Anda di halaman 1dari 16

2009

KARYA TULIS ILMIAH: JENIS- JENIS PLASTIK, PENGGUNAANNYA DALAM


PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Plastik merupakan salah satu hasil penemuan manusia yang paling banyak digunakan hingga saat
ini. Plastik digunakan dalam skala besar dalam produksi seperti botol untuk minuman, peralatan bayi,
wadah untuk makanan, selang, pipa bangunan, botol kecap, botol sampo, kantong pembungkus, sikat gigi,
alat makan(sendok, garpu, piring, mangkok, gelas), hingga mainan anak- anak.
Di balik penggunaan plastik besar- besaran itu, ternyata menurut hasil penelitian terakhir,
penggunaan plastik yang sembarangan ternyata sanggup melepaskan senyawa karsinogenik (penyebab
dan pemicu kanker), selain itu plastik umumnya sulit untuk didegradasikan (diuraikan) oleh mikro
organisme. Sampah plastik dapat bertahan hingga bertahun- tahun, sehingga menimbulkan masalah
pencemaran lingkungan yang cukup parah. Selain itu membakar sampah plastik bukan cara yang bijak,
untuk mengurangi sampah plastik. Hampir semua plastik, jika dibakar menghasilkan senyawa gas yang
sangat membahayakan manusia. Jika gas tersebut terhirup oleh manusia, maka akan mengakibatkan
gangguan pernapasan yang parah dan bahkan, menyebabkan kematian.
Masyarakat umumnya tidak mengetahui hal ini dan jenis plastik yang mereka pakai, dikarenakan
rendahnya pengetahuan yang dimiliki, kurang inIormasi, dan menganggap remeh pentingnya penggunaan
plastik yang tepat. Jika hal ini dibiarkan, maka diperkirakan banyak manusia yang menjadi korban
keganasan kanker, dan penyakit pernapasan. Selain itu, lingkungan menjadi rusak dan menganggu
keseimbangan biologis, dan kimiawi dalam lingkungan tersebut.Lingkungan yang rusak tersebut
mengalami degradasi lahan (Penurunan Tingkat Penggunaan Lahan), Punahnya kelompok- kelompok
hewan dan tumbuhan yang menempati lingkungan tersebut, serta penambahan zat kimia yang berbahaya
dengan
04 Juni
2009
KARYA TULIS ILMIAH: JENIS- JENIS PLASTIK, PENGGUNAANNYA DALAM
KEHIDUPAN, DAN PENANGANAN LIMBAH PLASTIK
cepat tanpa bisa dikendalikan, sehingga lingkungan tersebut sulit diolah
oleh manusia dan tidak menarik untuk dilihat dalam segi estetika.
Berdasarkan hal- hal tersebut, penyusun mencoba membuat reIerensi berupa karya tulis ilmiah
mengenai plastik dan penggunaanya yang dibahas dan ditinjau dari sisi kimianya. Sehingga pembaca bisa
mengetahui lebih banyak tentang plastik dan menggunakannya dengan lebih bijaksana demi keselamatan
hidupnya dan bumi yang kita tempati ini.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan permasalahan
sebagai berikut.
1. Apa yang dimaksud dengan plastik?
2. Mengapa plastik dibagi dalam golongan- golongan?
3. Bagaimana menggunakan plastik yang benar?
4. Bagaimana plastik dapat melepaskan senyawa karsinogenik?
5. Apa jenis plastik yang paling aman untuk digunakan?
6. Bagaimana caranya untuk mengatasi limbah plastik?
C. Tujuan
Sesuai dengan permasalahan di atas, tujuan yang ingin dicapai dalam
penelitian ini adalah:
1. Mendeskripsikan tentang plastik secara detail dan menyeluruh.
2. Mendeskripsikan golongan- golongan plastik yang digunakan oleh
manusia.
3. Mendeskripsikan penggunaan plastik secara benar dengan jelas.
4. Menjelaskan secara ilmiah, tentang plastik dapat melepaskan senyawa
karsinogenik.
5. Menjelaskan tentang plastik yang paling aman penggunaannya,
berdasarkan Iakta- Iakta ilmiah.
7
04 Juni
2009
KARYA TULIS ILMIAH: JENIS- JENIS PLASTIK, PENGGUNAANNYA DALAM
KEHIDUPAN, DAN PENANGANAN LIMBAH PLASTIK
6. Menjelaskan tentang cara- cara menangani limbah plastik
D. ManIaat Penelitian
1. Bagi pembaca dan pengguna plastik, penelitian ini dapat digunakan untuk menambah wawasan mengenai
plastik yang digunakan, penggunaannya secara benar, dan metode penanganan limbah plastik yang
digunakan.
2. Bagi produsen peralatan plastik dan kantong plastik, penelitian ini dapat dijadikan dasar dalam
memproduksi plastik yang aman untuk digunakan masyarakat umum.
3. Bagi produsen makanan dan minuman, penelitian ini dapat dijadikan dasar dalam memilih plastik yang
digunakan sebagai wadah makanan dan minuman. Hendaknya di plastik yang digunakan terdapat tulisan
yang dapat menggantikan simbol- simbol plastik yang umumnya tidak dimengerti oleh masyarakat awam.
4. Bagi peneliti, penelitian ini dapat dijadikan kajian awal untuk penelitian
lanjutan.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. DeIinisi dan Pembuatan Plastik
Plastik adalah senyawa polimer yang terbentuk dari polimerisasi
molekul- molekul kecil (monomer) hidrokarbon yang membentuk rantai yang
panjang dengan struktur yang kaku. Plastik merupakan senyawa sintesis dari
minyak bumi (terutama hidrokarbon rantai pendek) yang dibuat dengan
8
04 Juni
2009
KARYA TULIS ILMIAH: JENIS- JENIS PLASTIK, PENGGUNAANNYA DALAM
KEHIDUPAN, DAN PENANGANAN LIMBAH PLASTIK
reaksi polimerisasi molekul- molekul kecil (monomer) yang sama , sehingga
membentuk rantai panjang dan kaku dan akan menjadi padat setelah
temperatur pembentukkannya.










KATA PENGANTAR

Pertama-tama kami ingin mengucapkan puji dan sykur kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah
memberkati kami sehingga karya tulis ini dapat diselesaikan. Kami juga ingin mengucapkan
terima kasih bagi seluruh pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan karya tulis ini dan
berbagai sumber yang telah kami pakai sebagai data dan Iakta pada karya tulis ini.
Kami mengakui bahwa kami adalah manusia yang mempunyai keterbatasan dalam berbagai hal.
Oleh karena itu tidak ada hal yang dapat diselesaikan dengan sangat sempurna. Begitu pula
dengan karya tulis ini yang telah kami selesaikan. Tidak semua hal dapat kami deskripsikan
dengan sempurna dalam karya tulis ini. Kami melakukannya semaksimal mungkin dengan
kemampuan yang kami miliki. Di mana kami juga memiliki keterbatasan kemampuan.
Maka dari itu seperti yang telah dijelaskan bahwa kami memiliki keterbatasan dan juga
kekurangan, kami bersedia menerima kritik dan saran dari pembaca yang budiman. Kami akan
menerima semua kritik dan saran tersebut sebagai batu loncatan yang dapat memperbaiki karya
tulis kami di masa datang. Sehingga semoga karya tulis berikutnya dan karya tulis lain dapat
diselesaikan dengan hasil yang lebih baik.
Dengan menyelesaikan karya tulis ini kami mengharapkan banyak manIaat yang dapat dipetik
dan diambil dari karya ini. Semoga dengan adanya karya tulis ini dapat mengurangi bahkan
menghilangkan penggunaan boraks dan Iormalin sebagai pengawet pada makanan. Dengan
begitu maka kesehatan akan lebih terjamin dan tidak ada lagi muncul berbagai penyakit baru
yang diakibatkan penggunaan bahan-bahan terlarang sebagai bahan baku makanan. Kami juga
mengharapkan kinerja yang lebih baik dan tegas serta eIektiI dari pihak pengawas makanan yang
merupakan bagian dari kepemerintahan, sehingga makanan yang dihasilkan dari Indonesia dapat
lebih terjamin dan sehat.

Penulis
HALAMAN MOTTO

Motto yang kami pegang dalam penulisan karya ilmiah ini adalah :

'ORA ET LABORA

HALAMAN PERSEMBAHAN

Karya ilmiah ini kami persembahkan untuk :

Seluruh pembaca dan masyarakat Indonesia yang menginginkan kemajuan bangsa dan
kecerdasan bangsa.

DAFTAR ISI

Halaman Pengesahan...................... 1
Kata Pengantar......................... 2
Halaman Motto.......................... 3
Halaman Persembahan...................... 4
DaItar Isi............................... 5
Abstraksi................................ 6
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah..................... 7
1.2 Pembatasan Masalah....................... 7
1.3 Perumusan Masalah...................... 8
1.4 Tujuan Penulisan......................... 8
1.5 Metode Penelitian........................ 9
1.6 Hipotesa............................... 9
1.7 ManIaat................................ 9
BAB II LANDASAN TEORI................... 11
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian........................ 14
3.2 Sumber Data....................... .. 14
3.3 Teknik Pengumpulan Data................. 14
3.4 Teknik Analisis Data.................... . 15
BAB IV PEMBAHASAN
4.1 Pengertian Boraks dan Formalin.............. . 16
4.2 Dampak Penggunaan Boraks dan Formalin Pada Makanan. 16
4.3 Makanan yang Biasanya Mengandung Formalin atau Boraks 18
4.4 Peran pemerintah dalam memberantas boraks
dan Iormalin di Indonesia................... 21
BAB V PENUTUP........................... 23
BAB VI DAFTAR PUSTAKA......... .......... 25

ABSTRAKSI

Karya tulis ini menjelaskan tentang bagaimana sekarang ini banyak kejadian penggunaan boraks
dan Iormalin sebagai bahan pengawet makanan. Di mana kedua bahan tersebut sangat dilarang
digunakan sebagai bahan baku makanan. Dan jika penggunaannya terus dilakukan dan
dikonsumsi dapat menyebabkan berbagai penyakit terutama kanker dan bahkan kematian untuk
tingkat yang lebih lanjut. Hal ini telah menjadi hal yang cukup serius dan menjadi suatu masalah
yang berusaha diselesaikan dengan baik oleh berbagai pihak terutama pemerintah.
Sebagai pusat utama kelangsungan negara, pemerintah harus dapat dengan bijak memutuskan
dan bertindak bagaimana penanganan kasus tersebut. Terutama kasus pada pembuatan bakso
dengan bahan pengawet boraks dan berbagai makanan seperti ikan asin serta tahu yang
diawetkan dengan menggunakan Iormalin. Berbagai solusi kami tuliskan di sini. Tetapi solusi
tersebut tidaklah semuanya dapat dijalankan dengan hasil yang cepat dan ada kemungkinan
banyak Iaktor yang menyebabkan penyelesaian masalah ini tidak dapat diselesaikan dengan baik.
Karena masalah ini harus kembali lagi kepada masyarakatnya yang terlibat langsung.
BAB I
PENDAHULUAN

Pada bab I ini akan dijelaskan mengenai latar belakang masalah, pembatasan masalah,
perumusan masalah, tujuan penulisan, metode penelitian, hipotesa dan manIaat.

1.1 Latar Belakang Masalah

Sekarang ini banyak sekali bahan kimia dan berbagai campuran-campuran lain dibuat dan
diciptakan untuk membuat pekerjaan manusia dalam membuat makanan lebih eIektiI dan eIisien.
Tetapi di samping untuk makanan dibuat juga bahan kimia untuk pembuatan kebutuhan lain. Di
mana bahan kimia tersebut tidak boleh dipergunakan dalam pembuatan makanan dan dapat
berakibat Iatal.
Hal ini sangat penting dan juga memprihatinkan. Fenomena ini merupakan salah satu masalah
dan kebobrokan bangsa yang harus diperbaiki. Janganlah sampai membiarkan hal ini terus
berlarut dan akhirnya akibat menumpuk di masa depan. Oleh karena itu, kami berusaha
merangkum sedemikian rupa dan mencoba membedah apa saja yang seharusnya dilakukan dan
mengapa hal ini menjadi hal yang sangat penting.

1.2 Pembatasan Masalah

Boraks adalah bahan kimia yang digunakan sebagai pengawet kayu, antiseptik kayu dan
pengontrol kecoa. Sedangkan Iormalin adalah bahan kimia yang digunakan sebagai desinIektan,
pembasmi serangga dan dalam industri tekstil serta kayu lapis.
Kedua bahan kimia tersebut memang berguna jika digunakan sesuai Iungsinya, tetapi menjadi
sangat berbahaya bila digunakan dalam pembuatan pangan. Di mana pangan itu merupakan
segala sesuatu yang menjadi bahan makanan manusia. Dan akibat dari penggunaan bahan-bahan
kimia tersebut bisa jadi sangatlah Iatal, dari kanker hingga menyebabkan kematian.
Dalam karya tulis ini kami akan berusaha membahas pendeskripsian sedetail mungkin dari
boraks dan Iormalin itu sendiri serta bagaimana kedua bahan kimia tersebut dapat digunakan
sebagai salah satu bahan baku pembuatan pangan. Begitu pula dengan berbagai akibat dari
penggunaan boraks dan Iormalin pada pangan tersebut serta bagaimana solusi yang harus
dilakukan demi membasmi hal ini dan mencegah terjadi lagi.

1.3 Perumusan Masalah

1 Apa Iaktor yang mendorong pihak-pihak tertentu untuk menggunakan boraks atau Iormalin
pada pangan yang diproduksinya?
2 Jenis pangan apa saja yang menjadi sasaran penggunaan boraks atau Iormalin pada proses
pembuatannya?
3 Bagaimana mengetahui suatu pangan dibuat dengan bahan pengawet dari boraks atau
Iormalin?
4 Apa akibat dari penggunaan boraks atau Iormalin pada produk pangan?
5 Bagaimana penanganan penggunaan boraks dan Iormalin pada produk pangan ini supaya dapat
dibasmi secara tuntas?

1.4 Tujuan Penulisan

Mengetahui pengertian boraks dan Iormalin.
Mengetahui jenis-jenis pangan yang menjadi sasaran penggunaan boraks dan Iormalin pada
proses pembuatannya.
Mengetahui dampak negatiI dari penggunaan boraks dan Iormalin pada produk pangan.
Mengetahui peranan pemerintah dalam memberantas penggunaan Iormalin dan boraks pada
makanan.
1.5 Metode Penulisan

Pada penulisan karya tulis ini kami menggunakan satu metode, yaitu dengan angket. Di mana
angket akan kami sebarkan dengan jumlah 40 lembar. Di mana angket itu berisi pertanyaan-
pertanyaan mengenai boraks dan Iormalin pada makanan mengacu pada tujuan yang telah ada.

1.6 Hipotesa

1 Boraks dan Iormalin merupakan bahan pengawet yang umumnya digunakan untuk industri
tekstil, kayu, dsb. Dapat juga digunakan sebagai pembasmi serangga dan hal-hal lain yang sama
sekali tidak ada kaitannya dengan makanan.
2 Jenis pangan yang menjadi sasaran penggunaan boraks atau Iormalin pada proses
pembuatannya adalah tahu, tempe, bakso dan ikan asin.
3 Akibat dari penggunaan boraks atau Iormalin pada produk pangan adalah berbagai gangguan
pada saluran pencernaan, hati, saraI, otak, serta pada organ-organ yang berselaput yang terkena
secara langsung. Dan bila terjadi secara terus menerus dapat menyebabkan kanker bahkan
kematian.
4 Sebenarnya pemerintah telah berperan dalam pemberantasan penggunaan boraks dan Iormalin
pada produk makanan. Tetapi tindakan-tindakan yang dilakukan pemerintah kurang tegas dan
tidak tepat mengenai sasaran. Sehingga hingga sekarang kita masih sering melihat orang-orang
yang keracunan atau terkena penyakit lainnya, disebabkan memakan makanan yang mengandung
boraks atau Iormalin.

1.7 ManIaat

Dapat mengetahui cirri-ciri makanan dengan bahan baku boraks atau Iormalin sebagai pengawet
sehingga dapat menghindarinya.
Dapat menghindari secara langsung penggunaan boraks dan Iormalik pada produk pangan.
Dapat menambah wawasan dengan mengetahui dampak yang diakibatkan dari penggunaan
boraks dan Iormalin pada produk pangan.
Dapat membantu pencegahan dan pemberantasan penggunaan boraks dan Iormalin dengan
berbagai solusi yang telah dipikirkan.
BAB II
LANDASAN TEORI


Boraks merupakan garam natrium yang banyak digunakan di berbagai industri nonpangan,
khususnya industri kertas, gelas, pengawet kayu, dan keramik. Boraks biasa berupa serbuk kristal
putih, tidak berbau, mudah larut dalam air, tetapi boraks tidak dapat larut dalam alkohol. Boraks
biasa digunakan sebagai pengawet dan antiseptic kayu. Daya pengawet yang kuat dari boraks
berasal dari kandungan asam borat didalamnya.
Asam borat sering digunakan dalam dunia pengobatan dan kosmetika. Misalnya, larutan asam
borat dalam air digunakan sebagai obat cuci mata dan dikenal sebagai boorwater. Asam borat
juga digunakan sebagai obat kumur, semprot hidung, dan salep luka kecil. Namun, bahan ini
tidak boleh diminum atau digunakan pada luka luas, karena beracun ketika terserap masuk dalam
tubuh. Berikut beberapa pengaruh boraks pada kesehatan.
a. Tanda dan gejala akut :
Muntah-muntah, diare, konvulsi dan depresi SSP(Susunan SyaraI Pusat)
b. Tanda dan gejala kronis
- NaIsu makan menurun
- Gangguan pencernaan
- Gangguan SSP : bingung dan bodoh
- Anemia, rambut rontok dan kanker.
Sedangkan Iormalin merupakan cairan tidak berwarna yang digunakan sebagai desinIektan,
pembasmi serangga, dan pengawet yang digunakan dalam industri tekstil dan kayu. Formalin
memiliki bau yang sangat menyengat, dan mudah larut dalam air maupun alkohol. Beberapa
pengaruh Iormalin terhadap kesehatan adalah sebagai berikut.
a. Jika terhirup akan menyebabkan rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan , sukar bernaIas,
naIas pendek, sakit kepala, dan dapat menyebabkan kanker paru-paru.
b. Jika terkena kulit akan menyebabkan kemerahan pada kulit, gatal, dan kulit terbakar
c. Jika terkena mata akan menyebabkan mata memerah, gatal, berair, kerusakan mata, pandangan
kabur, bahkan kebutaan
d. Jika tertelan akan menyebabkan mual, muntah-muntah, perut terasa perih, diare, sakit kepala,
pusing, gangguan jantung, kerusakan hati, kerusakan saraI, kulit membiru, hilangnya pandangan,
kejang, bahkan koma dan kematian.
Boraks dan Iormalin akan berguna dengan positiI bila memang digunakan sesuai dengan
seharusnya, tetapi kedua bahan itu tidak boleh dijadikan sebagai pengawet makanan karena
bahan-bahan tersebut sangat berbahaya, seperti telah diuraikan diatas pengaruhnya terhadap
kesehatan. Walaupun begitu, karena ingin mencari keuntungan sebanyak-banyaknya, banyak
produsen makanan yang tetap menggunakan kedua bahan ini dan tidak memperhitungkan
bahayanya. Pada umumnya, alasan para produsen menggunakan Iormalin dan boraks sebagai
bahan pengawet makanan adalah karena kedua bahan ini mudah digunakan dan mudah didapat,
karena harga nya relatiI murah dibanding bahan pengawet lain yang tidak berpengaruh buruk
pada kesehatan. Selain itu, boraks dan Iormalin merupakan senyawa yang bisa memperbaiki
tekstur makanan sehingga menghasilkan rupa yang bagus, misalnya bakso dan kerupuk.
Beberapa contoh makanan yang dalam pembuatannya sering menggunakan boraks dan Iormalin
adalah bakso, kerupuk, ikan, tahu, mie, dan juga daging ayam.
Formalin dan boraks merupakan bahan tambahan yang sangat berbahaya bagi manusia karena
merupakan racun. Bila terkonsumsi dalam konsentrasi tinggi racunnya akan mempengaruhi kerja
syaraI. Secara awam kita tidak dapat mengetahui seberapa besar kadar konsentrat Iormalin dan
boraks yang digunakan dalam suatu makanan. Oleh karena itu lebih baik hindari makanan yang
mengandung Iormalin dan boraks. Berikut adalah beberapa cara mengidentiIikasi makanan yang
menggunakan Iormalin dan boraks.
- Bakso yang menggunakan boraks memiliki kekenyalan khas yang berbeda dari kekenyalan
bakso yang menggunakan banyak daging.
- Kerupuk yang mengandung boraks kalau digoreng akan mengembang dan empuk, teksturnya
bagus dan renyah.
- Ikan basah yang tidak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar, insang berwarna merah tua
dan tidak cemerlang, dan memiliki bau menyengat khas Iormalin.
- Tahu yang berbentuk bagus, kenyal, tidak mudah hancur, awet hingga lebih dari
3 hari, bahkan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es, dan berbau menyengat khas Iormalin.
- Mie basah biasanya lebih awet sampai 2 hari pada suhu kamar (25 derajat celcius), berbau
menyengat, kenyal, tidak lengket dan agak mengkilap.






BAB I

PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang

Lingkungan hidup, menurut UU No. 23 tahun 1997, dideIenisikan sebagai kesatuan ruang
dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya,
yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk
hidup. Pada dasarnya lingkungan hidup dikenal sebagai tempat dimana semua makhluk hidup
tinggal dan melakukan kehidupannya sehari-hari.
Di saat sekarang ini masyarakat sudah tidak peduli lagi terhadap lingkungan hidup tempat
mereka tinggal. Hal ini telihat dari semakin sedikitnya masyarakat yang peduli terhadap
kelestarian lingkungan. Banyak masyarakat yang merusak lingkungan atau mengeksploitasi
lingkungan secara berlebihan. Hal ini menyebabkan terjadinya perubahan lingkungan.
Selain itu, kegiatan manusia dalam melakukan pekerjaannya juga menyebabkan
terjadinya pencemaran lingkungan. Banyak polutan yang menyebabkan lingkungan menjadi
tercemar dan kotor. Hal ini juga terjadi di lungkangan sekitar tempat tinggal penulis.
Berdasarkan kondisi dan keadaan di lingkungan tersebut, penulis menyusun karya tulis
ini agar dapat memberikan inIormasi mengenai keadaan lingkungan sekitar penulis yang sudah
banyak tercemar akibat kegiatan masyarakat sekitar.

1.2 Batasan Masalah

Didalam pembuatan karya tulis ini penulis akan membahas mengenai deIenisi lingkungan
hidup dan jenis jenis zat yang mengakibatkan pencemaran lingkungan. Penulis akan membahas
mengenai beberapa masalah, yaitu :
a. Lingkungan hidup dan perubahannya
b. Faktor penyebab perubahan lingkungan hidup
c. Pencemaran lingkungan hidup dan zat pencemarnya.

1.3 Tujuan Penulisan

Berdasarka latar belakang yang menjadi alasan penulis membuat karya ilmiah ini, penulis
membuat karya ilmiah ini dengan tujuan untuk :
a. Memberi tahukan kepada pembaca mengenai kerusakan lingkungan yang terjadi di lingkungan
sekitar tempat tinggal penulis.
b. Dapat mengajak pembaca untuk mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan dan
menyebabkan pencemaran lingkungan.
c. Untuk melengkapi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia

1.4 Metode Penelitian

Dalam membuat karya ilmiah ini, penulis mengunakan metode studi pustaka. Penulis
mempelajari beberapa buku reIerensi yang sesuai dengan permasalahan yang penulis bahas
dalam karya ilmiah ini.
Penulis juga mengunakan metode penelitian,yakni penulis meninjau lokasi tempat
pencemaran yang ada di lingkungan penulis.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/historic-and-heritage-sight/kraton/
06/01/11 jam 20.49 WIB
http://www.strov.co.cc/2010/05/sejarah-kraton-yogyakarta.html 06/01/11 jam 20.48 WIB
http://id.wikipedia.org/wiki/KeratonNgayogyakartaHadiningrat 06/01/11 jam 20.48 WIB
http://pariwisata.jogja.go.id/index/extra.detail/1706/kraton-yogyakarta-hadinigrat.html 06/01/11
jam 20.48 WIB
http://www.purawisatajogja.com/id/pariwisata-jogja/kraton-yogyakarta.html 09/01/11 jam
18.46WIB
http://id.shvoong.com/books/1873149-keraton-yogyakarta/ 09/01/11 jam 10.15WIB
http://id.wikipedia.org/wiki/HamengkubuwanaVII 09/01/11 jam 19.04 WIB
http://jogjakini.wordpress.com/category/raja-raja-mataram/ 09/01/11 jam 18.58WIB
http://www.enIormasi.com/2009/02/busana-kraton-yogyakarta.html 09/01/11 jam 19.39 WIB
http://www.jogjatrip.com/id/144/upacara-adat-grebeg-keraton-yogyakarta 09/01/11 jam 19.40
WIB
Diposkan ole

KATA PENGANTAR

Seiring dengan kemajuan jaman, tradisi dan kebudayaan daerah yang pada awalnya dipegang
teguh, di pelihara dan dijaga keberadaannya oleh setiap suku, kini sudah hampir punah. Pada
umumnya masyarakat merasa gengsi dan malu apabila masih mempertahankan dan
menggunakan budaya lokal atau budaya daerah. Kebanyakan masyarakat memilih untuk
menampilkan dan menggunakan kesenian dan budaya modern daripada budaya yang berasal dari
daerahnya sendiri yang sesungguhnya justru budaya daerah atau budaya lokallah yang sangat
sesuai dengan kepribadian bangsanya.
Mereka lebih memilih dan berpindah ke budaya asing yang belum tetntu sesuai dengan
keperibadian bangsa bahkan masyarakat lebih merasa bangga terhadap budaya asing daripada
budaya yang berasal dari daerahnya sendiri..
Tanpa mereka sadari bahwa budaya daerah merupakan Iaktor utama terbentuknya kebudayaan
nasional dan kebudayaan daerah yang mereka miliki merupakan sebuah kekayaan bangsa yang
sangat bernilai tinggi dan perlu dijaga kelestarian dan keberadaanya oleh setiap individu di
masyarakat. Pada umumnya mereka tidak menyadari bahwa sesungguhnya kebudayaan
merupakan jati diri bangsa yang mencerminkan segala aspek kehidupan yang berada
didalalmnya.
Besar harapan saya, semoga dengan dibuatnya makalah yang berjudul Budaya Suku Sunda yang
didalamnya membahas tentang kebudayaan yang berasal dari daerah Jawa Barat ini menjadi
salah satu sarana agar masyarakat menyadari betapa berharganya sebuah kebudayaan bagi suatu
bangsa, yang ahirnya akan membuat masyarakat menjadi merasa bangga terhadap budaya
daerahnya sendiri.

........., ...... 2008


Penyusun


DAFRAT ISI

I. Kata Pengantar ....................i
II. DaItar Isi .......................ii
III. Pendahuluan .....................1
1. Latar Belakang .....................1
2. Maksud dan Tujuan .................1
IV. Pembahasan ......................2
V. Penutup .......................6
1. Kesimpulan .....................6
2. Saran .........................7


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari banyak pulau dan memiliki berbagai
macam suku bangsa, bahasa, adat istiadat atau yang sering kita sebut kebudayaan.
Keanekaragaman budaya yang terdapat di Indonesia merupakan suatu bukti bahwa Indonesia
merupakan negara yang kaya akan budaya.
Tidak bisa kita pungkiri, bahwa kita pungkiri bahwa kebudayaan daerah merupakan Iaktor utama
berdirinya kebudayaan yang lebih global, yang biasa kita sebut dengan kebudayaan nasional.
Maka atas dasar itulah segala bentuk kebudayaan daerah akan sangat berpengaruk terhadap
budaya nasional, begitu pula sebaliknya kebudayaan nasional yang bersumber dari kebudayaan
daerah, akan sangat berpebgaruh pula terhadap kebudayaan daerah / kebudayaan lokal.
Kebudayaan merupakan suatau kekayaan yang sangat benilai karena selain merupakan ciri khas
dari suatu daerah juga mejadi lambang dari kepribadian suatu bangsa atau daerah.
Karena kebudayaan merupakan kekayaan serta ciri khas suatu daerah, maka menjaga,
memelihara dan melestarikan budaya merupakan kewajiban dari setiap individu, dengan kata lain
kebudayaan merupakan kekayaan yang harus dijaga dan dilestarikan oleh setiap suku bangsa.

B. Maksud dan Tujuan
Karena menjaga, memelihara dan melestarikan kebubayaan merupakan kewajiban setiap
individu, maka dalam realisasinya saya mencoba menyusun makalah yang berjudul Kebudayaan
Suku Sunda yang didalamnya mengulas tentang berbagai kebudayaan tradisional Jawa
Barat/Sunda. Penyusunan makalan yang berjudul Budaya Suku sunda ini bertujuan agar pembaca
mengetahui bahwa suku sunda merupakan suku yang kaya akan budaya serta menyadari bahwa
menjaga dan melestarikan kebudayaan daerah merupakan kewajiban dari setiap orang.
BAB II
PEMBAHASAN

Suku Sunda merupaka suku yang terdapat di Provinsi Jawa Barat. Suku sunda adalah salah satu
suku yang memiliki berbagai kebudayaan daerah, diantaranya pakaian tradisional, kesenian
tradisional, bahasa daerah, dan lain sebagainya.
Diantara sekian banyak kebudayaan daerah yang dimiliki oleh suku sunda adalah sebagai berikut
:
1. Pakaian Adat/Khas jawa Barat
Suku sunda mempunyai pakaian adat/tradisional yang sangat terkenal, yaitu kebaya. Kebaya
merupakan pakaian khas Jawa Barat yang sangat terkenal, sehingga kini kebaya bukan hanya
menjadi pakaian khas sunda saja tetapi sudah menjadi pakaian adat nasinal. Itu merupakan suatu
bukti bahwa kebudayaan daerah merupakan bagian dari kebudayaan nasional.
2. Kesenian Khas Jawa Barat
a. Wayang Golek
Wayang Golek merupakan kesenian tradisional dari Jawa Barat yaitu kesenian yang menapilkan
dan membawakan alur sebuah cerita yang bersejarah. Wayang Golek ini menampilkan golek
yaitu semacam boneka yang terbuat dari kayu yang memerankan tokoh tertentu dalam cerita
pawayangan serta dimainkan oleh seorang Dalang dan diiringi oleh nyanyian serta iringan musik
tradisional Jawa Barat yang disebut dengan degung.
b. Jaipong
Jaipong merupakan tarian tradisional dari Jawa Barat, yang biasanya menampilkan penari
dengan menggunakan pakaian khas Jawa Barat yang disebut kebaya, serta diiringi musik
tradisional Jawa Bart yang disebut Musik Jaipong.
Jaipong ini biasanya dimainkan oleh satu orang atau sekelompok penari yang menarikan berakan
gerakan khas tari jaipong.

c. Degung
Degung merupakan sebuah kesenian sunda yang biasany dimainkan pada acara hajatan.
Kesenian degung ini digunakan sebagai musik pengiring/pengantar.
Degung ini merupakan gabungan dari peralatan musik khas Jawa Barat yaitu, gendang, goong,
kempul, saron, bonang, kacapi, suling, rebab, dan sebagainya.
Degung merupakan salah-satu kesenian yang paling populer di Jawa Barat, karena iringan musik
degung ini selalu digunakan dalam setiap acara hajatan yang masih menganut adat tradisional,
selain itu musik degung juga digunakan sebgai musik pengiring hampir pada setiap pertunjukan
seni tradisional Jawa Barat lainnya.
d. Rampak Gendang
Rampak Gendang merupakan kesenian yang berasal dari Jawa Barat. Rampak Gendang ini
adalah pemainan menabuh gendang secara bersama-sama dengan menggunakan irama tertentu
serta menggunakan cara-cara tertentu untuk melakukannya, pada umumnya dimainkan oleh lebih
dari empat orang yang telah mempunyai keahlian khusus dalam menabuh gendang. Biasanya
rampak gendang ini diadakan pada acara pesta atau pada acara ritual.
e. Calung
Di daerah Jawa Barat terdapat kesenian yang disebut Calung, calung ini adalah kesenian yang
dibawakan dengan cara memukul/mengetuk bambu yang telah dipotong dan dibentuk
sedemikian rupa dengan pemukul/pentungan kecil sehingga menghasilkan nada-nada yang khas.
Biasanya calung ini ditampilkan dengan dibawakan oleh 5 orang atau lebih. Calung ini biasanya
digunakan sebagai pengiring nyanyian sunda atau pengiring dalam lawakan.


I. Pencak Silat
Pencak silat merupakan kesenian yang berasal dari daerah Jawa Barat, yang kini sudah menjadi
kesenian Nasional.
Pada awalnya pencak Silat ini merupakan tarian yang menggunakan gerakan tertentu yang
gerakannya itu mirip dengan gerakan bela diri. Pada umumnya pencak silat ini dibawakan oleh
dua orang atau lebih, dengan memakai pakaian yang serba hitam, menggunakan ikat pinggang
dari bahan kain yang diikatkan dipinggang, serta memakai ikat kepala dari bahan kain yang
orang sunda menyebutnya Iket.
Pada umumnya kesenian pencaksilat ini ditampilkan dengan diiringi oleh musik yang disebut
gendang penca, yaitu musik pengiring yang alat musiknya menggunakan gendang dan terompet.
g. Sisingaan
Sisingaan merupakan kesenian yang berasal dari daerah Subang Jawa barat. Kesenian ini
ditampilkan dengan cara menggotong patung yang berbentuk seperti singa yang ditunggangi oleh
anak kecil dan digotong oleh empat orang serta diiringi oleh tabuhan gendang dan terompet.
Kesenian ini biasanya ditampilkan pada acara peringatan hari-hari bersejarah.
h. Kuda Lumping
Kuda Lumping merupakan kesenian yang beda dari yang lain, karena dimainkan dengan cara
mengundang roh halus sehingga orang yang akan memainkannya seperti kesurupan. Kesenian ini
dimainkan dengan cara orang yang sudah kesurupan itu menunggangi kayu yang dibentuk seperti
kuda serta diringi dengan tabuhan gendang dan terompet. Keanehan kesenian ini adalah orang
yang memerankannya akan mampu memakan kaca serta rumput. Selain itu orang yang
memerankannya akan dicambuk seperti halnya menyambuk kuda. Biasanya kesenian ini
dipimpin oleh seorang pawang.
Kesenian ini merupakan kesenian yang dalam memainkannya membutuhkan keahlian yang
sangat husus, karena merupakan kesenian yang cukup berbahaya.

i. Bajidoran
Bajidoran merupakan sebuah kesenian yang dalam memainkannya hampir sama dengan
permainan musik modern, cuma lagu yang dialunkan merupakan lagu tradisional atau lagu
daerah Jawa Barat serta alat-alat musik yang digunakannya adalah alat-alat musik tradisional
Jawa Barat seperti Gendang, Goong, Saron, Bonang, Kacapi, Rebab, Jenglong serta Terompet.
Bajidoran ini biasanya ditampilkan dalam sebuah panggung dalam acara pementasan atau acara
pesta.
j. Cianjuran
Cianjuran merupakan kesenian khas Jawa Barat. Kesenian ini menampilkan nyanyian yang
dibawakan oleh seorang penyanyi, lagu yang dibawakannya pun merupakan lagu khas Jawa
Barat. Masyarakat Jawa Barat memberikan nama lain untuk nyanyian Cianjuran ini yaitu
Mamaos yang artinya bernyanyi.
k. Kacapi Suling
Kacapi suling adalah kesenian yang berasal dari daerah Jawa Barat, yaitu permainan alat musik
tradisional yang hanya menggunakan Kacapi dan Suling. Kacapi suling ini biasanya digunakan
untuk mengiringi nyanyian sunda yang pada umumnya nyanyian atau lagunya dibawakan oleh
seorang penyanyi perempuan, yang dalam bahasa sunda disebut Sinden.
l. Reog
Di daerah Jawa Barat terdapat kesenian yang disebut Reog, kesenian ini pada umumnya
ditampilkan dengan bodoran, serta diiringi dengan musik tradisional yang disebut Calung.
Kesenian ini biasanya dimainkan oleh beberapa orang yang mempunyai bakat melawak dan
berbakat seni. Kesenian ini ditampilkan dengan membawakan sebuah alur cerita yang
kebanyakan cerita yang dibawakan adalah cerita lucu atau lelucon.

BAB III
PENUTUP

1. Kesimpulan
Suku Sunda yang berada di daerah Jawa Barat merupakan suku yang memiliki berbagai
kebudayaan, mulai dari adat istiadat sehari-hari, kesenian, acara ritual, dan lain-lain.
Semua itu membuktikan bahwa suku sunda merupakan suku yang kaya akan budaya daerah.
Diantara sekian banyak kebudayaan yang dimiliki suku sunda, ada beberapa kebudayaan yang
sangat populer, diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Pakaian adat khas Barat yang disebut Kebaya
2. Wayang Golek
3. Jaipong
4. Degung
5. Rampak Gendang
6. Calung
7. Pencak Silat
8. Sisingaan
9. Kudalumping
10. Bajidoran
11. Cianjuran
12. Kacapi Suling, dan
13. Reog.
Tidak hanya dibidang kesenian, suku sunda juga memmiliki berbagai macam budaya daerah
yang sangat menarik.

2. Saran
Budaya daerah merupakan Iaktor utama berdirinya kebudayaan nasional, maka segala sesuatu
yang terjadi pada budaya daerah akan sangat mempengaruhi budaya nasional. Atas dasar itulah,
kita semua mempunyai kewajiban untuk menjaga, memelihara dan melestarikan budaya baik
budaya lokal atau budaya daerah maupun budaya nasional, karena budaya merupakan bagian
dari kepribadian bangsa.