Anda di halaman 1dari 33

LUKA BAKAR

KELOMPOK 2

Anatomi fisiologi kulit

Anatomi kulit Kulit terdiri atas 3 lapisan utama :

Lapisan epidermis
◦ ◦ ◦ ◦ ◦ Stratum Stratum Stratum Stratum Stratum korneum lusidum granulosum spinosum basale

Lapisan dermis
◦ Pars papilare ◦ Pars retikulare

Lapisan supkutis (hipodermis)
◦ Jaringan ikat longgar (sel-sel lemak)
 Ujung-ujung saraf tepi  Pembuluh darah  Getah bening

2. 4. 14. Squamous cells Hair root Hair follicle Vein Artery Sweat gland Epidermis Markel cells Dermis Nerve Hypodemis Adipose tissue Arrector pili muscle Oil gland Anatomi kulit . 10. 13. 8. 11. 12. 6. 9. 7. 3. 5.1.

 Kelenjar kulit ◦ Kelenjar keringat (glandula sudorefera ) ◦ Kelenjar sebum (glandula sebasea) Kuku  rambut  Adneksa kulit .

 Fungsi utama kulit : ◦ ◦ ◦ ◦ ◦ ◦ ◦ ◦ Fungsi Fungsi Fungsi Fungsi Fungsi Fungsi Fungsi Fungsi proteksi absorpsi ekskresi persepsi pengaturan suhu tubuh pembentukan pigmen keratinisasi pembentukan vitamin D Fisiologi kulit .

bahan kimia dan petir yang mengenai kulit. Luka Bakar Kulit/jaringan tubuh yg terbakar menjadi jaringan nekrotik Suatu trauma yang disebabkan oleh panas. mukosa. . dan jaringan-jaringan lebih dalam. arus listrik.

Sutomo Surabaya pada tahun 2000 dirawat 106 kasus luka bakar. kematian 26. Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo Jakarta pada tahun 1998 di laporkan 107 kasus luka bakar yang dirawat.6 ribu kematian pertahun. Di Amerika di laporkan sekitar 2 sampai 3 juta penderita setiap tahunnya dengan jumlah kematian 5 . sedangkan di Indonesia belum ada laporan tertulis. dengan angka kematian 37. 41 % EPIDEMIOLOGI .38 sedangkan di Rumah Sakit Dr.

Luka bakar seperti subkutan dan tulang disebut juga tingkat III . folikel rambut masih banyak. Elemen-elemen seperti epithelial yaitu dinding dari kelenjar keringat. Penyembuhan dalam 1-2 minggu (tanpa sikatrik) •Dalam : sisa jaringan ephitelial tinggal sedikit. tidak ada lagi sisa ephitelial. lemak. penyembuhan akan lebih lama 3-4 minggu (disertai pembentukan parut hipertropik) • Mengenai seluruh tebalnya kulit.Dalamnya Luka Bakar (menurut Dupuytren) : Derajat I Derajat II Derajat III • Hanya mengenai epidermis. seperti sunburn •Superfisial : mengenai epidermis dan lapisan atas dari koreum.

Penyebab luka bakar : Derajat I-IIA • Tersiram air panas • Hawa panas Derajat IIB-III • Pakaian yg digunakan terbakar • Arus listrik Bervariasi • Bahan kimia .

4. Berdasarkan : 1. 3. 2. Penyebab Dalamnya luka bakar Luasnya luka bakar Berat ringannya luka bakar KLASIFIKASI .

      Api Air panas Bahan kimia Listrik atau petir Radiasi Suhu rendah (frost bite) Berdasarkan penyebab… .

 Tergantung : ◦ Tinggi panasnya ◦ Penyebab ◦ Lamanya kontak dengan kulit Dalamnya luka bakar… .

tidak ada lagi sisa epitelial Derajat kedalaman luka bakar… . 2. Karenanya.   LUKA BAKAR DERAJAT I Hanya mengenai epidermis Derajat IIA (superficial)  Mengenai epidermis dan lapisan atas dari corium.1.  LUKA BAKAR DERAJAT III Mengenai seluruh tebalnya kulit. penyembuhan akan lebih lama 3-4 mgg dan disertai pembentukan parut hipertropik LUKA BAKAR DERAJAT II 3. penyembuhan (epitelisasi) akan mudah dlm 1-2 mgg. tanpa terbentuk sikatrik  Derajat IIB (dalam)  Sisa-sisa jaringan epitelial tinggal sedikit.

Tingkat I II A II B III Klinis Hiperemi Basah + bula Basah + bula + keputihan Kering + putih + hitam Tusukan Jarum Hiperesthesi Hiperesthesi Hypoesthesi Anesthesi .

 Wallace membagi tubuh atas bagian-bagian 9% atau kelipatan dari 9 yang terkenal dg nama “Rule of nine” atau “Rule of Wallace” ◦ Kepala dan leher ◦ Lengan masing-masing 9% ◦ Badan depan Badan belakang 18% ◦ Tungkai masing-masing 18% ◦ Genetalia/ perineum 18% 36% 36% 1% 9% 18% 100% Luasnya Luka Bakar… .

9 9 18 18 9 18 1 18 Dewasa .

Modifikasi “Rule of nine” untuk anak 10 9 9 9 14 9 9 18 9 18 18 18 18 18 18 18 15 tahun 18 16 5 tahun 16 14 14 0 – 1 tahun .

 Berdasarkan American College of Surgeon: ◦ Berat (critical)     Derajat II 30% atau lebih Derajat III 10% atau lebih Derajat III pada tangan. fraktur. kaki atau wajah Dengan adanya komplikasi pernafasan. jantung. sof tissue injury yang luas 15-30% 5-10% < 15% < 1% ◦ Sedang (moderate) ◦ Ringan (minor)  Derajat I  Derajat II  Derajat II  Derajat III Berat ringannya luka bakar… .

Pembuluh kapiler yang terkena suhu tinggi rusak sel darah yang di dalamnya ikut rusak sehingga dapat terjadi anemia. Akibat pertama luka bakar adalah syok karena kaget dan kesakitan. Hal ini menyebabkan berkurangnya volume cairan intra vaskuler.1. Kerusakan kult akibat luka bakar menyebabkan kehilangan cairan tambahan karena penguapan yang berlebih (insensible water loss meningkat). 2. Patofisiologi . Meningkatnya permeabilitas menyebabkan oedem dan menimbulkan bula dengan membawa serta elektrolit.

Gejala yang timbul adalah sesak nafas. Pada keracunan berat terjadi koma. Tanda keracunan yang ringan adalah lemas. Pada kebakaran daerah muka dapat terjadi kerusakan mukosa jalan nafas karena gas. dan cepat. stridor. mual dan muntah. Patofisiologi . tekanan darah menurun dan produksi urine menurun (kegagalan fungsi ginjal). nadi kecil. 4. Bila luka bakar lebih dari 20 % akan terjadi syok hipovolemik dengan gejala yang khas yaitu : gelisah. pucat dingin berkeringat. Dapat juga terjadi keracunan gas CO atau gas beracun lain. takipneu. Bila lebih 60 % hemoglobin terikat CO. CO akan mengikat hemoglobin dengan kuat sehingga tak mampu mengikat oxygen lagi. asap atau uap panas yang terisa. suara serak dan berdahak berwarna gelap karena jelaga. pusing. penderita akan meninggal.3. binggung.

Pada luka bakar yang berat terjadi ileus paralitik. Patofisiologi . Stres dan beban faali yang terjadi pada luka bakar berat dapat menyebabkan tukak di mukosa lambung atau duodenum dengan gejala yang sama gejala tukak peptic.5.

Fase Luka Bakar . Dibedakan dalam 3 fase : ◦ Fase Akut ◦ Fase Subakut ◦ Fase lanjut  Langkah penatalaksanaan fase sebelumnya akan berimplikasi klinis pada fase selanjutnya.

inhalasi dalam 48-72 jam pasca trauma. Cedera inhalasi merupakan penyebab kematian utama penderita pada fase akut. seperti penderita trauma lainnya. breathing (mekanisme bernafas) dan gangguan circulation (sirkulasi). ◦ Gangguan airway tidak hanya dapat terjadi segera atau beberapa saat setelah terjadi trauma .Fase akut / fase syok / fase awal ◦ Pada fase ini penderita luka bakar. Fase Luka Bakar .1. akan mengalami ancaman dan gangguan airway (jalan napas). ◦ Pada fase ini dapat terjadi juga gangguan keseimbangan sirkulasi cairan dan elektrolit akibat cedera termal/panas yang berdampak sistemik.

3. Keadaan hipermetabolisme. Proses inflamasi atau infeksi.Fase Subakut Fase ini berlangsung setelah fase syok berakhir atau dapat teratasi. Luka yang terjadi dapat menyebabkan beberapa masalah yaitu : a.2. keloid. b. gangguan pigmentasi.Fase Lanjut Fase ini penderita sudah dinyatakan sembuh tetapi tetap dipantau melalui rawat jalan. Problem penutupan luka c. deformitas dan timbulnya kontraktur. Problem yang muncul pada fase ini adalah penyulit berupa parut yang hipertrofik. Fase Luka Bakar .

PENATALAKSANAAN PENDERITA LUKA BAKAR FASE AKUT .

A. pemasangan infus untuk mempertahankan volume sirkulasi B. ventilasi  Kalau diperlukan segera lakukan intubasi endotrakeal. misalnya bersamaan dengan trauma abdomen dengan adanya internal bleeding atau mengalami patah tulang punggung /spine I. Pemeriksaan fisik keseluruhan  Penderita memakai sarung tangan steril. penderita luka bakar dapat pula mengalami trauma lain. sirkulasi. Airway. bebaskan penderita dari baju yang terbakar. Evaluasi Pertama (Triage) .

luka bakar sedang atau ringan  Menentukan luas luka bakar dengan Rule of Nine  Menentukan kedalaman luka bakar (derajat kedalaman) . Anamnesis  Mekanisme trauma perlu diketahui karena ini penting. apakah penderita terjebak dalam ruang tertutup sehingga kecurigaan adanya trauma inhalasi yang dapat menimbulkan obstruksi jalan napas  Kapan kejadiannya terjadi  Penyakit – penyakit yang pernah di alami sebelumnya D. Pemeriksaan luka bakar  Luka bakar diperiksa apakah terjadi luka bakar berat.C.

Traheostomy hanya bila ada indikasi 5. Pasang Foley kateter untuk monitor jumlah urine produksi. Bebaskan pakaian yang terbakar 3. Dicatat jumlah urine/jam 7. Pada luka bakar dengan distress jalan napas dapat dipasang endotracheal tube. Pemasangan intraveneous kateter yang cukup besar dan tidak dianjurkan pemasanga scalp vein. Pakai sarung tangan steril bila melakukan pemeriksaan penderita 2. Lakukan pemeriksaan yang teliti dan menyeluruh untuk memastikan adanya trauma lain yang menyertai 4.II. Penanganan di Ruang Emergency 1. Bebaskan jalan napas. Diberikan cairan ringer Laktat dengan jumlah 30-50 cc/jam untuk dewasa dan 20-30 cc/jam untuk anak – anak di atas 2 tahun dan 1 cc/kg/jam untuk anak dibawah 2 tahun 6. Pasang nasogastrik tube untuk gastric dekompresi dengan intermitten pengisapan 8. Untuk menghilangkan nyeri hebat dapat diberikan morfin intravena dan jangan secara intramuskuler .

Lakukan pendinginan & pencucian luka di kamar operasi dalam keadaan pembiusan umum. Setelah bersih tutup dengan tulle kemudian olesi dengan Silver Sulfa Diazine (SSD) sampai tebal. Timbang berat badan 10.Eskarotomi adalah suatu prosedur atau membuang jaringan yang mati (eskar) dengan teknik eksisi tangensial berupa eksisi lapis demi lapis jaringan nekrotik sampai di dapatkan permukaan yang berdarah 13.9. Luka dicuci debridement dan di disinfektsi dengan salvon 1 : 30. Pada hari ke 5 kasa di buka dan penderita dimandikan dengan air dicampur Salvon 1 : 30 12. .Berikan tetanus toksoid bila diperlukan 11. Rawat tertutup dengan kasa steril yang tebal.Penutupan luka dapat terjadi atau dapat dilakukan bila preparasi bed luka telah dilakukan dimana didapatkan kondisi luka yang relatif lebih bersih dan tidak infeksi.

Tetanus Toksoid (TT) 1 ml im Derajat 2 tidak luas tetapi terbuka : dicuci dengan larutan antiseptik. ditutup kasa steril. beri zalf levertran. Bila tidak ada tanda infeksi.    Derajat 1: cuci dengan larutan antiseptik dan beri analgesik. TAS 1500 IU im atau inj. genital rawat inap Derajat 2: inj. kasa diganti tiap 2 minggu Derajat 3: rujuk ke RSUD dengan infus terpasang Penatalaksanaan Menurut Derajat Luka Bakar . Bila mengenai daerah muka.

Hari Pertama : Dewasa : Ringer Laktat 4 cc x berat badan x % luas luka bakar/24 jam Anak : Ringer Laktat: Dextran = 17 : 3  2 cc x berat badan x % luas luka ditambah kebutuhan faali.  ½ diberikan 16 jam berikutnya. Kebutuhan faali : < 1 Tahun : berat badan x 100 cc 1 – 3 Tahun : berat badan x 75 cc 3 – 5 Tahun : berat badan x 50 cc  ½ jumlah cairan diberikan dalam 8 jam pertama. Hari kedua : Dewasa : ½ hari I Anak : diberi sesuai kebutuhan faali RESUSTASI CAIRAN (BAXTER formula) .

 %7.2.:.0 ..8!079.8530  .

2 80-0:23.5..97.-.35073.907..3..7 -07.3 03039:.3#:04130 03039:.5.3 3.7/03./.9 :.:.0./:.5.23088 0. 3.9 503..3 ..7/5078.382097.27:..33.703../ !03..8 ..2.3 9079:9:5803./.9 0/.:73.-.34-897:8..9070-.-.92032-:.3:.3:..5.3:.907.-.../.3/.3.30.  !02078.7 :.:7..9.2.8.:2.7 /07.503/079./.8:.780/. 3.3 50393 .30/.-....9..:2.-.507:/09.5.3.

.5.0.8.8 /.  !.33.5..3.35.:2.8.7.37307./.8.97.5.3:7.7/03.-.3397..3/897088..048942.3.3..0304:8./.3.3503/079..32030:7::39: 202.20.3.3..3  !03. /...9 /03.89.3 20703..8  !02.8 !.8.3.3. 3/.3.8.3.:.7  .  0-.3502078.9:-0 %7.3.3 / #:.  .3502..03 -07.3.3203079.3909/../.3907-.9. !03.39/.:.38907-.3..7/.3.3.7:39.3.:..3:2.  0-.90907.8.33.::5-08.303/497.8.9/5..3502078.5.-.

.2:39:/0.3  ./.8.

9.3./..:3/.3.89.2:39: .3. .

.

./-.8.340.:730574/:8 .9..9 :2.2:39:.:730.. 9.:3  !.3.90907:39:243947:2.

/0425708/03.5.33070-.5.3.2  !.380.9/.3.8979:-0:39:.2:8:07 .324713 397.897.33.84.9/-07..3  &39:203.3./.8.3 3907299035038...03.397.7.

3502-:8.3:89484/-.390-..3:..9/..9 08.3.5705.3909.3 $.3 503..088./.07$:1.9.3/03.8./.3..90..3  07.90-.3503/33.:/.73.7.7/.99079:9:5 /03./2.70.3  ..:.3 .9.3/.25:7 $.3 307498.8907.30 $$ 8. %2-.5.-0789:9:5/03.3.//./..58. /0-7/02039/.32.:.3108  ./.9:57480/:7.  !03:9:5.3408/03./.43  $090.3//831098/03. !./.3503/079.-07:5.9.3.3 -.8:. #..343/8:.:.74942.:202-:.8.3:../507:.9-.3 9/./.25.7./ -:.370.38.3903088 9.5.3-07.58/02.35072:.43  8.910--078/.20.9907.7 4507.73.5.3038..39:002:/.:.5.3:2:2 :.7 /03.3.2.3/2././.3 -07/.9.8-0/:../.25.8/.:. //.

8./.:3  %09.:.8.8909.523: O 07..07...93.3108  .20303./.3 -07.3.97::0#$&/03./03..8907  -07.399.3 .9.. /03.0797.331:8 9075.7:9.2:.9 :.3/.:.3.398059 /9:9:5.93 %$ &2..3 O !03.3..:.07./.9.8.10.  039.3..5 O 07.7:9..398059/../.3.7.9.3 03:7:9 07.99/.08 ..3.8..9.7 :.5907-:..3:8%484/ %% 22 O 07.9/.7 .

.7!079. 0.9.8.9-.9./..-.7.-07.#307..8:.2.3:.

..0-:9:. /-07... 0-:9:.9-.9.:3-07. ./9. %.8.2-07:93.7 3.3 .31.-07.  %.31. 0..31. .9-..2-.3../-07808:.9097.2.0-:9:.3/-07.3.70/:..:3-07.3:.:3-07. :2.9-../..#307.9-.3 ./.  %.7.3 ./. .8:.2..25079. #$&$%$# %#1472:.2 3./.3/.