Anda di halaman 1dari 1

Asas-asas Hukum Perdata

Sejarah hukum perdata di Indonesia 1. Kodifikasi huku perdata belanda tahun 1830
Sumber pokok hukum perdata (burgerlijkrecht) ialah kitab undang-undang hukum sipil (burgerlijk wetboek) di singkat KUHS (B.W). KUHS adalah sebagian besar adalah hukum perdata prancis yg d berlakukan d belanda sebagai kitab undang-undang hukum sipil yang resmi. Dalam penyusunan nya mengambil karangan-karangan bangsa pengarang prancis tentang hukum romawi yang pada jaman dahulu d anggap hukum paling sempurna. Juga ad unsur-unsur hukum kanoenik (hukum agama katolik) juga ad hukum kebiasaan setempat

mempengaruhinya. Dibentuk lah suatu panitia yang bertugas membuat rencana kodifikasi hukum perdata Belanda dengan sebagian besar menggunakan code napoleon dan sebagian kecil hukum Belanda kuno. Sebenarnya dalam penyusunan tersebut pada tanggal 5 Juli 1830 sudah selesai, namuuun . . hukum perdata belanda baru d resmikan pada 1 oktober 1838. Pada tahuuuun 1838 d keluarkan : Burgerlijk Wetboek (KUH Sipil) Wetboek van Koophandel (KUH Dagang)

Berdasarkan asas konkordasi, kodifikasi hukum perdata menjadi acuan dan contoh bagi kodofikasi hukum eropa d Indonesia.