Anda di halaman 1dari 10

BAB 13 ANALISA RESIKO

13.1 RISIKO DAN KETIDAKPASTIAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJERIAL


Keputusan-keputusan manajerial dibuat dalam kondisi yang pasti, berisiko, atau tidak pasti. Kepastian (cenainty) mengacu pada situasi di mana hanya ada satu hasil yang mungkin terjadi untuk suatu keputusan dan hasil ini diketahui secara tepat. Sebagai contoh, berinvestasi pada Treasury bill hanya akan memberikan satu macam hasil (jumlah pengembalian), dan jumlah ini diketahui secara pasti. Alasannya adalah bahwa tidak mungkin pemerintah federal akan gagal menebus sekuritas tersebut pada saat jatuh tempo atau akan gagal dalam melunasi pembayaran bunga. Pada sisi lain, jika terdapat lebih dari satu hasil yang mungkin untuk suatu keputusan, pengambil keputusan dikatakan menghadapi risiko atau ketidakpastian. Risiko (risk) mengacu pada situasi di mana terdapat lebih dari satu kemungkinan hasil dari suatu keputusan dan probabilitas dari setiap hasil tersebut diketahui, atau bisa diestimasikan. Jadi, risiko menuntut pengambil keputusan untuk mengetahui semua hasil yang rnungkin terjadi dari setiap keputusan dan memiliki gagasan untuk mengestimasikan probabilitasnya. Sebagai contoh, saat melempar uang logam, kita bisa mendapatkan gambar atau angka, dan masing-masing kemungkinan ini memiliki peluang yang sama (yaitu, 50-50) untuk muncul (jika uang logam seimbang). Begitu juga berinvestasi dalam saham atau peluncuran produk baru membawa kita ke salah satu hasil yang mungkin terjadi, dan probabilitas dari setiap hasil yang mungkin terjadi itu bisa diestimasikan dari pengalaman masa lalu atau melalui riset pasar. Secara umum, semakin besar variabilitas (yaitu, semakin banyak kemungkinan dan kisaran) hasil, semakin besar risiko yang terkait dengan keputusan atau tindakan. Ketidakpastian (uncertainty) mengacu pada simulasi di mana terdapat lebih dari satu kemungkinan hasil dari suatu keputusan dan probabilitas kemunculan dari masingmasing hasil tersebut tidak diketahui, apalagi dapat ditafsirkan. Hal ini mungkin disebabkan oleh kurang memadainya informasi masa lalu arau ketidakstabilan dalam struktur variabel. Dalam bentuk-bentuk ketidakpastian yang ekstrem, hasilnya sendiri bahkan tidak diketahui. Sebagai contoh, pengeboran ladang n.rinyak yang belum terbukti hasilnya memberikan ketidakpastian bagi para investor jika mereka tidak mengetahui kernungkinan output minyaknya atau probabilitas outputnya. Dalam menganalisis pengambilan keputusan manajerial yang melibatkan risiko, kita akan menggunakan konsep-konsep seperti strategi, kondisi alarn, dan matriks ganjar an (payoff matrix). Strategi tJlengacu pada satu pilihan tindakan yang bisa diambil oleh pembuat keputusan untuk meraih tujuan. Sebagai contoh, seorang manajer mungkin harus memilih antara strategi pembuatan pabrik berukuran besar aiau strategi pembangunan pabrik kecil dalam rangka memaksimumkan laba atau nilai perusahaan. Kondisi alamiah (state of nature) mengacu kepada kondisi masa depan yang tidak bisa dikendalikan oleh manajer yang akan memiliki dampak signifikan atas tingkat kesuksesan atau kegagalan suatu strategi. Sebagai contoh, perekonomian yang mungkin tumbuh pesat, normal, atau resesi di masa depan. Pengambil keputusan tidak memiliki kendali atas kondisi alamiah yang akan muncul di masa depan, tetapi kondisi

masa depan inijelas akan memengaruhi hasil dari suatu strategi yang dipilih oleh sang manajer. Dengan demikian keputusan akan sangat tergantung pada pengetahuan atau estimasi pembuat keputusan tentang bagaimana kondisi alamiah tertennr di masa depan akan memengaruhi hasil dari suatu strategi tertentu (seperti pembuatan pabrik besar atau pabrik kecil). Terakhir, matriks ganjaran adalah tabel yang memperlihatkan hasil-hasil yang mungkin terjadi dari setiap strategi berdasarkan setiap kondisi alamiah.

13-2 MENGUKUR RISIKO DENGAN DISTRIBUSI PROBABILITAS


Di bagian sebelumnya kita telah mendefinisikan risiko sebagai situasi yang mengandung lebih dari satu kemungkinan hasil atas suatu keputusan dan probabilitas dari setiap kemungkinan hasil ini diketahui atau dapat diestimasi. Pada bagian ini kita akan membahas arti dan berbagai karakteristik distribusi probabilitas, kemudian menggunakan konsep ini untuk mengembangkan pengukuran risiko yang akurat.

Distribusi Probabilitas
Probabilitas (probability) suatu kejadian adalah peluang atau kemungkinan suatu kejadian akan muncul. sebagai contoh, jika kita mengaukan bahwa probabilitas perekonomian tumbuh pesat pada tahun depan adalah 0,25 atau 25 persen, ini berani bahwa terdapat "1 peluang dalam 4" kondisi tersebut akan muncul. Dengan menampilkan semua kemungkinan hasil atas suatu kejadian dan probabilitasnya masing-masing, kita mendapatkan distribusi probabilitas (probability distibution). Konsep distribusi probabilitas sangat dibunrhkan untuk mengevaluasi dan membandingkan proyek-proyek investasi. Secara umum, hasil atau laba dari suatu proyek investasi akan mencapai titik paling tinggi ketika kondisi perekonomian tumbuh pesat dan akan berada di titik paling rendah selama resesi. Jika kita mengalikan setiap hasil atau laba yang mungkin terjadi dari suatu investasi dengan probabilitasnya masing-masing dan kemudian menambahkan semua hasil perkalian, kita akan mendapatkan nilai atau laba yang diperkirakan dari proyek. Yaitu,

di mana adalah tingkat laba yang berhubungan dengan hasil l, Pi adalah probabilitas terjadinya hasil i, dan i = 1 sampai n mengacu kepadajumlah kemungkinan hasil atau kondisi alamiah. Jadi, laba yang diperkirakan (expected profl) dari suatu investasi adalah rata-rata tertimbang dari semua tingkat laba yang mungkin dalam berbagai kondisi perekonomian, di mana probabilitas tingkat laba digunakan sebagai bobot. Laba yang diperkirakan dari investasi merupakan pertimbangan yang sangat penting dalam mempertimbangkan layak tidaknya pelaksanaan sebuah proyek atau untuk menentukan proyek mana yang dipilih di antar dua atau lebih alternatif proyek.

Kita hanya menyebutkan tiga kondisi perekonomian yang mungkin terjadi dan karenanya mendapatkan distribusi probabilitas diskrit (distete probability distribution) atas laba yang menyerupai tangga. Jika kita lebih banyak menyebutkan alternatif kondisi alamiah (gradien dari kondisi ekonomi yang tumbuh pesat, kondisi bisnis normal, dan resesi-dan probabilitas serta setiap laba mereka), tiap barang akan menjadi tipis dan menyerupai garis vertikal.

Ukuran Risiko Absolut: Deviasi Standar


Kita telah membahas bahwa semakin rapat distribusi probabilitas, semakin kecil risiko dari suatu keputusan atau strategi. Alasannya, penyimpangan secara signifikan terhadap hasil yang diperkirakan probabilitasnya semakin kecil. Kita dapat mengukur kerapatan atau derajat penyebaran distribusi probabilitas dengan memakai deviasi standar, yang ditunjukkan oleh simbol sigma ( ). Jadi, deviasi standar (standard deviation- ) mengukur tingkat penyebaran berbagai kemungkinan hasil dari nilai yang diperkirakan. Semakin kecil nilai , semakin rapat distribusi, dan semakin kecil risiko. Untuk menghitung nilai deviasi standar ( ) suatu distribusi probabilitas tertentu, kita mengikuti proses tiga langkah berikut : 1. Tiap kemungkinan hasil (X1) dikurangi nilai yang diperkirakan atau mean (X) distribusi dari setiap kemungkinan hasil untuk mendapatkan serangkaian deviasi (d,) dari nilai yang diperkirakan. Yaitu,

2. Kuadratkan tiap deviasi kemudian kalikan dengan tiap probabilitas dari setiap nilai yang diperkirakan, dan jumlahkan semuanya. Rata-rata tertimbang dari deviasi-deviasi yang telah dikuadratkan dinamakan dengan varians (variance) dari distribusi ( 2). Yaitu,

3. Hitung akar kuadrat dari varians untuk mendapatkan deviasi srandar ( ):

Mengukur Probabilitas dengan Distribusi Normal


Disribusi probabilitas dari banyak strategi atau eksperimen merupakan distribusi normal, sehingga probabilitas suatu hasil tertentu yang jatuh dalam kisaran tertentu

ditunjukkan oleh luas area di bawalr distribusi normal standar (standnrd normal distribution).

Ukuran Risiko Relatif: Koefisien Variasi


Deviasi standar bukan ukuran yang baik untuk membandingkan tingkat seharan (risiko relatif) yang berhubungan dengan dua distribusi probabilitas atau lebih yang memiliki nilai yang diperkirakan atau rata-rata yang berbeda. Distribusi yang mengandung nilai yang diperkirakan atau rata-rata terbesar sangat mungkin memiliki deviasi standar yang lebih besar (ukuran sebaran absolut) tetapi tidak selalu memiliki dispersi (tingkat sebaran) relatif terbesar. untuk mengukur dispersi relaiifkita menggunakan koefisien variasi (coeficient of variation-v) dari suatu distribusi dibagi dengan nilai yang diperkirakan atau rala-ratanya.

13-3 TEORI KEPUASAN DAN PENGHINDARAN RISIKO


Sebagian besar manajer, jika dihadapkan pada dua proyek alternatif dengan nilai yang diperkirakan setara, tetapi koefisien variasi atau risiko berbeda, secara umum akan memilih proyek yang tidak berisiko (yaitu, proyek yang memiliki koefisien variasi lebih kecil). Walaupunjuga benar bahwa sejumlah manajer lebih memilih proyek yang lebih berisiko (yaitu, para manajer pencari risiko-risk seeker) dan sejumlah dari mereka indiferen terhadap risiko (yaitu, netral risiko-risk neutral), sebagian manajer adalah penghindar risiko (risk averter). Hal ini bisa dijelaskan oleh prinsip kepuasan marginal yang semakin menurun atas Iuang (diminishing marginal utility of money).

13-4 PENYESUAIAN MODEL PENILAIAN UNTUK RISIKO


Model penilaian untuk perusahaan:

di mana mengacu kepada laba yang diperkirakan dalam masing-masing tahun dari ,t tahun yang dipertimbangkan, r mengacu pada tingkat diskon yang sesuai untuk dipakai dalam menghitung nilai sekarang dari laba masa depan, dan mengacu kepada jumlah nilai sekarang (hasil diskonto) dari laba masa depan. Dalam bagian ini, kita akan memperluas model penilaian di atas untuk mengakomodasi proyek-proyek investasi yang melibatkan risiko. Dua metode yang paling sering dipakai untuk melakukan hal ini adalah tingkat diskon yang telah disesuaikan terhadap risiko dan pendekatan kesepadanan-kepastian.

Tingkat Diskon yangTelah Disesuaikan terhadap Risiko


Untuk mengevaluasi proyek-proyek yang melibatkan risiko adalah menggunakan tingkat diskon yang telah disesuaikan terhadap risiko (risk-adjusted discount rate). Tingkat diskon ini mencerminkan pilihan manajer atau investor antara risiko dengan pengembalian.

Utuk mengevaluasi proyek investasi yang ntelibatkan risiko dengan menggunakan tingkar diskon yang telah disesuaikan terhadap risiko. yaitu:

di mana Rt adalah arus kas bersih atau pengembalian dari proyek investasi dalam masing-masing periode dari n periode yang dipertimbangkan. k adalah tingkat diskon yang telah disesuaikan terhadap risiko, adalah jumlah nilai sekarang dari semua arus kas masa depan dari investasi, dan Co adalah biaya investasi awal.

Pendekatan Kesepadanan-Kepastian
Tingkat diskon yang telah disesuaikan terhadap risiko yang disajikan di atas mengubah tingkat diskon, penyebut dari model penilaian, untuk mengakomodasi risiko. Pada sisi lain, pendekatan kesepadanan-kepastian, menggunakan tingkat diskon bebas risiko sebagai penyebut dan mengakomodasi risiko dengan memodifikasi pembilang diri model penilaian, yaitu,

di mana R, adalah arus kas atau pengembalian bersih berisiko dari investasi, r adalah tingkat diskon bebas risiko, dan adalah koefisien kesepadanan kepastian (certainyequivalent coeficient). Yang terakhir ini adalah jumlah yang pasti (yaitu, jumlah yang akan diterima dengan pasti yang sepadan dengan jumlah atau pengembalian risiko yang diperkirakan dari proyek) dibagi dengan jumlah risiko yang diperkirakan, yaitu,

13.5 TEKNIK-TEKNIK LAIN UNTUK MEMPERHITUNGKAN RISIKO KE DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN


Sebagian besar kepuusan manajerial dalam dunia nyatajauh lebih kompleks daripada kasus-kasus yang telah dibahas di sini. Dua metode pengorganisasian dan analisis situasi dunia nyata yang lebih kompleks yang melibatkan risiko adalah pohon kepurusan dan simulasi.

Pohon Keputusan

Keputusan-keputusan manajerial yang melibatkan risiko biasanya dibuat tahap pertahap, di mana keputusan dan kejadian berikutnya tergantung pada hasil dari keputusan dan kejadian sebelumnya. Pohon keputusan (decision rree) memperlihatkan urutan dari keputusan-keputusan manajerial yang mungkin dan hasil yang diperkirakan dari setiap keputusan di bawah tiap situasi atau kondisi alamiah.

Simulasi
Metode lain yang bisa dipakai untuk menganalisis situasi pengambilan keputusan kompleks di dunia nyata yang melibatkan risiko adalah simulasi (simulation). Langkah pertama dalam simulasi adalah pembuatan model matematis untuk situasi pengambilan keputusan manajerial yang ingin disimulasikan.

13-6 PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM KETIDAKPASTIAN


Kriteria Maksimin
Kriteria maksimin (moximin criterion) menyatakan bahwa pembuar keputusan harus menentukan hasil paling buruk yang mungkin dari tiap strategi kemudian memilih strategi yang memungkinkan hasil paling buruk terbaik.

Kriteria Kerugian Minimaks


Aturan pengambilan keputusan spesifik lain dalam kondisi ketidakpastian adalah kriteria penyesalan (kerugian) minimaks (minimax regret citerion).

Metode-metode Lain untuk Menangani Ketidakpastian


Di samping kriteria investasi formal, terdapat metode informal yang biasanya drgunakan oleh pembuat keputusan untuk mengurangi ketidakpastian atau bahaya yang ditimbulkan oleh ketidakpastian. Sejumlah metode ini adalah pengumpulan informasi tambahan, meminta saran dari ahli, berupaya mengendalikan lingkungan bisnis. dan diversifikasi. Kami akan membahas teknik satu per satu.

13-7 RISIKO VALUTA ASING DAN HEDGING


Hedging mengacu pada perlindungan dari risiko valuta asing. 'Hedging biasanya dilakukan Dengan melakukan kontrak forward (forward contract) Kontrak forward adalah suatu kesepakatan untuk membeli atau menjual suau valuta asing dengan jumlah tertentu pada kurs tertentu dan akan dikirimkan pada tanggal tertentu di masa depan. Hedging juga bisa dilakukan dengan melalui kontrak future (future contract) Kontrak future adalah kontrak forward terstandardisasi untuk kuantitas valuta yang ditetapkan di muka dan tanggal kalender terpilih.

13-8 INFORMASI DAN RISIKO


Risiko sering berasal dari kurang atau tidak memadainya informasi. Hubungan antara informasi dengan risiko dapat dianalisis dengan mengkaji informasi asimetris, pilihan berlawanan, dan bahaya moral.

lnformasi Asimetris dan Pasar Barang Rusak


Salah satu pihak dari transaksi (yaitu, pembeli atau penjual produk atau jasa) sering kali memiliki lebih sedikit informasi dibandingkan pihak yang kedua dalam hubungannya dengan kuantitas dari produk atau jasa. Ini adalah kasus informasi asimetris (asymmetric information).

Pasar Asuransi dan Pilihan yang Berlawanan


Persoalan pilihan yang berlawanan muncul tidak hanya dalam pasar mobil bekas, tetapi juga dalam setiap pasar yang dicirikan oleh infbrmasi asimetris, seperti pasar untuk asulansi kesehatan individu. Di sini seorang individu tahu lebih banyak tentang kondisi kesehatannya daripada perusahaan asuransi, bahkan setelah pemeriksaan medis dilakukan. Karenanya, ketika sebuah perusahaan asuransi menentukan premi asuransi untuk individu rata-rata (yaitu, individu yang memiliki kesehatan rata-rata), kemungkinan individu yang tidak sehat membeli asuransi lebih besar daripada individu-individu sehat. Karena masalah pilihan yang berlawanan ini, perusahaan asuransi dipaksa untuk menaikkan premi asuransi, yang semakin membuat tidak menguntungkan bagi individuindividu sehat unruk membeli asuransi. Hal ini menaikkan presentase dari individu tidak sehat dalampool individu yang diasuransikan. Pada akhirnya, premi asuransi harus sangat tinggi agar individu yang tidak sehat pun berhenti membeli asuransi. Mengapa membeli asuransi jika premi asuransi sama tingginya dengan biaya perawatan itu sendiri? Masalah pilihan yang berlawanan muncul dalam pasar semua jenis asuransi (yaitu, kecelakaan, kebakaran, banjir, dan sebagainya). Dalam masing-masing kasus hanya orang-orang berisiko tinggi yang membeli asuransi, dan hal ini memaksa perusahaan asuransi menaikkan premi. Masalah pilihan yang berlawanan yang semakin memburuk bisa memaksa premi asuransi menjadi begitu tinggi, sehingga pada akhirnya tidak seorang pun membeli asuransi. Perusahaan-perusahaan asuransi mencoba mengatasi masalah pilihan yang berlawanan dengan mewajibkan calon pembeli asuransi melakukan pemeriksaan medis, mengenakan premi berbeda untuk kelompok umur dan pekerjaan berbeda, menawarkan berbagai tingkat coinsurance, jumlah deductibility, lamanya kontrak, dan sebagainya.

Masalah Bahaya Moral


Masalah lain yang muncul dalam pasar asuransi adalah bahaya moral (moral hazarad). Hal ini mengacu pada meningkatnya probabilitas sakit, kebakaran, atau kecelakaankecelakaan lain setelah individu diasuransikan. Setelah membeli asuransi, kerugian dari sakit, kebakaran, atau kecelakaan lain pindah dari individu ke perusahaan asuransi. Jadi, individu akan mengambil lebih sedikit upaya pencegahan untuk menghindari sakit, kebakaran atau kecelakaan, dan ketika kerugian betul-betul terjadi, dia akan cenderung membesar-besarkan nilai kerugian. Setelah nembeli asuransi mobil, seorang individu kemungkinan akan mengendarai mobil dengan lebih ceroboh (adi, menaikkan probabilitas kecelakaan) dan besar kemungkinan akan membesar-besarkan cedera fisik dan nilai kerugian properti yang dia derita jika betul-betul mengalami kecelakaan. Begitu juga dengan asuransi kebakaran. Sebuah perusahaan kemungkinan akan melakukan

lebih sedikit pencegahan (seperti pemasangan sistem pendeteksi kebakaran, sehingga menaikkan probabilitas terjadinya kebakaran); dan perusahaan besar kemungkinan akan membesar-besarkan nilai kerugian seperti properti yang diderita jika betul-betul terjadi. Jika tidak dikurangi atau dihilangkan, masalah risiko moral bisa memaksa premi asuransi menjadi sangat tinggi dan tidak bisa diterima, sehingga melawan alasan keberadaan asuransi itu sendiri. Salah satu metode yang dipakai perusahaan asuransi untuk mencoba mengatasi masalah bahaya moral adalah dengan menentukan jenis pencegahan yang mesti diambil oleh seorang individu atau sebuah perusahaan sebagai syarat pembelian asuransi. Sebagai contoh, sebuah perusahaan asuransi mungkin mewajibkan pemeriksaan media tahunan sebagai syarat kelanjutan penyediaan asuransi kesehatan kepada seorang individu, menaikkan premi asuransi untuk pengemudi-pengemudi yang terlibat dalam kecelakaan, dan mewajibkan pemasangan alat pendeteksi kebakaran sebelum menyediakan asuransi kebakaran kepada sebuah perusahaan. Dengan melakukan hal ini, perusahaan asuransi mencoba membatasi kemungkinan sakit, kecelakaan, atau kebakaran, dan dengan demikian mengurangi jumlah dan nilai klaim yang akan dihadapi Cara lain yang digunakan oleh perusahaan asuransi utnuk mengatasi atau mengurangi masalah bahaya moral adalah coinsurance. Istilah ini mengacu kepada mengasuransikan hanya sebagian kerugian yang mungkin atau sebagian nilai properti yang diasuransikan. Penalarannya adalah bahwa jika individu atau perusahaan membagi kerugian potensial dalam porsi yang signifikan bersama perusahaan asuransi, individu atau perusahaan akan lebih hati-hati dan akan mengambil lebih banyak langkah pencegahan untuk menghindari kerugian dari sakit atau kecelakaan

Ringkasan
l. Sebagian besar keputusan manajerial strategis dibuat dalam situasi berisiko atau ketidakpastian. Resiko mengacu kepada situasi di mana terdapat lebih dari satu hasil yang mungkin dari sebuah keputusan dan probabilitas dari tiap hasil spesifik diketahui atau dapat diestimasikan. Di dalam siuasi ketidakpastian, pada sisi lain, probabilitas dari setiap hasil spesifik tidak diketahui atau bahkan berarti. Kepurusan-keputusan manajerial yang melibatkan risiko memanfaatkan konsep konsep seperti strategi, kondisi alamiah, dan matriks ganjaran. 2. Probabilitas dari suatu kejadian adalah kemungkinan atau peluang yang mungkin terjadi. Distribusi probabilitas mencantumkan semua hasil yang mungkin dari sebuah keputusan dan probabilitasnya masing-masing. Nilai yang diperkirakan dari suatu kejadian diperoleh dari mengalikantiap hasil yang mungkin terjadi dengan probabilitasnya masing-masing dan kemudian menambahkan semua hasil perkalian ini Seiring dengan meningkatnya jumlah hasil yang mungkin, kita mendekati distribusi probabilitas kontinu. Deviasi standar ( ) mengukur tingkat dispersi hasil-hasil yang mungkin dari nilai yang diperkirakan dan digunakan sebagai ukuran risiko absolut. Probabilitas suatu hasil akan jatuh dalam suatu kisaran tertentu dapat ditenukan dengan mengukur luas area di bawah kurva distribusi normal standar yang dibatasi oleh batas-batas dari nilai kisaran ini, dengan asumsi bahwa hasilhasil yang mungkin terdistribusi secara normal Ukuran risiko relatif disediakan oleh koefisien variasi (v),

yang dihitung dengan membagi deviasi standar dari distribusi dengan nilai yang diperkirakan atau rata-ratanya. 3. Walaupun sejumlah manajer adalah neral risiko atau pencari risiko, sebagian besar dari mereka adalah penghindar risiko. Penghindaran risiko didasarkan pada prinsip kepuasan marginal yang semakin menurun atas uang, yang dicerminkan oleh kurva kepuasan total dari lang yang berbentuk cekung atau melengkung ke bawah Seorang penghindar risiko tidak akan menerima taruhan yang adil, sementara individual netral risiko akan bersikap indiferen terhadap taruhan semacam inr, dan individu pemcari risiko mungkin akan menerimanya. Dalam kepurusan-keputusan manajerial yang mengandung risiko, manajer penghindar risiko berupaya memaksimumkan kepuasan yang diperkirakan, bukan pengembalian moneter. Kepuasan yang diperkirakan dari suatu stategi atau keputusan adalah jumlah hasil yang mungkin dengan probabilitas kemunculan masingmasing hasil tersebut. 4. Salah satu metode penyesuaian model penilaian perusahaan untuk menangani proyek yang berisiko adalah menggunakan tingkat diskon yang telah disesuaikan terhadap risiko. Hal ini melibatkan penambahan premi risiko atas suku bunga bebas risiko atau tingkat diskon yang dipakai un(uk menghitung nilai sekarang dari arus kas atau pengembalian investasi. Metode serupa yang memperhirungkan secara eksplisit sikap pembuat keputusan terhadap risiko adalah pendekatan kesepadanan-kepastian. Pendekatan ini menggunakan tingkat diskon bebas risiko sebagai penyebut dan memperhitungkan risiko dengan mengalikan arus kas atau pengembalian bersih (pembilang dari model penilaian) dengan koefisien kesepadanan-kepastian. Koefisien kesepadanan-kepastian adalah rasio da jumlah pasti kesepadanan terhadap jumlah berisiko yang diperkirakan atau pengembalian bersih dari investasi. 5. Keputusan manajerial yang melibatkan risiko biasanya dibuat secara bertahap, di mana keputusan atau kejadian berikutnya tergantung pada keputusan atau kejadian sebelumnya Proses pengambilan keputusan semacam itu dapat dianalisis memakai pohon keputusan Pembuatan pohon kepuusan dimulai dari sisi kiri dengan kepuosan paling awal dan bergerak ke kanan dari waktu ke waktu melalui serangkaian kejadian atau keputusan berikutnya. Kotak mewakili titik pengambilan keputusan, dan lingkaran mewakili kondisi alamiah yang mungkin. Analisis pohon keputusan dimulai dari kanan pada akhir urutan dan bergerak ke kiri. Untuk mengevaluasi keputusan keputu san manajerial yang lebih kompleks yang melibatkan risiko, biasanya memakai simulasi Simulasi adalah pemakaian program komputer yang memperhitungkan secara eksplisit dan simulnn semua interaksi antarvariabel dari model untuk menentukan hasil yang diperkirakan dan risiko dari suatu srategi bisnis tertentu. . 6. Salah satu aturan pengambilan keputusan yang dipakai di bawah kondisi ketidakpastian adalah kriteria maksimin. Aturan konservatif dan pesimistis ini menyatakan bahwa pembuat kepuusan harus menefitukan hasil yang mungkin terburuk dari tiap strategi dan kemudian memilih strategi yang menyediakan hasil terbaik di antara hasil-hasil terburuk. Aturan pengambilan keputusan lain yang dipakai di bawah kondisi ketidakpastian adalah kriteria kerugian minimaks. Kriteria ini menyatakan bahwa pembuat kepunrsan harus memilih strategi yang akan meminimumkan kerugian maksinum atau biaya kesempatan dari keputusan yang salah, apa pun kondisi alamiah yang rnuncul. Metode-metode informal dan kurang umum lainnya yang digunakan untuk

menangani ketidakpastian adalah pengumpulan informasi tambahan, meminta nasihat para pakar, berupaya mengendalikan lingkungan bisnis, dan diversifikasi. 7. Memasukkan sekuritas-sekuritas luar negeri ke dalam portofolio investasi dapat mengurangi risiko (melalui diversifikasi) dan menaikkan tingkat pengembalian, tenpi juga memunculkan risiko valuta asing yang menjadi wahana investasi bisa mengalami penurunan nilai sepanjang horizon investasi. Risiko valuta asing semacam ini bisa ditutupi dengan hedging. Ini biasanya dilakukan dengan memakai kontrak/orward atau kontak futures. Kontrak fonnrd adalah suatu kesepakatan untuk membeli atau menjual suatu valuta asing dalam jumlah tertentu pada kurs tertentu untuk dikirirnkan pada suatu tanggal di masa depan. Kontrak future adalah kontrak forward terstandardisasi untuk kuantitas valuta yang ditetapkan di muka dan tanggal kalender terpilih. 8. Risiko sering berasal dari kurang atau tidak memadainya informasi. Hubungan antara risiko dengan informasi dapat dianalisis dengan mengkaji konsep informasi asimetris, pilihan berlawanan, dan bahaya moral. Infornrasi asimetris (yaitu, ketika salah satu pihak dalam transaksi memiliki lebih sedikit informasi mengenai kualitas dari produk atau jasa yang diperdagangkan oleh pihak lain) memunculkan masalah pilihan yang berlawanan (produk atau jasa berkualitas rendah mendorong produk amu jasa berkualitas tinggi keluar dari pasar). Masalah pilihan yang berlawanan dapat diatasi dengan mengumpulkan informasi tambahan. Bahaya moral mengacu pada meningkatnya probabilitas kerugian saat seorang agen ekonomi bisa memindahkan sebagian biayanya kepada pihak lain. Perusahaan asuransi mencoba mengatasi masalah ini dengan menentukan langkah-langkah pencegahan yang mesti diambil oleh seorang individu ata sebuah perusahaan sebagai syarat pembelian asuransi.