Anda di halaman 1dari 31

SC0 5

seorang wanIta, berusIa J0 tahun, Ibu rumah tangga, datang


kepraktek dokter karena merasa heran berat badannya turun
drastIs selama 6 bulan terakhIr dan DS merasa lemah
walaupun DS merasa banyak makan. Pada anamnesIs dIjumpaI
DS juga kuat mInum karna haus dan banyak buang aIr kecIl
terutama malam harI. DS juga mengeluh gatal_gatal pada
kulIt dan penglIhatan agak kabur. DS mempunyaI 1 orang anak
dan sewaktu lahIrnya beratnya 4 kg. DS juga mempunyaI
rIwayat keluarga penderIta 0|. pada pemerIksaan fIsIk os
dIjumpaI komposmentIs dengan tekanan darah 150/90mmHg,
respIrasI 20x/menIt, regular, equal. Pada pemerIksaan fIsIk
paru dan jantung, tIdak dIjumpaI kelaInan. Pada pemerIksaan
abdomen, dIjumpaI banyak bekas garukan pada kulIt
abdomen. Pada ektremItas atas, tIdak ada kelaInan.
EktremItas bawah, otot gastroknemIus hIpotropI dan refleks
KPF/APF melemah. PemerIksaan LA8 darah dan feses rutIn
tIdak dIjumpaI kelaInan, pemerIksaan urIn rutIn, reduksI
posItIf(++). HasIl pemerIksaan dokter menyImpulkan pada os
dIjumpaI polIfagIa, polIdIpsI, polIurI,prurItus dan
polIneuropatI.
PPolIfagIa : |akan yang berlebIhan
PEqual : PemanIs buatan
PPolIdIpsI : Fasa haus yang berlebIhan
PPolIurI : 8anyak berkemIh
PPolIneuropatI : Cangguan fungsIonal
beberapa syaraf secara
serentak
PFefleks KPF(knee pess reflexs)/APF (achIlles
pess reflexs) : PemerIksaan saraf refleks
pada tendo patella dan
tendo achIlles dengan
Hammer.
1. Kenapa os banyak makan tetapI berat badannya
menurun :
2. Kenapa os mengeluh gatalgatal pd kulIt dan
penglIhatannya kabur :
J. Apa yang menyebabkan os serIng haus dan buang
aIr kecIl pd malam harI :
4. Apa yg menyebabkan otot gastroknemIusnya
hIpotropI dan refleks KPF/APF nya melemah :
5. |engapa pd pemerIksaan lab dIjumpaI reduksI (++)
:
6. |engapa pada DS dIjumpaI T0 menIngkat :
7. Apakah ada hubungan rIwayat penyakIt keluarga
(0|) dgn keluhan DS :
8. |engapa sewaktu lahIr 88 anak DS 4kg :
1. Kenapa os banyak makan tetapI berat
badannya menurun :
gangguan hormon InsulIn (resIsten
InsulIn/defIsIensI InsulIn) InsulIn tIdak bIsa
menstImulasI ambIlan glukosa ke dalam sel
glukosa tetap beredar dIdalam sIrkulasI
darah energI tIdak dIhasIlkan tImbul
respon glIkogenolIsIs, glukoneogenesIs,
lIpolIsIs agar menghasIlkan glukosa untuk
energI berat badan DS menurun.
P Kenapa os mengeluh gatal
gatal pada kulIt:
P PenImbunan glukosa dI
ekstrasel menyebabkan
hIperosmolarItas sel
pada sel lImfosIt, sel akan
menyusut karena
hIperosmolarItas
sehIngga sIstem Imun DS
terganggu tumbuh jamur
dI lIpatan kulIt pasIen
gatalgatal
P Kenapa os mengeluh
penglIhatannya kabur :
P Karena glukosa dIreduksI
menjadI sorbItol sorbItol
tIdak dapat melewatI
membran sel
mengakIbatkan
konsentrasI dIdalam sel
menIngkat dan sel
membengkak . AkIbat
penumpukan sorbItol
dIlensa mata terjadI
penarIkan aIr merusak
kejernIhan lensa
penglIhatan kabur .
PPenImbunan glukosa dI ekstrasel
menyebabkan hIperosmolarItas transpor
maksImal glukosa akan menIngkat dI gInjal
glukosa dIekskresIkan ke urIn menyebabkan
dIuresIs osmotIk yang dIsertaI kehIlangan aIr,
Na, K polIurIa sehIngga DS mengalamI
dehIdrasI kehausan
Dtot
gastroknemIusnya
hIpotropI
- Sel yang tIdak dapat
mengambIl glukosa
dalam jumlah yang
cukup akan menyusut
karena hIperosmolarItas
sel.
refleks KPF/APF nya
melemah
- Penumpukan sorbItol dI
sel schwann dan neuron
akan mengurangI
konduksI
saraf(polIneuropatI)
terutama memengaruhI
sIstem saraf otonom,
refleks, dan fungsI
sensorIk
PPemerIksaan FeduksI urIne dIgunakan untuk
mencek apakah ada zatzat gula atau zat
yang dapat mereduksI dalam urIne.
P0arI pemerIksaan dIdapatkan hasIl posItIf
(++) atau 2+ : 1,01,5 glukosa
Psenyawa kImIa darI pembentukan membran
dasar pembuluh darah dapat berasal darI
glukosa hIperglIkemI bertambah
kecepatan sel - sel membran basal dan
penumpukan glIkoproteIn dI pembuluh darah
lesI dI pembuluh darah dIameter
pembuluh darah mengecIl tekanan darah
menIngkat
P Ada, penyakIt dIabetes melItus memIlIkI
kecendrungan untuk dIturunkan secara genetIk.
P bu yang mengalamI dIabetes memIlIkI
peluang yang lebIh besar untuk melahIrkan
bayI dengan berat badan yang lebIh berat
darI normal. Hal InI mungkIn terjadI akIbat
penIngkatan konsentrasI asam amIno dIdalam
darah sehIngga menyebabkan pelepasan
somatotropIn.
seorang wanIta berusIa J0
tahun
urIn rutIn, reduksI
posItIf(++)
88 turun
gatal_gatal
PenglIhatan kabur
PolIdIpsI
PolIurI
polIfagIa
T0 menIngkat
banyak bekas garukan
pada kulIt
otot gastroknemIus
hIpotropI refleks
KPF/APF melemah.
pemerIksaan
00
dIagnosa
TerapI :
medIcamentosa
nonmedIcamentosa
komplIkasI
Topic tree
PCangguan metabolIsme karbohIdrat
PPenyuluhan
PPengobatan
P0Iet 0|
PPemerIksaan LA8
0Iabetes |ellItus adalah suatu
kumpulan gejala yang tImbul pada
seseorang yang dIsebabkan oleh
karena adanya penIngkatan kadar
gula (glukosa) darah akIbat
kekurangan InsulIn baIk absolut
maupun relatIf
TIpe EtIoIogI TerapI
TIpe 1 AutoImun
dIopatIk
nsulIn
TIpe 2 resIstensI InsulIn
defIsIensI InsulIn
perencanaan dIet
DHD (obat hIpoglIkemIk
Dral)
TIpe J Cangguan eksokrIn
CenetIk
Dbat
W dIet
W olahraga
W agen hIpoglIkemI
W obat penstImulasI
transporter
TIpe 4 penIngkatan kebutuhan
metabolIk
W dIet
W agen hIpoglIkemI
|erupakan kondIsI autoImun yang
menyebabkan kerusakan sel B pankreas
sehIngga tImbul defIsIensI InsulIn absolut.
|erupakan kondIsI autoImun yang
menyebabkan kerusakan sel B pankreas
sehIngga tImbul defIsIensI InsulIn absolut.
|erupakan kondIsI autoImun yang
menyebabkan kerusakan sel B pankreas
sehIngga tImbul defIsIensI InsulIn absolut.
|erupakan kondIsI autoImun yang
menyebabkan kerusakan sel B pankreas
sehIngga tImbul defIsIensI InsulIn absolut.
|erupakan kondIsI autoImun yang
menyebabkan kerusakan sel B pankreas
sehIngga tImbul defIsIensI InsulIn absolut.
|erupakan kondIsI autoImun yang
menyebabkan kerusakan sel B pankreas
sehIngga tImbul defIsIensI InsulIn absolut.
|erupakan kondIsI autoImun yang
menyebabkan kerusakan sel B pankreas
sehIngga tImbul defIsIensI InsulIn absolut.
|erupakan kondIsI autoImun yang
menyebabkan kerusakan sel B pankreas
sehIngga tImbul defIsIensI InsulIn absolut.
|erupakan kondIsI autoImun yang
menyebabkan kerusakan sel B pankreas
sehIngga tImbul defIsIensI InsulIn absolut.
|erupakan kondIsI autoImun yang
menyebabkan kerusakan sel B pankreas
sehIngga tImbul defIsIensI InsulIn absolut.
|erupakan kondIsI autoImun yang
menyebabkan kerusakan sel B pankreas
sehIngga tImbul defIsIensI InsulIn absolut.
0Iabetes yang dItandaI
dengan resIstensI InsulIn
dIsertaI defIsIensI InsulIn
relatIf.
|ekanIsme resIstensI
InsulIn pada 0| tIpe 2
masIh belum jelas.
GE1ALA KHAS DM GE1ALA TIDAK KHAS DM
Poliuria Kesemutan
Polidipsia Pruritus vulvae
Polifagia InIeksi yang sukar sembuh
Penurunan BB K e p u t i h a n
Lemas dan mudah lelah Bisul yang hilang timbul
Penglihatan kabur.
Mudah mengantuk
nsulIn FesIstance nsulIn FesIstance
0IabetIc KetoacIdosIs 0IabetIc KetoacIdosIs 0IabetIc Nephropathy 0IabetIc Nephropathy
0IabetIc Ulcers 0IabetIc Ulcers
PClukosa 0arah sewaktu
PClukosa 0arah Puasa
PTes ToleransI Clukosa Dral
:an 0h eI:2 pastI 0h 0h
KC0 sewat:
plasma vena
darah kapIler
110
90
110199
90199
200
200
KC0 p:asa
plasma vena
darah kaplIer
110
90
110125
90109
126
110
J. Clukosa plasma darI sampel yang dIambIl 2
jam kemudIan sesudah mengkonsumsI 75 gr
karbohIdrat (2 jam post prandIal (pp) 200
mg/dl
2. Clukosa plasma puasa 140 mg/dl (7,8
mmol/L)
1. Clukosa plasma sewaktu 200 mg/dl (11,1
mmol/L)
P Tujuan terapI gIzI medIs adalah untuk mencapaI dan
mempertahankan:
1. Kadar glukosa darah mendekatI normal,
W Clukosa puasa berkIsar 901J0 mg/dl
W Clukosa darah 2 jam setelah makan 180 mg/dl
2. Tekanan darah 1J0/80 mmHg
J. ProfIl lIpId:
W kolesterol L0L 100 mg/dl
W kolesterol H0L 40 mg/dl
W TrIglIserIda 150 mg/dl
8erat badan senormal mungkIn
|T normal: 18,522,9
PKH 6070.
PProteIn 1015.
PLemak 2025.
PCaram dIbatasI pada
penderIta hIpertensI.
PKalorI dIsesuaIkan dgn
88 88 Ideal
S prIa 88 x J0
S wanIta 88 x 25
P|enurut 8occa :
IdeaI (T8 dalam cm
- 100) - 10kg.
P0Ianjurkan latIhan
jasmanI J4 kalI tIap
mInggu selama I 0,5
jam.
P|Isalnya jalan kakI,
joggIng, larI, renang,
bersepeda, dll.
PJangan memulaI
olahraga sebelum
makan.
PHarus dIdampIngI.
O 0Iet
O PembagIan kalorI per 24 jam dIberIkan J kalI
makanan utama dan J kalI makanan kecIl
sebagaI berIkut :
O 9 20 berupa makan pagI.
O 9 10 berupa makanan kecIl.
O 9 25 berupa makan sIang.
O 9 10 berupa makanan kecIl.
O 9 25 berupa makan malam.
O 9 10 berupa makanan kecIl.
:t KronI
Koma hIpoglIkemIa |akroangIopatI
KetoasIdosIs |IkroangIopatI
Koma hIperosmolar nonketotIk NeuropatI dIabetIk
Fentan InfeksI
KakI dIabetIk
Sudoyo WA, SetIyohadI 8, TerapI non farmakologIs pada dIabetes
melItus In edItor YunIr em, SoebardI s,8uku Ajar lmu PenyakIt
0alam, nternaPublIshIng, Jakarta, 2009 () 18641867
Sudoyo WA, SetIyohadI 8, 0IagnosIs dan KlasIfIkasI 0Iabetes
|elItus In edItor CustavIanI F, Ajar lmu PenyakIt 0alam,
nternaPublIshIng, Jakarta, 2009 () 185759
P W.Sudoyo Aru, dkk. llmu Penyckt 0clcm eds 4 ]ld J,
InternaPublIshIng, Jakarta, 2009.
P |ansjoer ArIf, dkk. cptc Selektc kedoktercn eds J ]ld 1,
|edIa AesculapIus, Jakarta, 2009.
P ElIzabeth J.CorwIn, uku Scku Pcto]soloy, ECC, Jakarta, 2009.
P wwwdIabetesmellItustIpe1pdf.com