Anda di halaman 1dari 4

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG Ketersediaan infrastruktur adalah faktor utama penggerak perekonomian, sehingga dengan rendahnya tingkat investasi untuk penyediaan infrastruktur akan sangat berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Tantangan utama yang dihadapi adalah funding gaps antara kebutuhan investasi infrastruktur dengan relatif terbatasnya kemampuan keuangan negara untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Pemberlakuan sistem otonomi daerah dengan dasar Undang Undang (UU) Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah telah mendelegasikan beberapa kewenangan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah (Pemda), salah satu diantaranya adalah pembangunan infrastruktur. Hal tersebut menjadikan Pemda (Propinsi dan Kabupaten/Kota) memegang peranan sangat penting dalam mewujudkan ketersediaan infrastruktur yang dapat mendukung aktivitas daerah dan terintegrasi dalam sebuah sistem infrastruktur nasional, dan konsep Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS) merupakan alternatif strategi pembiayaan yang dapat diterapkan selain dari APBN dan APBD. Penerapan kerjasama pemerintah dengan badan usaha di Kota Bandung pada infrastruktur kota khususnya infrastruktur transportasi adalah rencana proyek penerapan moda transportasi massal dalam kota yang sebelumnya Laporan Antara
Pra Studi Kelayakan Proyek Moda Transportasi Massal Dalam Kota Dengan Skema Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha di Kota Bandung

1-1

telah dicantumkan dalam Masterplan Transportasi Kota Bandung. Proyek pengembangan moda transportasi ini diupayakan sebagai salah satu solusi dalam mengurangi permasalahan kemampuan dan keterbatasan trasportasi Kota Bandung. Sebagai langkah awal dari pelaksanaan KPS dalam pengembangan proyek Transportasi Massal dalam kota di Kota Bandung maka perlu dilakukan tinjauan kelayakan dalam format pra kelayakan sesuai dengan peraturan dan perundangundangan yang mengatur tentang kerjasama pemerintah dan badan usaha. 1.2 MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dari penyusunan Pra Studi Kelayakan Proyek Pembangunan Moda Transportasi Massal Dalam Kota dengan Skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha di Kota Bandung adalah sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan untuk pelaksanaan proyek dimaksud dengan skema kerjasama pemerintah dan badan usaha. Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah : 1. Untuk mengetahui potensi, kendala dan hambatan dalam penerapan proyek Transportasi Massal Dalam Kota melalui kerjasama pemerintah dengan badan usaha, 2. Untuk mengetahui persepsi stakesholder (pemangku kepentingan) terhadap potensi penerapan kebijakan proyek Transportasi Massal Dalam Kota melalui kerjasama pemerintah dengan badan usaha berdasarkan tingkat kepentingan dan kewenangannya, 3. Untuk mengetahui deskripsi tingkat tinjauan kelayakan proyek sebagai bahan pertimbangan seluruh pengambil kebijakan serta kepentingan calon badan usaha. 1.3 SASARAN Sasaran yang hendak dicapai dalam kegiatan ini adalah :

Laporan Antara
Pra Studi Kelayakan Proyek Moda Transportasi Massal Dalam Kota Dengan Skema Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha di Kota Bandung

1-2

Tersedianya dokumen pra studi kelayakan sebagai syarat dalam pengajuan usulan proyek kerjasama, Mengetahui tingkat kelayakan proyek Moda Transportasi Massal Dalam Kota secara finansial dan teknis, Terealisasinya rencana prioritas proyek pembangunan infrastruktur kerjasama pemerintah dengan badan usaha di Kota Bandung melalui proyek Transportasi Massal Dalam Kota.

1.4 RUANG LINGKUP 1.4.1 Lingkup Kegiatan Lingkup kegiatan ini meliputi : Pengkajian mengenai peraturan dan perundangan-undangan yang berlaku sehubungan dengan rancangan dan pelaksanaan proyek yang keberlanjutan, Mengidentifikasi dan menentukan spesifikasi opsi rancang teknis, Konsultasi Publik dan penjajakan pasar awal mengenai persepsi dari pihak yang berkepentingan atas pilihan proyek yang digunakan, Evaluasi awal terhadap masalah pendanaan untuk memilih proyek yang akan dijalankan. Evaluasi ini pada umumnya termasuk analisis tentang permintaan dan penentuan tarif untuk setiap opsi dan analisa tentang keuntungan dan kerugian sosial yang diperlukan dalam melakukan penilaian secara ekonomis, Tinjauan Terhadap Risiko, termasuk persiapan cara penghitungan risiko, Identifikasi atas pilihan pendanaan untuk proyek yang berpeluang berdasarkan bentuk kerja sama yang dipilih, dan evaluasi atas pendanaan proyek tersebut untuk menilai kemampuan secara finansial dan kelayakannya secara perbankan, serta menentukan bentuk dan besarnya dukungan pemerintah yang diperlukan, jika ada, Konsultasi publik yang terakhir atau final dan penjajakan pasar (market sounding) dilakukan untuk mengkonfirmasi rancangan proyek yang diusulkan.

Laporan Antara
Pra Studi Kelayakan Proyek Moda Transportasi Massal Dalam Kota Dengan Skema Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha di Kota Bandung

1-3

1.4.2 Lingkup Wilayah Wilayah studi berada pada wilayah rencana pengembangan proyek Transportasi Massal Dalam Kota di Kota Bandung. 1.5 KELUARAN Keluaran dari kegiatan ini antara lain : Dokumen kompilsasi pra studi kelayakan proyek Transportasi Massal Dalam Kota, Dokumen kelayakan secara teknis dan finansial proyek Transportasi Massal Dalam Kota, Dokumen rencana skema kerjasama pemerintah dengan badan usaha untuk proyek Transportasi Massal Dalam Kota di Kota Bandung.

Laporan Antara
Pra Studi Kelayakan Proyek Moda Transportasi Massal Dalam Kota Dengan Skema Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha di Kota Bandung

1-4