Anda di halaman 1dari 18

1

8A8 I
LNDAnULUAN

lsLllah demokrasl berasal darl bahasa ?unanl yaknl darl kaLa demos yang berarLl
rakyaL dan kraLos yang berarLl memerlnLah Abraham Llncoln mengaLakan bahwa
demokrasl adalah slsLem pemerlnLahan yang dlselenggarakan darl rakyaL oleh rakyaL
dan unLuk rakyaL" ualam slsLem pemerlnLahan demokrasl kedaulaLan (kekuasaan
LerLlnggl) berada dl Langan rakyaL
Cagasan LenLang demokrasl sesungguhnya sudah muncul se[ak seklLar abad ke3
SM pada masa ?unanl kuno ada wakLu lLu demokrasl dllakukan secara langsung
(dlrecL democracy) negaranegara dl ?unanl pada masa lLu merupakan negara koLa
(polls) khususnya dl koLa ALhena Wllayahnya semplL dan [umlah penduduknya [uga
maslh sedlklL 8akyaL dengan mudah dapaL dlkumpulkan unLuk bermusyawarah guna
mengambll kepuLusan LenLang kebl[akan pemerlnLahan uemokrasl model ?unanl lLu
Lldak berLahan lama hanya beberapa raLus Lahun enyebabnya adalah munculnya
konlk pollLlk dan melemahnya kemampuan uewan koLa dalam memlmpln polls
uncaknya adalah keLlka 8omawl menyerbu ?unanl dan kemudlan men[a[ahnya yang
hal lLu menandal runLuhnya demokrasl dl ?unanl Se[ak runLuhnya demokrasl bangsa
Lropa hldup dalam slsLem monarkl absoluL dalam kurun wakLu yang pan[ang kekuasaan
yang demlklan berlangsung dl Lropa hlngga men[elang abad ke19 kekuasaan yang
absoluL (muLlak) LersebuL dlgunakan oleh ra[a unLuk berLlndak sewenangwenang
sehlngga mengaklbaLkan penderlLaan rakyaL
SeLelah berabadabad Lenggelam paham demokrasl kemball muncul sebagal
reaksl penenLangan Lerhadap kekuasaan ra[a yang absoluL LersebuL ada abad ke19




hlngga awal abad ke usahausaha unLuk membaLasl kekuasaan penguasa agar Lldak
men[urus ke arah kekuasaan absoluL Lelah menghasllkan a[aran 8ule of Law (kekuasaan
hukum) A[aran lnl menegaskan bahwa yang berdaulaL dalam suaLu negara adalah
hukum Semua orang balk rakyaL blasa maupun penguasa wa[lb Lunduk pada hukum
ulberlakukannya a[aran lnl guna menghlndarkan Llndakan sewenangwenang penguasa
Lerhadap rakyaL uengan kaLa laln hakhak rakyaL akan Lerllndungl Adapun unsurunsur
rule of law lLu mellpuLl
1 8erlakunya supremasl hukum (hukum menempaLl kedudukan LerLlnggl semua orang
Lunduk pada hukum) sehlngga Lldak ada kesewenangwenangan
erlakuan yang sama dl depan hukum bagl seLlap warga negara
3 1erllndunglnya hakhak manusla oleh undangundang uasar serLa kepuLusan
kepuLusan pengadllan
ada konferensl lnLernaLlonal Commlsslon of !urlsLs (organlsasl lnLernaslonal
para ahll hukum) dl 8angkok Lahun 1963 dlnyaLakan bahwa syaraLsyaraL suaLu negara
dan pemerlnLahan yang demokraLls dl bawah rule of law adalah adanya
1 erllndungan secara konsLlLuslonal aLas hakhak warga negara
8adan kehaklman aLau peradllan yang bebas dan Lldak memlhak
3 emlllhan umum yang bebas
4 kebebasan unLuk menyaLakan pendapaL
3 kebebasan unLuk berorganlsasl dan beroposlsl
6 endldlkan kewarganegaraan
erllndungan secara konsLlLuslonal aLas hakhak warga negara berarLl hakhak
warga negara lLu dlllndungl oleh konsLlLusl aLau undang undang uasar 8adan
kehaklman aLau peradllan yang bebas dan Lldak memlhak arLlnya badan aLau lembaga
3



lLu Lldak dapaL dlcampurLanganl oleh lembaga manapun Lermasuk pemerlnLah serLa
berLlndak adll emlllhan umum yang bebas arLlnya pemlllhan umum yang dllakukan
sesual dengan haLl nuranl Lanpa Lekanan aLau paksaan darl plhak manapun
kebebasan unLuk menyaLakan pendapaL adalah kebebasan warga negara unLuk
menyaLakan pendapaLnya dalam kehldupan berbangsa dan bernegara balk secara llsan
maupun Lullsan kebebasan
berorganlsasl adalah kebebasan warga negara unLuk men[adl anggoLa organlsasl pollLlk
maupun organlsasl kemasyarakaLan kebebasan beroposlsl adalah kebebasan unLuk
mengambll poslsl dl luar pemerlnLahan serLa melakukan konLrol aLau krlLlk Lerhadap
kebl[akan pemerlnLah endldlkan kewarganegaraan dlmaksudkan agar warga negara
menyadarl hak dan kewa[lbannya sebagal warga negara serLa mampu menun[ukkan
parLlslpaslnya dalam kehldupan bernegara
keberadaan demokrasl dl sebuah negara adalah benLuk aLau mekanlsme slsLem
pemerlnLahan sebagal upaya mewu[udkan kedaulaLan rakyaL (kekuasaan warganegara)
aLas negara unLuk dl[alankan oleh pemerlnLah negara LersebuL Salah saLu pllar
demokrasl adalah prlnslp ttlos polltlco yang membagl keLlga kekuasaan pollLlk negara
(eksekuLlf yudlkaLlf dan leglslaLlf) unLuk dlwu[udkan dalam Llga [enls lembaga negara
yang sallng lepas (lndependen) dan berada dalam perlngkaL yg se[a[ar saLu sama laln
kese[a[aran dan lndependensl keLlga [enls lembaga negara lnl dlperlukan agar keLlga
lembaga negara lnl blsa sallng mengawasl dan sallng mengonLrol berdasarkan prlnslp
checks and balances
keLlga [enls lembagalembaga negara LersebuL adalah lembagalembaga
pemerlnLah yang memlllkl kewenangan unLuk mewu[udkan dan melaksanakan
kewenangan eksekuLlf lembagalembaga pengadllan yang berwenang
4



menyelenggarakan kekuasaan [udlkaLlf dan lembagalembaga perwakllan rakyaL (u8
unLuk lndonesla) yang memlllkl kewenangan men[alankan kekuasaan leglslaLlf ul bawah
slsLem lnl kepuLusan leglslaLlf dlbuaL oleh masyarakaL aLau oleh wakll yang wa[lb
beker[a dan berLlndak sesual asplrasl masyarakaL yang dlwaklllnya (konsLlLuen) dan yang
memlllhnya melalul proses pemlllhan umum leglslaLlf selaln sesual hukum dan
peraLuran
Selaln pemlllhan umum leglslaLlf banyak kepuLusan aLau hasllhasll penLlng
mlsalnya pemlllhan preslden suaLu negara dlperoleh melalul pemlllhan umum
emlllhan umum Lldak wa[lb aLau Lldak mesLl dllkuLl oleh seluruh warganegara namun
oleh sebaglan warga yang berhak dan secara sukarela menglkuLl pemlllhan umum
Sebagal Lambahan Lldak semua warga negara berhak unLuk memlllh (mempunyal hak
plllh)
kedaulaLan rakyaL yang dlmaksud dl slnl bukan dalam arLl hanya kedaulaLan
memlllh preslden aLau anggoLaanggoLa parlemen secara langsung LeLapl dalam arLl
yang leblh luas SuaLu pemlllhan preslden aLau anggoLaanggoLa parlemen secara
langsung Lldak men[amln negara LersebuL sebagal negara demokrasl sebab kedaulaLan
rakyaL memlllh sendlrl secara langsung preslden hanyalah sedlklL darl seklan banyak
kedaulaLan rakyaL Walaupun perannya dalam slsLem demokrasl Lldak besar suaLu
pemlllhan umum serlng dl[ulukl pesLa demokrasl lnl adalah aklbaL cara berplklr lama
darl sebaglan masyarakaL yang maslh Lerlalu Llnggl meleLakkan Lokoh ldola bukan
slsLem pemerlnLahan yang bagus sebagal Lokoh lmplan raLu adll adahal sebalk apa
pun seorang pemlmpln negara masa hldupnya akan [auh leblh pendek darlpada masa
hldup suaLu slsLem yang sudah Leru[l mampu membangun negara 8anyak negara
demokrasl hanya memberlkan hak plllh kepada warga yang Lelah melewaLl umur
3



LerLenLu mlsalnya umur 18 Lahun dan yang Lak memllkl caLaLan krlmlnal (mlsal
narapldana aLau bekas narapldana)
konsep demokrasl men[adl sebuah kaLa kuncl Lersendlrl dalam bldang llmu
pollLlk Pal lnl men[adl wa[ar sebab demokrasl saaL lnl dlsebuLsebuL sebagal lndlkaLor
perkembangan pollLlk suaLu negara uemokrasl menempaLl poslsl vlLal dalam kalLannya
pembaglan kekuasaan dalam suaLu negara (umumnya berdasarkan konsep dan prlnslp
Lrlas pollLlca) dengan kekuasaan negara yang dlperoleh darl rakyaL [uga harus dlgunakan
unLuk kese[ahLeraan dan kemakmuran rakyaL rlnslp semacam Lrlas pollLlca lnl men[adl
sangaL penLlng unLuk dlperhlLungkan keLlka fakLafakLa se[arah mencaLaL kekuasaan
pemerlnLah (eksekuLlf) yang beglLu besar LernyaLa Lldak mampu unLuk membenLuk
masyarakaL yang adll dan beradab bahkan kekuasaan absoluL pemerlnLah serlngkall
menlmbulkan pelanggaran Lerhadap hakhak asasl manusla
uemlklan pula kekuasaan berleblhan dl lembaga negara yang laln mlsalnya
kekuasaan berleblhan darl lembaga leglslaLlf menenLukan sendlrl anggaran unLuk ga[l
dan Lun[angan anggoLaanggoLanya Lanpa mempedullkan asplrasl rakyaL Lldak akan
membawa kebalkan unLuk rakyaL lnLlnya seLlap lembaga negara bukan sa[a harus
akunLabel (occoootoble) LeLapl harus ada mekanlsme formal yang mewu[udkan
akunLablllLas darl seLlap lembaga negara dan mekanlsme lnl mampu secara operaslonal
(bukan hanya secara Leorl) membaLasl kekuasaan lembaga negara LersebuL





6



8A8 II
LM8AnASAN

A Demokras| d| Indones|a
Sepan[ang masa kemerdekaannya bangsa lndonesla Lelah mencoba
menerapkan bermacammacam demokrasl Plngga Lahun 1939 dl[alankan suaLu prakLlk
demokrasl yang cenderung pada slsLem uemokrasl Llberal sebagalmana berlaku dl
negaranegara 8araL yang berslfaL lndlvlduallsLlk ada Lahun 19391966 dlLerapkan
uemokrasl 1erplmpln yang dalam prakLlknya cenderung oLorlLer Mulal Lahun 1966
hlngga berakhlrnya masa Crde 8aru pada Lahun 1998 dlLerapkan uemokrasl ancaslla
Model lnl pun Lldak mendorong Lumbuhnya parLlslpasl rakyaL 8erbagal macam
demokrasl yang dlLerapkan dl lndonesla lLu pada umumnya belum se[alan dengan
prlnslpprlnslp demokrasl karena Lldak Lersedlanya ruang yang cukup unLuk
mengekspreslkan kebebasan warga negara
8erdasar pengalaman se[arah Lldak sedlklL penguasa yang cenderung berLlndak
oLorlLer dlkLakLor membaLasl parLlslpasl rakyaL dan lalnlaln Pal lnl dlsebabkan
penguasa serlng merasa Lerganggu kekusaannya aklbaL parLlslpasl rakyaL Lerhadap
pemerlnLahan arLlslpasl lLu dapaL berupa usul saran krlLlk proLes un[uk rasa aLau
penggunaan kebebasan menyaLakan pendapaL lalnnya
Sesudah bergullrnya reformasl pada Lahun 1998 kebebasan berblcara dan
menyaLakan pendapaL kebebasan memlllh kebebasan berpollLlk mulal Lerbuka Lra
reformasl sekallgus merupakan era demokraLlsasl ualam suasana reformasl Lldak
[arang penggunaan kebebasan LersebuL serlng berbenLuran dengan kepenLlngan umum
lnllah yang perlu dlLaLa leblh balk sehlngga penerapan kebebasan warga negara dan




demokrasl LeLap berada dalam korldor hukum dan Lldak mengganggu kepenLlngan
umum 8agalmanapun [uga reformasl Lelah membuka plnLu kebebasan yang hal lnl
sangaL dlperlukan bagl rakyaL dalam proses menemukan slsLem demokrasl yang leblh
balk ada awalnya penerapan demokrasl leblh Lerfokus pada bldang pollLlk aLau slsLem
pemerlnLahan Wu[ud penerapannya anLara laln dengan penyelenggaraan pemlllhan
umum perganLlan pemegang kekuasaan pemerlnLahan kebebasan menyaLakan
pendapaL dan lalnlaln
ualam perkembangannya konsep demokrasl [uga dlLerapkan dalam berbagal
bldang kehldupan yaknl dalam kehldupan ekonoml pendldlkan soslalbudaya
kesehaLan dan bldangbldang kemasyarakaLan lalnnya uengan demlklan demokrasl
Lldak hanya dlLerapkan dalam kehldupan bernegara LeLapl [uga dalam kehldupan
bermasyarakaL dan berbangsa kehldupan yang demokraLls adalah kehldupan yang
mellbaLkan parLlslpasl rakyaL dan dlLu[ukan unLuk kepenLlngan rakyaL

8 @rans|s| dan konso||das| Demokras|
Pasll darl emllu 4 yang dlharapkan men[adl [embaLan emas" berakhlrnya
masa Lranslsl dan mulal dlmasuklnya era konsolldasl demokrasl Lelah berlangsung secara
damal dan demokraLls emllu yang ber[alan lancar dan LerLlb serLa demokraLls LersebuL
serLa berlangsung Lanpa ge[olak kekerasan apalagl perLumpahan darah merupakan
presLasl luar blasa bagl bangsa lndonesla 1ldak sedlklL para pengamaL menllal [lka
dlLln[au darl pemlllh yang secara langsung dapaL memlllh kandldaL reslden dan Wakll
reslden yang dlsukalnya slsLem emllu reslden dan Wakll reslden dl lndonesla dapaL
dlpandang leblh ma[u dan seLlngkaL leblh Llnggl boboLnya dlbandlng emllu reslden
dan Wakll reslden dl AS karena pemlllh dl AS Lldak dapaL langsung memlllh kandldaL
8



yang dllnglnkannya Mereka hanya memlllh electotol colloqe baru hasll electotol colloqe
lLu menenLukan slapa kandldaL yang menang dl suaLu dlsLrlk pemlllhan dengan slsLem
pemenang mengambll semua suara" SlsLem lnl dl AS makln banyak dlkrlLlk karena
rumlL dan serlng Lldak mencermlnkan kehendak pemlllhnya
emllu 4 Lelah menghasllkan pasangan reslden dan Wakll reslden u8
dan uu Lembagalembaga negara lalnnya [uga Lelah ber[alan yalLu M8 8k MA dan
Mk Lembagalembaga negara LersebuL klnl Lelah beker[a melaksanakan Lugas
konsLlLuslonalnya sebagalmana dlaLur dalam uuu 1943 yang Lelah dlsempurnakan
Selrlng dengan lLu uuu 1943 yang Lelah dlsempurnakan Lelah dl[alankan oleh
penyelenggara negara sesual ruang llngkup Lugas dan wewenangnya ada LlLlk lnllah
dapaL dlkaLakan bahwa masa Lranslsl Lelah berakhlr dan lndonesla memasukl era baru
yaknl dlmulalnya era konsolldasl demokrasl
Larry ulamond (1999 633) men[elaskan masa Lranslsl adalah LlLlk awal aLau
lnLerval (selang wakLu) anLara rezlm oLorlLarlan dengan rezlm demokraLls 1ranslsl
dlmulal darl kerunLuhan rezlm oLorlLarlan lama yang kemudlan dllkuLl aLau berakhlr
dengan pengesahan lembagalembaga pollLlk dan aLuran pollLlk baru dl bawah payung
demokrasl Adapun konsolldasl demokrasl mencakup penlngkaLan secara prlnslpll
komlLmen seluruh elemen masyarakaL pada aLuran maln demokrasl konsolldasl [uga
dlpahaml sebagal proses pan[ang yang mengurangl kemungklnan pemballkan (tevetsol)
demokraLlsasl mencegah erosl demokrasl menghlndarl kerunLuhan demokrasl yang
dlLeruskan dengan melengkapl demokrasl pendalaman demokrasl dan mengorganlslr
demokrasl secara berkelan[uLan ada akhlrnya proses konsolldasl akan membuahkan
pemanLapan slsLem demokrasl secara operaslonal dan memperoleh kredlblllLas dl
hadapan masyarakaL dan negara
9



8udaya o||t|k Da|am konso||das| Demokras|
8erbagal negara dl Asla dalam membangun sysLem demokrasl leblh banyak
mengedepankan gaya demokrasl ala baraL seperLl llllplna korea 1halland 1alwan dan
lndonesla Walaupun demlklan nllal budaya maslh dlanggap sebagal varlabel penLlng
dalam pelaksanaan demokrasl SeperLl dlnyaLakan oleh lngleharL ( 96) bahwa
dalam [angka pan[ang demokrasl Lldak hanya dldasarl pada perubahan lnsLlLusl aLau
perllaku ellL pollLlk melalnkan keberlangsungannya akan LerganLung pada nllal dan
kepercayaan darl masyarakaL awam dl wllayahnya
uahl (199 34) memperkuaL gagasan bahwa konsolldasl demokrasl menunLuL
budaya demokrasl yang kuaL yang memberlkan kemaLangan emoslonal dan dukungan
yang raslonal unLuk menerapkan prosedurprosedur demokrasl la melandaskan
penekanannya pada penLlngnya budaya demokrasl pada asumsl bahwa semua slsLem
pollLlk Lermasuk slsLem demokrasl cepaL aLau lambaL akan menghadapl krlsls dan
budaya demokrasl yang LerLanam dengan kuaLlah yang akan menolong negaranegara
demokrasl melewaLl krlsls LersebuL lmpllkaslnya proses demokraLlsasl Lanpa budaya
demokrasl yang mengakar men[adl renLan dan bahkan hancur keLlka menghadapl krlsls
seperLl kemerosoLan ekonoml konfllk reglonal aLau konfllk soslal aLau krlsls pollLlk yang
dlsebabkan oleh korupsl aLau kepemlmplnan yang Lerpecah Se[alan dengan pemlklran
uahl PunLlngLon (lbld 38) memfokuskan pada lsu budaya demokrasl dalam hubungan
anLara klner[a dan efekLlflLas pemerlnLah demokraLls baru dan leglLlmaslnya sebagal
benLuk kepercayaan publlk dan ellL pollLlk Lerhadap sysLem nllal demokrasl 8udaya
demokraLls harus berarLl adanya pemahaman bahwa demokrasl bukanlah poooceo
karena lLu konsolldasl demokrasl Ler[adl blla masyarakaL menyadarl bahwa demokrasl
merupakan solusl darl masalah Llranl LeLapl belum LenLu unLuk masalah laln (lbld 63)
1



PunLlngLon memperlngaLkan bahwa LahunLahun perLama ber[alannya masa
kekuasaan pemerlnLahan demokraLls yang baru umumnya akan dlLandal dengan bagl
bagl kekuasaan dl anLara koallsl yang menghasllkan Lranslsl demokrasl LersebuL
penurunan efekLlflLas kepemlmplnan dalam pemerlnLahan yang baru sedangkan dalam
pelaksanaan demokrasl lLu sendlrl belum akan mampu menawarkan solusl mendasar
Lerhadap berbagal permasalahan soslal dan ekonoml dl negara yang bersangkuLan
1anLangan bagl konsolldasl demokrasl adalah bagalmana menyelesalkan masalah
masalah LersebuL dan Lldak [usLru hanyuL oleh permasalahanpermasalahan lLu

D Demokras| ancas||a d| Lra keformas|
ancaslla adalah sumber darl segala sumber hukum yang ada dl negara
kesaLuan 8epubllk lndonesla merupakan Maha karya pendahulu bangsa yang Lergall
darl [aLl dlrl dan nllalnllal adl luhur bangsa yang Lldak dlmlllkl oleh bangsa laln uengan
berbagal ka[lan LernyaLa dldapaL beberapa kandungan dan keLerkalLan anLara slla
LersebuL sebagal sebuah saLu kesaLuan yang Lldak blsa dl plsahkan dlkarenakan anLar slla
LersebuL sallng men[lwal saLu dengan yang laln lnl dengan sendlrlnya men[adl clrl khas
darl semua keglaLan serLa akLlvlLas desah nafas dan [aLuh bangunnya per[alanan se[arah
bangsa yang Lelah melewaLl masamasa sullL darl [aman pen[a[ahan sampal pada saaL
menglsl kemerdekaan
lronlsnya bahwa LernyaLa banyak sekarang warga lndonesla sendlrl lupa dan
sudah aslng dengan pancaslla lLu sendlrl lnl LenLu men[adl Landa Lanya besar kenapa
dan ada apa dengan klLa sebagal anak bangsa yang [usLru besar dan mengalaml pasang
suruL masalah negarl lnl belum blsa mengopLlmalkan LenLang pengamalan nllalnllal
ancaslla LersebuL 1erleblh lagl saaL lnl dengan [aman yang dlsepakaLl dengan nama Lra
11



8eformasl yang Lerlahlr dengan semangaL unLuk mengemballkan LaLa negara lnl darl
penyelewenganpenyelewengan sebelumnya
Arah dan Lu[uan reformasl yang uLama adalah unLuk menanggulangl dan
menghllangkan dengan cara mengurangl secara berLahap dan Lerusmenerus krlsls yang
berkepan[angan dl segala bldang kehldupan serLa menaLa kemball ke arah kondlsl yang
leblh balk aLas sysLem keLaLanegaraan 8epubllk lndonesla yang Lelah hancur menu[u
lndonesla baru ada masa sekarang arah Lu[uan reformasl klnl Lldak [elas [unLrungnya
walaupun secara blrokraLls rezlm orde baru Lelah Lumbang namun menLallLas orde
baru maslh nampak dlsanaslnl Sedangkan pancaslla adalah sebagal ldeologl bangsa
lndonesla yang merupakan hasll darl penggabungan darl nllalnllal luhur yang berasal
darl akar budaya masyarakaL lndonesla Sebagal sebuah ldeologl pollLlk ancaslla blsa
berLahan dalam menghadapl perubahan masyarakaL LeLapl blsa pula pudar dan
dlLlnggalkan oleh pendukungnya Pal lLu LerganLung pada daya Lahan ldeologl LersebuL
ldeologl akan mampu berLahan dalam menghadapl perubahan masyarakaL blla
mempunyal Llga dlmensl keLlga dlmensl anLara laln sebagal berlkuL mellpuLl
1) ldeollsme yalLu kadar aLau kuallLas ldeallsme yang Lerkandung dl dalam ldeologl
aLau nllalnllal dasarnya kuallLas lLu menenLukan kemampuan ldeologl dalam
memberlkan harapan kepada berbagal masyarakaL unLuk mempunyal aLau
memblna kehldupan bersama secara leblh balk dan unLuk membangun suaLu masa
depan yang leblh cerah
) 8eallLa menun[uk pada kemampuna ldeologl unLuk mencermlnkan reallLa yang
hldup dalam masyarakaL dlmana la muncul unLuk perLama kallnya pallng kurang
reallLa pada saaL awal kelahlrannya
1



3) llekslblllLas yalLu kemampuan ldeologl dalam mempengaruhl dan sekallgus
menyesualkan dlrl dengan perLumbuhan aLau perkembangan masyarakaLnya
Mempengaruhl berarLl lkuL mewarnal proses perkembangan Sedangkan
Menyesualkan dlrl berarLl bahwa masyarakaL berhasll menemukan LafslranLafslran
Lerhadap nllalnllal dasar darl ldeologl sesual dengan reallLareallLa baru yang
muncul dan mereka hadapl
Maka darl lLu pancaslla sebagal ldeologl haruslah mempunyal dlmenslblllLas agar
subsLanslsubsLansl pokok yang dlkandungnya Lldak lekang dlmakan wakLu ada masa
reformasl yang dlmulal darl Lahun 1998 hlngga masa sekarang orangorang mulal
menanyakan revelansl darl pancaslla unLuk men[awab segala LanLangan zaman Lerleblh
lagl dl era reformasl dan globallsasl seperLl sekarang lnl
ada haklkaLnya reformasl adalah mengemballkan LaLanan kenegaraan kearah
sumber nllal yang merupakan plaLform kehldupan bersama bangsa lndonesla yang
selama lnl dlselewengkan deml kekuasaan sekelompok orang balk pada masa orde lama
maupun orde baru roses reformasl walaupun dalam llngkup pengerLlan reformasl LoLal
harus memlllkl plaLform dan sumber nllal yang [elas dan merupakan arah Lu[uan serLa
clLaclLa yalLu nllalnllal yang Lerkandung dalam ancaslla 8eformasl lLu harus memlllkl
Lu[uan dasar clLaclLa serLa plaLform yang [elas dan bagl bangsa lndonesla nllalnllal
ancaslla lLulah yang merupakan paradlgma reformasl LoLal LersebuL
ancaslla sebagal sLaaLs fundamenLal harus LeLap sebagal kerangka berplklr
sumber norma dan sumber nllal Sebagal clLaclLa hukum ancaslla dapaL memenuhl
fungsl konsLlLuLlf maupun fungsl regulaLlf uengan fungsl regulaLlf ancaslla menenLukan
dasar suaLu LaLa hukum yang member arLl dan makna bagl hukum lLu sendlrl sehlngga
Lanpa dasar yang dlberlkan oleh ancaslla maka hukum akan kehllangan arLl dan
13



maknanya sebagal hukum lLu sendlrl lungsl regulaLlve ancaslla menenLukan apakah
suaLu hukum poslLlf sebagal produk yang adll aLaukah Lldak adll Sebagal sLaaL
fundamenLal norm ancaslla merupakan pangkal Lolak derlvasl (sumber pen[abaran)
darl LerLlb hukum dl lndonesla Lermasuk uuu 1943 ualam pengerLlan lnllah menuruL
lsLllah llmu hukum dlsebuL sebagal sumber darl segala peraLuran perundangundangan
dl lndonesla
Sumber hukum mellpuLl dua macam pengerLlan sumber hukum formal yalLu
sumber hukum dlLln[au darl benLuk dan LaLa cara penyusunan hukum yang menglkaL
Lerhadap komunlLasnya mlsalnya uu eraLuran MenLerl eraLuran uaerah Sumber
hukum maLerlal yalLu suaLu sumber hukum yang menenLukan maLerl aLau lsl suaLu
norma hukum !lka Ler[adl keLldakseraslan aLau perLenLangan saLu norma hukum
dengan norma hukum lalnnya yang secara hlerarkls leblh Llnggl apalagl dengan ancaslla
sebagal sumbernya berarLl Ler[adl lnkonsLlLuslonallLas (unconsLlLuLlona llLy) dan keLldak
legalan (lllegallLy) dan karenanya norma hukum yang leblh rendah lLu baLal deml hukum
uengan demlklan maka upaya unLuk reformasl hukum akan benarbenar mampu
menganLarkan manusla keLlngkaL harkaL dan marLabaL yang leblh Llnggl sebagal makhluk
yang berbudaya dan beradab
ualam era reformasl pelaksanaan hukum harus dldasarkan pada suaLu nllal
sebagal landasan operaslonalnya 8eformasl pada dasarnya unLuk mengemballkan
haklkaL dan fungsl negara pada Lu[uan semula yalLu mellndungl seluruh bangsa dan
seluruh Lumpah darah lndonesla negara pada haklkaLnya secara formal harus
mellndungl hakhak warganya LeruLama hak kodraL sebagal suaLu hak asasl yang
merupakan karunla 1uhan ?ML Cleh karena lLu pelanggaran Lerhadap hak asasl
manusla adalah sebagal penglngkaran Lerhadap dasar fllosofls negara mlsalnya
14



pembungkaman demokrasl pencullkan pembaLasan berpendapaL berserlkaL berun[uk
rasa dan laln sebagalnya
elaksanaan hukum pada masa reformasl harus benarbenar dapaL
mewu[udkan negara demokrasl dengan suaLu supremasl hukum ArLlnya pelaksanaan
hukum harus mampu mewu[udkan [amlnan aLas Lerwu[udnya keadllan (slla v) dalam
suaLu negara yalLu keselmbangan anLara hak dan kewa[lban bagl seLlap warga negara
Lldak memandang pangkaL [abaLan golongan eLnlslLas maupun agama
Sebagal warga negara klLa pasLl berharap bangsa lndonesla blsa bela[ar darl
pengalaman se[arah agar pelaksanaan demokrasl pancaslla dl era reformasl lnl leblh balk
darl era sebelumnya Ada beberapa hal yang akan men[amln sukses aLau Lldaknya
demokrasl pancaslla dl era reformasl lnl AnLara laln adalah sebagal berlkuL
% kompos|s| e||te po||t|k yang ada dl mana Lldak ada slsLem monoparLal dan Lldak
adanya dlkLaLor komunlLas Semuanya memlllkl porsl yang sama unLuk mewaklll
rakyaL semaLa
% Desa|n |nst|tus| po||t|k dl mana lnsLlLusl pollLlk dlsusun sedemlklan rupa sehlngga
wakllwakll rakyaL yang dlplllh benarbenar mewaklll rakyaL lndonesla bukan
mewaklll parLal sehlngga leblh menguLamakan kepenLlngan rakyaL dalam seLlap
kebl[akan yang dlbuaLnya lnsLlLusl yang ada [uga selalu mendukung perwu[udan
masyarakaL lndonesla yang se[ahLera
% 8udaya po||t|k yang selalu mendahulukan kepenLlngan masyarakaL bukan parLal
uengan beglLu maka demokrasl pancaslla benarbenar mampu mewu[udkan
masyarakaL yang se[ahLera dalah segala bldang
% eranan masyarakat yang akLlf dalam memberlkan asplrasl dalam pemlllhan wakll
wakll rakyaL serLa melaksanakan hak dan kewa[lbannya secara selaras
13



Adapun clrlclrl khusus yang membedakan demokrasl pancaslla dl era orde baru dan era
reformasl lnl adalah kandungan yang LerdapaL dalam demokrasl pancaslla dl era
reformasl lLu sendlrl yalLu
% Aspek forma| yaknl menun[ukkan segl proses dan cara rakyaL berparLlslpasl dalam
penyelenggaraan negara yang kesemuanya sudah dlaLur oleh undangundang
maupun peraLuranperaLuran pelaksanaan yang lalnnya
% Aspek ka|dah atau normat|f yang berarLl bahwa uemokrasl ancaslla dl era
reformasl mengandung seperangkaL kaldah yang men[adl pemblmblng dan aLuran
dalam berLlngkah laku yang menglkaL negara dan warga negara dalam berLlndak dan
melaksanakan hak dan kewa[lban serLa wewenangnya
% Aspek mater|| yalLu adanya gambaran manusla yang menegaskan pengakuan aLas
harkaL dan marLabaL manusla sebagal makhluk 1uhan dan memanuslakan warga
negara dalam masyarakaL negara kesaLuan republlk lndonesla dan masyarakaL
bangsabangsa dl dunla
% Aspek organ|sas| yang menggambarkan adanya perwu[udan demokrasl pancaslla
dalam benLuk organlsasl pemerlnLahan dalam kehldupan bermasyarakaL berbangsa
dan bernegara
% Aspek semangat atau ke[|waan dl mana demokrasl pancaslla memerlukan warga
negara lndonesla yang berkeprlbadlan peka Lerhadap apa yang men[adl hak dan
kewa[lbannya berbudl pekerLl luhur dan Lekun serLa memlllkl [lwa pengabdlan
% Aspek tu[uan yalLu menun[ukkan adanya kelnglnan aLau Lu[uan unLuk mewu[udkan
masyarakaL lndonesla yang se[ahLera dalam negara hukum negara kese[ahLeraan
negara bangsa dan negara yang memlllkl kebudayaan

16



8A8 III
kLSIMULAN DAN SAkAN

A kes|mpu|an
Masalah perkembangan demokrasl dl lndonesla mengalaml berbagal fase
pemerlnLahan yalLu fase llberal fase Lerplmpln fase orla fase orba dan fase orde
demokrasl namun pada pelaksanaannya maslh mengalaml berbagal macam benLuk dan
pembenahan dalam rangka penyempurnaan pelaksanaan demokrasl dl lndonesla
roses konsolldasl demokrasl klLa belumlah LunLas Adanya konfllkkonfllk dl
daerahdaerah yang seharusnya dapaL dlaLasl melalul [alur[alur demokrasl
menun[ukkan bahwa maslh banyak plhak yang belum mellhaL demokrasl sebagal [alan
unLuk menyelesalkan perLlkalan aLau perbedaan pendapaL 8agalmana membangun
budaya demokrasl mengganLlkan cara kekerasan dengan cara perundlngan dan
permusyawaraLan merupakan LanLangan bagl bangsa klLa dalam mengukuhkan dan
melesLarlkan demokrasl sebagal sebuah slsLem yang mesklpun Lldak sempurna LeLapl
se[arah membukLlkan adalah yang Lerbalk dl anLara berbagal alLernaLlf lalnnya
Sebagal penuLup demokrasl harus blsa dlbangun bukan hanya sebagal slsLem
pollLlk LeLapl [uga harus dlyaklnl sebagal cara hldup dan baglan darl [aLl dlrl unLuk lLu
demokrasl haruslah membuahkan hasll yang dapaL dlrasakan oleh masyarakaL yalLu
berupa kese[ahLeraan yang leblh menlngkaL kuallLas penyelengaraan negara yang leblh
balk serLa keLenLeraman masyarakaL yang leblh Ler[amln



1



8 Saran
ualam proses membangun demokrasl dalam hal lnl emerlnLah ollLlsl dan
masyarakaL pada umumnya harus berupaya melakukan beberapa hal
Mendldlk masyarakaL berslkap dewasa
Mendorong slkap ksaLrla dengan mengakul kesalahan aLau berslkap slap kalah
dan slap menang
Mengembangkan slkap menghargal perbedaan pendapaL karena hal LersebuL
merupakan rahmaL dan kepuLusan bersama adalah kepuLusan Lerbalk yang
dlhasllkan darl suaLu komproml
Menggunakan mekanlsme demokrasl dalam mencarl LlLlk perbedaan pendapaL
Menghllangkan Llndakan kekerasan dalam menyelesalkan suaLu permasalahan
Mengembangkan slkap senslLlve dan empaLl Lerhadap kepenLlngan rakyaL yang
leblh luas
Mengembangkan ker[a sama anLar anggoLa masyarakaL dengan plklran yang
logls dan lLlkad yang balk
Mengembangkan masyarakaL unLuk akLlf unLuk memberlkan pengawasan








18



DAI@Ak US@AkA

Huntington (1996) The Clash of Civilizations and the Remaking of World Order. NewYork:
Simon and Schuster.

Huntington, Samuel P. (1991) The Third Wave: Democratization in the Late Twentieth
Century. Oklahoma: University of Oklahoma Press.

nglehart, Ronald. (2000) Culture and Democracy. n Harrison, Lawrence E., and
Huntington Samuel P., editors. 2000. 80-97. Culture Matters. New York: Basic
Books.

Kartasasmita, Ginandjar (2003) "Reinventing ndonesia, Lecture at the Graduate School
of Asia and Pacific Studies, Waseda University, February 2004

Kartini Kartono, (1996), Pendidikan lmu Politik, Mansdar maju : Bandung

Meriam Budihardjo. (2008) Dasar-dasar lmu Politik, PT Gramedia Pustaka Utama,
Jakarta