Anda di halaman 1dari 19

PEMAHAMAN TENTANG BAHAYA PENYALAHGUNAAN NARKOBA

A. Pengertian tentang Narkoba N ba merupakan singkatan dari N tika, Psiko pika dan B arko arko tro ahan A diktif lainnya. Termino gi narko familiar digunakan o lo ba leh aparat penegak hukum; seperti po lisi (termasuk didalamnya Badan N tika N nal), jaksa, hakim dan petugas Pemasyarakatan. Selain narko arko asio ba, sebutan lain yang menunjuk pada ketiga zat tersebut adalah Napza yaitu Narkotika, Psikotropika dan Zat A diktif. Istilah napza biasanya lebih banyak dipakai o para praktisi kesehatan dan rehabilitasi. A leh kan tetapi pada intinya pemaknaan dari kedua istilah tersebut tetap merujuk pada tiga jenis zat yang sama. Menurut U N .22 Tahun 1 U o 997 tentang Narkotika disebutkan pengertian N tika adalah arko N tika adalah atau o yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun arko zat bat semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Psikotropika adalah atau o zat bat, baik alamiah maupun sintetis bukan narko tika, yang berkhasiat psiko aktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. B ahan adiktif lainnya adalah atau bahan lain bukan narko zat tika dan psiko pika yang tro berpengaruh pada kerja otak dan dapat menimbulkan ketergantungan Meskipun demikian, penting kiranya diketahui bahwa tidak semua jenis narko tika dan psiko pika dilarang penggunaannya. K tro arena cukup banyak pula narko tika dan psiko pika yang tro memiliki manfaat besar di bidang kedo kteran dan untuk kepentingan pengembangan pengetahuan. Menurut U N .22 Tahun 1997 dan U N .5 Tahun 1997, narko U o U o tika dan psiko pika yang termasuk tro dalam G lo o ngan I merupakan jenis zat yang dikatego rikan illegal. A kibat dari status illegalnya tersebut, siapapun yang memiliki, mempro duksi, menggunakan, mendistribusikan dan/atau mengedarkan narko tika dan psiko pika G lo tro o ngan I dapat dikenakan pidana sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. B. Jenis-Jenis Narkoba 1. Narkotika Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, narko tika memiliki daya adiksi (ketagihan) yang sangat berat, juga memiliki daya to leran (penyesuaian) dan daya habitual (kebiasaan) yang sangat tinggi, dimana ketiga sifat inilah yang menyebabkan pemakai narko tika sulit untuk melepaskan ketergantungannya. B erdasarkan U N .22 Tahun 1 U o 997 narko tika diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) golongan, yaitu : N tika G lo arko o ngan I adalah narko tika yang paling berbahaya dengan daya adiktif yang sangat tinggi. K arenanya tidak diperbo lehkan penggunaannya untuk terapi pengo batan, kecuali

BUKU ADVOKASI PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA BAGI PETUGAS LAPAS DAN RUTAN

penelitian dan pengembangan pengetahuan. Narkotika yang termasuk golongan ini adalah ganja, heroin, kokain, morfin, opium, dan lain sebagainya. N tika G lo arko o ngan II adalah narko tika yang memiliki daya adiktif kuat, tetapi bermanfaat untuk pengo batan dan penelitian. Meskipun demikian penggunaan narko tika go ngan II untuk terapi lo atau pengobatan sebagai pilihan terakhir jika tidak ada pilihan lain. Contoh dari narkotika golongan II ini adalah benzetidin, betametadol, petidin dan turunannya, dan lain-lain. N tika G lo arko o ngan III adalah jenis narko tika yang memiliki daya adiktif atau po tensi ketergantungan ringan dan dapat dipergunakan secara luas untuk terapi atau pengo batan dan penelitian. A dapun jenis narko yang termasuk dalam go ngan III adalah ko ba lo dein dan turunannya, metadon, naltrexon dan sebagainya. B erdasarkan cara pembuatannya, narko tika dibedakan ke dalam 3 (tiga) jenis yaitu narko tika alami, narko tika semisintesis, dan narko tika sintesis. N tika alami adalah narko arko tika yang zat adiktifmya diambil dari tumbuh-tumbuhan (alam), seperti :

Ganja adalah tanaman dengan daun yang menyerupai daun singkong yang tepinya bergerigi dan berbulu halus dengan jumlah jari yang selalu ganjil (5,7, dan 9). Biasa tumbuh di daerah tropis. D Indonesia tanaman ini banyak i tumbuh di beberapa daerah, seperti Aceh, Sumatera U tara, Sumatera Selatan, Pulau Jawa, dan lain-lain. C penyalahgunaannya adalah ara dengan dikeringkan dan dijadikan rokok yang
dibakar dan dihisap.

N ama jalanan yang sering digunakan ialah : grass. C imeng,ganja dan gelek,hasish,marijuana,bhang. G anja berasal dari tanaman kanabis sativa dan kanabis indica. Pada tanaman ganja terkandung tiga zat utama yaitu tetrehidro kanabinol,kanabinol dan kanabidiol. Cara penggunaannya adalah dihisap dengan cara dipadatkan mempunyai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok. Efek rasa dari kanabis tergolong cepat,sipemakai : cenderung merasa lebih santai,rasa gembira berlebih (eufo ria), sering berfantasi. A ktif berko munikasi,selera makan tinggi,sensitif,kering pada mulut dan tenggorokan

BUKU ADVOKASI PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA BAGI PETUGAS LAPAS DAN RUTAN

Hasis adalah tanaman serupa ganja yang tumbuh di Amerika Latin dan Eropa yang biasanya digunakan para pemadat kelas tinggi. Penyalahgunaannya adalah dengan menyuling daun hasis/ganja untuk diambil sarinya dan digunakan dengan cara dibakar. Koka adalah tanaman perdu mirip dengan pohon kopi dengan buah yang berwarna merah seperti biji kopi. Wilayah kultivasi tumbuhan ini berada di Amerika Latin (Kolombia, Peru, Bolivia, dan Brazilia). Koka diolah dan dicampur dengan zat kimia tertentu untuk menjadi kokain yang memiliki daya adiktif yang lebih kuat.

Daun Koka Kering Kokain & Crack

Opium adalah bunga dengan bentuk dan warna yang indah, dimana getahnya dapat menghasilkan candu (opiat). Opium tumbuh didaerah yang disebut dengan Segitiga Emas (Burma Laos -Thailand) dan Bulan Sabit Emas (Iran, Afganistan dan Pakistan). Opium pada masa lalu digunakan oleh masyarakat Mesir dan Cina untuk mengobati penyakit, memberikan kekuatan, dan/atau menghilangkan rasa sakit pada tentara yang terluka sewaktu berperang atau berburu.

BUKU ADVOKASI PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA BAGI PETUGAS LAPAS DAN RUTAN

N tika semi-sintesis adalah berbagai jenis narko alami yang dio dan diambil zat adiktifnya (intisarinya) arko tika lah agar memiliki khasiat yang lebih kuat sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kedo kteran. B eberapa jenis narkotika semi-sintesis yang disalahgunakan adalah sebagai berikut : Getah Opium / Morfin Mentah

Kodein adalah alkalo yang terkandung dalam o ida pium dan banyak dipergunakan untuk keperluan medis. D engan khasiat analgesic yang lemah, kodein dipakai untuk obat penghilang (peredam) batuk. Heroin

Morfin adalah getah opium yang diolah dan dicampur dengan zat kimia tertentu yang memiliki daya analgesik yang kuat berbentuk kristal, berwarna putih dan berubah menjadi kecoklatan serta tidak berbau. Biasa dipakai di dunia kedokteran sebagai penghilang rasa sakit atau pembiusan pada operasi (pembedahan).

Black Heroin

Heroin yang dicampur obat-obatan

Putaw yang beredar di Indonesia

D ihasilkan dari cairan getah o pium po yang dio menjadi mo ppy lah rfin kemudian dengan pro ses tertentu menghasil putauw, dimana putauw mempunyai kekuatan 1 kali melebihi mo 0 rfin. Opioid sintetik yang mempunyai kekuatan 400 kali lebih kuat dari morfin. Artinya merupakan turunan kualitas terendah dari o pium atau dapat dianggap sebagai sisa o pium yang telah dipro menjadi mo ses rfin yang dio lebih lanjut secara kimiawi dan memiliki daya adiktif yang sangat tinggi. Jenis narko lah tika semi sentesis yang paling banyak disalahgunakan dengan cara dihirup atau disuntikkan. R eaksi dari pemakaian ini sangat cepat yang kemudian timbul rasa ingin menyendiri untuk menikmati efek rasanya dan pada taraf kecanduan si pemakai akan kehilangan rasa percaya diri hingga tak mempunyai keinginan untuk bersosialisasi. Mereka mulai membentuk dunia mereka sendiri.
BUKU ADVOKASI PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA BAGI PETUGAS LAPAS DAN RUTAN

Mereka merasa bahwa lingkungannya adalah musuh. Mulai sering melakukan manipulasi dan akhirnya menderita kesulitan keuangan yang mengakibatkan mereka melakukan pencurian atau tindak kriminal lainnya.

Kokain adalah serbuk kristal berwarna putih yang dipero leh dari sari tumbuhan ko yang memiliki ka dampak ketergantungan yang tinggi. K kain o mempunyai dua bentuk yaitu : ko kain hidro rid dan klo free base. R asa sedikit pahit dan lebih mudah larut dari free base. Free base tidak berwarna/putih, tidak berbau dan rasanya pahit. Nama jalanan dari kokain adalah koka,coke, happy dust, charlie, srepet, sno (salju putih). Biasanya dalam w bentuk bubuk putih C pemakaiannya : dengan membagi setumpuk ko ara kain menjadi beberapa bagian berbaris lurus diatas permukaan kaca atau benda-benda yang mempunyai permukaan datar kemudian dihirup dengan menggunakan penyedo seperti sedo t tan. A dengan cara dibakar bersama tembakau yang sering disebut cocopuff. A tau da juga yang melalui suatu pro ses menjadi bentuk padat untuk dihirup asapnya yang po puler disebut freebasing. Penggunaan dengan cara dihirup akan berisiko kering dan luka pada sekitar lubang hidung bagian dalam. Efek rasa dari pemakaian kokain ini membuat pemakai merasa segar, kehilangan nafsu makan, menambah rasa percaya diri, juga dapat menghilangkan rasa sakit dan lelah.

BUKU ADVOKASI PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA BAGI PETUGAS LAPAS DAN RUTAN

N tika sintesis adalah narko palsu yang dibuat dari bahan kimia dan digunakan untuk arko tika pembiusan atau pengo batan bagi mereka yang mengalami ketergantungan narko N tika sintesis ba. arko berfungsi sebagai pengganti sementara untuk mencegah relaps sehingga penyalahguna dapat menghentikan ketergantungannya. oleh Adapun contoh dari narkotika sintetis adalah :

Petidin o yang digunakan untuk pengo bat batan rasa sakit tingkat menengah hingga kuat. Petidin adalah o bat yang aman untuk digunakan karena memiliki resiko ketergantungan yang rendah.

Methadon adalah o ida sintesis yang digunakan secara pio medis sebagai analgesic, antitussive dan sebagai penekan keinginan menggunakan o ida. Metado dikembangkan di pio n Jerman pada tahun 1 937. Secara kimia menyerupai mo rfin atau hero metado dapat bekerja sebagai resepto o ida in, n r pio dan dapat mempro duksi efek yang sama. Metado dapat juga n digunakan untuk terapi rasa sakit yang kro dalam jangka nis panjang dengan biaya yang sangat rendah (murah). K egunaan metado n dalam pengo batan ketergantungan o ida pio memberikan hasil yang dapat menstabilisasi para pasien dengan menghentikan withdrawal syndrome (gejala putus o bat / sakaw) dan juga pada akhirnya menghentikan ketergantungan mereka terhadap opioida.

Naltrexon adalah antago nis resepto o ida yang digunakan secara primer dalam terapi r pio ketergantungan alko l dan o ida. N ho pio altrexo seringkali digunakan untuk rapid detoxification terhadap n ketergantungan opioida. B upreno rfin atau Subutex merupakan o ida semi-sintesis yang juga digunakan untuk pengo pio batan ketergantungan opioida. Dipasaran Buprenorfin juga dikenal dengan nama Subutex. . 3. Psikotropika

BUKU ADVOKASI PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA BAGI PETUGAS LAPAS DAN RUTAN

Psikotropika adalah o yang digunakan o do bat leh kter untuk mengo bati gangguan jiwa (psyche) yang menurut UU No. 5 tahun 1997 terbagi menjadi 4 golongan, yaitu : G lo o ngan I adalah psiko pika dengan daya adiktif yang sangat kuat, dilarang tro digunakan untuk terapi dan hanya untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan, seperti MDMA/ekstasi, LSD dan STP.

MDMA / Ecstasy

LSD (Lysergic Acid Diethylamide) Shabu Utuh

Shabu

Golongan II adalah psiko pika dengan daya adiktif kuat, akan tetapi berguna untuk pengo tro batan dan penelitian, contohnya amfetamin, metilfenidat atau ritalin. Golongan III adalah psikotropika dengan daya adiksi sedang dan berguna untuk pengobatan dan penelitian (lumibal, buprenorsina, pentobarbital, Flunitrazepam dan sebagainya). Terakhir, psiko pika G lo tro o ngan IV yaitu jenis psiko pika yang memiliki daya adiktif ringan tro serta berguna untuk pengo batan, seperti nitrazepam (B , mo K gado dumo diazepam dan lain n, lid), sebagainya.

Mogadon 3. Bahan Adiktif

Valium / BK

Rohipnol

Merupakan zat-zat yang tidak termasuk dalam narko tika dan psiko pika, tetapi memiliki tro daya adiktif atau dapat menimbulkan ketergantungan. B iasanya ketergantungan seseo rang terhadap zat atau bahan adiktif ini merupakan pintu gerbang kemungkinan adiksi mereka terhadap narko tika dan psikotropika. Adapun zat suatu benda yang termasuk dalam kategori bahan adiktif adalah:

BUKU ADVOKASI PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA BAGI PETUGAS LAPAS DAN RUTAN

Rokok - Pemakaian tembakau yang mengandung niko sangat luas di masyarakat. tin Pada upaya penanggulangan N PZA di masyarakat, pemakaian ro k dan alko l A ko ho terutama pada remaja, harus menjadi bagian dari upaya pencegahan, karena ro k dan ko alkohol sering menjadi pintu masuk penyalahgunaan NAPZA lain yang lebih berbahaya. K mpo alko l dan minuman lain yang dapat menimbulkan hilangnya kesadaran elo k ho (memabukkan), dan menimbulkan ketagihan karena mengandung etano etil alko l, l ho yang berpengaruh menekan susunan syaraf pusat, dan sering menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari-hari dalam kebudayaan tertentu. Jika digunakan sebagai campuran dengan narkotika atau psikotropika, memperkuat pengaruh obat/zat itu dalam tubuh manusia. Thinner dan zat-zat lain yang jika dihirup dapat memabukkan, seperti lem kayu, penghapus cair, aseton, cat, bensin dan lain sebagainya.

C, JALUR PEREDARAN GELAP NARKOBA Ganja


JALUR PERDAGANGAN & PENYELUNDUPAN NARKOBA
GANJA

NANGROE ACEH DARUSSALAM MEDAN SINGAPORE


SAMARINDA PALU BALIKPAPAN MANADO

BATAM

PONTIANAK

BANJARMASIN

MAKASSAR

LAMPUNG

JAKARTA SEMARANG SURABAYA BANDUNG YOGJA BALI MATARAM

Jalur edar ganja adalah sebagai berikut : Aceh Medan Bandar Lampung Jakarta; Aceh Medan Surabaya; Aceh Medan Bali; Aceh Jakarta - Pontianak; Aceh Jakarta Bandung; dan Aceh Jakarta Batam.

BUKU ADVOKASI PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA BAGI PETUGAS LAPAS DAN RUTAN

Heroin
GOLDEN CRESCENT KARACHI KATHMANDU NEW DELHI BANGKOK
BULAN SABIT EMAS

SUMBER & JALUR PERDAGANGAN/ PENYELUNDUPAN GELAP

HEROIN

SINGAPORE MEDAN

JAKARTA

DEN PASAR

BALI
TRANSIT DOMESTIC FLIGHT

a. b. c. d. e. f.

Bangkok Hat Jai Penang Medan; Bangkok Medan/Denpasar/Surabaya Jakarta; Bangkok Singapura Denpasar Perth (Australia); Bangkok Samarinda Korea Jepang; Bangkok Solo Jakarta Denpasar Perth (Australia); dan Bangkok Solo Surabaya Kun Ming.
JALUR PERDAGANGAN & PENYELUNDUPAN NARKOBA
HEROIN

GOLDEN CRESCENT KARACHI KATHMANDU BANGKOK NEW DELHI

SINGAPORE MEDAN

JA TA KAR

DEN PASAR

BALI
TRA NSIT DOME STIC FLI HT G

Golden C rescent (B ulan sabit

Emas : Afganistan, Iran dan Pakistan) a. b. Karachi New Delhi Medan/Batam/Surabaya Jakarta; Karachi Dubai Medan/Surabaya Jakarta; dan

BUKU ADVOKASI PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA BAGI PETUGAS LAPAS DAN RUTAN

c. KOKAIN

Karachi Katmandhu Singapura Medan/Batam/Surabaya Jakarta.

Adapun jalur edar kokain adalah : C uracao N , etherland A ntilles/A merika Selatan Amsterdam K uala Lumpur Penang Medan Jakarta; Lima / Santiago Frankfurt Jakarta; Brazilia Hong Kong Denpasar Australia; Colombia Jakarta Eropa USA; Bolivia Denpasar; Peru Denpasar; Mexico Denpasar; dan Australia Denpasar.

EKSTESI DAN SHABU

BUKU ADVOKASI PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA BAGI PETUGAS LAPAS DAN RUTAN

EUROPE

GUANG ZHOU CHINA TAIWAN

JALUR PERDAGANGAN & PENYELUNDUPAN NARKOBA SHABU & PREKURSOR

INDIA

MANILA/PHIL HONG KONG

LOS ANGLES USA

SINGAPORE

BATAM

SURABAYA

JAKARTA DENPASAR BALI

- - Precursor - - Shabu

AUSTRALIA

Jalur Edar Ekstasi dan Shabu di Indonesia : Jakarta Denpasar; Batam Medan; Jakarta Surabaya; Jakarta Bandung; dan Batam Jakarta. Jalur Edar Prekursor : Amerika Singapura Jakarta; Taiwan Singapura Jakarta; India Singapura Jakarta; Hong Kong Jakarta; dan Hong Kong Batam.

BUKU ADVOKASI PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA BAGI PETUGAS LAPAS DAN RUTAN

NETHERLAND GERMANY

LIQUID CHEMICAL PRECURSORS CHINA

JALUR PERDAGANGAN & PENYELUNDUPAN NARKOBA MDMA & PREKURSOR

BELGIUM

1990s

HONG KONG

Rute Bahan precursor Rute Penyelundupan Ekstasi dari Cina P


MALAYSIA LOS ANGLES USA

SINGAPORE

JAKARTA

AUSTRALIA

D. EFEK PENYALAHGUNAAN NARKOBA Masuknya narko akan mempengaruhi fungsi vital o ba rgan tubuh, yaitu jantung, peredaran darah, pernafasan, dan terutama pada kerja o (susunan saraf pusat). Hal ini akan menyebabkan tak kerja otak berubah (bisa meningkat atau menurun). N ba yang ditelan akan masuk ke lambung kemudian ke pembuluh darah. K arko alau dihisap, zat diserap masuk ke dalam pembulu darah lewat saluran hidung dan paru paru. Sedangkan kalau masuk ke badan melalui cara disuntikan, zat langsung masuk ke aliran darah, selanjutnya darah membawa zat itu ke otak. N ba berpengaruh pada bagian o yang bertanggung jawab atas kehidupan perasaan, yang arko tak disebut dengan system limbus. Pusan kenikmatan pada o (Hipo tak talamus) adalah bagian dari system limbus. N ba menghasilkan perasaan tinggi dengan mengubah susunan bio kimia arko molekul pada sel otak yang disebut neurotarsmiter.

BUKU ADVOKASI PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA BAGI PETUGAS LAPAS DAN RUTAN

PERBEDAAN AKTIFITAS OTAK SEHAT DGN OTAK PECANDU


NIDA The Science of Addiction, US Dept. Of Health,2007

K alau dilihat menurut efeknya pada system saraf pusat pemakai, narko dan zat ba, adiktif lain nya dibedakan menjadi 3 (Tiga) jenis : 1. Depresan O jenis ini menekan atau memperlambat fungsi system saraf pusat sehingga dapat bat mengurangi aktivitas fungsio tubuh. O anti depresan ini dapat membuat pemakai nal bat merasa tenang, memberikan rasa melambung tinggi, member rasa bahagia dan bahkan membuatnya tertidur atau tidak sadarkan diri. C nto o o h pida/o piate (o pium, mo rphin, hero in, kodein), alcohol, dan obat tidur trankuiliser atau obat penenang. Apakah Obat penenang itu? O bat penenang depresan yang tergo ng pada kelo k o lo mpo bat yang disebut benzo diazepine. O bat-o bat ini diresepkan o para do leh kter untuk mengurangi stress, kecemasan, untuk membantu o rang tidur, dan kegunaan kedo kteran lainnya. B iasanya o bato ini berbentuk kapsul atau tablet. B bat eberapa o rang menyalahgunakan o penenang bat karena efeknya menenangkan. D Indo i nesia beberapa o penenang khususnya yang dibuat secara illegal. Ini berarti bat bahan-bahan pembuat pil serta kemurnian tidak dapat dikendalikan/dipertanggung jawabkan. Hal ini berbahaya karena kemungkinan si pemakai telah menelan bahan-bahan yang akan menimbulkan pengaruh baru. Pengaruh obat penenang terhadap tiap orang berbeda-beda tergantung besarnya dosis, berat tubuh, umur seseorang, bagaimana obat itu dipakai dan suasana hati si pemakai. 2. Stimulan

BUKU ADVOKASI PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA BAGI PETUGAS LAPAS DAN RUTAN

Y berbagai jenis zat yang dapat merangsang system saraf pusat dan meningkatkan aitu kegairahan (segar dan bersemangat) dan kesadaran. O ini dapat bekerja mengurangi bat rasa kantuk karena lelah, mengurangi nafsu makan, mempercepat detak jantung, tekanan darah dan pernafasan, mengerutkan urat nadi, serta membersarkan biji mata. 3. Halusinogen Merupakan o bat-o batan alamiah ataupun sintetik yang memiliki kemampuan untuk mempro duksi zat yang dapat mengubah rangsangan indera yang jelas serta merubah perasaan dan pikiran sehingga menimbulkan kesan palsu atau halusinasi. Efek Penyalahgunaan Narkoba secara mikro sebagai berikut : 1. Bagi Diri Sendiri : a. Terganggunya fungsi otak b. Daya ingat, menurun c. sulit berkonsentrasi; d. impulsif e. Suka berkhayal; f. Intoksikasi (keracunan) g. Overdosis (OD h. Gejala Putus Zat i. Berulang kali kambuh j. Gangguan perilaku/mental-sosial k. Gangguan kesehatan : l. Kendornya nilai-nilai m. Timbulnya Kriminalitas n. Terinfeksi HIV-AIDS Bagi Keluarga a. Hilangnya Suasana nyaman dan tentram dalam keluarga. b. Keluarga resah karena barang-barang berharga di rumah hilang c. A berbo ng, mencuri, menipu, bersikap kasar, acuh tak acuh dengan urusan keluarga, nak ho tak bertanggung jawab, d. Hidup semaunya sehingga hilangnya norma dalam keluarga e. Orang tua merasa malu, karena memiliki anak pecandu.

2.

3. Bagi Sekolah a. Narkoba merusak disiplin dan motivasi yang sangat penting bagi proses belajar. b. Siswa penyalahguna mengganggu suasana belajar-mengajar. Prestasi belajar turun drastic. c. Penyalahguna membolos lebih besar daripada siswa lain. Penyalahgunaan narkoba berhubungan dengan kejahatan dan perilaku asosial lain yang mengganggu suasana tertib dan aman, d. perusakan barang-barang milik sekolah, dan meningkatnya perkelahian. 4. Bagi Masyarakat, Bangsa dan Negara

BUKU ADVOKASI PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA BAGI PETUGAS LAPAS DAN RUTAN

Mafia perdagangan gelap selalu berusaha memaso narko Terjalin hubungan antara k ba. pengedar atau bandar dan ko rban sehingga tercipta pasar gelap. O karena itu, sekali leh pasar terbentuk, sulit untuk memutus mata rantai peredarannya. Masyarakat yang rawan narko tidak memiliki daya tahan sehingga kesinambungan pembangunan terancam. ba N egara menderita kerugian, karena masyarakatnya tidak pro duktif dan tingkat kejahatan meningkat; belum lagi sarana dan prasarana yang harus disediakan. D isamping itu rusaknya generasi penerus bangsa. E. DAMPAK PENYALAHGUNAAN NARKOBA 1. Dimensi Ekonomi B erdasarkan studi tentang biaya eko mi dan so no sial akibat penyalahgunaan N ba arko pada 10 kota besar di Indonesia. a. Jumlah penyalahgunaan sebesar 1 % dari po ,5 pulasi (3,2 Juta o rang) dengan kisaran 2,9 sampai 3,6 Juta o rang terdiri dari 69 % kelo k teratur pemakai dan 31 % mpo kelompok pecandu. D kelo k teratur pemakai terdiri dari penyalahguna ganja (71 % shabu (50% ari mpo ), ), ekstasi (42 %), penenang (22 %). D kelo k pecandu terdiri dari : penyalahgunaan ganja (75% hero ari mpo ), in/putaw (62% ), shabu (57 %), ekstasi (34 %), penenang (25 %). B iaya eko mi dan so penyalahgunaan N ba yang terjadi diperkirakan sebesar no sial arko Rp. 23,6 triliun. Penyalahgunaan ID sebesar 56 % (572 ribu o U rang) dengan kisaran 51 sampai 630 5 ribu orang. B iaya eko mi terbesar adalah untuk pembelian/ko no nsumsi N ba yaitu sebesar R arko p. 11,3 triliun. A ngka kematian pecandu 1 % per tahun (1 ribu o ,5 5 rang mati/ tahun) atau 40 o rang per hari.

b. c. d. e. f. g.

2.

Dimensi Sosial a. Penyalahgunaan N ba memperburuk ko arko ndisi keluarga yang pada umumnya juga sudah tidak harmo nis. K eluarga-keluarga yang penuh masalah akan mempengaruhi kehidupan di lingkungan masyarakat. b. U ntuk membiayai ketergantungan kepada N ba seseo arko rang memerlukan banyak untuk membeli N ba, sehingga para pecandu mencuri, merampo menipu, arko k, mengedarkan N ba bahkan bias membunuh untuk mendapatkan uang. arko Kesemuanya ini merugikan masyarakat.

BUKU ADVOKASI PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA BAGI PETUGAS LAPAS DAN RUTAN

c. d. e.

Para pecandu N ba, pada umumnya menjadi o arko rang yang anti so sial dan menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban pada lingkungannya. K erugian di bidang pendidikan juga terjadi dengan pro sentasi cukup tinggi, yaitu prestasi sekolah merosot 96 %. Para siswa penyalahguna, sering mengajak/mendo ng teman-temannya untuk ro memakai N ba dengan awal menco dan akhirnya ketagihan. Hal ini sangat arko ba merugikan generasi muda.

3.

Dimensi Kultural a. Jika penyalahguna dibiarkan, maka jumlah penyalahguna akan berkembang menjadi pecandu-pecandu Narkoba dan akan meliputi semua lapisan dan golongan masyarakat. Tingkah laku, perilaku dan no rma-no rma mereka, lama kelamaan akan membudaya sebagai suatu sub kultur yang membahayakan. b. Jika sudah menjadi sub kultur maka sudah berakar di sebagian masyarakat dan bias saja suatu saat o rang menerima bahwa pemimpinnya, bupatinya, kepala po lisinya adalah pecandu. Hal tersebut di atas adalah sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup bangsa dan Negara.

4.

Dimensi Kesehatan a. Penyalahgunaan N ba merusak/menghancurkan kesehatan manusia baik secara arko jasmani, mental, emosional dan kejiwaan seseorang. b. Penyalahgunaan N ba merusak susunan syaraf pusat di o o arko tak, rgan-o rgan lainnya seperti hati, jantung, paru-paru, usus dan penyakit komplikasi lainnya. c. Penyalahgunaan narko menimbulkan gangguan psikis pada perkembangan no ba rmal remaja, daya ingat, perasaan, persepsi dan kendali diri. d. Penyalahguna narko ba merusak sistem repro duksi, seperti pro duksi sperma menurun, penurunan ho n testo rmo stero ne, kerusakan kro so kelainan sex, mo m, keguguran dan lain-lain. e. penyalahguna narkoba dapat menimbulkan penyakit AIDS. f. Para ahli tingkat nasio memprediksi jumlah o nal rang yang hidup dengan HIV di Indo nesia pada tahun 2002 melapo rkan estimasi jumlah tersebut sebesar 1 0.800 1 diantaranya terdapat 42.749 (38,6%) penyalahguna narkoba dengan jarum suntik. Dimensi Penegakan Hukum : a. D Indo i nesia terdapat kultivasi gelap ganja utamanya di A ceh, dan sebenarnya ganja sangat mudah sekali tumbuh di bebagai tanah di Indo nesia yang biasanya ditanam di daerah pegunungan/hutan yang sulit dijangkau dan diketahui menimbulkan perso alan hukum tersendiri dalam memberantasnya. b. Sistem distribusi dari sindikat narko sangat tertutup dan memakai sistem sel, ba, berjenjang sehinga sangat sulit untuk mengetahui apalagi memperkarakan o rangorang penting dari sindikat tersebut, mengingat sistem hukum di Indonesia.

5.

BUKU ADVOKASI PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA BAGI PETUGAS LAPAS DAN RUTAN

c. d.

Mo ney Laundering (pencucian uang) meruapakan kejahatan yang berkaitan dengan kejahatan narkoba, sangat sulit diberantas dan dibuktikan. Menangani penyalahgunaan narko yang jumlahnya sangat banyak, melelahkan. ba Membutuhkan tenaga, pikiran dan biaya yang besar dalam pengungkapannya.

6.

Dimensi Keamanan Nasional a. Sangat patut dicurigai bahwa pada masa lalu hasil perdagangan narko seperti ba perdagangan gelap di A ceh pada saat itu digunakan untuk membiayai gerakan separatis Aceh (Gerakan Aceh Merdeka). b. B erbagai co h di luar negeri seperti : di Myanmar, hasil kejahatan narko nto ba dipergunakan untuk membiayai pembero ntakan Shan A rmy di bawah pimpinan Jederal Khunsa. c. Demikian juga di Afganistan, patut dicurigai terorisme. d. DA i merika Selatan sindikat/kartel narko karena mempunyai banyak uang, mampu ba mempunyai tentara sendiri (private army) yang dipersenjatai dengan senjata canggih dan mampu melawan kekuatan senjata militer negara tersebut ( co h : kasus nto penangkapan to h dibalik perdagangan o bius C lo ko bat o mbia, Pablo Esko bar, sehingga terpaksa Pemerintah Colombia minta bantuan dari AS untuk menghancurkannya).

BUKU ADVOKASI PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA BAGI PETUGAS LAPAS DAN RUTAN

BUKU ADVOKASI PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA BAGI PETUGAS LAPAS DAN RUTAN

This document was created with Win2PDF available at http://www.win2pdf.com. The unregistered version of Win2PDF is for evaluation or non-commercial use only. This page will not be added after purchasing Win2PDF.