Anda di halaman 1dari 4

ANALISIS NCVLL

Cleh AvlLa AvlonlLa Sarl xl lA 7





I. IDENTITAS BUKU
a. Judul : Sukreni Gadis Bali
b. Pengarang : A.A Pandji Tisna
c. Penerbit : Balai Pustaka
d. Tebal : 112 halaman

II. RINGKASAN CERITA
Men Negara berasal dari Karangasem. Ia meninggalkan daerah itu karena ada
persoalan dengan suaminyavdan ia meninggalkan anaknya yang masih kecil. Di tempat
barunya ia melahirkan dua orang anak bernama I Negeri yang berparas cantik itu dapat
menarik para pekerja pemetik kelapa untuk singgal di warungya. Disamping itu, Men
Negara pun pandai memasak sehingga masakannya selalu disukai oleh para pekerja itu.
Suatu ketika, datanglah seorang manteri polisi bernama I Gusti Made Tusan ke
daerah itu Banyak kejahatan yang berhasil ditumpasnya. Ini berkat kerjasamanya dengan
seorang mata-mata bernama I Made Aseman. Siang itu hampir saja Men Negara harus
berurusan dengan I Gusti Made Aseman karena I Made Aseman mengetahui bahwa Men
Nagara telah memotong babi tanpa surat izin dari yang berwenang. I Made Aseman
sangat berharap agar Men Nagara dipenjarakan di Singaraja karena kesalahannya itu.
Siang itu, Ida Gde Swamba dan para pemetik kelapa sedang makan dan minum di warung
Men Nagara. Tanpa sepengetahuan mereka, datang seorang gadis bernama Luh Sukreni
ke warung Men Nagara. Ia mencari I Gde Swamba untuk urusan warisan dengan
kakaknya, I Sangia yang telah masuk agama kristen. Menurut adat dan agama Bali, jika
seorang anak beralih agama lain, baginya tak ada hak untuk menerima harta warisan.
Namun kedatangan Luh Sukreni itu justru membuat Men Nagara dan Ni
Negeri iri hati, apalagi Sukreni yang lebih cantik itu menanyakan Ida Gde Swamba.
Ketika Menteri polisi itu tampak tertarik pada Sukreni dan berniat menjadikan Ni
Sukrenis sebagai wanita simpanannya, dicarinyalah siasat agar keinginan Menteri Polisi
terpenuhi. Pada kedatanganya yang kedua,
Luh Sukreni kembali menanyakan Ida Gde Swamba di warung Men Negara.
Namun orang yang dicarinya tak ada. Lalau mereka memintanya untuk bermalam di
warungnya sampai Ida Gde Swamba tiba. Tanpa prasangka buruk, Luh Sukreni menerima
tawaran itu. Saat itulah Men Negara menjalankan siasat jahatnya. Sejak kejadian itu Luh
Sukreni pergi entah kemana.
Alangkah terkejutnya Men Negara ketika I Negara, anaknya yang tidak
bersama I Sudiana teman seperjalanan Luh Sukreni, mengatakan bahwa Ni Sukreni
adalah anak kandung Men Negara sendiri. Ayah Ni Sukreni, I Nyoman Raka telah
mengganti nama Men Widi menjadi Ni Sukreni. Perubahan nama itu dimaksudkan agar
Ni Sukreni tak dapat diketahui lagi oleh ibunya. Men Negara sangat menyesal karena ia
telah mengorbankan anaknya sendiri.
Ni Sukreni tak mau kembali ke kampungnya. Ia sangat malu apabila kejadian
itu diketahui oleh ayahnya dan orang-orang di kampungnya. Namun, Pan Gumiarning,
salah seorang sahabat ayahnya, mau menerima Ni Sukreni untuk tinggal di rumahnya.
Tak lama kemudian. Ni Sukreni melahirkan seorang anak dari hasil perbuatan jahat I
Gusti Made Tusan. Anak itu diberi nama I Gustam.
Takdir telah menentukan Ni Sukreni dapat bertemu kembali Ida Gde Swamba.
Ida Gde Swamba berjanji akan mengurus dan membiayai anaknya itu.
I Gustam ternyata tumbuh dengan perangai dan tabiat yang kasar. Didalam
tahanan, Setelah keluar dari penjara, I Gustam membentuk sebuah kelompok. I Sintung
yang ketika di dalam penjara sebagai gurunya, kini di bawah perintah I Gustam yang tak
segan-segan membunuh siapa saja yang menentang perintahnya. Pada suatu malam,
kelompok yang dikepalai I Gustam melaksanakan aksi perampokan di warung Men
Negara. Namun rencana itu sudah diketahui oleh aparat keamanan. Perampokan di Men
Negara mendapat perlawanan dari polisi yang dipimpin oleh I Gusti Made Tusan. I Gusti
Made Tusan sendiri tidak mengenal bahwa musuh yang sedang dihadapinya adalah
anaknya sendiri. Maka ketika I Gustam hampir putus asa karena terkena kelewang
ayahnya, I Gusti Made Tusan baru mengetahui bahwa yang terbunuh itu adalah anaknya
sendiri, setelah ia mendengar teriakan I Made Aseman. Akhirnya ayah dan anak itupun
mati.



III. UNSUR INTRINSIK NOVEL
A. Tema : Ketabahan
B. Alur : Maju
Alur pada novel 'Sukreni Gadis Bali termasuk alur maju karena rangkaian kejadian
pada cerita tersusun runtut tidak terdapat kilas balik.
C. Penokohan :
Protagonis (Ni Luh Sukreni)
SiIat : penyabar
O Bukti : Sukreni dapat menerima jalan hidupnya yang pedih.
Antagonis (Men Negara dan Ni Sukreni)
SiIat : Iri dengki
O Bukti : Ni Negari sangat iri terhadap kecantikan Sukreni, sehingga ia dan
ibunya tega mencelakakan Sukreni.
Tritagonis (I Gede Swamba)
SiIat : I Gede Swamba tetap menolong Sukreni yang telah dirusak oleh
orang-orang jahat di kedai Men Negara.
D. Sudut pandang : Orang ketiga serba tahu
Bukti :
O Dengan hati mengkal I Made Aseman terpaksa mengiringkan tuanya
kekedai itu.
O I Ketut terharu hatinya karena kebaikan hati bakal mertua dan tunangannya.
(penulis dapat mengetahui isi hati dari setiap tokoh)
E. Seting tempat :
Desa Bingin Banjah
Bukti :
O Di pinggir jalan kecil yang berkelak-kelok, diantara kebun-kebun kelapa menuju
Bingin Banjah.
O I Gusti Made Tusan tiap-tiap hari datang ke Bingin Banjah,
Di Kebun
Bukti :
O Belum beberapa batang lagi dipanjat mereka, akan gelaplah di kebun itu.
Kedai Pan Gara
Bukti :
O Lalu mereka masuk ke kedai Pan Gara.
Jalan raya
Bukti :
O Di jalan raya berdiri dua buah kereta belakang-belakangan.
Di Kalianget
Bukti :
O Di Kalianget tak ada orang mengatakan, bahwa Luh Sukreni sudah datang ke situ.
Singaraja
Bukti :
O Dari sana ia pergi ke Singaraja.
Di rumah kenalan I Nyoman Raka
Bukti :
O Di rumah kenalan I Nyoman Raka, tempat ia nemumpang.
Di hotel
Bukti :
O Dalam pada itu hotel kepunyaan seorang tionghoa di Singaraja.
Di Manggis
Bukti :
O Luh Sukreni sudah lama pulang ke Manggis kembali.
Penjara
Bukti :
O Sementara I Gustam dalam penjara Ni Luh Sukreni pulang ke Manggis.
F. Setting waktu :
Pagi hari
Bukti :
O ari masi amat pagi benar.
O Pagi itu ramai mereka bekerja, seolah-olah hendak mengejar hari kemarin yang
lalu dengan cuma-cuma saja.
ari minggu
Bukti :
O Pada hari minggu pagi Men Negara telah amat ramai.
Tengah hari
Bukti :
O Pada suatu tengah hari kedai Men Negara penuh sesak dengan orang berbelanja.

G. Amanat :
O Kita harus berbuat baik pada orang lain.
O Tuhan pasti membalas perbuatan kita yang masih ada di dunia.
O Kita harus melakukan persaingan bisnis secara sehat.
O Kita harus tolong menolong.

. Nilai sosial
O Saling membatu diantara sesama manusia.
O Menghormati orang yang lebih tua.
O Menghargai orang lain.

IV. Komentar
Menurut saya novel itu sudah sangat bagus. Mulai dari sampul yang menggambar kan
dari isi cerita tersebut. Dan isi cerita itu sendiri. Isi dari cerita ini mengandung banyak
nilai yang dapat kita pelajari. Mulai dari nilai sosial, nilai moral, nilai agama. Selain itu
bahasa yang digunakan tidak rumit. Sehingga pembaca dapat dengan mudah mengerti isi
dari novel tersebut.