Anda di halaman 1dari 12

Mokolob 1ombooq 8etkeloojotoo 8etwowosoo lloqkooqoo 1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Indonesia memiliki deposit berbagai jenis bahan tambang yang cukup melimpah
yang harus dapat dimanIaatkan secara optimal untuk kepentingan perekonomian
nasional ataupun daerah. Kegiatan penambangan sering dikonotasikan sebagai salah
satu kegiatan yang merusak lingkungan. Selain itu, kegiatan penambangan juga
sering menimbulkan konIlik diakibatkan tumpang tindih kepentingan penggunaan
lahan. Hal itu dapat terjadi apabila kegiatan penambangan tidak dikelola dengan baik
dan benar. Setiap kegiatan penambangan pasti akan menimbulkan dampak
lingkungan, baik bersiIat positiI maupun bersiIat negatiI. Dampak yangt bersiIat
positiI perlu dikembangkan, sedangkan dampak yang bersiIat negatiI harus
dihilangkan atau ditekan sekecil mungkin. Untuk mengurangi dampak negatiI
tersebut, maka kegiatan penambangan harus dikelola dengan baik sejak awal hingga
akhir kegiatan. Kegiatan penambangan yang tidak berwawasan atau tidak
mempertimbangkan keseimbangan dan daya dukung lingkungan, serta tidak dikelola
dengan baik dapat menimbulkan dampak negatiI terhadap lingkungan, sehingga
seharusnya kegiatan penambangan akan memperoleh manIaat malah akan merugikan.
Namun demikian, kegiatan penambangan yang memperhatikan masalah lingkungan
serta dikelola dengan baik, maka tidak mustahil bahwa lahan bekas penambangan
yang direklamasi dengan benar akan menjadikan lahan tersebut lebih bermanIaat
dibanding sebelumnya.



Mokolob 1ombooq 8etkeloojotoo 8etwowosoo lloqkooqoo 2

1.2.Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan makalah ini antara lain:
O enambah wawasan dan pengetahuan mengenai K3 dan lingkungan.
O encari solusi dari permasalahan permasalahan yang ada, terutama
masalah yang di bahas.

1.3.Batasan masalah

akalah ini hanya membahas mengenai kegiatan tambang yang berkelanjutan
dan berwawasan lingkungan, serta cara-cara reklamasi pasca tambang.

1.4.Manfaat Penulisan
akalah ini diharapkan dapat menjadi suatu reIerensi tambahan atau bahan
masukan dalam industri pertambangan yang sekarang ini lebih dikenal sebagai salah
satu Iaktor penyebab kerusakan lingkungan yang diharapkan nanti kedepannya dapat
tercipta suatu industri pertambangan yang lebih berwawasan lingkungan.










Mokolob 1ombooq 8etkeloojotoo 8etwowosoo lloqkooqoo 3

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pembangunan Berkelanjutan dalam industri tambang
Industri pertambangan mempunyai beberapa karakteristik, yaitu non-renewable
(tidak dapat diperbarui), mempunyai risiko relatiI lebih tinggi, dan pengusahaannya,
apabila tidak dikelola dengan baik, akan mempunyai dampak lingkungan baik Iisik
maupun sosial yang relatiI lebih tinggi dibandingkan pengusahaan komoditi lain pada
umumnya. Sehingga ketika di satu sisi pertambangan dipromosikan sebagai industri
yang memberikan sumbangan kepada devisa negara, menciptakan lapangan kerja, dan
sebagai prime mover pembangunan, industri pertambangan menyembunyikan
berbagai Iakta terjadinya kerusakan lingkungan, yang secara signiIikan berdampak
sangat besar terhadap keberlanjutan sumber-sumber kehidupan masyarakat
sekitarnya. Kerusakan lingkungan hidup yang ditimbulkan oleh operasi
pertambangan merupakan kerusakan yang bersiIat tidak dapat berbalik (irrevesible
damages). Sekali suatu daerah dibuka untuk operasi pertambangan maka daerah
tersebut akan menjadi rusak selamanya. Oleh karena itu reklamasi lahan paska
penambangan merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dari manajemen
penambangan secara keseluruhan.
Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan untuk memenuhi kebutuhan-
kebutuhan pada saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi yang akan datang
dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka. Konsep ini mengandung dua unsur :
O ang pertama adalah kebutuhan, khususnya kebutuhan dasar bagi golongan
masyarakat yang kurang beruntung, yang amat perlu mendapatkan prioritas tinggi
dari semua negara.
Mokolob 1ombooq 8etkeloojotoo 8etwowosoo lloqkooqoo 4

O ang kedua adalah keterbatasan. Penguasaan teknologi dan organisasi sosial
harus memperhatikan keterbatasan kemampuan lingkungan untuk memenuhi
kebutuhan manusia pada saat ini dan di masa depan.

Pembangunan berkelanjutan dalam industri pertambangan dicirikan dengan
keberhasilan dalam melakukan kegiatan reklamasi selama kegiatan penambangan
berlangsung (progressive) dan juga reklamasi pada saat penutupan
pertambangan/mine closure. Namun pada kenyataan dilapangan, banyak kasus
konIlik sosial dan degradasi lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan industri
pertambangan yang disebabkan pelaku usaha yang tidak melakukan reklamasi
ataupun adanya kegagalan dalam melaksanakan kegiatan reklamasi.
Reklamasi adalah kegiatan yang bertujuan memperbaiki atau menata kegunaan
lahan yang terganggu sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan umum, agar dapat
berIungsi dan berdayaguna sesuai dengan peruntukkannya. Hal ini dimaksudkan
bahwa pengelolaan lahan pasca tambang harus ditujukan pada peningkatan
kesejahteraan masyarakat sekitar, pelestarian lingkungan dan dalam kerangka
pembangunan berkelanjutan, dengan pengertian suatu bahwa kegiatan pembangunan
dan segala aspeknya yang dilakukan harus bermanIaat pada generasi sekarang dan
dapat menopang atau mendukung pembangunan bagi kepentingan generasi yang akan
datang pula. Untuk itu kegiatan reklamasi seharusnya dilakukan secara coorporate
dengan melibatkan semua stake holders, dari pengusaha pertambangan, sektor dan
pihak terkait, masyarakat sekitar, dan pemerintah daerah setempat. Reklamasi lahan
bekas tambang itu jangan diartikan sempit hanya sebagai re-vegetasi, tetapi harus
diartikan sebagai upaya untuk mempersiapkan daya dukung lahan dan lingkungan
dalam memIasilitasi kehidupan masyarakat disekitar pada paska penambangan.
Demikian juga dalam prinsip teknik pertambangan sudah dikenal istilah green
mining, ataupun good mining practice, dimana program reklamasi merupakan
Mokolob 1ombooq 8etkeloojotoo 8etwowosoo lloqkooqoo 3

kewajiban melekat yang harus dilaksanakan dalam suatu kegiatan industri
pertambangan dalam rangka mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Reklamasi tambang pada prinsipnya harus didasarkan dan disesuaikan dengan
karakteristik dan potensi wilayah. Dengan melakukan kajian terhadap kondisi
geologi, metode penambangan, kondisi tanah, hidrologi dan iklim serta kondisi
lingkungan sekitar tambang maka akan dapat ditentukan posisi strategis kawasan
bekas tambang dalam kerangka pengembangan wilayah. Dengan mengetahui posisi
strategisnya maka dapat ditentukan bentuk penggunaan lahan yang terbaik bagi lahan
bekas tambang agar bisa berkelanjutan.
Kegiatan reklamasi tidak harus menunggu sampai seluruh kegiatan
penambangan terakhir, terutama pada lahan penambangan yang luas. Reklamasi
sebaiknya dilakukan secepat mungkin pada lahan bekas penambangan yang telah
selesai dieksploitasi, walaupun kegiatan penambangan tersebut secara keseluruhan
belum selesai karena masih terdapat deposit bahan tambang yang belum ditambang.
Sasaran akhir dari reklamasi adalah untuk memperbaiki lahan bekas tambang agar
kondisinya aman, stabil dan tidak mudah tererosi sehingga dapat dimanIaatkan
kembali. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan lingkungan pada tahap
reklamasi adalah sebagai berikut:
O Rencana reklamasi sebaiknya dipersiapkan sebelum pelaksanaan penambangan.
O uas areal yang direklamasi sama dengan luas areal penambangan
O emindahkan dan menempatkan tanah pucuk pada tempat tertentu dan mengatur
sedemikian rupa untuk keperluan revegetasi.
O mengembalikan/memperbaiki pola drainase alam yang rusak
O enghilangkan/memperkecil kandungan (kadar) bahan beracun (jika ada)
sampai ke tingkat yang aman sebelum dibuang ke suatu tempat pembuangan.
O engembalikan lahan seperti semula atau sesuai dengan tujuan penggunaan.
O emperkecil erosi selama dan setelah proses reklamasi
Mokolob 1ombooq 8etkeloojotoo 8etwowosoo lloqkooqoo 6

O emindahkan seluruh peralatan yang sudah tidak digunakan lagi ke tempat yang
dianggap aman.
O Permukaan tanah yang padat harus digemburkan, atau ditanami dengan tanaman
pionir yang akarnya mampu menembus tanah yang keras.
O enis tanaman yang akan dipergunakan untuk revegetasi harus sesuai dengan
rencana rehabilitasi (dapat berkonsultasi dahulu dengan dinas terkait).
O encegah masuknya hama dan gulma yang berbahaya.
O emantau dan mengelola areal reklamasi sesuai dengan kondisi yang
diharapkan.

Dalam beberapa kasus, lahan bekas penambangan tidak harus seluruhnya
direvegetasi, namun dapat dimanIaatkan untuk tujuan lain, seperti misalnya menjadi
kolam persediaan air, padang golI, perumahan, dan sebagainya apabila dinilai lebih
bermanIaat atau sesuai dengan rencana tata ruang. Oleh karena itu, sebelum
merencanakan reklamasi, sebaiknya terkonsultasi dahulu dengan pemerintah daerah
setempat, pemilik lahan atau instansi terkait lainnya.

2.2. Studi Kasus

Studi kasus. Sistem lapisan penutup 'simpan/lepas`, tambang emas Kidston,
Queensland
%ambang emas Kidston beroperasi di North Queensland antara tahun 1985
sampai uli 2001. Selama periode ini, tambang telah menghasilkan lebih dari 3,5 juta
ons emas dari dua lubang tambang (pit) dengan pemotongan terbuka. Karakterisasi
iklim Kidston adalah tiga bulan musim basah dengan sembilan bulan musim kering.
Rata-rata hujan tahunan adalah 700 milimeter, tapi dapat berkisar antara 500
milimeter sampai 1500 milimeter. Apabila timbunan batuan sisa di Kidston ini
menggunakan bahan penutup jenis penghalang yang dapat merembeskan air hujan,
Mokolob 1ombooq 8etkeloojotoo 8etwowosoo lloqkooqoo 7

maka musim kering yang panjang akan menyebabkan pengeringan di bagian penutup
dan kematian vegetasi. Dan badai musim panas berikutnya akan menimbulkan erosi
dan perembesan pada bahan penutup. Sedangkan sistem lapisan penutup
simpan/lepas` yang digunakan saat ini tidak menimbulkan rembesan air, dan
mengandalkan simpanan air hujan saat musim basah dan akan dilepaskan selama
musim kering yang panjang melalui evapotranspirasi. Pada pertengahan tahun 1996,
dibuat satu uji coba lapisan penutup simpan/lepas` di atas lahan seluas 23 hektar
yang tereletak di %imbunan Selatan Kidston. ysimeter-lysimeter dipasang di lapisan
penutup uji coba untuk memantau laju inIiltrasi lapisan penutup tersebut, sedangkan
sensor- sensor kelembaban dan penghisapan dipasang untuk memantau kondisi
kelembaban pada lapisan penutup itu sendiri. Selama 10 tahun pemantauan, inIiltrasi
ternyata kurang dari satu persen dari curah hujan tahunan (meskipun hujan secara
umum lebih rendah dari rata-rata, dengan nilai rata-rata sebesar 550 milimeter per
tahun).


enaruh mulsa berbatu

Vegetasi yang didominasi rumput,
berusia dua tahun

apisan penutup simpan/lepas` dibangun di atas seluruh penimbunan batuan
sisa di Kidston, dengan beberapa modiIikasi. Bagian atas dari gundukan mulsa tanah
berbatuan yang dibuang dengan teknik pembuangan rendah ini dihaluskan dengan
dozer bertekanan rendah untuk membuat jalur rembesan yang potensial di sepanjang
Mokolob 1ombooq 8etkeloojotoo 8etwowosoo lloqkooqoo 8

sisi masing-masing gundukan untuk memudahkan revegetasi (menyediakan satu
tekstur permukaan yang lebih konsisten) serta untuk alasan estetika. Selain itu, untuk
memastikan adanya tutupan vegetasi dan semak-semak yang memadai, terlebih
dahulu diberikan benih pepohonan dan perdu dalam campuran pupuk. Benih rumput
dan pupuk lanjutan ditambahkan 12 bulan kemudian.


Pepohonan dan
semaksemak berusia 12-
bulan
(tidak ada rumput)

Pepohonan dan semak-
semak
berusia 18-bulan dan
rumput berusia 6 bulan

Vegetasi berusia tiga
tahun



2.3. Metode-metode pengelolaan lingkungan pasca tambang

O Membentuk komunitas vegetasi
%eknik-teknik yang digunakan untuk membentuk vegetasi dirancang untuk
dapat memenuhi tujuan rehabilitasi jangka panjang dan memenuhi kriteria
penyelesaian yang telah dikembangkan bersama-sama dengan para pemangku
kepentingan sebagai bagian dari rencana penutupan tambang.
O Membentuk komunitas fauna
ika tujuan rehabilitasi adalah untuk membentuk sebuah ekosistem asli yang
berkelanjutan, maka harus turut mempertimbangkan kebutuhan akan habitat
Iauna. Rekolonisasi spesies Iauna ke area rehabilitasi dapat didorong dengan
Mokolob 1ombooq 8etkeloojotoo 8etwowosoo lloqkooqoo 9

adanya habitat yang sesuai. Pembentukan komunitas vegetasi yang mirip
dengan yang ada sebelum penambangan harus memastikan bahwa sebagian
besar spesies akan ada kembali (rekolonisasi) seiring waktu.
O Pengelolaan Tailing
asilitas penyimpanan tailing hendaknya menyediakan penyimpanan tailing
yang aman, stabil dan ekonomis sedemikian rupa sehingga tidak
menimbulkan risiko berarti atas kesehatan dan keselamatan masyarakat, serta
dampak-dampak sosial dan lingkungan rendah yang dapat diterima selama
pengoperasian dan pasca-penutupan.
O Tataguna Lahan Pasca Tambang
ahan bekas tambang tidak selalu dikembalikan ke peruntukan semula. Hal ini
tertgantung pada penetapan tata guna lahan wilayah tersebut. Pekembangan suatu
wilayah menghendaki ketersediaan lahan baru yang dapat dipergunakan untuk
pengembangan pemukiman atau kota.
O Pemantauan dan pemeliharaan
Pemantauan dan pemeliharaan merupakan komponen penting dari program
rehabilitasi yang berhasil baik. Saat melaksanakan rehabilitasi, perincian
mengenai operasi rehabilitasi ini harus didokumentasikan dengan seksama.











Mokolob 1ombooq 8etkeloojotoo 8etwowosoo lloqkooqoo 10

BAB III
PENUTUP


3.1. Kesimpulan

Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan untuk memenuhi
kebutuhan-kebutuhan pada saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi yang
akan datang dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka.
Reklamasi adalah kegiatan yang bertujuan memperbaiki atau menata
kegunaan lahan yang terganggu sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan
umum, agar dapat berIungsi dan berdayaguna sesuai dengan peruntukkannya.
Hal ini dimaksudkan bahwa pengelolaan lahan pasca tambang harus ditujukan
pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar, pelestarian lingkungan dan
dalam kerangka pembangunan berkelanjutan, dengan pengertian suatu bahwa
kegiatan pembangunan dan segala aspeknya yang dilakukan harus bermanIaat
pada generasi sekarang dan dapat menopang atau mendukung pembangunan bagi
kepentingan generasi yang akan datang pula.
etode-metode pengelolaan lingkungan pasca tambang antara lain
embentuk komunitas vegetasi, embentuk komunitas Iauna, Pemantauan dan
pemeliharaan, dan Pengelolaan %ailing.




3.2 Saran
Kegiatan pasca eksploitasi suatu pertambangan merupakan hal yang sangat
perlu kita perhatikan karena dampak lingkungan yang berupa pencemaran
lingkungan, hilangnya hutan dan lain sebagainya itu tetaplah menjadi tanggung
Mokolob 1ombooq 8etkeloojotoo 8etwowosoo lloqkooqoo 11

jawab suatu pertambangan karena dampak tersebut akan dirasakan oleh warga
sekitar. adi yang proses Reklamasi suatu pertambangan memang harus
dilaksanakan dan harus diawasi pelaksanaannya oleh instansi pemerintah yang
mempunyai wewenang dan dapat menilai apakah itu sesuai dengan ADA
atau tidak.
























Mokolob 1ombooq 8etkeloojotoo 8etwowosoo lloqkooqoo 12

DAFTAR PUSTAKA


http://psdg.bgl.esdm.go.id/buletin¸2008/tanto¸akalah°20Reklamasi°20ahan°2
0Bekas°20%ambang.pdI
http://syaIrilhernendi.com/2010/08/23/sustainable-development-di-industri-
pertambangan/
http://www.ret.gov.au/resources/Documents/PSDP/PSDP-ineClosureIndo.pdI
http://translate.google.co.id/translate?hl÷id&langpair÷en°7Cid&u÷http://www.Iedm
in.com/html/goapaper.pdI



3/.320303.9.3!03:8.33:3.2-.9 203.8 20303.5.3/...3 2./ 8:.3/.7.5.-07:8.33.59..33.8.330-/03.3.3 /..3  /. 3 .85.3 5072.8..31.7.8     ..3 O 03. .3 .2.3     .3 /..9475030-.8../.3.. 3 /.7.3...33:3.9.7.3503:8.3 .390/05...70.  %::.32..2-..784:8/..3-07.2-..7.3:9..33:3.2-.8...3 ...3            .3./.39.9: 70107038 9.9:3/:8975079.8. 907:9.3.8.8.3.3 8079.3  O 03..9:1..23/:8975079.3/-... 202-.0.8.2.8.5..8:.9!03:8.75072.32.9.7..2-.80-.:.9 907.350309. 2.30--07.3. 8.8.39..8:.fff@f¯ f°–  f°©f° ff¾f°°–°–f°    ./.3 -070.5.  .3.2-..33:3..5:39::.: -.3.9.380..

5.3 /:5 .3503:8.3.32070.3/3.78470.3 8:2-07 8:2-07 0/:5.-0 9/.3:7. :39: 4507.3 5.33.  .35. 8..3 203./.7.3  3/:897 5079.380. 1. 9: 70.25:. 0-:9:.3 .9507:203/./0.08  $0..0203 503././ 7:8..  . !$    !02-./.90789 .8.3 2.9.3 -07/. 8:. 203:7.8.8 ..3/. 5720 24...2-.220203:0-:9:.3. /04././..3 5079.:38:7 O .3 0-:9:.25..fff@f¯ f°–  f°©f° ff¾f°°–°–f°    .3 02.3  .2-. 07:8.30.. 9/.7 907.3. 438053203.3.7 -.9 3 9.. 90780-:9 .3.7802:.30.3424/9.8 5079.5. $03.3.3/574248.3.3 /. 3:3.3  !02-.7.9.3 /.3070.07.8.910-93/-.3 2.7 2.3..9 9/.3:3.502-.91 0-93 /.7...3:9. 907./3..3 207:5.2.8.9:343 7030.3 . 90758. 18 2. /. 831.07 502-.3 /.080:7:..2-.9.3:3..2-.380-.7.. 0-:9:.8.307.3-07:39:3 .3 -0781.2.32025:3.893 /. :2:23..3 3:3.8 5079.9 809..7..3 .5 0-07.3. 443.25...357479.3:9.2-.. 8.9: /.3  :8:83.3 20302-:3..3 80-.:5:3848.7.3 -.08-0 /.5.9/507-.  . 203.9 -08.2-. /.3 07:8..2.9:885079.3 3:3.3 80.7:  2025:3.3:3.3.35.9.-. /.2. /-:.9 -07-.3 0.3 -. 3/:897 .-0-07.9..3202-07.3 -07-.5.3.  0 .3 2025:3.23/:8979.3503:8.703. /03.5. 770. 80.3:3.3 0-:9:.73.2-.305..5. .3 0307./.3 3/:8975079./.3.370.3.59. /. 503.3:39:20203:0-:9:.3 2.3./ 8.8 .3 /92-:.09.38:2-.3 9/.3/:3/:.7.2-.3 /.07.2.3-070.3:9..  07:8.3 40 4507.3 207:5.3..3 5..

3 0/:..3 0-07.2 3/:897 5079.38./..3.8.8.3..3:3./05.3 5079.3 0907-.O .9.9 503:9:5.38:3 5747088..2.3 3:3.8.9..:.8 848.3 /.7.8 80.8.25:. 70.7:8 202507.3 -070.3 /03.3 503.93/.3 70.3.3 47. ..3:9.2-.2-.2.32.3   !02-.3 -07.3 0.3 02.8.3  !03:.9.9.2 20.5.3 :39: 20203: 0-:9:.3/2.0  /. 8. 0907-./.9.2.3 /.8 5. .3 90344 /./.8.3 /.2-.3. 0.3:8.3 :.

7/.9:-.8.3 2.9..2.3 .7:8 /. 70 ...7.3.8 80./.-.2-.3 9/.9. 0307.8 .3.2.9.3 /.8:8 431 848...3 /.. /.3.:.050393...9. 89. .370.9. 80-. 5079..2.7  50089. 5747.3 /80-.3.fff@f¯ f°–  f°©f° ff¾f°°–°–f°    .:5:3 44/ 233 57. /03.9 809..3.3.9 809.3 /03.. .3 /./. 7003 233  .89.0:3..920345.447547..8 9.3:2:2 .31. /.3.3-.3 5020739.3 080.8503.3202507-.9  2. 809025.3 5.7.8.3 /..3 /80-. 20.3.9...8:/.. 5..3 70./.3  80947 /.0. 50304.-.7.0  /2..9 -071:38 /.3 70.3907.8 207:5.9.220.7:83. /::3 .48:70  .:203.9.3  -.3 40 0..3 80-.3 802:.90..3 20-.9 5.3 /.3:3..3-079::./.2-. :5.3.9.. /..3 .3:3.3. . :39: 2025078.9.5.  .3 /.79.9. 503.3 /.7:8 /9::.3..8.3 .9  #0.9 /809..3 :.7 503:8.7  /..8.3 9: .5079. 3 /2.3 -07/..3 .3 507:39:..907.3 80.8.2-. 5033.79.2 07.3 .8.3 3:3.9... 89.3 /.3502-./.8  909./.2-..3.8.:5:3.30307.3 . 907.8 3:3..3 -.3 3/:897 5079.3:9.8 80.7.-.2. .30.2:3 5. /.33.3 50.230 .3 5:.3.:.2-.3 . ..3 5.9. 502-.8. 9.3 80.8  #0.07.8 0/:5.9.90 /03.7.2-.3 /.3 8:.5..009. /03.9.0.:3.9.5.:.3 /.3 -0.3./.3:3.2-.3 5.2 2021..: :8.3 8:/.7:8 -072.3.3.3 80259 ..3:8.:203/::3502-.3:80-.2.7 5. 03.3 -070.3 /.5.3/..3..2 57385 903 5079.3 2.5 .2 70.  &39: 9: 0. 808:.0 4/078  /.3 3:3.8 ..3  02.3 /.7.0.3 /07.3503079.2.

 .5.2 8:.3 20309.3 5. .3  #0. 080:7:.3-070.2-.380-0:250.3.7.8.  .2-./.3 .3 /808:..3./.7 /.3/.3 /.370.3 .5.3  O :.3 .3 /.9.5:.3907-.3 507: /507.3 /./.3 549038 .27.9.0.3:3.8.20::/..2 07. .3.80-.3.-.2. .3502-.3-039:503:3.7:8 //.. 9070748 803.8.3.3 20.8 9.3.3.- /.3. 50302-.9 /2.  03.3 -0.3 907./03..3 .39.2-.503..3 -0.8.3 3/:897 5079. ..3503.3 -0:28008.9.3.3 .3  43/8 9.2..2-.-070.05.908 .37:5./.9.9.:5.88..3 2.2-./. 8008.3 -0:2/9.3..3 503.9.3203.2.3 -0.. 573853. /08549.3./.39.3 80.. :39: 202507-..31.3 /.5 43/8 044  2094/0 503.3:9.7 70.9/9039:.8 503.3.2.7.8 9.8 9.7.5.  03.3203025.3  89.3 90. .3 70.3 5.2.9 .2-.8. 43/8 3:3.:.3 2 8079...3 503.2-.3 3:3.3  $.7 43/83.3 9/. .880-.3.2.9 2:33 5.:5:3 0.89.3 02-./5078...8 80-.2.  /744 /.703.9...009.3 200.7:8 203:3: 8.-07:9 O #03.2-...3 .3.9: 0.3.5.8  .:39:0507:.90789 /.8  O 20302-..2.3/.3.. /..8 .3:.3 503..2.2.3.7:8 /.2-.3..3 5488 897.8.3.7 9./.5.: 5488 897.3 :..7  907:9.:.2-...2 50304.. 9./.9083.3 90780-:9 80.99079039:/.3  0.3 907.2-.8.-.3 /.25. ..2.5 70. 80:7: 0.7.70.. 2.8907/.3 .9:7 80/02.3 809. 2:/.8 9/.3. 5..3 . .8.2-.3 O 023/.3.7-8.3:9.2-.9 /9039:.3.70.2-./.3.9/05489-.3 -0.3 /03.3 ..70.. /.2-..3/70.9025.8  #0...

80./7.3.37:8.3.54.2..202507-. O 03.3.

/.2.2.8 .3 -07.2.074880.38090. .9502-:.9:9025./.3503:3.3..7  -...380-0:2/-:.2025070..fff@f¯ f°–  f°©f° ff¾f°°–°–f°    .9.39::.  8.25.3 .308:.3.:808:.3/:3. .9..093.57480870.3  O 025070.3.:3 ./.3805079802:./03.3  O 0302-..

8/. /3.9..5.8  80-.5.9/.5.8  3.8 /.3  O !072:.7:8 80:7:3.3.  O 02..3  /.3 .3 703.9-07438:9.3-07-.-9.3. 907438:9.:: /03.3.9. 9.3 ..009.0.73..70.O 023/..2.307.5.31.3..8907.3  805079 28..5.3 :39: 70.380:7:507.2. /03.3.2.2:3/.3 5437.8  O 038 9. ..7:8/02-:7.8:8  .3 70..2...2 50780/.3.:389.. 9:  80-0:2 20703..09025.3.3 703.9.33.39./.3.3.8:3.9  O 03. .009.3 43/8 .8 808:..3 9/. 809025.38907.2.3./.3/3..2.7  5.3.70. 70.: 808:.58.3  0 .9 502.2-.3 80-.38:/.3 .3503:9:5 825. /03.: /. ..9.07..25:20302-:89..3. 7:.2 -0-07.703.3 20304.::/03.8:8  $9:/./ 4.9.3.. 203..3:39:9::..35./.2.3 /.7.-. /70.8 /.7:8 808:.39.3.8 .3.3 .3 -0.39.3 41  507:2.3.9..3 /.3.. 0- -072.. .2.8 503.9 .31.5.3   .     $9:/.9.8:8$8902./:3.3 /507:3..9.2/03.9/2.:/9.3 5020739. /.3 . /03.9.3:2.3.

3 .3-:..3 ..   220907  5.8.3802-.8 2/8943.5074/03 9.9.fff@f¯ f°–  f°©f° ff¾f°°–°–f°    .3/ %.3 907-:.8 9.05. 9. / /8943 3 203:3.   220907 8.3 59  /03.3 /.5.30-/.:3.:3  8.2-./.25.203.9 -078.7.302.   220907  9. 438 02.39.-.39.3  .9:.3 5024943.9.3 -.9 20702-08.9.-:.5 /.2./. :.7 :.:  $0.  .7 :9.32:82073  #.5.3 02.3 9.2-. :-.7 .390.3 88. 92-:3.2-.3 .7. 7.8 /8943 -074507..3/ .2-.3 -.7.8.3 503:9:5 038 503./03.8 / 479 ":0038.3 9..8 /..25.32:82-.9078.8/8943  ":0038.7 /:.

58./.3 50702-08..009. -.3 503:9:5  $0/..3.3.302.2:82073.3.3503:9:5 /.3503073.9.3.3/-...30748 /.3 .3 503:9:5 825.3 5.3../.2.8 -07:93.8 ..3 88902 .35.32030-.-.3 2032-:. 2:825.3 -.

4-..9: : .3 /05.8  .3 20. 2:82073 . ..3.3.:0.3 702-08.3.9 2:82 -.8.58. 2032-:.. /.9 3 9/.9 8.:3  /-:..3 8.3 .8.8 !.3/.3 80.3 8.3857.3 .05./.2.35.3 825.39.507903.3 503:9:5 825.7 :.5497..3 ..7  /..3 203.3 /:3.

8.-07-.9.3/.9.3//423.9: '009.9.39.8.7   220907 507 9.9. 9.58.9.-..4-.3 803847  803847 002-.9.:7.35.:3    03.58. 80-08.3 503:9:5 825.:3502.58.3 /..3 3.39.3 80:. 7.7./:.3 5038.3/8943 820907 820907/5.8.3503:9:590780-:9 80/.7 .7 .7:2:8.9: 507803 /././%2-:3.7 8.5.:3197..:.8. :7.3503:9:59:803/7 $0.  /03.3.3 /.3 80. :2:2 0- 703/.3$0.3 :39: 202.58. :.:3   .2.9.-.05.7 7.8  09.:3.3 9.8 9073. 7.3907009.:.8 .87:25:9  -07:8.3 /5.9.3 3197.: 43/8 002-.3 503:9:5:.39. 7. /.3.:39:202.3 2085:3 :.8  / .

3.3 .24/1./805.3:3 / .3.3. 3 /.5.32:8.05.3 -.9..9:.//8943 /03.3 /407-0790. -07-.9.8 80:7: 5032-:3.3 88.3.:8.7:3/:.:7702-08.3 /03.3 /03.fff@f¯ f°–  f°©f° ff¾f°°–°–f°    .9.:39:202-:.8  /-.3 .9.8 .3 903 502-:.8/.3549038.3-0-07.9:.3.3 /-:.3703/.3 703/.3.

 9..3 /:3.308909. :39: 202-039:80-:.3 202.3507/:/.8 . 9::.3 7:25:9-07:8. -07:8..3/.70. 802. #04438.88 2.8. 503008.3-03505443.2.3.30-4388903 8079.3 :39: /.3.3.3/. . $0. 802.  9070- /.35:5:..:3..3  O 02-039:42:39.9: 9089:75072:.33:3.3.8 .3 /.8/.3802.89.503:9:5.3 8.3. ./02-.3/..8 /.:3.70.8 /7.8 2030/.3 20203: 7907.9 20203: 9::.35.3.8 %03 903 . . -:.:39:./.3 .7:8 9:7:9 20250792-.009. 0488902 .3.83 2.35.3/9.-9.2-. 9:9:5.0.3-078..3.009.3 70.-:.380-.9.009.3..8 .009.:3    094/0 2094/050304.7703..9.::/-07.. 8.-.5./.3/./03.7:25:9     !05443.-07:8..390.83 :3/:..8850808 1..3: 050393.2-.3 .35:5: 037:25:9 /.81...3 0-:9:.3  '009.3 802./.7.302:/.-9.39: :39: 202.8.9 1.25:7.3 :39: 202:/.fff@f¯ f°–  f°©f° ff¾f°°–°–f°    .2-.3 .3    !05443.3:9.2.802.502.3 802.8.3 . -:.3:9.3/.3  O 02-039:42:39. 5.-9.3 9/.8-07:8..:3.3 .3  2.-9..39.3 :39: 202-039: .3 -070.9//4743/03..2.3 70.3 70../..5.3-:.

 .3 7:5./.3/.8.3 703/.870.3 70.3 /.3 275 /03. .3.-9.5.:.3 .3 20303. 9/.3502:2.3..3 5020. 50309.35.9:  O !0304.3080.7 5747.3 0 507:39:.3 42:39.3 9.. :3.9.3..3 -07. 80-0:2 503.7..7:8 202.3.9 .3 .4507. 803.2-.39:3 5.8080.: /02-./.-9.3 802:..3!.3...3 03/.3 207:5.3 . 20303/. 2030/. 704438.8 9.02-.8. /. 3 9079.2-.25.83..3 !02.- /.9./.. 5034507.3  89... 80.7:8//4:2039.3784-07.8 50325.3 /.2.3/..3 -08.3 9.3 043428 80/02.  !02-039:.7: .9..3 /.7850808...:.8  5073.79.3.8.2.8 8073.3 4254303 50393 /.2 70.39.3. 090780/.3/03. 503:9:5.fff@f¯ f°–  f°©f° ff¾f°°–°–f°    .8 .3 9/.3 .2. 90780-:9  !002-.32. /.89.9 /507:3.3..3  O %.9 8079.5..3 8:.5.3 . 80-... 2032-:. .39.9.2.7.             .  O !02.3 3:3.8 -..3 9.3 -0..8.3 -..3 :39: 50302-.3 808:.8.8 .25.89.-9.35020.9 /9072.3 .-9.8 . 80.9.:49. .7.9. /..3..3%.:3. 848.3 ./.2-.3 .3 .009.3/.%.9: .8.3 -.  $..3808.3.3 50325.9 20.

9.3: 80-.3 0.3 207:5.2.3 .:3..3 5. 0. .8 02-039:42:39.3 0-:9:.9: -.3 /.8:/. 0.25.7 /.3 -07/...3:3 .fff@f¯ f°–  f°©f° ff¾f°°–°–f°    ./.39. .8.3%.:.30307.02.9 0.3:3. 9.7  50089.3/./.9.009.2-.5.9 809.3 502-.3 3:3.3 202507-.3 .3.  094/0 2094/0 50304.35.3.203:7. 502-. 050393. 808:.3-.3 0-:9:.3 -079::..3..3 507:39:. 507.8..3 5020...3 -070.3 .9.0307.9.3 080..38.81.7..9.5.3:3.  ..3 3:3.: 203.8.3/..9.3/.08549.2-..7:8 /9::. .2-.35.3 /.939.3:9.8.3 :2:2  . :9.3 5.3 503079.3 3:3.9. 3:3.25:.33.3!0304.3 02-039:42:39.3 -070.3 80.3 .32070.30307.3 2.3/.3:9.3 . 3 /2.3 -07:5.920345.9 5. .3 8:.3 .9. !&%&!     0825:.3 ..3:3. 502-.8.  #0.703.3 :8.9.3  /03. 9:909.8.3 907.3 /./9. .:.3.39..8.7.3 -.7.3..3 .:203/::3502-. 9..3       $..302.9.8.-.3 5.3:3.7.3 ..3/../.33./. 50304..880.3.. 5079.3 :39: 20203: 0-:9:.220203:0-:9:.3 /.8 .35:...3 .3 .3.31.907.3/. 5033.2-.9. /03.3  .3:3.9:5079.7. /. 0:3.7..2 07.5.35. .7.3 .3 .3  !02-.:3. 503.. 203.9 507: 9..8 8:.3 80-.8503.3 /.7:8 -072./.3/..9 -071:38 /.. !02.

:9/.3 ..7:8 /./ .- 8:.3 202.9: 5079. /.2-. 809.fff@f¯ f°–  f°©f° ff¾f°°–°–f°    . 90780-:9 .5. 40 389.2-.3 .. /03.9.8.25.3 .3 574808 #0.7  .3 40 .33..3  .7.3 2025:3. 9: 808:..703.                          .3 /..2.8 8:.8 50..3 /.38 5020739.9 203.9: 5079.7:8 /.3. . 003.8.5. .3 /7.8.3..3.3..3 /.

%#!&$%   995.

.

58/ - 08/2 4 /.

-:093* .

.9.. #0.2.394*.2-..3 0.8 .8 %.3 5/1 995.

.

42.8.1707303/ .

  .

.

.

0452039 / 3/:897 5079.2-.3.-0 /0.8:89.3.3.

 995.

.

 709 4.:. .

08.7084:7.

:20398.4.

!$!.

!$! 3048:703/4 5/1 995.

.

4 /.38.90 440 .97.

703/ :995.35.97.90/ .38.

.

 10/2 3 .42.

92.

4.fff@f¯ f°–  f°©f° ff¾f°°–°–f°    .5.507 5/1     .