Anda di halaman 1dari 17

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Proses menua (aging) adalah proses alami yang dihadapi manusia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggolongkan lanjut usia menjadi 4, yaitu : usia pertengahan (middle age) 45 -59 tahun, lanjut usia (elderly age) 60 -74 tahun, lanjut usia tua (old age) 75 – 90 tahun dan usia sangat tua (very old age) diatas 90 tahun. Dalam proses ini, tahap yang paling krusial adalah tahap lansia (lanjut usia). Dalam tahap ini, pada diri manusia secara alami terjadi penurunan atau perubahan kondisi fisik, psikologis maupun sosial yang saling berinteraksi satu sama lain (Miller, 2004). Keadaan itu cenderung berpotensi menimbulkan masalah kesehatan secara umum (fisik) maupun kesehatan jiwa secara khusus pada individu lanjut usia (Affandi, 2008). Menurut Maryam dkk. (2008) masalah kesehatan jiwa yang sering timbul pada lansia meliputi kecemasan, depresi, insomnia, paranormal, dan demensia. Menurut Mubarak, 2009 banyak mitos-mitos yang berkaitan dengan lansia (lanjut usia) seperti mitos kedamaian dan ketenangan, mitos konservatif dan kemunduran pandangan, mitos berpenyakitan, mitos senilitas, mitos

ketidakproduktifan. Mitos-mitos inilah yang membuat orang bahwa lansia adalah orang-orang yang lemah ataupun pemikiran-pemikiran negatif lainnya. Amerika Serikat menempati urutan ketiga terbanyak penduduk lanjut usianya setelah Cina dan India. Menurut Dinas Kependudukan Amerika Serikat (1999), jumlah populasi lansia berusia 60 tahun atau lebih diperkirakan hampir mencapai 600 juta orang dan diproyeksikan menjadi 2 miliar pada tahun 2050, pada saat itu lansia akan melebihi jumlah populasi anak (0-14 tahun). Jumlah populasi lansia ini meningkat seiring dengan semakin meningkatnya usia harapan hidup di Amerika Serikat. Sensus terbaru yang dilakukan Amerika Serikat pada tahun 2010 menunjukkan manula meningkat lebih cepat daripada populasi kelompok umur muda, yaitu meningkat dari 35,3% pada tahun 2000 menjadi 37,2% pada tahun 2010, dengan tujuh Negara memiliki median usia 40 atau lebih tua. Hal ini disebabkan oleh adanya pertumbuhan Generasi Baby Boom. Bahkan piramida penduduk untuk wilayah

EPTM : “LANSIA di AMERIKA SERIKAT”

1

Dengan mengembangkan pengetahuan tentang gerontologi dan geriatri. kaya akan pengalaman dan ketrampilan. Sejalan dengan proses menua. Semua negara di dunia harus mulai memikirkan secara serius bagaimana kita dapat menghadapi tantangan "global aging". Masalah populasi lansia (manusia lanjut usia) adalah salah satu tantangan yang paling berat dalam waktu seratus tahun ke depan. kualitas manusia dengan bertambahnya usia. maka masalah-masalah pada lansia akan dapat ditanggulangi. Gerontologi adalah bidang studi yang mempelajari aspek sosial.Amerika serikat menunjukkan penambahan yang cukup banyak untuk kelompok umur 46-64 tahun. dapat dijadikan tauladan bagi generasi penerus dan bisa menjadi media transfer ilmu dan pengetahuan bagi kepentingan pembangunan sehingga menjadi aset negara dan bangsa. Namun kelompok lanjut usia juga mempunyai potensi kearifan. psikologi dan biologi dari proses penuaan. kesehatan. tantangan populasi lansia dengan segala permasalahannya. fisik maupun intelektual mengalami penurunan. Dalam mempelajari tentang penuaan. kondisi fisik maupun non-fisik lansia mengalami penurunan. maka kondisi mental. B. Sebenarnya. Sedangkan Geriatri merupakan cabang dari ilmu kedokteran yang mempelajari penyakit pada lanjut usia (lansia). pendidikan dan pembinaan keagamaan. seringkali kita mendengar istilah Gerontologi dan Geriatri. Secara umum. Konsekuensi logisnya. RUMUSAN MASALAH       Apa itu lansia? Bagaimana etiologi lansia? Bagaimana patifisiologi lansia? Apa kode ICD untuk lansia? Bagaimana gambaran epidemiologi untuk lansia di USA? Apa saja faktor risiko yang menyebabkan dan disebabkan oleh lansia di USA? EPTM : “LANSIA di AMERIKA SERIKAT” 2 . yang menjadi permasalahan adalah masalah kesehatan (fisik. atau penyakit degeneratif. sosial dan mental) yang menyertai semakin menuanya seseorang. diperlukan peningkatan pelayanan kesejahteraan bagi usia lansia di berbagai bidang seperti sosial.

TUJUAN        Untuk mengetahui apa itu lansia. Untuk mengetahui kode ICD untuk lansia. Untuk mengetahui tentang patifisiologi lansia. MANFAAT   Bagi mahasiswa Sebagai referensi untuk menambah wawasan tentang penyakit kusta Bagi Dosen Menilai sejauh mana pemahaman mahasiswa terhadap materi kuliah yang telah diberikan. D. EPTM : “LANSIA di AMERIKA SERIKAT” 3 . Untuk mengetahui upaya pencegahan dan penanggulangan yang cocok dilakukan untuk wilayah USA. Bagaimana upaya pencegahan dan penanggulangan yang cocok dilakukan untuk wilayah USA? C. Untuk mengetahui faktor risiko yang menyebabkan dan disebabkan oleh lansia di USA. Untuk mengetahui tentang etiologi lansia. Untuk mengetahui gambaran epidemiologi untuk lansia di USA.

yaitu : usia pertengahan (middle age) 45 -59 tahun. c. b. Aspek Biologi: Lansia merupakan penduduk yang telah menjalani proses penuaan. dan batasan umur. Bagi penduduk lansia yang masih memiliki pekerjaan. penduduk lansia dapat dilihat dari aspek biologi. sosial. GAMBARAN UMUM LANSIA 1. dalam arti menurunnya daya tahan fisik yang ditandai dengan semakin rentannya tubuh terhadap serangan berbagai penyakit. Aspek Sosial: Di Negara-negara Amerika. penduduk lansia memiliki kelas sosial yang tinggi yang harus dihormati oleh masyarakat usia muda. Di masyarakat tradisional di Asia. tidak semua penduduk yang termasuk dalam kelompok umur lansia ini tidak memiliki kualitas dan produktivitas. lanjut usia (elderly age) 60 -74 tahun. d. yaitu: a. produktivitasnya sudah menurun dan pendapatannya lebih rendah dibandingkan usia produktif. EPTM : “LANSIA di AMERIKA SERIKAT” 4 . 1994). Namun.BAB II PEMBAHASAN A. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggolongkan lanjut usia menjadi 4. ekonomi. Aspek Ekonomi: Lansia dianggap sebagai warga yang tidak produktif lagi dan hidupnya perlu ditopang oleh generasi yang lebih muda. pendekatan umur adalah yang paling memungkinkan untuk mendefinisikan penduduk lansia. penduduk lansia memiliki strata sosial di bawah kaum muda. Secara lebih rinci. lanjut usia tua (old age) 75 – 90 tahun dan usia sangat tua (very old age) diatas 90 tahun. Aspek Umur: Dari ketiga aspek di atas. Definisi Lansia Menua adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri/mengganti diri dan mempertahankan struktur dan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap jejas (termasuk infeksi) dan memperbaiki kerusakan yang diderita (Constantitindes.

yaitu penyakit-penyakit geriatrik. Etiologi Lansia Lanjut usia menrupakan proses alami. Sedangkan Geriatri merupakan cabang dari ilmu kedokteran yang mempelajari penyakit pada lanjut usia (lansia).Dalam mempelajari tentang penuaan. Menurunnya angka fertilitas dan morbiditas ini dipengaruhi oleh gaya hidup dan faktor genetik. Dalam perjalanannya. Penuaan dapat menyebabkan berbagai kemunduran fungsional. hipertensi dan penyakit Alzheimer. Patofisiologi Proses penuaan adalah proses alami. karena lanjut usia merupakan salah satu bagian atau fase dari siklus hidup seorang manusia. artritis. psikologi dan biologi dari proses penuaan. Faktor lansia dapat menjadi salah satu faktor risiko timbulnya penyakit lain. yang akhirnya dapat memicu timbulnya penyakit. 2. akan tetapi sering menimbulkan masalah karena secara fisiologik akan terjadi kemunduran berbagai organ tubuh. proses menuju penuaan atau fase lanjut usia akan dipengaruhi oleh variabel-variabel : • Kultural dan etnik • Polesan genetik dan keturunan • Kondisi fisiologis pada waktu konsepsi dan kelahiran • Pertumbuhan dan maturasi • Lingkungan. seringkali kita mendengar istilah Gerintologi dan Geriatri. 3. osteoporosis. Lanjut usia dapat terjadi karena bertambahnya usia seseorang. Meningkatnya populasi penuaan dipengaruhi oleh meningkatnya usia harapan hidup di suatu negara. Beberapa ahli mengatakan bahwa proses menua adalah penimbunan semua perubahan yang menyertai bertambahnya usia. katarak. seperti penyakit kardiovaskuler. yaitu: EPTM : “LANSIA di AMERIKA SERIKAT” 5 . Hal ini disebabkan oleh angka fertilitas dan angka mortalitas yang menurun. kanker. Gerontologi adalah bidang studi yang mempelajari aspek sosial. sistem famili dan hubungara kemaknaan lainnya. Terdapat dua fenomena biologis yang muncul terkait dengan proses penuaan. diabetes tipe 2.

kadang-kadang disebut nongenetik dan terjadi pada tingkat sel. menurunnya status fungsional. dan sesak. sistem genito-urinaria. sering terjadi penyimpangan gejala dan tanda penyakit dari yang klasik. gangguan nutrisi juga secara langsung akan mempengaruhi proses penyembuhan dan pemulihan. Ini merupakan efek perubahan tingkat fungsi sel dan berkorelasi dengan kronologis usia yang meningkat. namun hubungan sebab-akibat langsung belum ditentukan. atau gizi buruk. Status fungsional adalah kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari. misalnya pada pneumonia mungkin tidak akan dijumpai gejala khas seperti batuk. Selain itu. Adanya gangguan nutrisi. sampai pada struktur dan fungsi organ otak. Faktor lansia dapat menjadi salah satu faktor risiko timbulnya penyakit lain. sekaligus menggambarkan kondisi kesehatan secara umum. Status fungsional menggambarkan kemampuan umum seseorang dalam memerankan fungsinya sebagai manusia yang mandiri. melainkan terdapat perubahan kesadaran atau jatuh. Proses penuaan mengakibatkan terganggunya berbagai organ di dalam tubuh seperti system gastro-intestinal. Mereka memiliki bantalan langsung terhadap penurunan sebagian besar kemampuan fisik dan sensorik yang kita alami. Selanjutnya adalah terganggunya status fungsional pasien geriatrik. sistem serebrovaskular dan sistem saraf pusat. pembesaran ventrikel sampai akhimya terjadi atrofi EPTM : “LANSIA di AMERIKA SERIKAT” 6 . sistem immunologis. Akibat dari perubahan tersebut maka antara lain akan terjadi penurunan peredaran darah ke otak pada daerah tertentu dan gangguan metabolisme. Pasien geriatri memiliki karakteristik multipatologi. Akumulasi produk limbah dalam sel  Hilangnya elastisitas dari jaringan ikat tubuh Perubahan ini. gizi kurang. yang walaupun normal untuk usianya namun menandakan menipisnya daya cadang faali. Perubahan yang terjadi pada otak mulai dari tingkat molekuler. Hal ini terjadi akibat penurunan fungsi barbagai oragan sesuai dengan bertambahnya usia. dan gangguan nutrisi. perbaikan kondisi medis kadangkala kurang signifikan dan lebih lambat timbulnya. yaitu penyakit-penyakit geriatrik. gejala dan tanda klinis yang menyimpang. Selain itu. daya cadangfaal yang rendah. sistem endokrin. neurotransmiter. dsb. demam.

Besar Kejadian Sensus terbaru yang dilakukan Amerika Serikat pada tahun 2010 menunjukkan manula meningkat lebih cepat daripada populasi kelompok umur muda.6 juta orang lanjut usia di Amerika mendapatkan perawatan gawat darurat karena cedera yang berhubungan dengan jatuh.dari otak dan berat otak mengalami pengurangan kurang lebih 7% dari berat sebelumnya. Menurut pusat Statistik Kesehatan Nasional Amerika Serikat. 4. Bahkan piramida penduduk untuk wilayah Amerika serikat menunjukkan penambahan yang cukup banyak untuk kelompok umur 46-64 tahun.5 kali untuk memiliki satu atau lebih keterbatasan fisik. Kondisi tersebut akan semakin kompleks jika secara psikososial terdapat hal-hal yang memperparah. Selain itu.2% pada tahun 2010.3% pada tahun 2000 menjadi 37. EPIDEMIOLOGI LANSIA 1. depresi. Selain itu. dengan tujuh negara bagian memiliki median usia 40 atau lebih tua. Hal ini disebabkan oleh adanya pertumbuhan Generasi Baby Boom. setiap tahun. seperti pengabaian (neglected) atau kemiskinan (masalah finansial). Risiko ini meningkat seiring bertambahnya usia. B. yaitu meningkat dari 35. imobilisasi. Kode ICD Tidak ada kode ICD untuk lansia. mempunyai risiko 2. lebih dari 1.4% EPTM : “LANSIA di AMERIKA SERIKAT” 7 .2% : 36. 1 dari 3 orang lansia di Amerika jatuh setiap tahunnya. dan inkontinesia (sindrom geriatri). maka pada pasien geriatri juga seringkali muncul dengan gangguan fungsi kognitif. Menurut data. Besar kejadian penyakit lain terkait faktor lanjut usia atau penuaan di Amerika Serikat dapat dilihat pada data berikut ini:   Atritis Tekanan darah tinggi : 50. orang dewasa berusia 80 dan lebih. begitupun usia 50-59. Ketika menderita suatu penyakit. instabilitas. data sensus mengungkapkan bahwa lebih dari 29% dari orang Amerika yang berusia 65 tahun ke atas menderita beberapa bentuk cacat fisik.

mulai dari gaya hidup maupun akses terhadap pelayanan kesehatan. Meningkatnya usia harapan hidup ini dipengaruhi oleh semakin membaiknya perilaku kesehatan penduduk Amerika Serikat. EPTM : “LANSIA di AMERIKA SERIKAT” 8 . maka jumlah lansia berjenis kelamin wanita lebih banyak daripada pria. Suku) Jika dilihat dari data di atas.6% : 16. Sedangkan proporsi lansia berjenis kelamin wanita hanya meningkat 29.5% : 28. yaitu 65 tahun pada 1960-an menjadi 78 tahun pada 2010. dapat dilihat bahwa jumlah penduduk lansia di Amerika Serikat mengalami peningkatan sejak tahun 1960 hingga tahun 2010.2%. Umur. Namun. menurut data dari Sensus Bureau Amerika Serikat pada tahun 2010. yaitu sekitar 50.6% : 16. Peningkatan jumlah penduduk lansia ini dikarenakan semakin meningkatnya total usia harapan hidup di Amerika Serikat.2%.8% berbanding 49. didapatkan data bahwa proporsi lansia berjenis kelamin laki-laki mengalami peningkatan sekitar 35. Variasi jumlah lansia di Amerika Serikat jika dilihat dari aspek jenis kelamin. Variasi Kejadian Dalam Populasi (Sex.6% 2.2% dari tahun 2000.    Jantung Gangguan pendengaran Katarak Menurunnya fungsi tulang : 32.

3% dan 16%.3%. Di Amerika Serikat. yakni Hispanik (tercepat Amerika).5 tahun lebih lama daripada ras kulit putih dan 8 tahun lebih lama dari ras kulit hitam. yaitu 17. Perbedaan ini disebabkan oleh Berbagai tingkat kelahiran. Negara bagian Florida dan Virginia Barat sejak dahulu tetap menjadi negara dengan persentase populasi lansia tertinggi. Di Amerika Serikat.8% dari total keseluruhan lansia di AS.6%. risiko patah tulang panggul adalah 1 dari 6 wanita sedangkan risiko diagnosis kanker payudara adalah 1 dari 9 wanita. Dengan harapan hidup hampir 81 tahun.Untuk lebih jelasnya dapat dilihat perbandingannya pada piramida penduduk di bawah ini. mereka hidup 2. dan karena masalah ketidakakuratan penghitungan sensus itu sendiri. tingkat Imigrasi. Pada perempuan kulit putih putih. Total penduduk lansia dari ras Hispanik adalah 6. sekitar 80% dari semua orang yang lanjut usia setidaknya memiliki satu kondisi kronis dan 50% memiliki minimal dua kondisi kronis. Hawai dan Kep.4%. Faktor sosial ekonomi. ras Asia. kemudian Ras Kulit Hitam (Afrika-Amerika) sebanyak 8. dan suku Indian sebesar 0. Satu dari tiga wanita di EPTM : “LANSIA di AMERIKA SERIKAT” 9 . yang membuat naik 15% dari populasi total AS. Pasifik sebesar 3. insiden patah tulang lebih tinggi pada orang kulit putih dan lebih rendah untuk kelompok-kelompok etnis lainnya. Variasi jumlah penduduk lansia berdasarkan ras di Amerika Serikat.

Hal ini juga mengindikasikan bahwa beban penyakit dan masalah yang berhubungan dengan lansia di Amerika Serikat akan lebih berat dan kompleks dibandingkan Negara lain. Namun.dunia berisiko mengalami osteoporosis. dan Puerto Riko) tahun 2009. Meksiko. sedangkan pada pria hanya satu kasus dari 50 orang pria. Perbandingan Beban Penyakit Dengan Daerah Atau Negara Lain Menurut data. Tipe Investigasi/Studi Yang Digunakan Untuk Mengontrol Penyakit Untuk mengontrol penyakit dan masalah-masalah kesehatan pada lansia di Amerika. diperkirakan meningkat menjadi 14 juta kasus osteoporosis dan lebih dari 47 juta kasus massa tulang yang rendah. Hal ini dipengaruhi oleh semakin tingginya usia harapan hidup di Amerika Serikat. The National Osteoporosis Foundation di Amerika Serikat melaporkan bahwa pada tahun 2010. Morbiditas Dan Mortalitas Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi peningkatan angka harapan hidup adalah mengurangi angka kesakitan dan angka kematian. 5. studi case studi juga sering digunakan untuk melihat perkembangan tingkat kesejahteraan lansia antara satu ras dengan ras yang lainnya. yakni penelitian analitik yang digunakan untuk melihat besarnya faktor risiko. sekitar 12 juta orang di atas usia 50 tahun diperkirakan mengalami osteoporosis dan 40 juta lainnya memiliki massa tulang yang rendah. Kejadian penyakit EPTM : “LANSIA di AMERIKA SERIKAT” 10 . Hal ini diduga berkaitan dengan adanya masa menopause pada wanita yang dapat mempengaruhi penurunan massa tulang. Kolombia. selain Cina dan India. prevalensi patah tulang belakang pada wanita di atas usia 50 tahun adalah sekitar 15% dan meningkat menjadi 28% pada wanita yang berusia lebih dari 80 tahun. Dalam sebuah studi terhadap 5 negara di Amerika Latin (Argentina. Pada tahun 2020. Brazil. dan bagaimana pengaruh faktor risiko tersebut terhadap lansia di masa depan. 4. biasanya dilakukan dengan penelitian kohort. 3. jumlah penduduk lansia di Amerika Serikat menempati urutan ketiga di dunia setelah Cina dan India.

6% Diabetes. Namun. yang menyebabkan kelebihan morbiditas dan peningkatan biaya perawatan kesehatan. begitupun usia 50-59.6% : 16.4%)  Kecelakaan (turun 5 %)  Penyakit jantung (turun 4. Selain itu. setiap tahun.6 %)  Diabetes (turun 3. juga EPTM : “LANSIA di AMERIKA SERIKAT” 11 .6% : 16. Menurut data.7 %)  Stroke (turun 4. yaitu:  Influenza dan pneumonia (turun 8. Besar kejadian penyakit lain terkait faktor lanjut usia atau penuaan di Amerika Serikat dapat dilihat pada data berikut ini:       Atritis Tekanan darah tinggi Jantung Gangguan pendengaran Katarak Menurunnya fungsi tulang : 50.8 %) Menurut pusat Statistik Kesehatan Nasional Amerika Serikat. Risiko ini meningkat seiring bertambahnya usia.7%).5 kali untuk memiliki satu atau lebih keterbatasan fisik. data sensus mengungkapkan bahwa lebih dari 29% dari orang Amerika yang berusia 65 tahun ke atas menderita beberapa bentuk cacat fisik. Selain itu. mempengaruhi sekitar satu dari lima orang berusia lebih dari 65 tahun (18.5% : 28. lebih dari 1.jantung dan kanker merupakan penyumbang kematian terbesar pada lansia di Amerika Serikat.2% : 36.5%.9 %)  Hipertensi (turun 2. angka kesakitan dan kematian yang diakibatkan oleh 7 penyebab utama kesakitan dan kematian di Amerika Serikat menurun. 1 dari 3 orang lansia di Amerika jatuh setiap tahunnya.4% : 32. selama beberapa tahun belakangan ini.7 %)  Kanker (turun 1. yaitu sekitar 48.6 juta orang lanjut usia di Amerika mendapatkan perawatan gawat darurat karena cedera yang berhubungan dengan jatuh. mempunyai risiko 2. orang dewasa berusia 80 dan lebih. Penduduk lansia AS yang hidup lebih lama.

Pencemas. merupakan sebuah faktor umum yang mengarah pada perlunya perawatan jangka panjang. Di Amerika Serikat. Namun. dsb. Sickness (masalah Aspek Sosial) Berkaitan dengan lingkungan di sekitar lansia. dan status kawin. Sekitar 10% dari orang dewasa berusia lebih dari 65 tahun dan 47% dari orang dewasa berusia lebih dari 85 tahun menderita penyakit degeneratif dan penyakit yang melemahkan. seperti:  Disease (masalah aspek Patofisiologis) Berkaitan dengan menurunnya fungsi tubuh lansia secara fisik. Mata yang mulai buram. Banyak masalah-masalah yang timbul berkaitan dengan lanjut usia. yakni dua kali lipat setiap 5 tahun setelah usia 65. sosial. kecacatan ini dapat ditunda melalui gaya hidup sehat. Libido menurun. mudah curiga dsb. Kondisi kronis juga dapat menyebabkan kecacatan yang parah. beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa. C. Kecacatan pada lansia AS.mempengaruhi prevalensi penyakit Alzheimer. telah menurun sejak awal tahun 1980-an. Kecacatan juga diukur oleh keterbatasan dalam kegiatan hidup sehari-hari.  Illnes (masalah Aspek Psikologis) Berkaitan dengan kondisi  psikologis dari lansia. suka berhalusinasi. Tulang keropos. gaya hidup. Masalah-masalah ini timbul karena dipicu oleh beberapa faktor berikut ini:   Faktor pribadi lansia: Meliputi jenis kelamin. yang diukur oleh keterbatasan dalam kegiatan instrumental hidup sehari-hari. FAKTOR RISIKO Lanjut usia merupakan suatu bagian dari proses alami dalam fase kehidupan manusia. Misalnya : Sakit Jantung. fisik. EPTM : “LANSIA di AMERIKA SERIKAT” 12 . pendidikan. dan budaya. Misalnya : Cepat marah. kehilangan pekerjaan. dsb. Kehilangan status. pekerjaan. arthritis mempengaruhi sekitar 59% dari orang yang berusia lebih dari 65 tahun dan merupakan penyebab utama terjadinya kecacatan. Misalnya : Kehilangan teman. Faktor lingkungan: lingkungan biologi.

seperti Diabetes Millitus dan gangguan pencernaan. stress. D. Rhematik. namun golongan ini tetap merupakan kelompok yang rentan terhadap penyakit karena terjadinya perubahan struktur dan fungsi tubuh akibat proses degeneratif. dukungan keluarga. stroke. kanker. seperti atritis. dll. tetapi dapat menikmati masa tuanya dengan bahagia. dsb. dan kehidupan beragama. seperti berkurangnya fungsi-fungsi social. osteoporosis. Kondisi ekonomi orang lansia juga mengalami perubahan apabila dibandingkan ketika masih muda. Encok. agar orang lansia tidak hanya berumur panjang. Namun. misalnya adanya kecenderungan perubahan struktur keluarga dari keluarga luas (extended family) ke keluarga inti (nuclear family) ikut membawa perubahan terhadap orang lansia dimana sebelumnya orang lansia tinggal bersama dalam satu rumah dengan anggota keluarga lainnya. EPTM : “LANSIA di AMERIKA SERIKAT” 13 . depresi. perubahan itu menyebabkan orang lansia tinggal terpisah dengan anak-anak mereka. Alzheimer. gangguan pendengaran.  Faktor pelayanan kesehatan: adanya jaminan perlindungan dan keamanan bagi lansia dan kesehatannya. Perubahan sosial di masyarakat. Maka orang lansia hendaknya mampu beradaptasi dengan keadaan yang baru ini. Penduduk lansia secara individual merupakan penduduk yang potensial menjadi “beban” keluarga dan masyarakat terutama bagi mereka yang memasuki usia tuanya tidak dipersiapkan sejak dini. menyebabkan perlunya perhatian pada orang lansia tersebut. jumlah generasi. Gangguan Sosial. UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN Adanya peningkatan jumlah orang lansia. katarak. Keempat faktor ini sangat berpengaruh pada tingkat kesehatan lansia. serta meningkatkan kualitas hidup diri mereka. Gangguan Persendian. Ada beberapa penyakit yang menonjol pada lansia Amerika serikat dan berhubungan dengan 4 faktor di atas. yaitu:     Gangguan Degeneratif. Terjatuh. seperti Hipertensi. Penyakit jantung. Faktor keluarga: tingkat sosial. Gangguan Metabolik. Meskipun banyak orang lansia dalam kesehatan yang baik.

Menyediakan pendidikan klien dan keluarga serta advokasi .   Respite Care atau rumah peristirahatan bagi lansia yang ingin berlibur atau melakukan perjalanan bisnis. anamnesis yang dilakukan adalah anamnesis sistem organ yangsecara aktif ditanyakan oleh dokter (mengingat seringkali pasien geriatri memiliki hambatan dalam menyampaikan keluhahan atau tidak mengangap hal tersebut sebagai suatu keluhan) dan pemeriksaan fisik lengkap yang mencangkup pula pemeriksaan neurologis dan musculoskeletal. Skrining. status emosional. rehabilitatif. serta rehabilitasi telah dikembangkan oleh Amerika Serikat guna mengatasi dan mencegah masalah-masalah dan penyakit. psikologis dan sosial. atau medis. Selain itu. Memastikan semuanya berjalan lancar dan mengingatkan masalah keluarga. Di Amerika Serikat sudah banyak upaya-upaya dan program-program yang dilakukan untuk mempertahankan kualitas hidup dari penduduk lansia. dan III. Bertindak sebagai penghubung untuk keluarga di kejauhan.  Dibentuknya National Association of Professional Geriatric Care Managers. Menawarkan konseling dan dukungan. Meninjau keuangan.II. Home Instead Senior Care. biologis. dan preventif. dan status nutrisi. dibantu fasilitas hidup . Diantaranya. mengatur. Menawarkan rujukan kepada spesialis untuk menghindari masalah di masa depan dan untuk melestarikan aset. baik pencegahan primordial. Memberikan intervensi krisis. masalah dan kelayakan untuk bantuan.Pendekatan dalam evaluasi medis bagi pasien geriatri (lansia) mutlak harus bersifat holistik atau paripurna yang tidak semata-mata dari sisi bio-psiko-sosial saja. masalah hukum. promotif. namun juga harus senantiasa memperlihatkan aspek kuratif. Membantu klien mereka dengan pindah ke atau dari kompleks pensiun.penyakit terkait lansia. pencegahan tingkat I. Aspek pencegahan. Komponen dari pengkajian paripurna pasien geriatri meliputi status fungsional. fasilitas rehabilitasi atau panti jompo. yaitu semacam tempat berkeluh kesah bagi lansia di Amerika Serikat EPTM : “LANSIA di AMERIKA SERIKAT” 14 . status kognitif. dimana fungsinya adalah untuk Melakukan perawatan-perencanaan penilaian untuk mengidentifikasi kebutuhan. yaitu:  Didirikannya Gerontological Society of America (GSA) adalah multidisiplin organisasi yang ditujukan untuk penelitian dan pendidikan di semua aspek gerontologi : medis. dan pemantauan di rumah.

 Professional Health Care at Home. . tanpa harus ke panti jompo. EPTM : “LANSIA di AMERIKA SERIKAT” 15 . yang memungkinkan lansia Amerika yang diabaikan keluarga untuk tumbuh tua di rumahnya sendiri.

maupun psikososial. mental. SARAN Masih diperlukannya upaya-upaya terkait peningkatan kualitas hidup lansia. EPTM : “LANSIA di AMERIKA SERIKAT” 16 . Ketika lansia. Semua ini berpengaruh pada tingkat kesehatan dan masalah-masalah pada lansia itu sendiri. B.6%. Respite Care.   Penyebab meningkatnya populasi lansia adalah meningkatnya usia harapan hidup. Hawai dan Kep. Penduduk lansia ras Hispanik adalah 6. Pasifik sebesar 3. dan Professional Health Care at Home.8% dari total keseluruhan lansia di AS. ras Asia. Jumlah penduduk lansia di Amerika Serikat merupakan terbanyak ketiga di dunia setelah Cina dan India. berkurangnya angka morbiditas dan mortalitas.8% daripada lansia laki-laki.    Tidak ada kode ICD untuk lansia. National Association of Professional Geriatric Care Managers. kemudian Ras Kulit Hitam (Afrika-Amerika) sebanyak 8. banyak terjadi perubahan-perubahan pada individu. Studi kasus yang sering digunakan untuk mengontrol peyakit dan masalah pada lansia adalah studi kohort. Namun. fisik. tingkat kenaikan jumlah lansia laki-laki lebih tinggi daripada lansia wanita.4%. Home Instead Senior Care. dan suku Indian sebesar 0. baik perubahan biologis.BAB III PENUTUP A. yakni didirikannya Gerontological Society of America.   Faktor risiko yang berpengaruh pada lansia adalah gaya hidup dan genetik serta lingkungan sosial. Upaya pencegahan masalah-masalah pada lansia di Amerika Serikat.3%. KESIMPULAN  Lansia atau Menua adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri/mengganti diri dan mempertahankan struktur dan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap jejas (termasuk infeksi) dan memperbaiki kerusakan yang diderita. Jumlah proporsi lansia wanita lebih banyak 50.

2009. Perceptions of Aging. diakses pada tanggal 12 Oktober 2011 Admin. Penerbit: Blog Wordpress. 2011. tanggal 12 Oktober 2011 EPTM : “LANSIA di AMERIKA SERIKAT” 17 . Demographics of Aging. Pengkajian Geriatri.htm. Penerbit: CDC. 2011.org/aging/demographics. Sumber: http://niandre7lovely.htm. diakses pada tanggal 13 Oktober 2011 American CDC.wikipedia. Sumber: http://transgenerational.DAFTAR PUSTAKA Andre. 2011. Penerbit: Wikipedia.org/wiki/Geriatric_care_management. Sumber: http://en.com/doc/6240434/PENGKAJIAN-GERIATRI. Pandangan Etnik dan Kedudukan Lansia dalam Masyarakat.cdc. diakses pada tanggal 12 Oktober 2011 Admin. 2008.com/2009/07/08/pandangan- etnik-terhadap-lansia-dan-kedudukan-lansia-dalam-masyarakat/. Geriantric Care Management.wordpress.org/aging/perceptions.gov/mmwr.scribd. Mortality and Morbidity of Aging Weekly Report. Sumber: http://transgenerational. 2011. diakses pada tanggal 13 Oktober 2011 Liza. Penerbit: Transgenerational of USA. diakses pada tanggal 12 Oktober 2011 Admin. Sumber: http://www. diakses Sumber: pada http://www. Penerbit: Transgenerational of USA. Penerbit: Scribd.

tanggal 12 Oktober 2011 EPTM : “LANSIA di AMERIKA SERIKAT” .Liza. diakses Sumber: pada http://www.com/doc/6240434/PENGKAJIAN-GERIATRI. 2008. Pengkajian Geriatri.scribd. Penerbit: Scribd.