Anda di halaman 1dari 3

PENDAHULUAN Latar belakang Bioteknologi merupakan ilmu tua yang menjadi muda berkat sebuah revolusi ilmu pengeta

a uan. Sudah sejak 8000 tahun yang lalu, bangsa Mesir kuno menggunakan sejenis mik roba yeast Saccharomyces atau ragi untuk pembuatan roti dan minuman anggur. Ragi itu merubah gula dalam cairan anggur menjadi alkohol. Penggunaan mikroba lainny a dikenal dalam pembuatan keju seperti jenis Roquefort, Gorgonzala, Brie dan yan g mungkin lebih terkenal, jenis Camembert di pusat pembuatan keju dunia yaitu Sw iss. Lebih dekat kepada kita, nenek moyang bangsa Indonesia telah menggunakan ka pang yang lain yaituRhizopus untuk membuat tempe dari kedelai. Semua ini adalah penggunaan mikroba atau mikroorganisme pada tingkat sel untuk tujuan pangan. Ilm u tua bioteknologi adalah penggunaan jasad renik atau makhluk hidup secara umum pada tingkat sel atau disebut seluler. Bioteknologi adalah penggunaan organisme hidup dan komponennya dalam bidang pert anian, pangan dan proses-proses industri lainnya. Penggunaan terpadu biokimia, m ikrobiology dan ilmu keteknikan untuk mewujudkan aplikasi teknologi dari mikro-o rganisme, kultur jaringan dan bagian-bagian lainnya. produk yang berguna. Bioteknologi dalam perikanan yaitu dengan teknologi DNA, RNA, dan protein diapli kasikan untuk melengkapi pegetahuan dasar tentang struktur DNA, RNA, dan protein dan terapanya menggunakan teknik teknik baru untuk memproduksi substansi penting dalam sifat organisme. Salah satu basic bioteknologi dalam perikanan adalah aqua genom. Tujuan Sebagai salah satu tugas terstruktur mata kuliah bioteknologi dan meningkatkan p emahaman tentang DNA,RNA, dan protein serta penerapanya dalam dunia perikanan sa lah satunya aqua genom. POKOK PEMBAHASAN Apa itu DNA, RNA dan Protein? DNA (deoxyribonucleic acid) atau asam deoksiribosa nukleat (ADN) merupakan tempa t penyimpanan informasi genetic. Menurut Klug dan Cummings 1994, DNA adalah asam nukleat yang mengandung materi genetic dan berfungsi sebagai pengatur perkemban gan biologis seluruh bentuk kehidupan secara seluler. DNA terdapat dalam nucleus , mitokondria dan kloroplas. DNA juga dapat diartikan sebagai material khas krom osom yang tidak terdapat pada bagian lain atau pada bagian lain yang tidak terda pat konsentarsi yang cukup untuk dapat memperlihatkan warna (Robert Feulgen). DN A juga merupakan serangkaian molekul tersusun dari basa purin (adenine dan guani ne) dan pirimidin (timine dan cytosine) serta gula dan phosphate sebagai bahan d asar penyusun gen. Struktur DNA Pada tahun 1953, Frances Crick dan James Watson menemukan model molekul DNA sebagai suatu struktur heliks beruntai ganda atau yang lebih dikenal

Basa-basa berpasangan Rantai gula fosfat dengan heliks ganda Watson Crick. DNA merupakan makromolekul polinukleotida yang t ersusun atas polimer nukleotida yang berulang ulang, tersusun rangkap, membentuk D NA haliks ganda dan berpilin ke kanan. Setiap nukleotida terdiri atas tiga gugus molekul yaitu: 1.Gula 5 karbon (2-deoksiribosa). 2.basa nitrogen yang terdiri golongan purin yaitu adenin (Adenin = A) dan guanin (guanini = G), serta golongan pirimidin, yaitu sitosin (cytosine = C) dan timin (thymine = T). 3.gugus fosfat. Gambar 2 Struktur doubel helix DNA (Watson and Cricks, 1953) DNA Sebagai Materi Genetik

DNA mempunyai peran penting dalam transformasi materi genetik, istilah transformasi awalnya digunakan untuk menjelaskan kejadian perubahan genetik dari sel bakteri akibat adanya benda asing yang masuk atau diambil oleh bakteri terse but. Namum dengan ditemukannya bahwa benda asing tersebut adalah DNA pengertian transformasi disini adalah proses pengambilan DNA asing oleh suatu sel yang mengambilnya melalui proses rekombinasi. Beberapa pembuktian yang menjelaskan masalah tersebut adalah sebagai berikut : 1. F. Griffith (1928): 1. Noncapsulated pneumococci (non pathogen). 2. Capsulated pneumococci: pathogen, mematikan mencit. 3.Noncapsulated pneumococci (hidup) + capsulated pneumococci yang telah mati mematikan mencit. 4. Ada transforming factor. DNA merupakan Senyawa Khas Kromosom Pembuktian pertama dilakukan dengan cara pewarnaan kromosom dalam studi mikrosko pik. Seorang ahli kimia dari Jerman Robert Feulgen, telah menunjukan bahwa bila DNA dipanaskan dengan asam fuchsin akan timbul warna merah tua yang mengikat. Pe rcobaan tersebut dilaksanankan di dalam tabung reaksi dan sepuluh tahun kemudian hasil penemuan Feulgen diterapkan pada sel hidup. Ternyata perlakuan itu tidak merusak sel atau jaringan, kromosom muncul dengan warna yang jelas dan bagian se lnya tidak berwarna. Kekhasan DNA pada kromosom yang sebelumnya telah diakui seb agai organel tempat gen, mendorong orang untukl menyimpulkan bahwa DNA merupakan bahan dasr penyusun gen. Replikasi DNA Replikasi adalah peristiwa sintesis DNA.Saat suatu sel membelah secara mitosis, tiap-tiap sel hasila pembelahan mengandung DNA penuh dan identik seperti indukny a.Dengan demikian, DNA harus secara tepat direplikasi sebelum pembelahan dimulai .Replikasi DNA dapat terjadi dengan adanya sintesis rantai nukleotida baru dari rantai nukleotida lama.Proses komplementasi pasangan basa menghasilkan suatu mol ekul DNA baru yang sama dengan molekul DNA lama sebagai cetakan.Kemungkinan terj adinya replikasi dapat melalui tiga model. 1. Model konservatif yaitu dua rantai DNA lama terpisah dan rantai yang berfungsi sebagai cetakan untuk dua rantai DNA baru. 2.Model semikonservatif yaitu dua rantai DNA lama terpisah dan rantai baru disintesis dengan prinsip komplementasi pada masing masing rantai DNA lama tersebut. 3.Model dispertif yaitu beberapa bagian dari kedua rantai DNA lama digunakan sebagai cetakan untuk sintesis rantai DNA baru. Berikut adalah gambaran replikasi yang terjadi terhadap DNA : Dari ketiga model replikasi tersebut, model semikonservatif merupakan model yang tepat untuk proses replikasi DNA.Replikasi DNA semikonservatif ini berlaku bagi organisme prokariot maupun eukariot.Perbedaan replikasi antara organisme prokar iot dengan eukariot adalah dalam hal jenis dan jumlah enzim yang terlibat, serta kecepatan dan kompleksitas replkasi DNA.Pada organisme eukariot, peristiwa repl ikasi terjadi sebelum pembelahan mitosis, tepatnya pada fase sintsis dalam siklu s pembelahan sel. Isolasi DNA DNA juga dapat diisolasi, baik pada manusia maupun pada tumbuhan. DNA manusia da pat diisolasi melalui darah. Darah manusia terdiri atas plasma darah, globulus l emak, substansi kimia (karbohidrat, protein dan hormon), dan gas (oksigen, nitro gen dan karbon dioksida). Plasma darah terdiri atas eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah putih) dan trombosit (platelet). Komponen darah yang diisol asi yaitu sel darah putih. Sel darah putih dijadikan pilihan karena memiliki nuk leus, di mana terdapat DNA di dalamnya. DNA pada tumbuhan juga dapat diisolasi, contohnya pada tumbuhan bawang merah (Allium cepa) dan pada pisang (Musa sp.) (K imball 2005: 8; Kent & Carr 2001: 317) Fungsi dan peranan DNA adalah untuk menentukan sifat sifat organisme. Timbul perta nyaan bagaimana caranya DNA dapat berperan dalam proses kehidupan?. Dalam sel DN A berperan dengan cara mengandilkan proses pembentukan rantai protein. Protein m

erupakan salah satu senyawa penting dalam kehidupan organisme. Protein terdapat dalam berbagai bentuk seperti enzim, protein pengangkut, protein cadangan, antib ody, hormone dan sebagainya. RNA