Sejarah Indonesia (1945-1949

)
Setelah jepang menyerah pada tanggal 14 agustus 1945 pada Sekutu, Sekutu menugaskan Jepang untuk menjaga keamanan Indonesia sampai dengan kedatangan pasukan Sekutu ke Indonesia. Setelah memangkan perang dunia II, pasukan sekutu dating ke Indonesia dan terbagi menjadi dua , yaitu: 1. SEAC (South East Asia Command), untuk wilayah bagian barat Indonesia 2. SWPC (South West Pasific Command), untuk wilayah bagian timur Indonesia Dalam melaksanakan tugasnya di Indonesia bagian barat, mereka membentuk ANFEI (Allied Forces for Netherlands East Indies) di bawah pimpinan Latnan Jendral Philip Cristison. Adapun tugas ANFEI adalah : 1. Mengurus penyerahan, pelucutan senjata dan pemulangan pasukan Jepang. 2. Membebaskan tawanan perang. 3. Memulihkan keamanan dan ketertiban. 4. Menyelidiki, mencari, dan mengadili para pejabat perang. Kedatangan sekutu terbagi menjadi tiga tahap, yaitu pada tanggal 8 September 1945 dipimpin oleh Mayor Greenhalg yang dating dengan cara terjun paying di lapangan udara kemayoran pada tanggal 14 September 1945, tanggal 29 September 1945 Kapal penjelajah Cumberland berlabuh di Tanjung Priok dengan membawa Laksaman Patterson. Pada mulanya kedatangn sekutu disambut dengan sekap netral oleh pihak Indonesia, tetapi setelah mengetahui kedatangan sekutu menbonceng NICA (Netherlands Civil Administrasion) sikap masyarakat berubah mencadi curiga. Dan akhirnya terjadilah beberapa gejolak dan konflik di Indonesia. Indonesia: Era 1945-1949 dimulai dengan masuknya Sekutu diboncengi oleh Belanda (NICA) ke berbagai wilayah Indonesia setelah kekalahan Jepang, dan diakhiri dengan penyerahan kedaulatan kepada Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949. Terdapat banyak sekali peristiwa sejarah pada masa itu, pergantian berbagai posisi kabinet, Aksi Polisionil oleh Belanda, berbagai perundingan, dan peristiwa-peristiwa sejarah lainnya.
Kembalinya Belanda bersama Sekutu Latar belakang terjadinya kemerdekaan

Sesuai dengan perjanjian Wina pada tahun 1942, bahwa negara-negara sekutu bersepakat untuk mengembalikan wilayah-wilayah yang kini diduduki Jepang pada pemilik koloninya masingmasing bila Jepang berhasil diusir dari daerah pendudukannya. Menjelang akhir perang, tahun 1945, sebagian wilayah Indonesia telah dikuasai oleh tentara sekutu. Satuan tentara Australia telah mendaratkan pasukannya di Makasar dan Banjarmasin, sedangkan Balikpapan telah diduduki oleh Australia sebelum Jepang menyatakan menyerah kalah. Sementara Pulau Morotai dan Irian Barat bersama-sama dikuasai oleh satuan tentara

ia dipersiapkan untuk membuka perundingan atas dasar pidato siaran radio Ratu Wilhelmina tahun 1942 (statkundige concepti atau konsepsi kenegaraan). Charles van der Plas. dan tujuh hari kemudian tanggal 8 Maret 1942. Jawa Timur. . tetapi ia mengumumkan bahwa ia tidak akan berbicara dengan Soekarno yang dianggapnya telah bekerja sama dengan Jepang. di bawah pimpinan Ratu Belanda.pemerintahan sipil Hindia Belanda) yang dipimpin oleh Dr. Indonesia secara resmi diduduki oleh Jepang. Setelah penyerahan tanpa syarat tesebut. Panglima Komando Kawasan Asia Barat Daya (South West Pacific Area Command/SWPAC). SEAC dengan panglima Lord Mountbatten sebagai Komando Tertinggi Sekutu di Asia Tenggara bertugas melucuti bala tentera Jepang dan mengurus pengembalian tawanan perang dan tawanan warga sipil sekutu (Recovered Allied Prisoners of War and Internees/RAPWI). Pidato Ratu Wilhemina itu menegaskan bahwa di kemudian hari akan dibentuk sebuah persemakmuran yang di antara anggotanya ialah Kerajaan Belanda dan Hindia Belanda. Jawa dan Indocina. pemerintah kolonial Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang berdasarkan Perjanjian Kalijati. Malaya. Kehadiran tentara Sekutu ini. 15 September 1945. tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa. Amerika Serikat menguasai Filipina dan tentara Inggris dalam bentuk komando SEAC (South East Asia Command) bertanggung jawab atas India. Setelah perang usai. pada 23 Agustus 1945 Inggris bersama tentara Belanda mendarat di Sabang. tentara Australia bertanggung jawab terhadap Kalimantan dan Indonesia bagian Timur. Srilanka. Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme. tentara Inggris selaku wakil Sekutu tiba di Jakarta. diboncengi NICA (Netherland Indies Civil Administration . Kronologi penyebab peristiwa [sunting] Kedatangan Tentara Jepang ke Indonesia Tanggal 1 Maret 1942. dengan didampingi Dr. wakil Belanda pada Sekutu. Hubertus J van Mook. Peristiwa besar ini terjadi pada tanggal 10 November 1945 di Kota Surabaya. Peristiwa 10 November Pertempuran Surabaya merupakan peristiwa sejarah perang antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Belanda. Sumatra. Aceh. Burma. Mendaratnya Belanda diwakili NICA Berdasarkan Civil Affairs Agreement.Australia dan Amerika Serikat di bawah pimpinan Jenderal Douglas MacArthur.

Dalam kekosongan kekuasaan asing tersebut. rakyat dan pejuang Indonesia berupaya melucuti senjata para tentara Jepang. Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu setelah dijatuhkannya bom atom (oleh Amerika Serikat) di Hiroshima dan Nagasaki. Kematian Brigadir Jenderal Mallaby Artikel utama untuk bagian ini adalah: Aubertin Mallaby Brigadir Jenderal Aubertin Mallaby . Ketika gerakan untuk melucuti pasukan Jepang sedang berkobar. dengan tugas untuk melucuti tentara Jepang. serta memulangkan tentara Jepang ke negerinya. NICA (Netherlands Indies Civil Administration) ikut membonceng bersama rombongan tentara Inggris untuk tujuan tersebut. Tentara Inggris datang ke Indonesia tergabung dalam AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) atas keputusan dan atas nama Blok Sekutu. Hal ini memicu gejolak rakyat Indonesia dan memunculkan pergerakan perlawanan rakyat Indonesia di mana-mana melawan tentara AFNEI dan pemerintahan NICA.[sunting] Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Tiga tahun kemudian. tentara Inggris mendarat di Jakarta. membebaskan para tawanan perang yang ditahan Jepang. Soekarno kemudian memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Peristiwa itu terjadi pada bulan Agustus 1945. Namun selain itu tentara Inggris yang datang juga membawa misi mengembalikan Indonesia kepada administrasi pemerintahan Belanda sebagai negeri jajahan Hindia Belanda. kemudian mendarat di Surabaya pada tanggal 25 Oktober 1945. [sunting] Kedatangan Tentara Inggris & Belanda Setelah kekalahan pihak Jepang. Maka timbullah pertempuran-pertempuran yang memakan korban di banyak daerah. tanggal 15 September 1945.

Bentrokanbentrokan bersenjata di Surabaya tersebut memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby. Mobil Buick yang ditumpangi Brigadir Jenderal Mallaby berpapasan dengan sekelompok milisi Indonesia ketika akan melewati Jembatan Merah.Setelah gencatan senjata antara pihak Indonesia dan pihak tentara Inggris ditandatangani tanggal 29 Oktober 1945. Kematian Mallaby ini menyebabkan pihak Inggris marah kepada pihak Indonesia dan berakibat pada keputusan pengganti Mallaby. . pada 30 Oktober 1945 sekitar pukul 20. keadaan berangsur-angsur mereda. Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh untuk mengeluarkan ultimatum 10 November 1945 untuk meminta pihak Indonesia menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan pada tentara AFNEI dan administrasi NICA.30. Kesalahpahaman menyebabkan terjadinya tembak menembak yang berakhir dengan tewasnya Brigadir Jenderal Mallaby oleh tembakan pistol seorang pemuda Indonesia yang sampai sekarang tak diketahui identitasnya. Walaupun begitu tetap saja terjadi bentrokan-bentrokan bersenjata antara rakyat dan tentara Inggris di Surabaya. dan terbakarnya mobil tersebut terkena ledakan granat yang menyebabkan jenazah Mallaby sulit dikenali. (pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur).

Setelah penyerahan tanpa syarat tesebut. Tentara Inggris datang ke Indonesia tergabung dalam AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) atas keputusan dan atas nama Blok Sekutu. Ketika gerakan untuk melucuti pasukan Jepang sedang berkobar. Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu setelah dijatuhkannya bom atom (oleh Amerika Serikat) di Hiroshima dan Nagasaki. Soekarno kemudian memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. tanggal 15 September 1945. Indonesia secara resmi diduduki oleh Jepang. tentara Inggris mendarat di Jakarta. Dalam kekosongan kekuasaan asing tersebut. [sunting] Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Tiga tahun kemudian. dan tujuh hari kemudian tanggal 8 Maret 1942. dengan tugas untuk melucuti tentara Jepang. tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa. Surabaya Artikel utama untuk bagian ini adalah: Insiden Hotel Yamato . Tunjungan. Namun selain itu tentara Inggris yang datang juga membawa misi mengembalikan Indonesia kepada administrasi pemerintahan Belanda sebagai negeri jajahan Hindia Belanda. Hal ini memicu gejolak rakyat Indonesia dan memunculkan pergerakan perlawanan rakyat Indonesia di mana-mana melawan tentara AFNEI dan pemerintahan NICA. pemerintah kolonial Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang berdasarkan Perjanjian Kalijati. [sunting] Kedatangan Tentara Inggris & Belanda Setelah kekalahan pihak Jepang. NICA (Netherlands Indies Civil Administration) ikut membonceng bersama rombongan tentara Inggris untuk tujuan tersebut. serta memulangkan tentara Jepang ke negerinya.Kronologi penyebab peristiwa [sunting] Kedatangan Tentara Jepang ke Indonesia Tanggal 1 Maret 1942. [sunting] Insiden di Hotel Yamato. membebaskan para tawanan perang yang ditahan Jepang. kemudian mendarat di Surabaya pada tanggal 25 Oktober 1945. rakyat dan pejuang Indonesia berupaya melucuti senjata para tentara Jepang. Peristiwa itu terjadi pada bulan Agustus 1945. Maka timbullah pertempuran-pertempuran yang memakan korban di banyak daerah.

dan melecehkan gerakan pengibaran bendera Merah Putih yang sedang berlangsung di Surabaya. [sunting] Kematian Brigadir Jenderal Mallaby Artikel utama untuk bagian ini adalah: Aubertin Mallaby . Ploegman tewas dicekik oleh Sidik. Tak lama setelah mengumpulnya massa di Hotel Yamato. datang melewati kerumunan massa lalu masuk ke hotel Yamato dikawal Sidik dan Hariyono. Perundingan berlangsung memanas. yang kemudian juga tewas oleh tentara Belanda yang berjaga-jaga dan mendengar letusan pistol Ploegman. W.Hotel Oranye di Surabaya tahun 1911. dan terjadilah perkelahian dalam ruang perundingan. dan mengereknya ke puncak tiang bendera kembali sebagai bendera Merah Putih. tepatnya pukul 21. sekarang bernama Hotel Majapahit) di Jl. sisi sebelah utara. pejuang dan diplomat yang saat itu menjabat sebagai Wakil Residen (Fuku Syuco Gunseikan) yang masih diakui pemerintah Dai Nippon Surabaya Syu. merobek bagian birunya. Residen Soedirman. 65 Surabaya.Ch.00. Sebagai perwakilan RI dia berunding dengan Mr. Keesokan harinya para pemuda Surabaya melihatnya dan menjadi marah karena mereka menganggap Belanda telah menghina kedaulatan Indonesia. Klimaks gerakan pengibaran bendera di Surabaya terjadi pada insiden perobekan bendera di Yamato Hoteru / Hotel Yamato (bernama Oranje Hotel atau Hotel Oranye pada zaman kolonial. Tunjungan no. Ploegman mengeluarkan pistol. sebelum akhirnya Jenderal D. Serangan-serangan kecil tersebut di kemudian hari berubah menjadi serangan umum yang banyak memakan korban jiwa di kedua belah pihak Indonesia dan Inggris. Hawthorn meminta bantuan Presiden Sukarno untuk meredakan situasi. Sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan Mr. Sebagian pemuda berebut naik ke atas hotel untuk menurunkan bendera Belanda. pada tanggal 27 Oktober 1945 meletuslah pertempuran pertama antara Indonesia melawan tentara Inggris . sementara Soedirman dan Hariyono melarikan diri ke luar Hotel Yamato.V. tanpa persetujuan Pemerintah RI Daerah Surabaya. Dalam perundingan ini Ploegman menolak untuk menurunkan bendera Belanda dan menolak untuk mengakui kedaulatan Indonesia. sekaligus sebagai Residen Daerah Surabaya Pemerintah RI.C. Hariyono yang semula bersama Soedirman kembali ke dalam hotel dan terlibat dalam pemanjatan tiang bendera dan bersama Koesno Wibowo berhasil menurunkan bendera Belanda. gerakan pengibaran bendera tersebut makin meluas ke segenap pelosok kota Surabaya. Ploegman pada sore hari tanggal 18 September 1945. mengibarkan bendera Belanda (Merah-Putih-Biru). di tiang pada tingkat teratas Hotel Yamato. hendak mengembalikan kekuasan kembali di Indonesia. Ploegman dan kawan-kawannya dan meminta agar bendera Belanda segera diturunkan dari gedung Hotel Yamato. Setelah munculnya maklumat pemerintah Indonesia tanggal 31 Agustus 1945 yang menetapkan bahwa mulai 1 September 1945 bendera nasional Sang Saka Merah Putih dikibarkan terus di seluruh wilayah Indonesia. Setelah insiden di Hotel Yamato tersebut.

Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh untuk mengeluarkan ultimatum 10 November 1945 untuk meminta pihak Indonesia menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan pada tentara AFNEI dan administrasi NICA. dan terbakarnya mobil tersebut terkena ledakan granat yang menyebabkan jenazah Mallaby sulit dikenali. Kesalahpahaman menyebabkan terjadinya tembak menembak yang berakhir dengan tewasnya Brigadir Jenderal Mallaby oleh tembakan pistol seorang pemuda Indonesia yang sampai sekarang tak diketahui identitasnya. Walaupun begitu tetap saja terjadi bentrokan-bentrokan bersenjata antara rakyat dan tentara Inggris di Surabaya. [sunting] Perdebatan tentang pihak penyebab baku tembak . Kematian Mallaby ini menyebabkan pihak Inggris marah kepada pihak Indonesia dan berakibat pada keputusan pengganti Mallaby. keadaan berangsur-angsur mereda.Brigadir Jenderal Aubertin Mallaby Setelah gencatan senjata antara pihak Indonesia dan pihak tentara Inggris ditandatangani tanggal 29 Oktober 1945. Mobil Buick yang ditumpangi Brigadir Jenderal Mallaby berpapasan dengan sekelompok milisi Indonesia ketika akan melewati Jembatan Merah. Bentrokanbentrokan bersenjata di Surabaya tersebut memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby.30. (pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur). pada 30 Oktober 1945 sekitar pukul 20.

Mereka menembak secara sporadis pada massa (Indonesia).00 pagi tanggal 10 November 1945. dan berteriak kepada serdadu India untuk menghentikan tembakan. yang niat jujurnya saya tak punya alasan untuk pertanyakan . banyak organisasi perjuangan bersenjata yang telah dibentuk masyarakat. " [4] [sunting] Ultimatum 10 November 1945 Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby. dalam perdebatan di Parlemen Inggris (House of Commons) meragukan bahwa baku tembak ini dimulai oleh pasukan pihak Indonesia. perundingan gencatan senjata sebenarnya telah pecah. setidaknya secara lokal.. massa di alun-alun menjadi bergolak lagi.. ia (Mallaby) sayangnya tewas dalam mobilnya-meskipun (kita) tidak benar-benar yakin apakah ia dibunuh oleh orang Indonesia yang mendekati mobilnya. berjalan lurus ke arah kerumunan. Saya pikir ini tidak dapat dituduh sebagai pembunuhan licik. karena informasi saya dapat secepatnya dari saksi mata. Jelas bahwa ketika Brigadir Mallaby memberi perintah untuk membuka tembakan lagi. Mereka melepaskan tembakan dengan dua senapan Bren dan massa bubar dan lari untuk berlindung. yaitu seorang perwira Inggris yang benar-benar ada di tempat kejadian pada saat itu. Sekitar 20 orang (serdadu) India (milik Inggris). Mungkin setengah jam kemudian. di sebuah bangunan di sisi lain alun-alun. Ultimatum tersebut kemudian dianggap sebagai penghinaan bagi para pejuang dan rakyat yang telah membentuk banyak badan-badan perjuangan / milisi. Pada 20 Februari 1946. pada titik tertentu dalam diskusi. yang meledak bersamaan dengan serangan terhadap dirinya (Mallaby).. Selain itu. Mayor Jenderal Robert Mansergh mengeluarkan ultimatum yang menyebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Brigadir Mallaby. Brigadir Mallaby keluar dari diskusi (gencatan senjata). seorang Anggota Parlemen Inggris dari Partai Buruh Inggris (Labour Party). Mereka patuh kepadanya.. telah terputus dari komunikasi lewat telepon dan tidak tahu tentang gencatan senjata. Batas ultimatum adalah jam 6. dengan keberanian besar. dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) juga telah dibentuk sebagai pasukan negara. Ultimatum tersebut ditolak oleh pihak Indonesia dengan alasan bahwa Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri. kemudian pecah pertempuran lagi dengan sungguh gencar. mahasiswa dan pelajar yang menentang masuknya kembali pemerintahan Belanda yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia...Mobil Buick Brigadir Jenderal Mallaby yang meledak di dekat Gedung Internatio dan Jembatan Merah Surabaya Tom Driberg. termasuk di kalangan pemuda. . Dia menyampaikan bahwa peristiwa baku tembak ini disinyalir kuat timbul karena kesalahpahaman 20 anggota pasukan India pimpinan Mallaby yang memulai baku tembak tersebut tidak mengetahui bahwa gencatan senjata sedang berlaku karena mereka terputus dari kontak dan telekomunikasi. Dua puluh menit sampai setengah jam setelah itu. penggantinya. Berikut kutipan dari Tom Driberg: ". memerintahkan serdadu India untuk menembak lagi.

Terlibatnya penduduk dalam pertempuran ini mengakibatkan ribuan penduduk sipil jatuh menjadi korban dalam serangan tersebut. dari hari ke hari. sebelum seluruh kota Surabaya akhirnya jatuh di tangan pihak Inggris. Inggris kemudian membombardir kota Surabaya dengan meriam dari laut dan darat. hingga dari minggu ke minggu lainnya. Wahab Hasbullah serta kyai-kyai pesantren lainnya juga mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat sipil sebagai milisi perlawanan (pada waktu itu masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat kepada para kyai) shingga perlawanan pihak Indonesia berlangsung lama. makin hari makin teratur. Tokoh-tokoh agama yang terdiri dari kalangan ulama serta kyai-kyai pondok Jawa seperti KH. Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi. . Foto terkenal ini bagi banyak orang yang terlibat dalam Revolusi Nasional Indonesia mewakili jiwa perjuangan revolusi utama Indonesia saat itu.Pada 10 November pagi. Perlawanan pasukan dan milisi Indonesia kemudian berkobar di seluruh kota. tentara Inggris mulai melancarkan serangan berskala besar. tank. dan kapal perang. Bung Tomo di Surabaya. sejumlah pesawat terbang.[5] Di luar dugaan pihak Inggris yang menduga bahwa perlawanan di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo tiga hari. salah satu pemimpin revolusioner Indonesia yang paling dihormati. dengan bantuan yang aktif dari penduduk. Pertempuran skala besar ini mencapai waktu sampai tiga minggu.000 infanteri. yang diawali dengan pengeboman udara ke gedung-gedung pemerintahan Surabaya. KH. para tokoh masyarakat seperti pelopor muda Bung Tomo yang berpengaruh besar di masyarakat terus menggerakkan semangat perlawanan pemuda-pemuda Surabaya sehingga perlawanan terus berlanjut di tengah serangan skala besar Inggris. baik meninggal maupun terluka. Hasyim Asy'ari. dan kemudian mengerahkan sekitar 30.

Korban dari pasukan Inggris dan India kira-kira sejumlah 600. [2]. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil yang menjadi korban pada hari 10 November ini kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan oleh Republik Indonesia hingga sekarang .000 rakyat sipil mengungsi dari Surabaya.000 pejuang dari pihak Indonesia tewas dan 200. [3] Pertempuran berdarah di Surabaya yang memakan ribuan korban jiwa tersebut telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan.Setidaknya 6.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful