Anda di halaman 1dari 7

I.

PENDAHULUAN
Pada akhir tahun 1970-an, bioteknologi mulai dikenal sebagai salah satu revolusi teknologi yang sangat menjanjikan di abad ke 20 ini. Pentingnya bioteknologi secara strategis dan potensinya untuk kontribusi dalam bidang pertanian, pangan, kesehatan, sumberdaya alam dan lingkungan mulai menjadi kenyataan yang semakin berkembang. Saat ini walaupun masih dalam taraf pengembangan, industri bioteknologi mulai matang dan menghasilkan produk-produk yang dapat dipasarkan. Dimana keberhasilankeberhasilan komersial dan terobosan-terobosan teknologi yang dramatis telah dan sedang diraih. Walaupun demikian, harapan-harapan mengenai penerapan bioteknologi pada 15-20 tahun yang lalu dapat dikatakan belum seluruhnya menjadi kenyataan Dan bahkan hambatan-hambatan yang muncul kadangkala tidak diantisipasi sebelumnya.

II. DEFINISI DAN SEJARAH SINGKAT
Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Dewasa ini, perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari pada biologi semata, tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan murni lain, seperti biokimia, komputer, biologi molekular, mikrobiologi, genetika, kimia, matematika, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, bioteknologi adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi barang dan jasa. Bioteknologi secara sederhana sudah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Sebagai contoh, di bidang teknologi pangan adalah pembuatan bir, roti, maupun keju yang sudah dikenal sejak abad ke-19, pemuliaan tanaman untuk menghasilkan varietas-varietas baru di bidang pertanian, serta pemuliaan dan reproduksi hewan. Di bidang medis, penerapan bioteknologi di masa lalu dibuktikan antara lain dengan penemuan vaksin, antibiotik, dan insulin walaupun masih dalam jumlah yang terbatas akibat proses fermentasi yang tidak sempurna. Perubahan signifikan terjadi setelah penemuan bioreaktor oleh Louis Pasteur. Dengan alat ini, produksi antibiotik maupun vaksin dapat dilakukan secara massal.

Pada masa ini. pada penguraian minyak bumi yang tertumpah ke laut oleh bakteri. Teknologi ini memungkinkan kita untuk memperoleh penyembuhan penyakit-penyakit genetik maupun kronis yang belum dapat disembuhkan. seperti kanker ataupun AIDS. terutama di negara negara maju. fermentasi anggur. membuat tempe dengan bantuan ragi 4000 SM Bangsa Tionghoa membuat yogurt dan keju dengan bakteri asam laktat 1500 Pengumpulan tumbuhan di seluruh dunia 1665 Penemuan sel oleh Robert Hooke ( Inggris ) melalui mikroskop. dan Romawi melakukan praktik pengembangbiakan selektif (seleksi artifisial) untuk meningkatkan kualitas ternak. serta juga lebih tahan terhadap hama maupun tekanan lingkungan. 1800 Nikolai I. dapat dihasilkan tanaman dengan sifat dan produk unggul karena mengandung zat gizi yang lebih jika dibandingkan tanaman biasa. dan lain-lain. Di bidang pangan. pengembangbiakan sel induk. teknologi kloning dan rekayasa genetika terhadap tanaman pangan mendapat kecaman dari bermacam-macam golongan. membuat roti. rekombinan DNA. 6000 SM Pembuatan bir. Sebagai contoh. Bukti bahwa bangsa Babilonia. dan penguraian zat-zat yang bersifat toksin (racun) di sungai atau laut dengan menggunakan bakteri jenis baru. kultur jaringan. Mesir. bioteknologi berkembang sangat pesat. Penerapan bioteknologi di masa ini juga dapat dijumpai pada pelestarian lingkungan hidup dari polusi. Penelitian di bidang pengembangan sel induk juga memungkinkan para penderita stroke ataupun penyakit lain yang mengakibatkan kehilangan atau kerusakan pada jaringan tubuh dapat sembuh seperti sediakala. kloning. Sejarah singkat bioteknologi : 8000 SM Pengumpulan benih untuk ditanam kembali. Kemajuan ini ditandai dengan ditemukannya berbagai macam teknologi semisal rekayasa genetika. Kemajuan di bidang bioteknologi tak lepas dari berbagai kontroversi yang melingkupi perkembangan teknologinya. Vavilov berhasil menciptakan penelitian komprehensif tentang pengembangbiakan hewan 1880 Mikroorganisme ditemukan 1856 Gregor Mendel mengawali genetika tumbuhan rekombinan . Sebagai contoh. dengan menggunakan teknologi rekayasa genetika. kultur jaringan dan rekombinan DNA.

hukum dalam penyampaian sifat induk ke turunannya. Salah satu terobosannya adalah kloning gen. E.turunan dengan komposisi genetik yang identik. Sekitar 5% pengidap diabetes alergi terhadap insulin hewan yang sebelumnya tersedia) 1992 FDA menyetujui makanan GM pertama dari Calgene: tomat "flavor saver" 2000 Perampungan Human Genome Project III. 1997). telah mempercepat dicapainya prestasi di dalam memahami aspek biokimia dari fisiologi manusia. Sel-sel diperoleh dari kelenjar ambing domba betina dewasa dan dikultur di laboratorium. coli. Kloning gen membuka bidang baru dalam kesehatan. digunakan untuk memproduksi insulin dan obat lain. domba hasil kloning para peneliti Roslin Institute (Skotlandia). dalam bentuk manusia. 1. antara lain : hasilnya telah dapat dirasakan masyarakat banyak. 1919 Karl Ereky. Model prokariotnya. diperoleh seekor domba hasil kloning (Wilmut et al. BIDANG BIOTEKNOLOGI BIOTEKNOLOGI KEDOKTERAN Sampai saat ini perkembangan bioteknologi sangat mengejutkan dan Bioteknologi dapat diaplikasikan di dalam beberapa bidang.1865 Gregor Mendel menemukan hukum . insinyur Hongaria. pertama menggunakan kata bioteknologi 1970 Peneliti di AS berhasil menemukan enzim pembatas yang digunakan untuk memotong gen 1975 Metode produksi antibodi monoklonal dikembangkan oleh Kohler dan Milstein 1978 Para peneliti di AS berhasil membuat insulin dengan menggunakan bakteri yang terdapat pada usus besar. Kloning adalah upaya multiplikasi hewan secara asexual yang menghasilkan turunan . DNA rekombinan dan teknologi antibodi klon tunggal (monoclonat antibody). 1980 Bioteknologi modern dicirikan oleh teknologi DNA rekombinan. Terobosan penting metode cloning hewan ditandai lahirnya “Dolly”. Sel hasil kultur tersebut selajutnya digunakan sumber inti berisi material genetik yang menggantikan inti sel telur domba setelah percobaan diulang 273 kali. Produksi ”Dolly”sangat ..

perlu dilakukan diagnosa prenatal (sebelum lahir). proses reproduksi dapat dimaksimalkan antara lain dengan teknologi IB (inseminasi buatan). dan secara teratur dites adanya individu pembawa di kalangan mereka dengan informasi ini. 3. Dalam 10 tahun belakangan.atau jika masih ingin mendapatkan anak. 4.signifikan karena: pertama. Jenis kelamin anak pada ternak yang diprogram IB dapat ditentukan dengan memanfaatkan teknologi seksing sperma X dan sperma . merupakan mamalia pertama yang diproduksi menggunakan material genetik yang berasal dari sel hewan dewasa. Mereka dapat memilih. Tujuan utama dari teknik IB ialah memaksimalkan potensi pejantan berkualitas unggul. apakah mencegah kehamilan sama sekali. Sperma dari satu pejantan berkualitas unggul dapat digunakan untuk beberaparatus bahkan ribuan betina. pasangan yang memiliki resiko mendapat anak yang mengidap penyakit itu dapat diidentifikasi. Dewasa ini ada dua teknik yang umum dipakai untuk seksing sperma yaitu separasi albumin yang menghasilkan 75 sampai 80 persen sperma Y dan filtrasi sephadex yang menghasilkan 70 hingga 75 persen sperma . lalu diberi nasehat sehingga mereka dapat menetapkan pilihan dalam mengendalikan kelahiran anak yang kena penyakit keturunan demikian. Salah satu cara untuk mengendalikan penyakit genetis ialah dengan mencegah kelahiran anak yang terkena penyakit itu. Anggota suatu populasi yang memiliki resiko besar untuk mendapat suatu penyakit genetic dapat diajari segala hal mengenai sifat dan penyebaran kelainan tertentu. Melalui rekayasa bioteknologi reproduksi. meskipun sperma tersebut harus dikirim ke suatu tempat yang jauh. sudah dapat dibuat cara tes yang aman dan tepat untuk diagnosa prenatal terhadap sikle anemia dan thalassemia. 2. dan harus digugurkan jika terbukti janinnya mendapat penyakit itu. BIOTEKNOLOGI FARMASI BIOTEKNOLOGI PERTANIAN BIOTEKNOLOGI PETERNAKAN Program peningkatan produksi dan kualitas pada ternak berjalan lambat bila proses reproduksi berjalan secara alamiah.

ahli ilmu genetika dan evolusi pada College University. DAMPAK BIOTEKNOLOGI Rekayasa genetika dapat diartikan suatu proses percepatan evolusi yang dilakukan oleh manusia. Berdampak negatif pada petani organik yang bebas tanaman transgenik karena tanamannya terkontaminasi oleh gen tanaman transgenik melalui penyerbukan. Munculnya hama super ( untuk tanaman transgenik yang tahan pada serangga hama tertentu ). gulmanya sulit dibasmi. IV. gulma dan serangga hama berkurang ). Penyusutan keanekaragaman hayati. Selain itu gen tanaman transgenik dapat meloncat ke tanaman lain yang kekerabatannya dekat. “Evolusi tidak dapat diprediksi. Penggunaan pestisida meningkat. memproduksi lebih banyak anak betina dari induk superior untuk meningkatkan produksi susu.” Ujar Steve Jones. menghasilkan lebih banyak anak jantan untuk produksi daging dari betina-betina yang telah diculling. di London. 3. daging dan kulit. Munculnya gulma super ( karena tanaman yang dicobakan adalah tanaman transgenik tahan herbisida ). 4. mencegah intersex pada kelahiran kembar (khususnya ternak sapi). . kemungkinan kehidupan akan berbalik melawan kita. misalnya hama tersebut dapat beradaptasi dengan racun B. Seleksi gender pada hewan digunakan untuk beberapa tujuan diantaranya : 1. Berikut ini beberapa potensi dampak negatif yang mungkin muncul akibat tanaman transgenik terhadap lingkungan hidup : 1. karena kecenderungan petani menanam tanaman transgenik dalam jumlah besar ( keseimbangan ekosistem menjadi terganggu akibatnya beberapa tanaman.thuringiensis yang gennya sudah disisipkan pada tanaman transgenik. Pada gilirannya gulma super ini dapat mengancam tanaman utamanya. karena munculnya gulma super. 5. namun bila kita sudah mulai mengganggu kehidupan. 2. 3. Perubahan proporsi sperma X atau Y akan menyebabkan peluang untuk memperoleh anak dengan jenis kelamin yang diharapkan lebih besar.X. 2.

tanaman dan mikroorganisme. Penurunan kandungan gizi dan peningkatan racun di dalam tanaman transgenik ( petani seledri terserang bintil . Resistensi terhadap antibiotik. walaupun manusia juga bertindak sebagai pemelihara dan pelindung. Selain resiko bagi lingkungan hidup dan kesehatan. 4. Gen yang disisipkan dapat menyerang sel-sel manusia Pendapat ini ada pro dan kontranya. Bagi yang mendukung karena ada bukti bahwa gen yang disisipkan dapat berpindah ke bakteri lain yang ada di usus kita sehingga menyebabkan resistensi manusia terhadap antibiotik tertentu. . hasil rekayasa genetik juga menghadirkan masalah moral yang mendalam berkaitan dengan pemindahan gen-gen diantara manusia. atau “berperan sebagai Tuhan”. hewan. terutama untuk mengkonsumsi bahan pangan yang diperoleh dari hasil rekayasa genetika karena masih harus dipertimbangkan resiko kesehatannya walaupun biasanya pemerintah menyatakan pangan tersebut aman untuk dikonsumsi. Sedangkan yang kontra menyatakan bahwa manusia punya mekanisme untuk menghancurkan gen asing yang tidak dikenal. 3. Sementara umat yang lain beranggapan bahwa manusia telah diberi kekuasaan untuk memanfaatkan alam.bintil merah karena racun yang dikeluarkan seledri walaupun galur seledri tersebut diperoleh secara konvensional ). sejumlah organisasi konsumen di dunia menerapkan prinsip kehati-hatian. Pangan transgenik berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan manusia dalam 4 aspek sebagai berikut : 1. 2. artinya keamanan dan kesejahteraan makhluk hidup / hewan terjaga. Sebagian orang menolak rekayasa genetika karena dianggap “mengganggu keseimbangan alam”. Beberapa agama memandang rekayasa genetika dari sudut berbedabeda.Dari berbagai dampak negatif yang disajikan di atas. Alergi ( gen baru yang disisipkan bisa memproduksi senyawa baru yang memicu alergi pada orang tertentu ). Misalnya ada yang mempunyai kepercayaan bahwa Tuhan menciptakan semua bentuk kehidupan dengan “rancangan terbaik” yang tidak boleh diubah oleh manusia kecuali untuk memperbaiki “penyimpangan” agar kembali ke bentuk aslinya.

Peraturan tersebut menyatakan kewajiban memberi label pada produk pangan hasil rekayasa genetika yang DNA-nya dapat dideteksi atau pada saat uji terdapat 5% bahan transgenik pada produk akhir. Di Uni Eropa pada Desember 1986.Berdasarkan beberapa pendapat di atas. . Denmark. yang mewajibkan pelabelan pada produk transgenik ( misal pangan transgenik ) tersebut berbeda dari pangan konvensional yang kemungkinan menimbulkan masalah etika. Sementara untuk galur yang tidak disetujui tidak boleh masuk ke negara Jepang. Negara-negara yang mendukung pelabelan untuk produk transgenik adalah Belanda. rupanya lebih bijaksana apabila produk rekayasa genetika diberi label khusus. Perancis. India dan banyak negara lainnya. mengesahkan peraturan tentang pangan baru (Novel food regulation).