Anda di halaman 1dari 16

Sistem Akreditasi BAN-PT Written by Administrator Thursday, 08 October 2009 10:57 Proses akreditasi program studi dimulai dengan

pelaksanaan evaluasi diri di program studi yang bersangkutan. Evaluasi diri tersebut mengacu pada pedoman evaluasi diri yang telah diterbitkan BAN-PT, namun, jika dianggap perlu, pihak pengelola program studi dapat menambahkan unsurunsur yang akan dievaluasi sesuai dengan kepentingan program studi maupun institusi perguruan inggi yang bersangkutan. Dari hasil pelaksanaan evaluasi diri tersebut, dibuat sebuah rangkuman eksekutif (executive summary), yang selanjutnya rangkuman eksekutif tersebut dilampirkan dalam surat permohonan untuk diakreditasi yang dikirimkan ke sekertariat BAN-PT. Sekretariat BAN-PT akan mengkaji ringkasan eksekutif dari program sudi tersbut, dan jika telah memenuhi semua kompoen yang diminta dalam pedoman evaluasi diri sekertariat BAN-PT akan mengirimkan instrumen akreditasi yang sesuai dengan tingkat program studi setelah instrumen akreditasi diisi, program studi mengirimkan seluruh berkas (intrumen akreditasi yang telah diisi dan lampirannya, beserta copy-nya) ke sekretariat BAN-PT. Jumlah copy yang harus disertakan untuk program studi tingkat Diploma dan Sarjana sebanyak 3 copy, sedangkan untuk program studi tingkat Magister dan Doktor sebanyak 4 copy. Penilaian dilakukan setelah seluruh berkas diterima secara lengkap oleh sekertariat BAN-PT. Proses akreditasi program studi dapat diilustrasikan seperti gambar dibawah ini.

Dasar Hukum Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan agar Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional yang diatur dengan undang-undang. Undangundang yang dimaksud adalah Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang berlaku sejak tanggal 27 Maret 1989, yang kemudian diperbaharui dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dalam BAB XVI tentang Evaluasi, Akreditasi dan Sertifikasi disebutkan:

Pasal 60 1. 2. 3. 4. Akreditasi dilakukan untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan pada Akreditasi terhadap program dan satuan pendidikan dilakukan oleh Pemerintah dan/atau Akreditasi dilakukan atas dasar kriteria yang bersifat terbuka. Ketentuan mengenai akreditasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3)

jalur pendidikan formal dan nonformal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. lembaga mandiri yang berwenang sebagai bentuk akuntabilitas publik.

diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. Pasal 61

1. 2.

Sertifikat berbentuk ijazah dan sertifikat kompetensi. Ijazah diberikan kepada peserta didik sebagai pengakuan terhadap prestasi belajar dan/atau

penyelesaian suatu jenjang pendidikan setelah lulus ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi. 3. Sertifikat kompetensi diberikan oleh penyelenggara pendidikan dan lembaga pelatihan kepada peserta didik dan warga masyarakat sebagai pengakuan terhadap kompetensi untuk melakukan pekerjaan tertentu setelah lulus uji kompetensi yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi atau lembaga sertifikasi. 4. Ketentuan mengenai sertifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3)

diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. Selanjutnya berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 30 Tahun 1990 tentang Pendidikan Tinggi, yang kemudian dipebaharui dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi. Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi pada BAB XIV mengenai Pengawasan dan Akreditasi, Pasal 128 disebutkan: 1. 2. Menteri menetapkan tatacara pengawasan mutu dan efisiensi semua perguruan tinggi. Mutu sebagaiana dimaksud pada ayat (1) merupakan keterkaitan antara tujuan, masukan,

proses, dan keluaran, yang merupakan tanggungjawab institusional perguruan tinggi masingmasing. 3. 4. 5. Penilaian utu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan oleh badan akreditasi yang Menteri menetapkan langkah-langkah pembinaan terhadap perguruan tinggi berdasarkan Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) mandiri. hasil pengawasan mutu dan efisiensi. diatur oleh Menteri. Bentuk dan Struktur Lembaga BAN-PT merupakan lembaga non-struktural di bawah Menteri Pendidikan Nasional, yang ditetapkan melalui Keputusan Mendiknas nomor 187/U/1998, dan nomor 118/U/2003, dengan keanggotaan yang diangkat berdasarkan Keputusan Mendiknas nomor 119/P/2003 dan terakhir digantikan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 28 Tahun 2005 tentang Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi dan juga Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.6 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2005 tentang Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. Pembentukan BAN-PT pada hakekatnya melambangkan niat dan kepedulian pemerintah dalam pembinaan penyelenggaraan perguruan tinggi, melayani kepentingan masyarakat, dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional. http://ban-pt.kemdiknas.go.id

Relevansi dan Kualitas Written by Administrator Thursday, 08 October 2009 10:22 Kualitas luaran pendidikan tinggi dinyatakan sebagai daya saing luaran tersebut dalam memperoleh pengakuan dunia ilmu pengetahuan di tingkat internasional. Kualitas ini antara lain ditandai dengan kemampuan untuk memnembus publikasi di jurnal internasional, kemampuan lulusan untuk bersaing di arena global dan kemampuan untuk memenangkan penghargaan akademik di tingkat internasional seperti hadiah Nobel dan lain-lain. Relevansi, di pihak lain mengukur tingkat kesesuaian antara produk yang dihasilkan pendidikan tinggi (baik berupa lulusan maupun hasil-hasil penelitian maupun pengembangan) dengan kebutuhan pihak-pihak pengguna produk tersebut antara lain pemerintah, masyarakat, dan industri. Program pendidikan tinggi yang relevan dan berkualitas ditandai dengan kemampuan lulusan untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja, menciptakan lapangan kerja baru, atau mengembangkan ilmu pengetahuan sesuai dengan perkembangan pengetahuan global. Lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya mengauasai ilmu pengetahuan, teknologi atau seni pada bidang tertentu, tetapi juga menguasai ketrampilan tambahan seperti, kemampuan berkomunikasi secara efektif, kemampuan berfikir logis, kemampuan belajar, dan lain-lain. Kemampuan-kemampuan tambahan ini disebut soft skills Biaya Pendidikan

Written by Administrator

Wednesday, 07 October 2009 17:36

Selama ini banyak orang menganggap bahwa biaya pendidikan semata-mata hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah. Padahal tidak sedikit orang tua dan calon mahasiswa yang telah menjadari bahwa kuliah di perguruan tinggi dipandang sebagai investasi bagi masa depan mereka. Oleh karena itu orang tua dan/atau mahasiswa semestinya ikut berkontribusi secara lebih

signifikan terhadap biaya pendidikan. No Nama Daerah Range Biaya Pendidikan

1 Provinsi DKI Jakarta

Universitas Negeri Jakarta Rp. 1.800.000 - Rp. 3.100.000

Politeknik Negeri Jakarta Rp 700.000 - Rp. 2.500.000

Politeknik Negeri Media Kreatif Rp. 3.000.000 - Rp. 9.500.000

2 Provinsi Jawa Barat

Universitas Padjajaran Rp. 2.000.000 - Rp 10.000.000

Politeknik Negeri Bandung Rp. 1.900.000 - Rp. 6.400.000

Politeknik Manufaktur Bandung Rp. 2.500.000 - Rp. 4.500.000

Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung Rp. 500.000 - Rp. 1.000.000

3 Provinsi Jawa Tengah

Universitas Jenderal Sudirman Rp. 600.000 - Rp. 6.000.000

Universitas Diponegoro Rp. 1.000.000 - Rp. 5.000.000

Universitas Negeri Semarang Rp. 1.700.000 - Rp. 11.000.000

Universitas Negeri Sebelas Maret Rp. 1.000.000 - Rp. 7.500.000

4 Provinsi D.I Yogyakarta

Universitas Negeri Yogyakarta Rp. 700.000 - Rp. 3.000.000

Institut Seni indonesia Yogyakarta Rp. 1.000.000 - Rp. 14.000.000

5 Provinsi Jawa Timur

Institut Teknologi Sepuluh November Rp. 800.000 - Rp. 8.000.000

Universitas Negeri Surabaya Rp. 800.000 - Rp. 8.000.000

Universitas Brawijaya Rp. 800.000 - Rp. 3.500.000

Universitas Negeri Malang Rp. 300.000 - Rp. 4.000.000

Universitas Jember Rp. 300.000 - Rp. 4.500.000

Politeknik Elektro Negeri Surabaya Rp. 1.500.000 - Rp. 4.000.000

Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya Rp. 1.000.000 - Rp. 4.500.000

Politeknik Negeri Malang Rp. 1.700.000 - Rp. 4.000.000

Politeknik Negeri Jember Rp. 1.000.000 - Rp. 1.500.000

Universitas Trunojoyo Rp. 650.000 - Rp. 2.500.000

6 Provinsi NAD. Banda Aceh

Universitas Syiah Kuala Rp. 1.800.000 - Rp. 4.000.000

Politeknik Negeri Lhokseumawe Rp. 650.000 - Rp. 2.000.000

Universitas Malikussaleh Rp. 700.000 - Rp. 5.000.000

7 Provinsi Sumatera Utara

Universitas Negeri Medan Rp. 1.000.000 - Rp. 3.000.000

Politeknik Negeri Medan Rp. 800.000 - Rp. 5.000.000

8 Provinsi Sumatera Barat

Universitas Andalas Rp. 1.200.000 - Rp. 4.000.000

Universitas Negeri Padang Rp. 1.500.000 - Rp. 4.000.000

STSI Padang Panjang Rp. 450.000 - Rp. 4.500.000

Politeknik Negeri Padang Rp. 1.200.000 - Rp. 3.500.000

Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Rp. 750.000 - Rp. 2.000.000

9 Provinsi Riau

Universitas Riau Rp. 1.000.000 - Rp. 3.000.000

10 Provinsi Jambi

Universitas Jambi Rp.1.000.000 - Rp. 7.500.000

11 Provinsi Sumatera Selatan

Universitas Sriwijaya Rp.1.000.000 - Rp. 6.000.000