MACAM-MACAM TES INTELIGENSI

Umi Anugerah Izzati, S.Psi, M.Psi

BENTUK TES INTELIGENSI
• Tes Inteligensi untuk anak maupun orang dewasa yang disajikan secara individual maupun secara kelompok. • Beberapa bentuk tes inteligensi antara lain: 1. Tes inteligensi untuk anak-anak Tes Binet (SB), WISC, WPPSI, CPM, CFIT skala 2, dan TIKI Dasar. 2. Tes inteligensi untuk remaja – dewasa TIKI Menengah, TIKI Tinggi, WAIS, SPM, APM, CFIT skala 3, IST. 3. Tes inteligensi untuk Tuna Rungu  SON 4. Tes inteligensi untuk Tuna Netra  KIT

Kemudian oleh Lewis Madison Terman istilah itu digunakan secara resmi untuk hasil tes inteligensi Stanford Binet Intelligence Scale di Amerika Serikat tahun 1916 (Terman & Merrill 1960). • . namun ada tes inteligensi yang tidak menghasilkan IQ yaitu berupa tingkat/grade (Tes Raven).INTELLINGENCE QUOTIENT (IQ) • Hasil tes inteligensi pada umumnya berupa IQ (Intelligence Quotient). Istilah Intelligence Quotient pertama kali dikemukakan oleh William Stern (1912). seorang ahli psikologi berkebangsaan Jerman.

pre and post test (sebelum dan sesudah kegiatan untuk mengetahui perubahan atau kemajuan ) atau dengan kemampuan berhitung dibandingkan dengan kemampuan bahasa. Membandingkan dalam diri sendiri misal. • .INTERPRETASI HASIL TES INTELIGENSI • • Hasil suatu tes dapat diinterpretasi dengan cara membandingkan. Membandingkan dengan orang lain. – Membandingkan hasil tes yang diperoleh individu dengan standard penampilan yang telah diterima umum atau dengan norma yang sudah dibakukan. caranya: – Membandingkan hasil tes individu dengan hasil tes indivisu yang lain.

INTERPRETASI HASIL TES INTELIGENSI • • Interpretasi hasil suatu tes inteligensi biasanya dilakukan dengan cara membandingkan hasil tes individu dengan hasil tes individu lain dalam kelompok usianya. . Namun berdasar isi jawaban subjek dari aspek-aspek tertentu selain inteligensi dapat diinterpretasikan oleh seorang ahli berpengalaman. Hasil utama suatu tes inteligensi berupa IQ atau tingkat inteligensi seseorang.

IIIapabila skornya lebih dari median. apabila skornya terletak antara persentil 25 sampai 75. hasil tes inteligensi diklasifikasikan menjadi: 2. apabila skornya terletak antara persentil 75 sampai dengan persentil 95. 3.KLASIFIKASI INTELIGENSI • Menurut Raven (1972). hasil tes inteligensi diklasifikasikan menjadi: 1. Grade III : Intellectually average. . Grade I : Intellectually superior. III+ apabila skornya > median atau persentil 50 untuk kelompok usianya. Grade II : Definitely above the average in intellectual capacity.

IV. 5. Grade IV : Definitely below average in intellectual capacity. Grade V : Intellectual defective.apabila skornya terletak dibawah persentil 10.KLASIFIKASI INTELIGENSI 4. apabila skornya terletak di bawah persentil 5. . apabila skornya terletak di bawah persentil 25.

1 50.7 16.7 2.0 16.KLASIFIKASI INTELIGENSI • Wechsler (1958) mengklasifikasikan inteligensi berdasarkan WAIS menjadi: Klasifikasi Very Superior Superior Bright Normal Average Dull Normal Borderline Defective IQ WAIS 130 ke atas 120-129 110-119 90-109 80-89 70-79 -69 Persentase 2.1 6.2 6.2 .

KLASIFIKASI INTELIGENSI • Terman dan Merrill (1960) mengklasifikasikan inteligensi berdasarkan standardisasi tes inteligensi stanford binet 1937: Lihat tabel berikut ini: .

03 0.4 0.1 8.2 0.2 18.KLASIFIKASI INTELIGENSI Klasifikasi Very Superior IQ 160-169 150-159 140-149 130-139 120-129 110-119 90-99 80-89 70-79 60-69 50-59 40-49 30-39 Persentase 0.0 0.2 1.5 5.1 23.5 23.6 2.1 3.03 Superior High Average Low Average Borderline defective Mentally defective .0 14.

1996) .TES BINET • Untuk mengukur kemampuan mental seseorang adalah tes Binet-Simon tahun 1905 di Paris-Prancis. Alfred Binet menggambarkan inteligensi sebagai satu yang fungsional: terdiri 3 komponen: – Kemampuan untuk mengarahkan pikiran atau tindakan – Kemampuan untuk mengubah arah tindakan bila tindakan tersebut telah dilaksanakan – Kemampuan untuk mengkritik diri sendiri (dalam Azwar.

revisi mengalami perubahan yang cukup besar sesuai dengan perkembangan teori inteligensi maupun psikologi dan semakin canggihnya psikometri. . kemudian (1972) dilakukan restandardisasi terhadap tabel IQ tes tersebut. Revisi pertama di Stanford University oleh Terman (1916). 1962). Revisi kedua oleh Merrill (1937) tes tersebut direvisi menjadi 2 bentuk L dan M.TES BINET • • • • • Tes binet pertama kali hanya 30 soal yang disajikan secara urut (Freeman. Revisi keempat (1986) Stanford Binet Intelligence Scale dilakukan pada tahun 1986 oleh Thorndike dkk. Revisi ketiga (1960) tes tersebut menggabungkan L dan M menjadi L-M.

Masing-masing tingkat umur terdiri dari 6 soal. Perhitungan umur mental idealnya dimulai umur basal dan berakhir dengan umur ceiling. Item-item dalam tes ini dikelompokkan dalam tingkat umur: Mulai tahun II sampai dengan tahun V dengan interval 6 bulan. Hasil tes berupa IQ dapat dilihat dalam tabel IQ dari Pinneau yang merupakan IQ deviasi dengna mean 100.TES BINET • • • • • Tes Binet yang digunakan di Indonesa saat ini adalah Revisi ketiga (1960).4.5. Jumlah kredit dari basal sampai ceiling. kecuali Dewasa rata-rata terdiri dari 8 soal. 1960). kredit masing-masing soal adalah 1 bulan. Tahun VI sampai dengan tahun XIV dengan interval 1 tahun. kredit masing-masing soal adalah 2. dan 6 bulan. SD = 16 (Terman & Merrill. .

TES WECHSLER • David Wechsler merupakan perintis pengembangan tes inteligensi mendefinisikan inteligensi sebagai kumpulan atau keseluruhan kapasitas seseorang untuk bertindak dengan tujuan tertentu. berpikir secara rasional. 1958). serta menghadapi lingkungannya dengan efektif (Wechsler. Pertama kali menyusun tes inteligensinya diberi nama Wechsler-Bellevue Intelligence Scale (W-B) dalam bentuk paralel I dan II (1939) W-B direvisi menjadi WAIS (1955) Revisi kedua (1981) menjadi WAIS-R (Anastasi. 1988) • • • .

TES WECHSLER • Karena kebutuhan akan tes inteligensi untuk anak-anak. 1974 diterbitkannya revisinya yaitu WISC-R. 1963 dipublikasikan WPPSI untuk anak usia 46 ½ tahun. maka Wechsler menyusun tes untuk anak umur 8-15 tahun. yaitu WISC (1949) yang merupakan revisi dari W-B II. • • .

Walau sudah menguasai salah satu tes tersebut. Hasil tes berupa Verbal IQ. dan Full IQ. untuk WAIS. Karena detaildetail tes kemungkinan tidak sama. terutama pada performance perbedaannya cukup berarti. penentuan IQ dapat dilihat pada tabel. Wechsler menggunakan IQ deviasi dengan mean = 100 dan SD = 15. Misal: tes rancangan balok. untuk menyajikan tes Wechsler diperlukan mempelajari dan malakukan latihan lebih dulu. Perfomance IQ. masing-masing berbeda bentuk dan warna.TES WECHSLER • • Ketiga tes tersebut terdiri dari subtes verbal dan performance. WISC dan WPPSI. .

4.MATERI KETIGA TES WECHSLER • WPPSI PERFORMANCE VERBAL 1. Vocabulary/perbendaharaan kata 3. Block design/rancangan balok 6. (Sentences/kalimat) 1. Geometric design/desain geometri 5. Mazes/mazes 4. Arithmatic/hitungan Similarities/persamaan 5. Picture completion/melengkapi gambar 3. Comprehension/pengertian 6. Animal house/rumah hewan 2. (Animal house retest/rumah hewan ulangan) . Information/informasi 2.

(Mazes/mazes) . Object Assembly/merakit Vocabulay/perbendaharaan obyek kata 5. 4. Coding/simbol (Digit span/rentangan angka) 6. Picture completion/melengkapi gambar Comprehension/pengertian 2. 1. 3. 5. Picture arrangement/mengatur Arithmatic/hitungan gambar Similarities/persamaan 3. Information/informasi 2. Blok design/rancangan balok 4. 6.MATERI KETIGA TES WECHSLER • WISC PERFORMANCE VERBAL 1.

4.MATERI KETIGA TES WECHSLER • WAIS PERFORMANCE VERBAL 1. Digit symbol/simbol angka 2. 6. Blok design/rancangan balok Similarities/persamaan 4. Information/informasi 2. Picture completion/melengkapi gambar Arithmatic/hitungan 3. 1. Picture arrangement/mengatur gambar (Digit span/rentangan angka) 5. Object Assembly/merakit Vocabulay/perbendaharaan obyek kata 6. 5. - . Comprehension/pengertian 3.

1960). Tes Raven/ Culture Fair tidak ditemukan IQ malainkan taraf inteligensi yang dibagi dalam grade I-V yang berdasar persentil.TES RAVEN • Raven Progressive Matrices (RPM) merupakan tes inteligensi yang dapat disajikan secara kelompok maupun individual. Tes ini berupa gambar terpotong dan harus mencari potongan yang cocok dengan gambar tersebut. • • . Tes ini untuk mengungkap kemampuan memahami figur yang tidak berarti dengan mengobservasi dan berpikir jernih pada saat mengerjakan tes tersebut. kemudian melihat hubungan antara figur yang ada dan akhirnya mengembangkan penalaran (Raven.

Hasilnya berupa persentil dan grade dari inteligensi.TES RAVEN • • Pertama kali Raven menyusun SPM terdiri 60 item. dan dikelompokkan dalam 5 seri: A. SPM dapat dikenakan untuk semua umur.C.B (setiap seri 12 item).B. Tes untuk anak-anak yaitu CPM untuk umur 5-11 tahun. .Ab.D. Hasilnya berupa persentil dan grade dari inteligensi. CPM terdiri dari 36 item yang dikelompokkan dalam 3 seri yaitu A.E (setiap seri 15 item). CPM juga dikenakan pada orang tua/ lanjut usia diatas umur 60 tahun dengan pendidikan rendah atau menengah.

Lalu tes dilanjutkan dengan SPM. Set I pemanasan/pengenalan terdiri 12 item dan set II terdiri 36 item.TES RAVEN • Tes untuk orang yang di atas normal (superior) yaitu APM yang terdiri 2 set/seri. Dan apabila mampu menjawab 6 item dilanjutkan dengan set II. . Hasil tes berupa persentil. Apabila pada set I tidak mampu menjawab 6 dari 12 item. maka set II tidak perlu disajikan.

SD = 15 (Drenth. 1976). . Hasil berupa IQ deviasi dengan mean = 100. –TIKI dasar untuk SD – SMP kelas II –TIKI menengah untuk SMP kelas III & SMA –TIKI tinggi untuk mahasiswa & orang dewasa.TES INTELIGENSI KOLEKTIF INDONESIA (TIKI) • Tes ini terdiri 3 kelompok yaitu. Tes ini dapat diberikan secara individual maupun kelompok. dkk.

Berhitung soal 6.Pembentukan kata TIKI Tinggi 1.12. Gabungan bagian 3. Bayangan cermin 10. TIKI Dasar 1. Berhitung huruf 8. Eksklusi gambar 5.Membandingkan benda 12. Membandingkan gambar 6. Berhitung angka 2. Meneliti 7. Deret angka 6.• Subtes TIKI. Berhitung angka 2.Analogi kata 11. Eksklusi kata 9. Hubungan kata 4. Eksklusi gambar 4. Membentuk benda 8.Pembentukan kata . Membentuk benda 8.Mencari segitiga 11. Meneliti 7.TIKI Menengah 1.Bentuk tersembunyi 12. Berhitung angka 2. Abstraksi non verbal 5. Labirin 7. Gabungan bagian 3. Mencari pola 9.Berhitung huruf 11. Hubungan kata 4. Eksklusi kata 9. Gabungan bagian 3. Bayangan cermin 10. Eksklusi kata 10. Hubungan kata 5.

terdiri 8 subtes: . normal dan tunarungu. kemudian direvisi. SON dirancang sejak tahun 1939-1942. di Amsterdam.SNIJDERS-OOMEN NON-VERBAL SCALE (SON) • Tes inteligensi yang non-verbal digunakan untuk usia 3-16 tahun. • Tabel ini setelah direvisi tahun 1970.

Mosaic 2. Sorting 7. Memory 3. Combination 1.Kelompok Subtes Bagian Skala I. Completion 5. Knox cube Mosaic A&B Block design Copying Completion of drawings Puzzles Picture series A&B Halves Corresponding pictures Picture copletion Series continuation Picture analogies Figure analogies Sorting shapes Sorting cards Picture memory A&B Knox cube P Q P Q P Q P Q . Drawing III. Arrangement 4. Picture memory 8. Abstraction IV. Analogies 6. Form II.

Hasil tes berupa umur mental dan IQ dengan mean = 100 dan SD = 15. SELESAI . Skor standar untuk tuna rungu dan normal/ mendengar dipisahkan.

.2.5078.3  4257003843.

3  $03903.08.503079.

9 ..2.

%#%%$$# W $ !# #  !.9:70 .4250943.

5 .7  !.77.9:70 .2-.302039.2003.

203.2-.9:7 .7  4/083.

3.3.3-.98802-..4  -0.7.

207.9 4-0  4/3.

08.82-4  .

08 '#  31472.943.2.

31472.8  4257003843.

503079.9.3  792.

3  $2.7908.9:3.

3  '4..5078.2..-:..

3.3 .7...9.507-03/.  985.

3.3.3.7039. .

%#%%$$# W $ !# #  982-4.

82-4.4250943.  !.3.9:70 .

2003.5 .7  4/083.2-.

4  !..77.3-.9:70 .3.3.302039.7.

203.9:7 .2-.98802-.7  -0.

9 4-0  '#  31472.207.943.

8  4257003843.31472.

9.3  792.503079.

7908.3  $2.9:3.

2..5078.3.3  985.

.  '4.3.3.3.-:..7039.

.9...3 .7.507-03/.

9/8.03!747088..4/03.3. 042542. . %083-07:5..7.790754943/..3.790780-:9 %08#./:.754943.97..2-.5.4.3 .03.%$#' W #.08 #! 207:5..0.:5:33/.7:8203.3/.3..3 908390038.380.2-.

3503.390890780-:9 02:/.7.25:.8/. 20302-.7.3 202.39..-07.9 20307.1:7.39..3...3.75078039 %083:39:203:3.3 #.21:7..3.79/03./0 '.7.320../.3-07570735./902:.502.3 2034-807.././.3.1390038.8.39/..79/.3/-.3-07/./.3.3" 2.73.8.9 :-:3.03  W W .2 7.:9:70.

-07:5.5078039/..9/03.3.2./0 /.39:.%$#' W W !079.3.7390038 %08:39:.5807902 $!/../.#.03203:8:3$!907/7 902  /.35.:2:7 .37. ..83./03..9:!:39::2:7  9.2807     809..47.5..3:39: 802:.:3 !:.3/04254.3/.

7390038 . !907/7/.3/04254.5807902 ..9.-07:5.9: ./0/.3 7.:3/03.9. 809.3 703/.3:9 :8.3503//.3/.8:2:7 9...:20303.2807.7902 .83./.5078039/.

3.%$#' W %08:39:47.3907/7809.9:!.9. 8:50747  .83472.3/.

3.8.807 $09 502.3.

-.3 .2..3809 907/7902 5.50303.3$! ..3:9.8099/.3:9.3809 .:908/.3 /03.5078039 .-..3 ..8908-07:5.8099/.2.-902/..3/03.7902 2.5.5.3907/7902/.25: 203.25:203.507: /8./.-/.

"/0.88.3/0. 2.8-07:5.9/-07.:39:$!0.8. 47.:5:304254 .380.8 %20303...8.8 $ %93:39:2.8 /03..9: %/./:.3/.320.5.3 $ 7039 /   .%$%$ % $ % W %083907/704254.7:39:$ $!0. %083/.7.

  079:3.9.754.3.3.  0309  02-039:-03/.7809.8343.-73  079:3:7:1  03.-:3.9. %%3  079:3..9.  -897.2-.9.7  :-:3..3..3/3.2-.3.3.0723  3.  .4. .3  8:8.8.-:3.3.  03.  8:8.9.  02-.9.9.9.  .3.3.3.  0309  02-039:-03/.3.7  079:3.3/3.3.7  ..-:3.2-.0723  079:3:7:1  02-.3-.  039:907802-:3  !02-039:.9.  .3  :-:3.  .3 .3-.7  079:384.W $:-908% %.  8:8..3.3 -03/.07-.3.  !02-039:.3-.  0709.  ..  8:8.   %0303.3  :-:3..  8:8.

-038090.:3 907/7 8:-908 .2 02:/.9.3 :39::8.7:3: $ /7.3343 ./70.3 9:3..3.3 /70./:3.$#$   '#$ $  W %08390038. 9..:3   /28907/.07-.89.:3 3472.380.8 W %./.

943  -897.9:7020247  34.3 48.9:708 !.38 !:08 !.7/8 !.408 !  $4793  !.9:7080708  .:-0 " ! " ..408 :70. ! " ! "  77.3.9:70.508 $4793..3..08 47708543/35.4393:..943 !..450943 $0708.302039  4250943  3.  7./083 453 425094341/7.:-0 $.  4.3 .408 $47938.943 ' 0247 $:-908  48.04254  472  42-3..9:70..9:7020247  34.

3 3472.3" /03.320./.8908-07:5.:2:72039.7:39:9:3..7:3:/.3$  $4789.3/.3 /..

3 $$ .7/58..203/03.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful