Anda di halaman 1dari 29

ASESMEN GERIATRI

1. IDENTITAS Nama Pasien Jenis Kelamin Umur Agama Pendidikan Alamat Nomor Telepon Pekerjaan Kegiatan Sekarang : Ny. HP : Perempuan : 74 tahun : Islam : SPG (Sekolah Pendidikan Guru) : Jl. Imam bonjol no. 20 Panggang Jepara : (0291) 591420 : pensiunan PNS : mengurus rumah,mengikuti kegiatan organisasi (sebagai bendahara RS Siti Khatijah Jepara) Nama orang terdekat Jumlah anak Laki-laki Perempuan Jumlah cucu Laki-laki Perempuan Jumlah cicit Laki-laki Perempuan : anak pertama (Ny. Suci) :5 :3 :2 : 12 :7 :5 :3 :1 :2

Asesmen dibuat tanggal : 4 Juni 2011 Pengirim pasien: :-

10 MENIT PEMERIKSAAN PENYARING TERHADAP KONDISI GERIATRI

PROBLEM Penglihatan

CARA PEMERIKSAAN Ada 2 bagian: 1. apakah kesulitan menonton melakukan anda dalam tv atau mempunyai berkendara, membaca sehari-hari

HASIL POSITIF Terdapat ketidakmampuan melihat dalam jarak

HASIL Ya

>20/40 dengan kartu snellen.

aktivitas

karena penglihatan anda? 2. Jika ya: Lakukan tes mata dengan kartu snellen saat pasien

memakai lensa koreksi (bila memungkinkan), atau jika tidak memungkinkan bisa juga

dilakukan tes membaca koran. Pendengaran Menggunakan audioskope pada 40 dB, tes pendengaran dengan 1000 dan 2000 Hz Jika tidak memungkinkan lakukan tes berbisik pada masing-masing telinga pasien. Mobilitas Kaki Catat waktu yang dipergunakan pasien untuk melakukan instruksi: berdiri dari kursi, jalan cepat 20 langkah, kembali ke kursi, duduk. Secara berurutan. Inkontinensia Urin Ada 2 bagian: 1. Tahun lalu apakah anda pernah mengompol? 2. Jika ya: Pernahkah anda Ya untuk kedua Tidak Ketidakmampuan untuk frekuensi mendengar 1000-2000 Ya

Hz atau tes bisik pada kedua telinga atau di salah telinga. Tidak melakukan dalam 15 detik mampu instruksi Tidak

pertanyaan

mengompol dalam selang waktu enam hari? PROBLEM Nutrisi, penurunan BB CARA PEMERIKSAAN Ada 2 bagian: 1. Apakah berat anda turun 10 kg dalam 6 bulan ini tanpa usaha untuk HASIL POSITIF Jika terdapat HASIL Tidak

penurunan berat badan dan tanpa berat badan

itu? 2. Timbang berat badan pasien. Memori Menyebutkan kembali 3 benda (pada awal pemeriksaan pasien diminta untuk mengingat 3 benda yang diucapkan untuk diingat kembali jika ditanyakan oleh pemeriksa) Depresi Apakah anda sering merasa sedih dan depresi? Keterbatasan Fisik Ada 6 pertanyaan: 1. melakukan aktivitas berat seperti seperti jalan cepat atau bersepeda? 2. pekerjaan berat di rumah seperti membersihkan dinding? 3. pergi berbelanja ke tempat grosir atau kain? 4. pergi ke suatu tempat yang agak jauh dengan berjalan? 5. mandi, baik dengan spon, bak mandi, shower? 6. berpakaian memakai kaos, jendela, pintu,

yang <10 kg

Tidak

dapat

Ya

menyebutkan kembali setelah lebih dari 1 menit

Ya untuk pertanyaan tersebut Tidak untuk salah satu atau lebih dari

Tidak

Tidak (no. 1)

pertanyaan tersebut.

mengancingkan dan menarik resleting, memakai sepatu?

2. RIWAYAT MEDIS EVALUASI FISIK A. RIWAYAT MEDIS 1) Keluhan utama pasien Kesulitan berdiri setalah duduk lama (>30 menit). 2) Riwayat opname di RS dan pembedahan/operasi Diopname karena operasi benjolan (tumor jinak) di leher, sekarang tumbuh lagi akan tetapi tidak menganggu. Benjolan tidak nyeri tekan dan mobile. 3) Riwayat kesehatan lain Pemeriksaan kesehatan (-)

Pemeriksaan gigi tiruan, memakai gigi tiruan untuk semua jenis gigi (incisivus, caninus, molar, premolar) / gigi tiruan penuh. Lain-lain (-) 4) Riwayat alergi Tidak ada. 5) Kebiasaan dan Lingkungan Kebiasaan setiap pagi melakukan pekerjaan rumah seperti menyapu, memasak, dan mencuci piring. Selain itu jika pagi hari ikut memandikan cucu dan mempersiapkan keperluan sekolah. Pada hari kamis setiap minggu mengikuti kegiatan pengajian di sekitar rumah, dan juga masih aktif dalam mengikuti kegiatan organisasi. Lingkungan rumah bersih dengan ventilasi cukup, cukup aman (lantai tidak licin, tidak banyak tangga).

6) Riwayat obat-obatan yang diminum saat ini Saat ini mengkonsumsi vitamin berupa Becefort 1x/hari. Bagaimana cara minum obat? Diingatkan oleh keluarga, diminum rutin 1x/hari. 7) Ringkasan gejala Anoreksia Lelah/capai BB turun Insomnia Nyeri kepala Gangguan penglihatan Gangguan pendengaran Gangguan gigi tiruan Batuk/mengi Sesak nafas Tak enak pada dada waktu kerja Sesak waktu tidur ::::::K :K :::::-

Sembab di kaki Jatuh Pingsan Nyeri telan Nyeri perut Gangguan BAB Gangguan BAK Gangguan kaki

:::::::: K (merasa tidak kuat berdiri setelah duduk lama/ >30 menit)

Lemah/lumpuh setempat/gangguan rasa Gangguan penglihatan sementara Sering lupa Depresi Mengembara/kelakuan aneh 8) Penapisan depresi

:::::-

Mengalami gangguan kesehatan yang menghalangi kegiatan anda? Tidak Merasa gugup? Tidak Merasa tenang dan damai? Ya Merasa sedih sekali? Tidak Bahagia? Ya Sangat sedih dan tidak ada satupun yang menghibur? Tidak Merasa tidak ada lagi yang diharapkan? Tidak 9) Keterbatasan fungsional Sudah berapa lamakah kesehatan anda membatasi kegiatan anda melakukan: pekerjaan berat : > 3 bulan pekerjaan sedang: tidak ada keterbatasan pekerjaan rumah ringan : tidak ada keterbatasan pekerjaan di kantor : tidak ada keterbatasan

membungkuk, berlutut, sujud : tidak ada keterbatasan

10) Apakah yang anda harapkan dari asesmen ini? Diharapkan pasien dapat menyampaikan bebagai keluhan tentang penyakitnya. Menyampaikan hal yang dipikirkan kepada pemeriksa.

B. PEMERIKSAAN FISIK 1. Keadaan Umum 2. Antropometri TB BB IMT : Tampak sehat : : 150 cm : 40 kg : BB = TB


2

40 (1,47)
2

= 40 2,1609

= 18,51

Kesimpulan 3. Tanda Vital TD

: BB normal (18,5 22,9)

: Berdiri Duduk Berbaring

: 130/75 : 125/70 : 120/70

Nadi Respirasi 4. Kulit 5. Pendengaran 6. Penglihatan

: 80x/menit : 19x/menit : terdapat bercak coklat di wajah. : dalam batas normal : dalam batas normal

7. Mulut, sendi rahang dan gigi : Gigi incisivus, caninus, molar dan premolar sudah ompong semua. 8. Leher 9. Dada Paru-paru Kardiovaskuler 10. Abdomen : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal

11. Muskuloskeketal

: dalam batas normal

C. DATA PENUNJANG 1. Laboratorium a. Darah Rutin b. Urin rutin c. Profil lipid Kolesterol HPL LDL Trigliserid d. Faal hati e. Faal ginjal f. Faal jantung g. Gula darah 2. Radiologi 3. EKG 4. Lain-lain : tidak perlu dilakukan : tidak perlu dilakukan : perlu dilakukan untuk skreening : perlu dilakukan untuk skreening : perlu dilakukan untuk skreening : perlu dilakukan untuk skreening : perlu dilakukan untuk skreening : tidak perlu dilakukan : tidak perlu dilakukan : tidak perlu dilakukan : perlu dilakukan untuk skreening : foto polos rontgen pada lutut kanan dan kiri : tidak perlu dilakukan : tidak perlu dilakukan

D. DAFTAR MASALAH 1. Masalah aktif : suspek OA (osteoarthitis) 2. Masalah pasif : tidak ada

KUESIONER KESEHATAN USIA LANJUT (Instruksi: Lingkari Jawaban)

1. Kesehatan Umum a. Secara umum anda dapat menggambarkan kesehatan pasien saat ini: Sempurna / sangat baik / baik / cukup / kurang baik

b. Seberapa parah nyeri tubuh yang pasien rasakan selama 4 minggu terakhir: Tidak pernah / sangat ringan / ringan / sedang/ parah / sangat parah 2. Kemampuan melakukan kegiatan a. Kemampuan melakukan aktivitas hidup sehari-hari (I) = dapat melakukan sendiri (A) = membutuhkan bantuan orang lain (D) = tidak dapat melakukan sama sekali - berjalan - memakai baju - mandi - makan - BAB/BAK - berdandan I I I I I I A A A A A A D D D D D D

b. Kemampuan melakukan kegiatan harian instrumental - menggunakan telepon - berbelanja - menyiapkan makanan - pekerjaan rumah - meminum obat - mengatur keuangan - mencuci - bepergian I I I I I I I I A A A A A A A A D D D D D D D D

3. Review sistem organ pada usila a. Apakah anda kesulitan dalam menyetir kendaraan, menonton tv, atau membaca karena kurang jelasnya penglihatan anda? Ya b. Dapatkah anda mendengarkan suara percakapan biasa? Ya Apakah anda menggunakan alat bantu dengar? Tidak c. Apakah anda merasa mudah lupa? Tidak

d. Apakah anda mengalami penurunan berat badan selama 6 bulan terakhir? Tidak e. Apakah anda dapat mengontrol BAK? Ya Apakah dapat mengontrol BAB? Ya f. Berapa kali anda jatuh dalam setahun terakhir? Tidak pernah g. Apakah anda meminum alkohol? Tidak 4. Apakah anda tinggal dengan seseorang? Ya / Tidak Anak / saudara / teman / orang lain Siapa yang membantu pasien memutuskan perawatan kesehatan jika pasien dalam keadaan tidak mampu berkomunikasi? Anak.

MINI MENTAL STATE EXAMINATION (MMSE) No. Pasien No. CM : : Nama Pasien: Ny. HP Umur
1 Tanggal 2 Hari 3 Bulan 4 Tahun I Orientasi 5 Musim 6 Ruangan 7 Rumah sakit 8 Kota 9 Propinsi 10 Negara 11 Bola II Registrasi 12 Melati 13 Kursi

: 74 th
Nilai 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1

14 93 atau U 15 86 atau Y III Atensi/ kalkulasi 16 79 atau H 17 72 atau A 18 65 atau W 19 Bola IV Rekol 20 Melati 21 Kursi Bahasa Pengulangan 22 Jam tangan 23 Pulpen 24 Namun, tanpa, bila 25 Ambil kertas dengan V tangan kanan Pengertian verbal 26 Melipat 27 meletakkan di lantai Membaca dan pengertian terhadap bahasa tulisan Menulis VI KONSTRUKSI TUTUP MATA ANDA 28 tutup mata anda 29 Tulis kalimat lengkap Tiru gambar

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

1 1 1 1 1

Nilai MMSE

29

PENILAIAN Kriteria penurunan fungsi kognitif, berdasar status mental mini (MMSE) adalah normal.

SKALA DEPRESI USIA LANJUT Nama Pasien : Ny. HP Tanggal Instruksi perasaan anda
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Pertanyaan Apakah anda merasa puas dengan hidup ini? Pernahkan anda meninggalkan aktivitas dan hobby anda? Apakah anda merasa hidup anda kosong? Apakah anda sering merasa bosan? Apakah anda dalam keadaan semangat hampir setiap waktu? Apakah anda takut akan ada hal buruk yang menimpa anda? Apakah anda merasa gembira hampir setiap waktu? Apakah anda sering merasa tidak terbantu? Apakah anda lebih senang tinggal dirumah daripada keluar dan melakukan hal baru? 10 Apakah anda merasa mempunyai masalah dengan daya ingat / konsentrasi anda? 11 12 13 14 15 Menurut anda apakah hidup itu indah? Apakah anda merasa tidak berharga dengan kondisi sekrang? Apakah anda merasa penuh energi? Apakah anda merasa tidak ada harapan dengan kondisi sekarang? Apakah anda pikir sebagian besar orang lebih baik daripada anda? TOTAL Ya / Tidak Ya / Tidak Ya / Tidak Ya / Tidak Ya / Tidak 0 0 0 0 0 3 Ya / Tidak 0 Jawaban Ya / Tidak Ya / Tidak Ya / Tidak Ya / Tidak Ya / Tidak Ya / Tidak Ya / Tidak Ya / Tidak Ya / Tidak Total 0 1 0 0 0 1 1 0 0

: 4 Juni 2011 : Pilihlah jawaban yang paling tepat untuk menggambarkan

PENILAIAN Skor di atas 3 = normal

ASESMEN NUTRISI A. NUTRISI SUBYEKTIF 1. Apakah 1-2 bulan terakhir ada perubahan berat badan? Naik / tetap / turun 2. Apakah ada perubahan nafsu makan? Naik / tetap / turun

3. Apakah ada perubahan pembauan? Ya / Tidak Apakah ada perubahan pengecapan lidah? Ya / Tidak 4. Apakah ada masalah mengunyah? Ya / Tidak Apakah ada masalah menelan? Ya / Tidak 5. Apakah ada masalah dengan gigi? Ya / tidak 6. Apakah ada gangguan pencernaan: mencret Sembelit Mual Muntah B. POLA MAKANAN 1. Kebiasaan makan pagi : Ya 2. Kebiasaan makan siang : Ya 3. Kebiasaan makan sore : Ya 4. Kebiasaan ngemil 5. Alergi makanan : Ya, roti, ketela rebus, pisang goreng. : Tidak Ya / Tidak Ya / Tidak Ya / Tidak Ya / Tidak

6. Sebutkan bahan makanan yang dikonsumsi : a. Makanan pokok b. Lauk Hewani c. Lauk Nabati d. Sayuran e. Buah-buahan f. Minuman = nasi. = telur, ayam. = tahu, tempe. = kangkung, bayam, dll. = pisang, jeruk, mangga. = air putih, teh.

ASESMEN ORAL UNTUK USILA 1. Apakah dapat mebedakan jenis-jenis rasa makanan? Ya = 1 2. Apakah saat ini memakai gigi tiruan? Ya = 1, sudah 6 tahun 3. Apakah mengalami kesulitan waktu mengunyah makanan? Tidak = 0 4. Apakah merasakan ada gangguan waktu membuka mulut lebar? Tidak = 0 5. Apakah menu makanan sehari-hari dalam bentuk lembek? Tidak = 0 6. Apakah ada rasa sakit atau kelainan di telinga setelah makan? Tidak = 0 7. Apakah ada rasa sakit atau gangguan waktu menelan? Tidak = 0 8. Apakah mulutnya terasa kering atau air ludahnya berkurang? Tidak = 0 9. Apakah saat ini sedang minum obat-obatan tertentu? Tidak = 0 10. Apakah merasakan adanya sisa makanan yang tertinggal di mulut setelah makan? Tidak = 0

PENILAIAN Skor = 2, gangguan ringan.

REKAPITULASI ASESMEN GERIATRI II. IDENTITAS Nama Pasien : Ny. HP Umur Alamat Pekerjaan III. : 74 th : Jl. Imam bonjol no. 20 Panggang Jepara : pensiunan PNS

DAFTAR MASALAH a. Masalah aktif Suspek OA (osteoarthitis)

b. Masalah pasif IV. DD V. Osteoartritis ArtritisReumatoid Tidak ada

DIAGNOSA Osteoartritis

VI.

TERAPI a. NON FARMAKOLOGIS Diet TKTP Olahraga ringan Peregangan dan berbagai gerakan gerakan Cukup istirahat Stres control Analgetik topikal kapsaisin, krim over-the-counter Analgetik oral Acetaminophen Vit. B kompleks becefort

b. FARMAKOLOGIS VII.

RENCANA PENATALAKSANAAN Pertama-tama pasien dijelaskan tentang penyakitnya (Osteoartritis)

supaya pasien paham dan mengetahui tentang seluk beluk penyakit ini.

Kemudian di berikan edukasi (nonfarmakologis), karena pada pasien

menderita OA pada tahap yang masih ringan, diharapkan dengan terapi nonfarmakologis ini dapat mencegah penyakit OA menjadi lebih parah. Olahraga ringan sanagt diperlukan untuk mencegah terjadinya imobilisasi yang justru dapat menyebabkan ostoporosis, olahraga yang dapat dilakukan misalnya dengan berjalan selama 30 menit yang dilakukan seminggu sekali, misalnya berjalan-jalan di sekitar rumah. Karena OA pada pasien masih ringan, pasien jarang timbul keluhan.

Keluhan biasanya timbul jika kecapekan. Jika hal ini terjadi, dapat diberikan terapi farmakologi yaitu dengan analgesik topikan yang dioleskan pada tempat yang sakit, jika perlu dapat disertai dengan analgesik oral. Vitamin B kompleks disini diperlukan untuk menjaga kelangsungan fungsi normal dari saraf perifer, baik di berikan pada usia lanjut untuk mencegah terjadinya degenerasi sel saraf. Untuk benjolan di leher pada pasien yang pernah di operasi 10 tahun

yang lalu, kemungkinan adalah tumor jinak karena tidak ada nyeri tekan dan mobile. Karena tidak menimbulkan keluhan dan tidak mengganggu dan hanya mengganggu secara estetika saja, benjolan ini sebaiknya tidak perlu di operasi lagi mengingat umur pasien yang sudah lanjut. Untuk skala deperesi pada pasien tidak terdapat gangguan, hal ini

sebaiknya selalu dijaga agar pasien tidak depresi karena memasuki masa tua. Hal ini dapat diberikan dengan menyibukkan diri dengan berbagai aktivitas selama aktivitas itu masih dalam batas wajar dan tidak menimbulkan kelelahan, hal ini bertujuan agar pasien tidak merasa bosan dan sekaligus menjaga kesehatan pasien.

PEMBAHASAN 1. Daftar Masalah


Masalah aktif Suspek osteoartritis (OA)

Pasien mengeluhkan merasa tidak kuat untuk berdiri setelah duduk lama (>30 menit). Untuk berdiri pasien perlu menahan beban tubuh sementara waktu karena tidak kuat jika langsung berdiri. Tidak ada nyeri sendi, tidak ada pembengkakan dan perubahan struktur pada lutut baik kanan maupun kiri. Pasien juga melaporkan jika merasa sakit pada lutut jika kecapekan. Dari keluhan pasien, kemungkinan pasien suspek osteoartritis/OA berdasarkan manifestasi klinisnya. a. Definisi Osteoartritis adalah gangguan pada sendi yang bergerak, penyakit ini bersifat kronik, berjalan progresif lambat, tidak meradang dan ditandai oleh adanya deteriorasi dan abrasi rawan sendi dan adanya pembentukan tulang baru pada permukaan persendian. b. Klasifikasi Berdasarkan patogenesisnya, OA dibedakan menjadi OA primer dan OA sekunder. OA primer disebut juga OA idiopatik yaitu OA yang kausanya tidak diketahui dan tidak ada hubungannya dengan penyakit sistemik maupun proses perubahan lokal pada sendi. OA sekunder adalah OA yang didasari oleh adanya kelainan endokrin, inflamasi, metabolik, pertumbuhan, herediter, jejas mikro dan makro serta imobilisasi yang terlalu lama. OA primer lebih sering ditemukan daripada OA sekunder. 1. Osteoarthritis Primer (Idiopatik) Penyebabnya tidak diketahui kebanyakan dihubungkan dengan proses penuaan Dialami setelah usia 45 tahun Tidak ada hubungannya dengan penyakit sistemik maupun proses perubahan lokal pada sendi Lebih sering ditemukan daripada yang sekunder

Biasanya menyerang sendi yang menanggung berat badan seperti lutut dan panggul tetapi bisa jugamenyerang punggung, leher, dan jari-jari 2. Osteoarthritis Sekunder Disebabkan oleh penyakit atau kondisi lainnya Dialami sebelum usia 45 tahun Dapat disebabkan oleh trauma (instabilitas) yang menyebabkan luka pada sendi (misalnya patahtulang atau permukaan sendi tidak sejajar), akibat sendi yang longgar, dan pembedahan pada sendi Penyebab lainnya yaitu obesitas, gout, diabetes, kelainan hormonal dan kelainan kongenital

c. Patogenesis Selama ini OA sering dipandang sebagai akibat dari suatu proses ketuaan yang tidak dapat dihindari. Para pakar yang meneliti penyakit penyakit ini sekarang berpendapat bahwa OA ternyata merupakan penyakit gangguan homeostasis dari metabolisme kartilago dengan kerusakan struktur proteoglikan kartilago yang penyebabnya belum jelas diketahui. Jejas mekanis dan kimiawi pada sinovia sendi yang terjadi multifaktorial antara lain karena faktor umur, stres mekanis atau penggunaan sendi yang berlebihan, defek anatomik, obesitas, genetik, humoral, dan faktor kebudayaan. Jejas mekanis dan kimiawi ini diduga merupakan faktor penting yang merangsang terbentuknya molekul abnormal dan produk degradasi kartilago di dalam cairan sinovial sendi yang mengakibatkan terjadi inflamasi sendi, kerusakan kondrosit dan nyeri. Sendi tulang rawan tidak mempunyai pembuluh darah, pembuluh limfe dan saraf sehingga tidak sensitif terhadap nyeri dan regenerasinya berjalan lambat. Seperti halnya tulang, tulang rawan juga mengalami pergantian komponen matriks yang rusak / aus. Regenerasi hanya terjadi di bagian sendi tulang rawan yang tergenang cairan sinovial (terdapat banyak pembuluh darah yang akan menutrisi). Keseimbangan pergantianini diatur oleh kondrosit (dengan mensintesis matriks dan matrix-degrading enzyme).

Kondrosit adalah sel yang tugasnya membentuk proteoglikan dan kolagen pada rawan sendi. Dengan alasan yang masih belum diketahui, sintesis proteoglikan dan kolagen meningkat tajam pada osteoartritis. Tetapi substansi ini juga dihancurkan dengan kecepatan yang lebih tinggi, sehingga pembentukan tidak mengimbangi kebutuhan. Apabila kerusakan kartilago hyalin berlangsung lebih cepat daripada kemampuannya untuk memperbaiki dirinya sendiri, maka terjadi penipisan tulang rawan dan kehilangan pelumas sehingga kedua tulang akan bersentuhan. Inilah yang menyebabkan rasa sakit pada sendi. Tulang rawan yang rusak karena berbagai sebab akan menyebabkan kegagalan resistensi elastik dari anyaman kolagen (menurunnya sintesis kolagen tipe II), kemudian sejumlah kecil kartilago tipe I menggantikan tipe II yang normal, hal ini mengakibatkan terjadinya perubahan pada diameter dan orientasi serat kolagen yang mengubah biomekanika dari kartilago, sehingga pada tahap awal terjadinya OA kadar air pada sendi tulang rawan meningkat dan menyebabkan konsentrasi proteoglikan pun menurun. Rawan sendi kemudian kehilangan sifat kompresibilitasnya yang unik. Perubahan komposisi ini memicu sekresi IL-1, TNF dan NO yang menyebabkan peradangan (swelling) dan apoptosis sehingga kekuatan regang dan ketahanan sendi tulang rawan menurun. Responnya, kondrosit yang berada di lapisan dalam akan berproliferasi dan berusaha untuk memperbaiki kerusakan dengan memproduksi kolagen dan proteoglikan baru. Pada awalnya respon ini bisa mengimbangi kerusakan sendi tulang rawan. Namun pada akhirnya sinyalsinyal molekul (IL-1, TNF dan NO) inilah yang mendominasi. Tulang rawan yang terus berproliferasi juga menambah kekakuan sendi dan menghasilkan osteofit / spurs (tulang baru yang terbentuk di pinggir permukaan sendi) yang secara perlahan akan mengeras (kalsifikasi) Walaupun penyebab sebenarnya dari osteoartritis tetap tidak diketahui, tetapi kelihatannya proses penuaan ada hubungan dengan perubahan-perubahan dalam fungsi kondrosit, menimbulkan perubahan pada komposisi rawan sendi yang mengarah pada perkembangan osteoartritis. Proses penuaan dapat menyebabkan isi air dari articular cartilage meningkat dan susunan protein dari

kartilago berkurang. Akhirnya, kartilago mulai degenerasi dengan mengelupas atau membentuk retakan yang kecil. Pada kasus-kasus yang telah lanjut, ada kehilangan total dari bantal kartilago antara tulang-tulang dari sendi-sendi. Penggunaan yang berulang kali dari sendi-sendi yang terpakai dari tahun ketahun dapat mengiritasi dan membuat kartilago meradang sehingga menyebabkan nyeri dan pembengkakan sendi. Kehilangan dari bantal kartilago menyebabkan gesekan antara tulang-tulang, menjurus pada nyeri dan pembatasan dari mobilitas sendi.

d. Faktor resiko Usia diatas >45 tahun Wanita >50 tahun lebih sering karena menopause Menunjukkan adanya peran faktor hormonal Suku bangsa orang Indian lebih sering daripada orang kulit putih

Genetik adanya mutasi gen prokolagen II / gen struktural lain untuk unsur tulang rawan sendi

Kegemukan (faktor mekanis) dan penyakit metabolik Riwayat cedera sendi (trauma) Pekerjaan berat dan olahraga Stress karena pemakaian yang berlebihan Kelainan kongenital pertumbuhan Riwayat imobilisasi

e. Diagnosis DIAGNOSIS 1. Anamnesis ditanyakan gejala-gejala yang ada seperti di atas dan riwayat penyakit sendi pada pasien dan keluarganya.

2. Pemeriksaan fisik Hambatan gerak Krepitasi lebih berarti untuk OA lutut karena gesekan kedua permukaan tulang sendi Pembengkakan sendi yang seringkali asimetris Tanda-tanda peradangan nyeri tekan, gangguan gerak, rasa hangat yang merata dan warna kemerahan karena sinovitis Perubahan bentuk (deformitas) sendi yang permanen Perubahan gaya berjalan 3. Pemeriksaan diagnostik Radiografis sendi yang terkena digunakan bersama dengan manifestasi klinis untukmenegakkan diagnosis Penyempitan celah sendi yang seringkali asimetris (lebih berat pada bagian yang menanggung beban) Peningkatan densitas tulang subkondral (sklerosis) Kista tulang Osteofit pada pinggir sendi Perubahan struktur anatomi sendi. 4. Pemeriksaan laboratorium Tes darah Biasanya tidak banyak berguna menyampingkan penyakit yang dapat menyebabkan OA sekunder dan kondisiarthritis lain yang dapat meniru OA Artrocentesis pemeriksaan yang dilakukan dengan cara

menggunakan jarum steril untukmengeluarkan cairan sinovial untuk dianalisis. Pemeriksaan cairan sinovial berfungsi untuk menyingkirkan diferensial diagnosis seperti gout, infeksi, dll

f. Penatalaksanaan Pengobatan dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri dan meningkatkan luas pergerakan sendi sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup. Pengelolaan dilakukan berdasarkan atas distribusinya (sendi mana yang terkena) dan berat

ringannya sendi yang terkena. Terapi terdiri dari 3 aspek, yaitu terapi nonfarmakologis,terapi farmakologis dan terapi bedah. Terapi Nonfarmakologis Edukasi / penerangan agar pasien mengetahui seluk-beluk penyakitnya, bagaimana menjaga agar penyakitnya tidak bertambah parah serta persendiannya tetap dapat dipakai Terapi fisik dan rehabilitasi untuk melatih persendian agar tetap dapat dipakai dam melatih pasien untuk melindungi sendi yang sakit Penurunan berat badan Analgesik oral non opiat pembebas nyeri yang ringan seperti aspirin dan acetaminophen (termasukDOC untuk tahap awal karena efek samping yang minimal) Analgesik topikal capsaicin (Arthricare, Zostrix), salycin (Aspercreme), methyl salicylate (Ben-Gay,Icy Hot), dan menthol (Flexall) NSAID selain punya efek analgetik juga punya efek anti inflamasi aspirin, ibuprofen, nabumetonedan naproxen hati-hati efek samping seperti gangguan pencernaan dan pendarahan Chondroprotective agent (obat-obatan yang dapat menjaga / merangsang perbaikan tulang rawansendi pada pasien OA) o Asam hialuronat (viscosupplement) memperbaiki viskositas cairan sinovial o Glikosaminoglikan menghambat sejumlah enzim yang berperan dalam proses degradasitulang rawan (hialuronidase, protease, elastase, dll) o Chondroitin sulfat merangsang pertumbuhan tulang rawan dan menghambat perusakan tulang rawan dengan 3 mekanisme: 1) anti inflamasi 2) efek metabolik terhadap sintesis hialuronat dan proteoglikan 3) anti degradatif melalui hambatan emzin proteolitik o Vitamin C menghambat aktivitas emzim lisozim Terapi Farmakologis -

Terapi Bedah Diberikan bila terapi farmakologis tidak berhasil untuk mengurangi rasa sakit dan juga untukmelakukan koreksi apabila terjadi deformitas sendi yang menggangu aktivitas sehari-hari Debridemen (pembersihan) sendi efektif dalam mencegah atau menunda tindakan operatif.Sendi seperti sendi lutut cocok apabila dilakukan debridemen menggunakan alat yang disebut arthroscopy Osteotomy prosedur pengeluaran tulang yang dapat membantu meluruskan kembali beberapa darikeadaan cacat (deformity) pada pasienpasien yang dipilih, umumnya mereka yang dengan penyakit lutut Arthroplasty / prostatic joint replacement (penggantian sendi) tindakan pembuangan sendi yang rusak dan membuat sendi palsu yang dapat terbuat dari plastik atau logam. Arthrodesis atau penggabungan sendi tindakan yang menghilangkan nyeri sendi secara permanen namun menyebabkan hilangnya fungsi pergerakan. Tindakan ini lebih sering dilakukan pada sendi-sendi kecil seperti sendi tangan, sedangkan bila dilakukan pada sendi-sendi besar seperti sendi lututatau sendi panggul umumnya memberikan hasil yang kurang baik. Masalah pasif Tidak ada

Tidak terdapat masalah pasif. Untuk benjolan di leher tidak dimasukkan ke masalah pasif karena tidak menganggu dan tidak memerlukan penanganan lebih lanjut untuk saat ini. Selain itu tidak terdapat penyakit sistemik yang mungkin melatarbelakangi masalah aktif.

2. Diagnosis Banding Osteoartritis / OA Artritis rheumatoid / RA

3. Diganosa Osteoartritis / OA primer karena dari gejala pada pasien dapat dicurigai menderita OA primer, tapi masih stadium ringan karena jarang timbul keluhan. Keluhan hanya timbul apabila pasien duduk di lantai terlalu lama atau ketika kecapekan saja. RA dapat disingkirkan karena nyeri berlangsung <1jam, sedangkan yang membedakan OA dan RA adalah lama nyerinya, pada RA biasanya >1 jam. Sebaiknya untuk diagnosis pasti dilakukan rontgen pada sendi lutut untuk membedakan OA dengan RA. Diagnosis OA dapat ditegakkan apabila ditemukan penyempitan pada ruang antar sendi, peningkatan densitas tulang di sekitar sendi yang ditandai dengan ditemukannya osteofit/spur.

4. Terapi Nonfarmakologi Diet TKTP Olahraga ringan Peregangan dan berbagai gerakan gerakan Cukup istirahat Stres control

Farmakologi Karena OA pada pasien masih tahap ringan dan jarang menimbulkan keluhan, maka untuk terapi diberikan apabila gejala timbul saja, terapi yang dapat diberikan adalah : Analgetik topikal kapsaisin, krim over-the-counter Analgetik oral Acetaminophen

Vit. B kompleks becefort bersifat neurotropik yang dianjurkan

untuk diberikan pada usia lanjut untuk menjaga kelangsungan fungsi normal dari saraf perifer.

5. Planning Untuk mengatasi masalah aktiv, dilakukan 6 langkah proses terapi, yaitu : 1). Menetapkan masalah osteoartritis / OA 2). Tujuan terapi mengurangi rasa nyeri 3). Verifikasi p-drug zat aktif : - analgesik untuk meredakan nyeri tidak dipilih OAINS karena pada usia lanjut, analgesik dapat memberikan efek yang setara dengan OAINS dengan memberikan efek samping obat yang lebih aman dibanding OAINS. - vitamin B kompleks untuk menjaga fungsi normal dari saraf perifer. BSO : - analgesik oral tablet - analgesik topikal krim - vit. B kompleks tablet dosis : - analgesik oral asetaminofen parasetamol 500 mg diberikan 3-4x/hari. - analgesik topikal krim capsaisin 0,075% dalam 50 gram diberikan 2-5x/hari. - vit. B kompleks becefort 1 tablet/ hari

4). Penulisan resep dr. Naura SIP 08.711.048 Jl. Kaliurang km 13,5 087738092929

Yogyakarta, 6 Juni 2011

R/ Tab. Asetaminofen 500 mg No. XXI s.3.d.d.p.r.n. Tab I (nyeri) R/ Cr. Kapsaisin 0,075% (50 mg) tub. I s.3.d.d.p.r.n.loc.dol. R/ Tab. Becefort no. X s.1.d.d. Tab I

Pro

: Ny. HP

Umur : 74 tahun

5). Memberi informasi analgesik : o untuk meredakan nyeri o diberikan jika nyeri o dosis maksimal 2,5 g/hari

vit. B : o untuk menjaga fungsi normal saraf perifer o diminum 1x/hari Edukasi : o Diet TKTP o Olahraga ringan o Peregangan dan berbagai gerakan gerakan o Cukup istirahat o Stres control 6). Monitoring Jelaskan pada pasien untuk dosis maksimal analgesik oral adalah 2,5 g atau maksimal 5x/ hari Datang kembali jika obat sudah habis tapi penyakit belum sembuh Datang kembali jika terdapat efek samping yang memberatkan Datang kembali jika penyakit bertambah parah

LAMPIRAN

Gambar 1. Vitamin yang dikonsumsi pasien

Gambar 2. Pasien (Ny. HP)

DAFTAR PUSTAKA

Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia, 2007. ISO: Informasi Spesialite Obat Indonesia Volume 42. Jakarta: PT. Ikrar Mandiriabadi. Sudoyo, Aru W., dkk (editor)., 2007. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (Edisi IV). Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Panyakit Dalam FKUI. Wilson, Lorraine M., Price, Sylvia A., 2006. Patofisiologi: Konsep Klinis ProsesProses Penyakit Volume 2 (Edisi 6). Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. http://www.scribd.com/doc/47170086/Osteoarthritis http://www.scribd.com/doc/18925148/OSTEOARTRITIS http://medicastore.com/obat/498/BECEFORT.html http://www.obatinfo.com/2009/09/becefort.html