Anda di halaman 1dari 12

Teori ketergantungan media

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari Teori Ketergantungan Media (bahasa Inggris: Dependency Theory) adalah teori tentang komunikasi massa yang menyatakan bahwa semakin seseorang tergantung pada suatu media untuk memenuhi kebutuhannya, maka media tersebut menjadi semakin penting untuk orang itu [1]. Teori ini diperkenalkan oleh Sandra Ball-Rokeach dan Melvin DeFleur. Mereka memperkenalkan model yang menunjukan hubungan integral tak terpisahkan antara pemirsa, media dan sistem sosial yang besar. Konsisten dengan teori-teori yang menekankan pada pemirsa sebagai penentu media, model ini memperlihatkan bahwa individu bergantung pada media untuk pemenuhan kebutuhan atau untuk mencapai tujuannya, tetapi mereka tidak bergantung pada banyak media dengan porsi yang sama besar. Besarnya ketergantungan seseorang pada media ditentukan dari dua hal.

Pertama, individu akan condong menggunakan media yang menyediakan kebutuhannya lebih banyak dibandingkan dengan media lain yang hanya sedikit. Sebagai contoh, bila anda menyukai gosip, anda akan membeli tabloid gosip dibandingkan membeli koran Kompas, dimana porsi gosip tentang artis hanya disediakan pada dua kolom di halaman belakang, tetapi orang yang tidak menyukai gosip mungkin tidak tahu bahwa tabloid gosip kesukaan anda, katakanlah acara Cek dan ricek, itu ada, ia pikir cek dan ricek itu hanya acara di televisi, dan orang ini kemungkinan sama sekali tidak peduli berita tentang artis di dua kolom halaman belakang Kompas. Kedua, persentase ketergantungan juga ditentukan oleh stabilitas sosial saat itu. Sebagai contoh, bila negara dalam keadaan tidak stabil, anda akan lebih bergantung/ percaya pada koran untuk mengetahui informasi jumlah korban bentrok fisik antara pihak keamanan dan pengunjuk rasa, sedangkan bila keadaan negara stabil, ketergantungan seseorang akan media bisa turun dan individu akan lebih bergantung pada institusi - institusi negara atau masyarakat untuk informasi. Sebagai contoh di Malaysia dan Singapura dimana penguasa memiliki pengaruh besar atas pendapat rakyatnya, pemberitaan media membosankan karena segala sesuatu tidak bebas untuk digali, dibahas, atau dibesar-besarkan, sehingga masyarakat lebih mempercayai pemerintah sebagai sumber informasi mereka.

atau tidak menggunakan media dan memilih cara lain.Teori penggunaan dan pemenuhan kepuasan Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Pemirsa dilihat sebagai individu aktif dan memiliki tujuan. ensiklopedia bebas Teori Penggunaan dan Pemenuhan Kebutuhan (bahasa Inggris: Uses and Gratification Theory) adalah salah satu teori komunikasi dimana titik-berat penelitian dilakukan pada pemirsa sebagai penentu pemilihan pesan dan media. [sunting] Latar belakang Teori Penggunaan dan Pemenuhan Kebutuhan menggunakan pendekatan dengan fokus “mengapa sekelompok orang memilih untuk menggunakan media tertentu dibandingkan kandungan isi yang ditawarkan”. . mereka bertanggung jawab dalam pemilihan media yang akan mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka dan individu ini tahu kebutuhan mereka dan bagaimana memenuhinya. Media dianggap hanya menjadi salah satu cara pemenuhan kebutuhan dan individu bisa jadi menggunakan media untuk memenuhi kebutuhan mereka. Pendekatan ini secara kontras membandingkan efek dari media dan bukan ‘apa yang media lakukan pada pemirsanya’ (yang menitik beratkan kepada kehomogenan pemirsa dalam komunikasi masa dan melihat media sebagai jarum hipodermik).

dan peranan sosialnya. Para teoritis pendukung Teori Penggunaan dan Pemenuhan Kepuasan berargumentasi bahwa kebutuhan manusialah yang mempengaruhi bagaimana mereka menggunakan dan merespon saluran media. pada saat seseorang merasa bosan maka ia akan memilih isi yang lebih menarik dan menegangkan dan pada saat seseorang merasa tertekan ia akan memilih isi yang lebih menenangkan dan ringan. lagipula banyak orang sebenarnya telah menghabiskan waktu di depan TV lebih banyak daripada yang mereka rencanakan.Blumler. penyediaan informasi tentang lingkungan. Kebutuhan yang berbeda diasosiasikan dengan kepribadian seseorang. Fungsi pengawasan (surveillance). Menonton TV sendiri telah membentuk opini apa yang dibutuhkan pemirsa dan membentuk harapan-harapan. Zillman sebagaimana dikutip McQuail telah menunjukkan pengaruh mood seseorang saat memilih media yang akan ia gunakan. tahap-tahap kedewasaannya. Namun beberapa komentar berargumentasi bahwa pemenuhan kepuasan seharusnya dapat dilihat sebagai efek. Sebagai contoh menurut Judith van Evra anak-anak secara khusu lebih menyukai untuk menonton TV untuk mencari informasi dan disaat yang sama lebih mudah dipengaruhi [2]. .Teori Penggunaan dan Pemenuhan Kepuasan dapat dilihat sebagai kecenderungan yang lebih luas oleh peneliti media yang membuka ruang untuk umpan balik dan penerjemahan prilaku yang lebih beragam [1]. yaitu: 1. Program TV yang sama bisa jadi berbeda saat harus kepuasan pada kebutuhan yang berbeda untuk individu yang berbeda. contohnya film horror secara umum menghasilkan respon yang sama pada pemirsanya. Teori Penggunaan dan Pemenuhan Kepuasan pada awalnya muncul ditahun 1940 dan mengalami kemunculan kembali dan penguatan di tahun 1970an dan 1980an. dan Browmn menggunakan model teori penggunaan dan pemenuhan kepuasan pada tahun 1972[3] untuk menekankan empat area kepuasan pada media cetak yang didapatkan oleh penggunanya. [sunting] Empat area interaksi kepuasan antara media dan individu McQuail. latar belakang.

. atau justru sebaliknya. Teori Penggunaan dan Pemenuhan Kepuasan dapat dikatakan tidak sempurna saat digunakan untuk menilai media yang telah digunakan secara ritual (kebiasaan). Namun sebuah teori yang menyatakan bahwa pemirsa media sebenarnya hanya menggunakan media untuk menyalurkan pemenuhan akan kepuasannya sejujurnya tidak secara penuh dapat menilai kekuatan media dalam lingkup sosial di masa kini. atau film berbahasa asing karena mereka tidak mengerti. Banyak orang tidak benar-benar tahu alasan mengapa mereka memilih media atau saluran tertentu. dan tidak benar-benar diseleksi [4]. Tidak ada alasan yang benar-benar nyata mengapa ia menyetel TV dan bukannya membaca majalah atau koran. Pada banyak hal kejadian ini merupakan kejadian alamiah sehari-hari dan tidak dilakukan secara sadar.Model komunikasi media terintegrasi sebagai pemenuhan kebutuhan [sunting] Kritik akan teori ini Pada derajat tertentu laporan penggunaan media oleh para pemirsanya memiliki keterbatasan-keterbatasan. contohnya anak-anak hanya tahu bahwa mereka menghindari menonton saluran yang menayangkan bincang-bincang orang dewasa. ritual. Sebagai contoh saat anak-anak pulang sekolah. Teori ini mengesampingkan kemungkinan bahwa media bisa jadi memiliki pengaruh yang tidak disadari pada kehidupan pemirsanya dan mendikte bagaimana seharusnya dunia dilihat dari kacamata para perancang kandungan isi dalam media. sudah menjadi kebiasaannya untuk mengambil makan siang dan duduk dikursi sembari menyetel TV. Namun teori ini tetap tepat untuk digunakan untuk menilai hal-hal spesifik tertentu yang menyangkut pemilihan pribadi saat menggunakan media. Walaupun begitu menonton TV dapat juga menjadi pengalaman seni dan menggugah motivasi seseorang untuk melakukan sesuatu. namun ada penelitian-penelitian lain yang mengungkapkan bahwa penggunaan media sebenarnya terkait dengan kebiasaan. bagi orang dewasa mungkin ia langsung membaca koran dan bukannya menyetel TV saat meminum kopinya dipagi hari. hanya kebiasaan. Walaupun teori ini menekankan pemilihan media oleh para pemirsanya. tetapi anak-anak tersebut tidak benarbenar sadar mereka berakhir di saluran mana.

Saat memilih musik kita tidak hanya mengandalkan mood tertentu. sementara detik. . Atau media TV yang tetap tidak tergantikan oleh telepon selular walaupun telepon selular kini dapat berfungsi seperti TV.[sunting] Relevansi Teori Penggunaan dan Pemenuhan Kepuasan Teori Penggunaan dan Pemenuhan Kepuasan memiliki relevansi tinggi saat digunakan untuk menentukan hal-hal sebagai berikut [5] 1. dituangkan tertulis dan dapat diulang.com menawarkan berita yang lebih spesifik. Inovasi diadopsi saat media baru pengganti memiliki dan dapat menggantikan fungsi-fungsi media lama tradisional. Contohnya alat komunikasi pager yang tergantikan dengan telepon selular. Contohnya seperti detik. Pemilihan musik sesuai selera. Banyak jenis musik yang dapat dipilih dan pilihan kita menunjukkan kebutuhan tertentu yang spesifik. Koran jelas kurang cepat dan TV terlalu seragam penayangannya. Penerimaan akan media-media baru (seperti internet) dan penggunaan mediamedia lama . bahkan dengan adanya media baru pengganti. Di lain pihak pengguna lama mulai menggunakan internet dan terpaksa mempelajarinya saat ada informasi-informasi yang disalurkan hanya dapat dilihat melalui internet.com saat kerusuhan 1998. 2. namun juga berusaha untuk menunjukkan jati diri dan kesadaran sosial lainnya.

[1] . Informasi yang diterima sebuah organisasi berbeda dalam hal ketidakjelasannya.Teori informasi organisasi Teori informasi organisasi merupakan salah satu teori komunikasi yang membahas mengenai pentingnya penyebaran informasi dalam organisasi untuk menjaga kelangsungan hidup organisasi tersebut. yaitu[1]: 1. [1] Teori ini menekankan proses dimana individu mengumpulkan.[1] [2] Ketidakjelasan yang dimaksud disini adalah ambiguitas dalam hal informasi yang diterima oleh organisasi. mengelola.[1] [2] Asumsi ini menyatakan bahwa organisasi bergantung pada informasi agar dapat berfungsi dengan efektif dan mencapai tujuan mereka. Organisasi manusia terlibat di dalam pemrosesan informasi untuk mengurangi ketidakjelasan informasi. organisasi mulai melakukan aktivitas kerja sama untuk membuat informasi yang diterima dapat dipahami dengan baik.[1] [2] Dalam upaya mengurangi ambiguitas tersebut.[1] 2. dan menggunakan informasi.[1] 3. Organisasi manusia ada dalam sebuah lingkungan informasi.[2] Daftar isi [sembunyikan] • • • • • 1 Asumsi 2 Mengurangi Ketidakjelasan Informasi 3 Keunggulan Teori 4 Kritik terhadap Teori 5 Referensi [sunting] Asumsi Teori informasi organisasi memiliki sejumlah asumsi dasar.

hal yang dapat dilakukan adalah[1]: 1.[1] Di dalam keadaan yang tidak stabil.[1] Selain itu.[1] 2. individu belum tentu menyampaikan informasi yang sama.[1] [sunting] Keunggulan Teori Keunggulan teori ini adalah kegunaannya yang jelas. teori ini memiliki ruang lingkup yang luas dan telah dijadikan dasar dalam diskusi berbagai bidang ilmu.[1] [sunting] Kritik terhadap Teori Teori informasi organisasi gagal melakukan pengujian konsistensi logis.[1] Salah satu kritik yang muncul adalah keyakinan bahwa orang cenderung diarahkan oleh aturan dan kondisi dalam sebuah organisasi. Menciptakan lingkungan organisasi (Entactment) yang merujuk kepada bagaimana informasi akan diterima dan diinterpretasikan oleh organisasi. Pengulangan (retensi) merupakan proses yang menekankan pada hal-hal kecil dengan mendasarkan pada ingatan kolektif dan memungkinkan orang untuk mencapai tujuan.[1] 3. Menginterpretasikan input (seleksi) dengan memilih metode terbaik untuk mendapatkan informasi.[sunting] Mengurangi Ketidakjelasan Informasi Untuk mengurangi ketidakjelasan yang muncul dalam penyebaran informasi dalam organisasi.[1] Ini memudahkan peneliti untuk memahami bagaimana proses pertukaran informasi yang terjadi dalam organisasi dapat mempengaruhi pencapaian tujuan organisasi. yakni lebih mendasarkan pada proses komunikasi daripada peran komunikator itu sendiri.[1] .

Selain itu dalam pemasaran juga perlu assessment (penilaian/taksiran) Konsep dasar dari marketing communication adalalah: 1. Sedangan Promosi menurut shimp. poster. tandatanda dan variasi bahan-bahan di toko lainnya. Terrence adalah: Aspek pemasaran umum bahwa managemen promosi berhubungan dengan ekplisitas. Point Of Purchase Communication adalah Komunikasi di tempat pembelian.Schultz. pemasaran langsung dan special Eventge) dan tahap pembelian dan penggunaan di kalangan konsumen. Distribusi) 4. termasuk displai. Keduanya tidak dapat dipisahkan. penjualan perorangan. merupakan salah satu kegiatan pemasaran. Sedangkan pemasaran lebih kepada 2 (dua) arah dimana proses apakah sesuai. sampai ke kegiatan promosi (melalui iklan. Promosi meliputi praktek periklanan.Price (Harga) 3. perlu adanya feedback dari mendesain nama sampai kepada produk jadi. Perbedaan antara promosi dengan pemasaran Promosi. publisitas dan point of purchase communication (P-O-P).Komunikasi adalah pemasaran Komunikasi adalah pemasaran dan sekrang pemasaran adalah komunikasi Menurut Don E. promosi penjualan. Mereka menegaskan bahwa pada saat ini 1990-an pemasaran adalah komunikasi (baca marketing communication) dan komunikasi adalah pemasaran. Elemen promosi.Place (Tempat.Promotion (Promosi) . Stanley Tannenbaum dan Robert Lauterborn dalam buku mereka Integrated Marketing Comunication(1994-46) memandang komunikasi pemasaran sebagai kontinum dari mulai tahap perancangan (design) produk. yang di desain untuk mempengaruhi pilihan pelanggan pada saat pembelian. Distribusi.Product (Produk) 2. pada saat kita menyebarkan pesan (Mempromo).

barang atau jasa yang dibayar oleh suatu sponsor tertentu.Promosi Penjualan Berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau membeli suatu produk atau jasa. 5.Direct marketing 11. e-mail. 3. 2.Komunikasi pemasaran mengenai 4P ini kemudian dijabarkan lagi menjadi beberapa konsep. 4.Hubungan masyarakat dan Publisitas Berbagai program untuk mempromosikan dan atau melindungi citra perusahaan atau produk individualnya.Packaging.Word of Mouth .Consumer sales promotion 3. konsep dasar dari strategi promosi adalah: Promotion Strategy (5) 1.Corporate Advertising 9. Akan tetapi dengan bertambahnya zaman. Point-Of-Purchase 5. faksimili.Advertising 2. dan menerima pesanan. berkembangannya berbagai jenis media baru dan semakin canggihnya konsumen maka Strategi Promosi di rumuskan menjadi: 1.Periklanan Semua bentuk penyajian nonpersonal dan promosi ide.Experiantial Contact: Events. persaingan pasar makin ketat.Penjualan secara pribadi Interaksi langsung dengan satu calon pembeli atau lebih untuk melakukan presentasi. telepon.Trade Promotion and Co-marketing 4. dan alat penghubung nonpersonal lain untuk berkomunikasi secara langsung dengan atau mendapatkan tanggapan langsung dari pelanggan tertentu dan calon pelanggan. Sponsorship 12.Pemasaran langsung Penggunaan surat.Customer Service 13.Public Relations 7.Brand Publicity 8. menjawab pertanyaan.Personal Selling 6.The internet 10.

Mengidentifikasi audiens yang dituju Audiens dapat diartikan sebagai calon pembeli produk perusahaan. masyarakat tertentu atau masyarakat umum. kepuasan yang tinggi dan cerita dari mulut ke mulut yang baik. dan menggerakkan tindakan (action). Memformulasikan pesan memerlukan pemecahan atas 4 masalah.Mengelola dan mengkoordinasikan proses komunikasi pemasaran terintegrasi Keterangan: 1. 3. .Sumber pesan -> Siapa seharusnya mengatakannya.mempertahankan ketertarikan (interest).Menentukan tujuan komunikasi tersebut 3.Isi pesan -> apa yang akan dikatakan .Menentukan total anggaran promosi 6. Menentukan tujuan komunikasi tersebut Setelah pasar sasaran dan karakteristiknya di identifikasi.Struktur pesan -> bagaimana mengatakannya secara logis. kelompok.MENGEMBANGKAN KOMUNIKASI PEMASARAN YANG EFEKTIF 8 langkah dalam mengembangkan program komunikasi dan promosi total yang efektif. membangkitkan keingininan (desire). pesan itu harus menarik perhatian (attention). Komunikator pemasaran harus: 1.Mengukur hasil promosi tersebut 8. . Tanggapan terakhir yang diharapkan dari audiens adalah pembelian.Format pesan -> Bagaimana mengatakannya secara simbolis. Audiens itu dapat terdiri dari individu. .Merancang pesan 4. pemakai saat ini. komunikator pemasaran harus memutuskan tanggapan yang diharapkan dari audiens. atau pihak yang mempengaruhi. 2. Idealnya. . penentu keputusan.Mengidentifikasi audiens yang dituju 2.Membuat keputusan atas bauran promosi (Marketing Mix) 7. Merancang pesan Setelah menentukan tanggapan yang diinginkan dari audiens komunikator selanjutnya mengembangkan pesan yang efektif.Memilih saluran komunikasi 5.

4. Personal Selling. dimana merupakan sarana untuk menarik perhatian dan memeberikan informasi yang akhirnya mengarahkan konsumen kepada produk. Iklan dapat digunakan untuk membangun image jangka panjang dan juga mempercepat quick sales. .Saluran komunikasi personal. 1. Public Relation dan publisitas juga dapat memperoleh efek dramatisasi seperti yang terjadi pada iklan. Direct Marketing. atmosfer dan acara.Metode sesuai kemampuan 2. tetapi dilakukan melalui media. alat promosi ini hanya dapat menjangkau konsumen yang spesifik.Saluran komunikasi nonpersonal Menyampaikan pesan tanpa melakukan kontak atau interaksi pribadi. Namun pesan yang disampaikan melalui direct marketing dapat disesuaikan dengan karakter dan respon konsumen yang dituju serta dapat diperbaharui secara cepat pula. 5. Perusahaan selalu mencari cara untuk meperoleh efisiensi dengan mensubtitusi satu alat promosi dengan yang lainnya. Komunikasi. Namun iklan hanya dapat membawa pesan secara monolog (komunikasi satu arah). jadi hanya sebagai pemberi informasi.Metode presentasi penjualan 3.Metode keseimbangan persaingan 4.Metode Tujuan dan tugas 6. Public Relation dan publisitas. Membuat keputusan atas bauran promosi (Marketing Mix) Perusahaan harus mendistribusikan total anggaran promosi untuk lima alat promosi yaitu: Iklan. Selain itu iklan juga bersifat baku dan dapat ditayangkan berulang-ulang serta dapat memperoleh efek dramatisasi dari iklan yang telah ditayangkan tersebut. Memilih saluran komunikasi Saluran komunikasi terdiri dari 2 jenis yaitu: . merupakan model komunikasi yang dapat menjangkau public secara luas. Promosi penjualan. Menentukan total anggaran promosi Bagaimana perusahaan menentukan anggaran promosinya? Ada 4 metode utama yang digunakan dalam menyusun anggaran promosi. Hal ini terjadi karena personal selling dapat membuat hubungan interaktif secara dekat sehingga dapat mengnenal konsumen secara lebih dalam dan lebih baik sehingga dapat memberikan respon yang tepat. merupakan alat promosi yang paling efektif pada siklus terakhir dari proses pembelian. Mencakup dua orang atau lebih yang berkomunikasi secara langsung satu sama lain . alat promosi ini dapat menarik perhatian khalayak ramai jika memiliki kredibilitas yang tinggi dan tidak memasukkan unsure penjualan. alat promosi ini mempunyai 3 manfaat yaitu pertama. Hal tersebut memberikan kontribusi nilai tambah kepada konsumen dan juga dapat secara aktif mengajak konsumen membeli produk yang ditawarkan.

komunikator harus mengukur dampaknya pada audiens sasaran.7. pesan. 8. dan audiens yang sangat lebih modern. . Banyak perusahaan masih sangat mengandalkan satu atau dua alat komunikasi untuk mencapai tujuan komunikasinya. Mengelola dan mengkoordinasikan proses komunikasi pemasaran terintegrasi. berkembangannya berbagai jenis media baru dan semakin canggihnya konsumen. Praktik ini terus berlangsung. meski sekarang ini terjadi disintegrasi dari pasar massal ke banayak pasar kecil. Hal ini mencakup menanyakan audiens sasaran apakah mereka mengenali atau mengingat pesan yang telah disampaikan. Alat komunikasi. Mengukur hasil promosi tersebut Setelah menerapkan rencana promosi. masing-masing memerlukan pendekatan komunikasi tersendiri. beberapa kali mereka melihatnya. bagaimana perasaan mereka tentang pesan tersebut. hal-hal apa saja yang mereka ingat. dan sikap mereka sebelumnya dan sekarang tentang produk dan perusahaan itu.