Anda di halaman 1dari 38

Gumuk Pasir (Sand Dune), Morfologi hasil ukiran angin

Posted on 9 Juni 2008 by Rovicky

25 Votes Gumuk Pasir atau Sand Dunemerupakan sebuah bentukan

alam karena proses angin disebut sebagai bentang alam eolean (eolean morphology). Angin yang membawa pasir akan membentuk bermacam-macam bentuk dan tipe gumuk pasir. Bentang alam (morphology) ini sering dijumpai di daerah gurun. Namun menariknya walaupun Indonesia ini beriklim tropis yang banyak hujan ternayat ada juga daerah di Indonesia yang memiliki bentang alam yang unik ini. Pakdeh sepertinya menarik untuk dipotret Ya Thole, Dongengan ini dibuat untuk Tante Ratna kawan Pakde di HESS yang telah mengabadikan keindahan pantai Parang Tritis.

Pantai Selatan Jawa.


Pantai berpasir di sebelah selatan Jogjakarta hingga sebelah Selatan Kebumen satu-satunya tempat di Indonesia yang memiliki bentang alam atau memiliki topografi eolean ini. Yang sering menjadi pertanyaan adalah, mengapa ada pasir sebanyak itu, padahal kebanyakan daerah di Indonesia ini dipenuhi dengan hutan dan pepohonan ? Jawabannya ternyata juga unik. Dari segi geologi tentunya sulit mendapatkan daerah yang suangat kering di Indonesia ini. Lah wong daerahnya selalu terkena hujan. Walaupun banyak penggundulan hutan tetapi toh itu bukan penyebab terbentuknya daerah gurun looh. Penggundulan hutan menyebabkan longsoran dan juga banjir saja. Lah trus terbentuknya Gurun itu bagaimana Pakdhe ? Mengko disik, nanti dongeng setelah ini, ya

Darimana pasir-pasir itu ?

Kalau melihat peta lokasi disebelah ini, dapat dilihat

bahwa ada satu sungai utama yang besar yang menoreh bukit-bukit dan gunung-gunung dan akhirnya membawa material dari gunung-gunung api yang masih aktif, yaitu Sungai Progo. Sungai Progo merupakan sungai utama yang membawa hasil gerusan batubatuan volkanik yang berasal dari Gunung Merapi-Merbabu. Juga hasil penorehan di gunung-gunung Sidoro disebelah barat laut. Bongkahan-bongkahan serta pasir -pasir itu dibawa oleh sungai-sungai ini dari ujung puncak gunung ,,,, nggelundung sebagai bongkah-bongkah kemudian terbawa menjadi pecah sebagai kerikil terus ngglundung lagi dan pecah menjadi butiran-butiran pasir-pasir. Sebagian masih ada yang terendapkan namun tentusaja ada yang jauuh yang terbawa arus sungai.

Coba tengok gambar sungai disebelah ini. Sumbernya berasa dari gunung disebelah utaranya. Bukit ini akhirnya tertoreh oleh air hujan dan akhirnya dibawa ke laut dan diendapkan sebagai endapan delta di muaranya. Secara mudah delta terbentuk karena proses-proses sungai ini. Delta merupakan tempat penumpukan material-material yang dibawa oleh sungai. Karena di muara sungai arusnya sudah sangat lemah maka seluruh barang bawaan sungai ini ditaruh saja di mulut sungai.

Kenapa tidak terbentuk delta di selatan Jawa ini ?


Disinilah uniknya laut selatan. Kalau di Balikpapan dimana lautnya berhadapan dengan Selat Makassar yang alun ombaknya tenang, maka disana terbentuk delta yang disebut dengan Delta Mahakam. Sedangkan di selatan Pulau Jawa ini alun atau ombaknya sangat kuat sehingga batuan atau sedimen pasir yang barusaja diendapkan akan terkena ombak. Oleh sebab itu karena ombaknya sangat besar, maka diselatan disekitar muara Sungai Progo tidak ada delta yang terbentuk hal ini disebabkan semua sedimennya di acak-acak lagi oleh gempuran laut selatan. Jadi pasir yang sudah sampai di pinggir laut tadi tidak tertumpuk di mulut sungai tetapi disebarkan ke kiri kanan selebar hingga 50-60 Km. Mulai dari Pantai Parang Tritis di selatan Jogja, Pantai Samas, hingga pantai Congot di sebelah baratnya.

Nah gunung api yang ada disebelah selatan Pulau Jawa ini sangat aktif. Terutama saat ini Gunung Merapi yang selalu mengeluarkan material berupa batu, kerikil dan pasir. Material-material pasir inilah yang menjadikan pantai selatan ini Jogja sangat kaya dengan pasir. Bagaimana terbentuknya gumuk-gumuk pasir yang indah ini ? Setelah disendapkan di pinggir pantai, tentusaja air lau hanya menahannya dengan ombaknya yang sangat kuat. Namun juga angin dari Samodera Hindia juga sangat kuat. Angin inilah yang akhirnya mendistribusikan kembali ke utara. Angin dari laut selatan ini yang menatah dan mengukir akhirnya menjadi arsitektur-arsitektur alam di Pantai Selatan Jogja.

Terbentuknya bukit pasir


Kalau gunung-gunung itu terbentuk akibat muntahan lahar dan lava. Sedangkan bukit-bukit gamping itu akibat terangkatnya batuan-batuan ini oleh gaya tektonik, gumuk-gumuk pasir ini sedikit demi sedikit dikumpulkan dan dibangun oleh angin. Ya oleh angin ! Angin yang berhembus cukup kuat ini akhirnya mengumpulkan pasir-pasir ini membentuk dune (gumuk pasir) seperti disebelah ini.

Keindahan bukit ini tidak hanya bentuknya tetapi juga tekstur-tekstur permukaan yang unik akibat hembusan angin. Banyak ragam bentukan indah ini bisa dinimati di Pantai Selatan Jogja hingga pantai selatan Kebumen sepanjang 50-60 Km ! Sumber gambar http://www.indiana.edu/ Nah, sekarang gantian kita lihat bagaimana Tante Ratna mengabadikan indahnya bentuk-bentuk pasir ini dibawah ini Foto ini dibuat menghadap ke Timur. Disebelah timur adalah Pegunungan Selatan. Di bukit inilah banyak dijumpai batu gamping yang dulunya berada di dasar laut tetapi terangkat oleh gaya tektonik yang sudah didongengkan disini :Pantai Selatan Jawa Didongkrak !

Dibawah ini dua tekstur permukaan bukit pasir yang diabadikan Ratna disini.

Silahkan berbagi :


Like this: Suka Be the first to like this post.
Filed under: Dongeng Geologi, RuPa-RupI Ditandai: | eolean, gumuk pasir, jawa, pantai pasir,parang tritis, photography, samas

Need Support untuk Dongeng Geologi: AAPG Geosciences in the Media AwardTerbentuknya gurun bukan karena pohonnya ditebangi

54 Tanggapan
1.

[Travel Story] Ilocos Norte : Out and About Boloten Inside, on 22 Juni 2011 at 11:43 am said:

[...] pasir ini berada di tepi Laut China Selatan, kalo pernah lihat Gumuk Pasir Parangkusumo yg di Jogja, ya seperti itulah, ato lihat di videoklip artis nasional yg hendak-akan-mau go [...]
2.

Andri, on 11 April 2011 at 9:15 am said:

Tambahan info, proses terbentuknya gumuk pasir Parangtritis ini menjadi lebih spesial daripada gumukgumuk pasir di sepanjang pantai selatan Jawa karena lokasinya. Terdapatnya tebing pegunungan kapur di sisi timur pantai Parangtritis (nampak di fotonya pakdhe), menjadikan angin yang menuju daratan dipantulkan oleh tebing tersebut ke arah barat laut. Pantulan angin tersebut menjadikan kumpulan energi yang lebih kuat untuk mengangkut pasir-pasir kering ke arah daratan. Pada bulan-bulan kemarau dan angin mengarah ke daratan (biasanya Agustus ke atas), bila anda berdiri di atas gumuk pasir menghadap ke laut di siang hari, pasti anda akan merasakan butiran-butiran pasir yang terbang menerpa tubuh anda. Pasir ini bergerak aktif dan menimbun benda tidak bergerak ke arah daratan.pelan tetapi pasti. Pengurangan lahan yang dahulunya sawah sangat dirasakan petani di sekitarnya. Bahkan anda bisa mengitari bukit-bukit ini dan menemukan pucuk-pucuk pohon akasia, karena batangnya tertimbun pasir, juga rumah-rumah penduduk. Maka tidak jarang di bulan-bulan Agustus anda akan melihat pemandangan penduduk membersihkan rumahnya dari timbunan pasir dengan alat penggaruk pasir. Saya pernah mewawancarai salah satu penduduk berusia tua (kakek-kakek). Dia bercerita bahwa pada saat jaman penjajahan Jepang, lahan yang dulunya bukit pasir itu adalah danau/rawa. Jadi dulu kalau menuju pantai harus melewati rawa kemudian ketemu dengan hutan mangrove sebelum mencapai pantai. Nah sejak hutan Mangrove dibabat habis, sejak itulah pasir mulai merambah ke daratan dan membentuk bukit pasir.rawapun hilang. Teorinya begini : Karena ada material yang tidak pernah habis dibawa oleh Sungai Progo dari Merapi, selanjutnya diendapkan di sepanjang pantai. Ketika permukaan pantai ini terbuka karena hilangnya pepohonan, maka butiran pasir-pasir yang kering disapu oleh angin yang tenaganya kuat karena dipantulkan oleh tebing di timurnya.

Demikian info tambahan, maaf tanpa gambar.mungkin pakdhe bisa mengolahnya kembali menjadi bacaan yang lebih menarik.
3.

Rovicky, on 9 April 2011 at 8:38 am said:

Pengaruh sosialnya ya menghilangkan potensi wisata alam. Pengaruh ekologi jelas lingkungan seperti ini sangat langka. Sangat jarang sungai di P jawa yg menghadap ke samodera Indonesia. Dan membawa material sangat banyak. Segara anakan muara sungai juga tapi tidak membawa material pasir.
4.

pudja, on 9 April 2011 at 6:31 am said:

mau tanya ni apa akibatnya jika daerah tersebut di jadikan wilayah pemukiman??? mungkin bisa dijelaskan pengaruh secara sosial dan lingkungannya..
5.

nazar, on 22 Februari 2011 at 5:39 pm said:

hm.. jd pengen liat langsung biar makin ngerti.. kpn y? haha mksih infonya.. lebih banyak lagi y dongeng2 tentang geologinya pak dhe..:)
6.

Sarnowo, on 15 Desember 2010 at 12:59 pm said:

Sepertinya paling cocok untuk daerah wisata ya Pakdhe ?


7.

elfarabi, on 15 Desember 2010 at 12:49 pm said:

assalamualaikum wr.wb. mw tanya sebenarnya lahan seperti gumuk pasir itu cocok untuk di jadikan apa ya???????????????
8.

anjas, on 1 Desember 2010 at 4:48 pm said:

haha.ha.
9.

anjas, on 1 Desember 2010 at 4:47 pm said:

sip
10.

nadia, on 2 Februari 2010 at 10:30 pm said:

mas, mau tanya. bedanya gumuk di jogja ama di jember aja? gumuk itu sendiri apakah hanya terjadi akibat arus laut ke pantai? apa tidak bisa akibat erosi batuan yang tidak resisten? trims.
11.

arfian darmansyah, on 24 Desember 2009 at 4:45 am said:

bagus banget
12.

ade, on 15 November 2009 at 3:58 pm said:

menarik sekalitp lbih bgs klu ada proses terbntuknya gunung n bukit
13.

ASTY, on 29 Oktober 2009 at 6:20 pm said:

MAKACICH..
14.

fani, on 21 Oktober 2009 at 3:10 pm said:

thks yuah,???????????
15.

Faisal Afandy, on 7 Oktober 2009 at 5:57 pm said:

ya lumayan lah..
16.

juniar rahsa, on 28 September 2009 at 3:03 pm said:

ko ngga ada kipas aluvial, beating, gitu gitu aku suruh buat skripsi tentang hasil sedimentasi air sungai angin dan air laut ? gelombang
17.

hanung, on 16 Agustus 2009 at 10:03 pm said:

wuehhhhh makasi dh bantu q. jd y.. lsg ketemu.!


18.

diah fauziah, on 2 Juli 2009 at 9:11 am said:

well bagus banget penjelasannya sampai saya ingin datang ke sana untuk pengambilan data skripsi pariwisata.
19.

atika, on 18 Mei 2009 at 8:00 pm said:

perfect..
20.

dian, on 17 Mei 2009 at 11:50 am said:

pak polish itu apaan ya?? mau cr referensi tentang itu bt paper di mana ya??/ kq kagak ada, adanya malah bahasa polski
21.

eko budiyanto, on 11 Mei 2009 at 6:40 pm said:

Indahnya alam Indonesia yang menyimpan rahasia ilmu yang tak terhitung dan tak ternilai harganya. AWAS KLAIM BANGSA LAIN !!! Salam saya : GeografiOnline.com
22.

rista, on 10 Mei 2009 at 9:03 am said:

kebetulan saya lagi nyari data tentang gumuk pasir, minta ijin ngopi foto dan materi ya
23.

ratna, on 5 Mei 2009 at 3:38 pm said:

keren abiz. pasir disana, lembut n daerahnya dapat dimanfaatkan untuk pertanian. pokoke disana keren
24.

onaldus yansen beta, on 24 April 2009 at 9:19 pm said:

matursuwun sanget..daerah itu sering saya kunjungi tempatnya bagus banget


25.

arasy, on 13 April 2009 at 2:22 pm said:

Matursuwun sanget..
26.

sumi, on 24 Maret 2009 at 11:17 am said:

wah2, dongengy very2 goood deh bwt disbrin ma ank2 scool. wah q jd tmbh jelasssssss n gamblang..blang.blang
27.

celiola, on 13 Maret 2009 at 5:48 pm said:

good luck my friend


28.

runi, on 16 Februari 2009 at 8:29 pm said:

walah la agos agos


29.

pEndeNgaR, on 20 Januari 2009 at 11:25 pm said:

Ari, Disini juga ada : http://en.wikipedia.org/wiki/Barchan


30.

ari, on 20 Januari 2009 at 11:12 pm said:

pakde. sebenarnya gumuk pasir barchan tu ada berapa sih di dunia ini? katanya cuma ada di indonesia ma jazirah arab sana. bener ga?
31.

Tiara, on 16 Januari 2009 at 6:03 pm said:

ich keren bgtjd pengen neliti sendiri..bulan depan saya kesana iktan yah ma ank UGM penelitian.
32.

muhammad jamil, on 1 Januari 2009 at 9:36 pm said:

Salam Hormat, Salam Senyum Kanggo Sedulur Kabeh Assalamualaikum Wr. Wb. Perkenalkan, Saya H.M.Jamil,SQ,MPd ingin meminta dukungan Saudara dalam pemilihan Caleg DPR RI PPP 2009 Dapil Kebumen, Banjarnegara & Purbalingga. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Salam Hangat buat Keluarga Anda Wassalamualaikum Wr.Wb.
33.

putra, on 8 Desember 2008 at 12:14 pm said:

bagus juga tu. ada info lain nga tentang gumuk pasir?? ada tugas bt paper nih!
34.

khoir, on 9 September 2008 at 2:53 pm said:

gambarnya dah bagus, tapi coba diperbanyak. informasi geografi sangat kurang dengan adanya ini saya merasa terbantu, tetapi mohon diperbanyak lagi materinya.
35.

Aris, on 5 September 2008 at 1:06 am said:

pak untuk cari data angin selama 10 tahun aku bisa cari di mana ya? terimakasih
36.

Doddy Varonis M, on 3 September 2008 at 1:10 am said:

saya sedang mencari data ttg gumuk pasir, adakah referensi lainya yang bisa saya dapatkan?
37.

putra, on 26 Agustus 2008 at 2:33 pm said:

Menarik buanget Pakdhe.. Saya yang wong mBANTUL bangga punya gumuk pasir yang terbentuknya seperti yang pakdhe ceritain itu.. Salam kebumian lah!! http://www.centrascholarship.com
38.

Mei, on 19 Agustus 2008 at 8:17 pm said:

Weleh Pak Dhe,,,cocok tenan dengan penjelasan Dosenku waktu PKL di Jogja kemaren Makasih Pak Dhe pencerahannya.
39.

Tania Edna, on 7 Agustus 2008 at 2:14 pm said:

Pak Debisa nolongin aku nggak?..kalo mo dapet data angin jam-jaman di beberapa wilayah di sekitar laut Jawa secara gratisgimana ya?..
40.

anz, on 7 Juli 2008 at 10:00 am said:

Penjelasan dosen pada waktu kuliah lapangan dulu, perbukitan di sepanjang pantai juga berpengaruh terhadap akumulasi pasir. Dinding bukit ynang terjal tersebut menghalangi pasir tertransport terlalu jauh ke daratan dan dominan terdistibusi di sepanjang pantai berupa akumulasi pasir yang tebal. Gimana pakdhe?
41.

nina, on 5 Juli 2008 at 3:24 pm said:

photo nya pada bagus, ijin ngopi ya.


42.

Robert Manurung, on 14 Juni 2008 at 9:40 am said:

Nuwun sewu, pak dhe. Aku minta izin ya nitip link mengenai epilog dagelan berjudul Blue Energy : http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/06/13/joko-presentasikan-blue-energy-di-nganjuk/ terima kasih
43.

anna, on 12 Juni 2008 at 5:02 pm said:

aq dah pernah kesana pas kuliah.tapi sayangnya cuma keliling seputar parang kusumo aja. ga nyangka pangjangnya 50-60 km.
44.

jje, on 12 Juni 2008 at 1:36 pm said: 45.

ariefcute, on 11 Juni 2008 at 11:34 pm said:

kalo aq sih masih inget ama kenang-kenangan wktu taon 96 masih bersih bgt dateng subuh trus duduk di warung yg lagi mo buka. wktu mo cabut,ama tkng wrungy dmintain 500 :hhalah
46.

dystia, on 11 Juni 2008 at 10:04 pm said:

Nderek tanglet, pakdhe Mengapa kok ada lahan dengan pasir putih di bekas hutan di beberapa daerah di kalimantan tengah, sampe2 ga bisa ditanami sawit? Apakah yang itu cikal bakal gurun pasir Pasirnya kasar2 dan tajam, nggak kaya pasir bekas abu gunung kelud yang lembut dan hitam di rumah ku.
47.

goenad, on 11 Juni 2008 at 10:02 pm said:

Photonya bagus. Minta ijin menyalin ,Jeng Ratna ! Semoga dijawab di sini. Padahal berkali-kali saya ke pantai selatan dari glagah, pandan simo, patihan, depok, parangkusumo, parangtritis, baron, kukup, krakal, drini, sadeng belum ada sesuatu jadi bahan cerita (paling banter cerita kuliner mak nyussssss) Setelah baca semua artikel ini ada ilmu yang bisa diberikan terutama kepada yunior. Yunior paling tertarik dongeng Bengawan Solo Purba Pantai Selatan Jawa Didongkrak dan Gumuk Pasir. Makasih dongengnya Mbah. Sungkem dari Yunior.
48.

ariebp, on 11 Juni 2008 at 12:39 am said:

welehkulo minggu wingi bar mriku je pakdhe


49.

syawal, on 10 Juni 2008 at 11:26 pm said:

m pak dhe benar-benar ini ilmu yang bermanfaat lumayan buat tambahan ilmu praktikum geomorfologi eolian, btw saya ndikit ambil ya pak dhe bahan ini buat bahan presentasi saya, tenang aja pak dhe nanti saya lampirkan kok sumbernya. Pak dhe bisa bahas lebih rinci gak pembentukan paparan gunung jayawijaya..
50.

irawan, on 10 Juni 2008 at 1:00 pm said:

apakah bentuk lahan yang berupa bukit kapur SELALU terbentuk karena proses tektonik dan dimasukkan sebagai landform Grup Tektonik? dan apa bedanya dengan karst? > Karst itu lebih banyak akibat proses dari luar (eksogen) bukan dari dalam (endogen). Proses eksogen itu antara lain curah hujan (air), angin, pelapukan dll. Proses eksogenik ini yang membentuk perbukitan kapur (gamping/carbonates) akibat diangkat oleh endogen menjadi morphology karts. Kalau daerah batugamping kapur ini ngga terangkat ya ngga terjadi karst morphology. Dan kalaupun terangkat tetapi didaerah yang tidak banyak proses eksogenicnya ya tidak membentuk karst topografi juga. Misalnya saja batugamping yang berada di daerah kutub
51.

ysk, on 10 Juni 2008 at 10:56 am said:

kalo orang punya taste keindahan emang beda agle ya .. pak de


52.

satya sembiring, on 9 Juni 2008 at 11:01 pm said:

saya sudah ke daerah itu beberapa kali katanya gurun pasir nya indonesia. daerah pantai parangteritis. pasir gemuk yang paling luas di asia tenggara.
53.

panji, on 9 Juni 2008 at 5:41 pm said:

Matur nuwun nggih Pakdhe. (Lha trus boleh ngga ada investor yg mau bikin hotel di situ Pakdhe, kalau itu satu2nya di Indonesia? *blink* *blink*) Mbok besok2 diceritakan juga kenapa kok ada gurun pasir dan kaktus di Lembah Palu (katanya daerah terkering se-Indonesia)? Padahal daerah sekitarnya bisa ijo royo2 (Atau sudah ada critanya? he he, males liat2)
54.

saesa, on 9 Juni 2008 at 12:05 pm said:

makasih pakde atas penjelasannya.. aku terbantu utk ngertiin eolian morf dlm kalimat yg mudah hehee

Red Sand Dunes, Vietnam


Oleh : Tania Tobing

Jumat, 23 September 2011 20:06 WIB

Foto : Mr. Jeffry Surianto

(Vibizmanagement Inspiration) Bumi memang selalu punya kejutan indah yang tak dapat dibayangkanSelalu saja ada yang istimewa dan menghadirkan kekaguman dari mahakarya Sang Khalik. Red Sand Dunes adalah salah satu buktinya

Keindahan ini terletak di seberang pantai kota Mui Ne. Sejauh mata memandang maka yang dapat dilihat adalah hamparan padang pasir merah yang bertekstur lembut basah. Luasnya memang tak terlalu besar. Diperkirakan hanya sekitar 750 meter persegi. Tapi hal ini saja sudah begitu sangat mengagumkan

Padang pasir ini dapat berubah-ubah setiap saat dikarenakan angin yang bertiup di sekitarnya. Kebanyakan turis yang berasal dari Rusia senang sekali berkunjung kesini, menikmati keajaiban tiada habisnya Bermain-main pasir ataupun hanya sekedar berjalan menyusuri gundukan-gundukan pasirnya

Foto : Mr. Jeffry Surianto

Di kawasan wisata ini, penduduk lokal biasanya akan menjajakan kue beras yang merupakan kue tradisional Vietnam untuk dijajakan pada para pengunjung, baik turis lokal ataupun wisatawan asing. Adapun beberapa yang lainnya menyewakan alas duduk kalau-kalau pasir sedang terasa begitu panas karena tersengat matahari.

Foto : Mr. Jeffry Surianto

Gurun pasir ini bak padang pasir di timur tengah hanya saja dalam bentuk yang lebih mini dan berlokasi di Asia dan yang pastinya lagi tak ada onta disini Paling-paling kita akan diajak menaiki kerbau seperti yang terlihat di foto paling atas. Benar-benar pengalaman tak terlupakan bukan, naik kerbau di padang pasir??

Special

thanks

to Mr.Jeffri

Surianto for

the

permission

to

publish

his

photo

(Tania Tobing/TN/VBM)

16 JANUARI 2009

Gumuk Pasir atau Sand Dunes Parangtritis


Pengertian Gumuk pasir adalah gundukan bukit atau igir dari pasir yang terhembus angin. Gumuk pasir dapat
dijumpai pada daerah yang memiliki pasir sebagai material utama, kecepatan angin tinggi untuk mengikis dan mengangkut butir-butir berukuran pasir, dan permukaan tanah untuk tempat pengendapan pasir, biasanya terbentuk di daerah arid (kering).

Gumuk pasir cenderung terbentuk dengan penampang tidak simetri. Jika tidak ada stabilisasi oleh
vegetasi gumuk pasir cenderung bergeser ke arah angina berhembus, hal ini karena butir-butir pasir terhembus dari depan ke belakang gumuk. Gerakan gumuk pasir pada umumnya kurang dari 30 meter pertahun.

Bentuk gumuk pasir bermacam-macam tergantung pada faktor-faktor jumlah dan ukuran butir pasir,

kekuatan dan arah angin, dan keadaan vegetasi. Bentuk gumuk pasir pokok yang perlu dikenal adalah bentuk melintang (transverse), sabit (barchan), parabola (parabolic), dan memanjang (longitudinal dune).

Secara global gumuk pasir merupakan bentuklahan bentukan asal proses angin (aeolian).
Bentuklahan bentukan asal proses ini dapat berkembang dengan baik apabila terpenuhi persyaratan sebagai berikut : 1. Tersedia material berukuran pasir halus hingga kasar dalam jumlah yang banyak.

2. Adanya periode kering yang panjang dan tegas. 3. Adanya angin yang mampu mengangkut dan mengendapkan bahan pasir tersebut. 4. Gerakan angin tidak banyak terhalang oleh vegetasi maupun obyek lain.

Morfologi

Secara garis besar, ada dua tipe gumuk pasir, yaitu free dunes (terbentuk tanpa adanya suatu
penghalang) dan impedeed Dunes (yang terbentuk karena adanya suatu penghalang.Beberapa tipe gumuk pasir: Gumuk Pasir Tipe Barchan (barchanoid dunes)

Gumuk pasir ini bentuknya menyerupai bulan sabit dan terbentuk pada daerah yang tidak memiliki barrier. Besarnya kemiringan lereng daerah yang menghadap angin lebih landai dibandingkan dengan kemiringan lereng daerah yang membelakangi angin, sehingga apabila dibuat penampang melintang tidak simetri. Ketinggian gumuk pasir barchan umumnya antara 5 15 meter. Gumuk pasir ini merupakan perkembangan, karena proses eolin tersebut terhalangi oleh adanya beberapa tumbuhan, sehingga terbentuk gumuk pasir seperti ini dan daerah yang menghadap angin lebih landai dibandingkan dengan kemiringan lereng daerah yang membelakangi angin.

Gumuk Pasir Melintang (transverse dune)

Gumuk pasir ini terbentuk di daerah yang tidak berpenghalang dan banyak cadangan pasirnya. Bentuk gumuk pasir melintang menyerupai ombak dan tegak lurus terhadap arah angin. Awalnya, gumuk pasir ini mungkin hanya beberapa saja, kemudian karena proses eolin yang terus menerus maka terbentuklah bagian yang lain dan menjadi sebuah koloni. Gumuk pasir ini akan berkembang menjadi bulan sabit apabila pasokan pasirnya berkurang. Gumuk Pasir Parabolik

Gumuk pasir ini hampir sama dengan gumuk pasir barchan akan tetapi yang membedakan adalah arah angin. Gumuk pasir parabolik arahnya berhadapan dengan datangnya angin. Awalnya, mungkin gumuk pasir ini berbentuk sebuah bukit dan melintang, tetapi karena pasokan pasirnya berkurang maka gumuk pasir ini terus tergerus oleh angin sehingga membentuk sabit dengan bagian yang menghadap ke arah angin curam. Gumuk Pasir Memanjang (linear dune)

Gumuk pasir memanjang adalah gumuk pasir yang berbentuk lurus dan sejajar satu sama lain. Arah dari gumuk pasir tersebut searah dengan gerakan angin. Gumuk pasir ini berkembang karena berubahnya arah angin dan terdapatnya celah diantara bentukan gumuk pasir awal, sehingga celah yang ada terus menerus mengalami erosi sehingga menjadi lebih lebar dan memanjang.

Gumuk Pasir Bintang (star dune)

Gumuk pasir bintang adalah gumuk pasir yang dibentuk sebagai hasil kerja angin dengan berbagai arah yang bertumbukan. Bentukan awalnya merupakan sebuah bukit dan disekelilingnya berbentuk dataran, sehingga proses eolin pertama kali akan terfokuskan pada bukit ini dengan tenaga angin yang datang dari berbagai sudut sehingga akan terbentuk bentuklahan baru seperti bintang. Bentuk seperti ini akan hilang setelah terbentuknya bentukan baru disekitarnya. Tipe Impedeed Dunes

a) Blowout

Bentuk : Terdapat penutup lahan (misal : vegetasi) disekitar cekungan. Terbentuk karena deflasi local.

b) Echo dunes

Bagian tepi yang memanjang, terpisah dari topografi penghalang.Proses pembentukan : akumulasi pada zone perputaran aliran angin karena zone penghalang.

Aspek spatial (keruangan) Gumuk Pasir Parangtritis Seperti telah kita ketahui sebelumnya, bahwa gumuk pasir atau sand dune adalah bentukan yang
terbentuk oleh akitivitas angin (eolin). Angin yang membawa pasir dan kemudian mengendapkannya akan membentuk berbagai macam tipe bentuk gumuk pasir. Pada umumnya, gumuk pasir terbentuk pada daerah gurun, namun uniknya di Indonesia yang beriklim tropis dengan curah hujan yang tinggi memiliki bentukan gumuk pasir tersebut. Oleh karena itu, gumuk pasir yang terdapat di pantai selatan Jawa tersebut merupakan satu-satunya di Indonesia. Terbentuknya gumuk pasir di pantai selatan tersebut merupakan hasil proses yang dipengaruhi oleh angin, Gunung Merapi, Graben Bantul, Serta Sungai Opak dan Progo.

Pengaruh dari Gunung Merapi

Material yang ada pada gumuk pasir di pantai selatan Jawa berasal dari Gunung Api Merapi dan
gunung gunung api aktif lain yang ada di sekitarnya. Material berupa pasir dan material piroklastik lain yang dikeluarkan oleh Gunung Merapi. Akibat proses erosi dan gerak massa bautan, material kemudian terbawa oleh aliran sungai, misalnya pada Kali Krasak, Kali Gendol, dan Kali Suci. Aliran sungai kemudian mengalirkan material tersebut hingga ke pantai selatan.

Pengaruh angin

Kekuatan angin sangat berpengaruh terhadap pembentukan gumuk pasir, karena kekuatan angin
menentukan kemampuannya untuk membawa material yang berupa pasir baik melalui menggelinding (rolling), merayap, melompat, maupun terbang. Karena adanya material pasir dalam jumlah banyak serta kekuatan angin yang besar, maka pasir akan membentuk berbagai tipe gumuk pasir, baik free dunes maupun impended dunes. .Pada pantai selatan jawa, angin bertiup dari arah tenggara, hal ini menyebabkan sungai-sungai pada pantai selatan membelok ke arah kiri jika dilihat dari Samudra Hindia. Selain itu, karena arah tiupan angin tersebut, maka gumuk pasir yang terbentuk menghadap ke arah datangnya angin.

Citra daerah gumuk pasir parangtritis yang menunjukkan adanya pengaruh angin

muson tenggara. ( Sumber : wikimapia.org, 2008)

Pengaruh Sungai.

Pembentukan gumuk pasir pada pantai selatan dipengaruhi oleh adanya beberapa aliran sungai,
yaitu Sungai Opak-Oyo pada bagian timur dan sungai Progo pada bagian barat. Seperti yang telah diuraikan sebelumnya bahwa material dari Merapi terbawa oleh aliran sungai di sekitarnya, sungaisungai tersebut kemudian menyatu membentuk orde sungai yang lebih besar hingga menyatu membentuk sungai Opak, Oyo, dan Progo. Setelah material pasir sampai ke laut, terdapat interverensi dari ombak laut sehingga material mengendap pada pantai selatan dan selanjutnya diterbangkan oleh angin. Pada pantai selatan Jawa, material tersebut tidak diendapkan pada bagian depan dari sungai yang pada akhirnya membentuk delta, hal ini disebabkan karena kuatnya arus dan gelombang laut pantai selatan serta arahnya yang berasal dari tenggara menyebabkan material terendapkan pada bagian barat sungai.

Pengaruh Graben Bantul

Zona selatan Jawa merupakan plato yang mirining ke arah selatan menuju Samudra Hindia dan di
sebelah utara banyak tebing patahan. Sebagian plato ini telah banyak terkikis sehingga kehilangan bentuk platonya. Pada daerah Jawa Tengah dan DIY, sebagian daerah tersebut telah berubah menjadi dataran alluvial, Salah satunya adalah yang terjadi pada daerah bantul yang berupa graben. Graben adalah blok patahan yang mengalami penurunan diantara dua blok patahan yang naik yang disebut dengan horst. Pada bagian timur graben, terdapat Perbukitan Batur Agung, sedangkan pada bagian barat terdapat Perbukitan Manoreh. Akibat adanya patahan tersebut, maka batuan pada zona pertemuan kedua blok tersebut menjadi lemah sehingga mudah tererosi dan pada akhirnya membentuk sungai yang disebut dengan sungai patahan yang ditemui misalnya pada Sungai OpakOyo.Salah satu ciri sungai patahan yang diamati adalah adanya kelurusan sungai pada sepanjang garis patahan.

(Pantai Parangtritis)

Aspek Sosio-Culture Pantai Parangtritis dan Sekitarnya Wilayah Pantai Parangtritis meliputi pantai Parangtritis dengan panorama alam yang ditonjolkan
sebagai objek utama, Pantai parangkusumo dengan penonjolan objek budaya dan religius, serta Pantai depok dengan pariwisata kuliner yang dominan. Hal ini kemudian membentuk spatial synergism dan spatial association yang sangat baik.

Spatial synergism adalah bentuk hubungan spatial (keruangan) antara beberapa ruang atau tempat
sehingga menimbulkan statu manfaat yang lebih jira dibandingkan apabila setiap ruang itu berdiri sendiri. Dalam hal ini beberapa objek wisata yang berbeda dan menjadi satu paket wisata dalam satu wilayah yang dekat menyebabkan pantai parangtritis menjadi objek wisata yang lengkap sehingga lebih menarik untuk dikunjungi.

Spatial association adalah bentuk hubungan spatial (keruangan) antara beberapa ruang atau tempat
yang saling mendukung satu sama lain. Dalam hal ini keberadaan pantai depok menjadi pendukung pariwisata parangtritis dan sebaliknya.

Pantai parangkusumo ini dikenal sebagai wisata budaya yang terkait dengan adanya tempat yang diyakinmi sebagai tempat bertemunya raja mataramn dengan Nyai Roro Kidul pada masa lampau. Selain itu ada pula tempat berupa makam dari Syeh Maulana Maghribi dan Syeh Belabelu yang juga menjadi tempat peziarahan. Penduduk utamanya bermatapencaharian di bidang jasa pariwisata baik perdagangan ataupun menyewakan penginapan. Permasalahan yang kemudian timbul di sini adalah maraknya praktek prostitusi.

Hidrologi kawasan ini tidak cukup baik. Meskipun relatif dangkal, tetapi karena materi pasir memeliki kemampuan meloloskan air tinggi sehingga tidak ada aliran permukaan yang dapat di manfaatkan sebagai sumber air kecuali sungai Opak. Perkembangan pariwisata yang pesat dapat saja menyebabkan banyaknya air tanah yang diambil di daerah pesisir ini sehingga dapat menyebabkan intrusi air laut. Selain itu aktivitas ini juga menyebabkan semakin banyaknya limbah baik yang berupa sampah ataupun sisa hasil konsumsi manusia lainnya.

RELATED POSTS

Sand Dune Crescent in Parangtritis, Yogyakarta BULAN SABIT PARANGTRITIS

POSTED BY ERSTAYUDHA

L A B ELS :

SAND DUNE

23 COMMENT:
Harry Seenthings

wah ilmu yang kerenzzz nih kang 18 Januari, 2009 18:30 Uud a.k.a Yudha hehe, keren lah. dari catetan kuliah. :P 19 Januari, 2009 13:39 Lintang ruarr biasa, ini yg gue carii 20 Januari, 2009 10:36 Hapi Hi there... want to change your favicon? find out how.. Have a nice tuesday! 20 Januari, 2009 12:19 Hapi Happy Wednesday! Bloghoppin' here... Hey, I have an interesting tutorial for you that I have written myself. It is about adding Adsense on your Single Post in XML template. I hope you'll like it! God Bless you! 21 Januari, 2009 16:09 Uud a.k.a Yudha @Lintang : Met berkunjung @Hapi : thanx. :P 23 Januari, 2009 15:12 Arpan wah sorry ... mau komen di sini kok malah di artikel sebelah. BTW ini lagi mengejar keyword spesifik yah ttg gumuk pasir hehehe 01 Februari, 2009 22:50 Uud a.k.a Yudha wah, parah, aku kan ini tugas kuliah, hehe. kalo dari search key mah itu abal2nya juga. hehe. 03 Februari, 2009 11:23 @no emboy

Parangtritis, Bantul, Yogyakarta. Memiliki satuan bentuk lahan Clif (bukit terjal), terdapat gumuk pasir yang tebalnya 1-10 m berasal dari sedimentasi debu-debu halus. Terjadinya gumuk pasir dikarenakan tersedianya material pasir halus dalam jumlah yang banyak, pada periode yang panjang yang disertai angin yang mampu memindahkan dan mengendapkan bahan-bahan tersebut, dan karena gerakan angin tidak banyak terhalang oleh vegetasi pantai maka terbentuklah gumuk pasir. Terjadinya lahan ini berasal dari proses erosi. Erosi yang terjadi adalah erosi angin yang terbawa dari gunung merapi melalui sungai opak, kali oyo, yang kemudian di muarakan di laut/ pantai di pesisir yogyakarta. Materi batuannya berupa abu vulkanik. Sehingga tanha yang terbentuk tidak subur, yang berasal dari endapan gumuk pasir. Siklus hidrologi yang terjadi yaitu dengan drainase yang baik maka air hujan dapat meresap dengan cepat, sehingga air tidak tergenang. Penggunaan lahan yang sesuai dengan lahan ini adalah pariwisata dan pertanian yang dikhususkan pada sawah irigasi. Dan vegetasi yang sesuai antara lain : rumput pantai, dan pandan laut, dll. 05 Mei, 2009 14:45 Anonim Rek njaluk gambare sand dune...q tugas praktek...nek g oleh g gelem q bayar pulsamu....hwkhwkwhkwhkwkk.... adib & arso 12 Mei, 2009 21:44 firuma riri riza Assallamu'alaikum wr.wb. Terima aksih udah dibolehkan melihat blog anda semoga saya dapat memanfatkan ilmu anda. Amien.... 21 Mei, 2009 18:49 priska ealaaah . tnyata blog.e mas yudha . haha x] 23 Januari, 2010 12:22 iche anak geo ugm ya? gw geo ui.. salam kenal =) thx yah infonya.... 26 Maret, 2010 22:10 Uud @priska : hehe, tul. thx for visiting @iche : yup, tul. salam kenal juga yaaa 28 Maret, 2010 14:55 new picanto ex 2010 aku sih penikmat, gak ngerti struktur tanahnya dan lain2 28 Maret, 2010 16:10 iwee apa gumuk pasir itu cenderung terbentuk di daerah pesisir y??

26 April, 2010 08:12 Uud @iwee : gumuk pasir adanya cuman di parangtritis aja kalo di Indonesia, karena suplay material pasir dari sungai opak intensif, ada pengaruh angin dan ada barrier berupa graben bantul. Kalo mayoritas, ya terbentuknya di daerah gurun pasir mas. 27 April, 2010 03:03 Anonim permasalahan yang ada dalam bentuk lahan aeolian seperti di gumuk pasir ini apa ya? ada yg tahu? 21 Juni, 2010 10:23 Uud @anonim: permasalahannya, pada gumuk pasir di parangtritis adalah pembangunan pemukiman di daerah dekat gumukpasir, sehingga menghambat pembentukan gumukpasir 05 Agustus, 2010 04:24 Shopping Blog So, even though the links of london wedding attire is given the prime links jewellery focus, it is important to look into links of london uk issues like the choice of hair and make-up, cheap links of london shoes that compliment the attire and links london jewellery other such seemingly trivial yet verycheap watch charm important details.Things to Look Out for friendship bracelets by choosing, shoes that compliment your sweetie bracelets ukwedding attire perfectly. Make sure to not only Links london Chains focus on the look of the shoe but to also pay links london pendants attention to the material of the shoe. 24 Agustus, 2010 13:48 Anonim Heres a list of tools you will need to start: Jewelers pandora jewellery wire cutters - If you can only afford one pair, get memory wire shears. pandora charms These are designed to make clean cuts on tough memory wire, so can also be used for pandora charms uk softer wires. Chain-nose pliers sometimes called cheap pandora charms needle-nose pliers Very versatile for picking up and grasping small items, pandora charms sale bending eye pins, closing jumps rings, even closing crimp beads. discount pandora charms Round-nose pliers Used for creating loops on beaded head and eye pins. Can also be used for winding your own jump rings and as the second pliers youcheap pandora ll need for closing jump rings. Optional pliers Wire-looping pliers which have several graduated circumferences to allow you to form perfectly uniform jump rings and loops in place of the pandora discount uk round-nose pliers mentioned above. Crimping pliers which have little notches to allow you to both flatten a crimp bead and then bend it to form a rounded finished look instead of the flat crimp you pandora uk get using the chain-nose pliers. As for materials, I recommend some assortment packs of beads in coordinating colors, some decorative metal spacers, seed beads in both silver and gold These can serve as spacers and beautifully set off pandora sale your other beads., tube-shaped crimp beads Buy the best you can find these are what hold it all together!, head and eye pins. Other than that, let your choice of project be your guide. You might want some silver or pewter charms. 18 September, 2010 15:20 dodi thanks bang, boleh nih belajar disini.ajip ajip..... keren...

Gumuk Pasir Parangtritis, Hanya Ada Dua di Dunia

10102010

Indonesia adalah negara dengan ragam kenampakan topografi yang sangat tinggi. Dari kesepuluh klasifikasi bentuklahan yang ada di dunia semua ada di Indonesia. Bahkan 8 diantaranya ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal ini yang menyebabkan DIY boleh jadi dinobatkan sebagai Provinsi dengan bentuklahan terlengkap di dunia. Mulai dari kenampakan gunung api merapi di sebelah utara, kenampakan pegunungan karst Gunugkidul, beberapa sungai besar, pegunungan lipatan di Imogiri, Serta kenampakan pesisir pantai di sebelah selatan. Salah satu fenomena kepesisiran yang menakjubkan di Indonesia adalah keberadaan Gumuk Pasir di Pesisir selatan Yogyakarta, tepatnya di Parangtritis. Bagaikan torehan seni oleh alam, ketika memasuki kawasan gumuk pasir di Parangtritis akan terlihat medan pasir dengan ukiran dan gundukan-gundukan pasir dengan berbagai bentuk dan ukuran. Bagaikan tumpukan pasir yang sengaja dibentuk oleh alam, ada yang menyerupai bulan sabit, melintang searah garis pantai bahkan ada yang berbentuk bintang. Bentuk gumuk pasir itu dipengaruhi oleh arah angin, serta penghalang material pembentuk berupa vegetasi.

Gumuk pasir atau sand dunes merupakan kenampakan yang biasanya terbentuk pada daerah arid (kering) atau Gurun. Namun menariknya Indonesia yang beriklim tropis yang notabene beriklim basah memiliki kenampakkan gumuk pasir. Pantai berpasir di sebelah selatan Jogjakarta hingga sebelah Selatan Kebumen adalah satu-satunya tempat di Indonesia yang memiliki bentang alam atau memiliki topografi eolean (topografi asal proses angin) ini. Dari mana asalnya pasir itu sementara Indonesia beriklim basah? Pasir-pasir ini merupakan produk dari aktivitas gunung merapi yang diangkut oleh aliran air sungai yang bermuara di pantai

selatan. Kemudian pasir yang sampai di pinggir laut langsung dihempaskan oleh kuatnya gelombang di laut selatan. Inilah mengapa di pantai selatan jawa tidak berkembang delta seperti pantai di Kalimantan. Seperti telah disebutkan sebelumnya, penyebab utama terbentuknya gumuk pasir adalah tenaga angin. Diawali oleh proses akumulasi pasir yang dibawa oleh aliran angin ke area kepesisiran. Akumulasi tersebut disebabkan oleh turunnya kecepatan angin karena meningkatnya kekasaran permukaan atau tidak stabilnya aliran udara. Tetapi pembentukan gumuk pasir di pantai laut selatan tidak bisa terlepas dari proses air laut. Materi pasir hitam dari berbagai aliran sungai yang berhulu dari gunung Merapi dan bermuara di laut selatan akan mengalami proses penggerusan atau penghalusan dengan adanya gelombang ombak. Deburan ombak dapat mengubah pasir menjadi butiran sangat halus berukuran 0,02 mikron, sehingga mampu diterbangkan oleh angin dengan kecepatan 2 m/s.

Karakteristik dari angin itulah yang kemudian mempengaruhi bentuk dari gumuk pasir yang terbentuk. Bentuk dari gumuk pasir ini memiliki satu nilai keindahan tersendiri. Keindahan bukit ini tidak hanya bentuknya tetapi juga tekstur-tekstur permukaan yang unik akibat hembusan angin. Banyak ragam bentukan indah ini bisa dinimati di Pantai Selatan Jogja hingga pantai selatan di sebelah baratnya. Ketika angin berhembus cukup kuat pada daerah yang terbuka maka akan membentuk Sand dunes dengan bentuk barchans (Bulan sabit). Ketika angin berhembus dari berbagai arah dan melemah di satu titik tempat derdeposisinya material pasir akan membentuk sand dunes jenis bintang. juga bentuk lain yang merupakan fungsi dari karakteristik angin dan daerah sekitar gumuk pasir. Gumuk pasir di sepanjang laut selatan adalah fenomena alam yang sangat langka. Bahkan gumuk pasir dengan karakteristik yang sama hanya dijumpai di meksiko. Sebaran gumuk pasir pantai selatan ini memanjang dari muara sungai opak hingga parangtritis. Jarak terdekat gumuk pasir dari pantai sekitar 200 meter dan terjauh 1,8 kilometer.

Sebagai fenomena yang langka Gumuk pasir memiliki fungsi ekologis yang sangat penting. Ada 3 tempat dengan cadangan air yang melimpah yaitu, daerah di antara 2 gunung api muda, Daerah berbatuan gamping dan daerah pesisir pantai. Daerah berpasir seperti ini memiliki kemampuan meloloskan air yang tinggi sehingga memberikan cadangan air bagi masyarakat pesisir pantai selatan. Selain itu keberadaan sand dunes (gumuk pasir) dapat meredam hantaman gelombang tsunami, satu kerentanan bencana di pesisir selatan jawa. Sehingga dengan keberadaan gumuk pasir resiko bencana tsunami dapat berkurang. Tapi sayang, pembentukan gumuk pasir itu kini menjadi tidak sempurna. Maraknya kegiatan penambangan pasir di sejumlah aliran sungai, diantaranya penambangan pasir di aliran sungai opak dan penambangan pasir di sungai penyuplai material tertinggi yakni sungai progo. menyebabkan suplai materi pembentuk gumuk pasir berkurang. Selain itu pembentukan gumuk pasir juga terganggu oleh pemukiman yang makin tumbuh subur di wilayah sekitar. Berdasarkan data, dulu gumuk pasir berbentuk bintang, sejajar dengan pantai atau bentuk sabit mudah dijumpai. Sekarang bentuk itu memang masih ada, tapi tidak ideal. Kalaupun ada yang ideal sebagian sudah rusak. Hanya disekitar wilayah manasik haji saja yang proses pembentukkanya masih ideal. Masyarakat memang tidak sepenuhnya salah. Mereka tahu bahwa gumuk pasir itu adalah kekayaan alam. Hanya saja masyarakat belum bisa menggali secara arif manfaat dari keberadaan gumuk pasir ini. Gumuk pasir merupakan satu dari sekian banyak anugerah bagi masyarakat Indonesia. Sudah seharusnya kita menjaga agar keberadaannya tetap lestari. Bukan gumuk pasir saja melainkan juga setiap titik di lingkungan kita, karena kita hidup di alam. Alam akan memberikan apa yang kita berikan pada alam. Ketika kita melestarikan alam maka alam akan memberikan kehidupan yang baik bagi kita.

Sand Dunes sering disebut dengan bukit pasir, banyak dilihat di daerah gurun pasir atau pantai berpasir. Proses terjadinya karena erosi oleh angin (DEFLASI). Salah satu contoh yang ada di Indonesia adalah Pantai Parang Tritis. Angin laut yang menghembus ke arah pantai dengan keras akan menghantam pantai berpasir dan membawa butiran-butiran pasir, semakin jauh dari bibir pantai angin tersebut semakin lemah dan mengendapkan pasir hingga akhirnya terbentuklah gumuk pasir kalau di pantai dan sand dunes bila terdapat di gurun pasir seperti tampak pada gambar di bawah ini:

gumuk pasir

gbr sand dunes

http://rahmatkusnadi6.blogspot.com/2010/06/sand-dunes-gumuk-pasir.html

Gumuk Pasir atau Sand Dunes Parangtritis


Posted on 21 Maret 2009 by

Pengertian Gumuk pasir adalah gundukan bukit atau igir dari pasir yang terhembus angin. Gumuk pasir dapat dijumpai pada daerah yang memiliki pasir sebagai material utama, kecepatan angin tinggi untuk mengikis dan mengangkut butir-butir berukuran pasir, dan permukaan tanah untuk tempat pengendapan pasir, biasanya terbentuk di daerah arid (kering). Gumuk pasir cenderung terbentuk dengan penampang tidak simetri. Jika tidak ada stabilisasi oleh vegetasi gumuk pasir cenderung bergeser ke arah angina berhembus, hal ini karena butir-butir pasir terhembus dari depan ke belakang gumuk. Gerakan gumuk pasir pada umumnya kurang dari 30 meter pertahun. Bentuk gumuk pasir bermacam-macam tergantung pada faktor-faktor jumlah dan ukuran butir pasir, kekuatan dan arah angin, dan keadaan vegetasi. Bentuk gumuk pasir pokok yang perlu dikenal adalah bentuk melintang (transverse), sabit (barchan), parabola (parabolic), dan memanjang (longitudinal dune). Secara global gumuk pasir merupakan bentuklahan bentukan asal proses angin (aeolian). Bentuklahan bentukan asal proses ini dapat berkembang dengan baik apabila terpenuhi persyaratan sebagai berikut : 1. Tersedia material berukuran pasir halus hingga kasar dalam jumlah yang banyak. 2. Adanya periode kering yang panjang dan tegas. 3. Adanya angin yang mampu mengangkut dan mengendapkan bahan pasir tersebut. 4. Gerakan angin tidak banyak terhalang oleh vegetasi maupun obyek lain. Gumuk pasir ini bentuknya menyerupai bulan sabit dan terbentuk pada daerah yang tidak memiliki barrier. Besarnya kemiringan lereng daerah yang menghadap angin lebih landai dibandingkan dengan kemiringan lereng daerah yang membelakangi angin, sehingga apabila dibuat penampang melintang tidak simetri. Ketinggian gumuk pasir barchan umumnya antara 5 15 meter. Gumuk pasir ini merupakan perkembangan, karena proses eolin tersebut terhalangi oleh adanya beberapa tumbuhan, sehingga terbentuk gumuk pasir seperti ini dan daerah yang menghadap angin lebih landai dibandingkan dengan kemiringan lereng daerah yang membelakangi angin. * Gumuk Pasir Melintang (transverse dune) Gumuk pasir ini terbentuk di daerah yang tidak berpenghalang dan banyak cadangan pasirnya. Bentuk gumuk pasir melintang menyerupai ombak dan tegak lurus terhadap arah angin. Awalnya, gumuk pasir ini mungkin hanya beberapa saja, kemudian karena proses eolin yang terus menerus maka terbentuklah bagian yang lain dan menjadi sebuah koloni. Gumuk pasir ini akan berkembang menjadi bulan sabit apabila pasokan pasirnya berkurang. * Gumuk Pasir Parabolik Gumuk pasir ini hampir sama dengan gumuk pasir barchan akan tetapi yang membedakan adalah arah angin. Gumuk pasir parabolik arahnya berhadapan dengan datangnya angin. Awalnya, mungkin gumuk pasir ini berbentuk sebuah bukit dan melintang, tetapi karena pasokan pasirnya berkurang maka gumuk pasir ini terus tergerus oleh angin sehingga membentuk sabit dengan bagian yang menghadap ke arah angin curam. * Gumuk Pasir Memanjang (linear dune) Gumuk pasir memanjang adalah gumuk pasir yang berbentuk lurus dan sejajar satu sama lain. Arah dari gumuk pasir tersebut searah dengan gerakan angin. Gumuk pasir ini berkembang karena berubahnya arah angin dan terdapatnya celah diantara bentukan gumuk pasir awal, sehingga celah yang ada terus menerus mengalami erosi sehingga menjadi lebih lebar dan memanjang. * Gumuk Pasir Bintang (star dune) Gumuk pasir bintang adalah gumuk pasir yang dibentuk sebagai hasil kerja angin dengan berbagai arah yang bertumbukan. Bentukan awalnya merupakan sebuah bukit dan disekelilingnya berbentuk dataran, sehingga proses eolin pertama kali akan terfokuskan pada bukit ini dengan tenaga angin yang datang dari

berbagai sudut sehingga akan terbentuk bentuklahan baru seperti bintang. Bentuk seperti ini akan hilang setelah terbentuknya bentukan baru disekitarnya. * Tipe Impedeed Dunes a) Blowout Bentuk : Terdapat penutup lahan (misal : vegetasi) disekitar cekungan. Terbentuk karena deflasi local. b) Echo dunes Bagian tepi yang memanjang, terpisah dari topografi penghalang.Proses pembentukan : akumulasi pada zone perputaran aliran angin karena zone penghalang. Aspek spatial (keruangan) Gumuk Pasir Parangtritis Seperti telah kita ketahui sebelumnya, bahwa gumuk pasir atau sand dune adalah bentukan yang terbentuk oleh akitivitas angin (eolin). Angin yang membawa pasir dan kemudian mengendapkannya akan membentuk berbagai macam tipe bentuk gumuk pasir. Pada umumnya, gumuk pasir terbentuk pada daerah gurun, namun uniknya di Indonesia yang beriklim tropis dengan curah hujan yang tinggi memiliki bentukan gumuk pasir tersebut. Oleh karena itu, gumuk pasir yang terdapat di pantai selatan Jawa tersebut merupakan satu-satunya di Indonesia. Terbentuknya gumuk pasir di pantai selatan tersebut merupakan hasil proses yang dipengaruhi oleh angin, Gunung Merapi, Graben Bantul, Serta Sungai Opak dan Progo. Pengaruh dari Gunung Merapi Material yang ada pada gumuk pasir di pantai selatan Jawa berasal dari Gunung Api Merapi dan gunung gunung api aktif lain yang ada di sekitarnya. Material berupa pasir dan material piroklastik lain yang dikeluarkan oleh Gunung Merapi. Akibat proses erosi dan gerak massa bautan, material kemudian terbawa oleh aliran sungai, misalnya pada Kali Krasak, Kali Gendol, dan Kali Suci. Aliran sungai kemudian mengalirkan material tersebut hingga ke pantai selatan. Pengaruh angin Kekuatan angin sangat berpengaruh terhadap pembentukan gumuk pasir, karena kekuatan angin menentukan kemampuannya untuk membawa material yang berupa pasir baik melalui menggelinding (rolling), merayap, melompat, maupun terbang. Karena adanya material pasir dalam jumlah banyak serta kekuatan angin yang besar, maka pasir akan membentuk berbagai tipe gumuk pasir, baik free dunes maupun impended dunes. .Pada pantai selatan jawa, angin bertiup dari arah tenggara, hal ini menyebabkan sungai-sungai pada pantai selatan membelok ke arah kiri jika dilihat dari Samudra Hindia. Selain itu, karena arah tiupan angin tersebut, maka gumuk pasir yang terbentuk menghadap ke arah datangnya angin. Citra daerah gumuk pasir parangtritis yang menunjukkan adanya pengaruh angin muson tenggara. ( Sumber : wikimapia.org, 2008) Pengaruh Sungai. Pembentukan gumuk pasir pada pantai selatan dipengaruhi oleh adanya beberapa aliran sungai, yaitu Sungai Opak-Oyo pada bagian timur dan sungai Progo pada bagian barat. Seperti yang telah diuraikan sebelumnya bahwa material dari Merapi terbawa oleh aliran sungai di sekitarnya, sungai-sungai tersebut kemudian menyatu membentuk orde sungai yang lebih besar hingga menyatu membentuk sungai Opak, Oyo, dan Progo. Setelah material pasir sampai ke laut, terdapat interverensi dari ombak laut sehingga material mengendap pada pantai selatan dan selanjutnya diterbangkan oleh angin. Pada pantai selatan Jawa, material tersebut tidak diendapkan pada bagian depan dari sungai yang pada akhirnya membentuk delta, hal ini disebabkan karena kuatnya arus dan gelombang laut pantai selatan serta arahnya yang berasal dari tenggara menyebabkan material terendapkan pada bagian barat sungai. Pengaruh Graben Bantul Zona selatan Jawa merupakan plato yang mirining ke arah selatan menuju Samudra Hindia dan di sebelah utara banyak tebing patahan. Sebagian plato ini telah banyak terkikis sehingga kehilangan bentuk platonya. Pada daerah Jawa Tengah dan DIY, sebagian daerah tersebut telah berubah menjadi dataran alluvial, Salah satunya adalah yang terjadi pada daerah bantul yang berupa graben. Graben adalah blok

patahan yang mengalami penurunan diantara dua blok patahan yang naik yang disebut dengan horst. Pada bagian timur graben, terdapat Perbukitan Batur Agung, sedangkan pada bagian barat terdapat Perbukitan Manoreh. Akibat adanya patahan tersebut, maka batuan pada zona pertemuan kedua blok tersebut menjadi lemah sehingga mudah tererosi dan pada akhirnya membentuk sungai yang disebut dengan sungai patahan yang ditemui misalnya pada Sungai Opak-Oyo.Salah satu ciri sungai patahan yang diamati adalah adanya kelurusan sungai pada sepanjang garis patahan. Aspek Sosio-Culture Pantai Parangtritis dan Sekitarnya Wilayah Pantai Parangtritis meliputi pantai Parangtritis dengan panorama alam yang ditonjolkan sebagai objek utama, Pantai parangkusumo dengan penonjolan objek budaya dan religius, serta Pantai depok dengan pariwisata kuliner yang dominan. Hal ini kemudian membentuk spatial synergism dan spatial association yang sangat baik. Spatial synergism adalah bentuk hubungan spatial (keruangan) antara beberapa ruang atau tempat sehingga menimbulkan statu manfaat yang lebih jira dibandingkan apabila setiap ruang itu berdiri sendiri. Dalam hal ini beberapa objek wisata yang berbeda dan menjadi satu paket wisata dalam satu wilayah yang dekat menyebabkan pantai parangtritis menjadi objek wisata yang lengkap sehingga lebih menarik untuk dikunjungi. Spatial association adalah bentuk hubungan spatial (keruangan) antara beberapa ruang atau tempat yang saling mendukung satu sama lain. Dalam hal ini keberadaan pantai depok menjadi pendukung pariwisata parangtritis dan sebaliknya. Pantai parangkusumo ini dikenal sebagai wisata budaya yang terkait dengan adanya tempat yang diyakinmi sebagai tempat bertemunya raja mataramn dengan Nyai Roro Kidul pada masa lampau. Selain itu ada pula tempat berupa makam dari Syeh Maulana Maghribi dan Syeh Belabelu yang juga menjadi tempat peziarahan. Penduduk utamanya bermatapencaharian di bidang jasa pariwisata baik perdagangan ataupun menyewakan penginapan. Permasalahan yang kemudian timbul di sini adalah maraknya praktek prostitusi. Hidrologi kawasan ini tidak cukup baik. Meskipun relatif dangkal, tetapi karena materi pasir memeliki kemampuan meloloskan air tinggi sehingga tidak ada aliran permukaan yang dapat di manfaatkan sebagai sumber air kecuali sungai Opak. Perkembangan pariwisata yang pesat dapat saja menyebabkan banyaknya air tanah yang diambil di daerah pesisir ini sehingga dapat menyebabkan intrusi air laut. Selain itu aktivitas ini juga menyebabkan semakin banyaknya limbah baik yang berupa sampah ataupun sisa hasil konsumsi manusia lainnya. Dibuat sama Uud Label: Gumuk Pasir, Morfologi, Parangtritis, Sand Dunes DIUNDUH DARI UDHNR.BLOGSPOT.COMK