Anda di halaman 1dari 10

Royyan Ashri

SINDIKASI MATERI LATIHAN KADER I HMI CABANG MEDAN MISSION HMI TIU TIK : Peserta termotivasi untuk mewujudkan tujuan HMI : - Peserta memahami skema mission HMI Alokasi Waktu Metode Alat & Bahan Peserta memahami tafsir tujuan HMI Peserta memahami tafsir independensi HMI Peserta memahami eksistensi, fungsi dan peran mahasiswa : 180 menit : - Hasil kongres Al-Quran dan terjemahan Lagu (kampusku, ibu pertiwi, mengenangkan nasib perjuangan) Lembar kasus/artikel koran Kertas plano Metaplan Spidol : peserta untuk kelanjutan training (5) 2. Mengkondisikan peserta forum untuk memasuki materi dengan lagu Kampusku (5)

: Ceramah, Diskusi Kelompok, Role Play, Lagu, Games

Tahap

1. Menyapa terlebih dahulu peserta serta mengetahui kondisi dan kesiapan

3. Menanyakan kepeserta apa aktivitas selanjutnya serta mengarahkan


peserta kepada materi yang disampaikan dan menjelaskan mengapa materi tersebut yang dilanjutkan (5)

4. Eksplorasi dan bahas definisi Mission HMI


(5)

5. Eksplorasi peserta beda visi, misi dan mission


(5)

6. Menggambarkan dan menjelaskan skema Mission HMI


(10) 7. Menjelaskan spirit mission HMI QS 3:104

Seminar Menuju Instruktur Penuh HMI Cabang Medan Medan, 21 Maret 2010

Royyan Ashri

8. Membahas tafsir tujuan HMI


(40) Menanyakan tujuan peserta definisi dan tujuan.................................................................(5) - Meminta peserta menuliskan Menanyakan peserta hidupnya di metaplan hidupnya dengan menempelkan di dinding forum...............................(5) kesamaan tujuan tujuan HMI.................(5) - Eksplorasi pendapat peserta tentang 5 kualitas insa cita........................... ........(5) - Membahas tentang kriteria 5 kualitas insan cita......... (15)

9. Membahas tafsir independensi HMI


(40) - Eksplorasi dan membahas pendapat peserta mengenai definisi independ ensi..(5) - Menjelaskan dan mendiskusikan tafsir independensi etis dan organisatoris (10) 10.Role play kasus dikampus, masyarakat, dan diHMI sendiri. - ada rektor, PD 1, PD 2 dan PD 3 melakukan rapat hingga menghasilkan keputusan Mulai dari bulan ini semua yang terkait dengan administrasi kampus dan parkir mahasiswa diwajibkan membayar 500 ribu/ bulan. HMI melakukan aksi - alumni HMI mau naik jadi Bupati kota Medan. Dia meminta kepada salah seorang senior HMI untuk menggerakkan komisariat untuk dukungan suara. Senior tersebut menerima dengan tawaran imbalan uang. HMI bersikap menolak. Bagaimana caranya? - komisariat Dakwah ingin buat pengabdian masyarakat (sunatan massal dan pengobatan umum. Sedangkan komisariat FK punya tenaga medis. Masyarakat yang dijadikan sasaran kurang peduli dengan kesehatan dan tertutup dengan orang baru.

11. Membahas status HMI sebagai organisasi mahasiswa


(50) - Menggali dan menyimpulkan pendapat peserta mengenai definisi mahasiswa.....(5)

Seminar Menuju Instruktur Penuh HMI Cabang Medan Medan, 21 Maret 2010

Royyan Ashri

Menyampaikan

sejarah

singkat

dinamika

pergerakan

mahasiswa.....................(10) -Membahas peran HMI...............(10) 9. Mengajak peserta menyanyikan lagu kemahasiswaan kampusku (10) 10. Meminta peserta menuliskan bentuk perjuangan dalam beraktifitas di komisariatnya (5) 11. Menyimpulkan dan menutup materi (15) Uraian materi : MISSION HMI Mission merupakan tugas dan tanggung jawab yang diemban, sehingga mission HMI dapat diartikan sebagai tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh kader HMI. Sebagai organisasi kader yang memiliki platform yang jelas, sejak awal berdirinya HMI mempunyai komitmen asasi yang disebut dengan dua komitmen asasi, yakni (1) Mempertahankan negara Republik Indonesia dan mempertinggi derajat bangsa Indonesia, yang dikenal dengan komitmen kebangsaan, dan (2) Menegakkan dan mengembangkan ajaran Islam, yang dikenal dengan wawasan keislaman/keumatan. Kesatuan dari kedua wawasan ini disebut dengan wawasan integralistik, yakni cara pandang yang utuh melihat bangsa Indonesia terhadap tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan sebagai warga negara dan umat Islam Indonesia. Materi mission HMI mencakup pembahasan tafsir tujuan, tafsir independensi dan perguruan tinggi kepemudaan dan kemahasiswaan. Tujuan HMI adalah tugas anggota HMI. Konkretnya ikut diskusi keislama, senantiasa mempertambah wawasan dengan diskusi dan seminar, ikut diskusi kemahasiswaan, meningkatkan akademis. Intermediete goals nya insan cita yang akan membentuk Ultimate Goals masyarakat cita Penerjemahan komitmen HMI ini disesuaikan dengan konteks jaman, sehingga HMI selalu aktual dan mampu tampil di garda terdepan dalam setiap even. Bila dicermati belakangan ini bisa dikatakan bahwa HMI mengalami stagnasi, untuk tidak dikatakan degradasi. Hampir tidak ada gagasan cerdas yang disumbangkan oleh HMI di tengah carut marut dan tunggang langgangnya dan fungsi mahasiswa dikaitkan dengan status

Seminar Menuju Instruktur Penuh HMI Cabang Medan Medan, 21 Maret 2010

Royyan Ashri

tatanan republik ini, dimana masalah disintegrasi perlu segera diatasi, masalah ekonomi mendesak untuk segera diperbaiki, masalah supremasi hukum yang harus ditegakkan, masalah pendidikan mendesak untuk diperhatikan, dan masalah-masalah lain yang melingkari, seperti budaya, pertahanan keamanan, yang kesemuanya membutuhkan penanganan secepatnya. Singkatnya, Indonesia sekarang sedang diterma krisis multi dimensional. Di tengah kondisi ini, komitmen HMI tidak lebih dari sebatas slogan tanpa jiwa. Oleh sebab itu untuk mendongkrak kembali ghirah kader HMI dalam berperan serta untuk penyelesaian problematika bangsa dan umat perlu adanya reaktualisasi mission HMI dalam jiwa kader HMI melalui proses perkaderan yang selama ini perjalanannya tidak lebih hanya sebagai proses pencapaian status dengan meninggalkan makna sesungguhnya, yaitu sebagai proses pembentukan kader yang memiliki karakter, nilai dan kemampuan, yang berusaha melakukan transformasi watak dan kepribadian seorang muslim yang utuh (kaffah), sehingga kader HMI memiliki keberpihakan yang jelas terhadap kaum tertindas (mustadafin) dan melawan kaum penindas (mustakbirin). HMI sebagai organisasi berbasis mahasiswa yang merupakan kaum intelektual, generasi kritis, dan memiliki profesionalisme harus mampu menjadi agen pembaharu di tengah masyarakat dan kehidupan bangsa. Karena mahasiswa memiliki kekuatan yang luar biasa dalam tatanan kehidupan bangsa dan negara, maka seluruh gerak perubahan yang terjadi di bangsa ini dimotori oleh kelompok mahasiswa dan pemuda, mulai dari proklamasi, revolusi, hingga reformasi, selalu ada andil mahasiswa. Namun demikian arah perubahan harus sesuai dengan usaha untuk mewujudkan masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT sebagaimana termaktub dalam penggalan tujuan HMI. Dalam perjalanannya, gerakan mahasiswa begitu dimanis, mengikuti perkembangan jaman dan selalu eksis dalam setiap momen penting kebangsaan. Kekonsistenan itu harus diiringi oleh pegangan yang teguh terhadap idealisme dan menjaga sikap hanif sehingga kehadiran mahasiswa sebagai kaum intelektual yang dalam tatanan sosial masyarakat mendapat tempat yang penting sebagai embun penyejuk. Untuk itulah HMI sebagai organisasi mahasiswa harus mampu menetaskan kader-kader yang berkualitas insan cita sebagaimana yang tersurat dalam tujuan HMI Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan islam, dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT (pasal 4 AD HMI).

Seminar Menuju Instruktur Penuh HMI Cabang Medan Medan, 21 Maret 2010

Royyan Ashri

Dalam QS 3:104 menjelaskan tentang mana yang alkhair (kebajikan universal), almaruf (kebaikan) dan almunkar (yang diingkari). HAKEKAT KEBERADAAN HMI HMI sebagai Organisasi Mahasiswa (pasal 7 AD HMI) Makna HMI sebagai organisasi mahasiswa adalah organisasi yang menghimpun mahasiswa yang menuntut ilmu pengetahuan di perguruan tinggi (Universitas/Akademi/Institut/Sekolah Tinggi) atau yang sederajat, dan memilki ciri-ciri kemahasiswaan. Adapun ciri-ciri kemahasiswaan tersebut adalah ilmiah, kritis dan analitis, rasional, obyektif, serta sistematis. HMI sebagai Organisasi berasaskan Islam (pasal 3 AD HMI) HMI sebagai organisasi berasaskan Islam maksudnya adalah organisasi yang menghimpun mahasiswa yang beragama Islam, dimana secara individu dan organisatoris memiliki ciri-ciri keislaman, menjadikan Al-Quran dan AsSunnah sebagai sumber norma, sumber nilai, sumber inspirasi, dan sumber aspirasi dalam setiap aktivitas dan dinamika organisasi. HMI sebagai Organisasi yang Bersifat Independen (pasal 6 AD HMI) HMI yang bersifat independen adalah waktak organisasi yang selalu tunduk dan berorientasi pada kebenaran (hanif), sehingga kiprah setiap individu dan dinamika organisasi dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara mempunyai pola pikir, pola sikap, dan pola tindak tidak terikat dan tidak mengikatkan diri secara organisatoris dengan kepentingan atau organisasi manapun, segala sesuatu tidak didasarkan atas kehendak atau paksaan pihak lain. 1) Independensi Etis Sikap dan watak HMI yang termanifestasikan secara individu dan organisasi dalam dinamika berfikir, bersikap, dan bertindak, baik dalam hubungan terhadap Sang Rab, ataupun hubungan terhadap sesama, sesuai dengan fitrah kemanusiaannya, yakni tunduk dan patuh kepada kebenaran (hanif). 2) Independensi Organisatoris

Seminar Menuju Instruktur Penuh HMI Cabang Medan Medan, 21 Maret 2010

Royyan Ashri

Sikap dan watak HMI yang teraktualisasikan secara organisatoris di dalam kiprah dinamika intern organisasi maupun dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam keutuhan kehidupan nasional melakukan partisipasi aktif, konstruktif secara konstitusional terhadap perjuangan bangsa dan pencapaian cita-cita nasional, hanya komit kepada kebenaran, dan tidak tunduk atau komit terhadap kepentingan atau organisasi tertentu. Prinsip-prinsip independensi HMI dalam implementasi dirumuskan sebagai berikut : a) Kader HMI terutama aktivitasnya dalam melakukan tugas dan tanggungjawab organisasi harus tunduk pada ketentuan-ketentuan organisasi dalam melaksanakan program-program organisasi, oleh karena itu tidak diperkenankan melakukan kegiatan-kegiatan yang membawa organisasi atas kehendak pihak luar manapun. b) Kader HMI terutama aktivitasnya tidak dibenarkan mengadakan komitmen dalam bentuk apapun dengan pihak luar selain segala sesuatu yang telah ditetapkan dan diputuskan secara organisatoris. c) Alumni HMI senantiasa diharapkan untuk aktif berjuang meneruskan dan mengembangkan watak independensi etis dimanpun mereka berada dan berfungsi sesuai dengan profesinya dalam rangka membawa hakekat misi HMI, menganjurkan serta mendorong alumni HMI untuk menyalurkan aspirasinya secara tepat melalui semua jalur pengabdian, baik jalur organisasi profesi, instansi pemerintah, wadah aspirasi politik, dan jalur lainnya yang semata-mata karena hak dan tanggung jawab dalam rangka merealisasikan kehidupan masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT. Aplikasi dan dinamika berfikir, bersikap dan bertindak secara keseluruhan dari watak asasi kader HMI terumus dalam bentuk : a) Cenderung kepada kebenaran b) Bebas, merdeka dan terbuka c) Obyektif, rasional, dan kritis d) Progresif dan dinamis e) Demokratis, jujur dan adil TUJUAN HMI Seperti yang telah disinggung sebelumnya, tujuan HMI adalah

Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam, dan

Seminar Menuju Instruktur Penuh HMI Cabang Medan Medan, 21 Maret 2010

Royyan Ashri

bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT (pasal 4 AD HMI). Dari tujuan tersebut dapat dirumuskan menjadi lima kualitas insan cita, yakni kualitas insan akademis, kualitas insan pencipta, kualitas insan pengabdi,kualitas insan bernafaskan Islam, dan kualitas insan yang bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT. Kualitas insan cita HMI adalah merupakan dunia cita yang terwujud oleh HMI di dalam pribadi seorang manusia yang beriman dan berilmu pengetahuan serta mampu melaksanakan tugas kerja kemanusiaan. Kualitas tersebut sebagaimana dalam pasal tujuan (pasal 4 AD HMI) adalah sebagai berikut : 1. Kualitas Insan Akademis Berpendidikan Tinggi, berpengetahuan luas, berfikir rasional, obyektif, dan kritis. Memiliki kemampuan teoritis, mampu memformulasikan apa yang diketahui dan dirahasiakan. Dia selalu berlaku dan menghadapi suasana sekelilingnya dengan kesadaran. Sanggung berdiri sendiri dengan lapangan ilmu pengetahuan sesuai dengan ilmu pilihannya, baik secara teoritis maupun tekhnis dan sanggup bekerja secara ilmiah yaitu secara bertahap, teratur, mengarah pada tujuan sesuai dengan prinsip-prinsip perkembangan. 2. Kualitas Insan Pencipta : Insan Akademis, Pencipta Sanggup melihat kemungkinan-kemungkinan lain yang lebih dari sekedar yang ada dan bergairah besar untuk menciptakan bentuk-bentuk baru yang lebih baik dan bersikap dengan bertolak dari apa yang ada (yaitu Allah). Berjiwa penuh dengan gagasan-gagasan kemajuan, selalu mencari perbaikan dan pembaharuan. Bersifat independen dan terbuka, tidak isolatif, insan yang menyadari dengan sikap demikian potensi, kreatifnya dapat berkembang dan menentukan bentuk yang indah-indah. Dengan ditopang kemampuan akademisnya dia mampu melaksanakan kerja kemanusiaan yang disemangati ajaran islam. 3. Kualitas Insan Pengabdi : Insan Akdemis, Pencipta, Pengabdi Ikhlas dan sanggup berkarya demi kepentingan orang banyak atau untuk sesama umat. Sadar membawa tugas insan pengabdi, bukannya hanya membuat dirinya baik tetapi juga membuat kondisi sekelilingnya menjadi baik.

Seminar Menuju Instruktur Penuh HMI Cabang Medan Medan, 21 Maret 2010

Royyan Ashri

Insan akdemis, pencipta dan mengabdi adalah yang bersungguh sungguh mewujudkan cita-cita dan ikhlas mengamalkan ilmunya untuk kepentingan sesamanya. 4. Kualitas Insan yang bernafaskan islam : Insan Akademis, pencipta dan pengabdi yang bernafaskan Islam Islam yang telah menjiwai dan memberi pedoman pola fikir dan pola lakunya tanpa memakai merk Islam. Islam akan menajdi pedoman dalam berkarya dan mencipta sejalan dengan nilai-nilai universal Islam. Dengan demikian Islam telah menapasi dan menjiwai karyanya. Ajaran Islam telah berhasil membentuk unity personality dalam dirinya. Nafas Islam telah membentuk pribadinya yang utuh tercegah dari split personality tidak pernah ada dilema pada dirinya sebagai warga negara dan dirinya sebagai muslim insan ini telah mengintegrasikan masalah suksesnya dalam pembangunan nasional bangsa kedalam suksesnya perjuangan umat islam Indonesia dan sebaliknya. 5. Kualitas Insan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi oleh Allah SWT : Insan akademis, pencipta dan pengabdi yang ber nafaskan islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi oleh Allah SWT. Berwatak, sanggup memikul akibat-akibat yang dari perbuatannya sadar bahwa menempuh jalan yang benar diperlukan adanya keberanian moral. Spontan dalam menghadapi tugas, responsip dalam menghadapi persoalanpersoalan dan jauh dari sikap apatis. Rasa tanggungjawab, takwa kepada Allah SWT, yang menggugah untuk mengambil peran aktif dalam suatu bidang dalam me wujudkan masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT. Korektif terhadap setiap langkah yang berlawanan dengan usaha mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Percaya pada diri sendiri dan sadar akan kedudukannya sebagai khallifah fil ard yang harus melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan. Pada pokoknya insan cita HMI merupakan Man of future insan pelopor yaitu insan yang berfikiran luas dan berpandangan jauh, bersikap terbuka, terampil atau ahli dalam bidangnya, dia sadar apa yang menjadi cita-citanya dan tahu bagaimana mencari ilmu perjuangan untuk secara kooferatif bekerja sesuai dengan yang dicita-citakan. Ideal type dari hasil perkaderan HMI adalah man of

Seminar Menuju Instruktur Penuh HMI Cabang Medan Medan, 21 Maret 2010

Royyan Ashri

inovator (duta-duta pembantu). Penyuara Idea of Progress insan yang berkeperibadian imbang dan padu, kritis, dinamis, adil dan jujur tidak takabur dan bertaqwa kepada Allah Allah SWT. Mereka itu manusia-manusia uang beriman berilmu dan mampu beramal saleh dalam kualitas yang maksimal (insan kamil). Dari lima kualitas lima insan cita tersebut pada dasarnya harus memahami dalam tiga kualitas insan Cita yaitu kualitas insan akademis, kualitas insan pencipta dan kualitas insan pengabdi. Ketiga insan kualitas pengabdi tersebut merupakan insan islam yang terefleksi dalam sikap senantiasa bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang ridhoi Allah SWT. Yang dimaksud dengan masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT adalah masyarakat yang menjalankan kehidupannya selalu berlandaskan atas asas keadilan sehingga tercapai kemakmuran dan dalam perjalanan pencapaian masyarakat adil makmur tersebut tidak mendobrak aturan Allah yang tertuang dalam Al-Quran sehingga adil makmur yang dicapai oleh masyarakat merupakan adil makmur yang dikehendaki oleh Allah SWT. Jadi setiap usaha dalam pencapaian masyarakat adil makmur harus berpedoman pada ajaran Islam yang tertuang dalam Al-Quran dan As-Sunnah.

FUNGSI DAN PERAN HMI HMI berfungsi sebagai Organisasi Kader (pasal 8 AD HMI) HMI sebagai organisasi kader adalah organisasi mahasiswa yang

berorientasikan Islam yang melakukan perkaderan, dimana seluruh aktivitas yang dilakukan pada dasarnya merupakan proses kaderisasi, sehingga HMI berfungsi dan hanya selalu membentuk kader-kader muslim intelektual yang profesional. HMI berperan sebagai Organisasi Perjuangan (pasal 9 AD HMI) HMI berperan sebagai organisasi perjuangan adalah organisasi yang selalu berjuang melakukan dan membentuk kader bangsa yang muslim, intelektual, dan profesional dimana outputnya ditujukan untuk kepentingan bangsa secara keseluruhan, sehingga insan HMI siap dan dapat bermanfaat bagi

Seminar Menuju Instruktur Penuh HMI Cabang Medan Medan, 21 Maret 2010

Royyan Ashri

seluruh golongan yang ada di masyarakat selama tidak bertentangan dengan koridor misi HMI. HUBUNGAN MISSION SECARA INTEGRAL Hubungan antara asas, tujuan, sifat, status, fungsi dan peran HMI secara integral adalah dalam pencapaian dan memperjuangkan mission HMI harus dilakukan secara utuh dan menyeluruh, dan satu sama lain saling mempengaruhi, dan menentukan sehingga tidak bisa ditinjau secara parsial. Dalam diri kader HMI harus : a) Senantiasa memperdalam kehidupan rohani agar menjadi luhur dan bertaqwa pada Allah SWT b) Selalu tidak puas dan berkemauan keras untuk mencari kebenaran, HMI hanya komit pada kebenaran c) Jujur pada dirinya dan pada orang lain dan tidak mengingkari hati nuraninya d) Teguh dalam pendirian dan obyektif rasional jika berhadapan dengan orang yang berbeda pendirian e) Bersikap kritis dan berfikir bebas kreatif. Referensi: 1. Nilai Dasar Perjuangan HMI 2. Ade Komaruddin dan Muchhrijin Fauzi (ed) HMI Menjawab Tantangan Zaman, PT. Gunung Kelabu, 1992 3. Asghar Ali Engginar, Islam dan Theologi Pembebasan, Pustaka Pelajar 1999 4. Ali Syariati, Ideologi Kaum Intelektual: Satuan Wawasan Islam, Mizan 1992 5. M. Rusli Karim, HMI MPO Dalam Pergulatan Politik Indonesia, Mizan, 1997 6. Moeslim Abdurrahman, Islam Transformatif, Pustaka Firdaus 7. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga HMI 8. Ramli H.HM Yusuf (ed), Lima Puluh Tahun HMI mengabdi Republik, LASPI, 1997 9. Dr. Fiktor Imanuel Tanja, HMI sejarah dan Kedudukannya di tengah kedudukan Muslim Pembaharu Indonesia, Sinar Harapan, 1982 10. Referensi Lain Yang Relevan.

10

Seminar Menuju Instruktur Penuh HMI Cabang Medan Medan, 21 Maret 2010