L

a

LABORATORIUM PENGUJIAN BAHAN II
Politeknik Negeri Padang

PENGUJIAN KELEKATAN AGREGAT TERHADAP ASPAL

A. JADWAL PELAKSANAAN Hari/ Tanggal Waktu Tempat : Rabu / 3 Oktober 2010 : 07.30 WIB – Selesai : Laboratorium Pengujian Bahan Teknik Sipil Politeknik Negeri Padang.

B. TUJUAN PELAKSANAAN 1. Tujuan Umum Dapat menguji besarnya kelekatan agregat terhadap aspal dengan cara visual 2. Tujuan Khusus • Dapat memahami prosedur pelaksanaan pengujian kelekatan agregat terhadap aspal • Dapat terampil menggunakan peralatan pengujian dengan baik dan benar • Dapat melakukan pencatatan dan pemeriksaan data pengujian kelekatan agregat terhadap aspal • Dapat menyimpulkan, mengklarifikasikan dan menganalisa data hasil pengujian kelekatan agregat terhadat aspal berdasarkan standar yang diacu C. REFERENSI 1. SK SNI -20-1990-F 2. Modul Perencanaan Campuran Beraspal 2001 Departemen Teknik Sipil Bandung ITB D. DASAR TEORI KELOMPOK II Kelekatan Agregat terhadap Aspal Pengujian

Agregat yang demikian tidak bagus digunakan untuk bahan campuran dengan aspal karena mudah terjadi striping yaitu lepasnya lapis aspal dari agregat karena pengaruh air. sehingga ikatan antara aspal dan agregat baik. . PERALATAN DAN BAHAN 1. Permukaan agregat yang kasar akan menimbulkan/meberikan ikatan dengan aspal lebih baik daripada agregat dengan permukaan licin .Ukuran butiran Berdasarkan SK SNI 20-1990-F. pengujian kelekatan aspal dengan agregat yang layak adalah dengan nilai persentase permukaan agregat yang masih diselimuti aspal harus dekat dengan 100% Selain itu kelekatan aspal terhadap agregat dipengaruhi juga oleh sifat agregat terhadap air. Granit dan batuan yang mengandung silica merupakan agregat yang bersifat hydrophilic yaitu agregat yang senang terhadap air.L a LABORATORIUM PENGUJIAN BAHAN II Politeknik Negeri Padang Faktor-faktor yang mempengaruhi kelekatan aspal pada agregat adalah : .01 gr Pisau pengaduk dari baja (spatula) lebar 25 mm panjang 100 mm Tabung gelas kimia (beker) kapasitas 600 mL Oven yang dilengkapi pengaturan suhu untuk memanasi agregat sampai (500 + 1)o c KELOMPOK II Kelekatan Agregat terhadap Aspal Pengujian . Tetapi terlalu banyak pori dapat mengakibatkan terlalu banyak aspal yang terserap dan berakibat lapisan agregat aspal menjadi tipis.Pori-pori dan absorbs . E. Agregat sebaliknya yang tidak mudah terikat denga air sehingga ikatan antara aspal dan agregat cukup baik.Agregat berpori berguna untuk menyerap aspal.Agregat berbentuk kubus dan kasar lebih mengikat asapal daripada agregat berbentuk bulat dan halus. Peralatan - Wadah untuk mengaduk kapasitas minimal 500 mL Timbangan dengan kapsitas 200 gr ketelitian 0.Bentuk dan tekstur permukaan .

grade 3000 68 + 20 C 5. Bahan - Catatan : . Memusatkan perhatian pada saat melakukan praktikum c. grade 800 Suhu ruang 35 + 20 C 52 + 20 C Aspal cair. Keselamatan Khusus a.Aspal yang digunakan adalagh aspal Pen 60/70 produksi PERTAMINA F. pengadukan tidak boleh lebih dari 5 menit 6. Keselamatan Umum a. Aduk pada suhu ruang sampai benda uji menjadi basah secara merata 4. Membersihkan alat dan ruangan setelah melakukan praktikum d.5 + 2 gram aspal yang telah dipanaskan sampai suhu yang diperlukan Aspal Aspal cair. Aduk sampai merata sehingga benda uji terselimuti aspal. Memasukkan 100 gram agregat kedalam wadah dan mengisi 2 mL air 3. Pindahkan adukan tersebut kedalam tabung gelas 600 mL KELOMPOK II Kelekatan Agregat terhadap Aspal Pengujian .5 mm ( 3/8”) Thermometer logam + 200o C dan + 100o C Air Suling 2. grade 30 dan 70 Aspal cair. Persiapan alat dan bahan yang dibutuhkan 2. PROSEDUR PELAKSANAAN 1. Menyimpan peralatan setelah selesai praktikum G. Tambahkan 5.L a LABORATORIUM PENGUJIAN BAHAN II Politeknik Negeri Padang - Saringan 6. Gunakan sarung tangan pada saat memanaskan aspal b.3 mm (1/4”) dan 9. Menggunakan peralatan sesuai dengan fungsinya b.Agregat yang diuji berasal dari PT ATR jalan Bypass Pdg . Menggunakan jas lab pada saat praktikum 2. KESELAMATAN KERJA 1. grade 250 Aspal cair.

Skema Pelaksanaan 3. Diamkan pada suhu ruang selama 16-18 jam 9. Gambar Pelaksanaan 4. I. Berdasarkan SK SNI 20-1998-F pengujian kelekatan aspal dengan agregat yang layak adalah dengan nilai persentase permukaan agregat yang masih diselimuti aspal harus mendekati 100%. PERTAMINA diperoleh bahwa persentase permukaan agregat yang masih diselimuti aspal adalah 98%. DATA PEMERIKSAAN DAN HITUNGAN Dari hasil pengujian kelekatan agregat terhadap aspal yang telah dilakukan didapat bahwa persantase agregat yang terselimuti aspal setelah diuji lebih dari 98%. LAMPIRAN 1. Isikan dengan air suling sebanyak 400 mL 8. Data Kelompok 2. Karena permukaan agregat yang masih diselimuti aspal mendekati 100% yaitu 98% J. Gambar Peralatan KELOMPOK II Kelekatan Agregat terhadap Aspal Pengujian . PEMBAHASAN DAN KESIMPULAN Dari hasil pengujian kelekatan agregat terhadap aspal yang agregat berasal dari PT ATR Jalan Bypass Padang.L a LABORATORIUM PENGUJIAN BAHAN II Politeknik Negeri Padang 7. Ambil selaput aspal yang mengandung dipermukaan air dengan tidak menggangu agregat didalam tabung 10. Aspal PEN 60/70 Produksi PT. Berarti dapat disimpulkan bahwa daya kelekatan agregat terhadap aspal adalah layak. Dengan melihat dari atas menembus air perkirakna persentase luas permukaan yang masih terselimuti aspal H.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful