Anda di halaman 1dari 8

http://www.scribd.

com/doc/45928392/identifikasi-nsp LAPORAN RESMI PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK IDENTIFIKASI UNSUR N, S, P

DISUSUN OLEH : NAMA FAKULTAS : 1. ABEDNEGO GIWANGKARA (22091087F) 2. PRASTIKA AYU : TEKNIK : D3 ANALIS KIMIA PROGRAM STUDI

LABORATORIUM KIMIA ORGANIK FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SETIA BUDI SURAKARTA 2010

IDENTIFIKASI UNSUR UNSUR NITROGEN, SULFUR, DAN PHOSPOR I. TUJUAN 1. Mengidentifikasi unsur Nitrogen (N) dalam senyawa organic 2. Mengidentifikasi unsur Sulfur (S) dalam senyawa organic 3. Mengidentifikasi unsur Phospor (P) dalam senyawa organic II. DASAR TEORI Suatu senyawaan organik pada umumnya mengandung unsur Carbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N), dan Halogen (F, Cl, Br, I), dan sebagian kecil unsur Pospor (P) dan logam yang terdapat sebagai garam-garam dari asam-asam organik. Tidak ada metode secara langsung untuk mengidentifikasi adanya Oksigen dan Hidrogen. Untuk mengidentifikasi unsur-unsur dalam senyawa organik, terlebih dahulumengubahnya ke dalam an ion anorganik yang dapat dianalisis secara kualitatif. Ikatan atom-atom yang terikat secara kovalen dalam suatu kesenyawaan organik didestruksi/dirusak dengan Na sehingga terbentuk sebagai garam-garam natriumnya. Dalam percobaan ini perusakatan ikatan senyawa organik dengan campuran serbuk Na2CO2 dan serbuk Mg dengan perbandingan 2 : 1. Suatu senyawa organik yang mengandung: N, S, P, dan Halogen Halogen
Na

NaCN, Na2S, Na3PO4, dan Na-

Bila suatu senyawa organik selain mengikat unsure halogen juga me//ngikat unsure N dan atau S secara bersama-sama, yaitu N dan atau S sebagai anion CN dn S=, maka pasa penambahan AgNO3 kedalam larutan castellana,ion CN- dan atau S= akan mengendap sebagaiAgCN dan Ag2S yang akan menutupi endapan Ag Halogen. Maka untuk mengidentifikasi anion halogen dlam larutan Castellana, anion CN- dan S= terlebih dahilu dihilangkan dengan cara mengasamkan larutn castellana menggunakan HNO3 encer. III.ALAT DAN BAHAN

1. Pipa kapiler 2. Pembakar spiritus 3. Klem 4. Kaca arloji BAHAN 1. Kloramfenicol 2. Vitamin B1 3. Sulfadiazin 4. Cystin 5. Vanilin

5. Pipet tetes 6. Tabung reaksi 7. Rak tabung reaksi 8. Cawan porcelain

IV.

CARA KERJA A. Pembuatan Cattellana dengan perbandingan 1 : 5. 1. Campuran dimasukkan dalam pipa kaliper hampir penuh (3/4 bagian) dan ujung kaliper disekat dengan kertas lalu kertas dijepit dengan penjepit tabung. 2. Pipa kaliper dipanaskan di atas api sampai berpijar. 3. Pipa kaliper yang masih berpijar langsung dimasukkan ke dalam vial yang berisi aquades (1/3 bagian) untuk melarutkan zat-zat organik yang telah dirusak menjadi garam Na-nya, lalu digerus dengan batang pengaduk, dan didiamkan sampai terbentuk endapan.
4. Kemudian disaring dengan pipet berkapas, dan filtratnya dimasukkan

dalam tabung reaksi yang bersih. 5. Selanjutnya filtrat digunakan untuk analisis kualitatif terhadap an ion an ion an organik dari garam Na-nya.
B. Identifikasi Unsur Nitrogen

Unsur N dalam larutan Castellana dianalisis keberadaannya sebagai an ion CN (sianida), yang diidentifikasi dengan cara :
1. Filtrat + larutan AgNO3, amati terbentuknya endapan putih.

2. Filtrat + larutan FeSO4 jenuh/kristal, dipanaskan sampai mendidih,

tanpa didinginkan + H2SO4 encer secukupnya, amati terbentuknya warna biru prusian.
C. Identifikasi Unsur Sulfur

Unsur S dalam larutan Castellana dianalisis keberadaannya sebagai anion S2- (sulfida), yang diidentifikasi dengan cara :
1. Filtrat + larutan AgNO3, amati terbentuknya endapan hitam Ag2S.

2. Filtrat + larutan Na-Nitroprusida jenuh/kristal, perhatikan terjadinya warna ungu/violet.


3. Filtrat diasamkan dengan CH3COOH encer, kemudian + larutan Pb-

Asetat, perhatikan terjadinya endapan hitam PbS.


D. Identifikasi Unsur Pospor

Unsur P dalam larutan Castellana dianalisis keberadaannya sebagai anion PO43- (phospat), diidentifikasi dengan cara :
1. Filtrat + larutan AgNO3, amati terbentuknya endapan kuning. 2. Filtrat + HNO3 pekat dipanaskan lalu + larutan amonium molibdat

berlebih, amati terbentuknya endapan kuning.


3. Filtrat + larutan BaCl2, amati terbentuknya endapan putih, jika +

larutan CH3COOH encer endapan larut, lalu + larutan NH4OH enter, amati terbantuknya endapan putih. 4. Filtrat + larutan Mg Mixture, mati terbentuknya endapan putih.
E. Identifikasi Unsur I

Unsur I dalam larutan Castellana dianalisis keberadaannya sebagai anion I (iodida), diidentifikasi dengan cara :
1. Dengan larutan AgNO3

Filtrat (bebas anion CN dan atau S2) + larutan AgNO3 perhatikan endapan kuning.
2. Dengan H2SO4 pekat

Filtrat + H2SO4 pekat dipanaskan, perhatikan terbentuknya gas I2 yang dapat dibuktikan dengan :

Uap berwarna violet/ungu.


Jika + CCl4 / CHCl3 dan dikocok kuat, maka lapisan CCl4 /

CHCl3 berwarna violet/ungu. Kertas yang dibasahi amilum jika ditutupkan di mulut tabung reaksi maka kertas dari tidak berwarna akan menjadi warna biru.
3. Dengan larutan NaNO2

Filtrat + asam asetat glasial + CCl4 / CHCl3 + larutan NaNO2 20% lewat dinding tabung reaksi dan digoyang pelan-pelan, maka akan terjadi warna violet/ungu pada lapisan CCl4 / CHCl3 F. Identifikasi Unsur Cl Bersama dengan Unsur I/Br Dalam larutan Castellana keberadaannya terdapat sebagai campuran anion-anion Cl (klorida) dengan anion I (iodida) dan atau anion Br (bromida). Sebelum reaksi dengan larutan AgNO3 apabila bromida dan atau iodida ada bersama dengan clorida, maka anion I/Br harus dihilangkan dahulu sebelum mengidentifikasi Cl, dengan cara :

Filtrat + asam asetat glasial + CCl4 / CHCl3 + larutan NaNO2

20% lewat dinding tabung reaksi dan digoyang pelan-pelan, maka akan terjadi warna violet/ungu pada lapisan CCl4 / CHCl3 berarti dalam larutan terdapat anion iodida, kemudian dipanaskan sampai semua iodida menguap sebagai I2 ditandai dengan sudah tidak berwarna violet/ungu lagi jika ditambahkan lagi CCl4 / CHCl3

Filtrat yang sudah terbebas anion iodida, sipa untuk uji anion

klorida reaksi dengan larutan AgNO3.

V.

HASIL PERCOBAAN Pembuatan castelana

Hasil Identifikasi

VI.

PEMBAHASAN Dari hasil percobaan identifikasi yang dilakukan terhadap unsur Nitrogen, Sulfur dan Phospor kita dapat mengetahui unsur apa saja yang terkandung dalam senyawa organik yang kita identifikasi, Yang digunakan untuk identifikasi yaitu filtrat dari senyawa organik yang akan diidentifikasi. Filtrat dibuat dengan mereaksikan senyawa organik tersebut dengan menggunakan castelana. Setelah itu filtrat yang dihasilkan di identifikasi menggunakan reaksi-reaksi spesifik apabila positif terhadap reaksi-reaksi spesifik dari masing-masing unsur berarti senyawa tersebut mengandung unsur - unsur tersebut.

VII. KESIMPULAN Dari hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa : 1. Cystin mengandung unsure N

2. Sulfadiazin mengandung unsure N dan S 3. Kloramfenikol mengandung unsure N 4. Vanilin mengandung unsure S dan P