Anda di halaman 1dari 5

BAB.

7 MASYARAKAT PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN


Nama : BRYANT VAREL PURBA
N P M : 19111194
Kelas : 1 KA 40
7.1. MASYARAKAT PERKOTAAN, ASPEK-ASPEK POSITIF DAN NEGATIF

A). PENGERTIAN MASYARAKAT
Maka dapat diambil suatu
kesimpulan, bahwa masyarakat
harus mempunyai syarat-syarat
sebagai berikut :
B). MASYARAKAT PERKOTAAN
Dalam Arti yang luas dan sempit.
Dalam arti sempit masyarakat dimaksud
sekelompok manusia yang dibatasi oleh
aspek-aspek tertentu, misalnya : teritorial,
bangsa, golongan dan sebagainya
Dalam arti yang luas masyarakat dimaksud
keseluruhan hubungan-hubungan dalam
hidup bersama dan tidak dibatasi oleh
lingkungan bangsa dan sebagainya.

a) Harus ada kumpulan manusia, dan harus banyak,


bukan kumpulan binatang.
b) Telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama di
suatu daerah tertentu.
c) Adanya aturan-aturan atau undang-undang yang
mengatur mereka untuk menuju kepada kepentingan
dan tujuan bersama.

1
1
Urban Community.
Mempunyai ciri yang menonjol pada masyarakat kota, yaitu :

O Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.


O Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain,
keluarganya sukar untuk disatukan, sebab perbedaan perbandingan kepentingan, paham politik,
agama.
O Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang
nyata.
O Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota
dari pada warga desa.
O Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan, menyebabkan bahwa
interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada Iaktor kepentingan dari Iaktor pribadi.
O Jalan kehidupan yang cepat di kota-kota, mengakibatkan pentingnya Iaktor waktu bagi warga kota.
O Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota.

1 A








A 1
B
C). PERBEDAAN DESA DAN KOTA
Mempunyai ciri yang dapat dipergunakan sebagai petunjuk, yaitu :

1. Jumlah dan kepadatan penduduk.


2. Lingkungan hidup.
3. Mata pencaharian.
4. Corak kehidupan sosial.
5. StratiIikasi sosial.
6. Mobilitas sosial.
7. Pola interaksi sosial.
8. Solidaritas sosial.
9. Kedudukan dalam hierarki sistem administrasi nasional.

2
2
Perbedaan yang paling menonjol adalah pada mata pencaharian :
O Kegiatan penduduk desa berada di sektor ekonomi primer yaitu bidang agraris.
O Kota merupakan pusat kegiatan sektor ekonomi sekunder yng meliputi bidang industri,
disamping sektor ekonomi tertier yaitu bidang pelayanan jasa.
O Jadi kegiatan di desa adalah mengolah bahan-bahan mentah, baik bahan-bahan
kebutuhan pangan, sandang maupun lain-lain bahan mentah untuk memenuhi kebutuhan
pokok manusia. Sedangkan kota mengolah bahan-bahan yang berasal dari desa menjadi
bahan-bahan setengah jadi atau mengolahnya sehingga berwujud bahan jadi yang dapat
segera di konsumsi.
O Di desa jumlah ataupun jenis barang yang tersedia di pasaran sangat terbatas. Di kota
tersedia berbagai macam barang yang jumlahnya pun melimpah.
O Bidang produksi dan jalur distribusi di perkotaan lebih kompleks bila dibandingkan
dengan yang terdapat di perdesaan. Dan corak kehidupan di desa dapat dikatakan masih
homogen.

3
3
7.2. HUBUNGAN DESA DANGAN KOTA

a) Masyarakat perdesaan bukanlah dua komunitas yang terpisah.
b) Terdapat hubungan yang erat, bersiIat ketergantungan.
c) Kota tergantung desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan.
d) Desa juga merupakan tenaga kasar pada jenis-jenis pekerjaan tertentu di kota, misalnya :
buruh bangunan atau perbaikan jalan raya / jembatan dan tukang becak.
e) Para pekerja dari pedesaan adalah pekerja-pekerja musiman.
I) Sebaliknya, kota menghasilkan barang-barang juga diperlukan oleh orang desa.
g) Kota juga menyediakan tenaga-tenaga yang melayani bidang bidang jasa yang dibutuhkan
oleh orang desa.
h) Peningkatan hasil pertanian hanya dapat diusahakan melalui intensiIikasi budi-daya bidang
ini.
i) Dalam keadaan semacam ini, kota terpaksa memenuhi kebutuhan pangannya dari luar negeri.
j) Peningkatan jumlah penduduk tanpa diimbangi dengan perluasan kesempatan kerja, akan
berakibat kepadatan.
k) Mereka kelompok para penganggur di desa.



B
C
7.3. ASPEK POSITF DAN NEGATIF

Kota harus berkembang serta mengandung 5 unsur :
1. Wisma
2. Karya
3. Marga
4. Suka
5. Penyempurnaan.
4
Untuk mewujudkan kelima unsur
tersebut, maka Iungsi tugas aparatur
pemerintah kota harus ditingkatkan:

4
1. Aparatur kota harus dapat menangani berbagai masalah yang timbul di kota.Untuk itu, maka
pengetahuan tentang administrasi kota dan perencanaan kota harus dimilikinya.
2. Kelancaran dalam pelaksanaan pembangunan dan pengaturan tata kota harus di kerjakan dengan
cepat dan tepat, agar tidak disusul dengan masalah yang lainnya.
3. Masalah keamanan kota harus dapat di tangani dengan baik sebab kalau tidak, maka kegelisahan
penduduk akan menimbulkan masalah baru.
4. Dalam rangka pemekaran kota, harus di tingkatkan kerja sama yang baik antara pemimpin kota
dengan para pemimipin di daerah.

7.4. MASYARAKAT PEDESAAN



A. PENGERTIAN DESA/PERDESAAN
Menurut $utardfo Kartohadikusuma, desa adalah suatu kesatuan hukum dimana
bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan sendiri.
Menurut intarto desa merupakan perwujudan atau kesatuan geograIi, sosial,
ekonomi, politik dan kultural yang terdapat suatu daerah dalam hubungannya dan
pengaruhnya secara timbal-balik dengan daerah lain.
Menurut !aul H. Landis : desa adalah penduduknya kurang dari 2.500 jiwa.
Masyarakat perdesaan ditandai dengan pemilikan ikatan perasaan batin yang kuat sesama
warga desa, yaitu perasaan setiap warga yang amat kuat hakikatnya, bahwa seorang merasa
merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakatnya.
Bentuk-bentuk kerjasama dalam masyarakat sering diistilahkan dengan gotong royong dan
tolong-menolong.
B. HAKIKAT DAN SIFAT MASYARAKAT PERDESAAN
Masyarakat perdesaan yang agraris dinilai oleh
orang-orang kota sebagai masyarakat tenang
damai, harmonis, masyarakatnya yang adem ayem,
Tapi ketenangan di perdesaan itu hanya karena
masyarakat gemeinschaIt oleh erdinand.
Sebenarnya di dalam masyarakat perdesaan ini
mengenal bermacam-macam gejala.
. Konflik/!ertengkaran
2. Kontraversi/!ertentangan
3. Kompetisi/!ersaingan
4. Kegiatan pada masyarakat
perdesaan.
2


C
D
2
C. SISTEM NILAI BUDAYA PETANI DI INDONESIA
a. Para petani di Indonesia terutama di Jawa pada dasarnya menganggap bahwa hidupnya itu
sebagai sesuatu hal yang buruk, penuh dosa, kesengsaraan.
b. Mereka beranggapan bahwa orang bekerja itu untuk hidup, dan kadang-kadang untuk
mencapai kedudukannya.
c. Mereka berorientasi pada masa kini, kurang memperdulikan masa depan, mereka kurang
mampu untuk itu. Bahkan kadang-kadang ia rindu masa lampau, mengenang kekayaan
masa lampau.
d. Mereka menganggap alam tidak menakutkan bila ada bencana alam atau bencana lain itu
hanya merupakan sesuatu yang harus wajib diterima, kurang adanya agar peristiwa-
peristiwa macam itu tidak berulang kembali.
e. Dan untuk menghadapi alam mereka cukup dengan hidup bergotongroyong, mereka sadar
bahwa dalam hidup itu pada hakikatnya tergantung pada sesama.

5
5
Desa adalah suatu hasil perpaduan antara kegiatan sekelompok manusia dengan
lingkungannya, yang berwujud di muka bumi yang ditimbulkan oleh unsur-unsur
IisiograIi, sosial ekonomi, politik dan kultural. Yang didasari dengan tingkat pendidikan
dan tingkat teknologi penduduk masih tergolong belum berkembang, bercorak siIat agraris
dengan kehidupan yang sederhana.

D. UNSUR-UNSUR DESA

O Daerah dalam arti tanah-tanah yang produktiI dan yang tidak beserta
penggunaanya, termasuk juga unsur lokasi, luas atau batas yang merupakan
lingkungan geograIis setempat.
O Penduduk adalah hal yang meliputi jumlah pertambahan, kepadatan, persebaran
dan mata pencaharian penduduk desa setempat.
O Corak kehidupan di desa didasarkan pada ikatan kekeluargaan yang erat.
O Masyaakat merupakan sesuatu gemeinschaIt yang memiliki unsur gotong royong
yang kuat.
6
6 Faktor lingkungan geograIis memberikan pengaruh yaitu :
a. Faktor TopograIi
b. Faktor Iklim
c. Faktor Bencana

E. FUNGSI DESA

1. Fungsi desa dalam hubungannya dengan kota.
2. Sebagai lumbung bahan mentah atau tenaga kerja yang tidak kecil artinya.
3. Dan segi kegiatan, kerja desa dapat merupakan desa agraris, desa manuIaktur, desa
industri, desa nelayan.
Menurut $utopo Yuwono : salah satu peranan desa terletak di
bidang ekonomi, keberhasilan dalam menggali atau
mengembangkan potensi daerah perdesaan yang bermacam-macam
itu akan memperkuat ketahanan secara nasional.
Dari pendapat di atas, maka secara singkat ciri-ciri masyarakat
perdesaan di Indonesia umumnya dapat disimpulkan sebagai
berikut :

a. Homogenitas
Sosial.
b. Hubungan Primer.
c. Kontrol Sosial
Yang Ketat.
d. Gotong-royong.
e. Ikatan Sosial.
I. Magenis Religius.
g. Pola Kehidupan.

7
7


D
7.5. URBANISASI DAN URBANISME

&rbanisasi adalah suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau
dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat
perkotaan. Proses urbanisasi dapat terjadi dengan lambat maupun cepat, hal ini
tergantung pada keadaan masyarakat yang berangkutan.
Proses tersebut terjadi dengan dua aspek, yaitu :
1. Perubahannya masyarakat desa menjadi masyarakat kota.
2. Bertambahnya penduduk kota yang disebabkan oleh mengalirnya penduduk yang
berasal dari desa-desa.
Pada bahasan ini, seperti yang telah kita ketahui sebelumnya di bab 1.

8
8
7.6. PERBEDAAN MASYARAKAT PERDESAAN DENGAN MASYARAKAT PERKOTAAN

1. LINGKUNGAN UMUM DAN ORIENTASI TERHADAP ALAM

2. PEKER1AAN ATAU MATA PENCAHARIAN

6. DIFERENSIASI SOSIAL

3. UKURAN KOMUNITAS

5. HOMOGENITAS DAN HETEROGENITAS

4. KEPADATAN PENDUDUK

7. PELAPISAN SOSIAL

9. INTERAKSI SOSIAL

11. POLA KEPEMIMPINAN


12. STANDAR KEHIDUPAN
8. MOBILITAS SOSIAL

10. PENGAWASAN SOSIAL


13. KESETIAKAWANAN SOSIAL
14. NILAI DAN SISTEM NILAI