Anda di halaman 1dari 2

Logam mulia Dalam ilmu kimia, logam mulia adalah logam yang tahan terhadap korosi maupun oksidasi.

Contoh logam mulia adalah emas, perak dan platina. Umumnya logam-logam mulia memiliki harga yang tinggi, karena sifatnya yang langka dan tahan korosi. Logam mulia sangat sukar bereaksi dengan asam. Sekalipun begitu, sebagian logam mulia (misalnya emas) dapat dilarutkan dalam akua regia, yaitu campuran pekat dari asam nitrat dan asam klorida. Semua logam mulia merupakan anggota dari logam transisi. Logam mulia biasa digunakan sebagai perhiasan dan mata uang (emas, perak), bahan tahan karat (stainless) seperti lapisan perak, ataupun katalis (misalnya platina). Logam Mulia atau biasa disingkat LM juga dikenal sebagai merek dagang emas yang diproduksi oleh PT ANTAM Tbk. Gas mulia adalah unsur-unsur golongan VIIIA (18) dalam tabel periodik. Disebut mulia karena unsur-unsur ini sangat stabil (sangat sukar bereaksi). Tidak ditemukan satupun senyawa alami dari gas mulia. Menurut Lewis, kestabilan gas mulia tersebut disebabkan konfigurasi elektronnya yang terisi penuh, yaitu konfigurasi oktet (duplet untuk Helium). Kestabilan gas mulia dicerminkan oleh energi ionisasinya yang sangat besar, dan afinitas elektronnya yang sangat rendah (bertanda positif). Para ahli zaman dahulu yakin bahwa unsur-unsur gas mulia benar-benar inert. Pendapat ini dipatahkan, setelah pada tahun 1962, Neil Bartlett, seorang ahli kimia dari Kanada berhasil membuat senyawa xenon, yaitu XePtF6. Sejak itu, berbagai senyawa gas mulia berhasil dibuat. Gas mulia adalah gas yang mempunyai sifat lengai, tidak reaktif, dan susah bereaksi dengan bahan kimia lain. Gas mulia banyak digunakan dalam sektor perindustrian. Berikut adalah gasgas mulia: Logam Mulia Dari definisinya logam mulia adalah jenis logam yang tahan terhadap korosi dan oksidasi. Karena sifat dari logam mulia yang tahan terhadap korosi dan langka ( sumber daya alam terbatas dan tidak dapat diperbaharui) , maka tidak heran harga logam mulia tinggi dan terus naik. Contoh logam yang termasuk logam mulia adalah emas , perak dan platina. Namun masyarakat umum cenderung mengidentikkan logam mulia hanya berupa emas. Sifat-Sifat Gas Mulia Gas mulia memiliki titik didih dan titik leleh yang sangat rendah, oleh karena itu di alam gas mulia berwujud gas. Gas mulia tidak berbau, tidak berwarna dan tidak berasa. Berdasarkan jari-jari atom, gas mulia seharusnya Paling reaktif menangkap elektron. Namun, pada kenyataannya golongan gas mulia sangat sulit bereaksi. Di alam unsur ini kebanyakan ditemukan sebagai gas monoatomik. Hal ini dikarenakan konfigurasi elektronnya yang memenuhi kulit terluar sehingga menjadi stabil. Kereaktifan gas mulia akan bertambah seiring dengan bertambahnya nomor atom. Bertambahnya nomor atom akan menambah jari-jari atom pula. Hal ini mengakibatkan gaya tarik inti atom terhadap elektron terluar berkurang, sehingga lebih mudah melepaskan diri dan ditangkap zat lain. Sampai saat ini, senyawa gas mulia yang sudah dapat bereaksi dengan zat lain adalah xenon dan kripton, sedangkan helium, neon, dan argon masih sangat stabil. Menurut percobaan yang dilakukan Neil Bartlett dan Lohmann, gas mulia hanya dapat bereaksi

dengan unsur Oksigen (O) dan Fosfor (F). Senyawa gas mulia yang ditemukan pertama kali adalah XePtF6. Sehingga dapat disimpulkan bahwa: METALOID adalah.... unsur metaloid bersifat semi koduktor, pada suhu rendah tidak menghantarkan listrik dengan baik dan pada suhu tinggi sifat hantarn listriknya sangat meningkat contoh B Si Ge As Sb Te At AMFOTER Apakah senyawa aluminium hidroksida Al(OH)3 hanya bersifat basa? Ternyata, senyawa Al(OH)3 dapat bereaksi dengan basa. Artinya, senyawa ini memiliki sifat asam. Suatu senyawa yang dapat bereaksi dengan asam maupun basa dikenal dengan senyawa amfoter. Pembuktiannya dapat Anda lakukan di sini. Senyawa Amfoter beberapa zat dapat bersifat sebagai asam dalam lingkungan basa kuat dan sebagai basa dalam lingkungan asam kuat, senyawa yang memiliki sifat sperti itu disebut senyawa Amfoter. Reaksi senyawa amfoter dalam lingkungan basa kuat dan asam kuat : Al(OH)3(s) + OH- (aq) Basa kuat Al(OH)3(s) + 3H+ (aq) Asam Kuat Al3+ (aq) + 3 H2O(l) Al(OH)4-(aq)

Sifat logam dikaitkan dengan keelektropositifan, yaitu kecenderungan atom untuk melepaskan elektron membentuk kation