Anda di halaman 1dari 2

GEBRAK Malaria

(Gerakan Berantas Kembali Malaria)


Penulis: Oleh Syaifullah SKM (Staf P2PL Dinkes Provinsi Babel)

edisi: 07/May/2008 wib Di Indonesia kasus malaria masih cukup bermakna, dalam tahun 2007 terdapat kasus klinis (kasus dengan gejala malaria) sejumlah 844.816 kasus dengan positiv malaria tercatat 311.788 kasus.

-----------------------

-----------------------

Secara umum pemerintah pusat telah membuat kebijakan untuk malaria diantaranya, pembebasan DKI, Bali, Barelang Binkar pada tahun 2010. Kedua, Pembebasan Jawa, NAD, Kepri pada tahun 2015. Ketiga, Pembebasan Sumatra, NTB, Kalimantan dan Sulawesi pada tahun 2020. Serta Pembebasan Papua, Papua Barat, Maluku, NTT dan Maluku Utara pada tahun 2030. Adapun tujuan khusus dari kebijakan ini adalah menurunnya 50 persen jumlah desa dengan positiv malaria diatas atau sama dengan 5 per 1000 penduduk pada tahun 2010. Semua kabupaten/kota mampu melakukan pemeriksaan kesediaan darah malaria dan memberikan pengobatan tepat,terjangkau pada tahun 2010. Dan seluruh wilayah indonesia sudah melaksanakan insentisifikasi dan integrasi dalam pengendalian malaria pada tahun 2010. Keseriusan pemerintah dalam menangani kasusu malaria dapat dilihat dari ajakan kepada segenap aspek kehidupan bangsa Indonesia untuk berantas malaria dan memperingati hari malaria sedunia yang jatuh pada tanggal 25 April, sedangkan di Indonesia untuk pertama kalinya akan dilaksanakan di Jakarta yang rencananya akan dicanangkan oleh Presiden SBY pada tanggal 7 Mei 2008 dengan tema sedunia Malaria a iease border dan sub tema Kelambu dipasang, tidur tenang malaria hilang , malaria dapat dicegah dan diobati, bersama kita berantas malaria. Menurut depkes RI dalam paparan pelatihan TOT mikroskopis malaria tahun 2008, ada beberapa faktor yang menyebabkan penyakit malaria merupakan penyakit yang memerlukan perhatian, diantaranya fakta bahwa 16 persen dari seluruh penduduk dunia adalah penderita malaria, satu miliar penduduk beresiko tertular malaria, 45 persen kasus malaria ada di Asia Tenggara, malaria

dapat menyebabkan kematian 1-3 juta jiwa per tahun atau 1 kematian per 30 detik, di Indonesia setiap tahun sekitar 15 juta penduduk diobati karena malaria dan pengaruh malaria pada masyarakat cukup banyak misalkan turunnya pendapatan asli daerah, turunnya kunjungan wisata,turunnya produktifitas kerja, turunnya kecerdasan anak sekolah dll. Malaria merupakan suatu penyakit yang akut maupun kronis yang disebabkan parasit plasmodium yang ditandai dengan gejala demam berkala, ada tiga faktor yang mempengaruhi perkembangan penyakit malaria yaitu: 1. Host: pejamu--manusia (host intermediate) dan nyamuk (host denifinitive).parasit hidup dalam tubuh nyamuk Anopheles betina pada tahap daur seksual (pembiakan melalui kawin) dan hidup dalam tubuh manusia pada daur aseksual (perubahan bentuk). 2.Agent (penyebab penyakit)--plasmodium falciparum (malaria tropika), plasmodium vivax (malaria tertiana), plasmodium malarie (malaria kuartana) dan plasmodium ovale (jarang,umumnya di afrika). 3.Environment--lingkungan yang dapat menjadi tempat perindukan potensial (tempat hidup nyamuk). 1. Bagaimanakah penyakit malaria di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung? 2. Apakah masyarakat Babel sudah menganggap malaria adalah penyakit biasa saja tanpa harus ditakuti? 3. dan apakah mungkin nyamuk malaria suka pada tempat perindukan di daerah pariwisata kita? 4. atau apakah malaria sudah menjadi bagian hidup kita sehingga nyamuk selalu bebas berproduksi, dan bebas kemana saja untuk mengancam keselamatan dan kebahagiaan kita?. Jika pertanyaan diatas dijawab Ya, maka berarti saatnya kita sadar bahwa malaria adalah masalah besar di daerah kita dan sudah saatnya kita melakukan GEBRAK MALARIA (Gerakan Berantas Kembali Malaria) di Bumi Serumpun Sebalai. Untuk meningkatkan kualitas program pengendalian malaria di Babel, pemerintah daerah secara terintigrasi dan lintas sektoral harus terus menerus meningkatkan semua aspek (SDM, sarana dan prasarana) mutu mikroskopin malaria di puskesmas-puskesmas dan pelayanan kesehatan lainnya, sehingga penatalaksanaan kasus malaria dapat berjalan dengan efektif dan tepat guna. Diharapkan malaria di provinsi ini dapat dikendalikan secara bersama-sama oleh pemerintah dan masyarakat dan terwujudlah peningkatan derajat kesehatan masyarakat di negeri serumpun sebalai. Pemerintah memfasilitasi, namun masyarakat sendiri harus mampu secara mandiri melakukan upaya untuk menyelamatkan diri dari penyakit malaria ini, BERSAMA,KITA BERANTAS MALARIA.(*)