Anda di halaman 1dari 7

A.

Konsep citra (2,0


Citra adalah tujuan utama, dan sekaligus merupakan reputasi dan
prestasi yang hendak dicapai bagi dunia hubungan masyarakat (kehumasan)
atau public relations. Pengertian citra itu abstrak (intangible) dan tidak dapat
diukur secara matematis, tetapi wujudnya bisa dirasakan dari hasil penilaian
baik atau buruk oleh publik (ruslan, 2003: 68).
Menurut Kotler (dalam Ruslan 2003: 301) mengenai pengertian citra
yaitu:
' image is the set of beliefs, ideas and impressions a person holds
regarding an obfect. Peoples attitude and actions toward an obfect
are highly conditioned by that obfects image.`
(secara garis besar bahwa citra adalah seperangkat keyakinan, ide dan
kesan seorang terhadap suatu objek akan ditentukan oleh citra objek
tersebut).

Pengertian citra menurut Kasali (2000: 28) adalah kesan yang timbul
karena pemahaman akan suatu kenyataan. Pemahaman yang berasal dari suatu
inIormasi yang tidak lengkap juga akan menghasilkan citra yang tidak
sempurna. Maka yang menjadi tantangan utama bagi praktisi PR adalah
bagaimana memberikan inIormasi yang lengkap kepada publiknya.
Penilaian atau anggapan masyarakat dapat berkaitan dengan timbulnya
rasa hormat (respek), kesan-kesan yang baik dan menguntungkan terhadap
suatu citra lembaga atau organisasi atau produk barang dan jasa pelayanannya
yang di wakili oleh pihak PR. Landasan citra tersebut berakar dari nilai-nilai
kepercayaan yang diberikan secara individual, dan merupakan pandangan atau
persepsi.
eberapa jenis citra (image) yang dikenal di dunia PR menurut JeIkins
(1992) yaitu:
1. Citra cermin (mirror image), adalah citra yang timbul sebagai cermin
di luar perusahaan.
2. Citra kini (current image), merupakan citra yang timbul di lar
perusahaan.
3. Citra keinginan (wish image), seperti apa yang ingin dan hendak di
capai oleh pihak manajemen terhadap perusahaan.
4. Citra perusahaan ( corporate image), merupakan citra dari perusahaan
inti sendiri lepas dari produk yang ditawarkan.
5. Citra serbaneka ( multiple image), adalah citra yang timbul dari
berbagai atribut perusahaan yang menampilkan pengenalan terhadap
perusahaan.
6. Citra penampilan (performance image), lebih ditujukan kepada
subjeknya. agaimana kinerja atau penampilan diri para proIesional
pada perusahaan tersebut.
Menurut Ruslan (2003: 70) citra dari suatu lembaga atau organisasi
dan bentuk pelayanan jasa dan lain sebagainya yang hendak dicapai oleh PR
dalam sistem inIormasi terbuka pada era globalisasi serba kompetitiI tersebut,
intinya tidak terlepas dari bentuk kualitas jasa pelayanan yang telah diberikan,
nilai kepercayaan dan merupakan 'amanah dari publiknya, serta goodwill
(kemauan baik) yang ditampilkan oleh lembaga atau perusahaan bersangkutan.
Citra positiI yang diharapkan dipengaruhi oleh kepribadian perusahaan
yang terdiri dari banyak elemen, anatara lain kepribadian dan perilaku
pemilik, eksekutiI puncak, manager, dan karyawan perusahaan. Pembentukan
citra dalam perusahaan sangat berkaitan dengan budaya perusahaan.
Pembentukan citra dalam perusahaan sangat berkaitan dengan budaya
perusahaan. udaya perusahaan merupakan perpaduan antara kepercayaan,
harapan-harapan, dan nilai-nilai yang ditampilkan oleh para anggotanya, dn
ditularkan ke satu generasi karyawan ke karyawan lainnya secara
berkesinambungan.
udaya perusahaan dapat meliputi unsur-unsur antara lain, pertama,
kepribadian dan perilaku para front liners, misalnya bagaimana mereka
bersikap kepada publik, serta memberikan berbagai bentuk dan kualitas
pelayanan dan sebagainya. Kedua, identitas korporat atau perusahaan berupa
atribut logo, brands name, seragam front liners, sosok gedung, desain
interior, desain eksterior, dan lain-lain. Ketiga, bahasa slogan, motto, dan
IilosoIi perusahaan. Ketiga unsur tersebut dapat membentuk budaya
perusahaan yang mengandung nilai-nilai positiI, yang ditampilkan oleh
perusahaan sehingga membentuk citra yang positiI dan menguntungkan bagi
perusahaan.

. Gaya hidup remaja perkotaan
aya hidup dalam pengertian umum berarti karakteristik seseorang
yang dapat diamati, yang menamai sistem nilai serta sikap terhadap diri
sendiri dan lingkungannya. Karakteristik tersebut berkaitan dengan pola
penggunaan waktu, ruang dan objek-objek yang berkaitan dengan semuanya
(Pilliang, 1999 : 209)
aya hidup adalah sarana ekspresi diri agar dapat di terima dalam
lingkungan atau kelompok acuannya (reIerence group). Proses perubahan gaya
hidup juga di bentuk dalam kelompok-kelompok kecil. Norma-norma
kelompok inilah yang ikut membentuk gaya hidup tertentu bagi anggotanya,
dan para anggota kelompok ini juga melihat tokoh-tokoh panutan yang akan di
sosialisasikan dalam norma kelompok. Tokoh panutan yang dimaksud tidak
hanya berasal dari kelompoknya sendiri, tetapi juga dapat berasal dari
kelompok lain.
Konsep gaya hidup tampaknya merupakan salah satu pembentukan
budaya masa. udaya massa memiliki jangkauan ruang yang jauh melebihi
massa yang mendukung atau menghidupkan aktivitas simbolik lainnya.
udaya massa adalah budaya yang sangat populer dikalangan masyarakat
dunia, maka seringkali disebut sebagai 'budaya populer.
udaya massa memiliki daya tarik yang demikian besar yang sanggup
bukan hanya menjangkau kalangan terbatas dari sebuah masyarakat,
melainkan jauh menembus manusia di seluruh dunia. Ia telah menjadi budaya
dengan jangkauan ruang global (budiman, 2002 : 52).
...........................................................................................................
. imensi kepribadian
Kepribadian yaitu sebagai organisasi dinamik dalam individu yang
memiliki sistem psikologi yang menentukan cara-caranya yang unik/khas
terhadap lingkungannya (ordon Allport dalam Robbins, 2003: 127).
Kepribadian seseorang adalah seperangkat karakter yang mendasari pola
perilaku yang relatiI stabil dalam merespon ide, objek atau seseorang dalam
lingkungannya. Memahami kepribadian seseorang dapat membantu manajer
memprediksi bagaimana seseorang akan bertindak dalam situasi tertentu.
Manajer yang menghargai kepribadian pegawai yang berbeda-beda
mempunyai wawasan untuk menentukan cara memimpin yang bagaimana
paling berpengaruh.
Kepribadian merupakan serangkaian karakteristik yang mendasari pola
yang relatiI stabil dari perilaku, kontribusi untuk membentuk sikap dan
perilaku. Ketika kepribadian dan kemampuan individu sesuai dengan
persyaratan untuk pekerjaan tertentu, maka individu dan organisasi akan
menikmati kecocokan karyawan pekerja (DarI, 2001: 12).
Kepribadian individu merupakan hasil dari keturunan dan lingkungan
atau kepribadian sudah di tentukan sebelum lahir atau merupakan hasil dari
interaksi individu dengan lingkungannya. Terdapat penentu-penentu
kepribadian (robbins, 2003: 126-128) antara lain:
a) Keturunan
Keturunan merujuk Iaktor-Iaktor yang ditentukan sejak lahir. Ukuran Iisik,
daya tarik wajah, jenis kelamin, temperamen komposisi dan reIlek otot,
level energi, dan ritme biologis adalah karakteristik yang umumnya
dianggap entah sepenuhnya atau secara substansial dipengaruhi oleh siapa
orang tua anda, yakni, susunan biologis, Iisiologis, dan psikologis inheren
mereka. Pendekatan keturunan berpendapat bahwa penjelasan terakhir
tentang kepribadian seseorang adalah struktur molekul dari gen yang
terdapat dalam kromosom. Jika ciri-ciri kepribadian sepenuhnya
ditentukan oleh keturunan ciri-ciri tersebut sudah ada pada saat kelahiran
dan tidak ada pengalaman yang paling bisa menggantikannya. Namun
karakteristik kepribadian tidak sepenuhnya ditentukan oleh keturunan.
b) Lingkungan
Di antara Iaktor-Iaktor yang memberikan tekanan pada pembentukan
kepribadian kita adalah kebudayaan di mana kita dibesarkan,
pengkondisian awal, norma di tengah keluarga, teman, dan kelompok
sosial, dan pengaruh-pengaruh lain yang kita alami. Faktor-Iaktor
lingkungan ini memainkan peran penting dalam membentuk kepribadian.
Pertimbangan-pertimbangan cermat tentang argumentasi-argumentasi
yang mendukung entah keturunan atau lingkungan sebagai penentu utama
kepribadian mendorong kesimpulan bahwa keduanya penting. Keturunan
menetapkan parameter atau batas lusar, tetapi potensi penuh individu akan
ditentukan oleh seberapa baik dia menyesuaikan dari dengan tuntutan dan
persyaratan lingkungan.
c) Situasi
Faktor ketiga, situasi mempengaruhi dampak keturunan dari lingkungan
pada kepribadian. Kepribadian individu, walaupun umumnya stabil dan
konsisten berubah dalam situasi-situasi yang berbeda. Tuntutan beragam
dari situasi yang berbeda menimbulkan aspek yang berbeda pada
kepribadian seseorang. Oleh karena itu, hendaknya tidak melihat pola-pola
kepribadian secara terpisah.
Perbedaan teori kepribadian menjadi tantangan untuk dimengerti, tapi
ketika ada salah satu teori dianggap paling benar untuk menjelaskan
kepribadian, teori lain akan membuat kita berpikir kembali tentang
kesimpulan awal. Jadi, kepribadian itu kompleks dan tidak dapt hanya
dengan satu teori mampu mencatatkan semua.