Anda di halaman 1dari 25

JAWABAN UJIAN MID SEMESTER DASAR-DASAR TEKNOLOGI PENDIDIKANSEMESTER GANJIL (SATU) TAHUN 2010/2011PROGRAM STUDI TEKNOLOGI

PENDIDIKAN Oleh :Nama: Attia NuraniNIM : 20102513074 Dosen Pengampu : Prof. Dr. Yusufhadi Miarso, M.ScProf. Dr.H.Fuad Abd Rachman, MPdDr. H. Djamaah Sopah, MSc. Ed PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKANPROGRAM PASCASARJANAUNIVERSITAS SRIWIJAYA2010

1.Coba Anda jelaskan keterkaitan/hubugnan dan perbedaan antaraa.pendidikan dan teknologi pendidikanKeterkaitan : Landasan pendidikan dalam teknologi pendidikan bersifatmemecahkan masalah belajar pembelajaran yang bersifat inovatif dan/ataureformatif sepeti pengelolaan, pendekatan, strategi dan penilaian. Dalamartian teknologi sebagai proses, maka pendidikan dapat dikatakan sebagaisalah satu teknologi, karena pendidikan itu merupakan proses untuk menjadikan manusia terdidik, atau proses untuk memperoleh nilai tambah(added value), sehingga dapat dikatakan ”education as technology”. (Miarso, 2004:158) Perbedaan: Pendidikan merupakan pendidikan sepanjang hayat yangdilaskanakan didalam rungh tangga, sekolah, dan masyarakat. Pendidikan bagi orang dewasa menjadi tanggung ajwab sendiri. Manusia sebgaimakhluk berpikir mempuyai motivasi belaajr. Dan untuk aktualisasi diri.Sedangkan teknologi pendidikan menjadi suatu kajian disiplin keilmuan bertujuan untuk memecahkan masalah pembelajaran Pada hakikatnyateknologi pembelajaran adalah suatu disiplin yang berkepentingan dengan pemecahan masalah belajar… (Miarso, 2009: 193). b.teknologi pendidikan dan teknologi pembelajaranKeterkaitan : Teknologi Pendidikan adalah gabungan manusia, peralatan,teknik dan peristiwa yang bertujuan untuk memberi kesan baik kepada pendidikan (Crowell (1971) : Enclycopedia of Education. TeknologiPendidikan merupakan perkembangan, penggunan dan penilaian sistem,teknik dan bantuan dalam bidang pembelajaran manusia. (Department of Education and Science – UK). Teknologi Pembelajaran

merupakan disiplinkeilmuan yang sangat berperan penting dalam proses belajar. Sebagai suatudisiplin . teknologi pembelajaran berpegang pada falsafah berkembangnya potensi optimal pembelajar (learners) secara efektif dan efisien… (Miarso,2009: 196). Percival & Ellington (1984) berpendapat bahwa teknologi pembelajaran merupakan teknologi of education . Perbedaan Teknologi Pendidikan adalah proses yang kompleks dan terpaduyang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan dan organisasi untuk menganalis masalah, mencari solusi dari suatu masalah melaksanakan danmengevaluasi, serta mengelola pemecahan masalah yang menyangkut semuaaspek belajar manusia.Teknologi Pembelajaran: Definisi dari teknologi pembelajaran menurut AECTadalah: suatu teory dan praktek dari desain, development, utilization,management, dan evaluation dari proses dan sumber untuk belajar. Teknologi pembelajaran adalah suatu cara atau jalan untuk membuat belajar lebih efisien.Sedangkan dari definisi terbaru tekologi pendidikan tahun 2008 yaitu :Teknologi pendidikan adalah studi dan praktek etis dalam upaya memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan cara menciptakan,menggunakan/memanfaatkan, dan mengelola proses dan sumbersumber teknologi yang tepat. Jelas, tujuan utamanya masih tetap untuk memfasilitasi pembelajaran (agar efektif, efisien dan menarik) dan meningkatkan kinerja.c. Teknologi pendidikan dan teknologi dalam pembelajaranKeterkaitan : Teknologi bidang Pendidikan adalah suatu bidang studi didalam ppembelajaran. Istilah teknologi Bidang pembelajaran adalah seringdihubungkan dengan teknologi intervi atau teknologi pelajaran, tetapi teknologi bidang pendidikan adalah suatu istilah lebih luas, atau bidang studi mencakupyang lain dua orang. Pertimbangkan[lah perbedaan antar " Intervi" dan "Bidang pendidikan." Teknologi bidang Pendidikann dapat meliputi sistemselain dari itu berhubungan dengan instruksi ( e.g. sistem perpustakaan atau pendaftaran). teknologi pendidikan adalah bidang studi dalam pendidikan.Teknologi Pendidikan Istilah sering dikaitkan dengan teknologi instruksionalatau teknologi pembelajaran, namun teknologi pendidikan adalah istilah yanglebih luas, atau bidang studi meliputi dua lainnya. Pertimbangkan perbedaanantara "Instruksional" dan "Pendidikan." Pendidikan teknologi dapat mencakupsistem selain yang berkaitan dengan instruksi (misalnya pendaftaran atausistem perpustakaan). P erbedaan : Teknologi dalam Pembelajaran adalah Penggunaan kemahiran danteknik modern dalam keperluan kepelatihan yang meliputi kemudahan belajar dengan menggunakan lingkungan sekitar supaya menimbulkan proses pembelajaran. Sedangkan teknologi pendidikan merupakan Kesimpulan satusistem yang meliputi alat dan bahan media, organisasi yang digunakan secaraterancang bagi menghasilkan kecekapan dalam pengajaran dan keberkesanandalam pembelajaran. 2.Coba anda anda jelaskan tentanga.sejarah perkembangan teknologi pendidikan Pada tahun 1960-an teknologi pendidikan menjadi salah satu kajian yang banyak mendapat perhatian di lingkungan ahli pendidikan. Pada awalnya,teknologi pendidikan merupakan kelanjutan perkembangan dari kajian-kajiantentang

Dan Romizwoski (1986) mengistilahkan kegitan tersebutsebagai “performance technology”. atau untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupannya.Oleh karena itu. istilah teknologi pendidikanmulai digunakan sejak tahun 1963. implementasi. Finn (1965)mengungkapkan bahwa di Inggris dan Kanada lebih lazim digunakan istilahteknologi pendidikan. Dari segisistem pendidikan. Kajian tersebut pada hakekatnya merupakan usaha dalammemecahkan masalah belajar manusia (human learning). dan program belajar dalam penyelenggaraan pendidikan. teknologi pendidikanmemperkuat dalam merekayasa berbagai cara dan teknik dari mulai tahapdisain. Dan akhir-akhir ini berkembangkonsep bahwa teknologi pembelajaran lebih layak digunakan untuk konteks penyelenggaraan pengajaran.penggunaan Audiovisual. kedua istilah tersebut masihterus digunakan sesuai dengan pertimbangan penggunanya. pengembangan.Perkembangan kajian teknologi pendidikan menghasilkan berbagai konsep dan praktek pendidikan yang banyak memanfaatkan media sebagai sumber belajar. sedangkan Mager dan Pape (1970) menyebutnya “performance problem analysis”.Konsep dan prinsip teknologi pembelajaran kemudian diperkaya olehahli-ahli bidang Psikologi. dan Pask (1976). dan Gagne (1974). serta praktisi seperti Gilbert(1969). pengembang program pembelajaran selalu menggunakan teknik analisiskebutuhan belajar untuk memperoleh informasi mengenai kemampuan yangdiperlukan peserta didik. Walaupun teknologi pembelajaran termasuk masih prematur. Tapi adakalanya kedua istilah tersebut digunakansecara serempak dalam kegiatan yang sama. serta implementasinya. dan secara resmi diikrarkan olehAssociation of Educational and Communication Technology (AECT) sejak tahun 1977. bahkan terdapat asumsi bahwakurikulum berkaitan dengan “what”. ahliCybernetic seperti Landa (1976). Bahkan setelah peserta didik menyelesaikan kegiatan belajar selalu dilakukan analisis umpan balik untuk melihat kesesuaian hasil belajar dengan kebutuhan belajar. Berdasarkan sejarah perkembangannya. sedangkan teknologi pendidikan mengkajitentang “how”. pemanfaatan berbagai sumber belajar.Pembelajaran pada hakekatnya mempersiapkan peserta didik untuk dapatmenampilkan tingkahlaku hasil belajar dalam kondisi yang nyata. akan tetapi usaha pengembangannyaterus dilakukan secara kreatif dan teliti sehingga mampu memecahkan permasalahan yang muncul dalam pembelajaran. Teori komunikasi yang dikembangan Harold Lasswell merupakan awal pijakan dalam mempelajari konsep komunikasi dalam pendidikan. seperti Bruner (1966). sampai kepada hal-hal mikrodalam tahapan tingkahlaku belajar peserta didik. kedudukan teknologi pendidikan berfungsi untuk memperkuat pengembangan kurikulum terutama dalam disain dan pengembangan. terdapat persepsi bahwa teknologi pendidikan sama denganmedia. Untuk itu. Hal inidiperkuat Dale yang . Harless (1960) menyebutnya dengan “frontend analysis”. padahal kedudukan media berfungsi sebagai sarana untuk mempermudah dalam penyampaian informasi atau bahan belajar. Dalam kaitannya dengan pembelajaran. walaupun adakalanya terjadi overlapping penggunaan istilahtersebut dengan teknologi pembelajaran. dan Horn (1969). sedangkan di Amerika Serikat banyak digunakan istilahteknologi pembelajaran. serta lembaga-lembaga pendidikan yang memilikiketertarikan atas pengembangan program pembelajaran.dan penilaian program dan hasil belajar. Solusi yang diambilmelalui kajian teknologi pendidikan bahwa pemecahan masalah belajar perlumenggunakan pendekatanpendekatan yang tepat dengan banyak memfungsikan pemanfaatan sumber belajar (learning resources). Namun.

sehingga tidak hanya psikologi behavior saja yang memilikikontribusi terhadap teknologi pendidikan akan tetapi bergeser ke arah psikologikognitif sebagaimana dikembangkan oleh Robert M Gagne (The Conditions of Learning and theory of instruction. danmenyampaikan feed back pesan sehingga terjadinya saling memberi informasi. Konsepnya banyak memberikan perhatianterhadap adanya Massage (pesan) dan Channel (saluran).Perkembangan ke arah komunikasi interaktif memiliki dampak terhadap perkembangan konsep teknologi pendidikan yang banyak memperhatikan perubahan posisi decoder dan encoder dalam menerima. Model ini menjadidasar pengembangan dalam komunikasi audiovisual pada pendidikan. Signal Receiver. Receiver (SMCR). spesifikasi tujuan pendidikan ke arah behavioral objectives. penyajian pesan. Reciever.Kajian ahli-ahli psikologi dan sosial psikologi dalam pendidikan berlangsung selama masa dan pasca perang dunia ke II. Massage. Noise Source. Massage.Sedangkan penafsiran dari pendekatan sistem itu sendiri didasarkan atas pendapat Ludwig von Bertalanffy (1975) dalam General System Theory yangmenekankan pada studi terhadap keseluruhan entitas dalam memahamihubungan yang mendasar keberadaan dari keseluruhan komponen dalamsistem. dan pengembangan model pembelajaran.menekankan perlunya komunikasi dalam memulaimengajar dan menulis. memahami peserta didik. Melalui pendekatan sistem maka teknologi pendidikan tidak menetapkan langkah-langkah secara partial akan tetapi didasarkan ataskeseluruhan komponen-komponen yang terlibat dalam pendidikan itu sendiri. 1969). Hal ini didasarkan atas pemahaman bahwa program pembelajaran adalah sebagai sistem yang memiliki komponen-komponen pembelajaran yang saling keterkaitan satu sama lainnya untuk mencapai tujuan pengajaran. 1963). Teori belajar dan psikologi behavior ini mempengaruhi teknologi pendidikan pada masa itu dalam tiga hal. pencocokan konsep operant conditioning dengan konsep modelkomunikasi (Ely. 1916). konsep teori komunikasinya tergolong pada komunikasi linier.Konsep komunikasi yang diungkapkan Shannon dan Weaver’s sebagai hasilkajiannya terhadap komunikasi telpon dan teknologi radio menjadi model yangkhas yang disebut Mathematical Theory of Communication. pemilihan metodemengajar.Perubahan dari AV communications ke teknologi . Studi masa itu kebanyakandiwarnai oleh aliran psikologi behavior.Kemudian David Berlo (1960) yang banyak diilhami model Shannon danWeaver menghasilkan temuannya Model Komunikasi Sender. baik dalam kaitannya dengan pembelajaran secara mikro maupun penyelenggaraan pendidikan secara makro.Keterkaitan teori belajar ini terus dikaji oleh para ahli teknologi pendidikan.Kontribusi ketiga terhadap definisi teknologi pendidikan versi tahun 1972adalah pendekatan sistem. yaitu: 1. Kemudian berkembang beberapa kajian yang berkaitan dengan hubungan antara media audiovisualdengan pembelajaran yang difokuskan pada persepsi peserta didik. dan penilaian.dan 3. mengolah. Hasil kajiannyamembawa pengaruh terhadap penyelenggaraan pembelajaran. pemilihan sumber belajar. Konsep komunikasi yang terpilih pada masa itu bergeser dari komunikasi satu arah ke komunikasi dua arah atau interaktif. terutama dalammenetapkan tujuan pengajaran.Transmitter. pengembangan dan penggunaan teaching machine dan program pembelajaran. terutama menjadi fokuskajian di lingkungan pengajaran militer (Lange. Massage. danDestination. sebagai contoh operant behavioralconditioning yang ditemukan BF Skinner (1953).Channel. Signal. dengankomponen-komponennya yang terdiri dari: Information Source. 2.

Menurutnya didalam program pembelajaran melalui media terdapat enam (6) hal yang harus menjaditanggung jawab managemen organisasi. Keluasan sumber belajar menjadidasar kemungkinan adanya variasi penggunaan model teknologi pendidikandalam memecahkan masalah belajar. penilaiankinerja. pengembangan. rekrutmen. teknik. yaitu: pertama. Pengembangan pendidikan menggunakan pendekatan sistem dan pengembangan sisteminstruksional yang diwujudkan dalam tahapan-tahapan riset dan pengembangandari mulai identifikasi masalah belajar. Dan managemen personal memilikienam tugas pula. akses organisasidan sistem penyampaian. pengawasan. bahkantermasuk teori dan profesi teknologi pendidikan. dan 3) pengadaansumber melalui rancangan dan pemanfaatan.yaitu: pesan. peralatan. sebagai alat untuk dikomunikasikan kepada calon peserta didik dan pihak lainnya. MargaretChisholm dan Donald Ely (1976) mengungkapkan bahwa tugas keduamanagemen tersebut diperlukan adanya keseimbangan. Istilah pengembangan pendidikan disebut puladengan istilah teknologi pendidikan yang secara sistematik menyangkut desain.Penggunaan istilah managemen dalam definisi teknologi pendidikan inimenjadi diskusi yang hangat diantara para ahli. modelyang sederhana memudahkan untuk dikomunikasikan kepada calon pesertadidik. penilaian.Kontribusi terhadap perumusan kembali definisi teknologi pendidikanversi 1972 menjadi versi 1977 sejalan dengan perubahan klasifikasi learning resources.Terdapat tiga alasan pengembangan model instruksional yang dilakukandalam teknologi pendidikan. yaitu: 1) keluasan sumber belajar. pemanfaatan. Melalui sumber belajar yang bervariasimaka model pembelajaran dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik. disain. perencanaan program. Konsep pengembangan ini sejalan dengan konsep inovasi dandifusi yang dikembangkan Everet M Rogers (1962). yaitu adanya managemen organisasi dan managemen personal. dan ketiga. produksi model pembelajaran. pelaksanaan. dan pemanfaatan sistem pendidikan. menjadi enam (6) kategori atau kelompok. pemanfaatan model pembelajaran.Terdapat tiga alasan dari konsep yang terkandung dalam learning resourcesversi 1977. produksi. sistem penyampaian. dan lingkungan. 2) media. dan penilaian pendidikan yang menggunakan pendekatan teknologi pendidikan. hal ini dapat diidentifikasi sebagai fungsi pengembangan pendidikan. Konsep yangterkandung dalam memaknai teknologi pendidikan ini terus dikritisi para ahli pendidikan dan dihasilkan pemahaman bahwa teknologi pendidikan itumerupakan suatu proses bukan hanya untuk bidang kajian saja. peralatan. yaitu: penetapan tujuan. akan tetapi dari segi fungsinyamereka sepakat bahwa fungsi managemen ini menjadi hal yang penting untuk mengelola berbagai macam hal yang berkaitan dengan perancangan. yaitu: penetapan tujuan. peningkatan kemampuan staf. kedua. dan penilaian. perencanaan dan pengelolaan fasilitas. yang pada awalnya hanya meliputi empat kategori yaitu: bahan. bahan. penetapan rancangan tugas. orang. dan pemberian pengalaman belajar kepada peserta didik. orang. serta model yang rinci akan .pendidikan yang berlangsung pada tahun 1972 melahirkan definisi teknologi pendidikan versi1972 yang mengarah pada suatu bidang kajian dalam pendidikan. uji coba model. dan penyebarannya. sebagairancangan yang digunakan dalam pengelolaan pembelajaran. dan lingkungan. dan pelaksanaan pengawasan. pembagian personal.Kontribusi ketiga terhadap perumusan definisi tahun 1977 adalah pengembangan pendidikan.Dalam definisi versi 1977 ditetapkan bahwa managemen memiliki duatahap. pendanaan.

dan 4) untuk kepentingan belajar. yaitu model mikro yangdiantaranya dikembangkan oleh Banathy (1968). yaitu: pertama. Definisi tersebut memiliki komponen-komponen: 1) teoridan praktek. 2) desain. namun ada juga kelompok yangmenggunakan kedua istilah tersebut digunakan secara bergantian. pemanfaatan. hal inididasarkan atas alasan-alasan: (a) dewasa ini istilah teknologi pembelajaranlazim digunakan di Amerika Serikat. AECT merumuskan definisi teknologi pendidikan versi bulan juni 2004 yang termasuk masih prematur dan dilemparkan kepadaseluruh masyarakat yang terkait dengan pendidikan melalui media internet.Barbara B.Menurutnya bahwa teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek dalamdisain. Didasarkan atas penggunaan keduaistilah tersebut. maka istilah “teknologi pembelajaran” digunakan dalamdefinisi 1994 (Seels and Richey. (b) mencakup banyaknya pemanfaatan teknologi dalam pendidikan dan pengajaran. pengelolaan dan penilaian proses dansumber untuk belajar. Isi informasinya hanyauntuk mahasiswa. Para ahli yang lebih setuju dengan istilahteknologi pendidikan tetap bersikukuh bahwa kata pembelajaran (instruction)diakui sebagai bagian dari pendidikan.Konsep definisi teknologi pendidikan mendapatkan kajian secara terusmenerus dan selalu dikritisi para ahli terutama yang tergabung dalam AECT.memudahkan dalam pengelolaan dan pembuatan keputusan penggunaannya. (c) perlu menggambarkan fungsi teknologi dalam pendidikan secara lebih tepat. pengembangan.Pengakuan bahwa teknologi pembelajaran menjadi bagian dari teknologi pendidikan sebagaimana diungkapkan dalam definisi 1977 menjadi kajian yangserius di lingkungan ahli-ahli pendidikan. Kelompok ini beranggapan bahwa kata pendidikandigunakan untuk setting sekolah. termasuk situasi pelatihan. kedua.Pernyataan yang disampaikan bahwa definisi ini merupakan pre-publicationdari bab awal buku yang akan dipublikasikan AECT. dan (d) dalam satu batasan dapat merujuk baik pada pendidikan maupun pembelajaran. sedangan teknologi pendidikan digunakandi Inggris dan Kanada. dan tidak diperkenankan untuk diproduksiterlebih dahulu. Seels dari University of Pittsburg dan Rita C Richey dariWayna State University keduanya dari komisi termonologi AECTmengembangkan definisi teknologi pembelajaran beserta kawasannya.hal ini sesuai dengan perkembangan pendidikan termasuk pembelajaran danyang lebih khusus kondisi dan karakteristik peserta didik serta komponen pembelajaran lainnya. pengembangan. Apabila diklasifikasi modelmodel yang berkembang dapat digolongkan ke dalam dua bentuk. kata pendidikan lebih sesuai untuk hal-hal yang berhubungan dengan sekolah ataulingkungan pendidikan.kata pembelajaran lebih sesuai dengan fungsi teknologi. studi dan reviu. 3) proses dan sumber. pemanfaatan. sehingga sebaiknya digunakan peristilahan yang lebih luas (AECT. sedangkan pembelajaran memiliki cakupanyang luas. Kelompok yang menggunakanistilah teknologi pembelajaran mendasarkan atas dua alasan. 1994:5). Model instruksional yang generik memudahkan setiap pihak yang mengadopsinya untuk mengimplementasikandalam berbagai macam setting. sehingga melahirkan dua kelompok yang memiliki argumentasi masing-masing. Kedua kelompok kelihatannya bersikukuh dengan pendapatnya.Konsep definisi versi 2004 adalah sebagai berikut: Teknologi pendidikanadalah studi dan praktek yang etis dalam memberi kemudahan belajar dan . 1977). pengelolaan dan penilaian. dan model makro yangdikembangkan the National Special Media Instritute (1971) yang disebutdengan the Instructional Development Institute (IDI).

pesan (yangtertulis dalam buku atau tersaji lewat media). efektifitas kedudukan media danteknologi dalam pelaksanaan pembelajaran. penggunaan. program televisi. alat (jaringan. dinilai.Istilah studi yang digunakan dalam definisi tersebut merujuk pada pemaknaanstudi sebagai usaha untuk mengumpulkan informasi dan menganalisisnyamelebihi pelaksanaan riset yang tradisional. dan perkembangan pemanfaatan teknologiuntuk memecahkan masalah belajar yang dihadapi peserta didik. kajian filsafat. dan lain-lain). baik secarakonseptual maupun secara faktual • Perlu dikelolanya kegiatan pengebangan. Kalau dianalisis. 2) praktek yang etis. prosedur media. 3)kemudahan belajar. dam penerapan teknologi dalam perbaikan belajar. mencakup kajiankajian kualitatif dan kuantitatif untuk mendalami teori.Secara AksiologiTeknologi pendidikan perlu dipikirkan dan dibahas terusmenerus karena adanya kebutuha ril yang mendukung pertumbuhan dan perkembangnanya yaitu • Tekad mengadakan perluasan dan pemerataankesempatan belajar . dan pengelolaan proses dansumber teknologi yang tepat. media (buku.Secara Ontologi: • Adanya berbagai macam sumber untuk belajar termasuk orang(penulis. penggunaan. Kajian mutakhir banyak difokuskan pada penempatan posisiteori belajar.Secara Epistemologi • Keseluruhan masalah belajar dan upayan pemecanhannyaditelaah secara simultan. pengkajian historik. 6) kreasi. 1.dan ditujuka untuk memecahkan masalah. yaitu dirancang.landasan falsafah adalah landasan untuk memperoleh pembenaransebagai suaru disiplin pengetahuan terapan yang berdiri sendiri. • Penggabungan ke dalam proses yang kompleks dan perhatianatas gejala secara menyeluruh. dan proses dan sumber. managemen informasi. Semua situasi yang ada diperhatikandan dikaji saling kaitannya. pengembangan projek. dan pengelolaan. analisa sistem.3. harus mengandung daya lipatatau sinergisme berbeda dengan hal diamna masing-masingfungsi berjalan sendiri-sendiri. radio danlain-lain). 5) perbaikan kinerja. Studidalam teknologi pendidikan telah berkembang terutama dalam kaitannyadengan pengembangan model pembelajaran. serta lingkugnan dimana proses pendidikan itu berlangsung • Perlunya sumber-sumber tersebut dikembangkan. maupun sumber-sumber untuk belajar itu agar dapat digunakan seoptimalmungkin guna keperluan belajar. 4) perbaikan kinerja.perbaikan kinerja melalui kreasi. Istilah studidalam definisi tersebut pada hakekatnya ditujukan untuk memberi kemudahan belajar dan perbaikan kinerja belajar peserta didik melalui kegiatan belajar yang memanfaatkan b. dan bukannya dikaji secaraterpisah-pisah • Unsur-unsur yang berkepentingan diintegrasikan dalam suatu proses kompleks secara ssitematik. dan lain-lain. dan penilaian. cara-cara tertentu dalam mengolah/menyajikan pesan.dikembangkan. kesalahan analisis. buku. radio. dan dikelola seabgau suatu kesatuan. 7) teknologi yang tepat. di dalam definisi tersebutterkandung beberapa elemen berikut: 1) studi.2.

dan peningkatan kemampuan tenaga pengajar lewat berbagai bentuk pendidikan serta latihan • Penyempurnaan sistem pendidikan dengan penelitian dan pengembangan sesuai dengan tantangan zamandan kebutuhan pembangunan • Peningkatan partisipas masyarkat dengan pengembangan dan pemafaatan berbagai wadah dan sumber pendidikan • Penyempurnaan pelaksanaan interaksi atanra pendidikan dan pembangunan di mana masusia pusat perhatian pendidikan.. Perencanaan mempengaruhi seluruh proses desain instrucsional. and evaluation sepertigambar yang ditunjukkan dibawah ini (Seels & Richey. 1994. 21). c. seperti program dan kurikulum.antara lain. Teori desainsepenuhnya dikembangkan dibandingkan bidang yang lainnya yangmempunyai keyakinan besar sejak praktek 1994). strategi tradisional dibentuk berdasarkan pengetahuannya sendiri. penyediaan berbagaisarana pendidikan. Desain didefinisikan sebagai “penetapan kondisi untuk belajar” (Seeldan Richey. Desain adalah fungsi perencanaan ketika strategi ditentukan.• Keharusan meningkatkan mutu pendidikan berupa. . penyempurnaan kurikulum. utilization. Tujuan desain adalah untuk menciptakanstrategi dan produk pada tingkat makro. Desain Adalah menunjukkan suatu proses dari spesifikasi kondisi untuk belajar. development.kawasan dan bidang garapan teknologi pendidikan Kawasan atau domain teknologi pendidikan dan teknologi pembelajaranadalah design. p. management. bentuk fisik pesan. dan karakteristik pembelajar. pembelajaran.

domain perkembangan dapat dijelaskan dengan: • the message which is content driven. dengan bahandan sistem pembelajaran. software and instructional materials. koordinasi dan pengawasan. Development juga menunjukkan proses pengartian spesifikasai desain kedalam bentuk fisik. manajemensumber.1986). dan desain dan upaya . delivery sistem manajemen dan manajemen informasi. Develovment meliputi : • Teknologi Cetak • Teknologi Audio-Visual • CBI • Teknologi yang terintegrasiPada dasarnya. Keempat kategori dalam kawasan ini adalahmengitegrasinkan dalam struktur dan kehidupan oraganisasi adalah sebagai berikut. Fungsi pemanfaatan penting karena fungsi ini memperjelas hubungan pembelajar . and • the physical manifestation of the technology—the hardware.dan pada tingkat mikro seperti pelajaran dan modul. 1983. Reigeluth. implementasi dan institusional. Utilization/Pemanfaatan menunjukkan untuk penggunaan dari suatu proses dan sumber untuk belajar. difusi dariinovasi. • the instructional strategy which is theory driven.Manajemen melibatkan mengendalikan Instructional Technology melalui perencanaan. Develovment Adalah suatu proses pengembangan sesuatu hal yang berhubungan dengan dunia pendidikan serta mengembangkan metode-metode pembelajaran yang telah ada agar lebih efektif. Yang meliputi manajemen proyek. • Pemanfaatan media • Difusi Inovasi • Implementasi dan Kelembagaan • Kebijakan dan RegulasiManagement/Pengelolaan menunjukkan pada proses untuk pengontrolandari teknologi pembelajaran.Beradasarkan pengertian diatas dapat diartikan bahwa pemanfaatan adalahtindakan menggunakan proses dan sumber untuk belajar. kemudian ketentuan dan peraturan. Definisi ini adalah dalam persetujuan dengan definisi sekarang tentang desain dimana menunjukkan pada penciptaan kehususan (Ellington and Harris. 1986.dan efisien dan proses pembelajaran itu berjalan lebih baik. pengorganisasian. Manajemenumumnya produk sistem nilai operasional. Richey. yang meliputi penggunaan media. personalia. Kompleksitas pengelolaan sumber daya beberapa penuaan.

1994. untuk negara-lebar intervensi instruksional danglobal perubahan perusahaan multi-nasional. Kawasan dan evaluasi berkembang sebagai penelitian pendidikan dan bidang metodelogy yang berkembang. satu-sekolahdepartemen atau perusahaan. 24-43). Hasil dari evaluasi dibawa untuk pemahaman yang lebih baik masalah. (Seels &Richey. biasanya bersamaan atau paralel dengan bidang.pembangunandikalikan sebagai ukuran intervensi tumbuh dari kecil. Kriteria pengukuran penilaianmelibatkan teknik untuk menentukan penguasaan materi pelajar yang telahditentukan sebelumnya. referensi criteria. penguasaan informasi. pp. Berikut sub domain dari Kawasanmanajemen: • Pengelolaan Proyek • Pengelolaan Sumber • Pengelolaan Sistem Penyampaian • Pengelolaan InformasiEvaluation terdiri dari analisis masalah. . fomativ. dansumatif yang merupakan kawasan evaluasi. • Criterion-Referenced Measurement . serta individumenginformasikan pada potensi pembelian. Penjelasan dari sub domain adalah sebagai berikut: • Analisis masalah : Termasuk penentuann sifat dan parameter masalahdengan menggunakan pengumpulan-informasi dan pengambilan keputusanstrategi.

.

Sepuluh tahun yang lalu Universitas Alberta mengadopsi suatu perencanaan strategis yang menekankan peran penting elearningmewujudkan misi dan visinya. CanadaPenelitian diadakan di Universitas Alberta. E-learning berbagaikemungkinanmenawarkan untuk aktir mengajar dan belajar prosesdisamping kelas besar.3. Canada) Judy Xu (University of Alberta. Adoption of educational technology ten years after setting strategic goal: A Canadian University Case atau AdopsiTeknologi Pendidikan setelah sepuluh tahun pengaturan atrtegitujuan: dalam kasus Universitas di Canada: Penulis : Gorge Zhou (University of Windsor. suatuuniversitas besar dan bergengsi Canada barat dan mempunyai lebih dari 35. meningkat akses untuk menjara dan informasi penelitian.000 mahasiswa. Evaluasi Formatif melibatkan pengumpulan informasi tentang kecukupan dan menggunakan informasiini sebagai dasar untuk pengembangan lebih lanjut. Coba anda tuliskan tiga judul penelitian yang berkaitan denganteknologi pendidikan 1.• Evaluasi Formative and Summative . dan kerja sama/kolaborasi kemudahan dengan .

peneliti daninstruktur remote local. AT dan prinsipnya kontradiksi memberikan wawasan mengenai bagaimana transformasi dapatterjadi dengan penggunaan TIK dalam pendidikan konteks. Sebuah sintesis sumber informasi disediakan untuk menggambarkan pola utama dan menghasilkanteori baru untuk membantu mengarahkan perencanaan program strategisdan evaluasi. Ottawa. Perencanaa strategis dengn tegas menyatakan pentingnya pendukung untuk pengajar menggunakan teknologi. 554 King Edward RM. temuan. ON K1N6N5. pertanyaan penelitian. pengaruh eksternal. 310. pendanaan. 24(4). Using activity theory and its principle of contradictions to guideresearch in educational technology/ Menggunakan teori aktivitas danasas kontradiksi untuk memandu penelitian dalam teknologipendidikan: Penulis: Elizabeth Murphy and Maria A. dan implikasi. Canada) Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah penelitian kualitatif untuk mengukur keadaan saat ini perkembangan akademik di TeknologiPendidikan dalam rangka untuk mengidentifikasi isu-isu penting danmenawarkan saran untuk perencanaan masa depan di Kanada. Temuan dari penelitian menunjukkan satukategori utama (tantangan) yang terhubung ke akademik bidang TeknologiPendidikan di Kanada dengan tujuh kunci subkategori. yaitu. Ini mengikuti dengan sintesisstudi yang telah menggunakan AT sebagai lensa untuk belajar informasidan teknologi komunikasi (TIK) dalam konteks pendidikan.Coba anda cara diinternet satu artikel/tulisan yang membahas tentang: . dan mengajar dan belajar. Rodriguez-Manzanares Memorial University of Newfoundland: AustralasianJournal of Educational Technology 2008.kompetisi. universitas politik.2. 3. pendekatan untuk analisis.University of Ottawa. identitas. Makalah ini dimulai dengan tinjauan teoritisAT dan prinsip yang kontradiksi kontradiksi.standarisasi dan profesionalisasi. Rekomendasi menunjukkan bahwa lebih besar perhatian harus diinvestasikan dalam kegiatan kemitraan dan identitasmerek dalam bidang untuk membantu leverage keberhasilan program. Judul : Educational Technology at a Crossroads:Examining the Development of the Academic Field in Canada/ Teknologi Pendidikan di Crossroads: Meneliti Pengembangan Akademik Lapangan di Kanada. Kamimenganalisis pendidikan teknologi studi yang telah difokuskan padakontradiksi dalam hal yang mendasarinya asumsi. memperhatikan individu dan institusi perspektif serta evolusi dari waktu ke waktu. Penulis: Rocci Luppicini ( Communication Department. Lensa AT dankontradiksi menyediakan alat serbaguna untuk menyelidiki berbagai aspek penggunaan teknologi pendidikan. Artikel ini mengeksplorasi literatur profesional dan pandangan dari 25 anggota staf pengajar senior dari dua belas Kanada universitas yang menawarkan atau program pasca sarjana yang ditawarkan gelar Teknologi Pendidikan (danPendidikan Jarak Jauh). 442-457Abstrak: Tulisan ini menjelsakan bagaimana kegiatan teori AT dan prinsip yang mungkin kontradiksi diandalkan untuk memandu penelitiandalam teknologi pendidikan. 4.

Berdasarkan keadaan yang terjadi untukmenilai keberhasilan peserta didik hanya dipandang melalui aspek kognitif dengan diadakannya Ujian Nasional yang diberi standar keberhasilan. Pendidikan juga adalah perwujudan dari cita-cita bangsa. pengendalian diri. Untuk pelaksanaan tujuanpendidikan disetiap institusi harus menghadap kiblat tujuan pendidikannasional . diungkapkan yang dimaksud dengan pendidikan adalah: “Usahasadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan prosespembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensidirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan.ht ml.Tujuan Penulisan Makalah.a. dan kultural. afektif dan psikomotor untuk bekal peserta didik hidup berkualitas menjalani kehidupanberbangsa dan bernegara.Untuk mengetahui dan memahami teori yang landasan kebijakanpendidikan. Pendidikanmerupakan bagian dari kegiatan kehidupan bermasyarakat danberbangsa.Untuk mengetahui bagaimanakan pelaksanaan landasan kebijakanpendidikan Indonesia.B. Rumusan Masalah. Berdasarkan pemaparan diatas perlu dikaji dan dijadikanpemahaman tentang landasan kebijakan pendidikan sehingga dapatdiaplikasikan dalam praktek kependidikan. akhlak mulia. bangsa.Landasan Kebijakan PendidikanDasar tujuan pendidikan adalah rumusan tentang apa yang harusdicapai oleh peserta didik.com/document/QCzbwHF/Landasan_Kebijakan_Pendidik an. dan menjadi tolok ukur dalam rangkamelakukan evaluasi terhadap hasil pendidikan.Bagaimanakah landasan kebijkan pendidikan Indonesia?C. Kebijakan tersebut dipandang kurang sesuai dengan undang-undangyang dalam Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 1 ayat 1. Tujuan pendidikan menjadi pedoman dalamrangka menetapkan isi pendidikan.kepribadian. LANDASAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN A.Berdasarkan pemaparan latar belakang diatas maka masalah yangakan dibahas dalam penulisan makalah ini adalah :1.Kebijakan pendidikan harus didasari landasan yang kuat agar bagaimanapun bentuk perubahan para pendidik dapat menjalankan tanpamasalah dan dapat memecahkan tantangan yang terjadi dengan cepatdan efisien.Kegiatan pendidikan secara nasional perlu diorganisasikan dandikelola sedemikian rupa agar tercipta kebijakan pendidikan yang mampumewujudkan citacita nasional. Berikut isi dari artikel tersebut.Bagian isi pasal diatas menyebutkan adakah usaha sadar danterencana. Selain ituterjadi perbedaan persepsi dan pendapat tentang perubahan kurikulumsetiap tahun.4shared.sosiologis.Apakah yang menjadi landasan kebijakan pendidikan? 2.2. alat pendidikan. cara mendidik atau metodependidikan. kecerdasan.Landasan pendidikan dapat diambil dari berbagai bidang yaitu fisiologi.. masyarakat. yang intinya adalah membuat rencana agar peserta didikmenjadi belajar dan berhasil dalam aspek kognitif. serta keterampilan yangdiperlukan dirinya. Latar Belakang MasalahLandasan pendidikan merupakan suatu pilar utama terhadappengembangan manusia dan masyarakat suatu bangsa. dan negara” (UU RI No 20 Tahun2003). yuridis yang memegang peranan penting dalammenentukan tujuan pendidikan hingga kebijakan pendidikan. Salah satu kegiatan tujuan nasionalpendidikan yang diambil dalam aspek yuridis tertuang dalam Undang-Undang RI No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1ayat 1.1.landasan kebijkan pendidikan diambil dari alamat URL :http://www.

Berdasarkan hal tersebut perludirancang suatu landasan untuk pedoman atau rencana dasar untukpendidikan. baikpada jalur pendidikan formal dan informal dalam konteks pembangunannasional. environmental input(budaya.jauhnya tentang sesuatu itu.bagaimana dan sebagainya. Pendidikan juga merupakansuatu sistem terdiri dari sejumlah komponen. Pihak tersebut adalah pemerintah. dan cara bertindak.Landasan sosiologis dalam pendidikan diambil dari pemikiranbahwa kegiatan pendidikan merupakan suatu proses interaksi antaraantara dua individu yang memungkinkan generasi mudamemperkembangkan diri. landasan sosiologis.sedangkan Kebijakan adalah rangkaiankonsepdan asas yang menjadipedomandan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu konsep. dan landasan budayaLandasan filosofis merupakan landasan yang berkaitan denganmakna atau hakikat pendidikan yang berusaha menelaah masalah-masalah pokok seperti: Apakah pendidikan.Landasan Pendidikan merupakan salah satu kajian yangdikembangkan dalam berkaitannya dengan dunia pendidikan. Tujuan filosofis tentang sesuatu. landasan sejarah. Sosiologi pendidikan merupakan analisis ilmiahtentang proses sosial dan pla-pola interaksi sosial di dalam pendidikan. 2008:59). Kebijakan dibuat untuk menjadi pedoman tindakan yang palingmungkin memperoleh hasil yang diinginkan. berarti berpikir bebas serta merentang pikiran sampai sejauh.”.Menurut Ki Hadjar Dewantara (Tilaar. instrumental input (guru. pekerjaankepemimpinan.Landasan merupakan dasar atau kerangka suatu konsep. termasukpendidikan. serta peraturan pemerintahLandasan kebijakan pendidikan juga akan berhubungan pihak yangberwenang melaksanakan undang-undang yaitu pihak yang merancangkebijakan tersebut. pemerintah besertapihak yang terkait . (Tirtarahardjadan La sula. Tujuan pendidikan nasionalyaitu tujuan dari keseluruhan satuan. (Syaripudin. 1995: 100)Landasan-landasan pendidikan tersebut akan dijadikanpertimbangan sebagai landasan kebijakan pendidikan untukmelaksanakan kegiatan pendidikan baik kegiatan formal. Semua landasan pendidikan akan dituangkan kedalam suatubentuk peraturan yang bersifat sebagai pedoman pelaksanaan.kurikulum). landasan filsafat. 1999: 68) Bahwakebudayaan tidak dapat dipisahakan dari pendidikan. Menurut Jhon Dewey (1899) tentang pendidikan adalah ” theschool is primarily a social institution . landasanfislofosif. Komponen tersebut antaralain: raw input (sistem baru). Kebudayaan juga sebagai gagasan dan karya manusiabeserta hasil budi dan karya akan selalu terkait pendidikan. output(tamatan). tujuannya. mengapa. jenis. non formal sertainformal.yaitu tujuan pendidikan nasional. dan kegiatan pendidikan. kependudukan.organisasidan kelompok sektor swasta. serta individu. Integrasi nilaibudaya dalam pendidikan akan memberi karakter yang kuat suatu bangsatentang pendidikan yang diberikan bercorak khusus. Istilah kebijakan dapat diterapkanpadapemerintahan. Pendidikanmerupakan bagian dari kegiatan kehidupan bermasyarakat dan berbangsasehingga indentitas suatu bangsa dapat terlihat dari landasan kebudayaandalam pendidikan. politik dan keamanan). Bentukkebijakan dalam undang-undang. Landasanyang digunakan dalam kebijakan pendidikan biasanya adalah landasanhukum. Tujuan pendidikan nasional jugamerupakan salah satu hasil pemikiran dari landasan kebijakan pendidikan.

suku.serta (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan danteknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama danpersatuan bangsa untuk kemajuan peradaban sertakesejahteraan umat manusia. tradisi.Landasan Kebijakan Pendidikan di IndonesiaIndonesia merupakan negara yang banyak mempuyaikeberagaman kebudayaan.Dalam pembukaan (UUD 1945. tujuan pendidikan adalahmembentuk manusia Pancasila sejati berdasarkan ketentuanketentuan seperti yang dikehendaki oleh Pembukaan dan isiUUD 1945.mencerdaskan kehidupan bangsa. XXVII/1966 Bab II Pasal 3 Dasar pendidikanadalah falsafah negara Pancasila. Landasan kebijakan pendidikan diIndonesia harus direncanakan mempertimbangkan aspek keberagamantersebut agar sesuai apa yang masyarakat Indonesia butuhkan dalambidang pendidikan. yang kualitatif dan berbeda darisebelumnya. antara lain : “ Atas berkatRamat Tuhan yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan olehkeinginan luhur. Djajuri. Pemilikwewengang penyelenggara kebijakan pendidikan sangat terlihatmemiliki tugas yang cukup berat untuk mengembangkan sumber daya manusia melalui pendidikan. maka rakyat Indonesia dengan ini menyatakankemerdekaannya. dan keadilan sosial.Pasal 31 UUD 1945 menyatakan bahwa (1) Setiap warganegara berhak mendapatkan pendidikan. yang terbentuk dalam statu susunan negaraRepublik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan yang Maha Esa.4.harus mengkondisikan agar kebijakan berjalanmengarah pada tujuan utama pendidikan suatu negara dan berbasislandasan pendidikan. bangsa serta bahasa. 3. serta dengan mewujudkan statu keadilan social bagiseluruh rakyat Indonesia. maka disusunlah kemerdekaankebangsaan Indonesia itu dalam statu undang-undang dasar negara Indonesia. dan Kerakyatan yangdipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan /perwakilan.Berikut landasan kebijakan pendidikan yang diselenggarakan diIndonesia:1. dan untuk itu pendidikan nasionalmengusahakan antara lain: „Pembentukan manusia pancasilasebagai manusia pembangunagan yang tinggi kualitasnya danmampu mandiri. V/MPR/1973 :Pendidikan pada hakikatnyaadalah usaha sadar untuk . (2) Setiap warganegara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajibmembiayainya.TAP MPRS No.”2. perdamaianabadi. Kemudian daripada itu untuk membentukstatu pemerintahan negara republik Indonesia yang melindungisegenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darahIndonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. serta sengaja diusahakan untuk meningkatkankemampuan dalam pendidikan (Wijaya.Inovasi yang baik dan berkualitas untuk landasan kebijakanpendidikan di Indonesia Pembaharuan atau inovasi pendidikanmerupakan suatu perubahan yang baru.5.adalah pengamala Pancasila.TAP MPR NO. (3) Pemerintah mengusahakan danmenyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yangmeningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak muliadalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. persatuan Indonesia. supaya berkehidupan berkebangsaan yangbebas. (4) Negaramemprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya duapuluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negaraserta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untukmemenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. Beratua-ratus pulau yang membentang dari Sabang hingga Merauke. kemanusiaan yang adildab beradap. dan ikut melaksanakanketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. dan Rusyan.Pasal 2 UU-RI no 2 Tahun 1989 menetapkan bahwa Pendidikanberdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 :bahwa pembangungn nasional termasuk di bidang pendidikan. 1988:7).

mengembangkan kepribadian dankemampuan di dalam dan di luar sekolah6. dan negara yang aman. sehat. cakap. bangsa.Satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka danmultimakna. bangsa.7.Demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif denganmenjunjung tinggi hak asasi manusia. kesetaraan. akhlak mulia. nilai keagamaan. dan mengawasi penyelenggaraan pendidikansesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan negara. diselenggarakan sebagai suatu prosespembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yangberlangsung sepanjang hayat.UU RI No. Pembangunan pendidikan nasional kedepan didasarkan pada paradigma membangun manusia Indonesiaseutuhnya. danmenjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. misi. dan persatuan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. danmengembangkan kreativitas peserta didik dalam prosespembelajaran. Dimensi kemanusiaan . berilmu.ketakwaan. dan kemajemukan bangsa. Adil. yang dilandasi keimanan. (2004). nilaikultural. serta keterampilan yang diperlukandirinya. maka diperlukan kejelasan arah.8. dan hak asasi manusia.Dalam rangka mewujudkan fungsi dan tujuan UU No 20 Tahun2003. rukun. bersatu. membangun kemauan.4.Pembangunan Indonesiadi masa depan bersandar padavisi Indonesiajangka panjang. mandiri. bangsa. yang berfungsi sebagai subyek yang memiliki kapasitasuntuk mengaktualisasikan potensi dan dimensi kemanusiaan secaraoptimal. adil dan demokratis.Memberi keteladanan. dan ( c)terwujudnya perekonomian yang mampu menyediakan kesempatankerja dan penghidupan yang layak serta memberikan fondasi yangkokoh bagi pembangunan berkelanjutan.berakhak mulia. kreatif.Dalam kerangka visi jangka panjang yang termuat dalam dokumen”Membangun Indonesia yang Aman. 2 Tahun 2003 tentang: Pendidikan adalah usahasadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar danproses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatanspiritual keagamaan. dan Sejahtera” (SusiloBambang Yudhoyono dan M.kecerdasan. dan berhitungbagi segenap warga masyarakat. membantu. pembangunanIndonesia pada tahun 20052009 mengarah pada (a) terwujudnyakehidupan masyarakat. Untuk ituDepdiknas sudah menuangkan ke dalam visi. kepribadian.Untuk dapat menjalankan amanat terhadap pembangunanpendidikan nasional.3. yaitu terwujudnya negara-bangsa (Indonesiamodern yang aman dan damai. dan negara yangmenjunjung tinggi hukum.Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semuakomponen masyarakat melalui peran serta dalampenyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. dan5. dan tata nilai yangharus dijalankan. pengendalian diri. Pendidikan Pasal 1 yang berisibahwa Standar nasional pendidikan adalah criteria minimaltentang sistem pendidikan diseluruh wilayah huum NegaraKesatuan Republik Indonesia.Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun2005 tentang Standar Nasional.membimbing. 2. masyarakat. bertujuan untukberkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusiayang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. (b) terwujudnya masyarakat. dan akhlak mulia.Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang SistemNasional pendidikan menyatakan bahwa pendidikan nasionalberfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watakserta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangkamencerdaskan kehidupan bangsa.dan damai.Mengembangkan budaya membaca. sesuaidengan prinsip-prinsip dalam penyelenggaraan pendidikan nasionalyaitu:1. menulis. serta sejahtera dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.kemerdekaan. Jusuf Kalla. Pemerintah dan Pemerintah Daerah berhak mengarahkan.

pengembangan dan pemanfaatanilmu pengetahuan dan teknologi.Melakukan pembaharuan dan pemantapan sistem pendidikannasional berdasarkan prinsip desentralisasi. Depdiknasberhasrat untuk pada tahun 2025 menghasilkan: INSAN INDONESIACERDAS DAN KOMPETITIF (Insan Kamil / Insan Paripurna ) Yangdimaksud dengan insan Indonesia cerdas adalah insan yang cerdas secara komprehensif.Meningkatkan penguasaan.Mengembangkan kualitas sumberdaya manusia sedini mungkinsecara terarah.Landasan Kebijakan Pendidikan di Indonesia dalam BidangTeknologi PendidikanPemahaman sederhana tentang teknologi pendidikan adalahbidang yang mencari cara untuk menyelesaikan masalah belajar pesertadidik dengan menggunakan teknologi.Meningkatkan kualitas lembaga pendidikan yangdiselenggarakan baik oleh masyarakat maupun pemerintahuntuk memantapkan sistem pendidikan yang efektif dan efisiendalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan.2.nation-state Sesuai Ketentuan Umum Penjelasan Undang-Undang Nomor 20Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. terpadu dan menyeluruhmelalui berbagai upayaproaktif dan reaktif oleh seluruh komponen bangsa agar generasi muda dapat berkembang secara optimal disertaidengan hak dukungan dan lindungan sesuai denganpotensinya. terutama usaha kecil.Melakukan pembaharuan sistem pendidikantermasukpembaharuan kurikulum. yang meliputi cerdas spiritual. DepartemenPendidikan Nasional berkewajiban untuk mencapai Visi PendidikanNasional sebagai berikut: Terwujudnya sistem pendidikan sebagaipranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semuawarga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitassehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selaluberubah.Memberdayakan lembaga pendidikan baik sekolah maupun luar sekolah sebagai pusat pembudayaan nilai. media konsep dan strategilain sehingga peserta didik dapat menangkap materi dengan mudah danbelajar lebih baik. dan cerdas kinestetis. otonomi keilmuandan manajemen.8. termasuk teknologi bangsasendiri dalam dunia usaha. Ely seperti yang dikutip oleh Wijaya.5.dan seni. alat. menengah.6. serta diversifikasi jenis pendidikansecara professional.3.Meningkatkan kemampuan akademik dan profesional sertameningkatkan jaminan kesejahteraan tenaga kependidikansehingga tenaga pendidik mampu berfungsi secara optimalterutama dalam peningkatan pendidikan watak dan budi pekertiagar dapat mengembalikan wibawa lembaga dantenagakependidikan. serta meningkatkan partisipasi keluarga danmasyarakatyang didukung oleh sarana dan prasaranamemadai. teknologi. Sejalan dengan Visi Pendidikan Nasional tersebut. Djajuridan Rusyan (1988:39) mengatakan bahwa teknologi pendidikan adalahsuatu bidang yang mencakup berbagai fasilitas belajar melaluiidentifikasi yang .dan koperasi guna meningkatkan daya saing produk yangberbasis sumber daya local A. cerdas intelektual. cerdas emosional.cerdas sosial.4. sikap.dankemampuan.7. Donal P. Kebijakanpembangunan pendidikan di Indonesia diarahkan untuk mencapai hal-hal sebagai berikut:1.Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatanmemperoleh pendidikan yang bermutu tinggi bagi seluruh rakyatIndonesia menuju terciptanya manusia Indonesia berkualitastinggi dengan peningkatan anggaran pendidikan secara berarti. berupa diversifikasi kurikulumuntuk melayani keberagaman peserta didik. penyusunankurikulum yang berlaku nasional dan lokal sesuai dengankepentingan setempat.

Selain itu yanbgmenjadi tolok ukur adalah 50% SMA/MA/SMK yang memiliki akses listrikmenerapkan ICT Based Learning yang juga dimulai tahun 2006 hingga2009. demi m.e. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. UU yang berkaitan dengan pendidikan seperti1. namun apabiladilihat dalam Rencana Strategis (Renstra) 2005-2009 DepartemenPendidikan Nasional terdapat Kebijakan Pembangunan Lima Tahun2005-2010.Peraturan Pemerintah yang mendukung kebijakan umum sepertiPP No. Permen No. Peraturan Pemerintah (PP).Kebijakan-Kebijakan Khusus untuk Teknologi Pendidikan tertuangdalam Undang-Undang (UU). 38 Tahun 2008tentang Pengelolaan Tekonologi Komunikasi dan Informasi dalamLingkungan Departemen Pendidikan Nasional. Disamping itu ada pula Peraturan Menteri (Permen) misalnya: Permen No. Dalam kebijakan itu memuat Kegiatan Pokok Strategis diantaranya adalah Bidang Mutu. Paket B. Paket C.2.Selain itu juga guna peningkatan mutu.sistematis.Kegiatan Pokok Strategis untuk Pendidikan Luar Sekolah salahsatunya berupa perluasan layanan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)melalui pemberdayaan masyarakat.Penjelasan diatas merupakan sebagian landasan hukum tentanglandasan kebijakan pendidikan di Indonesia dalam bidang TeknologiPendidikan. Bidang garapan Teknologi Pendidikan juga dalam ProgramPembangunan Nasional (20042009). dan pasal 31. Paket C.Hampir sama dengan pemaparan sebelumnya Secara umumkebijakan pemerintah tertuang dalam UUD 1945 yaitu pasal 28 huruf c. Salah satukegiatan pokok dalam bidang ini adalah Program PemanfaatanTeknologi Informasi dan Komunikasi.14 Tahun 2007 tentang Standar isi Program Paket A. Permen No.UU No. 3 Tahun 2008 tentangStandar Proses Program Paket A.Permen No. Paket B.Peraturan dan perundang-undangan tersebut merupakan bentukkebijakan .14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Bunyi pasal 28 huruf c adalah sebagai berikut.Di dalam Program Pembangunan Nasional (Propenas)Tahun 2004-2009 tidak jauh berbeda dengan Propenas sebelumnya. 1 Tahun 2008 tentangStandar Proses Pendidikan khusus. seni dan budaya. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. dan PeraturanMenteri (Permen).eningkatkankualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.Di samping jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Permen No. pengembangan. Setiaporang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhandasarnya. pengorganisasim danpenggunaan sumber-sumber yang maksimal dan penghelolaabnprosesnya. program dankegiatan seperti di atas juga meliputi perguruan tinggi dengan tolokukurnya adalah 10 perguruan tinggi (PT) menerapkan pembelajaran danpenelitian berbasis ICT. Dari uraian-uraian di atas ternyata dalam Renstra DepartemenPendidikabn Nasional 2005-2009 jelas terprogram upaya peningkatankegiatan pembelajaran pada setiap jenjang pendidikan bahkan sampaike Pendidikan Luar Sekolah. Perluasan Paket A dan Paket Buntuk menunjang wajib belajar 9 tahun serta ekstensifikasi Paket C. relevansi dan daya saingditingkatkan pemanfaatan ICT dalam pembelajaran.UU No. Tolok ukur keberhasilannya adalah100% SMP/MTs yang memiliki akses listrik menerapkan TV BasedLearning yang dimulai tahun 2006 hingga 2009. Ini membuktikan bahwa keseriusanpemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan jumlah wargayang belajar atau memperoleh pendidikan. Radio dan TelevisiPendidikan yang Mendukung Pendidikan pada Umumnya danPendidikan Jarak Jauh. 35Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Gerakan NasionalPercepatan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 tahun danPembentukan Pendidikan Buta Aksara Permen No. berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dariilmu pengetahuan dan teknologi. Relevansi dan Daya saing. 49 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikanoleh Satuan Pendidikan Nonformal.

Tentunya masih ada peraturan atau kebijakan lain yangtidak dapat disajikan dalam tulisan ini.sosiologis dan landasan kebudayaan. Kedudukan bidang teknologi pendidikan sudah lebih khusus untukmenjalankan operasional kebijakan pendidikan di Indonesia. scientific inquiry skills. Namun masih ada beberapa hal yang belum sesuai harapan.DAFTAR PUSTAKATritarahardja dan Sula.Bandung:Remadja Karya CV b. Technology andEngineering.khusus pemerintah dalam pendidikan khususnya teknologipendidikan. Setelah mengintegrasi berbagailandasan tersebut dirangkum hingga turun menjadi kebijakan yangdiambil dari Amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. problemsolving skills.Monash University • Elizabeth Johnson: Faculty of Science. Tabrani Rusyan.The University of Melbourne • Victor Galea: School of Land. SMP Terbuka. Bandung: RinekaCiptaTilaar. Scientific inquiry: Where is it in theeducational technology landscape? http://www. 1988.org. It subsequently introduces a project supported by the Australian Learningand Teaching Council (formally Carrick).au/conferences/melbourne08/procs/elliott-poster. Universitas Terbuka dan sebagainya. which aims to investigate the effectiveuse of educational technologies to promote understanding of scientific inquiry anddevelopment of skills necessary to conduct successful investigations.Keywords: scientific inquiry. TelevisiPendidikan. educational technologies . 1995.pdf • Kristine Elliott. Pemerintahpun telah menerapkan beberapa kebijakan sesuai landasan hukum yangberlaku. The projectwill use a qualitative research framework to examine current practice and to determine best practice in teaching scientificinquiry skills to bioscience students. LaTrobe UniversityThis paper describes some of the challenges facing science educators at tertiarylevel. scientific method.ascilite.Study findings are expected to provide guidance on developing skills in the nextgeneration of bioscientists. Djaja Djajuri dan A.Bandung: PT Remadja RosdakaryaWijaya. Landasan ilmiah teknologi pendidikan.BAB IIIPENUTUPLandasan kebijakan pendidikan tidak terlepas dari landasanpendidikan yang menerapkan landasan filosofis. Visi Pendidikan Nasional Misi Pendidikan Nasiona Tata NilaiDepartemen Pendidikan Nasional. seperti Radio Pendidikan. UpayaPembaharuan dalam Pendidikan dan Pengajaran .University of Queensland • Helen Irving: Faculty of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences. Pengantar Pendidikan . danRencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) (2004-2009). Cece. 1999. Crop and Food Sciences. Kevin Sweeney Biomedical Multimedia Unit. landasan psikologis. Pendidikan Kebudayaan dan Masyarakat Madani Indonesia .

More recently. We wish to inform the ascilite community about a project Educational technologies: Enhancing the learning of scientific inquiry skills for bioscience students in Australian universities . botany. 1967). 2003). Furthermore. the project brings together members from four major Australian universities: The University of Melbourne. Collecting data (through observation and/or experimentation). 2008). the investigation will be framed withinscience disciplines dealing with biological aspects of living organisms (e. Furthermore. LaTrobe University and the University of Queensland. and to determine the educational context of their use. Given these challenges inscience education. Thompson &Braaten.Background Concerns have been raised that students studying science subjects at tertiary levelin Australia have little understanding of the overarching process that guides the progression of scientific inquiry. Moreover. Secondly. calls continue to be made for more authentic scienceeducation experiences that share commonalities with the real world practices of the scientific community (Wong & Hodson 2008). The process by which scientific endeavour is achieved is known historically as thescientific method and generally involves: Recognising and defining a problem. 2008. Project aimsThe project will examine current pedagogical approaches used by scienceeducators. Although debate is ongoing as to the exact nature of scientific practice. The purpose of this paper is twofold.Formulating hypotheses. The primary aim of the project is to identify the role that specific educationaltechnologies play in effectively enhancing the learning and teaching of scientificinquiry skills. supported by the AustralianLearning and Teaching Council (formally Carrick). Educational technologies toteach scientific inquiry skills For many years computers have been .Monash University. for the purpose of this paper we will use the definition of scientificinquiry outlined above. we would like to invite participation in the project frominterested bioscience educators in the community. zoology). it has become clear that exposure tolimited views of investigative science in the laboratory can lead to misconceptions by students about the way investigations are conducted (Windschitl. Traditionally. the laboratory was the primary domain for teaching methods of science and because of the opportunities the laboratoryafforded for students to engage in processes of investigation it was assumed thatthey would develop scientific inquiry skills during laboratory teaching sessions(Hofstein & Lunetta. To ensure a broad range of educational contexts are examined. many students appear not to havesufficiently developed the skills necessary to conduct competent investigations(Elliott. 2001). Testing hypotheses. including different models of scientific inquiry (Wong &Hodson 2008). & Irving.g. Because of project members’experience as practicing bioscientists. pharmacology. Sweeney. Drawing conclusions and Communicatingresults (Bunge. Hollingworth & McLouglin. which will investigate issuesoutlined above.agricultural sciences. biochemistry. to determine best practice in promoting understanding of scientificinquiry and development of related skills. there is an argument for investigating alternative pedagogicalapproaches to promote understanding of the scientific method of inquiry and todevelop skills necessary to conduct successful investigations.an evaluation framework will be developed to assist educators in determining theeffectiveness of specific educational technologies.

the extent to which bioscienceeducators explicitly teach scientific inquiry skills (and related generic skills) totheir students is currently unclear.e.and uses authentic problems as a context for small student groups to acquirefactual knowledge. which support studentsthrough the inquiry process. Sweeney & Irving. While there are examples of educationaltechnologies being used to support the teaching of scientific inquiry skills and problem solving processes (Elliott. 2006). There are manyexamples of how computers are used for scientific inquiry activities including:computer simulations that present natural phenomena or processes for manipulation. de Jong & Dimitrakopoulou. This is a specific procedure for handling scientific problems and generally involves the following components: (1) Problem analysis(i. of major importance is proficiency in the scientific method of inquiry. Although this description suggests a linear progression. Another approach tothe design of educational technologies to teach scientific inquiry skills is tointegrate Problem Based Learning (PBL) procedures (Elliott. as definedwithin the scope of the project. Within the context of higher education in Australia. analysing andinterpreting data). 2008. and computer-based modelling tools that allow students to expresstheir theories as models. While manyessential skills have been identified (Zachos. efforts have been made to developscaffolds or cognitive tools for computer environments. how to test for logical consequences). In fact. making discoveries. defining a research question). learn problem solving skills. the KnowledgeIntegration Environment (Linn. (6) Drawing conclusions and (7) Communicating results(Bunge. 1992). More recently. 2007).e.2008). a suggestedexplanation of a phenomenon).used to createenvironments that engage students in scientific inquiry activities. (3) Prediction of logical consequences of hypothesis (4) Inquiry planning (i. visualise andinterpret data.Inquiry learning focuses on the use of real world inquiry activities for studentsand is described as the process of solving a problem through exploration of thenatural world: asking questions. and develop self-directed or lifelong learning strategies (Norman & Schmidt. Skills for bioscienceresearch The focus of this project is on the acquisition of skills required toconduct scientific investigations withinbioscience disciplines. scientificinquiry is cyclic in nature. Stewart &Steel. Hick. (5)Hypothesis testing (i. 2000).performing experiments. collaborative tools that allow students to communicate and to sharedata and ideas.e. (2) Hypothesis formulation (i. support tools that help students gather. 2007). Project methods The project will employ a qualitative research framework and will begin byconducting semi-structured interviews with tertiary educators in a range . more evidence needs to be collected on the effectiveness of tools andhow widespread their use is in bioscience disciplines. PBL also focuses on the use of real world inquiry activities for students. often requiring repeatedexperiments by multiple research groups across the globe. 1967).2000). Galea. The design of many of these applications areinformed by principles of inquiry learning. an entire cycle can be thought of as the gradualaccumulation of scientific knowledge over time. 2000) and Hiking across Estonia (Pedaste &Sarapuu. organise. for example. rigorously testing thesediscoveries in the search for new understanding (National Science Foundation. The global nature of scientific inquiry underscores the importance of communication betweenindividual scientists and the wider scientific community. collecting. Sweeney & Irving.e. Doane & Sargent. Supported inquiry learning has been shown to be an effective mode of learning (van Joolingen.

such as. and writing a handbook of recommendations and guidelines that isfreely accessible from the project web site. activities andtasks used in pedagogical approaches. discovery learning).Learning designs will describe critical components of pedagogical approachesand will demonstrate if and how technology and pedagogy are integrated.specific educational technologies used to encourage skill development. Observational studies of laboratory or classroom sessions will beconducted to identify tacit expert knowledge that educators do not express inthe interviews. Following this phase. but may be evident in their teaching. flexibility.g. This point might be particularly relevant. Conclusions The project’s approach is to identify best practice in teaching scientific inquiryskills.specific skills educators are expecting to develop in students. Through the pedagogicallysound use of proven educational technologies it is expected that biosciencegraduates will enter the workplace better equipped with the skills to conductinvestigative research. Reeves & Hedberg. a set of recommendations will be made available to educators and round tablediscussions will be held to obtain their feedback and reflections. . how closely teaching supports are integrated into the curriculum. learning designs of effective pedagogicalapproaches will be created from descriptions given by educators in interviews. It will have both a quantitativeand qualitative component and will be validated using technologies identifiedearlier in the projectAn objective of the project is to disseminate the findings to the widercommunity of bioscience educators in higher education. tools or resources used to supportteaching.g. potentialusers of project outcomes will be identified and involved in the project at allphases. conducting a series of workshops for educators. Furtherstrategies to promote the transfer of knowledge and tools developed in theproject include. inquiry learning. if for example.During this stage.In the second phase of the project. during the interview phase. The reason for this focus is to allow future users to judge the value of using a particular technology in their own educationalcontext. creating aproject website from which educators can access practical tools andresources. identified technologies will be critically analysed todetermine beneficial features. accessibility. Acknowledgments Support for this project is being provided by the Australian Learning and Teaching Council. a large groupeducator is considering using a technology that has only previously been usedwith small tutorial groups. For example.size and type of student cohort. case-based and problem-based learning. the project will build on existing learning evaluation models(e. multi-moderepresentation of information.In the third phase. As such. Rich information sets will be collected that detail:pedagogical approaches used to encourage skill development (e.of bioscience disciplines. evidence of improved outcomes forstudents. an initiative of the Australian Government Department of Education. 2003) to develop an evaluation framework to assistteachers in determining the effectiveness of a chosen educational technologyin their own educational context. The evaluation framework will primarilyfocus on measuring changes in students’ knowledge and skills following theuse of an intervention in a classroom activity. particularly the effective use of educational technologies to promoteunderstanding of the scientific method of inquiry and to develop skillsnecessary to conduct successful investigations. and. educators from collaboratinginstitutes will be made aware of the intended outcomes of the project and howthey might make effective use of them.

R. (1967). Handbook of Research onLearning Design and Learning Objects: Issues. 557-565.(pp. C. 42-67.. Challenge FRAP: An elearning toolused to scaffold authentic problem-solving processes. N. http://www. Academic Medicine. From the horse’s mouth: What scientists sayabout scientificinvestigation and scientific knowledge. 22. M. (2008).van Joolingen. Foundations: A monograph forprofessionals in science. W.A learning design to teach scientific inquiry . The laboratory in science education:Foundations for the twentyfirstcentury. D.org. J. M. Pennsylvania: Idea Group IncGalea.ascilite. & Irving. M. 111-119.Lockyer. Journal of Computer Assisted Learning. National Science Foundation. In L.mathematics. & Hedberg. C. C.Hollingworth. S.National Science Foundation. 92(5). 28-54. & McLoughlin. S.http://www. Bennet.Employment and Workplace Relations. ScienceEducation . 17(1). H. The psychological basis of Problem-based Learning: A review of the evidence. (2000). (2008). 652-675)... and technology education. G.au/conferences/singapore07/procs/galea. & Lunetta.Windschitl. 67(9).Norman. International Journal of ScienceEducation .ascilite.. V. (2006).au/ajet/ajet17/hollingworth.Reeves. A. G.. M. T.htmlLinn. (2007). Scientific Research I: The search for system Berlin –Heidelberg: Springer – Verlag Elliott.. 50-63. L. & Hodson. Harper (Eds. Hershey. A. Englewood Cliff.. R.. Beyond the ScientificMethod: Model based inquiryas a new paradigm of preference for school science investigations. G. Sweeney.org. (2001). S. K. W. & Sarapuu. Thompson. & Dimitrakopoulou. Journal of Computer Assisted Learning . Agostinho & B. R. Developing an efficient support system forinquiry learning in a Webbasedenvironment. 941-967.Wong. (2003). andstrategies for the K-5classroom. (2000). The views expressed in theproject do not necessarily reflect the views of the Australian Learning and Teaching Council. J. K.).H. Issues incomputer supported inquirylearning in science..pdf Hofstein. 781-796. (1992). T. 22.. V. (2008). (2003).. 88 (1). Australian Journal of Educational Technology . & Braaten. C. Interactive Learning SystemsEvaluation . NJ:Educational Technology Publications. Developing sciences students’metacognitive problemsolving skills. . views.Pedaste. T.. Inquiry: Thoughts.. References Bunge. H. Science Education . Applications and Technologies . T. & Steel. & Schmidt. M. Stewart. In ICT: Providing choices for learnersand learningProceedings ascilite Singapore 2007. de Jong. A. Directorate for Education and HumanResources. 23.. Designing the knowledge integration environment. (2007).

Science Education. Setting theoreticaland empiricalfoundations for assessing scientific inquiry and discovery in educationalprograms. (2000).kr/~inlee/set/articles/ETI_Retrospective_P.wiley. Hick. W.com/journal/119427575/abstractZachos.denganisi jurnal sebagai berikut . 938-962. Doane.sejong. 2008 fromhttp://www3.ac. J.pdf . P. Journal of Researchin Science Teaching. & Sargent. T. L. [Online] Earlyview retrieved October13. E.. C.. c.interscience. 37(9). Landasan teori dan konsep sistem: diambil dari alamat URL:http://dasan. ..