Anda di halaman 1dari 15

ASN1 SAN6 {N5Þ011SM5 0ALAM Þ5k5kk01AN kAk¥AWAN) Č

KATA PENGANTAR
Puji syukur atas segala kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kita
anugerah yang tiada tertandingi, yaitu akal yang digunakan manusia dalam konteks pemikiran
dan tindakan. Tanpa akal, manusia takkan mencapai tingkat kemajuan seperti sekarang kita
rasakan. Selain itu, Dia-lah yang memberikan kita kesempatan waktu untuk tumbuh dan
berkembang sehingga menjadi manusia yang optimal dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara.
Dalam makalah ini menjelaskan mengenai tindakan nepotis dalam perekrutan
karyawan dan apa saja yang mendasari seseorang melakukan tindakan nepotis serta dampak-
dampaknya terhadap perusahaan dan karyawannya sendiri.
Dalam makalah ini, masih terdapat banyak kekurangan dan kesalahan baik dari segi
penulisan maupun penggunaan bahasa. Oleh karena itu, saran dan kritik yang bersiIat
membangun sangan kami harapkan.
Terima kasih,

Makassar, 15 September 2011

Penulis






ASN1 SAN6 {N5Þ011SM5 0ALAM Þ5k5kk01AN kAk¥AWAN) č

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .......................................................................................................... 2
DAFTAR ISI ........................................................................................................................ 3
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................................... 4
A. Latar Belakang ........................................................................................................... 5
B. Rumusan Masalah ..................................................................................................... 6
C. Tujuan ....................................................................................................................... 6
BAB II PEMBAHASAN ...................................................................................................... 6
A. APA ITU NEPOTISME ? ......................................................................................... 6
B. Apa yang menjadikan seseorang nepotisme? ............................................................. 6
C. Apa Dampak Nepotisme di Perusahaan ? ................................................................... 6
D. Bagaimana tindakan nepotis yang sehat ? .................................................................. 6
BAB III PENUTUP .............................................................................................................. 6
A. KESIMPULAN ......................................................................................................... 6
B. SARAN ..................................................................................................................... 6
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................... 6




ASN1 SAN6 {N5Þ011SM5 0ALAM Þ5k5kk01AN kAk¥AWAN) 3

A I
PENDAHULUAN
A. Latar 0akang
Indonesia merupakan negara yang memiliki angka pengangguran yang tinggi. Dengan
meningkatnya pengangguran tiap tahun, itu berarti kualitas sumber daya manusia
Indonesia rendah. Mengapa tidak, banyak rakyat Indonesia terdoktrin dengan pertanyaan
'mau kerja dimana?¨ tanpa berpikir 'mau buka lapangan kerja apa?¨. Sekarang sedang
menjamurnya penanaman ide-ide kewirausahaan baik di kalangan mahasiswa maupun
masyarakat. Hal ini sangat positiI dalam mengubah doktrin bangsa yang pasiI agar
menjadi aktiI untuk menciptakan lapangan kerja yang berguna pula untuk masyarakat
sekitarnya.
Ketika tingkat pengangguran tinggi, merekrut orang untuk bekerja sangat mudah.
Cukup dengan memberiahukan bahwa ada pekerjaan yang tersedia. Dalam mengurangi
angka pengangguran dibukalah lapangan kerja yang akan merekrut karyawan. Perekrutan
karyawan merupakan tahap rutin yang dilakukan oleh sebuah perusahaan ataupun
kelembagaan pemerintah melalui seleksi dan penempatan karyawan untuk mengisi
pekerjaan sesuai dengan kriteria pekerjaan yang telah ditentukan. Dalam perekrutan
karyawan terdapat berbagai kepentingan, baik bagi calon karyawannya maupun bagi
pihak perekrutnya. Bagi calon karyawan, kepentingan akan pemenuhan kebutuhannya
(pemenuhan naIkah hidup) sangat di pentingkan, sehingga banyak pula calon karyawan
yang menempuh jalan yang tidak sehat. Mereka mencari kroni ataupun keluarga yang
mempunyai kedudukan yang berpengaruh dalam perusahan maupun kelembagaan untuk
menerima dirinya sebagai karyawan. Dengan iming-iming uang suap dan segala janji-
ASN1 SAN6 {N5Þ011SM5 0ALAM Þ5k5kk01AN kAk¥AWAN) 4

janji calon karyawan, pihak perusahaan yang mau melakukan tindakan nepotis meskipun
tidak mengetahui apa dampak bagi kinerja karyawan dan kinerja perusahaannya.
. Rumusan Masaah
Adapun yang menjadi rumusan masalah yaitu sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud nepotisme ?
2. Apa dampak nepotisme bagi perusahaan ?
3. Bagaimana tindakan nepotis yang sehat ?
. Tujuan
Tujuan saya mengangkat judul ini dalam tugas paper saya adalah untuk
memperkenalkan kepada pembaca bagaimana menanggapi para karyawan yang terekrut
melalui jalan nepotisme dan juga bagaimana korban nepotisme dalam mencintai
pekerjaannya. Selain itu juga bertujuan memperkenalkan budaya nepotisme yang sehat.









ASN1 SAN6 {N5Þ011SM5 0ALAM Þ5k5kk01AN kAk¥AWAN) 5

A II
PEMAHASAN
A. Apa Itu N0potism0 ?
Era globalisasi adalah era yang sedang dihadapi oleh setiap bangsa pada saat ini dan
merupakan era di mana dunia menjadi terbuka dan ini menuntut kesiapan sumber daya
manusia untuk semakin sadar akan adanya keterbukaan juga menuntut kesadaran akan
hak dan kewajibannya sebagai insan berbudaya. Pengaruh budaya global tersebut secara
disadari maupun tidak, pada suatu saat akan sampai kepada setiap bangsa di dunia, tidak
terkecuali bangsa Indonesia. Oleh karenanya, apapun unsur yang terkandung di dalam era
global tersebut menuntut kesiapan suatu bangsa dalam menghadapinya, khususnya
kesiapan sumber daya manusianya. Suatu bukti bahwa bangsa Indonesia masih belum
siap untuk bersaing dalam dunia global dapat dilihat dari kemampuan daya saing sumber
daya manusianya, sebagaimana dikemukakan oleh Boediono (1997.82) dalam Suyanto
dan Hisyam (2000.3) yang menyatakan bahwa berbicara kemampuan sebagai bangsa,
tampaknya kita belum siap benar menghadapi persaingan pada milenium ketiga.
Ketika kita berbicara mengenai nepotisme, pasti terlintas di benak kita kedua kata
yang terkait erat dengan nepotisme, yaitu koruspsi dan kolusi yang sering disingkat
dengan KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme). Ketiganya meupakan penyakit sosial yang
menjadi penghambat dalam upaya mewujudkan keadilan sosial, kemakmuran dan
kemadirian, bahkan memenuhi hak-hak dasar kelompok masyarakat yang teraniaya
akibatnya, yaitu menyebabkan kemiskinan yang tak berujung.
Menurut UU RI No. 29 Tahun 1999, nepotisme merupakan setiap perbuatan
penyelenggara negara secara melawan hukum dan menguntungkan kepentingan
keluarganya dan/atau kroninya di atas kepentingan masyarakat, bangsa dan Negara
ASN1 SAN6 {N5Þ011SM5 0ALAM Þ5k5kk01AN kAk¥AWAN) 6

(Redaksi Sinar GraIika, 2006). Nepotisme merupakan tindakan yang terbentuk akibat
budaya patrialisme, dimana budaya ini hanya mementingkan kepentingan seseorang
maupun sekelompok ograng tertentu tanpa memperdulikan kepentingan sosial. Budaya
patrialisme sudah ada di Indonesia dan terlihat jelas ketika rezim Orde Baru Presiden
Soeharto. Beliau banyak melakukan tindakan nepotis dengan merekrut anggota
keluarganya pada kedudukan-kedudukan terpenting dalam pemerintahan Indonesia.
Tujuannya hanya untuk memperkaya keluarga tanpa melihat adanya kepentingan sosial
yang terabaikan (Suyatno, 2005).
Proses perekrutan karyawan yang mengadopsi tindakan nepotis hanya akan
menghasilkan budaya KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) di sektor perburuhan. Hal ini
hanya menumbuh-suburkan kepentingan-kepentingan yang sempit dan memihak dengan
mengorbankan kepentingan lain masyarakat.
Pada tindakan nepotis, kadang kita menemukan dua hal yang dapat menjadi
pertimbangan dalam melakukan tindakan nepotis. Oleh karena itu, saya membagi
tindakan nepotis menjadi dua tipe, yaitu tipe A tindakan nepotis yang merekrut karyawan
yang berkompeten, dan tipe B tindakan nepotis yang merekrut karyawan yang tidak
berkompeten. pada tipe A, ada perusahaan yang meminta karyawannya untuk
merekomendasikan kenalan atau anggota keluarganya untuk mengisi lowongan pekerjaan
dengan menjamin kualiIikasi kerjanya. Pada tipe B, seorang karyawan yang mempunyai
pengaruh terhadap perekrutan karyawan biasanya melakukan tindakan nepotis tanpa
mempertimbangkan bahwa calon karyawan tersebut tidak berkompeten dan memenuhi
kriteria pekerjaan.
. Apa yang m0njadikan s0s0orang n0potism0?
ASN1 SAN6 {N5Þ011SM5 0ALAM Þ5k5kk01AN kAk¥AWAN) 7

Indonesia di masa Ieodal telah membangun pondasi-pondasi patrialisme dengan kuat
dengan membuat kewajiban-kewajiban kerja paksa dan upeti yang dibebankan kepada
masyarakat, dilakukan di dalam kerangka adat, budaya dan kebiasaan turun temurun, dan
apa yang dilakukan oleh raja atau penguasa dianggap sebagai sesuatu yang patut untuk
dilaksanakan. Hal ini menganggap tindakan KKN sebagai sesuatu hal yang sangat
diwajarkanb. Pola birokrasi patrimonial menuut Mochtar menganggap nilai solidaritar
utama harus dilakukan ada sanak saudara dahulu, baru kemudian teman-teman,
masyarakat, dan Negara. Bentuk birokrasi patrimonial juga hadir di masa kini dalam
bentuk yang tentunya lebih modern yang hadir di dalam birokrasi modern. Warisan
birokrasi patrimonial modern dan masa Ieodalisme di Indonesia telah menimbulkan
birokrasi nepotisme, yang memberikan jabatan khusus pada sanak dan sahabat (Mansyur
Semma, 2008).
Nepotisme lahir dari budaya patrialisme yang menjamur di Indonesia sejak Orde Baru
Presiden Soeharto. Nepotisme merupakan jalan yang mulus yang ditempuh calon
karyawan untuk menjadi karyawan dalam perusahaan tersebut. Ia merasa aman dan
nyaman karena keterjaminan akan diterimanya ia sebagai karyawan. Kebutuhan image
social juga mempengaruhi seseorang dalam melakukan tindakan nepotis. Misalnya, ketika
seseorang menganggur, ia akan merasa tekucilkan dalam kehidupan sosialnya karena
menganggap dirinya sebagai sampah masyarakat. Oleh karena itu, ia mencari kenalan
atau anggota keluarganya yang telah terekrut dalam sebuah perusahaan untuk membuka
peluang ia diterima di perusahaan.
Tindakan nepotis juga dapat timbul akibat ketidakproIesionalan calon karyawan
dalam menlamar pekerjaan yang tidak sesuai dengan kompetensinya. Misalnya, seorang
sarjana Kesehatan Masyarakat di sebuah perusahaan mengisi kedudukan sebagai manajer
pemasaran hanya karena upahnya yang tinggi. Dengan bantuan karyawan yang berupa
ASN1 SAN6 {N5Þ011SM5 0ALAM Þ5k5kk01AN kAk¥AWAN) 8

kroninya, ia meminta jalannya dipermulus yang kadang disertai dengan uang suap dan
janji-janji ketika nantinya ia terekrut.
Pengawasan yang ketat dalam perekrutan karyawan juga dapat meghambat tindakan
nepotis. Pada pengawasan yang tidak ketat akan meloloskan tindakan nepotis yang akan
berdampak pada ketidakcocokan antara kualiIikasi karyawan dengan kriteria pekerjaan.
Namun terkadang pengawas juga melakukan tindakan KKN dengan apa yang diawasinya.
Jelas, hal ini akan menumbusuburkan nepotisme dalam sebuah perekrutan.
. Apa Dampak N0potism0 di P0rusahaan ?
Setiap orang memiliki kesamaan peluang dan kesempatan dalam mendapatkan
pekerjaan. Nepotisme melanggar kesamaan hak warga negara. Dari awal, nepotisme pada
tahap pererutan karyawan akan membiaskan tujuan dari seleksi dan penempatan kerja.
Akibatnya, seleksi tersebut tidak kompetitiI dalam menyaring pelamar kerja yang sesuai
dengan kriteria dan persyaratan pekerjaan yang telah ditetapkan. Posisi seseorang tidak
ditentukan oleh prinsip-prinsip hereditas, melainkan oleh pengetahuan, pengalaman,
kreativitas, dan prestasinya. Berikut merupakan dampak nepotisme terhadap beberapa
aspek yaitu:
Dampak terhadap seleksi dan penempatan tenaga kerja
Tahap seleksi merupakan pemilahan lamaran tenaga kerja yang sesuai dengan kriteria
atau persayaratan pekerjaan yang telah ditentukan sebelumnya. Jika terdapat tindakan
nepotis pada tipe A, dampaknya bersiIat positiI dalam artian posisi kosong dalam
pekerjaan akan terisi dengan orang yang berkompeten yang memenuhi kriteria
pekerjaan. Pada tipe B, akan berdampak pada ketidaksesuaian antara pelamar dengan
kriteria pekerjaannya. Pada tahap penempatan tenaga kerja, hal ini akan membuat
kerugian pada perusahaan karena merekrut karyawan yang tidak mempunyai
pengetahuan dan pengalaman yang sesuai dengan pekerjaan. Pada tipe B membuat
ASN1 SAN6 {N5Þ011SM5 0ALAM Þ5k5kk01AN kAk¥AWAN) Ď

pengujian keabsahan seleksi yang akan dijadikan acuan pada tahap seleksi karyawan
berikutnya tidak valid.
Dampak terhadap pelatihan dan pengembangan tenaga kerja
Pada tipe A, selayaknya perekrutan karyawan tanpa tindakan nepotis, ketika telah
menjadi karyawan setempat, akan memudahkan daam pelatihan dan pengembangan
karena ada perusahaan yang merekrut keluarganya atau kroninya berdasarkan
pengamatan terhadap kinerja mereka. Di antara tujuan pelatihan dan pengembangan
tenaga kerja, terdapat point menunjang pertumbuhan pribadi (Sikula, 1976 dalam
Psikologi Indostri dan Organisasi, Ashar Sunyoto M). dampak tindakan nepotis tipe A
dapat menyebabkan semakin meningkatnya keproIesionalan karyawan terhadap
proIesinya.
Pada tipe B, karyawan akan mengalami kesulitan dalam tahap pelatihan dan
pengembangan tenaga kerja dikarekanakan tidak mempunyai dasar pengetahuan dan
pengalaman dalam melakukan pekerjaan. Akibatnya, pelatih kewalahan harus
memberikan dasar-dasar teknis pelaksanaan pekerjaan. Ini berdampak terhadap
waktu pelaksanaaan peatihan dan pengembangan karyawan yang menjadi molor atau
lama (bias mencapai setahun).
Dampak terhadap kepemimpinan dalam perusahaan
Tindakan nepotis yang membudaya di sebuah perusahaan dapat mempengaruhi gaya
kepemimpinan. Kepemimpinan merupakan sesuatu yang penting bagi manajer dalam
memberikan arahan terhadap karyawannya. Ketika nepotisme membudaya di sebuah
perusahaan, seorang pemimpin yang melakukan tindakan nepotis terkadang bersiIat
patrialistik. Pemimpin akan merekrut keluarga ataupun kroninya demi kesejahteraan
keluarganya. Ini dengan otomatis melahirkan tindakan diskriminasi, sehingga
ASN1 SAN6 {N5Þ011SM5 0ALAM Þ5k5kk01AN kAk¥AWAN) Čĉ

melahirkan kesenjangan social yang disebabkan rasa iri. Karyawan akan menganggap
pemimpin tidak proIessional dalam menggunakan kekuasaanya.
Dampak terhadap budaya organisasi
Setiap perusahaan memiliki budayanya sendiri sebagai cerminan dari perilaku para
tenaga kerjanya, kebijakan-kebijakannya, peraturan-peraturannya. Nepotisme
seringkali membudaya pada sebuah perusahaan yang tercemari budaya patrialisme.
Untuk perusahaan sendiri, terdapat beberapa jenis kebudayaan sebagaimana yang
dinyatakan oleh Tosi, Rizzo, dan Carrol (1994) yang menguraikan lima tipe budaya
organisasi yag diklasiIikasikan oleh Kets de Vries dan Miller, yaitu (1) karismatik, (2)
paranoid, (3) avoidant, (4) politicized, dan (5) bureaucratic (Ashar Sunyoto M, 2001).
Dalam konteks organisasi, pengertian budaya misalnya diberikan oleh Stanley Davis
(1984). Davis (p.1) menyatakan: 'Budaya organisasi adalah pola keyakinan dan nilai-
nilai organisasi yang dipahami, dijiwai dan dipraktekkan (shared) oleh anggota
organisasi sehingga pola tersebut memberikan makna tersendiri bagi organisasi
bersangkutan dan menjadi dasar aturan berperilaku didalam organisasi¨
Terkait dengan akibat tindakan nepotis, budaya paranoid seringkali muncul pada
perusahaan yang patrialistik, dimana terjadi kesenjangan social yang menyebabkan
tingginya ketidakpercayaan antarkaryawan akibat dari saling mencurigai. Seringkali
karyawan yang telah melakukan tindakan nepotis dalam perekrutannya akan
menerima sanksi social berupa kecurigaan-kecurigaan di lingkungan kerjanya. hal ini
akan menekan psikologis karyawan dan akan memudahkan karyawan mengalami
stress kerja akibat Iactor social. Seringkali pula karyawan tersebut menerima kritik-
kritikan yang membuatnya tersinggung, baik pada tindakan nepotis tipe A dan B.
Selain budaya paranoid, nepotis juga meahirkan budaya avoidant, yaitu budaya yang
cenderung menghindar. Budaya ini muncul karena ketidakmampuan dan
ASN1 SAN6 {N5Þ011SM5 0ALAM Þ5k5kk01AN kAk¥AWAN) ČČ

ketergantungan pada orang lain, terutama pada tipe B yang tidak berkompeten dalam
melakukan pekerjaan. Seringkali ia akan menghindari tanggungjawab pekerjaannya
karena keberadaannya dari awal telah tergantung pada yang merekrutnya.
Sebagai tambahan, budaya patrialistik juga akan muncul sebagai akibat tindakan
nepotis dikarenakan adanya sebuah kelompok yang mementingkan keuntungannya
daripada keuntungan secara umum. Budaya patrialistik hadir dikarenakan Indonesia
mengadopsi system deemokrasi yang memberikan kebebasan hak suara dan tindakan.
Ketika suatu tujuan lahir dari beberapa karyawan (terutama yang memiliki keterikatan
kekeluargaan maupun kroni), akan membentuk kubuh baru dalam sebuah perusahaan
yang akan memperjuangkan tujuan mereka.
Dampak terhadap penimbangan karya
Pada kedua tipe tindakan nepotis sama-sama akan berdampak terhadap penimbangan
karya. Penimbangan karya merupakan proses penilaian dari cirri-ciri kepribadian,
perilaku kerja, dan hasil kerja seorang tenaga kerja yang dianggap menunjang, yang
digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan tentang
tindakan-tindakan terhadapnya di bidang ketenagakerjaan (Ashar Sunyoto M, 2001).
Dalam penimbangan karya, seringkali pemimpin yang nepotisme akan menyuruh
kroni atau anggota karyawannya bocoran-bocoran mengenai kriteria apa saja yang
dapat dilakukan karyawan sehingga akan mendapatkan penimbangan karya. Dalam
penimbangan karya, Ashar menjelaskan ada kesalahan egosentrik dimana salah
satunya yaitu kesalahan kesamaan. Kesalahan kesamaan ini mengacu pada
kecenderungan penimbang kara untuk mengharkat karyawan sesuai dengan persepsi
kita tentang diri kita sendiri,atau karyawan yang mempunyai siIat dan kesukaan yang
sama akan diharkat. Misalnya pada sebuah perusahaan akan dilakukan penimbangan
ASN1 SAN6 {N5Þ011SM5 0ALAM Þ5k5kk01AN kAk¥AWAN) Čč

karya, pada pemimpin yang nepotis akan mengharkat karyawannya (anggota
keluarganya atau kroninya) dengan alas an background persepsinya yang sama.
Dampak terhadap kepuasan kerja
N0potism0 menyulitkan karyawan dalam konteks kepuasan kerja. Sebagaimana yang
telah saya jelaskan pada budaya organisasi, kepuasan kerja cenderung sulit untuk
didapatkan karena ketergantungan terhadap bantuan orang lain (kroni yang
merekrutnya). Hal ini lebih dikarenakan kepada dasar ia mendapatkan pekerjaan yang
tidak sehat menyebabkan ia tidak memiliki chemistry terhadap pekerjaannya dan
menganggap pekerjaan hanya sebagai sebuah kewajiban hidup, bukan
pengaktualisasian diri. Hilangnya kecintaan terhadap pekerjaan memperburuk kinerja
pekerja yang relative depresi dan stress karena lingkungan kerja dan hubungan
antarkaryawan yang tidak harmonis akibat saling mencurigai.
D. agaimana M0ngubah N0potis Yang S0hat?
Sebelumnya, saya telah membagi tindakan nepotis dalam dua tipe yaitu tipe A dan
tipe B. Untuk tipe A, calon karyawan yang direkrut merupakan calon karyawan yang
mempunyai kompetensi yang dibutuhkan karyawan. Sedangkan pada tipe B, calon
karyawan tidak berkompeten dalam melakukan pekerjaannya. Perekrutan merupakan
jalan keluar dari masalah Indonesia, yaitu tingginya tingkat pengangguran. Namun
seringkali perekrut merekrut karyawan yang berupa kenalan atau keluarganya tanpa
pertimbangan ia berkonmpeten dalam dunia kerja. Dengan mengharapkan tahap
pengembangan dan pelatihan tenaga kerja hanya akan menambah kuota masalah internal
perusahaan. Tindakan nepotis tipe A tidak salah digunakan dalam sebuah perekrutan.
Terkadang sebuah usaha dengan sengaja menyuruh karyawannya untuk
merekomendasikan lowongan pekerjaan kepada kenalan ataupun keluarganya. Hal ini
memudahkan dan mengeIisiensikan proses pencarian tenaga kerja.
ASN1 SAN6 {N5Þ011SM5 0ALAM Þ5k5kk01AN kAk¥AWAN) Č3

Pada pemimpin perusahaan yang patrialistik seringkali menyiapkan bibit-bibit
penerus perusahaannya dengan menyekolahkan anak maupun anggota keluarganya
dengan sekolah kejuruan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaannya sehingga ketika ia
selesai dengan studinya akan direkrut di perusahaan keluarganya. Hal ini mencerminkan
bahwa hereditas masih menjadi Iactor utama dalam perekrutan karyawan. Namun untuk
tipe A ini mempunyai nilai positiI terhadap perusahaan selama kedisiplinan dan
kesetaraan dalam perusahaan masih ditegakkan tanpa ada diskriminasi. Diskriminasi
hanya akan menyebabkan kesenjangan social yang akan membuat karyawan akan
memberikan sanksi social. Hal ini akan menjadi penghalang dalam menciptakan budaya
yang normal dalam perusahaan.
A III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
N0potism0 dalam perusahaan disuburkan akibat budaya kita yang patrialistik. Budaya
patrialisme di Indonesia telah ada sejak masa Ieodalis. Namun, untuk masa kini kita
kenal dengan patrimonial birokrasi modern yang telah merambah ke perusahaan.
Tindakan nepotisme merupakan tindakan yang mengedepankan kepentingan
kelompoknya dengan merekrut anggota keluarga ataupun kroninya. Hal ini
ditumbuhsuburkan di Indonesia karena anggapan bahwa nepotisme merupakan hal
yang wajar. Namun, hal ini memiliki dampak terhadap kevalidan seleksi dan
penempatan tenaga kerja, pelatihan dan pengembangan, kepemimpinan dalam
perusahaan, budaya organisasi, penimbangan karya dan terhadap kepuasan kerja.
Tindakan nepotis yang sehat adalah ketika telah calon karyawan telah dipersiapkan
ASN1 SAN6 {N5Þ011SM5 0ALAM Þ5k5kk01AN kAk¥AWAN) Č4

dari awal menyesuaikan dengan kebutuhan perusahaan sehingga memiliki kompetensi
untuk terjun ke dunia kerja.
. SARAN
Kesadaran masyarakat akan pentingnya sebuah pekerjaan seharusnya membuat
kesadaran pula terhadapa penyiapan anggota keluarga yang siap bergelut di dunia kerja.
Hal ini merujuk pada tindakan nepotis tipe A. Juga, ketika sebuah perusahaan melakukan
tahap perekrutan, seharusnya mendisiplinkan tim pengawas demi kebersihan proses
perekrutan. Ketika sebuah perusahaan merenggangkan pengawasan, maka bias saja
karyawan yang terekrut adaah tipe B, dimana karyawan ini tidak berkompeten dalam
pekerjaannya.
























ASN1 SAN6 {N5Þ011SM5 0ALAM Þ5k5kk01AN kAk¥AWAN) Č5

DAFTAR PUSTAKA
Ardana, I Komang, Bisnis Dan Tanggung Jawab Sosial, dalam Jurnal Buletin Studi Ekonomi
Volume 13 Nomor 1 Tahun 2008 diakses di
http://ejournal.unud.ac.id/abstrak/km°20ardana.pdI
Mathis, Robert L. dan John H. Jakson, Manafemen Sumber Daya Manusia, Jakarta : Salemba
Empat, 2001
Munandar, Ashar Sunyoto, Psikologi Industri dan Organisasi, Jakarta : UI Press, 2001
Nasir, Muhammad, Reformasi Sistem Rekrutmen Pefabat Dalam Birokrasi Pemerintah,
dalam Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS, Pusat Pengkajian dan Penelitian
Kepegawaian BKN diakses di
http://www.bkn.go.id/attachments/184¸jurnalvol3nov2009.pdI
Nuryanta, Nanang, Pengelolaan Sumber Daya Manusia (Tinfauan Aspek Rekrutmen dan
Seleksi) dalam Jurnal Pendidikan Islam NO. 1. VOL. I. 2008 diakses di
http://journal.uii.ac.id/index.php/JPI/article/viewFile/188/177
Redaksi Sinar GraIika, Himpunan Peraturan Tentang Korupsi, Jakarta : Sinar GraIika, 2006
Semma, Mansyur, Negara dan Korupsi, Jakarta : Yayasan Obor Indonesia, 2008
Sobirin, Achmad, Privatisasi. Implikasinya Terhadap Perubahan Perilaku Karyawan Dan
Budaya Organisasi, dalam Jurnal Siasat Bisnis Hal., 19-42, Edisi Khusus Jsb On Human
Resources, 2005 diakses di http://journal.uii.ac.id/index.php/JSB/article/viewFile/967/876
Supriyono, RA, Pengaruh variable perantara komitmen organisasi dan partisipasi
penganggaran terhadap hubungan antara usia dengan kinerja manajer di Indonesia, dalam
Jurnal Ekonomi dan Bisnis hal. 31-45 2006 diakses di
http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/61063145.pdI
Suyatno, Korupsi, Kolusi dan Nepotisme¸ Jakarta : Pustaka Sinar Harapan, 2005
Wijono, Sutarto, Psikologi Industri dan Organisasi, Jakarta : Kencana, 2010



         ¸   .

70.0549820/!07:8.....3      ..330549820      5.9.380.3      #:2:8..3203.%#$ %!%#    %#$    !&&      .2..3.3    !$      !%&! %$      5.3305498./.8.93/.3.25.      %::.3808047..9    !&%&!      $!&      $#    %#!&$%          ·  .

         ¸   .

.3 2025:3.9.9 2:/.70.9 809. 3/4308.3 .9 -07-..7: /.2 507:8..3.  $0.3:8.. . /2.93/4308..3.7 203.3 .. 2.91 :39: 203.393 03.307.503....3 07.3 . 5007.7.  .7.3 -07503..7...330..  .3 808:.88.81 .3202.3.5 9.5.3.3 3/4308. -.3 202-07. 203.3  803.5 7:93 .5.33.3:7.35079..3 ./ .3 23 23 :.5. 5:.43 .73.7. 93. .3.9.3 0-:9:.:8.3 203.2.3 5..7.38. /4973 -. 0/:/:. 050393. . 2.3 90. . 20..3 8:.3 !0707:9.2:73.. 5:.: 07..8.3 -. -0757 2.3 40 80-:.3 . 3 8. 5007.79 :..3  03. . :39: 2. 507:8.3:7.3. -.207:5..3 2.3 /0 /0 07.7.3. / .9 / 50393.9 54891 /. /73.3.33.2 203:-.3 207:5. !&&   .3 80..3 9. .5.3 -07:3.3 93  20707:9 47.3 3.3 :39: 2038 5007..:5:3 0:.9.7.3 ..3 203025: . 2.3 80/.9.7. 03..: -:.3 50203:.2 203:7. 50707:93. /9039:.5.. 5...3 503025.  09.8.3  -..3.3 .3.9  070...2 50707:9. -.3.3 2. 80-.5 /.43 .3 -.9..7 743 .3 :39: -007..:. 503.3:7...:5:3 002-.3  .3 907/.1.7... .3 07.3:7. . 80.3 .320707:9.3 .3  050393.703/.3/-:.3 2033.3 .35.3 9. 503.3... 50203:.3 5020739..3 7907.3..:.:5:3 2..9/.503.5..3.3   ·  .3 .3..59.3 90780/.9  . ..7.907/4973/03. 8.:3  9: -07.3 :39: 203072.3 ..3 2.3 9/...:5:3 002-..8 8:2-07 /. . /03.7.9 503.7..3..  ::5 /03.  9.: 8008 /./.. .7.43 .:5:3 -.3 /. /:5  8..7.93.

         ¸   .

.3.3.3305498.: .    #:2:8.3..393/. 203. $0.9             ·  .3 2..2.. 502-. :39: 20250703..../7:2:8.33..3 .:.25..3305498 2085:3 9/.3 90707:9 20.5 5.2 203.8.7.-07:9   5.9   %::.20309..39::.3 8..3 30549820 /..3 30549820 /. -.507:8.9 :/: 3 /.93/.3 %::...3/..:20.507:8.. 203.2.2 9:.33..3 5.3.507 8..5.3. ../..3-:/..3   .. 47-.8.7.8 5.39. -.-079::./.30549820..30549820-...8:/30549820   5.507:8.25. /.7.-.32..3 05.3.3307. .320250703.3 :.43.3/2..5:3.2. 5007..7.307.:...380../..3..380.9:80-.3../.3203.

         ¸   .

3 203..38.5-. .2    .9 848./.38.7 .  80-.. 80.9/. 30.9: 47:858 /.9: -:9 -.2 $:.93/.-.-0:28..3 80-.7.3/.39.  $:. .9:0549820 7.-..3 -07-:/.5./ 503.5.203:209.38.. /8. 20303.7 04254 2.3:8.703./.5-.3 0:.  :8:83. 9/. /:3.702../.38.9:8. 2.8..2/:3.3.3 .3.7.07.540809.3.5.. /02:.9 /03..3/.7.4-. 20.3/4308.394 /.3.  !03.80-...5./.7.3 8.9:2030-...3 ::2 /.5.:.38.05.9/./..3 207:5./. 4-./ 907-:. .-. 3/4308.3 907.2:7.7203.3.. .25:.3 8:2-07 /.3 20203: .3.2..3 /.3/.207.38. 0907-:.8..9 /.. /. /.3 07.5 507-:. -07-.8. /.72..3 203.3.809.9 . 02.:5:39/..3:8. 9.5.3907./. 20::/. 4-.35.3 8:. .. 2. 203. 2.5-03.3 8073 /83.  0./7..3:8.5:3:38:7.9.7.30283.-.4-.89 90739. 30549820  5.3 809...//:3.9..3 40 40/434   /.3.3. . /.5:39:-078.8.3. 08.3 907.93. !$   5.3 .8..38..3 050393.25.7: -:/. 5..38:2-07 /. / 2.  9.9: -.9./.  09.2 203./.. 203:39:9 08.7.3 503. /.53..-07::3  03:7:9 && # 4   %.2-.3 0. -07-.55078. 2. 0/:.7.38.3  47:58  4:8  0549820  09.8:.3 4:8 . :39: 802.25.3 :.3/:3//./.3 30549820  .3 203:39:3.3 8.3 .33./.7. 9070.3 -.3 0..380/..3 848..9 07. 20:5..9 /03..3 3 203:39:9 08. .3. -.3.8.9.. 9..2 :5.3 02.8 / -03.3 8:2-07 /.3 503003.3  -./.25:.:3   30549820 207:5. 90780-:9 203:39:9 08.8 -0:2 8.3. -.  02.7.././.90780-:980.9.

   ·  .: 7433.3 0.8 050393.9.9  -. /.3 2. / .7.38..9..7.8.

         ¸   .

 / 3/4308.3 305498 9.820 8:/.820  /2.3 -:/.  :/.7.7.330549820   ·  .3 9079039: 9...3 950  93/.. 9.7. :39: 20704203/.35. .3.7.3. 202-.33. 3 . ../.35.3 80259 /.8..97.3. 20302:.. /03.3 20239... 5.:5:3 8004254 47.5 50707:9.. 2020393.2 5020739.7.: -. 9:  8.9..3 $:.:.3 ..703.9 -:/.3 20707:9 .3..     0549820 207:5./.950 .  47:58 4:8  0549820  /80947 507-:7:. 203:2-: 8:-:7.1.3 .3 93/../.7.3 305498 ..3 203. 0/:/:.23 :.8 07.3 . :39: 202507..33.3 0/:/:..5007.934    !74808 50707:9.3 .3  . -:/.3 848.303. 050393. ..3.3 -.3 /. 20250792-.2 20./..9 .32.3 20707:9 .3.3 /03.9 0. -074250903 /. .3.3 050393.3808047.35007..8.9 203.3 93/.3 .3 .3 2025:3. .3 9.7./458 93/.:39:2038443. 202507/:.97..3 907.7: 907.0:..  %::.:..3 90750393 /.3 305498 .3 305498  .3 050393.3 90780-:9 9/.-.:.794  0../ 50792-. 0:.3 203.3.3.9  !..35.3 .3 /:.3. 702 7/0 .7: !708/03 $40.349.3 ./.7.3907.3 .3..1../.3.3 050393..3203.3 305498  0 .. 503.3 20203: 7907./.3.7..3.349.3 848.3 305498 /03..#0/.3.3 /..950  8047. . 0:.3 93/./. -074250903  5.//:.3 .3    5.3 -074250903  /.3 050393.3 203.3 3/4308.3 808047.3 202..8 $3./. 3 . .3050393.3 9/.3 20347-.8 09.3..7. 93/.8.3 907-039: .3305498. !. ..-.3 -. 20. 950   .3305498203. /.7 7. 20. 5.. 20.. 507:8.7. 93/.5.9:95093/.3 2. 5.3 93/.320707:9.:.43 ./.8..

         ¸   .

.5.3 :509 .3 /9072.7.2 507:8.8. 203.3 3.3 90./ .3.3 /..7: 02:/...7-:/.7.-.3 .7.9 . 203.3 .57410843.3 2.3..8..2..30-..3  .3 902. .   ·  .8 5.43 .3 /..7.3.8.9 0. 8.8 24/073  .9 /. 3 203.8.830549820 ..-.3 0.3 207. ..39:7:3902:7:3 /.5 /73. 24/073 /.3 2::8 ...3. /./7 / 2.3  80-. :5..3/.. 207.. /.7 5007.349./7 / /.8 543/...8 5. 90. .3  2.3 .8.9 09/. /03.23.3 -. . .3. 202-..794  0549820 207:5.3 /.97.3 /9025: .. /.703.2 -039: .97243.5 93/.2 80-:. 808:.3 05./.3 203.8.202503.: 503:.3 07.3-  !4.3 . 0- 24/073 ..2:7/3/4308. 9:  . 90:. -747.8.5./9072.3 202-07./.8.320380/:/:.  039: -747.8 5.3 9039:3.3..3./.9.8.  8.7.3 .    0549820.7:8 /.39:.07 502.3/4308. 0907.. . 2. .7.3//.3 425090383..97.104/./.7. 80-..8..9 /03.7.3:7  ...820/03. 203::9 4. 808:.:..3 :39: 202-:.3 305498 :. .-.7.220.3 /. 7/0.3 .7: !708/03 $40.5 3.9/80-:. :./.80. 50:.2.3 90780-:9  .380-. 5.3.:. 0:. 84/.3..25.8.2 -747. 90707:9 /.3 :39: 203.3 /-0-. .8...85.3. 808047.3:3543/.3 2.9.9 -:/.7 03.703.-.9 92-: .3 .79.9.3 -07:5./.9.. 2032-:.2..:/. 808:.080./507:8.::  -.3 -747.7.: .. 8..703. .2.3 .:.820.3  0-:9:.78.7.3 8.3 5.3 0.3.3 ..7 203.3.3305498 8..43 .9: .507:8..9 /.3 . 80-.3./ 2. /..3 /..7.3.97243.5.5 80-.703.0 84.7.2 203.8..2. 104/.207.7:808047.97243..3:.3 848.3.9  /...9  0 .2 0/:5. 3 /..3:8:85..3 ..8.9: .3 9/.820 / 3/4308.:.90.3.3.3.3.-.3.3 -747. . 8.3 40 7. 507:8..7/.3 . .7 :9. 2.38:7 $022.393/..3 .3..38.8.3203.3  %3/..:.7. .9.9:9 :39: /.3 202-:.3 8.3 93  03.3.7..3 902.  8047. 09.

         ¸   .

3 47..2. 305498205.3 7907.9.9.3 903. 507:8.9.3 5488 4843 /.3 ..07.. /909. 503..25. 950   /.3 202-.5 50707:9.8  /./. 5007. /03.708. 9.39.30.. /03.3 /03.330549820/./.  07:9 207:5.3 .3 /..3/03. 5007..2.3 305498 .3 08025.:..9 54891 /.9...993/..9:  . . .8.808:.2 203/. /03.3 503025.83.9 93/. 9.3 50:.7.3 09.3203:2-:8:-:7. /.3 /.25.3 202 08.3503025.3 .5 503025.3 :.3 .9.. 50309.83.2..93.20.4./03. .280-:...7.2.3 9::.  0.3  ..9.3-07/.58008207:5...8:..907/.3.3 40 50309.3 9078 /03.7.. 5007.  . -0781...3 07.3 9/. 20707:9 ..3 .5.3903.7. %.5 47./.3 7907.2 5007.9 07:.3..3 5.33./.3 .3808:.9.7../.3 .50. :./9039:..4.3903..3 ./.5..9.9   ·  .3 503.:5078.3 7907.25.2 50707:9.7.5 /.2..3    5.703..9.3 -074250903 .7 8008 /.4250991 /..5.3 .25.1.2 203.2. 950  202-:.3 305498 !...3 $09.39/..7433.8 .3.3 /. /9039:.58008/.0549820/!07:8.3  503. 09. 07.5.9 /..50707:9.3 .3.3 20448...9 20.3/.3 -07/. .7.90707:9  !03.3.8  20.393.3..3 .3 5007.3 5007.3 202-:.3 808:..  .8 .:./..3 57089.3  !488 808047./. 20239.3 5078.8.3 /.3 !.7.5.850.39.8.7/03..3. 3 . .  !.3 054982020..07.7.3 .3.73 50./..5..25.7.37907. 5./.3 305498 5. 2025:3.9.  -.2 .3 90.3....7.3 .3  70.9.3 :.3 20203: 7907.35007...3 40 57385 57385 070/9.3 8:.2:3907..3.79.33. /..3502. 09/.2-.3808:.3 5007.393/. 800890780-:99/.3 /.3 .390..309.09/.3 /8079..3  !..3 9/.5..25.950 .:. .3. /5072::8 ./...7.393/.380-0:23. 30549820 907..3 .7 07.3503./..2.5 -0-07.907../.

         ¸   .

3  8047../   .3 %3/.3 50.3305498 .8203..3 /. 0502253.. /80-:.7.7..33.9202503.3.:..3 /./.3 802./..3 ../ $:.. 950   .350393-..3 /.89  !02253 .3  -...7 9038 50.3.7.25.3 .   . 507:8.  907/.350302-.5.3.35...7 50309.3 203.8.. 90.2.3 20707:9 0:./..3 903.8.9:50.3 20.907. .3 /..3 .3 50302-./.8 8.3.7.2.3.3 /...3.93.3 93/.. !.7.7.25.7. 2025:3..3 503.8.9..3 907.550..5 50.9.3 7..-..9.3 907.907.7.3 /..3907.703.:.7: .3 0:..3/.3 503.98 20.9.58008 .7.7 /.3.350302-. 07.7./.9.3. 9::.: 7433./.3 9.2 20.8.9:.9.5 307.8.3.3808:.7..97.25.3.25.3 -07:93.3 /.  3 /03....: .:.3 5007.3 /..:5:3 7433.  09.3 ..3.3..:. 507:8.2 08:9. 30549820 202-:/.503:. -07/.3 20707:9 0:.7:8 202-07. 950   80..9./.3 57-.   /..9 5. /80-:..38008 .9..907.5 .07.3305498950 /.3 . -. 50707:9.3903.8  803..2 !8443/4897/.7.3 502253 . /.3 203..3 /8723.2.3207:5.2507:8.3 202:/.  !.3. 07.9 0./.2 202-07./. 203.7.9..:3   ./ 2447. /02 080. 2.3 50302-.3 . ..3 305498 907.3 4942.39./ ..   ·  ..5 .3 5007.-8. /.3 5079:2-:.. 2070.5.7$:3494 /.3 809025.9.9  . ..93.3 93/.9 2030-.38..3 903.3 0.809. 93/.9 5439 203:3.350.3.7.50502253..3 305498  09.3. 507:8.5 5741083.3 /.3 0502253.3 9/..3  3 -07/.3/.  907.9/./...5..2 50.8.3 /.5.3 202-:/./.3 5.3 .  50.07/..3...3 50302-.3 2033..2 9..3/.93/.. 057410843..70.3 -0781../.

         ¸   .

820  &39: 507:8...3 84.7 -:/.70/  40 . .3 40$9.7 507.3..3 933..3   ·  .. 907.3 -:/....38.3 :/.0..38.39   549.3 .3 2.//.3 ../. 803/7 80-.:7.8..3203.-.34/ 8073.  507. ..7.3 203.3305498950/.3.7.3 -:/.3 803/7  907/.3.2 50707:9..8 5  203.  0-..-07:5.3:9.3 /5.:7.8.9:-:/../.54.02../ 0803. 20.. 5:.   .7.8..3/.81.3 .0/ /.-.7. 507:8.-.03/07:3 2033/.3202-:..38.. 09/..3..3  $0.: 5.3 /.33.38.34/  305498:. /-07.3 93/.8 .47.3 203:7.3. 903.. ..: .33.7.38.38. /.8 $09.950 -:/. 09/.3 0.. 5.38...39.3.349./..3.7. 3.3 /3.907. 47.3 . 5.30:.2..  0549820 8073.:7.7.3 2030.3 80-.3.7. 90780-:9 202-07.3 2..3 2030-.:.9 1..3203.. 07..90783:3 -..7. 907803/7 -.3..9 -0-07.30 .2203:3..782.:..5 507:8. 5.3 0-.3 -:/. ..93.-.5 5022539/.307.9:  .3 907.9 /03.3884.0.7.3 .25.8.8  .38.97.5-:/.. .340098/0'708/.93/.3 202 -:/. . 5. 8.://.3 /.3-07507.5.3 202:/.33./.3 507.20....3 40 %48  #4  /.2 43908 47..33..2.3/3:3..9:7.7.7.3 305498  -:/.8.3./..39 ...3..3 . 3 2:3.7$:3494    .34/   . 507:8.25:..3.3 90780-:9 203072.9..3 .3 /57.9    5..9..7.9 /.-. .247... .3..507.3 .7  :/..90.774   ..7 ..7.. 28. 038 0-:/.47..9 93/.703.9. 2:3.9:7..384.947 84.3 /.37.4/.97.8.8  %07.3/80-.3 .5.2  /.89  /2..30803.3 305498 /.574108843.3  5. . 47.3 203072.7.307 . 47.0723.3 90.3 8.2 897088 07.. 202-:/..  $073.3  -:70.3 .3.3 58448 .3 203. 54.3 ..7 8.8 -078.  $073. 20.5.9:7./. 47.3/.4/.: 5. 80-:..8 503079. 79 79.8 803.8.../.

         ¸   .

 07.2-.3  09.8.. 502253 ..3 ./.3 202-039::-:-.3.3 08.7.3 93/.3 80-.320707:93.97. 203.2. 08.0-07....33..3 .8 07./7 /.7/.3 80.7.3202507:.3 907.2 20.03/07:3.3 907:9...3 8..0/:..3 2020393.7.. 8.3 .907.53. .- 5007.3 /.07..89 ..9. 5.3.3 /././45888902/00247..81.3.3 .3 907:9..7..7 ..3 5032-..703.47./.2. .3 8...3. 8./.3   ·  .55032-.3 203/...9./. .3.33.32020907.7.:5:3743 .3 574808 503.3.97.89 :.5.:..3 .7. -4..3  -:/.9 /. :39: 203.3 .3 305498 /.9 .7.0907./. 507:8.: . 8047../.2 5032-.2.3 2..3  08.907.3  $073./. ..3 ..3 ..25.3-07/.:./..3.7:/.9.3  .7.950.7 9.. 207:5.5.3  507.  8.  8073.95093/.3. 80-:..3 /:3.2.32070.3 30549820 .7-0-07. 80-:.47.3 0903.32025:3.3 9039.7.7.   .3 203:7: 743 .3 5032-.3 0:39:3.3 50792-.703..5.3 00:. /.. ..9 8./.3.349....-074250903/.7. ..3 5007.25.55032-./...8.39::../. .9.3:3.3 .3/79.9/.3 2033/.507:8.3 803.2. . :2:2  :/. 04254 .3202-07..803/7 .  /. 0.9 93/.9: 08.3 903.3.3 3/4308.7.9:9::.47.39:35.5.7.-. / -/.3 -4. 5.3.39/.2-.33054988.90.8:.30-0-.39:3.  .7 057-.907.8:...2 5032-.3 ./..7..2.3.3 .  $0-.3.:. ..3. 8..3 3 203. 8.7.2.3 93/.3.35.3..  !032-..3 0480397 /2.7 2030. -. .9:3..7.33../...9039.33.3.3 /.3..308:... 5.3 2:3..3.3./.3 05:9:8.3 .. .3 /.. 7907.77 .3 08..: 5..7 $:3494      .. 0:39:3. /03.3 :39: 503.280-:.3 808:.5.7./..3 5078058 9.7.8.: 80-. !.:.393/.: 07.703.3 /. 9.3 20303..75.5 203:3.3 5032-.

         ¸   .

3.7.3. 203:7: .7 /.9 503.33.: 0:..3 5.9:.3  $0/.3 907.5 50302-. 202 .3 .3. 2. 8.3 305498 /.30-/.3574808503.7.7.3 05..8. 502253 ./..39073. 0549820 203:9.307./...7././.7.3 .7.3 207:5.703.. 47..3203018038.9.3 20707:93.98.7.9: 950  /. 3:3...350.703.2 80-:.8.8.  .2:3 8073.38. -074250903 /.-.5.8. 0.3/..505:.3/. 507:8./. /03.3 305498 . .. $0-.3 5.3 950   &39: 950   .9. 80-.33..3 203.3  %07.24390805:..35007...3 07. 93.7.3 47.7.3 -07:5..    ·  .3-.3 202507-:7:307. :39: 20704203/..3907...2 /:3.3903..    .2.3$0.3 .3 9/.3.03:-.33.307.3 .33....9 ... 0:.3 803. 3 202:/.3:7.3/7 .3  %3/... 42509038 .203/.3.3/. 03.305.:49.3. 80-:..43 .3.3 .8. -:/.03/07:3 8:9 :39: //.8..  !0707:9.25.3203.5 5007.3.3903.9.8.907.3.33... /.7.3.8.5.7 2. 03. 0907.349.43 ..   .7. 9.39.38.7.3 503.3 305498 950  9/.3 . -0743250903 /.9.3 203.3 9.3 ./.9: 933.3 9/. ..9.3 . 07..0. 50792-.43 .07.3 .3 :-:3..  5.3.3 .  .8..2 20.. 80..3 743 ..2 /:.5 -.2... .. 90..7.5.7.8  05:. 202-.3..2.7.3 90.. :8.3 5007..3 443.-.7.3 .3 /707:9 207:5.02897 907.39.35.3.3 07...8.9. 5007.3 70.3. 50707:9.3 ..3 .3 /.9.-.3 0:..39:3. 950 ..3 /:5  -:.05498.3 897088 .7.3 203.39:.55007. 9/.:7433.39/.  03../.../..72438.3 5007..3 203. 0.0 /05708 /.3. 3/4308. 8. . /03..8.2-.3  . /.3 /-:9:.5 5007. 50707:9 20707:9 .9 $0-0:23../.:7./.3 ./. /:3.. 93/.9 2030-.7..703..3 80-:.:.3 2025:3..07.:5:3 0:.74:3/50780583.  8. 950   .

         ¸   .

3 /.3 /.8 24/073 .-.97.3 84.35. .97243.3 /..89 :/. 90.. 203. 3 /9:2-:8:-:7..5../. 5...5..8..8  5032-.. 907.3  .8 203.947 :9./. 502253 507:8. .3 --9 --9 50307:8 507:8.3. /03.3 50302-..3804.2 507:8..820 / 3/4308..3 -:/.38.9-:/. /8723.3   !&%&!   $!& 0549820/.. 0:.:5:3 ..3808:.7. /03.3 203./. .7.3 20304...2. ./.!.  . 3 202 /. 2.8.35..3 903.3 0:. .3 .3 907.3  0502253..  50.3 ./503.43 .349.3. /..3 202-:.2.9.7.. 03.8 .3..2:3 :39: 2.3.3 /...2507:8.3  %3/.3 ...703. -747. /.349. 07.:5:3 7433.3 90.9 .5. /03.. ...3 203. 3../.3./.3507:8.3 80..38.3 9..  .  %3/.3 ..80. 3 9.89 8073.3 /.3.3...59. /03..3 .3 93/..8  8723. /03.3 2.3 .3 202-07.-..3 5.33.7.3 89:/3..2:3  . 0/853..3 80.3 .3..8  .3   ·  ...7.8.3.7.2507:8.3 .3. /5078. .2:3 :39: 950  3 2025:3...3 20707:9 ...3 07.90.3 5.3 . 0:.3  -:/..97. 47. 070/9.0:7:.3.3884.8 /90. 54891 907.9.9 . 8008.3 / 3/4308. 2.3 042543.3 503025.7  . 30549820 207:5.3 90.5 0.25. 207..3/8:-:7././..2 50707:9..3 8008 /. .33472..7. .7. 104/..2-.3 -.97.5 05:.3 0803.3 305498 .30-:9:..33.3 /707:9 /507:8.2 507:8.3 -./03.9.0723.3..2 203...09.803../ 1./.3 30549820 207:5.9.3 2030-..3 2030/05.8 2. 09.5 507:8.3 050393... 0 507:8. ...3 0809.

         ¸   .

 202-:.3  2.3 90707:9 .8.5 -070:9/ /:3../.. -.7.8.3  09.33. ...3 503.8 8.3.20308:.907. 203/853..507:8..  .    $# 08.2 5007.3 2.3 80.3507:8.3. ./.3803....7:83.3 20703..3 92 503.3..9 08./..320.3  80. 80-:.3 5:.7. 507:8.3 574808 50707:9.8 /02 0-078..20242509038 :39:907:30/:3.:.7.. 950   /2.349. 07.3 503933.93/. 80-:. 503./.5 50707:9.07.3 9.3207::5../...                            ·  ./. 0:..3 3 9/.3 . 5007.3/03.7:83..30-:9:.5..80-:. .9 ..7. 09.3305498950 :.7.7.38.5.7. -074250903 /..

         ¸   .

 /.-$48.2:73.3.808 / 995.3:3..%#!&$% 7/. 42.:3   /.3%.3 838..:093$9:/4342 '4:20  4247  %.

.

 :3:/ . /.04:73..

..-897.

843 .7 8.3 !0309.808 / 995..7$:3494 !8443/:897/.02-.. 25.-.9 ..3 .3  /.3/.2 747.3 050.$.38..7/.3 /.3 /.3.22.&!7088   .8 .8 !020739...343 .2 ./  #01472.98 #4-079 /. 5/1 . ..79..3.9   :3.3.3 7.2 :73.3:8.0203$:2-07.9 !03..  /.87  :.8 $8902 #07:9203 !0.0203 !$  !:8. 0-.79..

.

 -3 4 /.

.99..20398.

.39. %3.:.3 8.3:8.2 :73.3  !0304... !03//. .3 $008  /..3 $:2-07 .3 850 #07:9203 /.434.3.  5/1 :7.  .2     '       /.808 / 995.*:73.

.

4:73. /. : ..

3/0 55.

!.

.0.79.

00..

.

  $022.2:73..8.1.08  /.3!07.1.   $4-73  ../.38.9838.8 25.8 /.3 #084:7.7.808/995.347:58 .. 7.5 !07:-./  !7.83.347:58 .2. %07.3%039.77.$3.$.3 -473/4308.. #0/..3 . 25:3.98.79.79.   /8:8:88- 3:2.8$3.3 :/../.7.77..3 !07.: .38:7 0. ...8.9:7.

.

. : .4:73. /.

3/0 55.

$.

0.79..

00..

.

 4342 /.07/3/4308..7985./03.3.3 838 .7.7: .8 /.38.39.2 :73.2.7.:8. /.3.808 / 995.3 5. $:57434  #  !03../.3.7.      /.8 503.-0 507.7. 429203 47.5:-:3.39.3907.3307.

.

8/ 5/ 5 4 /.

/23..

.:73.

3.  5/1 $:.          ·  .7.7.$3.3 7.8 ..79...38.5.79.934 47:58 4:8/.30549820 .!:89.03.794 !8443/:897/..3   434 $:9.

         ¸   .