Anda di halaman 1dari 16

Tugas Fisika

Umar Abdul Azis

Fluida
Fluida ( zat alir ) adalah zat yang dapat

mengalir, misalnya zat cair dan gas. Fluida dapat digolongkan dalam dua macam, yaitu fluida statis dan dinamis.
1. Fluida Statis 2. Fluida Dinamis

Fluida Statis
1. Tekanan Hidrostatis
2. Paradoks Hidrostatis 3. Tegangan Permukaan 4. Kapilaritas

Tekanan Hidrostatis
Tekanan hidrostatis ( Ph) adalah tekanan yang

dilakukan zat cair pada bidang dasar tempatnya. r = massa jenis zat cair h = tinggi zat cair dari permukaan g = percepatan gravitasi

Ph = r g h

Paradoks Hidrostatis
Gaya yang bekerja pada dasar sebuah bejana tidak tergantung

pada bentuk bejana dan jumlah zat cair dalam bejana, tetapi tergantung pada luas dasar bejana ( A ), tinggi ( h ) dan massa jenis zat cair ( r ) dalam bejana. r = massa jenis zat cair h = tinggi zat cair dari Pt = Po + Ph permukaan F=PhA=rgV g = percepatan gravitasi Pt = tekanan total Po = tekanan udara luar

Hukum Pascal
Tekanan yang dilakukan pada zat cair akan

diteruskan ke semua arah sama.

P1 = P2 F1/A1 = F2/A2

Hukum Archimedes
Benda di dalam zat cair akan mengalami pengurangan

berat sebesar berat zat cair yang dipindahkan.


Tiga keadaan benda di dalam zat cair: a. tenggelam: W>Fa rb > rz b. melayang: W = Fa rb = rz c. terapung: W=Fa rb.V=rz.V' ;rb<rz

W = berat benda Fa = gaya ke atas = rz . V' . g rb = massa jenis benda rz = massa jenis fluida V = volume benda V' = volume benda yang berada dalam fluida

Akibat adanya gaya ke atas ( Fa ), berat benda di dalam zat cair (Wz) akan berkurang menjadi:
Wz = W - Fa Wz = berat benda di dalam zat cair

Tegangan Permukaan
Tegangan permukaan ( g) adalah besar gaya

( F ) yang dialami pada permukaan zat cair persatuan panjang(l) g = F / 2l

Kapilaritas
Kapilaritas ialah gejala naik atau turunnya zat cair ( y )

dalam tabung kapiler yang dimasukkan sebagian ke dalam zat cair karena pengarah adhesi dan kohesi. y = kenaikan/penurunan zat cair pada pipa (m) g = tegangan permukaan (N/m) q = sudut kontak (derajat) p = massa jenis zat cair (kg / m3) g = percepatan gravitas (m / det2) r = jari-jari tabung kapiler (m)

y = 2 g cos q / r g r

Fluida
Fluida ( zat alir ) adalah zat yang dapat

mengalir, misalnya zat cair dan gas. Fluida dapat digolongkan dalam dua macam, yaitu fluida statis dan dinamis.
1. Fluida Statis 2. Fluida Dinamis

Fluida Dinamis

1. Hukum Bernoulli 2. Cepat Aliran ( Debit Air )

Hukum Bernoulli
Hukum ini diterapkan pada zat cair yang mengalir

dengan kecepatan berbeda dalam suatu pipa.

P = tekanan

P + r g Y + 1/2 r v2 = c

1/2 r v2 = Energi kinetik ] tiap r g y = Energi potensial satuan waktu

Cepat Aliran ( Debit Air )


Cepat aliran (Q) adalah volume fluida yang dipindahkan tiap satuan

waktu.
Q=A.v A1 . v1 = A2 . v2 v = kecepatan fluida (m/det) A = luas penampang yang dilalui fluida Untuk zat cair yang mengalir melalui sebuah lubang pada tangki, maka

besar kecepatannya selalu dapat diturunkan dari Hukum Bernoulli, yaitu:


v = (2gh) h = kedalaman lubang dari permukaan zat cair

Contoh Soal
1. Sebuah kolam air berdinding bujursangkar dengan panjang 15 m, tingginya 7,5m.Tentukanlah tekanan air 4,5 m di bawah permukaan air! Jawab: P = r . g . h = 103 . 10 . 4,5 P = 4,5.104 N/m2

Contoh Soal
2. Air mengalir sepanjang pipa horisontal, penampang tidak sama besar. Pada tempat dengan kecepatan air 35 cm/det tekanannya adalah 1 cmHg. Tentukanlah tekanan pada bagian pipa dimana kecepatan aliran airnya 65 cm/det.(g = 980 cm/det2) ! Jawab: P1 = 1 cmHg = 1.13,6.980 dyne/cm2 P1 = 13328 dyne/cm2 v1 = 35 cm/det; v2 = 65 cm/det

Prinsip Bernoulli
Prinsip Bernoulli: P1 + pgy1 + 1/2rv12 = P2 + rgy2 + 1/2rv22
Karena y1 = y2 (pipa horisontal), maka: P1 - P2 = 1/2 r (V22 - V12) P1 - P2 = 1/2 1 (652 352) P1 - P2 = 1/2 3000 P1 - P2 = 1500 dyne/cm2 Jadi: P2 = P1 - 1500 P2 = 13328 1500 P2 = 11828 dyne/cm P2 = 0,87 cmHg