduanya dengan selimut yang kering dan hangat. 10. Menghindari memandikan bayi hingga sedikitnya enam jam tidak terdapat masalah medis dan jika suhunya berada pada 36,5C atau lebih.

Pentingnya menjaga kehangatan bayi

Penurunan suhu yg cepat pada BBL disebabkan oleh ketidakmampuan bayi untuk menghasilkan panas yg cukup untuk mengimbangi kehilangan panas pada proses kelahiran. Setiap bayi yg lahir memiliki sistem pengendalian suhu yg belum matang. Dan pada bayi yg lahir dengan berat badan rendah ( <2500 gr) serta pada bayi yang prematur tidak terdapat zat lemaknya yg cukup utk menghasilkan panas tubuh.

Bayi-bayi yg mengalami gawat dingin (coldstressed) akan memerlukan gas oksigen yg lebih banyak serta akan menghabiskan cadangan glycogennya untuk mempertahankan suhu tubuh yg kritis. Walaupun demikian, bayi yang sehatpun bisa segera menjadi bayi yg sakit jika terjadi kehilangan panas yang berlebihan.

Jika bayi tidak segera bernafas


Langkahnya : Keringkan bayi dengan selimut atau handuk yang hangat Dengan lembut gosoklah punggung bayi yang sudah dikeringkan.

Langkah-langkah yg tidak boleh dianjurkan


LANGKAH-LANGKAH Menepuk pantat bayi Menekan dada ALASAN TIDAK DIANJURKAN Trauma dan cedera Patah (Fraktur), pneumothorax, gawat nafas, kematian

Menekan kaki bayi kebagian perutnya


Membuka sphincter anusnya

Merusak pembuluh darah dan kelenjar pada hati/limfa.


Merusak atau melukai spincter ani

Menggunakan bungkusan panas/ dingin atau air


Meniupkan oksigen atau udara dingin pada tubuh atau wajah bayi. Memberi minuman air bawang

Membakar/menimbulkan hipotermi
Hipotermi Membuang waktu, karena tindakan resusitasi yang tidak efektif pada saat yang kritis

Langkah-langkah mempertahankan kebersihan pada saat memotong tali pusat.

Mencuci tangan air bersih dan sabun, serta mengenakan sarung tangan sebelum menolong persalinan. Pastikan bahwa sarung tangan anda masih bersih. Ganti sarung tangan anda bila ternyata sudah kotor ( tercemar). Letakkan bayi yang telah dibungkus tersebut diatas permukaan yang bersih dan hangat.

Potonglah tali pusatnya dengan gunting tali pusat yang steril atau telah di desinfektan tingkat tinggi. Pakailah hanya alat dan bahan yang steril Jangan mengoleskan salep apapun, dan zat lain ke bagian tali pusat. Hindari pembungkusan tali pusat

Menghindari infeksi pada bayi baru lahir.

Pemberian Asi secara dini dan ekslusif Kontak kulit-ke kulit dengan ibunya. Menjaga kebersihan pada saat memotong dan merawat tali pusat. Menggunakan instrument yang sudah disterilkan atau sudah di disinfeksi tingkat tinggi. Mencuci tangan sebelum dan sesudah menolong persalinan.

Mengganti sarung tangan yang sudah terkontaminasi. Menggunakan bahan yang telah dibersihkan dengan benar utnuk membungkus bayi agar hangat. Menghindari pambungkusan tampuk tali pusat. Menghindari penggunaan krim atau salep pada tampuk tali pusat.

Pemeriksaan nilai APGAR


Nilai APGAR adalah suatu sistem penilaian yg dipakai utk mengevaluasi BBL pada menit pertama dan kelima setelah kelahirannya. Jika terdapat masalah, maka nilai apgar akan membantu dalam menentukan tingkat keseriusan dari depresi BBL yang terjadi serta langkash segera yang harus diambil.

Tanda-tanda
Rupa/warna (penampakan nadi./detak jantung Wajah menyeringai/ respon terhadap sentuhan Aktifitas/tonus otot

0
Pucat/biru Tidak terdapat denyut jantung Tidak ada respon/reaksi Tangan dan kaki lumpuh ( tak ada gerakan) Tidak ada pernafasan. Tidak ada tangis

1
Tubuh merah, tangan dan kaki biru

2
Seluruhnya merah

Lambat- dibawah 100. Diatas 100. detak detak jantung lemah jantung kuat Menyeringai atau wajahnya tampak kecut Ada sedikit pergerakan sebaai reaksi terhadap rangsangan Pernafasan perlahan/tidak teratur. Dinding dada tertarik merintih atau tangisnya lemah Menangis, batuk dan bersin Pergenrakan aktif, kaki dan tangan bergerak Menangis kuat

Upaya bernafas

Perawatan mata

Cuci tangan anda Bersihkan masing-masing mata tersebut Teteskan sedikit salep erythromycin 0,5 % kemasing-masing kelopak mata. Setelah salep diteteskan, tutuplah mata tersebut perlahan sebentar. Teteskan sebelum sat jam pertama kehidupan, tetapi tunda selama waktu yang wajar (tetap sebelum 1 jam) untuk memungkinkan kontak langsung dan jelas antara ibu dan bayi sebagai bentuk ikatan batin). Amati kalau-kalau ada tanda-tanda awal infeksi Mengisi kartunya.

RESUSITASI BAYI BARU LAHIR

Pendahuluan

Pada asfiksia ringan, apnea merupakan gejala klinik utama. Pada kasus-kasus yg berat BBL tampak lunglai dan pucat dengan tekanan darah rendah dan denyut jantung lambat.