Anda di halaman 1dari 4

LAM8ANG UNIVLkSI1AS LM8ANGUNAN NASICNAL "VL1LkAN"

1 Lambang un veLeran"
2 en[elasan lambang sbb
a 8enLuk lambang persegl llma cembung
b Susunan lambang
1) 8unga melaLl berwarna puLlh yg sedang mekar dg kedua
kelopak Lelah mekar
2) nyala apl yg berkobar dl klrl dan kanan
3) 1umpuan nyala apl Llga Leras
4) lLa berwarna puLlh dg Lullsan Wldya MwaL ?asa"
3) 1opl ba[a berblnLang saLu bersuduL 3 dlaLas bunga melaLl
6) 1ullsan mellngkar berbunyl
universitos Pembonqunon Nosiono/ "veteron"
rLl Lambang
a 8unga melaLl beraLl
1) Sbg lambang keprlbadlan lndonesla
2) Llma kelopak bunga yg maslh kuncup eraL bersaLu
melambangkan ke[lwaan ancaslla
3) uua kelopak Lerbuka yg melambangkan
penunLuLan llmu yg Lerusmenerus serLa
membukLlkan dlrl kpd masyarakaL
b nyala apl berarLl
1) Melambangkan semangaL bela[ar yg menyalanyala
guna mencapal Lu[uan
2) 1umpuan nyala apl 3 Leras berarLl
melambangkan 1rl uharma erguruan 1lnggl
d lLa berwarna puLlh dg Lullsan Wldya MwaL ?asa sbg
suaLu sesanLl yg dlanuL oleh SlvlLas kademlka un
veLeran" arLlnya menunLuL llmu guna dlabdlkan kpd bangsa
dan negara dg haLl yg sucl dan berslh serLa Lulus dan lkhlas
e 1opl ba[a warna hl[au berblnLang 1 (saLu) bersuduL 3
warna kunlng melambangkan perwu[udan darl un veLeran"
sbg suaLu momenLum akLlf veLeran 8l serLa upaya pewarlsan
nllalnllal 43 kpd generasl muda
f 1ullsan mellngkar un veLeran"
Maknanya adalah suaLu unlverslLas yg berLu[uan
unLukmenggembleng kaderkader yg dl kemudlan harl akan
mengamalbakLlkan llmunya unLuk kepenLlngan kema[uan
bangsa dan negara 8epubllk lndonesla

WIDYA MWAT YASA
Sebagai semboyan UPN "Veteran , sekaligus sbg jati
diri, mempunyai arti "Belajar utk membangun .
Membangun jiwa raga guna sebesar-besarnya utk
kepentingan bangsa dan negara, lahir/ batin, adil/
merata.
Implementasinya berupa :
Proses belajar/ mengajar di UPN "Veteran untuk
kepentingan negara dan bangsa, diwujudkan dalam
manusia-2 individu yg unggul, cerdas intelektual
(IQ) maupun emosional (EQ), berwawasan
kebangsaan agar mampu menjadi kader
pembangunan atau kader perubahan.
Identitas individu
Identitas ini berkaitan dengan keseluruhan ciri
tentang seseorang.
Dibentuk melalui interaksi biologi (bersifat jasmani)
dan kehidupan sosial.
Jadi identitas individu adalah identitas atau jati diri
yang dimiliki oleh seseorang yang mereka dapat
sejak lahir, maupun dari proses interaksi dengan
yang lain
Identitas koIektif
Identitas kolektif adalah identitas yang dimiliki
oleh anggota-anggota kelompok yang mereka
bangun melalui interaksi sesama anggotanya dan
untuk kepentingan bersama atau kelompok.
Pengertian Identitas atau )ati diri
Iuentitas (asal) "Iuentity" aitinya : ciii-
atau tanua- atau jati uiii.
Iuentity ui Inuonesiakan iuentitas jati uiii
Peitama : beiaiti iuentitas jati uiii yg menunjuk
pu ciii- yg melekat paua uiii seseoiang atau
benua.
Keuua : iuentitas jati uiii upt beiupa suiat
keteiangan yg upt beiupa sit keteiangan yg
upt menjelaskan seseoiang & iiwayat hiuup
seseoiang.
. APA SESEURA MEMERLA IDEIAS AA
)AI DIRI
Iuentitas atau jati uiii uipeilukan ualam inteiaksi.
Nisalnya inteiaksi (hubungan) anak uengan Bapak.
Semakin banyak peianan yang uimainkan seseoiang,
baik inteiaksi ualam iumah tangga maupun
masyaiakat semakin banyak iuentitasnya (semakin
populei iuentitasnya).

ATI DIRI LEMBAGA
(UPN VETERAN)
Jati diri lembaga dapat digali dari nilai-nilai sejarah
lembaga UPN "Veteran sebagai lembaga.
Lembaga yang didirikan oleh pada pejuang mempunyai
jati diri sbb:
1. Monumen hidup para veteran pejuang kemerdekaan
2. Kampus perjuangan
3. Kampus perekat bangsa
4. Kampus pionir pembangunan









Makna Moralitas dan Lima Ciri Standar Moral
Moralitas adalah sifat moral atau keseluruhan asas dan nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk (Bertens, 2002:7). Moralitas
juga berperan sebagai pengatur dan petunjuk bagi manusia dalam berperilaku agar dapat dikategorikan sebagai manusia yang baik dan
dapat menghindari perilaku yang buruk (KeraI, 1993: 20). Dengan demikian, manusia dapat dikatakan tidak bermoral jika ia berperilaku
tidak sesuai dengan moralitas yang berlaku.
Velazquez memberikan pemaparan pendapat para ahli etika tentang lima ciri yang berguna untuk menentukan hakikat standar moral
(2005:9-10). Kelima ciri tersebut adalah sebagai berikut:
1. $tandar moral berkaitan dengan persoalan yang dianggap akan merugikan secara serius atau benar-benar menguntungkan
manusia. Contoh standar moral yang dapat diterima oleh banyak orang adalah perlawanan terhadap pencurian, pemerkosaan,
perbudakan, pembunuhan, dan pelanggaran hukum.
2. $tandar moral ditetapkan atau diubah oleh keputusan dewan otoritatiI tertentu. Meskipun demikian, validitas standar moral
terletak pada kecukupan nalar yang digunakan untuk mendukung dan membenarkannya.
3. $tandar moral harus lebih diutamakan daripada nilai lain termasuk kepentingan diri. Contoh pengutamaan standar moral adalah
ketika lebih memilih menolong orang yang jatuh di jalan, ketimbang ingin cepat sampai tempat tujuan tanpa menolong orang
tersebut.
4. $tandar moral berdasarkan pada pertimbangan yang tidak memihak. Dengan kata lain, pertimbangan yang dilakukan bukan
berdasarkan keuntungan atau kerugian pihak tertentu, melainkan memandang bahwa setiap masing-masing pihak memiliki nilai
yang sama.
5. $tandar moral diasosiasikan dengan emosi tertentu dan kosakata tertentu. Emosi yang mengasumsikan adanya standar moral
adalah perasaan bersalah, sedangkan kosakata atau ungkapan yang merepresentasikan adanya standar moral yaitu 'ini salah
saya, 'saya menyesal, dan sejenisnya.
!emahaman Berdasarkan Contoh
rang dapat dikatakan tidak bermoral apabila tingkah lakunya berlawanan dengan moralitas yang berlaku dalam masyarakat. Contoh
perbuatan yang berlawanan dengan moralitas masyarakat di Indonesia adalah tidak adanya tenggang rasa terhadap orang yang berbeda
agama. $ebagai masyarakat Indonesia yang plural dengan suku, ras, dan agama, tentunya persoalan perbedaan tidak menjadi masalah,
bahkan menjadi suatu kebanggaan yang harus dijunjung tinggi dilatarbelakangi oleh makna dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Dengan
demikian, orang yang tidak memiliki tenggang rasa atas perbedaan agama, di Indonesia, dianggap tidak bermoral.
&ntuk menghindari cap jelek sebagai orang yang tidak bermoral, maka sebagai manusia kita harus memahami moralitas yang terdapat
dalam masyarakat. Dengan memahami konsep moralitas, orang juga akan mudah membaur dengan masyarakat dan menerima respon
positiI atas tingkah laku baik.