Anda di halaman 1dari 18

1

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DAYA
PENYEARAH SATU FASA SETENGAH GELOMBANG
DAN GELOMBANG PENUH
disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah praktikum Elektronika Daya

Dosen Pembimbing : Siti Saodah
Tanggal Praktikum : 12 Oktober 2011
Tanggal Penyerahan Laporan : 26 Oktober 2011



disusun oleh ;

Chandra Andromeda H (091711039)
Dhani Setya Putra (091711042)
Egi Suginawan (091711043)
Erik Haryanto (091711044)
Fikri Noor Fauzan (091711046)
Hesti Lestari (091711049)
Rian Firdaus (091711055)
Ridhwan Afif (091711056)
Sugie Taofik Ramdan (091711061)



TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2011
2

I. Tujuan Praktikum

Setelah melakukan praktikum, mahasiswa diharapkan dapat ;

1. Membentuk rangkaian penyearah ½ gelombang dan gelombang penuh 1 fasa
2. Mengetahui bentuk bentuk tegangan keluaran penyearah
3. Mengetahui fungsi kapasitor pada sistem penyearah
4. Menghitung ripple factor, form factor, dan efisiensi penyearah 1 fasa

II. Dasar Teori
A. Penyearah Setengah Gelombang Satu Fasa
Sebuah penyearah merupakan rangkaian yang mengkonversikan sinyal AC
menjadi sinyal satu arah. Diode banyak digunakan pada penyearah. Penyearah
setengah gelombang satu fasa merupakan jenis yang sederhana tetapi tidak biasa
digunakan pada aplikasi industri. Namun demikian, penyearah ini berguna untuk
memahami prinsip dari operasi penyearah. Selama tegangan masukan memiliki
siklus setengah positif, diode D1 berkonduksi dan tegangan masukan muncul melalui
beban. Selama tegangan masukan memiliki siklus setengah negatif, diode pada
kondisi tertahan (blocking condition) dan tegangan keluarannya nol. Bentuk
gelombang untuk tegangan masukan dan keluaran.

Parameter Unjuk Kerja
Meskipun tegangan masukan adalah DC. bentuknya tidak kontinyu dan
mengandung harmonisa. Penyearah merupakan prosesor daya yang memberikan
tegangan keluaran dc dengan yang mengandung jumlah harmonis yang minimum.
Pada saat yang sama, terkadang penyearah ini memiliki arus masukan sinusoidal
yang sefasa dengan tegangan masukan sehingga faktor dayanya mendekati satu.
Kualitas pemrosesan daya penyearah memerlukan arus masukan, tegangan
keluaran, dan arus keluaran dengan kandungan harmonis yang pasti. Kita dapat
menggunakan ekspansi deret Fourier untuk menentukan besarnya harmonis yang
ada pada arus dan tegangan. Ada beberapa macam jenis rangkaian penyearah dan
kinerja biasanya dihitung dengan parameter-parameter sebagai berikut:
Nilai rata-rata tegangan keluaran (beban). V
dc

Nilai rata-rata arus keluaran (beban), I
dc

Keluaran daya dc.
P
dc
= V
dc
I
dc


Nilai rms tegangan keluaran, V
rms

Nilai rms arus keluaran, I
rms

Keluaran daya ac.
P
ac
= V
rms
I
rms

3

Efisiensi (rectification ratio) sebuah penyearah, yang merupakan contoh untuk
membandingkan efisiensi, yang didefinisikan sebagai :
q =
ac
dc
P
P

Tegangan keluaran dapat dikatakan sebagai gabungan dua buah komponen: (1) nilai
dc, dan (2) komponen ac atau ripple.
Nilai efektif (rms) komponen ac tegangan keluaran adalah
V
ac
=
2 2
dc rms
V V ÷
Faktor Bentuk (form factor) yang mengukur bentuk tegangan keluaran adalah
FF =
dc
rms
V
V

Faktor ripple (ripple factor) yang mengukur kandungan ripple, didefinisikan sebagai :
RF =
dc
ac
V
V

Dengan mensubtitusi Persamaan (3-45) ke dalam Persamaan (3-47) maka faktor
ripple dapat dinyatakan sebagai (3-48)
RF = 1 1
2
2
÷ = ÷
|
|
.
|

\
|
FF
V
V
ac
rms

Faktor kegunaan trafo (transformer utilization factor) didefinisikan
TUF =
s s
dc
I V
P


Gambar 1-1. Bentuk gelombang tegangan dan arus masukan
4

dengan Vr dan I
s
adalah tegangan rms dan arus rms trafo sekunder. Sekarang marl
kita perhatikan bentuk gelombang pada Gambar 1, dengan s adalah tegangan
masukan sinusoidal, I
s
arus masukan instantaneous, dan adalah komponen
fundamentalnya
Jika 4 adalah sudut yang dibentuk antara komponen fundamental arus dan
tegangan masukan, dan sudut disebut displacement angle, maka faktor
displacement didefinisikan
D
F
= cos |

Faktor harmonis (harmonic factor) arus masukan didefinisikan
HF =
( )
2
1
2
1
2
1
2 2
1 cos
(
(
¸
(

¸

÷
|
|
.
|

\
|
=
s
s
s
s s
I
I
I
I I
|
dengan I
s1
adalah komponen fundamental arus masukan I
s
. Kedua I
s1
dan I
s

dinyatakan dalam rms. Faktor daya masukan didefinisikan
PF = | | cos cos
1 1
s
s
s s
s s
I
I
I V
I V
=
Crest Factor CF, yang mengukur arus masukan puncak I
s
(puncak) yang
dibandingkan dengan nilai rmsnya I
s
digunakan untuk menspesifikasi rating arus
puncak komponen dan divais. CF untuk arus masukan didefinisikan oleh
CF =
( )
s
puncak s
I
I



Catatan
1. Faktor harmonis HF adalah ukuran distorsi bentuk gelombang dan biasanya
disebut total harmonic distortions (THD).
2. Bila arus masukan berupa sinusoidal murni, I
s1
= I
s
dan faktor daya PF sama
dengan faktor displacement DE Sudut displacement | menjadi sudut
impedansi u = tan
-1
(wL/R) untuk beban RL.
3. Faktor displacement DF sering disebut pula displacement power factor (DPF).
4. Penyearah ideal memiliki q = 100%, V
ac
= 0, RF = 0, TUF = 1, HF = THD = 0, dan
PF = DPF = 1.

Perlu dicatat bahwa tegangan rata-rata V
L
induktor adalah nol dan tegangan
keluaran rata-rata adalah
V
DC
= ( ) | |
o t
o t
e
t
e e
t
+
+
÷ =
}
0
0
cos
2
sin
2
t
V
t td
V
m m

= ( ) | | t
V
m
o t
t
+ ÷ cos
2

5

Arus beban rata-rata adalah I
dc
= V
dc
/R.
Dapat diketahui dari Persamaan bahwa tegangan (dan arus) rata-rata dapat
ditingkatkan dengan membuat o = 0. Hal ini dimungkinkan dengan menambahkan
diode freewheeling D
m
seperti terlihat pada Gambar 1.2a yang ditunjukkan
dengan garis putus-putus. Adanya diode ini akan mencegah munculnya tegangan
negatif pada beban; sehingga energi magnetik akan meningkat. Pada t = t
1
= t/w,
arus dari diode D
1
dipindahkan ke D
m
. Proses ini discbut komutasi pada diode.
Bentuk gelombangnya ditunjukkan pada Gambar 1.2c.


Gambar 1-2 Penyearah setengah gelombang dengan beban R dan RL

. Bergantung pada konstanta waktu beban, arus beban dapat tidak
kontinyu. Arus beban i
L
menjadi tidak kontinyu bila ada beban resistif dan akan
kontinyu dengan beban induktif. Kekontinyuan arus beban akan bergantung pada
konstanta waktunya yaitu t = eL/R.


B. Penyearah Gelombang Penuh Satu Fasa

Rangkaian penyearah gelombang penuh dengan trafo tap tengah ditunjukkan
pada Gambar 2.1a. Tiap bagian trafo dengan diode yang berhubungan berfungsi
sebagai penyearah setengah gelombang. Keluaran penyearah gelombang penuh
6

ditunjukkan pada Gambar 2.1b. Karena tidak ada arus dc yang mengalir melalui
trafo maka tidak ada masalah saturasi dc pada inti trafo. Tegangan keluaran rata-
rata adalah
V
dc
=
m
m
T
m
V
V
ttdt V
T
6366 , 0
2
sin
2
/
0
= =
}
t
e
t

Selain menggunakan trafo tap tengah, kits dapat menggunakan empat buah diode
seperti pada Gambar 2.2a. Selama tegangan masukan mengalami siklus setengah
positif, daya disuplai ke beban melalui diode D
1
dan D
2
. Pada saat siklus negatif,
diode D
3
dan D
4
yang konduksi. Bentuk gelombang untuk tegangan keluaran
ditunjukkan pada Gambar 2.2b yang serupa dengan Gambar 2.1b. Tegangan balik
puncak diode hanya V
m
. Rangkaian ini dikenal sebagai jembatan penyearah
(bridge rectifier), dan sangat sering digunakan pada aplikasi


Gambar 2-1. Penyearah gelombang penuh dengan trafo tap tengah

7



Gambar 2-2 Jembatan penyearah gelombang penuh.





8

III. Alat yang digunakan

1. Modul dioda 1 buah
2. Oscilloscope 1 buah
3. Modul power supply 1 buah
4. Voltmeter 2 buah
5. Ampere meter 2 buah
6. Beban resistor 1 buah
7. Kapasitor 10 mF 1 buah
8. Fuse 1 buah

IV. Gambar Rangkaian

A. Penyearah ½ Gelombang penuh 1 fasa





B. Penyearah Gelombang penuh 1 fasa









9

V. Prosedur Praktikum
1. Membuatlah rangkaian percobaan ½ gelombang satu fasa tanpa
menggunakan kapasitor.
2. Mengatur beban sesuai petunjuk dan mencatat meter – meternya pada
tabel data yang telah tersedia dan menggambarkan bentuk gelombang
tegangan input dan outputnya.
3. Memasang kapasitor pada rangkaian dan ulangi percobaan 2
4. Membuat rangkaian percobaan gelombang penuh 1 fasa tanpa
menggunakan kapasitor (seperti pada gambar).
5. Mengulangi langkah percobaan 2 dan 3.


VI. Data Pengamatan

A. Penyearah ½ Gelombang 1 Fasa Tanpa Kapasitor
no Vin (AC) Vout (DC) Iin (AC) Iout (DC)
1 30 12.4 1.5 0
2 30 12.5 1.25 0.5
3 30 12.4 0.75 0.3799
4 30 12.5 0.45 0.3199
5 30 12.4 1 0.4

B. Penyearah ½ Gelombang 1 Fasa dengan Kapasitor
no Vin (AC) Vout (DC) Iin (AC) Iout (DC)
1 30 27 4.55 1.9
2 30 30 3.8 1.5
3 30 30 3.255 1.3
4 30 30 2.9 1.1
5 30 33 2.3 0.9

C. Penyearah Gelombang Penuh 1 Fasa Tanpa Kapasitor
no Vin (AC) Vout (DC) Iin (AC) Iout (DC)
1 4 1.8 0.2 0.1
2 4 1.6 0.08 0.07
3 4 1.4 0.12 0.09
4 4 2 0.02 0.07
5 4 1.8 0.22 0.11

10

D. Penyearah Gelombang Penuh 1 Fasa dengan Kapasitor
no Vin (AC) Vout (DC) Iin (AC) Iout (DC)
1 3 2.2 0.39 0.14
2 3 2.4 0.38 0.13
3 3 2.6 0.34 0.12
4 3 2.8 0.3 0.1
5 3 3 0.25 0.09

VII. Pengolahan Data
a. Penyearah ½ gelombang 1 fasa tanpa kapasitor
- Vav = 0.318 Vmax
- Vrms = ½ Vm
- 30 = ½ Vm
Vm = 60 V
- Vav = 0.318 Vm
= 0.318 (60)
= 19.08 Volt
- Efisiensi penyearah = ((Vav)
2
/ (Vrms)
2
)x100%
= ((19.08)
2
/ (30)
2
)x100%
= 40.45 %
- Ripple Factor (Rf) = {[(Vrms)
2
/ (Vdc)
2
]-1}
1/2
=

{[(30)
2
/ (12.4)
2
]-1}
1/2

= 2.303 x 100%
= 230.3 %

- Faktor bentuk (FF) = Vrms / Vdc

= 30 / 12.4
= 2.419 x 100%
= 241.9 %
Tabel hasil Perhitungan
no Vin (AC) Vout (DC) η (%) Ripple Factor Form Factor
1 30 12.4 40.45% 220.3% 241.9
2 30 12.5 40.45% 218.2% 240
3 30 12.4 40.45% 220.3% 241.9
4 30 12.5 40.45% 218.2% 240
5 30 12.4 40.45% 220.3% 241.9

11

b. Penyearah ½ gelombang 1 fasa dengan kapasitor
- Vav = 0.318 Vmax
- Vrms = ½ Vm
- 30 = ½ Vm
Vm = 60 V
- Vav = 0.318 Vm
= 0.318 (60)
= 19.08 Volt
- Efisiensi penyearah = ((Vav)
2
/ (Vrms)
2
)x100%
= ((19.08)
2
/ (30)
2
)x100%
= 40.45 %
- Ripple Factor (Rf) = {[(Vrms)
2
/ (Vdc)
2
]-1}
1/2
=

{[(30)
2
/ (27)
2
]-1}
1/2

= 0.484 x 100%
= 48.4 %

- Faktor bentuk (FF) = Vrms / Vdc

= 30 / 27
= 1.111 x 100%
= 111.1 %
Tabel hasil perhitungan
no Vin (AC) Vout (DC) η (%) Ripple Factor Form Factor
1 30 27 40.45% 48.4% 111.10%
2 30 30 40.45% 0.0% 100%
3 30 30 40.45% 0.0% 100%
4 30 30 40.45% 0.0% 100%

c. Penyearah gelombang penuh 1 fasa tanpa kapasitor
- Vav = 0.318 Vmax
- Vrms = Vm / √2
- 4 x √2 = Vm
Vm = 5.66 V
- Vav = 0.637 Vm
= 0.637 (5.66)
= 3.603 V
- Efisiensi penyearah = ((Vav)
2
/ (Vrms)
2
)x100%
12

= ((3.603)
2
/ (4)
2
)x100%
= 81.135 %
- Ripple Factor (Rf) = {[(Vrms)
2
/ (Vdc)
2
]-1}
1/2
=

{[(4)
2
/ (1.8)
2
]-1}
1/2

= 1.985 x 100%
= 198.5 %

- Faktor bentuk (FF) = Vrms / Vdc

= 4 / 1.8
= 2.222 x 100%
= 222.2 %
Tabel hasil perhitungan
no Vin (AC) Vout (DC) η (%) Ripple Factor Form Factor
1 4 1.8 81.135 198.5% 222.2
2 4 1.6 81.135 229.1% 250
3 4 1.4 81.135 267.6% 285.7
4 4 2 81.135 173.2% 200
5 4 1.8 81.135 198.5% 222.2

d. Penyearah gelombang penuh 1 fasa dengan kapasitor
- Vav = 0.318 Vmax
- Vrms = Vm / √2
3 x √2 = Vm
Vm = 4.24 V
- Vav = 0.637 Vm
= 0.637 (4.24)
= 2.7 V
- Efisiensi penyearah = ((Vav)
2
/ (Vrms)
2
)x100%
= ((2.7)
2
/ (3)
2
)x100%
= 81 %
- Ripple Factor (Rf) = {[(Vrms)
2
/ (Vdc)
2
]-1}
1/2
=

{[(3)
2
/ (1.8)
2
]-1}
1/2

= 0.927 x 100%
= 92.7 %

- Faktor bentuk (FF) = Vrms / Vdc

13

= 3 / 1.8
= 1.667 x 100%
= 166.7 %
Tabel hasil perhitungan
no Vin (AC) Vout (DC) η (%) Ripple Factor Form Factor
1 3 2.2 81 92.7% 136.4
2 3 2.4 81 75.0% 125
3 3 2.6 81 57.6% 115.4
4 3 2.8 81 38.5% 107.1
5 3 3 81 0.0% 100

IX. Gambar Hasil Praktikum
a. Penyearah ½ gelombang 1 fasa tanpa kapasitor






14

b. Penyearah ½ gelombang 1 fasa dengan kapasitor




c. Penyearah gelombang penuh 1 fasa tanpa kapasitor.


15



d. Penyearah gelombang penuh 1 fasa dengan kapasitor






16

X. Pembahasan
Pada percobaan kali ini adalah penyearahan satu fasa ½ gelombang
penuh dan gelombang penuh. Penyearah yang digunakan adalah
dioda. Dioda semikonduktor telah banyak dipakai didalam sirkuit
sirkuit elektronika. Pada sistem penyearah satu fasa baik daya kecil
maupun daya besar peranan dioda sangat menentukan. Pada
penyearahan ini yang diperhatikan adalah efisiensi, form factor,
ripple factor . penyearahan yang dilakukan menggunakan 2 beban
yakni beban resistor dan beban resistor kapasitor secara pararel.
Percobaan pertama yang dilakukan adalah menyearahkan
tegangan satu fasa ½ gelombang. Pada percobaan ½ gelombang
dengan beban resistor didapatkan efisiensi rata rata 40,45% dan
ripple factor rata rata adalah 219,5% serta untuk rata rata form
factor 241,14 %.

Percobaan kedua yang dilakukan adalah menyearahkan tegangan
satu fasa ½ gelombang. Pada percobaan ½ gelombang dengan
beban resistor kapasitor didapatkan efisiensi rata rata 40,45% dan
ripple factor rata rata adalah 6,2% dengan ripple maksimum 48%
dan beberapa gelombang memiliki ripple 0% dan untuk rata rata
form factor kurang lebih 100%.

Pada beban resistor ripple factor dan form factor cenderung lebih
besar sedangkan pada beban resistor kapasitor ripple factor dan
form factor cenderung lebih baik, maka dapat disimpulkan bahwa
kapasitor dapat berfungsi sebagai penyearah bantuan dalam
praktikum ini. Pada beban resistor kapasitor ada beberapa data
yang menunjukan ripple factor 0%, hal ini disebabkan karena
tegangan Vm input (AC) = Vm output (DC) hal ini berarti
gelombang 100% lurus atau DC ideal. Hal ini dapat dilihat dari form
factor yang memiliki nilai 100% namun hal ini hamper tidak
mungkin dikarenakan tegangan input ≠ tegangan output yang
berarti ada kesalahan pembacaan parameter tegangan pada alat
ukur.
17

Percobaan ketiga yang dilakukan adalah menyearahkan tegangan
satu fasa gelombang penuh. Pada percobaan gelombang penuh
dengan beban resistor didapatkan efisiensi rata rata 81% dan ripple
factor rata rata adalah 213% serta untuk rata rata form factor
236%.

Percobaan keempat yang dilakukan adalah menyearahkan
tegangan satu fasa gelombang penuh. Pada percobaan gelombang
penuh dengan beban resistor kapasitor didapatkan efisiensi rata
rata 81% dan ripple factor rata rata adalah 52% dengan ripple
maksimum 92,7% dan gelombang terakhir memiliki ripple 0% dan
untuk rata rata form factor kurang lebih 110%.

Pada percobaan gelombang penuh hampir sama dengan
percobaan setengah gelombang. Kapasitor berfungsi sebagai
penyearah bantuan dan ripple factor 0% juga terdapat kesalahan
pembacaan parameter pada alat ukur. Jika dibandingkan dengan
percobaan setengah gelombang, percobaan gelombang penuh
terlihat lebih realistis. Hal ini ditunjukan dengan nilai ripple factor
yang tidak mencapai 0% dan nilai form factor yang tidak mencapai
100%.

XI. Kesimpulan
- Ripple factor maksimum penyearah ½ gelombang tanpa
kapasitor adalah 220,3 %
- Form factor maksimum penyearah ½ gelombang tanpa
kapasitor adalah 241,9 %
- Ripple factor maksimum penyearah ½ gelombang resistor
kapasitor adalah 48,4 %
- Form factor maksimum penyearah ½ gelombang resistor
kapasitor adalah 111,1%
- Ripple factor maksimum penyearah gelombang penuh tanpa
kapasitor adalah 229,1 %
- Form factor maksimum penyearah gelombang penuh tanpa
18

kapasitor adalah 285,7 %
- Ripple factor maksimum penyearah gelombang penuh resistor
kapasitor adalah 92,7 %
- Form factor maksimum penyearah gelombang penuh resistor
kapasitor adalah 136,4 %
- Kapasitor bertindak sebagai pembantu penyearahan atau
pemerhalus tegangan DC

XII. Daftar Pustaka
- wiki.answers.com/Q/What_is_ripple_factor
- en.wikipedia.org/wiki/Ripple_(electrical)
- edukasi.net/online/2007/filterdanregulator/konsepenyearah.ht
ml
- Modul Praktikum Elektronika Daya. Teknik Konversi Energi.
Bandung
- http://www.scribd.com/doc/61931773/2/PENYEARAH-
GELOMBANG-PENUH-SATU-FASA

Namun demikian. dan efisiensi penyearah 1 fasa II. Parameter Unjuk Kerja Meskipun tegangan masukan adalah DC. diode pada kondisi tertahan (blocking condition) dan tegangan keluarannya nol. form factor. tegangan keluaran. Pada saat yang sama. Membentuk rangkaian penyearah ½ gelombang dan gelombang penuh 1 fasa Mengetahui bentuk bentuk tegangan keluaran penyearah Mengetahui fungsi kapasitor pada sistem penyearah Menghitung ripple factor. Penyearah setengah gelombang satu fasa merupakan jenis yang sederhana tetapi tidak biasa digunakan pada aplikasi industri. Kualitas pemrosesan daya penyearah memerlukan arus masukan. Penyearah merupakan prosesor daya yang memberikan tegangan keluaran dc dengan yang mengandung jumlah harmonis yang minimum. Vdc Nilai rata-rata arus keluaran (beban). 2. Dasar Teori A. Bentuk gelombang untuk tegangan masukan dan keluaran. Irms Keluaran daya ac. dan arus keluaran dengan kandungan harmonis yang pasti. mahasiswa diharapkan dapat . Pdc = Vdc Idc Nilai rms tegangan keluaran. bentuknya tidak kontinyu dan mengandung harmonisa.I. Diode banyak digunakan pada penyearah. 4. Idc Keluaran daya dc. Selama tegangan masukan memiliki siklus setengah positif. terkadang penyearah ini memiliki arus masukan sinusoidal yang sefasa dengan tegangan masukan sehingga faktor dayanya mendekati satu. Ada beberapa macam jenis rangkaian penyearah dan kinerja biasanya dihitung dengan parameter-parameter sebagai berikut: Nilai rata-rata tegangan keluaran (beban). Vrms Nilai rms arus keluaran. 3. penyearah ini berguna untuk memahami prinsip dari operasi penyearah. Tujuan Praktikum Setelah melakukan praktikum. Penyearah Setengah Gelombang Satu Fasa Sebuah penyearah merupakan rangkaian yang mengkonversikan sinyal AC menjadi sinyal satu arah. Kita dapat menggunakan ekspansi deret Fourier untuk menentukan besarnya harmonis yang ada pada arus dan tegangan. 1. Pac = Vrms Irms 2 . diode D1 berkonduksi dan tegangan masukan muncul melalui beban. Selama tegangan masukan memiliki siklus setengah negatif.

Efisiensi (rectification ratio) sebuah penyearah. didefinisikan sebagai : V RF = ac V dc Dengan mensubtitusi Persamaan (3-45) ke dalam Persamaan (3-47) maka faktor ripple dapat dinyatakan sebagai (3-48) V  RF =  rms   1  FF 2  1 V   ac  Faktor kegunaan trafo (transformer utilization factor) didefinisikan P TUF = dc Vs I s 2 Gambar 1-1. Nilai efektif (rms) komponen ac tegangan keluaran adalah 2 2 Vac = Vrms  Vdc Faktor Bentuk (form factor) yang mengukur bentuk tegangan keluaran adalah V FF = rms Vdc Faktor ripple (ripple factor) yang mengukur kandungan ripple. Bentuk gelombang tegangan dan arus masukan 3 . dan (2) komponen ac atau ripple. yang merupakan contoh untuk membandingkan efisiensi. yang didefinisikan sebagai : P  = dc Pac Tegangan keluaran dapat dikatakan sebagai gabungan dua buah komponen: (1) nilai dc.

Faktor daya masukan didefinisikan VI I PF = s s1 cos   s1 cos  Vs I s Is 2 2 s s 2 s1 I I  cos   I  HF = 1 Crest Factor CF. maka faktor displacement didefinisikan DF = cos  Faktor harmonis (harmonic factor) arus masukan didefinisikan   2 s  2   1  I  I s1     dengan Is1 adalah komponen fundamental arus masukan Is. 2. dan adalah komponen fundamentalnya Jika 4 adalah sudut yang dibentuk antara komponen fundamental arus dan tegangan masukan. 3. CF untuk arus masukan didefinisikan oleh I s  puncak  CF = Is Catatan 1. Penyearah ideal memiliki  = 100%. Is arus masukan instantaneous. yang mengukur arus masukan puncak Is (puncak) yang dibandingkan dengan nilai rmsnya Is digunakan untuk menspesifikasi rating arus puncak komponen dan divais.dengan Vr dan Is adalah tegangan rms dan arus rms trafo sekunder. dan PF = DPF = 1. 4. Kedua Is1 dan Is dinyatakan dalam rms. Perlu dicatat bahwa tegangan rata-rata VL induktor adalah nol dan tegangan keluaran rata-rata adalah V   V   VDC = m  sin td t   m  cost 0 2 0 2 V = m  cos   t  2 4 . TUF = 1. RF = 0. Sekarang marl kita perhatikan bentuk gelombang pada Gambar 1. HF = THD = 0. dan sudut disebut displacement angle. Faktor harmonis HF adalah ukuran distorsi bentuk gelombang dan biasanya disebut total harmonic distortions (THD). Bila arus masukan berupa sinusoidal murni. dengan s adalah tegangan masukan sinusoidal. Is1 = Is dan faktor daya PF sama dengan faktor displacement DE Sudut displacement  menjadi sudut impedansi  = tan -1 (wL/R) untuk beban RL. Faktor displacement DF sering disebut pula displacement power factor (DPF). Vac = 0.

2c. Bergantung pada konstanta waktu beban. Penyearah Gelombang Penuh Satu Fasa Rangkaian penyearah gelombang penuh dengan trafo tap tengah ditunjukkan pada Gambar 2. Keluaran penyearah gelombang penuh 5 . Bentuk gelombangnya ditunjukkan pada Gambar 1.1a.Arus beban rata-rata adalah Idc = Vdc/R. Arus beban iL menjadi tidak kontinyu bila ada beban resistif dan akan kontinyu dengan beban induktif. Proses ini discbut komutasi pada diode. Tiap bagian trafo dengan diode yang berhubungan berfungsi sebagai penyearah setengah gelombang. Gambar 1-2 Penyearah setengah gelombang dengan beban R dan RL . arus dari diode D1 dipindahkan ke Dm. arus beban dapat tidak kontinyu. Pada t = t1 = /w. Kekontinyuan arus beban akan bergantung pada konstanta waktunya yaitu  = L/R.2a yang ditunjukkan dengan garis putus-putus. B. sehingga energi magnetik akan meningkat. Hal ini dimungkinkan dengan menambahkan diode freewheeling Dm seperti terlihat pada Gambar 1. Dapat diketahui dari Persamaan bahwa tegangan (dan arus) rata-rata dapat ditingkatkan dengan membuat  = 0. Adanya diode ini akan mencegah munculnya tegangan negatif pada beban.

6366Vm T 0  Selain menggunakan trafo tap tengah. Tegangan keluaran ratarata adalah 2V 2 T / Vdc =  Vm sin ttdt  m  0. dan sangat sering digunakan pada aplikasi Gambar 2-1. Pada saat siklus negatif. diode D3 dan D4 yang konduksi. Penyearah gelombang penuh dengan trafo tap tengah 6 . Rangkaian ini dikenal sebagai jembatan penyearah (bridge rectifier). kits dapat menggunakan empat buah diode seperti pada Gambar 2.ditunjukkan pada Gambar 2. Tegangan balik puncak diode hanya Vm.1b. Karena tidak ada arus dc yang mengalir melalui trafo maka tidak ada masalah saturasi dc pada inti trafo. Bentuk gelombang untuk tegangan keluaran ditunjukkan pada Gambar 2.2b yang serupa dengan Gambar 2.1b. daya disuplai ke beban melalui diode D1 dan D2. Selama tegangan masukan mengalami siklus setengah positif.2a.

Gambar 2-2 Jembatan penyearah gelombang penuh. 7 .

III. Gambar Rangkaian A. 5. Penyearah ½ Gelombang penuh 1 fasa B. 3. Penyearah Gelombang penuh 1 fasa 8 . 7. 6. Modul dioda Oscilloscope Modul power supply Voltmeter Ampere meter Beban resistor Kapasitor 10 mF Fuse 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah 2 buah 1 buah 1 buah 1 buah IV. 4. 2. Alat yang digunakan 1. 8.

Prosedur Praktikum 1.V.3799 0. VI.4 12.4 12. Penyearah ½ Gelombang 1 Fasa Tanpa Kapasitor no 1 2 3 4 5 Vin (AC) 30 30 30 30 30 Vout (DC) 12. Membuat rangkaian percobaan gelombang penuh 1 fasa tanpa menggunakan kapasitor (seperti pada gambar).3 Iout (DC) 1.09 0.8 1.02 0.9 1.4 2 1.6 1.25 0. Membuatlah rangkaian percobaan ½ gelombang satu fasa tanpa menggunakan kapasitor.8 3.9 2. Memasang kapasitor pada rangkaian dan ulangi percobaan 2 4. Penyearah ½ Gelombang 1 Fasa dengan Kapasitor no 1 2 3 4 5 Vin (AC) 30 30 30 30 30 Vout (DC) 27 30 30 30 33 Iin (AC) 4.12 0.45 1 Iout (DC) 0 0. 5.55 3.5 0. Data Pengamatan A.11 9 .8 Iin (AC) 0.4 B. 3.1 0. 2.3 1.22 Iout (DC) 0.07 0. Mengulangi langkah percobaan 2 dan 3. Mengatur beban sesuai petunjuk dan mencatat meter – meternya pada tabel data yang telah tersedia dan menggambarkan bentuk gelombang tegangan input dan outputnya.5 1.08 0. Penyearah Gelombang Penuh 1 Fasa Tanpa Kapasitor no 1 2 3 4 5 Vin (AC) 4 4 4 4 4 Vout (DC) 1.255 2.2 0.1 0.3199 0.75 0.4 Iin (AC) 1.5 12.07 0.9 C.5 1.5 12.

5 12.14 0.4 η (%) 40.3% 218.5 12.12 0.38 0.09 VII.3% Form Factor 241.45% 40. Penyearah Gelombang Penuh 1 Fasa dengan Kapasitor no 1 2 3 4 5 Vin (AC) 3 3 3 3 3 Vout (DC) 2.13 0.3 0.4 12.318 Vm = 0.318 Vmax  Vrms = ½ Vm  30 = ½ Vm Vm = 60 V  Vav = 0.2% 220.2% 220.1 0.34 0.9 % Tabel hasil Perhitungan no 1 2 3 4 5 Vin (AC) 30 30 30 30 30 Vout (DC) 12.2 2.6 2.45% 40.9 240 241.45% 40.25 Iout (DC) 0.08)2 / (30)2 )x100% = 40.4 12.9 240 241.303 x 100% = 230.9 10 .4 = 2.D.4)2]-1}1/2 = 2.45% 40.3 %  Faktor bentuk (FF) = Vrms / Vdc = 30 / 12.45% Ripple Factor 220.318 (60) = 19. Pengolahan Data a.45 %  Ripple Factor (Rf) = {[(Vrms)2 / (Vdc)2]-1}1/2 = {[(30)2 / (12.39 0.08 Volt  Efisiensi penyearah = ((Vav)2 / (Vrms)2 )x100% = ((19. Penyearah ½ gelombang 1 fasa tanpa kapasitor  Vav = 0.8 3 Iin (AC) 0.3% 218.4 2.419 x 100% = 241.

318 (60) = 19.08 Volt  Efisiensi penyearah = ((Vav)2 / (Vrms)2 )x100% = ((19.45% 40.66 V  Vav = 0.66) = 3.111 x 100% = 111.45% Ripple Factor 48. Penyearah ½ gelombang 1 fasa dengan kapasitor  Vav = 0.4 %  Faktor bentuk (FF) = Vrms / Vdc = 30 / 27 = 1.45 %  Ripple Factor (Rf) = {[(Vrms)2 / (Vdc)2]-1}1/2 = {[(30)2 / (27)2]-1}1/2 = 0.484 x 100% = 48.0% 0.4% 0.603 V  Efisiensi penyearah = ((Vav)2 / (Vrms)2 )x100% 11 .637 Vm = 0.1 % Tabel hasil perhitungan no 1 2 3 4 Vin (AC) 30 30 30 30 Vout (DC) 27 30 30 30 η (%) 40.0% 0.10% 100% 100% 100% c.45% 40.b.637 (5.45% 40.0% Form Factor 111.318 Vm = 0.318 Vmax  Vrms = Vm / √2  4 x √2 = Vm Vm = 5. Penyearah gelombang penuh 1 fasa tanpa kapasitor  Vav = 0.318 Vmax  Vrms = ½ Vm  30 = ½ Vm Vm = 60 V  Vav = 0.08)2 / (30)2 )x100% = 40.

135 81.5 % = Vrms / Vdc = 4 / 1. Ripple Factor (Rf)  Faktor bentuk (FF) = ((3.8 1.4 2 1.8)2]-1}1/2 = 0.637 (4.7)2 / (3)2 )x100% = 81 %  Ripple Factor (Rf) = {[(Vrms)2 / (Vdc)2]-1}1/2 = {[(3)2 / (1. Penyearah gelombang penuh 1 fasa dengan kapasitor  Vav = 0.135 % = {[(Vrms)2 / (Vdc)2]-1}1/2 = {[(4)2 / (1.5% Form Factor 222.135 81.6 1.318 Vmax  Vrms = Vm / √2 3 x √2 = Vm Vm = 4.2 250 285.2 Tabel hasil perhitungan no 1 2 3 4 5 Vin (AC) 4 4 4 4 4 Vout (DC) 1.8 = 2.1% 267.135 Ripple Factor 198.7 200 222.927 x 100% = 92.24 V  Vav = 0.603)2 / (4)2 )x100% = 81.222 x 100% = 222.637 Vm = 0.24) = 2.2% 198.2 % η (%) 81.135 81.6% 173.8)2]-1}1/2 = 1.7 %  Faktor bentuk (FF) = Vrms / Vdc 12 .135 81.5% 229.7 V  Efisiensi penyearah = ((Vav)2 / (Vrms)2 )x100% = ((2.8 d.985 x 100% = 198.

5% 0.6 2.4 125 115.7% 75.667 x 100% = 166.0% 57.4 107.= 3 / 1.1 100 IX.7 % Tabel hasil perhitungan no 1 2 3 4 5 Vin (AC) 3 3 3 3 3 Vout (DC) 2.8 3 η (%) 81 81 81 81 81 Ripple Factor 92.2 2.6% 38.0% Form Factor 136.4 2. Penyearah ½ gelombang 1 fasa tanpa kapasitor 13 . Gambar Hasil Praktikum a.8 = 1.

b. Penyearah ½ gelombang 1 fasa dengan kapasitor c. Penyearah gelombang penuh 1 fasa tanpa kapasitor. 14 .

Penyearah gelombang penuh 1 fasa dengan kapasitor 15 .d.

penyearahan yang dilakukan menggunakan 2 beban yakni beban resistor dan beban resistor kapasitor secara pararel.2% dengan ripple maksimum 48% dan beberapa gelombang memiliki ripple 0% dan untuk rata rata form factor kurang lebih 100%. Percobaan kedua yang dilakukan adalah menyearahkan tegangan satu fasa ½ gelombang.X. hal ini disebabkan karena tegangan Vm input (AC) = Vm output (DC) hal ini berarti gelombang 100% lurus atau DC ideal.5% serta untuk rata rata form factor 241. Pada beban resistor ripple factor dan form factor cenderung lebih besar sedangkan pada beban resistor kapasitor ripple factor dan form factor cenderung lebih baik. form factor. Pada beban resistor kapasitor ada beberapa data yang menunjukan ripple factor 0%. Pembahasan Pada percobaan kali ini adalah penyearahan satu fasa ½ gelombang penuh dan gelombang penuh. Pada penyearahan ini yang diperhatikan adalah efisiensi. Pada percobaan ½ gelombang dengan beban resistor didapatkan efisiensi rata rata 40. 16 .14 %. maka dapat disimpulkan bahwa kapasitor dapat berfungsi sebagai penyearah bantuan dalam praktikum ini. ripple factor . Pada sistem penyearah satu fasa baik daya kecil maupun daya besar peranan dioda sangat menentukan. Dioda semikonduktor telah banyak dipakai didalam sirkuit sirkuit elektronika.45% dan ripple factor rata rata adalah 219. Percobaan pertama yang dilakukan adalah menyearahkan tegangan satu fasa ½ gelombang. Hal ini dapat dilihat dari form factor yang memiliki nilai 100% namun hal ini hamper tidak mungkin dikarenakan tegangan input ≠ tegangan output yang berarti ada kesalahan pembacaan parameter tegangan pada alat ukur. Penyearah yang digunakan adalah dioda. Pada percobaan ½ gelombang dengan beban resistor kapasitor didapatkan efisiensi rata rata 40.45% dan ripple factor rata rata adalah 6.

percobaan gelombang penuh terlihat lebih realistis.1 %  Form factor maksimum penyearah gelombang penuh tanpa 17 .3 %  Form factor maksimum penyearah ½ gelombang tanpa kapasitor adalah 241. Jika dibandingkan dengan percobaan setengah gelombang. Kesimpulan  Ripple factor maksimum penyearah ½ gelombang tanpa kapasitor adalah 220. XI.Percobaan ketiga yang dilakukan adalah menyearahkan tegangan satu fasa gelombang penuh. Pada percobaan gelombang penuh hampir sama dengan percobaan setengah gelombang.9 %  Ripple factor maksimum penyearah ½ gelombang resistor kapasitor adalah 48.7% dan gelombang terakhir memiliki ripple 0% dan untuk rata rata form factor kurang lebih 110%. Pada percobaan gelombang penuh dengan beban resistor kapasitor didapatkan efisiensi rata rata 81% dan ripple factor rata rata adalah 52% dengan ripple maksimum 92.4 %  Form factor maksimum penyearah ½ gelombang resistor kapasitor adalah 111. Percobaan keempat yang dilakukan adalah menyearahkan tegangan satu fasa gelombang penuh. Hal ini ditunjukan dengan nilai ripple factor yang tidak mencapai 0% dan nilai form factor yang tidak mencapai 100%.1%  Ripple factor maksimum penyearah gelombang penuh tanpa kapasitor adalah 229. Pada percobaan gelombang penuh dengan beban resistor didapatkan efisiensi rata rata 81% dan ripple factor rata rata adalah 213% serta untuk rata rata form factor 236%. Kapasitor berfungsi sebagai penyearah bantuan dan ripple factor 0% juga terdapat kesalahan pembacaan parameter pada alat ukur.

7 %  Form factor maksimum penyearah gelombang penuh resistor kapasitor adalah 136.answers. Daftar Pustaka  wiki.net/online/2007/filterdanregulator/konsepenyearah.ht ml  Modul Praktikum Elektronika Daya.kapasitor adalah 285.com/Q/What_is_ripple_factor  en. Teknik Konversi Energi. Bandung  http://www.org/wiki/Ripple_(electrical)  edukasi.com/doc/61931773/2/PENYEARAHGELOMBANG-PENUH-SATU-FASA 18 .7 %  Ripple factor maksimum penyearah gelombang penuh resistor kapasitor adalah 92.4 %  Kapasitor bertindak sebagai pembantu penyearahan atau pemerhalus tegangan DC XII.scribd.wikipedia.

Kapasitor berfungsi sebagai penyearah bantuan dan ripple factor 0% juga terdapat kesalahan pembacaan parameter pada alat ukur. Percobaan ketiga yang dilakukan adalah menyearahkan tegangan satu fasa gelombang penuh. Pada percobaan gelombang penuh dengan beban resistor kapasitor didapatkan efisiensi rata rata 81% dan ripple factor rata rata adalah 52% dengan ripple maksimum 92. Hal ini dapat dilihat dari form factor yang memiliki nilai 100% namun hal ini hamper tidak mungkin dikarenakan tegangan input ≠ tegangan output yang berarti ada kesalahan pembacaan parameter tegangan pada alat ukur. Pada percobaan gelombang penuh dengan beban resistor didapatkan efisiensi rata rata 81% dan ripple factor rata rata adalah 213% serta untuk rata rata form factor 236%. percobaan gelombang penuh terlihat lebih realistis.7% dan gelombang terakhir memiliki ripple 0% dan untuk rata rata form factor kurang lebih 110%. X. Hal ini ditunjukan dengan nilai ripple factor yang tidak mencapai 0% dan nilai form factor yang tidak mencapai 100%. Pada percobaan gelombang penuh hampir sama dengan percobaan setengah gelombang. Jika dibandingkan dengan percobaan setengah gelombang. Percobaan keempat yang dilakukan adalah menyearahkan tegangan satu fasa gelombang penuh. Kesimpulan 19 .ini disebabkan karena tegangan Vm input (AC) = Vm output (DC) hal ini berarti gelombang 100% lurus atau DC ideal.

net/online/2007/filterdanregulator/konsepe nyearah.wikipedia.scribd.9 % • Ripple factor maksimum penyearah ½ gelombang resistor kapasitor adalah 48. Bandung • http://www.answers.4 % • Kapasitor bertindak sebagai pembantu penyearahan atau pemerhalus tegangan DC IX.4 % • Form factor maksimum penyearah ½ gelombang resistor kapasitor adalah 111.3 % • Form factor maksimum penyearah ½ gelombang tanpa kapasitor adalah 241.html • Modul Praktikum Elektronika Daya.1% • Ripple factor maksimum penyearah gelombang penuh tanpa kapasitor adalah 229. Teknik Konversi Energi.com/Q/What_is_ripple_factor • en.7 % • Form factor maksimum penyearah gelombang penuh resistor kapasitor adalah 136.7 % • Ripple factor maksimum penyearah gelombang penuh resistor kapasitor adalah 92.com/doc/61931773/2/PENYEARA H-GELOMBANG-PENUH-SATU-FASA 20 .• Ripple factor maksimum penyearah ½ gelombang tanpa kapasitor adalah 220.org/wiki/Ripple_(electrical) • edukasi.1 % • Form factor maksimum penyearah gelombang penuh tanpa kapasitor adalah 285.Daftar Pustaka • wiki.