Anda di halaman 1dari 1

Analisa Pratikum

Pada pratikum ini, telah dilakukan pembuatan karbon aktiI berbahan dasar batubara.
Dalam pengambilan data dilakukan 2 metode yaitu batubara yang mengalami proses
karbonisasi dan tanpa karbonisasi. Tisp proses di variasikan pada 3 kondisi, yaitu dengan
molaritas dan aktivator yang berbeda. Pembuatan karbon aktiI berbahan bakar batubara ini
bisa digunakan untuk penyerapan ( adsorbsi) pada larutan. Pada pratikum ini media untuk
penyerapan dilakukan pada iodine. Dari sini dapat dilihat pengaruh molaritas aktivatorna.
Dari hasil pratikum dan melihat data yang didapat, bisa dikatakan ada perbedaan
mencolok antara batubara tanpa karbonisasi dan yang berkarbonisasi. Pada batubara yang
berkarbonisasi daya serap lebih ungguldibandingkan batubara tanpa karbonisasi. Ini dilihat
dari volume titran dan bilangan iodine semakun kecil dan rendah mengikuti beratnya mol
NaOH. Disini jelas bahwa daya serap karbon aktiI telah tinggi, dan untuk meningkatkan daya
serapnya lagi, bisa dilakkan dengan menambah aktivator yang semakin pekat.
Pada batubara tanpa karbonisasi, daya serap sangat buruk karena volume titran yang
semakin membesar dan bilangan iodine yang semakin tinggi. Ini dipengaruhi besarnya
molaritas NaOH ( aktivator). Bilangan Iodine disini menunjukan parameter daya serap dari
karbon aktiI tersebut, semakin kecil bilangan iodine maka daya serap karbon aktiI tersebut
semakin baik.

Kesimpulan
Setelah melakukan pratikum dapat disimpulkan bahwa :
O arbon aktiI dengan proses kerbonisasi lebih baik daya serapnya dibanding tanpa
karbonisasi
O &ntuk meningkatkan daya serao bisa dilakukan dengan menambah kepekatan
activator
O Pembuatan karbon aktiI bahan dengan dasar batubara bisa meningkatkan nilai
ekonomis.