Anda di halaman 1dari 36

Titrasi Asam Basa

Poltekkes, 2011

Titrasi

merupakan teknik analisis kuantitatif paling dasar Titran / larutan standard: larutan suatu reaktan yang telah diketahui konsentrasinya secara akurat Titran ditambahkan pada sampel, sampai semua sampel bereaksi secara sempurna (secara kimia: titrant jumlah sampel) titik ekuivalen Secara eksperimental: estimasi/perkiraan disebut titik akhir

Definisi Asam Basa

Teori
Arrhenius Bronsted

Asam
Donor proton Donor proton

Basa
Donor hidroksida Akseptor proton

Lewis

Akseptor pasangan elektron

Donor pasangan elekron

Arrhenius: HA <======> H+ + A(asam) (proton)

BOH <===> B+ + OH(basa)

Hanya dalam pelarut air

B + H2O <====> BH+ + OH-

Bronsted Lowry: HA <======> H+ + A(asam) (proton)

B + H+ <===> BH+
(basa)

Asam <====> Basa + H+


Pasangan asambasa terkonjugasi Proton

Suatu asam hanya dapat memberikan proton jika ada basa yang menerimanya, dan sebaliknya:
HA <====> H+ + Aasam 1 basa 1

B + H+ <====> BH+
basa 2 Reaksi keseluruhan: asam 2

HA
asam 1

B <====> BH+
basa2 asam 2

Abasa 1

H2O
basa

H+ <====> H3O+
asam

Amfoter = dapat bertindak sebagai asam atau basa

Kekuatan suatu asam ditunjukkan oleh kecenderungannya untuk melepaskan / memberikan proton (berprotolisis)

Lewis: Penerima proton bertindak sebagai donor pasangan elektron: :NH3 + BF3 =====> H3N : BF3

basa

asam

Apa persyaratan Larutan baku yang akan digunakan sebagai titrant?

dilakukan pembakuan atau standarisasi terlebih dahulu Standarisasi menggunakan baku primer

Persyaratan baku primer


a. Mudah diperoleh, dimurnikan, dikeringkan, dipertahankan dalam keadaan murni

b. Tidak mengalami perubahan di udara, selama penimbangan (stabil) c. Dapat ditentukan cemarannya (tidak melebihi 0,02% dari berat

d. Bobot Molekul (BM) relatif berat untuk mengurangi galat penimbangan e. f. Larut dalam air / kondisi lain yang dipakai (pelarut bukan air) Bereaksi cepat dengan analit besdasarkan reaksi kimia tunggal dan diketahui stoikiometri

Baku Primer

BM

Aplikasi

a. Asam benzoat, C7H6O2


K biftalat, KH5C8O4 Na karbonat, Na2CO3 Borax, Na2B4O7.10 H2O b. K bikromat, K2Cr2O7 K bromat, KBrO3 K- iodat, KIO3

122,12
204,23 105,99 294,19 214,0

Alkalimetri
Alkalimetri Asidimetri Oksidimetri Bromatometri Oksidimetri

Na oksalat, Na2C2O4
Arsen trioksida, As2O3 c. Perak, Ag Perak nitrat, AgNO3

134,0

Oksidimetri
Redoks Argentometri

Natrium klorida, NaCl


d. Logam zink, Zn Ca karbonat, CaCO3 EDTA, Na2(C10H14N2O8Na2)

58,44
100,09

Argentometri
Kompleksometri Kompleksometri Kompleksometri

Secara umum end point titrasi diketahui dengan penambahan indikator kimia Secara teoritis, titrasi dihentikan pada saat tercapai titik ekuivalensi.
Pada saat titik tersebut, jumlah gram ekuivalensi (grek) titrat sama dengan jumlah gram ekuivalensi (grek) titran Titik akhir titrasi dapat pula diketahui dengan menggunakan indikator berupa instrumen: Potensiometer/elektrometer/pH meter

Indikator m-cresol purple Thimol blue Tropaeolin OO 2,4-dinitrophenol

Interval perubahan 0,5-2,5 1,2-2,8 1,4-2,6 2,6-4,0

Warna asam Merah Merah Merah Tidak berwarna

Warna basa Kuning Kuning Kuning Kuning

Bromfenol blue
Methyl orange Methyl merah Alizarin Bromtimol blue Phenol red Tropaeolin OOO no 1 Phenolphthalein Thimolptalein Alizarin kuning R

3,0-4,6
3,1-4,4 4,2-6,2 5,5-6,8 6,0-7,6 6,8-8,4 7,6-8,9 8,2-10 9,3-10,5 10,2-12

Kuning
Merah Merah Kuning Kuning Kuning Kuning Tidak berwarna Tidak berwarna Kuning

Biru
Kuning Kuning Merah Biru Merah Merah Merah Biru Merah

Tropaeolin O

11-13

Kuning

Orange

Sumber: The Merck Index, 8th ed, Merck & Co., Rahway, NJ, 1968 in Connors, KA, Pharmaceutical Analysis, 2nd ed. John Willey & Sons, NY, 1974.

Penentuan titik akhir titrasi dapat juga dilakukan secara elektrokimia

Penentuan end point titrasi / titik akhir titrasi secara menggunakan pH meter dengan cara membuat plot ml titran Vs pH

Sampel HCl 0,1 N 25 mL +

Titran NaOH 0,1 N ---> NaCl + H 2O

Hitung pH larutan pada penambahan NaOH 0,1 N

0 mL
10 mL 20 mL 24,5 mL 25 mL 25,5 mL 30 mL

Titrasi Asam Basa dibagi:


Alkalimetri Titrasi Asam Kuat dengan Basa Kuat Titrasi Asam Lemah dengan Basa Kuat Dalam media air

Dalam media bukan air


Asidimetri Titrasi Basa Kuat dengan Asam Kuat Titrasi Basa Lemah dengan Asam Kuat Dalam media air Dalam media bukan air

Reaksi titrasi Asidimetri: > Dalam medium air > Dalam medium bukan air Alkalimetri > Dalam medium air > Dalam medium bukan air Asam

Peniter

HCl, H2SO4 HClO4 (CH3COOH) Basa NaOH CH3ONa (CH3OLi)

Media titrasi
Umumnya: Air media bukan air (TBA) TBA digunakan pada saat: bahan / analit sukar larut dalam air produk yang terbentuk pada titrasi pengendapan sangat larut dalam air Analit merupakan asam / basa lemah yang tidak mungkin dititrasi dalam media air Campuran bahan yang tidak dapat ditentukan secara selektif dalam air Bahan yang ditentukan bereaksi secara kimia dengan air Airnya akan ditentukan oleh metode Karl-Fisher

Beberapa media pada titrasi asam basa

Pelarut Air, H2O Metanol Etanol Isopropanol As asetat glasial Etilendiamin Astonitril Anhidrida asetat Dimetilformamida

Jenis amfiprotik Netral Netral netral Amfipropik asam Amfiprotik basa Aprotik, netral Aprotik, asam Aprotik, basa

D 80,4 32,6 24,3 18,3 6,2 12,5 36 20,7 36,7

pK auto 14,0 16,7 19,5 20,8 14,5 15,3 33

Aplikasi Asam-basa Asam-basa Asam-basa Asam-basa Basa lemah Asam lemah (penyetara) Basa lemah Basa lemah

27,0

Asam

USP 30 NF 25, Assay of Mercaptopurine

1.
2. 3. 4.

Alkalimetri atau acidimetri?


Media titrasi? Indikator? Keseteraan?

5.

Bagaimana menghitung kesetaraan?

Suatu sampel asam cuka diambil dari pasaran. Dipipet 10 mL, dimasukkan dalam labu erlenmeyer 100 mL. Dititrasi dengan NaOH 0,1 N. diperoleh nilai titran 15 mL. Hitung kadar asam cuka tsb

Perhitungan Titrasi

1. Secara Stoikiometri Menggunakan konsep mol

2. Menggunakan Bobot Ekivalen


3. Menggunakan kesetaraan

Perhitungan Titrasi dengan Bobot Ekivalen

Jumlah titran => end poin Konsentrasi titran Stoikiometri reaksi

Menduga jumlah analit sampel

Berat sampel (mg) = Vt . Nt . BE Dilakukan jika sampel yang dititrasi dibuat dengan cara menimbang sejumlah bobot, dilarutkan dalam sejumlah volume pelarut agar dapat dititrasi. BE : bobot kesetaraan atau bobot ekivalen

> kemurnian = (berat temuan/berat sampel) x 100%

Bobot Ekuivalen (BE) /Bobot Kesetaraan ~


Bobot ekuivalen adalah bobot satu ekuivalen suatu zat dalam gram.

BM

= Berat molekul

Ekivalensi = Jumlah mol ion hidrogen, elektron, atau kation univalen yang diberikan atau diikat oleh zat yang bereaksi.

BE untuk titrasi Asam-basa : bobot dalam gram (dari) suatu zat yang diperlukan untuk memberikan atau bereaksi dengan 1 mol H+ Contoh 1 Hitunglah bobot ekuivalen SO3 yang digunakan sebagai asam dalam larutan air, asam ini akan memberikan dua proton

Karena 1 mol SO3 berkewajiban memberikan 2 mol H+, maka

Contoh 2. Titrasi asam kuat dengan basa kuat

Hitung bobot ekivalen H2SO4 pada titrasi alkalimetri dengan reaksi : H2SO4 + NaOH Na2SO4 + H2O

Jawab: BE = BM H2SO4 / 2 = 97,8 / 2 = 48,9

Contoh 3. Titrasi asam lemah dengan basa kuat

Hitung bobot ekivalen CH3COOH pada titrasi alkalimetri dengan reaksi : CH3COOH + NaOH CH3COONa + H2O

Jawab: BE = BM CH3COOH / 1 = 60,02 / 1 = 60,02

Contoh 4. Titrasi Basa lemah dengan asam kuat

Hitung bobot ekivalen Na2CO3 pada titrasi asidimetri dengan reaksi : Na2CO3 + HCl NaCl + H2CO3

Jawab: BE = BM Na2CO3 / 2 = 106 / 2 = 53

Contoh 5. Titrasi asam kuat dengan basa kuat

Hitung kadar H2SO4 jika 150 mL sampel tsb memerlukan titrant NaOH 0,1 N sebanyak 20,3 mL:
H2SO4 + NaOH Na2SO4 + H2O

Jawab: BE = BM H2SO4 / 2 = 48,9 mg zat = ml titran x N titran x BE zat mg H2SO4 = 20,3 x 0,1 x 48,9 = 99,27 kadar = 99,27 mg / 150 mL = 0,66 mg/mL

Cara lain: stoikiometris

Hitung kadar H2SO4 jika 150 mL sampel tsb memerlukan titrant NaOH 0,1 N sebanyak 20,3 mL:
H2SO4 + 2 NaOH Na2SO4 + 2 H2O

Jawab: mol NaOH = 0,1 x 20,3 = 2,03 mmol mol H2SO4 = x 2,03 mmol = 1.015 Bobot = mmol x BM = 1.015 mmol x 97,8 = 99,27 mg

Contoh 6. Titrasi basa lemah dengan asam kuat

Hitung kadar (%) jika 100 mL Na2CO3 pada titrasi asidimetri jika diperlukan titran HCl 0,1 N sebanyak 17,5 mL :

Na2CO3 + HCl NaCl + H2CO3

Jawab: BE Na2CO3 = 106 / 2 =53 bobot Na2CO3 = 53 x 0,1 x 17,5 = 92,75 mg Kadar Na2CO3 = 92,75 mg / 100 g = 0,93 %

Cara Stoikiometri Hitung kadar (%) jika 100 mL Na2CO3 pada titrasi asidimetri jika diperlukan titran HCl 0,1 N sebanyak 17,5 mL : Na2CO3 + 2HCl 2NaCl + H2CO3

Jawab: Mol HCl = 0,1 N x 17,5 mL = 1,75 mmol Mol Na2CO3 = x 1,75 = 0,875 mmol bobot Na2CO3 = 0,875 mmol x 106 = 92,75 mg Kadar = (92,75 mg / 100 g ) x 100% = 0,93 %

Soal 7 0,2212 g KHCO3 ( = 100,1) dititrasi dengan 20,23 mL larutan HCl 0,1091 N. Hitunglah % kemurnian KHCO3 tsb!

Bobot sampel = Vt . Nt . = 20,23 x 0,1091 x 100,1 = 220,9 g % kemurnian = (220,9 / 221,2) x 100 % = 99,86%

Contoh 8
0,2261 g sampel basa lemah dititrasi dengan 18,03 mL larutan HClO4 0,1026 N. berapakan bobot ekivalen basa tersebut: = bobot sampel Vt x Nt

226,1
18,03 x 0,1026

= 122,2

Contoh 9 0,8168 gram baku primer K biftalat (BM 204,2) dititrasi dengan larutan NaOH membutuhkan 41,03 mL menggunakan indikator p.p.. Berapa normalitas NaOH? Jawab: Vt . Nt = bobot / BE Nt = 816,8 (41,03 x 204,2) Normalitas = 0,0975 N

Latihan 1. Cari 5 metode anilisis di Farmakope Indonesia, yang menggunakan titrasi asam basa

2. Tulis reaksi yang terjadi 3. Berapa Bobot ekivalen masing-masing zat uji

4. Cari 3 metode titrasi bebas asam, dan tulis reksinya