Anda di halaman 1dari 3

Pengertian Kepala

Pengertian kekepalaan mempunyai konotasi adanya kedudukan dalam hirarkhi organisasi, yang
di dalamnya terkandung tugas, wewenang dan tanggung jawab yang telah ditentukan secara
Iormal. Kekepalaan berkaitan dengan wewenang sah berdasarkan ketentuan Iormal, untuk
membawahi dan memberi perintah-perintah kepada kelompok orang-orang 'bawahan tertentu
dan dalam bidang masalah tertentu pula. Seorang kepala unit belum tentu dapat menjadi leader.
Demikian pula seorang leader belum tentu mempunyai kedudukan sebagai kepala. Seorang yang
tidak mempunyai pengaruh dapat saja menjadi seorang kepala instansi, dan ia baru menjadi
seorang leader kalau ia mampu mempengaruhi orang lain. Oleh karena itu, pimpinan yang
mengepalai suatu organisasi atau salah satu unitnya harus menyadari bahwa kedudukan Iormal
saja belum tentu merubah perilaku anak buahnya sesuai dengan yang diharapkan agar
memudahkan dan melancarkan pencapaian tujuan organisasinya, atau mampu menciptakan
kerjasama yang baik antara bawahannya. Dari pengertian tentang kepemimpinan tersebut di atas,
jelas kepemimpinan itu tidak perlu terkait dengan batasan-batasan dan ketentuan-ketentuan
Iormal. Maka seseorang yang melaksanakan kekepalaan mungkin belum dapat disebut sebagai
orang pemimpin. la sekaligus dapat disebut sebagai seorang pemimpin, apabila ia juga mampu
mempengaruhi bawahan sehingga mereka dengan penuh pengertian, kesadaran dan senang hati
bersedia mengikuti dan mentaati kehendak atau perintah-perintahnya.
Pengertian Pemimpin
Kajian mengenai kepemimpinan termasuk kajian yang multi dimensi, aneka teori telah
dihasilkan dari kajian ini. Teori yang paling tua adalah The Trait Theory atau yang biasa disebut
Teori Pembawaan
Teori ini berkembang pada tahun 1940-an dengan memusatkan pada karakteristik pribadi
seorang pemimpin, meliputi bakat-bakat pembawaan, ciri-ciri pemimpin, Iaktor Iisik,
kepribadian, kecerdasan, dan ketrampilan berkomunikasi.
Tema kepemimpinan merupakan topik yang selalu menarik diperbincangkan dan tak akan pernah
habis dibahas. Masalah kepemimpinan akan selalu hidup dan digali pada setiap zaman, dari
generasi ke generasi guna mencari Iormulasi sistem kepemimpinan yang aktual dan tepat untuk
diterapkan pada zamannya. Hal ini mengindikasikan bahwa paradigma kepemimpinan adalah
sesuatu yang sangat dinamis dan memiliki kompleksitas yang tinggi
Terminologi kepemimpinan lahir sebagai suatu konsekuensi logis dari perilaku dan budaya
manusia yang terlahir sebagai individu yang memiliki ketergantungan sosial (zoon politicon)
yang sangat tinggi dalam memenuhi berbagaikebutuhannya ( homo sapiens ). ABRAHAM
MASLOW mengidentiIikasi adanya 5 tingkat kebutuhan manusia kebutuhan biologis, kebutuhan
akan rasa aman, kebutuhan untuk diterima dan dihormati orang lain, kebutuhan untuk
mempunyai citra yang baik, dan kebutuhan untuk menunjukkan prestasi yang baik.
Dalam upaya memenuhi kebutuhannya tersebut manusia kemudian menyusun organisasi dari
yang terkecil sampai yang terbesar sebagai media pemenuhan kebutuhan serta menjaga berbagai
kepentingannya.
Dalam bahasa Indonesia 'pemimpin sering disebut penghulu, pemuka, pelopor, pembina,
panutan, pembimbing, pengurus, penggerak, ketua, kepala, penuntun, raja, tua-tua, dan
sebagainya. Istilah pemimpin, kepemimpinan, dan memimpin pada mulanya berasal dari kata
dasar yang sama 'pimpin. Namun demikian ketiganya digunakan dalam konteks yang berbeda.
Istilah kepemimpinan pada dasarnya berhubungan dengan ketrampilan,kecakapan, dan tingkat
pengaruh yang dimiliki seseorang; oleh sebab itu kepemimpinan bisa dimiliki oleh orang yang
bukan 'pemimpin. Sedangkan istilah Memimpin digunakan dalam konteks hasil penggunaan
peran seseorang berkaitan dengan kemampuannya mempengaruhi orang lain dengan berbagai
cara. Pemimpin yang baik harus memiliki siIat cerdas, Dapat dipercaya, jujur dan mau
menyampaikan kebenaran-kebenaran
Perbedaan Kepala dan Pemimpin
Banyak ahli manajemen mendeIinisikan leadership dalam arti luas, dalam arti meliputi banyak
cara yang dilakukan oleh leaders dan heads serta berbagai sumber yang digunakan untuk
mengungkapkan kekuasaannya. Akan dapat pula dideIinisikan secara lebih sempit, seperti
misalnya yang dilakukan oleh C.A Gibb (1969), yang membedakan antara leadership dengan
headship sebagai berikut:
a. Headship diselenggarakan melalui suatu sistem yang diorganisasikan dan tidak berdasarkan
pengakuan spontan para anggotanya.
b. Tujuan kelompok dipilih oleh kepala (head person) sesuai dengan minat dan tidak ditentukan
oleh kelompok itu sendiri secara internal.
c. Dalam headship/ hanya ada sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali tindakan bersama dalam
mencapai tujuan.
d. Dalam headship, ada jurang sosial yang lebar antara anggota-anggota kelompok dan kepala
(the head), yang mengusahakan agar ada jarak sosial ini, sebagai suatu alat bantu untuk memaksa
kelompoknya.
e. Kewibawaan seorang pemimpin (leader) secara spontan diakui oleh para anggota kelompok
yang bersangkutan dan terutama oleh para pengikutnya.
Sedangkan kewibawaan seorang kepala (the head) timbul karena adanya kekuasaan dari luar
kelompok yang mendukung seseorang itu terhadap kelompok yang bersangkutan, yang tidak
dapat disebut sebagai para pengikut sesungguhnya. Mereka menerima dominasi kepalanya
(headship) dalam hal penderitaan suatu hukuman (punishment) daripada upaya pengikutnya
dalam arti menginginkan hadiah .
Kochan, Schmidt dan de Cotties (1975), menurut Bass, setuju dengan pendapat Gibb karena
mereka melihat bahwa para manajer, para pemimpin pelaksana, para pejabat dan Iain-lain dalam
kenyataannya lebih banyak melakukan berbagai hal, lebih dari sekedar hanya memimpin saja.
Kita tak dapat menaIsirkan begitu saja bahwa, misalnya seseorang yang mengikuti semua
tatacara seremonial dalam anggota. Akan tetapi menurut deIinisi yang lebih luas, bagi Bass
(1960) pimpinan/seorang kepala (head) adalah merupakan konsekuensi dari kedudukan (status)
mereka, jadi merupakan suatu kekuasaan dari jabatan yang dipegangnya. Tanpa kedudukan
semacam itu, para pemimpin (leader) masih dapat mencapai tujuan, apabila kekuasaannya itu
betul-betul sesuai dengan nilai-nilai yang dianut oleh kelompok yang dipimpinnya.
Baik kedudukan (status) maupun penghormatan (esteem) tak dapat ditaIsirkan. secara kaku.
Dalam setiap kelompok akan berbeda. Itulah sebabnya kepemimpinan (leadership) pada hakikat
dapat dibagikan kepada para anggotanya dalam derajat tertentu dan dalam situasi yang sama.
Istilah kepala, ketua, direktur, menteri, presiden dan lain-lainnya, pada umumnya berkaitan
dengan pengertian kekepalaan (headship).
Persamaan Kepala dan Pemimpin
Pada umumnya kata leadership diterjemahkan sebagai Kepemimpinan. Leadership dapat
ditaIsirkan dalam dua pengertian. Pertama, meliputi pengertian headship dan kedua, leadership
ditaIsirkan berbeda dengan headship. Namun demikian ada beberapa persamaan antara
pemimpin dan kepala yaitu :
a. Memiliki tanggung jawab yang sama yaitu memimpin/mengepalai sebuah organisasi dengan
anggota organisasi atau orang orang yang memiliki tujuan yang sama
b. Memiliki tugas yang sama yaitu untuk mencapai tujuan organisasi atau lembaga yang
dipimpinnya.
c. Harus memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain agar dapat bekerjasama
mencapai tujuan yang telah ditetapkan organisasi atau lembaga yang dipimpinnya
d. Sama sama harus bekerja sama dengan orang lain atau pengikut untuk bersama sama
menjalankan roda orgaisasi.
e. Sama sama untuk melayani orang lain
I. Sama sama harus memiliki visi kedepan baik kemajuan tentang lembaga atau organisasi yang
dipimpinya maupun tentang kemajuan pribadinya.
g. Menuntut kemampuan managerial seorang pemimpin/kepala
h. Keduanya inti dari manajemen