Anda di halaman 1dari 77

Juni, 2007

1. Pendahuluan
Campcaster merupakan perangkat lunak manajemen radio yang bersifat free/open source dengan fasilitas penyiaran siaran langsung (live) di ruangan studio dan otomatisasi pengontrolan jarak jauh (remote) yang terintegrasi dalam satu sistem. Skalabilitas Campcaster memungkinkan beberapa skenario penggunaan yang beragam, dimulai dari unit penyiaran tanpa kru yang diakses dari luar komputer melalui Internet ke komputer Campcaster lokal di dalam stasiun radio untuk melakukan siaran langsung (live broadcast) dan mengirim program otomatis dengan mengakses sistem pusat penyimpanan file-file audio. Campcaster mampu mengkombinasikan file audio lokal dan web stream, baik dalam format MP3 ataupun OGG Vorbis. Sebagaimana produk-produk Campware lainnya, Multilingual merupakan fitur unggulan dari Campcaster: penyeragaman semua komponen pada sisi user interface bisa diubah ke bahasa lainnya dengan menggunakan Unicode. Multilingualitas diimplementasikan di semua level user interface sebegaimana metadata dari file-file audio di sistem penyimpanan komputer. Campcaster dirancang untuk berjalan di lingkungan Linux. Akan tetapi, para pengembang telah menempatkannya pada sistem aplikasi yang standard, aplikasi yang cross-platform. Arsitektur Campcaster dapat di-porting ke sistem operasi yang berbeda di masa yang akan datang.

1.1. Hal apa saja yang baru pada Campcaster 1.2?


Campcaster 1.2 Kotor diambil dari nama sebuah pinggiran kota yang indahKota Kotor-di Montenegro. Di kota itulah implentasi program aplikasi Campcaster pertama kali dilakukan. Campcaster 1.2 dipublikasikan hanya dalam waktu dua bulan setelah versi 1.1.0-nya dirilis, akan tetapi dalam waktu yang singkat itu, Campcaster mengalami perubahan/peningkatan fitur yang cukup banyak: 1. Penambahan dukungan terhadap Radio Data System (RDS): Pesan teks dari RDS berupa nama stasiun radio dan nama lagu yang sedang diputar ditampilkan di radio penerima. Untuk kebutuhan ini kita akan membutuhkan perangkat keras RDS-nya. 2. Penambahan dukungan Sneker-net. Dengan fasilitas ini kita dapat membuat salinan dari audio ke removable media agar dpat dengan mudah dipindahkan ke tempat lain atau hanya untuk menyimpannya sebagai backup. Hal ini bermanfaat apabila kita mempunyai sejumlah data yang sangat besar untuk di-share ke stasiun radio dalam satu jaringan yang sama atau jika stasiun radio kita tidak mempunyai koneksi Internet. 3. Fasilitas player Live Mode sudah dikembangkan lebih lanjut, yaitu dalam hal mereshufflle playlist-playlist yang ada dengan cara menekan tombol pause sebelum menjalankan playlistnya. 4. Proses import file-file audio telah dikembangkan dengan seksama: proses import melalui penulisan perintah di terminal dapat dilakukan dengan lebih cepat dan mempunyai fasilitas link ke kumpulan file audio yang dituju. Versi campcaster sebelunya memerlukan duplikasi dari setiap file yang di-import sehingga menyebabkan ukuran file-file yang disimpan di dalam disk berlipat ganda.

5. Pada versi ini duplikasi file-file audio bisa dideteksi dan tidak akan di-import ulang. 6. Tag audio comments dan genre diikutsertakan dalam proses import baik melalui CLI (Command Line Interface) maupun Web. 7. Proses pencarian melalui Campcaster Web lebih cepat dan hasil pencarian tersebut disertakan pula nama album dan track-nya. 8. Bagian Help pada Campcaster Web sudah dilengkapi dengan link ke manual online dan situs Campcaster.

1.2. Paket-paket yang Berbeda untuk Kebutuhan yang Beragam


Campcaster diciptakan agar bisa digunakan untuk kebutuhan kegiatan-kegiatan kepenyiaran baik untuk stasion radio komunitas maupun komersial, kami telah memutuskan untuk mengkategorikan beberapa paket tertentu dari Campcaster yang dirancang berjalan dengan baik untuk beberapa kebutuhan kelompok pengguna dan skenario yang berbeda. Selanjutnya akan dijelaskan beberapa fitur dan komponen dari konfigurasi campcaster yang untuk kebutuhan yang berbeda tersebut.

1.3. Campcaster Studio: Skenario di Dalam Ruangan Studio Siaran


Campcaster Studio merupakan bagian dari Campcaster yang beroperasi di dalam studio siaran langsung sebuah stasion radio. Di dalam studio siaran tersebut seorang Presenter atau DJ mengatur konten yang akan disiarkan ke udara (broadcast). Campcaster Studio bisa ditempatkan di dalam studio siaran dan dapat menjadi pusat pengaturan file-file audio berdampingan dengan sumber input suara seperti telepon dan tamu-tamu studio. Komputer yang terinstall Campcaster bisa dihubungkan dengan audio mixer, sumber audio lain seperti saluran telepon, microphone atau media audio lain (CD, MiniDisk).

Gambar 01 Campcaster Studio

Campcaster Studio digunakan untuk mengakses komponen Campcaster Storage sehingga seorang Presenter atau DJ bisa melakukan pencarian arsip audio di ruangan studio. File-file dan playlist audio bisa disusun untuk keperluan siaran radio. Singkatnya, Campcaster Studio merupakan aplikasi pendamping terbaik bagi acara live-radio, menyediakan akses yang mudah terhadap penambahan arsip media Campcaster. Gambar berikut pernah digunakan dalam program LiveSupport (LS), menunjukan desain studio yang sederhana.

Gambar 02 Konfigurasi studio yang sederhana

LS Studio berjalan di dalam satu komputer di ruangan studio. File-file audio disimpan di beberapa komputer yang berbeda yang bisa diakses melalui jaringan komputer kantor (LAN). Komponen LS Storage bisa juga di-install pada mesin yang sama walapun kami merekomendasikan untuk terpisah dari komputer LS Studio untuk tujuan penangan kebutuhan khusus, seperti backup, akses dari luar (remote), dan scheduling (penjadwalan).

1.4. Campcaster Web: Penjadwalan Program-program Radio


Campcaster Web mengatur penjadwalan (scheduler), mengakses arsip media Campcaster Storage yang sama dengan Campcaster Studio gunakan. Pihak editor dapat mengakses Campcaster Studio untuk menyusun playlist dan mengatur file-file audio (melakukan upload translasi metada-nya, menyusun iklan) di dalam ruangan kantor atau lewat Internet dengan menggunakan web browser seperti Firefox atau Internet Exlporer. Antar muka (interface) suatu web memberikan fasilitas yang mirip dengan Campcaster Studio dalam hal pengaksesan arsip media, seperti upload dan mengatur webstreams. Campcaster Web pun dapat digunakan untuk mengatur sistem penjadwalan, dimana fungsi tersebut menjadi inti dari Campcaster Web.

Gambar 03 Campcaster Web

Scheduler (program penjadwalan) di Campcaster Web diperlihatkan dengan tampilan kalender yang intuitif, dikelompokan berdasarkan bulan, minggu, dan hari. Pada bagian ini lah para editor dapat menjadwalkan playlist dan webstreams untuk stasiun radionya. Pada sesi koneksi dengan Campaster Studio, fungsionalitas web-nya dapat digunakan terutama ketika siaran radio tanpa ada penyiar atau seorang pun di dalam studio. Pada kondisi/skenario yang lebih lanjut, walupun, misalnya Campcaster Studio merupakan program satu-satunya yang berjalan pada semua kondisi, pada kasus tertentu ketika pesawat transmitter radio ditempatkan diluar jangkauan editor musik dan semua managemen program harus diatur dengan suatu interface secara remote. Alasan yang mungkin untuk kondisi ini adalah ketika berada pada sisi yang pragmatis (menjalankan banyak stasiun radio dari satu pusat pengontrolan, untuk mengurangi campur tangan manusia) atau suatu kejadian yang gawat darurat (menjalankan transmitter radio di suatu tempat yang krisis/berbahaya untuk dijangkau oleh staff/kru).

Gambar 04 Konfigurasi Campcaster Web

1.5. Konfigurasi Lanjut: Campcaster Studio, Station, and Storage


Kombinasi dari Campcaster Station, Studio, dan Storage yang bisa kita jalankan di stasiun radio kita dengan sejumlah fungsionalitas yang diperlukan untuk keperluan penyiaran radio dan sistem otomatisasinya.

Gambar 05 Skema stasiun radio yang lengkap berbasiskan Campcaster. Live Broadcast, remote access, dan sistem penjadwalannya

Campcaster Station yang dimaksud di sini berfungsi sebagai akses ke database audio (storage) dari dalam maupun luar kantor studio. Pengaturan siaran radio langsung (live) dan program radio yang dijadwalkan (scheduled) dikerjakan dari dalam studio di master audio mixer, lalu dihubungkan dengan transmitter ke komputer Campcaster Studio dan Scheduler di Campcaster Storage.

2. Instalasi Campcaster
Campcaster dapat diperoleh dari paket yang sudah jadi (dapat langsung di-install) seperti sistem instalsi setup.exe di sistem operasi Windows, juga dapat di-install lewat sistem Subversion. Semua komponen dari Campcaster dapat di-download dari situsnya di http://www.campware.org Catatan dari (user) kontributor Micz Flor 07-21-2005 01:28:00 PM Campcaster dapat dikonfigurasi untuk berjalan di satu komputer, dua komputer (scheduler dan station) atau tiga komputer (scheduler, station, dan storage). Beberapa konfigurasi tertentu memungkinkan satu instalasi dapatterjadihubunganantarakomputersatuCampcasterdenganyanglainnya sebagaiberikut: DipandangdarisudutpandangServerPenyimpananData: Komputer yang berfungsi sebagai scheduler (pengatur jadwal program) ditentukandistorageSrver/var/conf.phpdenganbarisschedulerUrlHost. KonfigurasiinidipakaiketikaphpsebagaiXMLRPCclientberhubungandengan scheduler. (konfigurasi awal (default) adalah localhost => jenis mesin/komputeryangsamauntukstoragedanscheduler) Padasisischeduler: Jenis komputer Server Penyimpanan Data (StorageServer) didefinisikan di scheduler.xml (pada <install_dir>/etc/ instalasi sistem) pada dua lokasi: authenticationClientFactory/webAuthentication/location[server] dan storageClientFactory/webStorage/location[server] Sedangkan pada sisi Campcaster Studio bisa diartikan sebagai scheduler tapiberadapadafilegLiveSupport.xmldankomputerschedulerdidefinisikan sebagai:schedulerClientFactory/schedulerDaemonXmlRpcClient[xmlRpcHost] tambahan: setelah beberapa perubahan pada konfigurasi file di atas, kita harus merestart scheduler dengan menulis perintah berikit di terminal sebagaiuserroot: /etc/init.d/livesupportstationrestart Jika Campcaster Studio sedang berjalan (running) ketika gLiveSupport.xml baru saja selesai diedit, maka aplikasi tersebut harus diclose lalu dijalankankembali.

2.1. Menambahkan Repository Campcaster ke sources.list (untuk Debian, Ubuntu, and Knoppix Distributions)
Semua distribusi (distro) Linux memliki jumlah program aplikasi yang sangat besar dan library-library yang menyertainya dan semuanya disatukan dalam satu atau banyak repository. Repository-repository ini disimpan di Internet, dan jika kita menambahkan daftar repository ini ke daftar repository di komputer Linux yang kita miliki, maka kita dapat segera langsung men-download dan meng-install-nya di komputer, dan apabila tersedia update bagi program aplikasi yang ter-install, sistem akan memberi notifikasi dan meng-install paket update tersebut.

Cara untuk menambahkan repository Campcaster melalui terminal adalah sebagai berikut: sudocp/etc/apt/sources.list/etc/apt/sources.list.backup sudogedit/etc/apt/sources.list Tambahkan baris-baris berikut di akhir baris-baris di file sources.list: #TheCampasterpacksgerepository debhttp://code.campware.org/ubuntufeistymain Simpan hasil ubahan file tersebut. Langkah selanjutnya adalah men- update sources.list tersebut: sudoaptgetupdate Setelah itu kita dapat meng-install paket-paket Campcaster tersebut dengan menggunakan program apt-get.

2.2. Menambahkan Repository Campcaster melalui Synaptic


Di Menu System -> Administration -> Synaptic Package Manager, lalu pilih Setting -> Repositories -> Add -> Custom Salin baris berikut: debhttp://code.campware.org/ubuntufeistymain Lalu kita cari menggunakan fasilitas Search di Synaptic dengan kata kunci campcaster, selanjutnya akan muncul hasilnya dengan paket-paket lain yang tersedia. Sebagai tambahan, Synaptic juga akan memberikan informasi apabila update Campcaster sudah tersedia.

2.3. Instalasi Paket-paket Campcaster Debian Menggunakan apt-get


Setelah menambahkan repository paket-paket Campcaster, kita dengan mudah dapat menginstall-nya dengan paket-paket dependency yang diperlukan dengan perintah berikut: sudoaptgetinstallcampcasterlibscampcasterstationcampcasterstudio Perintah di atas akan memberikan aksi semua komponen Camcapster ter-install di sistem.

2.4. Instalasi dari source


Kode sumber (source code) versi terbaru akan selalu tersedia di Subversion repository Campcaster. Untuk informasi ini, rujuk ke situs pengembang (developer)-http://code.campware.org/projects/campcaster-- dan situs: Mengkonfigurasi lingkungan pengembangan (Setting up the development envirenment)-http://code.campware.org/projects/campcaster/wiki/DevelopmentEnvironment.

2.5. Instalasi Campcaster dari Repository CD


Repository CD Campcaster diperuntukan bagi kondisi lingkungan dimana koneksi Internet yang tidak lancar atau malah tidak ada. Di dalam repository jenis ini terdapat semua komponen Campcaster, paket-paket dependency dan program lain yang dibutuhkan. Untuk menggunakan repository CD Campcaster, Linux Ubuntu 6.06 (Dapper) atau versi yang terbaru sudah ter-install di komputer kita. Cara yang paling mudah untuk menambahkan repository ini ke sistem adalah dengan menggunakan program Synaptic Package Manager, dapat diakses melalui menu System -> Administration -> Synaptic. 2.5.1. Menambahkan Sejumlah Repository Campcaster CD ke Daftar Software Sources Synaptic adalah program yang dapat memberikan informasi tentang semua program dan library yang tersedia atau yang sudah ter-install di sistem. Untuk itu kita harus mengupdate daftar sources-nya. Biasanya penggunaan Synaptic dilakukan dalam kondisi online (terhubung ke Internet), tapi juga bisa dalam kondisi offline; sources-nya diambil dari sejumlah CD atau DVD. Tambahkan Campcaster ke daftar sources yang sudah ada sebelumnya: Akses dari Synaptic: menu Setting -> Repositories lalu klik: Add CD-ROM Akan muncul window dialog: Insert a disk in drive; masukkan CD repository-nya jika CD tersebut belum ada di CDROM Drive komputer kita, lalu klik OK. Pada window berikutnya akan muncul kalimat: :Unmounting CD-ROM, klik Close. Jika muncul perintah untuk memberi nama CD repository, isi dengan (misal): Campcaster. Setelah itu, CD akan dibaca dan akan ditambahkan ke daftar sources sistem. Jika bandwidth yang tersedia terbatas, uncheck semua sources yang sebelumnya ada, untuk memastikan bahwa satu-satunya sumber instalasi Campcaster diambil dari CD, bukan dari Internet. lakukan update keseluruhan program-program yang ada dengan menekan tombol Reload di sebelah kiri atas window Synaptic. 2.5.2. Instalasi Campcaster Untuk meng-install Campcaster, klik tombol Search di sebelah kanan atas window Synaptic. Lalu ketik campcaster dan klik search. Synaptic akan mencari semua paket-paket Campcaster.

Tandai (mark) paket campcaster-studio dengan mengklik kanannya, dan memilih Mark for Installation. Klik tombol Apply yang berada di bagian atas window Synaptic. Sebuah menu akan muncul menanyakan konfirmasi instalasi campcaster. Klik Apply. Selamat! Campcaster telah berhasil di-install. Untuk mulai menjalankan Campcaster-Studio, akses Aplication -> Sound and Video -> Campcaster Studio.

2.6. Menggunakan dpkg dengan Campcaster packages (untuk distro Debian, Ubuntu dan Knoppix)
Installing from a Debian packages using dpkg (for Debian, Ubuntu dan Knoppix distributions): sudodpkgi</path/to/campcaster/packages/withFilename> Removing Campcaster using dpkg (for Debian, Ubuntu dan Knoppix distributions): sudodpkgrcampcasterlibscampcasterstationcampcasterstudio Completely purging Campcaster using dpkg (for Debian, Ubuntu dan Knoppix distributions): sudodpkgPcampcasterlibscampcasterstationcampcasterstudio

3. Penggunaan Campcaster
Sebagaimana dijelaskan di bagian pendahuluan manual ini, Campcaster yang digunakan untuk Manager, DJ atau editor stasiun radio terbagi menjadi dua komponen: Studio dan Web. Campcaster Web adalah mesin utama dari sistem Campcaster. Bagian ini memberikan fasilitas akses ke Campcaster lewat web browser (seperti Firefox atau IE) dan bisa pula digunakan secara lokal di dalam statiun radio sebagaimana biasa digunakan lewat Internet. Pada dua kasus tersebut komponen Web memungkinkan proses penambahan dan editing file-file audio dan playlist serta program-program penjadwalan. Campcaster Studio merupakan bagian yang kita pilih apabila menjalankan Campcaster di dalam komputer yang terhubung dengan transmitter atau mixer, misalnya audio yang langsung di-broadcast ke udara. Campcaster Studio adalah sebuah aplikasi yang berjalan (runs) di (mesin) komputer tersebut. Kami menamakannya Studio karena di sanalah anda akan menggunkannya: di dalam studio.

4. Campcaster Web: Administrasi and Penjadwalan berbasiskan Web Browser


4.1. Campcaster Web: Administrasi and Penjadwalan berbasiskan Web Browser
Campcaster Web adalah tool yang lengkap untuk mengatur stasiun radio baik dari dalam maupun luar studio, yang kita butuhkan hanyalah sebuah web browser. Keseluruhan proses pengaturan dibagi menjadi beberapa bagian:

konfigurasi user-user yang akan digunakan sesuai dengan level prioritas dan hak akses ke komponen-komponen Campcaster Web; upload file-file audio ke ScratchPad; pembuatan playlist dari list audio yang ada di ScratchPad; pencarian dan penelusuran playlist dan file-file audio melalui database audio (Media Library) dengan informasi beberapa kriteria yang berbeda; penjadwalan dan pemrograman playlist untuk program siaran; pemeriksaan dan menjalankan Scheduler.

Antarmuka (interface) Campcaster Web bisa dipakai dengan menggunakan berbagai web browser modern yang ada saat ini (Firefox 1.0 atau versi yang lebih tinggi, I.E 6.0 atau yang lebih tinggi, dsb.). Kecepatan upload, pencarian, dan fungsi-fungsi lain yang berhubungan dengan data yang berukuran besar akan tergantung dari kualitas dan kecepatan koneksi Internet (atau LAN) yang tersedia.

4.2. Mengakses Campcaster Web


Kita bisa mengakses halaman situs instalasi radio kita dengan memberikan alamat (URL) di address bar browser yang kita gunakan: http://IP atau domain/campcaster Pada kondisi penggunaan Campcaster Web ditempatkan di dalam LAN kantor studio, server yang diakses biasanya menggunakan IP statik atau nama (hostname) internal LAN. Pengaksesan Campcaster Web dilakukan dengan cara me-remote-nya dari Internet, server yang diakses bisa menggunakan nama domain yang terdaftar atau IP address yang bisa diakses melalui WorldWideWeb (WWW). Setelah URL-nya diakses, browser yang dipakai akan me-load Master Panel Campcaster Web, beberapa informasi tentang situsnya dan akses login ke sistem juga ditampilkan pada sesi tersebut.

4.3. Master Panel


Pada halaman login kita dapat melihat tampilan Master Panel, telihat di sepanjang sesi pemakaian Campcaster ini, dimulai dari proses login (awal penggunaan) hingga logout (akhir

penggunaan). Master Panel memiliki bagian-bagian berikut:

Tombol login, dimana kita mengklik tombol tersebut ketika ingin login ke sesi antar muka (interface) administrasi. Apabila kita login maka tombol akan berubah menjadi logout. Logo dan frekuensi stasiun radio, bagian ini bisa diganti dan di-upload pada sesi antar muka administrasi setelah login, melalui menu 'Station Setting'. Icon on-air/off-air, memberi keterangan apakah ada audio yang di-broadcast oleh scheduler. Station Time, memberi keterangan waktu yang sedang berjalan di stasiun radio. Daerah Now Playing menampilkan informasi tentang track yang sedang diputar (play) oleh Scheduler. Jika daerah tersebut kosong, tidak ada track yang sedang diputar. Pada daerah Now Playing mengindikasikan informasi ketika halaman situs Campcaster diakses, untuk melihat perubahan yang telah terjadi kita harus menekan tombol refresh halaman tersebut pada browser yang dipakai.

Gambar 06 Tampilan Panel Web Master setelah sukses login

4.4. Login/Logout
Dengan mengklik tombol login, kita akan dihadapkan dengan window isian yang dengan mudah dipahami maksud dan tujuannya:

Menu Language, dimana terdapat pilihan bahasa yang bisa dipilih dari hasil lokalisasi (ubahan interface bahasanya ke bahasa lokal) Campcaster Station. Kita dapat memilih bahasa yang akan dipakai di semua sesi penggunaan aplikasi ini dari menu ini, apabila tidak maka bahasa Inggris (English) akan terpilih dengan otomatis. Bahasa yang dipilih akan terus dipakai di semua aktivitas penggunaan Campcaster Web ini. Apabila kita melakukan logout, maka kita akan dihadapkan dengan antar muka pemilihan bahasa kembali. Isian Username, di sini kita akan menuliskan nama user yang diperoleh dari Administator (nama user default adalah root). Isian Password, dimana password yang didapatkan dari Administrator (password default adalah q). Tombol Cancel dan Submit, digunakan untuk melanjutkan masuk ke sistem atau tidak.

Gambar 07 Tampilan window pop-up Login

Campcaster Station terlihat berbeda bagi setiap user. Setiap user akan melihat pilihan menu-menu (option) dan fungsi-fungsi yang hanya boleh diakses oleh user tersebut, sesuai dengan hak akses yang telah ditetapkan oleh administrator sistem. Seorang user tertentu (misalnya: Jurnalis, sound editor) hanya akan bisa melihat/mengakses sebagian pilihan menu saja, tidak seperti yang administrator miliki. Catatan: Setelah kita login pada kali pertama dengan nama user administrator (root) dan password (q), kita akan mendapatkan antar muka administrasi. Sebagai administrator, kita seharusnya mengganti password administrator awal dengan password yang baru, lalu menbuat user-user baru yang diperlukan dengan hak aksesnya masing-masing. Setelah sukses melakukan login, kita akan memasuki halaman utama Campcaster Web, dan akan mendapatkan hal-hal berikut:

Master Panel, dengan informasi dasar dari stasiun radio dan track yang sedang diputar oleh scheduler.

Menu Navigasi (Navigation Menu), dengan semua fungsi-fungsi yang dibutuhkan untuk mengoperasikan Campcaster Station. Daerah kerja (Working Area), dimana kolom isian aktif yang siap diedit ditampilkan.

4.5. Navigation Menu


Untuk melakukan aktivitas melalui Campcaster Web ini, kita akan menggunakan menu drop-down yang berada di antara Master Panel dan Working Area. Navigation Menu memperlihatkan semua fungsi-fungsi utama (dan sub kategari dari fungsi tersebut) yang kita perlukan untuk mengoperasikan Campcaster Web ini selama sesi tersebut berlangsung. Navigasi Menu terdiri dari:

Add Audio upload clip-clip audio dan stream ke komputer server Campcaster; Media Library menu pencarian dan penelusuran clip-clip audio yang sudah tersedia di komputer server Campcaster; Playlist Editor digunakan untuk membuat dan meng-edit playlist; Scheduler program untuk menlakukan penjadwalan playlist, clip-clip audio dan stream yang akan diputar/disiarkan; Station Setting pilihan untuk melakukan pengubahan terhadap konfigurasi sistem dan stasin radio, mengatur user-user dan file-file. Menu ini hanya diperuntukan bagi user yang diberi hak oleh administrator saja.

4.6. Active Working Area


Working Area akan berubah sesuai dengan pilihan fungsi yang telah diakses dari Navigation Menu sebelumnya. Tampilan awal sesaat setelah login adalah: Scheduler, penjadwalan yang ada pada hari tersebut, Scheduler Navigation, menampilkan nama bulan di hari tersebut dengan tanda penjadwalan yang akan disiarkan (apabila ada yang dijadwalkan), ScrathPad, alat bantu yang berupa history dan clipboard (informasi yang telah ada sebelumnya) assistant yang menyimpan Catatan kejadian selama sesi penggunaan Campcaster tersebut.

4.7. ScratchPad
ScratchPad adalah utiliti yang akan selalu bekerja dan terlihat selama sesi penggunaan Campaster berlangsung. ScratchPad bekerja sebagai sebuah history (penyimpan Catatan kejadian yang telah lalu) dan clipboard. Oleh karenanya, ScratchPad lebih responsive dan lebih sering dipakai dibandingkan dengan Media Library, dan kita dapat menggunakannya untuk me-load semua file audio jika kita merasa perlu untuk mengaksesnya di lain waktu. ScratchPad juga mendaftarkan file audio apa saja (clip-clip audio, webstream, dan playlist) yang sering pernah kita gunakan.

Gambar 08 Tampilan ScratchPad

ScratchPad terdiri dari beberapa bagian:

Kolom pertama memperlihatkan kotak cek untuk memilih file-file. Kita dapat memilih satu atau lebih item di dalam ScratchPad tersebut. Jika kita mengklik kotak cek paling atas dari tabel, semua item akan terpilih. Aksi yang ingin diterapkan terhadap file-file yang dipilih tersebut dapat ditentukan dengan memilih menu di bagian paling bawah ScratchPad. Kolom Title memberikan informasi dari nama item yang bersangkutan (clip audio, webstream, atau playlist) Kolom Duration memberikan informasi durasi waktu dari setiap clip Kolom Type mengindikasikan jenis item di baris tersebut. Item tersebut bisa termasuk jenis item clip audio, webstream atau playlist. Clip audio ditandai dengan tanda hijau, playlist dengan warna merah, dan webstream dengan simbol pengiriman berwarna biru. Jika cursor mouse digerakan ke arah item tersebut, maka informasi (metadata) akan ditampilkan. Pull-down menu pilihan aksi yang dapat digunakan terhadap item yang sudah dpilih. Kita dapat memilih aksi yang akan dilakukan sebagai berikut: Remove (menghilangkan) clip audio dari ScratchPad Add (menambah) clip audio ke playlist yang baru Untuk melakukan aksi satu individu item, klik item tersebut. Sebuah menu akan tampil, menyediakan operasi berikut: Remove from ScratchPad Listen, memberikan aksi clip audio yang dipilih akan di-download dan memutarnya, atau menjadwalkannya apabila item tersebut adalah playlist. Add to open playlist (jika ada playlist yang sedang dibuka atau aktif), atau New Playlist using audioclip (tidak ada playlist yang dibuka atau aktif) atau Schedule Playlist (jika item yang dipilih tersebut merupakan playlist) Edit audioclp, dimana kita dapat menamabah atu meng-edit informasi metadata yang disimpan pada tag ID3. 3 tab isian akan muncul setelahnya adalah tab Main, Music, dan Voice, tergantung dari isi clip audio tersebut. Delete file.

ScratchPad mempunyai tambahan pilihan untuk playlist. Playlits yang aktif akan dikunci dan tampil dalam tulisan tebal (bold) dengan otomatis jika kita klik dan memilih pilihan berikut: Remove from ScrathPad Close Playlist

Playlist yang ditutup akan terlihat dengan bentuk tulisan yang normal dan bisa dilakukan aksi yang hampir sama dengan item lain yang terdapat di dalam ScratchPad.

4.8. Add Audioclip


Menu pilihan ini memberikan fasilitas untuk melakukan upload suatu file (misalnya: laporan dalam bentuk audio, musik, dsb.) dari komputer lokal atau webstream ke server Campcaster. Pada menu drop-down-nya kita dapat memilih pilihan 'Audioclip' atau webstream. 4.8.1 Add Audioclip Menu pilihan ini memberikan fasilitas untuk melakukan upload suatu file ke server Campcaster. Untuk melakukan hal tersebut, pilih 'Add Audio' -> 'Audioclip'. Halaman 'Audioclip' yang baru akan terbuka dan terdiri dari bagian-bagian berikut: Tombol Browse, digunakan untuk memilih file audio mana saja di hard disk komputer lokal atau di jaringan komputer (LAN) yang tersedia untuk di-upload ke komputer server Campcaster. Tombol Cancel, dipakai apabila kita ingin membatalkan proses upload dan akan menutup halaman 'Add Audioclip'. Tombol Submit, klik tombol ini apabila file yang akan di-upload sudah siap dikirim ke komputer server Campcaster.

Pada saat file yang di-upload sukses dikirim (lamanya waktu pengiriman ini tergantung dari koneksi jaringan/Internet yang dipakai), kita akan melihat halaman baru; 'Edit Audioclip' (kita juga dapat melihat bahwa clip audio yang di-upload berada pada pada urutan pertama di daftar ScratchPad.) Pada halaman Edit Audioclip, kita dapat menambah atau mengubah (edit) informasi metadata yang akan disimpan pada tag-tag ID3 (misalnya jika kita sudah meng-upload file mp3, Campcaster akan menggunakan tag-tag ID3 yang sudah ada (disimpan) pada file tersebut). Pada halaman tersebut, tab yang aktif adalah Main, merupakan informasi metadata dasar bagi setiap file sound yang akan disimpan, yaitu berupa:

Menu pull-down Language yang memberikan informasi tentang bahasa apa yang ingin dipakai untuk metadata file tersebut. (default dari pilihan ini adalah English) Title, judul clip audio tersebut. Creator memberikan informasi individu/kelompok yang mengarang/mengubah clip audio tersebut. Genre mengindikasikan jenis musik dari clip audio tersebut. File Format (dideteksi secara otomatis dan tidak dapat diubah). Length, durasi clip audio tersebut (dideteksi secara otomatis dan tidak dapat diubah).

Tab Music memperlihatkan isian penambahan informasi metadata yang berhubungan dengan file musiknya. (Administrator Campcaster dapat mengkonfigurasi bagian mana saja informasi dari metadata yang ditampilakan). Tab Voice memberikan fasilitas isian metadata yang spesifik untuk hasli rekaman audio (misalnya: liputan berita, wawancara, soundbites, dsb.) Tab ini menyediakan informasi yang bisa diisi tentang waktu perekaman sound yang didapat, nama organisasi, dan lokasi tempat pengambilan rekaman tersebut, sedikit info tambahan mengenai isi dari rekaman tersebut beserta dan topik pembicaraannya.

Jika kita melakukan kesalahan dalam mengisi metadata tersebut, kita dapat mengembalikan ke informasi metadata awal dengan menekan tombol Reset yang berada di bagian bawah kiri halaman tersebut.

4.9. Media Library


Menu 'Media Library' memungkinkan kita untuk mencari dan menelusuri repositoryrepository dari file-file audio yang sudah tersedia di komputer server Campcaster, yang nantinya kita bisa membuat playlist baru dari file-file audio tersebut. Fungsi Browse dan Search memberikan keterangan tentang file-file audio dengan informasi tidak hanya judul (title) nya saja, tapi juga dengan kriteria metadata lainnya. Kedua fungsi tersebut mampu menyediakan antar muka pencarian file-file sound, playlist dan webstream.

4.9.1. Search

Gambar 09 Tampilan Search Engine

Program Search bekerja seperti halnya program pencarian lainnya. Kita bisa memberikan kata kunci di isian 'Search'-nya, pilih kriteria yang ingin dicari (disajikan pada menu dropdown) lalu tekan tombol 'Submit'. Perbedaaan utama dengan pencarian konvensioanal yang ada adalah ketika kita melakukan pencarian file, mesin melakukan pencarian semua file audio yang sudah kita upload dan file-file audio yang pernah/sedang di-upload oleh user Campcaster Web lain. Hasil pencarian akan tampil di bawah bagian tabel 'Search'. Tab Search memilki beberapa bagian: Daerah Search dengan tiga jenis (menu) kriteria pada 1 baris. Menu (pull-down) paling kiri adalah jenis metada yang dapat dipilih sebagai jenis kriteria untuk file yang dicari. Kita dapat memilih berbagai jenis metadata yang sudah dimasukan oleh user Campcaster untuk menjelaskan isi (keterngan) dari file audio tersebut (judul, jenis musik, durasi, mood, dan bitrate-nya). Menu pull-down bagian tengah memberikan keterangan pelengkap dari menu sebelumnya, apakah kata kunci yang diberikan harus full, bisa hanya bagian dari kalimatnya saja, atau prefix dari kalimat tersebut. Isian kosong bagian ke-tiga, kita dapat mengisinya dengan kata yang akan dicari. Penambahan bagian kriteria klik pada tanda + yang berada di paling kanan pada bagian pencarian. Kita dapat menambah sampai 8 kriteria apabila diperlukan. Untuk mengurangi kriteria, kita bisa menekan tanda - .

Menu drop-down Operator adalah pilihan yang mempunyai hubungan dengan beberapa kriteria lain file yang akan dicari. Pilihan Operator ini memberikan sejumlah kemungkinan lain dengan memilih bagian kata kuci keseluruhan (dengan memilih tanda 'And) atau hanya memilih satu kriteria saja (dengan memilih tanda 'Or') Menu File Type, dimana kita mendefinisikan jenis file audio yang akan dicari dengan memilih melalui menu pull-down-nya. Menu pull-down Rows per Page, dimana kita dapat memilih jumlah maksimum baris hasil dari proses pencarian. Tombol Reset Criteria akan menghapus semua isian dan kriteria yang sudah diberikan dan konfigurasi akan berubah ke seting-an pencarian awal, Tombol Submit, klik tombol ini untuk memulai proses pencarian.

Pada bagian bawah dari halaman ini akan terlihat hasil pencarian tersebut pada sebuah tabel yang mirip dengan tabel ScratchPad yang memilki Title, Creator, Duration dan jenis file audio tersebut. Sama halnya dengan cara mengakses setiap item di Campcaster Web ini, kita dapat meng-klik item tersebut dan memilih aksi yang diinginkan: Untuk clip audio: Add to ScratchPad, menambahkan file tersebut ke ScratchPad Listen to audioclip, mendengarkannya New Playlist using audioclip, membuat playlist baru Edit audioclip, melakukan perubahan terhadap inforamasi dari clip audio tersebut Delete audioclip, menghapunya dari database sistem Untuk Playlist: Add to ScrathPad Schedule Playlist Edit Playlist New Playlist using audioclip Delete audioclip Untuk Webstream: Add to ScrathPad New Playlist using audioclip Edit audioclip Delete audioclip Catatan: Ketika kita memberikan kata kuci pada isian Search dan menekan tombol Submit, kita mungkin akan mendapatkan hasil sejumlah puluhan, mungkin ribuan nama file (tergantung seberapa besar file yang sudah tersedia) yang akan ditampilkan pada window pencarian. Maka dari itu kita diberikan fasilitas jenis kategori untuk setiap sesi pencarian. Dengan memberikan kategori yang beraneka ragam, diharapkan hasil yang didapat bisa lebih tepat.

4.9.2 Browse

Gambar 10 Tampilan Browse dari Media Library

Browse memungkinkan kita untuk menelusuri semua file yang ada di kmputer server Campcaster berdasarkan kriteria yang diberikan. Fasilitas ini mirip dengan pilihan 'Search' yang sudah kita bahas sebelumnya, hanya saja pada Browse memberikan keleluasaan dalam memilih beberapa jenis file yang mirip pada sub kategori yang sama. Pada kolom pertama kita dapat memilih Category (metadata) untuk menelusurinya. Kita dapat memilih berbagai metadata yang sudah dikategorikan oleh user untuk menjelaskan isi dari file-file tersebut. Di bagian bawah Category tadi, kita memilih salah satu pilihan yang tampil berdasarkan kategori yang sudah dipilih sebelumnya, dimana akan muncul sejumlah kategori yang akan ditampilkan. Pada kolom kedua dan ketiga, berlaku perilaku yang sama dengan kolom sebelumnya, selanjutnya akan menyeleksi lebih lanjut metoda pencarian yang sudah ditetapkan. Menu File Type, untuk mendefinisikan jenis file yang akan dicari.

Menu Rows per Page digunakan untuk memberikan jumlah tabel yang akan dibuat sesuai dengan hasil pencarian yang akan muncul per halaman.

Pada bagian bawah dari halaman ini akan terlihat hasil pencarian tersebut pada sebuah tabel yang mirip dengan tabel ScratchPad yang memilki Title, Creator, Duration dan jenis file audio tersebut. Operasi yang sama (listen, edit, add to playlist, add to scrathpad..) berlaku juga terhadap hasil pencarian di Campcaster Web. Catatan: Kami rekomendasikan pada sesi 'Seach' dan 'Browse' music dance untuk meberikan kategori seperti bpm atau mood, sehingga hasil yang tepat dan tidak terlalu melebar bisa didapatkan, apalagi bagi komputer server Campcaster yang memiliki ribuan file di dalamnya. 'Library Search' dan ScrathPad adalah program alat bantu yang akan selalu tampil di setiap sesi Campcaster Web. Kita selalu dapat menambahkan file-file yang kita temukan (pada sesi 'Browse' dan 'Search') baik ke ScratchPad maupun langsung membuat playlist yang baru. Klik file yang bersangkutanhasil dari pencariandan pilih operasi yang ingin dilakukan:

Add to ScratchPad Listen to file New Playlist using file Edit file Delete file

4.9.3. Library Search 'Library Search' akan selalu terlihat sebagai kotak isian teks dan hanya akan menghilang ketika kita sedang mengakses Scheduler. Bagian ini memberikan fasilitas pencarian berbagai file (audio clip, playlist, webstream) yang berada di komputer server, dan dapat digunakan pada setiap sesi berlangsung. Kita dapat melakukan pencarian dengan berbagai kriteria yang ada (title, creator, album). Dengan mengklik tombol 'Go' akan dengan otomatis membuka tab 'Search' pada halaman 'Search/Browse', dan hasil pencariannya tampil pada bagian bawah halaman tersebut. Seperti halnya pada pilihan 'Search' dan 'Browse', kita dapat mengganti kriteria pencarian dan mempersempit hasil pencarian apabila diperlukan. Di sini terlihat betapa pentingnya dan menjadi hal yang krusial menciptakan informasi metadata yang benar dan tersusun rapi dari setiap file audio dan item lainnya untuk menemukan file-file di suatu sesi pencarian. Metadata yang baik akan sangat membantu kita dan teman kerja kita dalam usaha mencari suatu file dan meng-upload-nya. Dan hal ini menjadi menjadi hal yang penting dalam memasukkan informasi metadata secara menyeluruh. 'Library Search' merupakan alat bantu yang sangat bermanfaat ketika kita harus melakukan pencarian suatu file sesegera mungkin lalu menambahkannya ke ScrathPad. 4.9.4. Hub Search 'Hub Search' memungkinkan user-user untuk melakukan pencarian konten tertentu yang tersedia di 'network-hub--yang sudah dikonfigurasi sebelumnya-- yang sudah di-upload oleh stasiun lain. Untuk menggunakan hub search, pilih 'Media Library' -> 'Hub Search' dari

menu Campcaster Web. Pencarian 'Hub-Search' bekerja sebagaimana pencarian terhadap file di komputer lokal. Karena pencarian ini dihubungkan oleh media Internet, maka pencarian 'Hub-Search' ini akan memakan waktu yang cukup lama untuk memberikan hasli pencariannya, jadi bersabarlah! Ketika hasil pencarian muncul, user dapat mulai melakukan proses download file-file yang diinginkan dengan mengkliknya lalu memilih pilihan 'Download from Network Hub.' File-file tersebut segera akan berurut untuk kemudiandi-download. Untuk memeriksa status dari file-file yang di-download, klik tab 'Transfers' yang berada di bagian atas window 'Search' 4.9.5. Transfers Menu 'Transfer' menyediakan fasilitas untuk memeriksa status dari kejadian upload dan download diantara stasiun-staiun dan 'Network Hub' Item-item yang di-transfer akan ditampilkan pada bagian 'In Progress' dan 'Ready'. Ketika sebuah file ditandai dengan 'Ready', maka file tersebut akan muncul secara normal di komputer stasiun lokal. Juga akan muncul di menu 'Search' dan 'Browse' File-file dan playlist dapat ditransfer dari dan ke Network hub. Jika sebuah playlist ditransfer, maka semua komponen file-file audio di dalamnya termasuk playlist-playlistjuga akan dikirim. Komponen-komponen tersebut akan terlihat pada hasil pencarian, lengkap dengan masing-masin komponen playlist secara terpisah. Hal ini akan sangat berguna (misalnya) dalam pembuatan playlist baru dari file-file yang sudah lama tersimpan.

4.10. Playlist Editor

Gambar 11 Tampilan Playlist Editor

Playlist merupakan komponen inti dari Campcaster. Kita melakukan penambahan file-file audio ke sebuah playlist, lalu melakukan penjadwalan terhadapa plylist tersebut dengan hari dan waktu sesuai rencana program. Playlist dapat di-edit pada Playlist Editor. Fungsi ini mempunyai fasilitas-fasilitas berikut: Creating new playlist, Searching, pencarian di komputer server terhadapa playlist yang pernah dibuat sebelumnya untuk me-review atau melakukan perubahan terhadapnya. Adding (penambahan) dan penghapusan file-file audio dari ScratchPad ke playlist, Editing, pengubahan file-file yang diinginkan, transisi audio di antara file-file audio dan fitur-fitur yang lain.

Kita juga dapat memasukan suatu playlist ke dalam playlist yang baru (seperti beberapa iklan komersial, masing-masing dengan playlist-nya sendiri-sendiri, di dalam satu jam acara radio). 4.10.1. Membuat New Playlist Dengan memilih 'Playlist Editor' dari 'Navigation Menu', halaman editor yang baru akan muncul, siap digunakan apabila kita ingin segera membuat playlist yang baru dengan mengklik tombol Create new Playlist 4.10.2. Playlist Metadata Setelah meng-klik tombol 'Create New Playlist', halaman metadata plylist yang baru siap untuk diisi (diedit)berisi informasi yang ingin disertakan dalam metadata playlist tersebut--sehingga akan menciptakan playlist yang baik. Halaman metada playlist memiliki bagian-bagian:

Menu pull-down Language, bahasa yang akan dipakai di dalam informasi metadata playlist tersebut. English merupakan bahasa yang akan dipilih secara otomatis. Kolom Title, judul dari playlist yang dibuat, agar dapat dengan mudah dikenali apabila sudah berada di ScrathPad dan juga mudah dalam operabilitas playlistpplaylist yang ada. Kolom Creator, diisi dengan nama user yang punya hak akses dalam pembuatan playlist yang bersangkutan, atau dengan identifikasi dan signature, sehingga nama 'Creator' tersebut dapat dengan mudah ditemukan dan diidentifikasi di komputer tempat penyimpanan datanya. Length of Playlist, kolom ini akan diisi dengan otomatis dan tidak bisa diubah. Kolom Description, biasanya berisi keterangan singkat tentang playlist tersebut, informasi tersebut sangat berguna bagi user lain yang membutuhkan. Tombol Cancel, membatalkan semua perubahan yang sudah dilakukan dan keluar dari halaman 'Playlist Metadata' tersebut. Tombol Reset akan mengubah keterangan yang sudah diisi ke kondisi awal sebelum dilakukan perubahan informasi metadata. Tombol Submit digunakan untuk menyimpan playlist yang sudah dibuat sebelumnya. Sekarang kita dapat melihat playlist tersebut berada di ScrathPad.

Playlist yang muncul di ScratchPad terlihat berbeda dengan clip audio lainnya. Playlist yang sudah diaktifkan dan dibuka (untuk di-edit) akan terlihat bertulisan tebal (bold), dan sebuah playlist yang telah di-release dan ditutup (close) akan terlihat seperti tulisan biasa. Kita tidak akan bisa memberikan operasi apapun terhadap playlist yang aktif (sebuah window pop-up peringatan akan muncul untuk mengingatkan), sampai kita menutup playlist tersebut. 4.10.3. Playlist Editor Setelah pembuatan playlist yang baru, selesaikan dengan penekanan tombol 'Submit' dan mengirimnya ke komputer server penyimpanan data, halaman Playlist Editor akan muncul. karena tidak satupun file audio yang dimasukkan ke playlist, maka yang terlihat merupakan tabel kosong, No Entry.

Kita dapat melakukan penambahan file-file (audio maupun playlist) dari ScratchPad ke playlist yang aktif dengan: klik file yang ada di ScratchPad tersebut, lalu pilih 'Add to open playlist'.

Hal ini akan menyebabkan file tersebut ditambahkan pada bagian akhir playlist.

Pada bagian sudut kanan atas dari halaman 'Playlist Editor', kita akan melihat nama dari playlist tersebut dan durasi waktunya. Durasi waktu dari playlist tersebut akan berubah sesuai dengan durasi waktu setiap file audio yang di-upload dari Scratchpad ke playlist yang aktif Kolom pertama sebelah kiri merupakan kotak check untuk pemilihan file-file audio. Kita dapat memilih satu atau lebih file di dalam 'Playlist Editor' tersebut. Mengklik kotak check yang berada di paling atas tabel akan memilih semua file yang ada di tabel tersebut. Kolom Title, memperlihatkan nama dari setiap file, playlist atau stream. Kolom Duration, merupakan panjang waktu dari setiap file audio, playlist atau stream (jika live stream, durasi waktunya di-set 0) Kolom Artist, mendaftarkan nama-nama 'Artist' (untuk file sound) atau playlist creator. Kolom Type mengidentifikasikan jenis dari item dengan tanda icon. Jenis item tersebut bisa jadi file-file audio, playlist atau webstream. File audio berwarna hijau, playlist dengan warna merah, dan biru untuk warna icon webstream. Jika kita mengarahkan kursor di atas suatu item, kita dapat melihat informasi lebih lanjut tantang item tersebut dengan tampilan window kecil pada indikator mouse. Kolom Move memberikan pilihan untuk memindahkan urutan file audio dengan mengklik icon panah ke arah atas atau bawah.

4.10.4. Mengubah fades di antara file-file Baris 'Fade' berada di setiap baris diantara baris file-file audio di tabel 'Playlist Editor', jumlah durasi fade di bagian akhir file audio sebelumnya menjadi nilai fade di bagian awal file audio selanjutnya. Nilai durasi fade bisa diganti dengan mengklik baris fade di antara file audio tersebut, lalu memilih 'Change fade in setting'. Jika kita memilih pada bagian awal baris file audio yang bersangkutan, maka akan ditampilkan menu pengubahan fade-in. Apabila sebaliknya maka kita akan diberikan pilihan menu fade-out. Transisi fade diantara file-file adudio di-set default dengan nilai 0 ms. Setelah mengkilik baris yang dipilih, maka akan tampil window baru yang berisi komponen-komponen sebagai berikut: Nama file yang akan diubah nilai fade-nya Kotak isian durasinya, panjang durasi fade (dalam satuan ms) yang akan di-set Tombol + dan - , untuk menaikan atau menurunkan nilai durasi fade-nya. Penekanan tombol + atau tersebut meghasilkan nilai yang dapat langsung terlihat di ktak isian durasi secara otomatis.

Tombol Reset digunakan untuk mengembalikan nilai durasi fade ke nilai awal (0) Tombol Submit digunakan untuk menyimpan konfigurasi durasi fade yang sudah diberikan.

Window dalam tampilan yang sama akan didapat baik untuk mengkonfigurasi nilai fade-in ataupun fade-out yang dapat diklik pada bagian baris file audio yang bersangkutan. Catatan: Kita merekomendasikan untuk tidak menggunakan 'cross fading pada programprogram yang baru. kita seharusnya membeikan suara dan pembicaraan yang berawal dan berakhir dengan mulus (suara halus). Hal yang bisa dilakukan mengenai cross fading hanya bisa diterapkan pada musik-musik bagian dari suatu program. 4.10.4.1. Memindahkan file-file di playlist Aksi klik pada item yang berada di playlist akan memberikan pilihan: Listen, mendengarkan file audio yang dipilih untuk memeriksa apabila ada yang rusak (error) sebelum di-broadcast Remove from playlist, menghapus file tersebut dari daftar playlist (fungsi yang sama dengan aksi yang diakses lewat tombol yang ada di bagian tabel)

Pada bagian bawah tabel terdapat beberapa tombol yang digunakan untuk pengubahan playlist secara sederhana: Tombol Changes Fades, digunakan untuk mengganti nilai durasi fade-in atau fadeout. Setelah meng-kllik-nya, window baru akan muncul dan menyediakan pilihan untuk mengubah durasi fade dengan meng-klik Tombol + atau - untuk menaikan nilainya dan untuk menurunkannya. Tombol Remove Selected digunakan untuk menghapus file audio yang bersangkutan dari daftar playlist, tidak berarti menghapusnya dari data base Campcaster, dan kita dapat mencari dan mendapatkannya kembali. Clear Playlist akan memberikan aksi penghapusan semua isi playlist dengan tanpa menghapusnya dari database sistem.

Di bagian paling bawah tabel ini, kita dapat menemukan beberapa tombol untuk mengatur playlist tersebut: Tombol Save Playlist digunakan untuk menyimpan pengubahan yang telah dilakukan pada plylist tersebut. Semua aksi akan disimpan dan akan terlihat sama pada saat nanti ketika dibuka kembali. Tombol Revert to Saved memberikan kemudahan apabila pengubahan playlist ingin dikembalikan ke kondisi sebelum diubah. Tombol Delete Playlist akan mengakibatakan penghapusan terhadap playlist tersebut yang ada di komputer server tanpa menghapus file-file audio-nya. Window pop-up baru akan muncul untuk menanyakan konfirmasi dari aksi penghapusan tersebut. Tombol Close Playlist digunakan untuk menutup playlist yang bersangkutan dan keluar dari halaman 'Playlist Editor'

Apabila kita lupa untuk menyimpan playlist yang sedang terbuka, maka pada sesi login berikutnya, window tersebut akan tampil sebagai halaman pertama di 'Working Area'. Catatan: Selama kita sedang bekerja dengan playlist, maka playlist tesebut akan terlihat di ScratchPad dengan ditandai dengan tanda kunci pada kolom 'Type'. Kita tidak akan bisa menjadwalkannya (schedule) hingga playlist tersebut di-close, dan file-file audio yang terdaftar pada playlist tersebut tidak bisa dihapus hingga playlist-nya ditutup (close).

4.11. Scheduler
Menu 'Scheduler' berfungsi untuk mengatur penjadwalan playlist untuk di-broadcast pada waktu tertentu secara otomatis. Kita diberikan dua pilihan tampilan sesuai dengan kebutuhan: dengan cara membukanya langsung Scheduler tersebut, lalu memilih beberapa tab yang tersedia (dengan tampilan per hari, minggu, dan bulan) sesuai penjadwalan yang ingin dibuat. atau dengan memilih beberapa bagian Scheduler dari menu drop-down pada Navigation Menu

Halaman Scheduler mempunyai beberapa jenis tampilan sesuai dengan waktu dan hari program yang ingin dijadwalkan. 4.11.1. Daily View Tab Daily View memperlihatkan tabel tempat playlist yang sudah dijadwalkan dengan tepat (bisa sampai satuan detik): Kolom pertama memperlihatkan urutan waktu dalam satu hari dari 00:00 sampai 23:00 dan ditampilakan dalam satu baris per nilai waktu. Kolom kedua menampilkan informasi singkat tentang playlist yang sudah dijadwalkan, seperti keterangan judul, durasi waktu, dan authoe playlist.

4.11.2. Weekly View Pada tab 'Weekly View', kita dapat melihat sebuah tabel yang berisi playlist-playlist yang sudah dijadwalkan untuk dalam satu minggu, diurutkan berdasarkan hari dan waktu. Playlist-playlist yang dijadwalkan diperlihatkan dengan cara yang sama seperti pada 'Daily View', disertai dengan informasi judul, durasi waktu dan author-nya. Tab 'Weekly View' memiliki bagian-bagian berikut: Kepala (header) dari tabel yang menginformasikan tanggal (dan nama harinya) di setiap minggu, setiap nama hari berada pada satu kolom, berurut dari Senin (Monday) sampai Minggu (Sunday) Kolom pertama dari tabel tersebut memperlihatkan waktu, satu baris untuk satu nilai waktu

4.11.3. Monthly View Tab 'Monthly View' memperlihatkan tabel dengan tampilan satu bulan dari playlist yang sudah dijadwalkan, diurutkan dengan hari-hari per satu minggu dan tanggal-tanggalnya dalam satu bulan. Tab 'Monthly View' ini ditampilkan sebagai kalendar satu bulan, dimana hari ini ditandai dengan kotak warna biru. Semua kotak hari-hari yang mempunyai playlistplaylist yang dijadwalkan mempunyai bar di bagian bawah tanggal tersebut. Ukuran bar tergantung dari nilai total durasi semua playlist yang dijadwalkan tersebut pada hari itu. Hal ini menginidikasikan seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjalankan siaran yang otomatis terjadwalkan. 4.11.4. Today's View Tab 'Today's View' membawa informasi playlist-playlist yang dijadwalkan pada hari sekarang. Ketika seorang user melakukan login ke Campcaster Web, maka tab ini akan menjadi halaman pertama yang akan tampil di 'Working Area' dan memperlihatkan siaran yang dijadwalkan pada hari ini. 4.11.5. Scheduler Navigator Scheduler Navigator berada di bagian kanan halaman Scheduler, dan akan selalu terlihat apabila bekerja pada sesi Scheduler ini. Scheduler Navigator ini memiliki bentuk kalender yang sederhana dan bekerja seperti mesin pengingat (remainder). Pada bagian atasnya terdapat menu pull-down yang dapat dipilih, berupa nama-nama bulan dan tahunnya. Hasil pemilihan dari menu tersebut akan menampilkan informasi penjadwalan berdasarkan bulan dan tahun yang sudah dipilih. Hari-hari yang didalamnya terdapat playlist yang dijadwalkan akan terlihat/ditandai dengan kotak berwarna biru, sedangkan hari sekarang ditandai dengan kotak garis hitam. 4.11.6. Menambahkan playlist ke Scheduler Playlist yang berada di ScratchPad dapat ditambahkan Scheduler dengan beberapa cara: Klik playlist yang akan dijadwalkan yang berada di ScratchPad dan pilih menu Schedule Playlist , atau klik tanggal dan waktu di dalam tabel Scheduler, lalu pilih menu: Insert Playlist here.

Catatan: Hanya playlist yang tidak aktif saja yang bisa ditambahkan ke Scheduler. Jika kita sedang membuka suatu playlist di 'Playlist Editor', maka playlist tersebut harus di-close terlebih dahulu. Aksi tersebut di atas akan membuka window baru, dan Kita tinggal memilih tanggal dan waktu serta playlist yang dijadwalkan le tabel Scheduler. Konfigurasi default akan memilih tanggal dan waktu sekarang. Window pop-up ini memperlihatkan: Date, tanggal termasuk tahun, bulan, dan hari. Kita harus memilihnya dari menu drop-down untuk menentukan waktu penjadwalan siaran yang akurat. Time, waktu termasuk jam, menit, dan detiknya. Kita harus memilih waktu yang tepat

dari menu drop-down. Dengan cara ini kita sudah siap menjadwalkan playlist tersebut dengan waktu yang tepat di dalam Scheduler. Menu pilihan Playlist, tempat untuk memilih playlist yang akan di Schedule. Pada menu drop-down kita akan menemukan playlist-playlist yang sudah tersedia di ScratchPad. Tombol Snap to previous, menjadwalkan playlist secara langsung tepat berada setelah playlist yang sebelumnya pernah di schedule. Ini berarti playlist yang baru di schedule akan berjalan tepat setelah playlist yang sebelumnya diprogram/di-schedule berhenti. Perangkat lunak yang melakukan hal ini, men-set waktu delay di antara kedua playlist tersebut sebesar 5 detik (nilai ini bisa dirubah melalu menu pull-down 'Time'. Tombol Snap to hour, memberikan aksi ke playlist yang akan di-schedule berada tepat di awal waktu yang sudah dipilih. Tombol Snap to next, memberikan pilihan untuk menjadwalkan playlist sehingga akan berhenti/berakhir tepat sebelum playlist yang sebelumnya telah diprogram berjalan. Perangkat lunak yang memungkinkan hal ini men-set waktu delay diantara kedua playlist tersebut sebesar 5 detik. Tombol Cancel, tombol yang digunakan untuk menutup window dan membatalkan semua operasi penjadwalan playlist. Tombol Reset, tombol yang dapat dipakai untuk menghapus semua perubahan yang telah dibuat ke konfigurasi awal. Tombol Submit, akan menyimpan semua konfigurasi yang telah dibuat dan menutup secara otomatis window dan memasukan playlist kedalam scheduler pada tanggal dan waktu yang sudah dikonfigurasi. Sebelum kita dapat melihat playlist tersebut di dalam scheduler, sebuah pop-up window akan tampil memberikan keterangan bahwa informasi yang sudah dikonfigurasi telah berhasil dimasukan ke tanggal dan waktu yang sudah dipilih, dan memberikan ID penjadwalan (schedule ID).

4.11.7. Remove Playlist from Scheduler Kita dapat menghapus sebuah playlist dari Scheduler dengan mengklik judul playlist tersebut, lalu memilih menu Remove Playlist. Aksi ini akan menghapus playlist tersebut dari Scheduler tetapi tidak akan menghapus file-file audio dan/atau playlist di dalamnya.

4.12. Station Setting (Preperences)

Gambar 12 Tampilan Stasion Setting

4.12.1. Pembuatan Konfigurasi Station 'Station Setting' memberikan informasi umum tentang suatu stasiun radio. Beberapa informasi akan terlihat di 'Master Panel' dan dapat diisi atau diubah sesuai kebutuhan. Beberapa bagian informasi tersebut adalah:

Frequency, Station Name, Station URL, dan Station Logo gambar khusus identitas stasiun radio yang hanya bisa diubah oleh Administrator Maximum length of ScratchPad, nilai maksimum panjang menu drop-down tempat file-file audio di-upload.

4.12.2. Users/Groups

Gambar 13 Tampilan User Manajemen

Seorang administrator dan program manajer juga melakukan pengaturan (mengkonfigurasi hak akses) user-user dan group sistem. Seorang administrator mempunyai otoritas yang paling tinggi dan bisa membuat nama login da password-nya bagi semua user dan dapat membuat group. 4.12.3. File List File Management - seorang administrator dan para moderator program radio mempunyai hak akses untuk mengatur file-file audio, memeriksa jenis-jenis file-nya, judul (title), dan aksi-aksi lainnya yang diperlukan. Mereka dapat memindahkan dan meng-copy file-file dan memberikan hak akses ke setiap file yang bisa diakses oleh user-user atau group. 4.12.4. Special Tab 'Special Tab' pada menu 'Preperences' adalah 'Start Scheduler'. Fungsi ini memberikan informasi status keberhasilan menjalankan scheduler melalui window pop-up

4.13. Troubleshooting Pada bagian ini akan membahas isu-isu tentang laporan masalah-umum tentang Campcaster dan saran solusi terhadap masalah-masalah tersebut. Kita dapat menambahkan solusi yang kita punya di kolom komentar tulisan ini. 4.13.1. File Upload Apabila kita mendapatkan pesan berikut: Uploaded file is bigger than system setting, berarti ukuran file yang dibolehkan untuk di-upload melebihi dari sistem konfigurasi PHP pada komputer Campcaster yang bersangkutan. Installer Campcaster akan mencoba membuat konfigurasi batas ukuran yang bisa di-upload sebesar 100MByte pada file .httaccess, tapi ada beberapa konfigurasi Apache/PHP yang tidak men-support-nya. Kita harus mengubahnya secara manual pada file php.ini di bagian upload_max_filesize dan post_max_size yang berlokasi (biasanya) di bawah folder /etc/php/apache/ . Jangan lupa untuk me-restart service Apache-nya. Pada sebagian besar distro Linux, caranya dapat dilakukan denga mengeksekusi perintah berikut (di terminal): /etc/init.d/apache restart Catatan: pada konteks kalimat di atas, apache bisa berarti apache2, php bisa berarti php4 atau php5. Kita membutuhkan akses superuser/root untuk melakukan hal tersebut.

5. Campcaster Studio: A live radio show asssistant


Camcaster Studio merupakan bagian dari Campcaster yang tidak hanya mempunyai fungsionalitas lengkap dalam hal penyiaran yang dikontrol dari dalam studio stasiun radio juga disertai dengan fasilitas otomatisasi sistem. Campcaser Studio bisa di-install di komputer yang berada di dalam studio siaran dan terhubung dengan audio mixing board yang mengirimkan sinyal-sinyal audio ke transmitter atau melalui sistem live stream. Dari stufio tersebut, user bisa mengatur isi siaran yang akan di-broadcast ke udara (live on-air). User juga dapat mencari dan menelusuri kumpulan filefile audio stasiun radio atau sistem penyimpanan data dengan memakai kriteria pencarian yang umum hingga kriteria yang lebih khusus dengan lebih detil. Catatan: Campcaster Studio tidak menyertakan fungsionalitas seperti dynamic reduction equalization atau audio signal post processing karena hal tersebut tidak meningkatkan kualitas dynamic signal secara signifikan.

Jika kita ingin mengubah dan melakukan penambahan konfigurasi sinyal audio lebih lanjut kami menganjurkan (sebelum sinyal audio menyebar terkirim melalui transmitter) untuk menggunakan alat dynamic reduction equalization secara terpisah (dynamic compression, DeEsser, level maximizing) untuk peningkatan pseudoacoustic spektrum suara dan kesan pendengaran yang baik.
Campcaster Studio dibangun untuk digunakan pada mesin (komputer) playback terpisah yang memiliki dua jenis fungsi kerja: Live Automatic Mode menjalankan siaran radio tanpa kehadiran kru stasiun radio dengan sistem otomatisasi yang permanen dan program yang sudah dirancang sebelumnya. Live Assist Mode Siran radio langsung, dan bekerja sebagai mesin (komputer) pembantu proses siaran. User dapat mengatur isi siaran yang akan di-broadcast secara langsung ke udara. Ditambah dengan fasilitas pencarian dan penelusuran ke arsip audio dan komponen Campcaster Storage, user dapat menyusun dan mengatur file-file audio apa saja yang siap untuk di-broadcast.

Campcaster Studio, memiliki tampilan yang sama di kedua mode fungsi kerja di atas.

5.1. Getting started with Campcaster Studio


Ketika menjalankan komputer yang sudah di-install Campcaster, kita dapat mengakses Campcaster Studio di menu Applications -> Sound and Video -> Campcaster Studio. Setelah memulai menjalankan Campcaster Studio di komputer, Master Panel akan terlihat, menyediakan antar muka untuk login ke sistem dan memberikan informasi tentang waktu yang berjalan di stasiun radio dan logonya.

5.2. Log In

Gambar 14 Tampilan Window Login

Dengan mengklik tombol Log in yang ada pada Master Panel, akan membawa kita ke window 'Log in', yang isinya sebagai berikut: Isian Username, di sini kita akan menuliskan nama user yang diperoleh dari Administator (nama user default adalah root). Isian Password, dimana password yang didapatkan dari Administrator (password default adalah q).

PENTING: Apabila kita menggunakan Campaster untuk pertama kali, nama user bawaannya adalah 'root', dan password-nya 'q' kecuali System Administrator kita telah menggantinya untuk alasan keamanan. Menu Language, dimana terdapat pilihan bahasa yang bisa dipilih dari hasil lokalisasi (ubahan interface bahasanya ke bahasa lokal) Campcaster Station. Kita dapat memilih bahasa yang akan dipakai di semua sesi penggunaan aplikasi ini dari menu ini,

apabila tidak maka bahasa Inggris (English) akan terpilih dengan otomatis. Bahasa yang dipilih akan terus dipakai di semua aktivitas penggunaan Campcaster Web ini. Apabila kita melakukan logout, maka kita akan dihadapkan dengan antar muka pemilihan bahasa kembali. Tombol Cancel dan Submit, digunakan untuk melanjutkan masuk ke sistem atau tidak. Setelah sukses melakukan login, kita akan memasuki halaman utama Campcaster Web, dan akan mendapatkan hal-hal berikut: Master Panel, dengan informasi dasar dari stasiun radio dan track yang sedang diputar oleh scheduler, dan tombol play/stop untuk menjalankan atau menghentikan audio/musik yang sedang dijalankan. Menu Navigasi (Navigation Menu), dengan semua fungsi-fungsi yang dibutuhkan untuk mengoperasikan Campcaster Studio, tergantung dari hak akses yang ditetapkan oleh system administrator sebelumnya.

Rekomendasi:

Kami merekomendasikan user melakukan logout setelah selesai menggunakan Campaster Studio ini. Alasannya adalah setiap user memiliki konfigurasi khusus dan hak aksesnya masing-masing. Jika kita mendapatkan 'Live Mode' yang telah digunakan oleh user sebelumnya, kita dapat dengan mudah untuk melakukan logout user tersebut, lalu login kembali dengan user dan password kita masing-masing dan akan memulai sesi baru dengan konfigurasi dan hak aksesnya masing-masing, serta file-file audio dan playlist yang sebelumnya ada di Scratchpad akan muncuk kembali.

5.3. Master Panel

Gambar 15 Master Panel

Ketika memulai menjalankan Campcaster Studio, Master Panel akan tampil di bagian paling atas layar monitor/lcd komputer kita, akan tetap berada di lokasi tersebut sebagai alat bantu utama kegiatan siaran di komputer tersebut. Di bagian manapun pada Campcaster Studio kita sedang bekerja, Master Panel akan tampak dengan bagian-bagiannya sebagai berikut: Time waktu yang edang berjalan pada komputer radio stasiun. Tombol play/pause dengan fungsi memutar atau memberhentikan sementara (pause) file audio yang sedang diputar. Tombol Stop Menghentikan file audio yang sedang diputar secara langsung.

Now Playing memperlihatkan nama file audio yang sedang di-broadcast, lengkap dengan informasi tambahan lainnya seperti 'elapsed time', creator dari file sudio tersebut, dan nama albumnya. Tombol Log in digunakan untuk memasuki lingkungan kerja Campcaster Studio. Ketika sudah melakukan log in, maka tombol tersebut berubah tulisannya menjadi 'log out' Tombol Exit, tombol yang digunakan untuk keluar dari aplikasi Campcaster Studio ini, dan apabila diklik akan keluar window konfirmasi menanyakan kebenaran aksi 'exit' tersebut.

5.4. Navigation Menu

Gambar 16 Navigasi Menu

'Navigasi Menu' menyediakan semua fungsi utam yang diperlukan untuk mengoperasikan Campcaster Studio, berada di bagian bawah Master Panel, dan akan selalu terlihat di keseluruhan sesi user yang menggunakannya. 'Navigation Menu' memiliki bagian-bagian berikut: Tombol Live Mode untuk melakukan perubahan cepat pada sesi berlangsungnya siaran Tombol Upload file untuk melakukan upload file-file sound ke playlist atau ScratchPad Tombol ScratchPad window yang berisi semua file-file audio dan playlist yang diupload dan dibuat oleh user yang sedang aktif/login Tombol Playlist untuk pembuatan dan pengubahan playlist Tombol Scheduler untuk melakukan penjadwalan dan memeriksa jadwal program yang sudah dibuat sebelumnya Tombol Search digunakan untuk melakukan pencarian dan penelusuran clip-clip audio yang berada di komputer Campcaster Storage Server dengan menggunakan kriteria pencarian tertentu Tombol Option untuk mengkonfigurasi beberapa kondisi sistem, seperti sound card, RDS, dan backup. Tombol-tombol pada 'Navigation Menu' tersebut bekerja seperti toggles, artinya ketika tombol tersebut ditekan/diklik akan menyebabkan window yang bersangkutan akan muncul, dan apabila ditekan lagi akan menutup window tersebut.

5.5. Live Mode

Gambar 17 Live Mode

Dengan mengklik tombol 'Live Mode' pada 'Navogation Menu', akan muncul window baru di layar komputer berada tepat di bawah Master Panel. Window 'Live Mode' memiliki bagian-bagian berikut: Tombol Play (dengan ukuran icon yang besar) digunakan untuk memutar file audio dengan segera. Tombol Preview (cue) dengan tombol play/pause dan stop - digunakan untuk mendengarkan audio sebelum mem-broadcast-nya. Daerah di tombol Play dan Preview merupakan daftar slot-slot file audio yang sudah dibuat oleh user.

Terdapat ruangan kosong yang berada di bawah tombol 'Play' dan 'Preview'. User dapat membuat daftar file-file audio (jika sedang bekerja dalam 'Live Mode'), yang akan dibroadcast dengan urutan yang sudah dipilih. Playlist tidak bisa dibuat dari window 'Live Mode' ini, tapi bisa diambil dari window lain yang user akses dengan cara berbeda.

Catatan: 'Live mode' bekerja secara otomatis berurutan (file-file diputar otomatis satu setelahnya). Pada versi Campaster berikutnya akan ditambah pilihan bekerja sebagai 'live assistant (user sendiri yang memutar sebuah lagu setelah lagu lainnya). Kumpulan file audio yang berada di 'Live Mode' memperlihatkan sebuah playlist sementara yang terurut dan mengantri untuk di-broadcast, lagu per lagu secara otomatis, tergantung urutan lagu yang disusun. File-file audio yang dimasukkan ke 'Live Mode' ditampilkan perbaris, berurut. Setiap baris mengandung informasi berikut:

No urut (sebuah file yang berada di Master Panel akan selalu no. 1) Judul lagu (title) dari file audio tersebut, creator-nya, durasi waktu yang dipakai.

Pilihan Klik Kanan Klik kanan pada file audio yang berada di 'Live Mode' akan terlihat beberapa menunya sebagai berikut: Play, file audio yang sedang berjalan akan segera digantikan oleh file audio yang dikenai operasi ini. Preview, memberikan fasilitas memutar file audio tersebut dengan output ke sound card yang lain. Add to Playlist, menyeleksi file audio tersebut untuk dijadikan anggota item dari playlist yang baru. Remove, menghapus file audio tersebut dari daftar 'Live Mode'. Upload to Network Hub mengirim file audio tersebut ke 'Network Hub' yang terlah dikonfigurasi sebelumnya. Catatan: Playlist adalah suatu bentuk dari kumpulan file-file audio yang akan di-broadcast sesuai urutannya yang telah ditentukan. Playlist yang telah dibuat dan disimpan di dalam sistem, akan tampil dalam bentuk satu file, bukan keseluruhan file-file audio-nya. Ketika playlist tersebut diputar, akan nampak sebagai satu file audio dengan total durasi waktu dari keseluruhan file-file audio di dalamnya. 5.5.1. Live Assist Mode Mode 'Live Assist' bisa diartikan sebagai satu mesin siaran dengan fungsi penambahan fulefile audio-nya dilakukan oleh setiap user, walaupun sudah ada para moderator program, teknisi audio, penyiar, DJ, atau MC (tergantung dari orientasi stasiun radio kita) Sebagai satu mesian siar, Mode 'Live Assist' mem-broadcast file-file audio satu per satu, tergantung dari penjadwalan dan playlist-playlist yang sudah dibuat sebelumnya. Setelah suatu file audio diputar, daftar antiran lagunya berhenti, dan menunggu acara dari user selanjutnya. Jadi proses siarannya seperti: lagu stop memutar lagu secara manual lagu berikutnya. Catatan: Mode 'Live Assist' tidak dimasukkan dalam versi 1.2, tapi direncanakan ada di versi 1.3

5.5.2. Live Automatic Mode

Gambar 18 Live Automatic Mode

Pada mode 'Live Automatic', program radio di-broadcast tanpa kru studio. File-file audiodan playlist pada mode ini dihubungkan dan diatur secara otomatis satu setelah yang lainnya (clean snap), semuanya disatukan dengan fungsi-fungsi dan konfigurasi yang sudah dibuat di playlist editor. Pada dasarnya, proses broadcast yang terjadi seperti ini: lagu mix -next song. Catatan: Mode 'Live Automatic' merupakan satu-satunya mode yang dimiliki Campcaster Studio saat ini. Perubahan akan terus berlangsung, jadi cek untuk melihat perubahan yang terjadi ke situs Campcaster di http://livesupport.campware.org.

5.5.3. Using mini-playlist in Live Mode

Gambar 19 Mini-playlist in Live Mode

Satu kebiasaan yang dapat dilakukan oleh bagian bagian pemasaran (keuangan) suatu stasiun radio adalah dengan membuat playlist yang bersisi iklan komersial yang berdurasi sekitar 2-4 menit. mini-playlist ini bisa disimpan dan dijadwalkan pada mode Schedule atau Live Mode. Di dalam studio, seorang pembuat program dapat dengan mudah menyimpan playlist iklan komersial lengkap tersebut dari departemen pemasaran (keuangan), daripada melakukannya satu per satu.

5.6. Upload File

Gambar 20 Upload File

Pilihan 'Upload File' akan melakukan upload file dari komputer lokal, Campcaster Server atau sumber penyimpanan data lainnya di sistem. Lalu file yang di-upload tersebut akan tampil di ScratchPad. 5.6.1. Upload file palette elements

Gambar 21 Bagian dari Upload File

Beberapa bagian dari window 'Upload File':

Tombol Browse, digunakan untuk memilih file audio mana saja di hard disk komputer lokal atau di jaringan komputer (LAN) yang tersedia untuk di-upload ke komputer server Campcaster. Tab File Name, lokasi file audio yang akan di-upload Tab Main, music, dan Voice tempat di mana informasi metadata dapat diperoleh dan diubah. Tab Main merupakan tab yang aktif di tampilan awal yang mempunyai informasi dasar file audio tersebut. Memiliki: Title, nama judul dari file audio-nya. Creator memberikan informasi individu/kelompok yang mengarang/mengubah clip audio tersebut.

Genre mengindikasikan jenis musik dari clip audio tersebut. Description (dideteksi secara otomatis dan tidak dapat diubah). Duration, durasi clip audio tersebut (dideteksi secara otomatis dan tidak dapat diubah).

Catatan: Ketika file mp3 di-upload, Campcaster akan otomatis mengambil informasi metadata yang sudah ada di dalam tag-tag ID3 file tersebut, apabila memang sudah ada.

Gambar 22 Upload , tab musik

Tab Music memperlihatkan isian penambahan informasi metadata yang berhubungan dengan file musiknya. (Administrator Campcaster dapat mengkonfigurasi bagian mana saja informasi dari metadata yang ditampilakan).

Upload , tab voice Tab Voice memberikan fasilitas isian metadata yang spesifik untuk hasli rekaman audio (misalnya: liputan berita, wawancara, soundbites, dsb.) Tab ini menyediakan informasi yang bisa diisi tentang waktu perekaman sound yang didapat, nama organisasi, dan lokasi tempat pengambilan rekaman tersebut, sedikit info tambahan mengenai isi dari rekaman tersebut beserta dan topik pembicaraannya. Tombol Cancel dipakai apabila kita ingin membatalkan proses upload dan akan menutup halaman 'Add Audioclip'. Tombol 'Submit', klik tombol ini apabila file yang akan di-upload sudah siap dikirim ke komputer server Campcaster. Sesaat setelah file upload selesai di-upload dan diberi informasi metadata-nya, file tersebut akan dikirim ke ScratchPad. Kita dapat melihatnya di bagian paling atas di daftar yang sudah ada.

Gambar 23

5.7. ScratchPad

Gambar 24 Upload , tab musik

ScratchPad memberikan fasilitas ruang kerja selama penggunaan Campcaster berlangsung. Scratchpad bisa digunakan untuk mengambil semua materi (file-file audio, playlist, dsb.) yang dibutuhkan untuk membuat program radio. Scratchpad juga memperlihatkan daftar semua file-file audio yang telah/sedang dipakai. Dengan mengklik tombol Scratchpad di Navigation Menu akan membuka window Scratchpad. Scratchpad memiliki beberapa elemen berikut: Tombol Preview tombol play/pause dan stop memberikan fungsi sebagai pemeriksaan file audio yang bersangkutan sebelum menggunakannya di Live Mode atau playlist. Kolom Type berisi icon-icon yang menandakan jenis file audio. Jenis-jenis icon dan arti dari icon tersebut sama dengan Scratchpad yang ada di Campcaster Studio. Kolom Title memberikan informasi judul/nama dari setiap daftar file audio yang berada Scratchpad tersebut. Tombol Add to playlist memberikan aksi terhadap file-file audio yang dipilih untuk

dijadikan playlist, dengan terbukanya window playlist dan menempatkannya pada playlist tersebut. Tombol Clear list menghapus semua file-file audio yang terdapat di Scratchpad. Tombol Remove item(s) - menghapus satu atau lebih file-file audio yang terdapat di Scratchpad. Untuk memberikan operasi tertentu pada beberapa file secara individu, kita dapat mengklikkanan file tersebut, lalu menu pop-up akan tampil, memberikan beberapa pilihan berikut (untuk file-file audio clip dan playlist): Preview tombol play/pause dan stop memberikan fungsi sebagai pemeriksaan file audio yang bersangkutan sebelum menggunakannya di Live Mode atau playlist. Add to playlist memberikan aksi terhadap file-file audio yang dipilih untuk dijadikan playlist, dengan terbukanya window playlist dan menempatkannya pada playlist tersebut. Add to Live Mode, untuk menambahkan file yang dipilih ke daftar Live Mode, akan menunggu aksi dari user untuk memutarnya baik tidak ataupun secara otomatis. Tombol Remove item(s) - menghapus satu atau lebih file-file audio yang terdapat di Scratchpad. Upload to the Network Hub, akan mengirim file tersebut ke Network Hub, dimana akan juga dapat diakses/digunakan oleh stasiun lain di jaringan (network) tersebut.

Scratchpad mempunyai pilihan tambahan lain hanya untuk kategori playlist yang dipilih, yaitu: Edit playlist - akan menampilkan window playlist editor yang bisa digunakan untuk menambahkan file-file audio clip baru atau menghapus yang sudah ada, mengganti trnasisi (fade in/out), dsb. Schedule, akan menampilkan window Schedule, untuk melakukan penjadwalan dan pembuatan program radio terhadap playlist tersebut dengan menetapkan tanggal dan waktu penjadwalannya.

5.8. Playlist/simple playlist editor

Gambar 25 Upload , tab musik

Playlist bisa di-edit dan dibuat pada window plylist, dimana, pada saat yang sama, bisa digunakan sebagai playlist editor yang sederhana. Fungsi-fungsi yang terdapat pada playlist editor: Pembuatan playlist baru. Penambahan dan penghapusan file-file audio dari ScratchPad ke playlist, dimana bisa juga menambahkan sejumlah playlist ke menjadi playlist yang baru (seperti iklan komersial atau mini playlist yang berada di acara program yang lebi besar). Editing fungsi-fungsi editing yang sederhana, meliputi pengubahan urutan file-file audio yang akan diputar, transisi antar file, dsb.

Kita dapat menambahakan file (file audio atau playlist) dari ScratchPad ke playlist kosong yang aktif atau baru dengan:

Klik-kanan pada file (audio ataupun playlist) yang dipilih di ScratchPad

Pilih menu Add to playlist

Kita juga dapat melakukan pengubahan terhadap playlist yang aktif di window playlist dengan:

Klik-kanan playlist yang akan diubah di ScratchPad, lalu Pilih Edit.

Window playlist akan tampil, dengan beberapa elemen sebagai berikut:


kolom Name di bagian paling atas window ini, dimana kita harus mengisi kolom tersebut sebagai identitas playlisy yang akan dibuat. Kolom tabel bagian paling kiri terdapat kolom Start, yang memberikan informasi tentang urutan waktu pemutaran seluruh file audio di playlist tersebut. Dimulai dari detik ke-0. Waktu dimulainya file audio tersebut dikalkulasikan secara otomatis, tergantung dari durasi file tersebut. Kolom Title memberikan informasi nama dari file audio-nya. Kolom length berisi durasi dari setiap file audio. Kolom Fade in dan Fade out memberikan informasi tentang besar waktu yang dipakai selama transasisi file-file audio yang berada di playlist tersebut, dengan tinggi suara yang dapat diturunkan dari file audio sebelumnya dan dinaikkan ke file selanjutnya, dan nilainya dimasukkan dengan satuan ms (mili detik) dan nilai awalnya (apabila tidak diubah) sebesar 0 ms. Di bagian bawah tabel ada kotak cek (checkbox), untuk memberikan pilihan agar fade in-nya akan dikunci untuk mengikuti fade out, sehingga terlihat penyatuan musik diantara file-file audio-nyaseperti crossfade. Tombol Save digunakan untuk menyimpan konfigurasi playlist yang sudah dibuat.

Playlist yang baru saja dibuat akan tampil di bagian awal daftar file-file audio ScratchPad, dan pada bagian bawah playlist editor akan ada tulisan bahwa playlist tersebut telah disimpan di sistem.

Tombol Close, digunakan untuk menutup window playlist yang sedang aktif, dan akan membatalkan seluruh perubahan konfigurasi yang telah dibuat. Sebelum window tersebut tertutup, akan ada window pop-up yang menawarkan apakah playlist tersebut ingin disimpan atau tidak.

Klik-kanan pada file audio yang ada di daftar playlist editor akan memberikan beberapa pilihan berikut: Move Up digunakan untuk menempatkan file audio yang dipilih untuk berpindah ke sebelah atasnya, dan mengubah urutan file di playlist tersebut. Move Down digunakan untuk menempatkan file audio yang dipilih untuk berpindah ke sebelah bawahnya. Remove digunakan untuk menghapus suatu file dari playlist tersebut, tanpa menghapusnya dari sistem.

5.8.1 Removing playlist from the scheduler Kita dapat menghapus sebuah playlist dari Scheduler dengan mengklik-kanan playlist tersebut yang berada di kolom schedule playlist, lalu memilih Delete. Hal ini akan

menghapus playlist tersebut dari Scheduler, tanpa menghapusnya dari sistem. Playlist dan file-file audio di dalamnya akan tetap berada di ScratchPad untuk digunakan di lain waktu.

5.9. Scheduler

Gambar 26 Scheduler memberikan fungsionalitas mem-broadcast secara otomastis (schedule) pada waktu yang telah ditentukan.

Dengan mengklik tombol Scheduler pada Navigation Menu, maka window Scheduler Navigator Campcaster Station akan terbuka. Tampilan Scheduler berupa kalendar pada bulan pemakaian Campaster ini berlangsung terbuka dan akan terlihat beberapa elemen sebagai berikut: Kalender perbulan, dengan keterangan tanggal yang dijadikan waktu penjadwalan ditandai dengan warna biru. Pada bagian atasnya terdapat satu baris pilihan menu yang dapat memilih bulan dan tahun yang ingin dilihat, dan akan mengubah tampilan keterangan bulan di bawahnya secara otomatis. Sebuah tabel, memperlihatkan playlist-playlist yang dijadwalkan berdasarkan tanggal yang ditentukan dan terlihat di kalendernya.

Kolom pertama memberikan informasi tanggal dan waktu playlist yang dijadwalkan tersebut tepat mulai diputar/dijalankan. Kolom kedua memperlihatkan nama/judul (title) dari playlist tersebut. Kolom ketiga memberikan informasi tanggal dan waktu tepat berakhirnya playlist yang dijadwalkan tersebut.

5.9.1. Adding playlist to the Scheduler Setelah kita selesai membuat dan melakukan perubahan playlist di window playlist editor, maka playlist tersebut akan berada di ScratchPad dan bisa ditambahkan ke daftar Scheduler dengan:

Mengklik-kanan playlist tersebut di ScratchPad, lalu Memilih menu Schedule.

Aksi di atas akan membuka window Schedule baru, memiliki pilihan menu untuk menentukan tanggal dan waktu penjadwalan terhadap playlist yang dipilih dengan tepat untuk memulai waktu penjadwalan tersebut dan memasukannya dalam tabel scheduler. Tanggal penjadwalan default berada pada tanggal pembuatan/peng-edit-an penjadwalan playlist tersebut. Disamping terdapat kalender perbulan, window Scheduler ini memiliki elemen-elemen berikut: Menu pilihan hour, minute, dan second untuk menentukan waktu secara tepat dijadwalkannya playlist yang bersangkutan. Tombol Schedule menyimpan semua informasi penjadwalan playlist yang sudah diberikan, dan akan menutup window tersebut, serta menambahkan penjadwalan playlist-nya ke window Scheduler pada tanggal dan waktu yang telah ditentukan. Kita dapat melihat judul, mulai dan akhir dari durasi playlist tersebut pada tabel di bawah kalender bersamaan/berurut dengan playlist yang sudah dijadwalkan ada sebelumnya. Tombol Close, akan menutup dan membatakan pengubahan informasi yang telah dimasukkan.

5.10. Search
Window Search digunakan untuk melakukan pencarian (pada mode sederhana/simple atau lanjut/advance) dan penelusuran arsip file yang ada server Campcaster Storage, yang nantinya akan menggunakan file-file hasil pencarian tersebut untuk pembuatan playlistplaylist, penjadwalan atau ditempatkan di daftar Live Mode. Kita dapat melakukan pencarian tersebut tidak hanya berdasarkan judul (title) dari file yang dicari, melainkan juga dengan kriteria informasi metadata lainnya dengan lebih rinci. Bagian utama dari window Search ini adalah tab-tab yang akan memberikan pilihan jenis dari pencarian dan penelusuran yang akan digunakan: Tab Search melakukan pencarian seperti halnya mesin-pencari (search engine) yang sederhana. Tab Advance Search digunakan untuk melakukan pencarian file-file audio dengan sejumlah kriteria yang tersedia. Tab Browse digunakan untuk melihat beberapa file-file audio dengan kriteria tertentu.

Semua fungsi-fungsi tersebut digunakan untuk mencari file-file audio ataupun playlist. Dengan menggunakan tab Search (simple), Advance Search, ataupun Browse, hasil pencarian akan sama-sama ditampilkan pada bagian bawah tabel tab tersebut. Dapat dilihat beberapa bagian dari tabelnya berupa; Type (jenis) Title (judul/nama), Creator, dan Length (durasi waktu) dari file-file audio hasil pencarian tersebut. Dengan mengklik-kanan file audio di tabel hasil pencarian, sebuah menu akan tampil dengan pilihan sebagai berikut:

Add to ScratchPad Add to Live Mode Upload to Network Hub

Tab keempat dari window Search, Transfer, digunakan untuk memeriksa status hasil transfer dari dan ke Network Hub.

5.10.1. Browse

Gambar 27 Browse pada Campcaster Studio

Fungsi Browse dalam Campcaster Studio digunakan untuk menelusuri semua file-file audio yang berada di server dengan menggunakan kriteria-kriteria umum. Berguna untuk mempersempit hasil pencarian yang didapat, fungsionalitas Browse memberikan kelebihan untuk memilih diantara file-file yang serupa (similar) dalam sub kategori yang sama. Proses penelusuran dibagi menjadi tiga kolom di dalam baris yang sama terhadap kriteria yang diberikan. Pada kolom pertama kita dapat memilih category (metadata) untuk menelusurinya. Kita dapat memilih berbagai metadata yang sudah dikategorikan oleh user untuk menjelaskan isi dari file-file tersebut. Di bagian bawah Category tadi, kita memilih salah satu pilihan yang tampil berdasarkan kategori yang sudah dipilih sebelumnya, dimana akan muncul sejumlah kategori yang akan ditampilkan.

Pada kolom ketiga, berlaku perilaku yang sama dengan kolom sebelumnya, selanjutnya akan menyeleksi lebih lanjut metoda pencarian yang sudah ditetapkan.

Catatan: Pilihlah kategori-kategori yang diperlukan untuk lebih mempersempit/menajamkan hasil pencarian. 5.10.2. Simple Search

Gambar 28 Search yang sederhana pada Campcaster Studio

Tab Search (simple search) bekerja/berjalan seperti mesin pencari (search engine) sedrhana yang biasa kita temui. Seorang user akan memberikan kata kunci ke kolom search dan menekan tombol search. Pada tab ini proses pencarian didasarkan dari kata kunci yang dimasukan, bisa campuran dari kata-kata yang lengkap, prase-prase atau sebagian dari kata tersebut. Kata kunci harus berhubungan dengan informasi yang disimpan di database sistem, seperti title atau creator; hanya kedua kriteria metadata tersebut yang bisa dimasukan ke jenis model pencarian di tab search ini.

5.10.3 Advanced Search

Gambar 29 Advance Search pada Campcaster Studio

Program 'Search' bekerja seperti halnya program pencarian lainnya. Kita bisa memberikan kata kunci di isian 'Search'-nya, pilih kriteria yang ingin dicari (disajikan pada menu dropdown) lalu tekan tombol 'Submit'. Perbedaaan utama dengan pencarian konvensioanal yang ada adalah ketika kita melakukan pencarian file, mesin melakukan pencarian semua file audio yang sudah kita upload dan file-file audio yang pernah/sedang di-upload oleh user Campcaster Web lain. Hasil pencarian akan tampil di bawah bagian tabel 'Search'. Tab Search memilki beberapa bagian:

Daerah Search dengan tiga jenis (menu) kriteria pada 1 baris. Menu (pull-down) paling kiri adalah jenis metada yang dapat dipilih sebagai jenis kriteria untuk file yang dicari. Kita dapat memilih berbagai jenis metadata yang sudah dimasukan oleh user Campcaster untuk menjelaskan isi (keterngan) dari file audio tersebut (judul, jenis musik, durasi, mood, dan bitrate-nya). Menu pull-down bagian tengah memberikan keterangan pelengkap dari menu

sebelumnya, apakah kata kunci yang diberikan harus full, bisa hanya bagian dari kalimatnya saja, atau prefix dari kalimat tersebut. Isian kosong bagian ke-tiga, kita dapat mengisinya dengan kata yang akan dicari. Penambahan bagian kriteria klik pada tanda + yang berada di paling kanan pada bagian pencarian. Kita dapat menambah sampai 8 kriteria apabila diperlukan. Untuk mengurangi kriteria, kita bisa menekan tanda - . Dengan memasukkan lebih banyak kategori yang berhubungan dengan file audio yang dicari pada menu pull-down tersebut, dan menambah baris pencarian, kita bisa mendapatkan hasil pencarian yang lebih tepat dan sempit.

Klik tombol Search untuk memulai proses pencarian.

5.11. Optionss palette Berdasarkan masukan dari kelompok-kelompok radio komunitas di Afrika Selatan, window option dirancang untuk memudahkan konfigurasi tugas-tugas administrasi Campcaster Studio bagi user-user yang belum terbiasa dengan perintah-perintah di terminal (commandline interface/CLI). Options ini dibagi menjadi beberapa tab.

5.11.1 Sound tab

Gambar 30 Tab Sound pada Options-Campcaster Studio

Tab Sound digunakan untuk mengganti output soundcard Campcaster Studio. Karena Campcaster menggunakan tiga sound card didalam konfigurasi tambahannya, tab ini memiliki tampilan yang mudah dimengerti. Sebelum kita mengkonfigurasi sound card di tab sound, ada beberapa pengetahuan yang harus dimiliki bagaimana Campcaster menangani output suara di Linux. Bagi mereka yang sudah berpengalaman dalam mengkonfigurasi output suara di Linux bisa melewati langkah ini dan melanjutkan ke bagian selanjutnya. 5.11.1.1. ALSA sound card notation Campcaster menggunakan ALSA sound subsystem untuk output suaranya. Ini artinya kolom yang ada di tab sound harus diisi mengikuti aturan notasi ALSA, seperti :

default hw:x,0 plughw:x,0

Dengan x adalah nomor kartu sound card yang akan digunakan output suara. Secara umum kita harus menggunakan bentuk notasi hw:x,0. Catatan: Untuk melihat nomor sound card di komputer kita yang ditandai oleh ALSA, kita memerlukan sebuah window terminal dan memberikan perintah berikut: andi@idiotologia:~> cat /proc/asound/card Kita akan mendapatkan output-nya (kurang lebih) seperti: 0[ICH5]:ICH4IntelICH5 IntelICH5withALC655at0xfebffa00,irq201 1[CA0106]:CA0106CA0106 Live!7.124bit[SB0410]at0xbc00irq169 2[YMF724F]:YMF724FYamahaDS1(YMF724F) YamahaDS1(YMF724F)at0xfeaf8000,irq185 Nomor-nomor awal dari output tersebut sangat penting bagi kita. Nomor-nomor tersebut memberikan informasi nomor dari setiap sound card. Dalam hal ini, nomor 0 untuk sound card Intel ICH5, nomor 1 untuk sound card SoundBlaster Live! 7.1 24 bit, dan nomor 2 untuk Yamaha DS-1. Pada komputer tersebut, sound card bernomor 1, SoundBlaster Live! salah satu sound card terbaik, jadi kita akan menggunakannya sebagai output dari Live Mode. Kita akan menggunakan sound card Yamaha DS-1 sebagai output dari scheduler dan sound card ICH5 sebagai output mode cue. 5.11.1.2. Using the sound tab to set up your sound cards Sekarang kita sudah mengetahui sejumlah sound card dan nomor-nomornya di komputer kita, maka kita bisa memulai untuk mengganti nilai konfigurasi default Campcasternya. Nilai default sound card Ketika kita meng-install Campcaster Studio pada kali pertama, sound card-sound card diberi tanda sebagai berikut:

hw:0,0 Output Scheduler hw:1,0 Output Live Mode hw:2,0 Output Cue

Tab Sound memiliki dua baris berikut:


Cue audio device live Mode audio device

Cue audio device Kolom cue audio device adalah kolom tempat kita memasukan nilai atau nomor sound card yang akan kita gunakan untuk output cue (preview) dari Campcaster Studio.

Live Mode audio device Kolom Live Mode audio device adalah kolom tempat kita memasukan nilai atau nomor sound card yang akan kita gunakan untuk output broadcast Live Mode-nya Campcaster Studio. Tombol Test Kita dapat memeriksa output suara dari sound card yang sudah dipilih dengan menekan tombol Test. Jika kita mendengar suara cowbell (lonceng sapi) beberapa kali maka kita sudah mengkonfigurasinya dengan benar.

Catatan: Untuk mengganti lokasi output Sheduler kita harus mengubah file camcasterscheduler.xml. File ini berada di bawah direktori home user Linux kita, direktori .campcaster.
user@computer:cd/home/<youruserdirectory>/.campcaster Untuk yang menggunakan Gnome: geditcampcasterscheduler.xml Untuk yang menggunakan KDE: katecampcasterscheduler.xml Pada file tersebut cari bagian: <audioPlayer> <gstreamerPlayeraudioDevice="hw:0,0"> </audioPlayer> Ganti dengan nomor sound card yang diinginkan. Untungnya sekali nomor-nomor tersebut dikonfigurasi kita tidak harus mengganti konfigurasi tersebut berulang kali sampai sound card yang baru ditambahkan.

5.11.2. Keyboard Shortcuts tab

Gambar 30 Tab Sound pada Options-Campcaster Studio

Tab Keyboard Shortcut digunakan untuk menandai fungsi-fungsi Campcaster Studio pada tombol-tombol di keyboard komputer. Pada window Options, klik tab Keyboard Shortcut. Kita akan melihat daftar shortcut dari fungsi-fungsi Campcaster studio yang berbeda. Dengan menggunakan mouse, klik pada fungsi yang ingin diganti dengan shortcut yang diinginkan. Lalu tekan tombol keyboard yang ingin kita berikan ke fungsi tersebut. 5.11.2.1 Default keyboard shortcuts Daftar default keyboard shortcut dari Campcaster adalah sebagai berikut:

Master Panel Play - x Pause - v Stop - c Next track - b

Live Mode Move item up - <Alt>Up Move item down - <Alt>Down Remove item - Delete Play - x Scratchpad Move item up - <Alt>Up Move item down - <Alt>Down Remove item - Delete Edit Playlist Move item up - <Alt>Up Move item down - <Alt>Down Remove item - Delete
5.11.3. Servers tab

Gambar 31 Tab Servers pada Options-Campcaster Studio

Tab Servers digunakan untuk melakukan perubahan terhadap sejumlah lokasi beberapa komponen Campcaster server yang berbeda. Secara umum, kebanyakan user tidak perlu mengganti nilai default-nya ketika Campcaster kali pertama diinstall. Tab ini berguna, misalnya, ketika user perlu untuk mengkonfigurasi Campcaster dengan skenario tempat penyimpanan data yang terpusat dan instalasi Campcaster Studio yang lebih dari satu. Untuk informasi yang lebih lengkap tentang konfigurasi Campcaster pada banyak komputer, ikuti url berikut: http://code.campware.org/projects/campcaster/wiki/TwoComputerSetup Tiga konfigurasi server pada bagian ini akan memodifikasi lokasi Campcaster Studio:

Authentication server Storage server Scheduler server

Ketiga bagian tersebut diatas memiliki:


Server address, tempat URL dimasukan. Port server tersebut menerima input data. Path, lokasi di komputer tempat script berada.

5.11.4. Tab Scheduler

Gambar 32 Tab Scheduler pada Options-Campcaster Studio

Tab Scheduler memberikan informasi status Scheduler Campcaster, untuk menhentikan atau menjalankan schedule. Hal ini penting ketika user perlu untuk menghentikan playlist yang di-schedule sedang berjalan/di-broadcast. Ketika Scheduler sedang berjalan, playlist yang di-schedule akan dijalankan pada tanggal dan waktu yang sudah ditentukan. Ketika scheduler dihentikan, semua playlist yang di-schedule akan berhenti.

5.11.5. Tab Backup

Gambar 33 Tab Backup pada Options-Campcaster Studio

Fungsi Backup dari Campcaster sangat penting karena memberikan sistem administrasi dalam penyimpanan isi dari server penyimpanan data stasiun radio untuk bisa digunakan dilain waktu apabila diperlukan. Atas pertimbangan bahwa sering terjadinya komputer dan hard disk mengalami kerusakan, dan arsip di dalamnya sangat penting, kami sangat merekomendasikan untuk melakukan backup secara rutin. Seberapa sering kita melakukan backup tergantung dari seberapa besar file-file baru ditambahkan ke server penyimpanan data, dan seberapa kuat performansi dari hardware server penyimpanan data tersebut. Kami merekomendasikan untuk melakukan backup minimal satu minggu sekali. 5.11.5.1. Importing backup files Untuk melakukan proses import file yang sudah di-backup, kita akan melakukan hal-hal berikut:

Buka window Upload File pada Campcaster Studio Klik tombol Browse Akses file yang sudah di-backup tersebut Klik tombol Upload

Kita tidak usah memasukan informasi metadata apapun di window File Upload (seperti Title, Creator, Genre, dsb.) untuk file-file backup, karena Campaster akan secara otomatis mendeteksi informasi metadata yang terdapat pada file tersebut, dan meng-import-nya. Setelah itu, window Restore Backup akan muncul, dan akan menampilkan informasi status apabila proses restore te;ah selesai, akan muncul kalimat Upload Finished 5.11.5.2 Making and saving backup files Campcaster menggunakan fungsi backup yang inovatif dalam aktivitas berikut:

Perubahan waktu/tanggal Kata-kata kunci di proses pencarian, Search

Artinya apabila kita hanya ingin melakukan backup beberapa bagian arsip saja (misal: filefile audio yang mempunyai kata kunci judul/Title News saja), kita bisa melakukannya dengan melakukan pencarian (searching) dengan informasi metadata yang diperlukan saja. Kita juga dapat memberikan nama (title) dari file backup tersebut, agar dapat dengan mudah untuk mencarinya di lain waktu. Catatan: Ketika ada tulisan Modified since dan terdapat kolom kosing pada window Search, maka semua file yang berada di sistem akan disiapkan untuk segera di-backup. File-file yang siap untuk di-backup akan muncul pada sebuah tabel di sebelah bawah window Search. File-file tersebut akan diurut sesuai dengan nama-nama backup yang sudah diberikan, keterangan tanggal dan waktu file tersebut siap di-backup, dan statusnya. Ketika sebuah file terlihat di daftar tersebut dengan status Ready, file backup bisa disimpan dalam bentuk sebuah file .tar (tarball) dengan mengklik tombol Save (.tar bisa dianalogikan dengan file .zip di sistem operasi Windows) Tekan tombol Delete untuk menghapus file-file yang siap di-backup dari daftar tersebut. File-file backup yang berada di tabel daftar tersebut dapat disimpan pada sebuah file. Daftar ini akan tetap terlihat meskipun user yang bersangkutan telah keluar (log out) dan masuk (log in) kembali ke Campcaster Studio. Hal ini bermanfaat sebagai mesin waktu (time machine) dalam menerima/menyimpan file-file backup yang lama. Catatan: File-file yang siap di-backup bisa berukuran sangat besar, jadi kami merekomendasikan untuk menghapusnya apabila memang benar-benar tidak perlu untuk di-backup. File-file backup bisa disimpan pada beberapa perangkat penyimpanan eksternal seperti CD/DVD-ROM atau hard disk yang lain. Proses penyimpanan ini bisa memakan waktu yang cukup lama, perlu kesabaran untuk

menunggunya hingga selesai. 5.11.6. RDS

Gambar 34 Tab RDS pada Options-Campcaster Studio

Radio Data System (RDS) adalah sebuah standard dari Europian Broadcasting Union untuk pengiriman informasi dalam bentuk teks dan menampilkannya pada beberapa LCD tertentu di stasiun-stasiun radio. Campcaster Studio memiliki mempuan untuk mengirim informasi ke perangkat keras encoder RDS melalui port serial komputer. Tab RDS memiliki beberapa bagian berikut: Kolom Serial port disi untuk menunjukan alamat port serial yang akan digunakan dalam hubungan antara komputer dengan perangkat keras RDS Kolom Station name isian yang akan menjadi informasi nama dari stasiun radio yang bersangkutan Kolom Station code kode PTY stasiun radio yang digunakan dapat dimasukkan di kolom ini

Kolom Clip info informasi tentang file audio yang sedang diputar.

Terdapat kotak cek (check box) yang berada di bagian awal setiap kolom di atas, kita harus men-centang kotak cek tersebut untuk memberikan informasi pada kolom yang ingin disi. 5.11.6.1. Using placeholders with Clip info Clip info placeholders, digunakan untuk meng-update kolom Clip Info secara otomatis dengan aturan variabel-variabel berikut:

%c Creator %t Title %d Duration %s Album %y -Year

Variabel-variabel placeholders terbut di atas bisa dikombinasikan dan disi ke kolom Clip Info seperti contoh berikut: %c%t%s%y akan menapilkan informasi teks di LCD RDS stasiun radio bersangkutan (contohnya) sebagai berikut: TheBeatlesYesterdayAHardDay'sNight1965 Dengan konfigurasi seperti ini, akan secara otomatis meng-update dari daftar file audio yang berada di daftar Live Mode. Catatan: Variabel-variabel placeholder ini hanya bisa digunakan untuk daftar file-file audio yang ada di Live Mode, belum bisa digunakan untuk file audio yang berada pada Mode Schedule. Keterangan lebih lanjut tentang placeholder RDS dapat dipelajari pada url berikut: http://campcasterdoc.campware.org/doxygen/html/classLiveSupport_1_1GLiveSupport_1_1GLiveSupport.html #c19e56e6f8e850663d75f0ca890dc347

5.11.7. Tab About

Gambar 35 Tab About pada Options-Campcaster Studio

Tab About memberikan informasi tentang versi Campcaster yang digunakan dan orangorang yang telah bekerja keras untuk membuat program aplikasi ini bisa dengan baik digunkan. Apabila kita ingin mengikutsertakan nama kita pada daftar ini sebagai kontributor proyek Campcaster berikutnya, silahkan menghubungi contact@campware.org. 5.11.7.1. Campcaster 1.2.0 Kotor credits Version 1.2.0 - "Kotor" ----------------------In alphabetical order: Douglas Arellanes (Douglas.Arellanes at mdlf.org) - Tester and user feedback Paul Baranowski (paul at paulbaranowski.org) - Project manager, HTML UI, storage server

Ferenc Gerlits (fgerlits at campware.org) - Studio GUI, scheduler, packaging Tom Hlava (th at red2head.com)

- Bug fixes Robert Klajn (robert.klajn at gmail.com) - Superuser feedback, End-user manual Mark Kretschmann (markey at web.de) - Audio player Sava Tati (sava.tatic at mdlf.org) - Manager Version 1.1 - "Freetown" -------------------------In alphabetical order: Douglas Arellanes (Douglas.Arellanes at mdlf.org) - Tester and user feedback Paul Baranowski (paul at paulbaranowski.org) - Project manager, HTML UI, storage server, scheduler Jnos Csiks (retired) - HTML UI Ferenc Gerlits (fgerlits at campware.org) - Studio GUI, scheduler, packaging Tom Hlava (th at red2head.com) - Storage server, network hub Mark Kretschmann (markey at web.de) - Audio player kos Mary (retired) - Architecture design, scheduler, audio player Sava Tati - Manager Version 1.0 ------------------In alphabetical order: Douglas Arellanes Michael Aschauer <mash at re-p.org> Micz Flor (micz.flor at web.de) Ferenc Gerlits Sebastian Gbel Tom Hlava

Nadine Kokott kos Mary (darkeye at tyrell.hu) Sava Tati Charles Truett

6. Menggunakan Network Hub untuk Men-share Materi-materi Program bagi Station-stasiun radio
Stasiun-stasiun radio dapat membagikan (share) materi-materi programnya dengan user Campcaster lainnya melalui sebuah Network Hub, sebuah server peyimpan data terpusat yang dirancang secara khusus, tersedia, dan dapat diakses oleh stasiun radio lain. Campcaster membuat mekanisme ini menjadi mudah bagi stasiun-stasiun radio untuk meng-upload file-file audio via Network Hub. Kemudahan juga didapat ketika kita ingin melakukan pencarian file-file dan men-download-nya dari Network Hub.

6.1. Playlists dan the Network Hub


Campcaster dapat membagi (share) file-file audio ataupun playlist secara individual dengan adanya fasilitas Network Hub. Jika kita melakukan upload sebuah playlist, Campcaster akan dengan otomatis mempaket file-file audio di playlist tersebut dan meng-upload-nya ke Network Hub. Dari sana, stasiun-stasiun lain dapat melakukan pencarian (search) untuk playlist tersebut, atau file-file audio dari playlist-nya. Sebaliknya, apabila kita memilih sebuah playlist untuk di-download dari Network Hub, Campcaster akan dengan otomatis mengikutsertakan file-file audio yang terdapat pada playlist tersebut untuk juga di-download.

6.2. Menggunakan Network Hub melalui Campcaster Web


Campcaster Web bisa menggunkan semua fungsionalitas Network Hub. Termasuk untuk proses upload, download, dan pencarian (serach). Pada bagian ini akan menjelaskan bagaimana menggunakan semua fungsionalitas-fungsionalitas tersebut. 6.2.1. Upload file-file ke Network Hub dari Campcaster Web File-file audio yang di-upload ke Network Hub harus terlebih dahulu disimpan di server penyimpanan data Campcaster komputer lokal. Dari sanalah file-file tersebut akan di-upload ke Network Hub. Ada beberapa cara yang bisa dipakai untuk melakukan upload file-file audio ke Network Hub. Kita dapat melakukannya dari window Search, Browse, dan ScratchPad. Klik file yang ingin di-upload, dan sebuah menu akan muncul, menu yang terakhir (paling bawah) adalah Transfer to Network Hub. Pilih bagian tersebut, maka file akan dengan otomatis ditempatkan di antrian Transfer, untuk selanjutnya dikirimkan ke Network Hub. 6.2.2. Pencarian file-file Audio di Network Hub Pencarian (search) file-file audio di Network Hub melalui antar muka (interface) Campcaster Web dapat dilakukan dengan sangat mudah. Dari menu Media, pilih Hub Search. Dari sana kita dapat memasukkan kriteria kata kunci yang ingin dicari, dan hasilnya akan muncul di bagian bawah window tersebut. Untuk men-download suatu file audio, klik pada file yang bersangkutan sehingga muncul sebuah menu. Satu-satunya menu yang akan muncul adalah menu: Transfer from Network Hub. Maka file tersebut akan ditempatkan di antrian Transfer.

6.2.3. Download File-file Audio dari Network Hub pada Campcaster Web Ketika kita sudah mendapatkan file yang dicari dan ingin men-download-nya, kita dapat memulai melakukannya dengan mengklik file tersebut, dan memilih menu: Download from the Network Hub. Lalu file tersebut akan ditempatkan di antrian Transfer. Pada saat file yang berada tab Transfer tadi diberi tanda Ready, ini artinya file tersebut sudah disalin (copy) dari Network Hub ke tempat penyimpanan komputer lokal kita. Sekarang kita dapat mengakses file tersebut dengan memilih menu local storage pada Tab Media untuk mencarinya di komputer lokal. 6.2.4. Menggunakan Transfers untuk Memeriksa Status File yang di-transfer Kita dapat memeriksa pada status antrian Transfer dengan mengklik tab Transfers yang berada pada bagian atas window Browse, Search atau Hub Search, atau dengan memilih menu Media -> Transfers.

6.3. Menggunakan Network Hub pada Campcaster Studio


Campaster memiliki semua fungsionalitas bagi-bagi file (file sharing) yang terintegrasi dengan lengkap yang diimplementasikan oleh Network Hub, dan sangat mudah untuk digunakan. Pada bagian ini akan dibahas hal-hal yang bisa dilakukan dengan Campcaster dan Network Hub. 6.3.1. Upload File-file Audio ke Network Hub dari Campcaster Studio Kita dapat melakukan upload suatu file audio ke Network Hub dari window Live Mode, Search, ataupun ScratchPad hanya dengan mengklik file tersebut, lalu memilih menu Upload to Network Hub. Maka file tersebut akan ditempatkan pada antrian untuk di-upload di modus background ke Network Hub. Kita dapat memeriksanya (dan file-file audio lain yang sudah terlebih dahulu di-upload) pada status window Transfers (lihat di bawah). 6.3.2. Pencarian File-file Audio di the Network Hub Pencarian file-file audio di Network Hub sangat mudah untuk dilakukan. Dengan mengakses window Search, lalu memilih baik tab Search ataupun Advance Search. Pada bagian atas window tersebut terdapat: Search or Browse on: Local storage. Klik menu pull-down Local storage tersebut lalu pindahkan ke pilihan Network Hub. 6.3.3 Download File-file dari Network Hub pada Campcaster Studio Apabila kita sudah menemukan file audio yang akan kita download dari Network Hub, maka selanjutnya kita dapat memulainya dengan: klik dua kali (atau klik kanan) file tersebut, sebuah menu akan muncul, dan pilih Download from Network Hub. Lalu file tersebut akan berada di antrian Transfers. Jika file audio yang berada di tab Transfers tadi sudah ditandai Ready, maka file tersebut sudah disalin (copy) dari Network Hub ke tempat penyimpanan data di komputer lokal. Kita sekarang dapat mengaksesnya dengan mengganti menu Search or Browse on: ke pilihan

local storage kembali, dan mulai melakukan pencarian file tersebut di komputer lokal. 6.3.4. Window Transfers

Gambar 36 Window ransfers pada Search/Browse-Campcaster Studio

Window Transfers berada pada tab terakhir di window Search. Window Transfers memberikan informasi untuk kedua status; upload ataupun download dari Network Hub. Pada window ini, kita dapat melihat file-file audio yang sedang dalam antrian, tanggal dan waktu file-file tersebut dipindahkan ke antrian ini, dan juga statusnya. Pada umumnya file-file tersebut akan memberikan informasi dua pesan status, in Progress atau Ready. Kita dapat menunda proses pengiriman (dalam hal ini penyalinan/copy) suatu file dengan menklik-kanan file yang bersangkutan, lalu memilih Cancel Upload.

7. Men-share Materi-materi Program secara offline dengan Campaster


Masih banyak stasiun radio yang tidak mempunyai koneksi Internet. Karena alasan itulah, Campcaster telah dirancang untuk mendukung sistem import dan eksport playlist ke file-file audio, yang nantinya akan dapat disalin ke sejumlah CD atau flash disk. Fungsionalitas eksport juga bisa dimanfaatkan untuk membuat salinan sejumlah playlist untuk dijalankan/diputar di beberapa media player lain, atau pembuatan program pendataan track-track file audio.

7.1. Exporting playlists from Campcaster Web


Untuk mengeksport sebuah playlist pada Campcaster Web, klik playlistnya baik yang berada di ScratchPad atau dari hasil pencarian Search/Browse. Lalu dari menu yang keluar, pilih Export Playlist. Sebuah window pop-up akan tampil dan menanyakan jenis eksport tersebut dan format file-nya.

Type Jenis eksport yang dapat dipilih adalah: (1) hanya mengeksport playlist tersebut (sangat berguna misalnya untuk mendaftarkan lagu-lagu yang diputar ditampilkan pada situs stasiun radio kita) atau mengeksport semua komponen playlistnya. File Format Playlist-playlist Campcaster bisa di-export ke dalam satu atau dua jenis format: format SMIL (format ini yang digunakan Campcaster) atau format playlist M3U (dikenal luas oleh banyak pemutar MP3).
Untuk keperluan pertukaran program-program dengan sejumlah stasiun yang menggunakan Campcaster, pilih Type-nya: All components dan File Format-nya dengan: SMIL.

8. Additional information
8.1. Menggunakan Script Besar file-file Audio campcaster-import untuk Meng-import Sejumlah

Jika kita mempunyai sejumlah besar file-file audio, metode yang biasa dilakukan untuk meng-import-nya file-file secara individu akan memakan waktu yang cukup lama dan membosankan. Untuk itulah kami telah membuat sebuah script yang dapat meng-import file-file audio yang berada pada sebuah direktori (folder/directory). Script ini dijalankan pada terminal, jadi kita harus membuka terminal-nya terlebih dahulu dan pindah ke direktori berikut: user@computer:~$cd/opt/campcaster/bin Selanjutnya kita harus memberikan satu dari dua opsi (options) untuk menggunakan script ini: pilihan salin (copy) file-file audio tersebut ke server penyimpanan data Campcaster, atau membuat link ke file-file audio yang berada di suatu path (alamat direktoi di komputer). Pilihan penyalinan (copying) menggunakan opsi -c dengan perintah-nya (command) sebagai berikut: user@computer:/opt/campcaster/bin$./campcasterimportc /<path>/<to>/<your>/<files> Pilihan link menggunakan opsi -l dengan perintah-nya (command) sebagai berikut: user@computer:/opt/campcaster/bin$./campcasterimportl /<path>/<to>/<your>/<files> Copying dan Linking: Keuntungan and kelebihannya Pilihan-pilihan di atas (copying dan linking) mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing, jadi kita perlu mempertimbangkan bagaimana file-file audio yang ada, akan kita gunakan untuk keperluan dalam waktu yang lama. Sebagai contoh, untuk file-file audio yang di-linking ke hard disk eksternal, kita harus memastikan bahwa file-file tersebut akan selalu ada di hard disk tersebut selama sesi penggunaan/pemutaran file-filenya, apabila tidak, maka pemuaran terhadap file-file tersebut akan dibatalkan! Untuk alasan ini, kami tidak merekomendasikan penggunaan linking ke hard disk yang dapat dengan mudah dilepas dari sistem komputer (easilyremovable), seperti iPod atau flash disk, karena sangat mungkin periperal tersebut terlepas dari sistem dengan mudah. Penting juga untuk memastikan apakah hard disk eksternal tersebut dalam kondisi dan akan tetap menyala. Pada sisi lain, file-file audio yang disalin (copy), akan menimbulkan masalah sisa kapasitas hard disk yang terus menurun apabila kita selalu melakukan penyalinan (copying) ke hard disk tersebut.

Good metadata: Garbage in, garbage out Script campcaster-import akan meng-import semua informasi yang berada di tag-tag ID3 file-file audio yang bersangkutan dengan otomatis. Jika terdapat beberapa tag yang menyertkan informasi yang salah/sampah (junk), kita harus melakukan pengubahan terhadap informasi metadata tersebut di lain waktu atau membiarkannya dengan konsekuensi adanya informasi yang tidak akurat (salah).

8.2. Cara Memberikan Laporan adanya Bugs


Campcaster sangat membutuhkan masukan untuk pengembangan program aplikasi ini secara konsisten. Apabila perangkat lunak ini berjalan dengan tidak seharusnya, kami mohon untuk memberitahukan masalah tersebut dengan mengakses http://code.campware.org/projects/livesupport lalu masukkan laporan error yang dimaksud. Dengan cara ini, team Campcaster dapat memperoleh laporan masalah yang muncul dengan tepat dan akan memberitahukan kepada anda (sebagai pelapor) apabila solusi sudah ditemukan.

8.3. Keterangan Lebih Lanjut


Kita dapat mengakses forum diskusi Campcaster dengan cara online di http://campcaster.campware.org. Pada situs tersebut juga kita dapat memperoleh informasi tentang update program dan berita-berita penting lainnya.