Anda di halaman 1dari 10

STANDAR ISI DAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

Disusun Oleh : Kelompok 1 : 1. Altio Zuhroh (09221003) 2. Cici Rafika (09221011) 3. Hany Juliani (09221024) 4. Martinus (09221038) 5. Nila Fitriana (09221044)

Dosen Pembimbing : Sujinal Arifin, M.Pd

JURUSAN TADRIS MATEMATIKA 1 2009 FAKULTAS TARBIYAH IAIN RADEN FATAH PALEMBANG 2011-2012

PENDAHULUAN A. Latar Belakang


Standar Isi (SI) mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. SI memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar dan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), serta kalender pendidikan/akademik (pasal 5 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005). Standar Kompetensi Lulusan (SKL) digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. SKL meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran (Pasal 25 PP Nomor 19 Tahun 2005). Isi dari SI dan SKL disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan disahkan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 (tentang SI) dan Nomor 23 Tahun 2006 (tentang SKL). Pelaksanaan SI dan SKL diatur dalam Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006. Sesuai amanat pasal 38 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) maka setiap sekolah/madrasah mengembangkan kurikulum sekolah (KTSP) masing-masing. Penyusunan KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah berpedoman pada panduan dari BSNP, dan KTSP serta silabusnya disusun berdasarkan kerangka dasar kurikulum (yang dimuat pada SI) dan SKL (pasal 16 dan 17 PP Nomor 19 Tahun 2005). Guru adalah ujung tombak dalam keberhasilan siswa dalam belajar di (SD/MI,
SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK). Oleh karena itu calon atau guru (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK) perlu mengetahui dan menganalisis terhadap SI dan SKL mata

pelajaran yang akan dicapai.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan standar nasional pendidikan dan bagaimanakah ruang lingkupnya? 2. Bagaimanakah standar kompetensi kelulusan dalam pada sistem pendidikan Indobesia?
3. Bagaimanakah muatan standari isi dan standar kompetensi lulusan mata

pelajaran matematika?

PEMBAHASAN
A. Standar Nasional Pendidikan Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lingkup Standar Nasional Pendidikan meliputi: a. Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. b. Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. c. Standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. d. Standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan. e. Standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan berekreasi, serta sumber belajar lain, yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. f. Standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi, atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. e. Standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. f. Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Untuk penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan dilakukan evaluasi, akreditasi, dan sertifikasi. Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana, terarah, dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global. Standar isi mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.

Standar isi memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kurikulum tingkat satuan pendidikan, dan kalender pendidikan/akademik. Pada Peraturan Dirjen Dikdasmen Depdiknas Nomor 506/C/Kep/PP/2004 tanggal 11 November 2004 tentang rapor dan diperbaharui dengan Nomor 576/C/TU/2006 tanggal 24 November 2006 tentang bentuk laporan hasil belajar peserta didik dan tatacara penyusunan laporan hasil belajar peserta didik satuan dikdasmen dimuat beberapa ketentuan, khususnya tentang bentuk dan spesifikasi buku laporan perkembangan hasil belajar siswa (rapor). Pada penjelasan teknis peraturan itu dicantumkan indikator-indikator kemampuan siswa dalam kemampuan pemahaman konsep, penalaran, pemecahan masalah, dan komunikasi.
B. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Standar kompetensi lulusan meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. Kompetensi lulusan untuk mata pelajaran bahasa menekankan pada kemampuan membaca dan menulis yang sesuai dengan jenjang pendidikan. Kompetensi lulusan mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahklak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahklak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahklak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. C. MUATAN STANDAR ISI DAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN MATA PELAJARAN MATEMATIKA Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) mata pelajaran matematika, yaitu pada mata pelajaran matematika SMP/MTs. Pada SI dimuat daftar Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) yang harus dikuasai siswa. SK dan KD itu selanjutnya dijabarkan ke dalam Silabus dan RPP pada Kurikulum Tingkat

Satuan Pendidikan (KTSP) yang dibuat oleh tiap sekolah. Mengingat ada beberapa perbedaan muatan antara SI dan Kurikulum 2004 mata pelajaran matematika SMP/MTs, maka kita perlu mencermatinya agar isi pembelajaran matematika yang kita kelola tidak salah arah. Setelah mempelajari bab ini kita diharapkan mampu memahami muatan dari SI mata pelajaran matematika SMP/MTs dan mampu mengidentifikasi KD mana saja yang esensial pada SI. Anda juga diharapkan mampu memahami lingkup dari SKL mata pelajaran matematika SMP/MTs. Untuk membantu Anda agar menguasai kemampuan tersebut, dalam bab ini disajikan pembahasan yang dikemas dalam 2 (dua) kegiatan belajar dan diikuti latihan. Kegiatan belajar-1: Hubungan muatan antar-SK dan KD Kegiatan belajar-2: Lingkup SKL Mata Pelajaran Matematika SMP/MTs.

KEGIATAN BELAJAR 1 Pilihlah satu SK dan KD-KD yang menjadi jabarannya pada Standar Isi mata pelajaran matematika SMP/MTs kemudian cermati. 1. lain?
2. mirip Manakah KD yang tuntutan kemampuannya mendekati atau

Apakah ada KD yang sifatnya menjadi pendukung dari KD

tuntutan kemampuan pada SK? 3. 4.


5. dalam menguasai KD pada SK lain? KD manakah itu? KD mana pula yang

Apakah tuntutan kemampuan antar KD saling terkait? Mana KD yang keterkaitannya tinggi? Jelaskan!
Apakah ada KD pada SK tersebut yang menjadi dasar penting

didukung?

a. Hubungan Muatan Antar KD dan SK


Standar Isi (SI) untuk satuan dikdasmen pada suatu mata pelajaran mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu dan hal itu tercantum pada lampiran Permendiknas Nomor 22 tahun 2006. Pada SI mata pelajaran matematika dimuat daftar SK dan KD yang harus dikuasai siswa. Perlu diingat bahwa unsur utama pekerjaan matematika adalah penalaran deduktif

yang bekerja atas dasar asumsi, yaitu kebenaran suatu konsep atau pernyataan diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya (Depdiknas: Fadjar Shadiq, 2003). Hal itu mengakibatkan bahwa kompetensi-kompetensi matematika yang dipelajari saling terkait dan tersusun secara hirarkis. Oleh karena itu kita harus memahami bagaimana keterkaitan antar KD yang dipelajari oleh siswa. Pemahaman tentang hal itu akan mempermudah guru dalam mengajarkan siswa dalam belajar, baik untuk siswa yang cepat dalam belajar maupun siswa yang lambat dalam belajar. Guru yang paham terhadap keterkaitan muatan antar KD matematika akan mudah mengarahkan siswanya yang cepat dalam belajar sehingga dapat efisien dalam mempelajari KD-KD dan akhirnya kemampuan minimal dan pengayaan yang dikuasai siswa dapat optimal. Guru yang paham terhadap keterkaitan muatan antar KD matematika akan mudah membimbing siswanya yang lambat dalam belajar sehingga dapat efisien dalam mempelajari KD-KD dan akhirnya kemampuan minimal akan dikuasai siswa. Pemahaman terhadap keterkaitan antar KD matematika juga akan mempermudah guru dalam melakukan diagnosa kesulitan belajar siswa dan memberikan pelayanan remedial. Perhatikan SK nomor 2 Kelas VII Semester 1 pada SI, yaitu Memahami bentuk aljabar, persamaan, dan pertidaksamaan linear satu variabel. SK itu dijabarkan dalam 4 KD sebagai berikut. 2.1 Mengenali bentuk aljabar dan unsur-unsurnya 2.2 Melakukan operasi pada bentuk aljabar 2.3 Menyelesaikan persamaan linear satu variabel 2.4 Menyelesaikan pertidaksamaan linear satu variabel KD 2.2, 2.3, 2.4 tuntutan kemampuannya seperti tuntutan kemampuan pada SK. Tuntutankemampuan KD 2.2 berkait dengan kemampuan KD 2.1. Tuntutan Kemampuan KD 2.3 berkait dengan kemampuan KD 2.2. Tuntutan kemampuan KD 2.4 berkait dengan kemampuan KD 2.2 dan 2.3. KD 2.2, 2.3, 2.4 mempunyai keterkaitan sangat tinggi, artinya siswa akan sulit menguasai KD 2.3 atau 2.4 bila KD 2.2 belum dikuasai. KD 2.3 dan 2.4 berkait dengan KD 3.1 dan 3.2 pada SK 3 Kelas VII Semester 1 yaitu Membuat model matematika dari masalah yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel (KD 31) dan Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel (KD 3.2). Sedang KD 2.3 juga berkaitan dengan KD 2.1 Kelas VIII Semester I yaitu Menyelesaikan sistem persamaan linier dua variabel. Coba Anda pilih SK lain dan cermati muatannya.

KEGIATAN BELAJAR 2

1.Perhatikan isi dari SKL mapel matematika SMP/MTs. Beri satu contoh
kompetensi pada SKL itu. Kapan kompetensi dari SKL itu dipelajari siswa? Apakah

kompetensi itu dipelajari siswa hanya di kelas IX? Jelaskan.


2.Kompetensi yang dituntut oleh SKL mapel matematika SMP/MTs yang nantinya menjadi SKL UN dipelajari siswa tidak hanya di kelas IX. Ini berarti, walaupun Anda mengajar di kelas VII dan VIII namun peran Anda sangat strategis dalam mengantarkan siswa agar sukses UN. Apa usaha Anda yang mengajar di kelas VII dan VIII dalam ikut mempersiapkan siswa agar sukses UN?

b. Muatan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Mata Pelajaran Matematika


SKL untuk satuan dikdasmen disahkan dengan Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006. SKL digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik. SKL yang ada pada Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 adalah SKL minimal satuan dikdasmen, SKL minimal kelompok mata pelajaran dan SKL minimal mata pelajaran. Contoh SKL Mata Pelajaran Matematika di SMP/MTs: 1. Memahami konsep bilangan real, operasi hitung dan sifat-sifatnya (komutatif, asosiatif, distributif), barisan bilangan sederhana (barisan aritmetika dan sifatsifatnya), serta penggunaannya dalam pemecahan masalah 2. Memahami konsep aljabar meliputi: bentuk aljabar dan unsur-unsurnya, persamaan dan pertidaksamaan linear serta penyelesaiannya, himpunan dan operasinya, relasi, fungsi dan grafiknya, sistem persamaan linear dan penyelesaiannya, serta menggunakannya dalam pemecahan masalah 3. Memahami bangun-bangun geometri, unsur-unsur dan sifat-sifatnya, ukuran dan pengukurannya, meliputi: hubungan antar garis, sudut (melukis sudut dan membagi sudut), segitiga (termasuk melukis segitiga) dan segi empat, teorema Pythagoras, lingkaran (garis singgung sekutu, lingkaran luar dan lingkaran dalam segitiga, dan melukisnya), kubus, balok, prisma, limas dan jaring-jaringnya, kesebangunan dan kongruensi, tabung, kerucut, bola, serta menggunakannya dalam pemecahan masalah

4. Memahami konsep data, pengumpulan dan penyajian data (dengan tabel, gambar, diagram, grafik), rentangan data, rerata hitung, modus dan median, serta menerapkannya dalam pemecahan masalah 5. Memahami konsep ruang sampel dan peluang kejadian, serta memanfaatkan dalam pemecahan masalah 6. Memiliki sikap menghargai matematika dan kegunaannya dalam kehidupan 7. Memiliki kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta mempunyai kemampuan bekerja sama. Bila SKL mata pelajaran matematika SMP/MTs tersebut dicermati maka beberapa kompetensi dipelajari siswa di kelas VII, lainnya di kelas VIII dan kelas IX. Oleh karena itu setiap guru yang mengajar matematika (tidak hanya guru kelas IX) perlu memahami SKL itu.

PENUTUP A. Kesimpulan
Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lingkup Standar Nasional Pendidikan meliputi: 1. Standar isi 2. Standar proses 3. Standar kompetensi 4. Standar kependidikan dan tenaga kependidikan 5. Standar sarana dan prasarana 6. Standar pengelolaan 7. Standar pembiayaan 8. Standar penilaian pendidikan

Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Standar kompetensi lulusan meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. Kompetensi lulusan untuk mata pelajaran bahasa menekankan pada kemampuan membaca dan menulis yang sesuai dengan jenjang pendidikan. Kompetensi lulusan mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahklak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahklak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Standar Isi (SI) untuk satuan dikdasmen pada suatu mata pelajaran mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu dan hal itu tercantum pada lampiran Permendiknas Nomor 22 tahun 2006. Pada SI mata pelajaran matematika dimuat daftar SK dan KD yang harus dikuasai siswa.

Daftar Pustaka
-

Website Badan Standar Nasional Pendidikan Indonesia http://rennydund.wordpress.com/2011/01/07/pelaksanaan-standar-isi-dan-standarkompetensi-lulusan/