Anda di halaman 1dari 2

Media Massa dan Demokrasi

Di dalam demokrasi, media merupakan sesuatu yang tidak bisa terelakkan.Di antara unsur penting di dalam demokrasi adalah adanya kebebasan berpendapat dan kebebasan pers.Termasuk di dalamnya adalah kebebasan dalam memperoleh akses informasi.Meskipun demikian, terdapat dua makna yang terkandung di dalamnya, kalau dikaitkan dengan komunikasi politik di dalam masyarakat modern.Pertama, media merupakan saluran komunikasi antara para elite, baik yang duduk di dalam pemerintahan maupun elite yang tidak duduk di dalam pemerintahan, dengan warga negara.Kedua, media memiliki kepentingn sendiri di dalam alur politik itu.Disini media berfunsgsi sebagai salah satu aktor di dalam proses komunikasi itu dan memiliki kepentingan yang bisa saja berbeda kepentingan aktor lainnya. Dari aktor penting di dalam komunikasi itu, yang paling memiiki peran adalah para elite, khususnya elite yang duduk di dalam pemerintahan.Sementara itu, yang paling pasif adalah warga.Meskipun demikian, di dalam negara demokrasi,selain elite yang memerintah, aktor- aktor lain yang aktif di dalam proses komunikasi politik adalah para elite yang ada diluar pemerintahan dan media massa sendiri.Media massa tidak hanya sekedar sebagai alat komunikasi yang menghubungkan aktor-aktor elite politik dengan massa atau audience.Media massa sendiri merupakan aktor yang bisa berpengaruh, baik terhadap para elite maupun warga negara.Didalam posisi demikian, media massa tidak hanya sebagai saluran dalam menyiarkan berbagai peristiwa dan gagasan.Media massa bisa memiliki posisi tentang peristiwa-peristiwa dam gagasan-gagasan itu.Dalam posisi seperti ini, media massa bisa masuk ke dalam pemihakan-pemihakan tentang isu dan kebijakan-kebijakan tertentu.Bahkan, media massa bisa memihak kepada calon atau partai tertentu. Contohnya adalah fenomena kandidat presiden AS dari partai Demokrat, Barack Obama, yang dengan sangat intensif menggunakan media massa (cetak,radio dan televisi) dan internet (salah satunya lewat situs facebook) sebagai medium kampanye pencalonan dirinya.Media massa dinilai merupakan modal untuk dapat maju menjadi calon presiden.Berkaitan dengan posisinya sebagai aktor, media massa bisa memerankan diri sebagai bagian dari kelopok yang berusaha untuk memperjuangkan nilai-nilai demokrasi, khususnya yang berkaitan dengan kebebasan berpendapat, berekspresi, dan memperoleh akses informasi.Media, di dalam posisi seperti ini, bisa berfungsi untuk mengontrol kekuasaan, agar tidak disalahgunakan oleh para penguasa. Meskipun demikian, posisi media massa, pada kenyataannya memang tidak hanya tunggal.Para elite politik berusaha untuk memperoleh dan mempertahankan kekuasaan, belakangan semakin memandang penting peran media massa..Melalui media massa,para elite politik berusaha menawarkan gagasan-gagasan, program-program dan kebijakan-kebijakan kepada masyarakat.Melalui media massa pula para elite bisa membangun image agar para pemilih tertarik kepadanya.Bahkan, melalui media massa para ekite juga berusaha untuk mengalahkan dan menjatuhkan lawan-lawan politiknya, melalui kampanye yang mencitrakan bahwa mereka lebih baik maupun melalui kampanye negatif.Semua itu dilakukan untuk memperoleh dan mempertahankan kekuasaan. Implikasi dari dari semua itu adalah bahwa para aktor politik belakangan menaruh perhatian yang sanggat besar kepada media massa.Didalam kampanye, untuk memperebutkan simpati dan pilihan warga negara, misalnya para aktor politik itu mengalokasikan tenaga dan

media pada kenyataannya tidak lepas dari aspek pemihakan-pemihakan di dalam melakukan peliputan. 2001). yang menggunakan perspektif plurakis di dalam menganalisis masyarakat demokratis.Berkaitan dengan kekuasaan.Seperti yang di kemukakan oleh Trevor Thrall (2006).Disamping itu.Tidak sedikit.Alokasi ini khusunya untuk biaya iklan. media massa juga memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap perilaku warga negara. atau sebaliknya memberikan dukungan. Meskipun demikian.Bahwa masing-masing kelompok memiliki kesempatan yang sama dalam memengaruhi kekuasaan. pers juga memberikan penilaian-penilaian tentang peristiwa-peristiwa itu. pengaruh masing-masing kelompok melalui media juga berbeda-beda antara satu dengan yang lain.Di negara-negara demikian pers pada kenyataannya tidak sekadar memberitakan suatu peristiwa yang berkembang di dalam mayarakat. tidak semua kelompok mampu mengggunakan media sebagai sebagai alat untuk mempengaruhi. Pers memiliki posisi yang sangat penting di dalam berjalan tidaknya roda pemerintahan yang demokratis. pers bisa melakukan kritik atau bahkan oposisi.dana yang cukup besar kepada media. kemampuan berbagai kelompok untuk menggunakan media sebagai kekuatan yang memiliki pengaruh pada kenyataannya tidak seperti yang digambarkan oleh Robert Dahl(1971).Realitasnya.Implikasinya. atau kebijakan-kebijakan yang akan atau telah dibuat.Kecenderungan ini dilakukan berdaarkan argumentasi bahwa media massa merupakan salah satu cara yang cukup efektif dalam membangun komunikasi di dalam masyarakat modern(Street.Ada kelompk-kelompok tertentu yang memperoleh liputan lebih sering dan besar. sementara yang lain tidak. Didalam sistem politik yang demokratis .