Anda di halaman 1dari 14

CIRI SISTEM POLITIK

Kelompok v (XI IA 4): Annisa R. (02) Imas F. A. C. () Katon Ageng R.() Reza Ramadhan(21) Sakinah Anibras(24) Wahyu Nurina(27)

Ciri Sistem Politik menurut David Easton .

KPU. Diferensiasi dalam sistem Sistem yang baik haruslah memiliki diferensiasi (pembedaan/pemisahan) kerja. lembaga-lembaga tersebut memiliki perbedaan di dalam fungsi pekerjaannya . Di masa modern adalah tidak mungkin satu lembaga dapat menyelesaikan seluruh masalah. Misalkan saja dalam pembuatan undang-undang pemilihan umum di Indonesia. DPR.1. partai politik dan masyarakat umum dilibatkan dalam pembuatan undang-undangnya. Meskipun bertujuan sama yaitu memproduksi undang-undang partai politik. tidak bisa cukup Komisi Pemilihan Umum saja yang merancang kemudian mengesahkan. lembaga kepresidenan.

2. . suatu sistem tetap harus memperhatikan aspek integrasi. Kepresidenan. Integrasi adalah keterpaduan kerja antar unit yang berbeda untuk mencapai tujuan bersama. KPU. Partai Politik dan elemen-elemen masyarakat. Contoh: Undang-undang Pemilihan Umum tidak akan diputuskan serta ditindaklanjuti jika tidak ada kerja yang terintegrasi antara DPR. Integrasi dalam sistem Meskipun dikehendaki agar memiliki diferensiasi (pembedaan atau pemisahan).

3. Ciri-ciri identifikasi yaitu dengan menggambarkan unit-unit dasar dan membuat garis batas yang memisahkan unit-unit tersebut dengan lingkungan luarnya. yaitu unsur-unsur yang mmbentuk sistem Perbatasan (garis batas). . Unit-unit sistem politik.

Input membuat suatu sistem itu dapat berfungsi dan dengan output kita dapat mengidentifikasi pekerjaan yang dikerjakan oleh sistem itu. . Input-output   supaya sistem bekerja dengan baik.4. dibutuhkan input-output yang mengalir secara konstan.

secara sederhana dapat disebutkan bahwa dukungan memiliki 2 corak yaitu positif (meneruskan) dan negatif (menolak) kinerja sebuah sistem politik. Tuntutan yang sudah terstimulasi kemudian menjadi garapan pihak-pihak di dalam sistem politik yang bersiap untuk menentukan masalah yang penting untuk didiskusikan melalui saluransaluran yang ada di dalam sistem politik. Jadi. . Dukungan Dukungan (support) merupakan tindakan atau orientasi untuk melestarikan ataupun menolak sistem politik. Input terdiri atas dua jenis: a. Input dapat dianalogikan sebagai "pemberi makan" sistem politik. a. Tuntutan Tuntutan dapat muncul baik dalam sistem politik maupun dari lingkungan (intra dan extrasocietal).

keluarannya disebut sebagai output. Reaksi ini akan diterjemahkan kembali ke dalam format tuntutan dan dukungan. Setelah tuntutan dan dukungan diproses di dalam sistem politik. Demikian proses kerja ini berlangsung dalam pola siklis. yang menurut Easton berkisar pada 2 bentuk yaitu keputusan (decision) dan tindakan (action). . dan secara lebih lanjut meneruskan kinerja sistem politik. Output ini pada kondisi lebih lanjut akan memunculkan feedback (umpan balik) baik dari kalangan dalam sistem politik maupun lingkungan.

Ciri Sistem Politik Menurut Gabriel Almond dalam The Politics of Developing Areas .

Terdapat Budaya Politik Semua sistem politik termasuk yang paling sederhana mempunyai kebudayaan politik yang dapat diperbandingkan satu sama lain sesuai dengan tingkatan dan bentuk pembidangan kerja yang teratur. .1.

.2. Memiliki Fungsi yang Sama Semua sistem politik menjalankan fungsi-fungsi yang sama walau pun tingkatannya berbeda-beda.

.3. struktur politik dispesialisasikan Semua struktur politik dispesialisasikan. baik pada masyarakat yang primitif maupun yang modern.

.4. Campuran dalam kebudayaan Semua sistem politik adalah sistem campuran dalam pengertian kebudayaan.

.25:7.88902549.3/..25:7..3 ...3/./.2 0-:/.2503079.88902 .3 0-:/... .3 $02:..