Anda di halaman 1dari 13

BAB IV BASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.1 Deskripsi Data Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Atas Negeri 6 Palernbang yang berlokasi di jalan Sersan Sani Basuki Rahmat kelurahan Talang Aman Kecamatan Kemuning Palembang Sumatera selatan. Sekolah ini mempunyai visi "Unggul dalam iman, ilmu dan budaya dalam suasana islami. Misi dari sekolah ini yaitu "menumbuhkan semangat keunggulan secara intensik kepada warga sekolah, menumbuhkan dan mengintensilkan penghayatan dan pengamalan terhadap ajaran agama dalam kehidupan schari-hari; melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif melalui kegiataan kurikuler maupun ekstrakulikuler, menumbuhkan dan mengintensifkcan lingkungan yang nyaman dan menyenangkan dalam suasana berbudaya dan islami. Sekolah ini mulai berdiri tahun 1981. Guru di sekolah bcrjumlah 65 orang yang mempunyai pengalaman yang cukup. Interaksi antara guru dengan guru, guru dengan siswa dan siswa dengan siswa terjalin dengan baik. Fasilitas yang dimiliki oleh sekolah berupa lapangan voli, lapangan basket, lapangan upacara, 1 perpustakaan, 1 ruang taniu, 1 ruang tata usaha, 1 ruang kepala sekolali ruang belajar yang berjumlah 20 kelas yang terdiri dari 7 kelas untuk kelas X, 6 kelas untuk kelas XI yang terdiri dari 3 kelas IPA dan 3 kelas IPS dan 7 kelas untuk kelas XII, yang terdiri dari 4 kelas IPA dan 3 kelas IPS. dengan kegiataan belajar mengajar di lakukan pada pagi hari. Selain ruang kelas ini juga di dukung laboratorium IPA, 1 laboratorium Fisika, 1 laboratorium biologi, 1 laboratorium kimia, dan 1 laboratorium bahasa untuk memperlancar proses pembelajaran, mushola, ruang bimbingan konseling. satu ruang UKS, satu ruang OSIS, satu ruang rohis, satu ruang sispala, tempat parkir, kantin sekolah, satu koperasi atau toko sekolah, dapur sekolah, satu ruang tempat penyimpanan (gudang), rumab penjaga sekolah. pos penjaga sekolah sarana dan prasarana berupa buku paket alat-alat olahraga, obat-obatan dan juga kamar kecil yang baik.

Kurikulum yang di gunakan di sekolah ini menggunakari Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2004 dan Kurikulum Berbasis Kompetensi (2006). Jumlah pelajaran semiriggu yaitu 488 jam pelajaran jam pelajaran sampai dengan pukul 7.00 WIB sampai dengan pukul13.45. Para guru sekolah ini sering mengikuti pelatihan atau penataran untuk menjadi guru yang lebih profesional secara bergiliran yang diadakan oleh Diknas. Letak ruang Adminirtrasi dan Ruang Kepala Sekolah berdampingan sedangkan untuk ruang guru berdampingan dengan ruang kelas siswa yang akan memudahkan siswa dan guru dalam penyelenggaran proses pembelajaran, Sedangkan untuk kebersihan selcolah ada petugas penjaga sekolah untuk menjaga dan merawat kebersihan sekolah . Siswa SMA Negeri 6 Palembang mempunyai berbagai kegiataan ekstrakurikuler seperti pramuka, palang merah remaja, rohis, paskibraka, nasyid, sepak bola, kesenian, bola voli, teater, basket. Diantara kegiataan ekstrakulikuler ini yang paling unggul dan diminati oleh siswa yaitu kegiataan nasyid. 4.1.1 Analisis Data Tes Dalam penelitian ini menetapkan kelas sampel dengan tehnik cluster sampling yaitu dengan hasil di dapat yang menjadi kelas eksperimen adalah kelas XI yang berjumlah 40 siswa dan yang menjadi kelas kontrol adalah kelas X2 yang oerjumlah 40 siswa, lalu memberikan perlakuan terhadap kelas eksperimen berupa pemberian penerapan gaya mengajar interaksional kemudian diakhir pelajaran di berikan tes, sedangkan kelas control di berikan materi pembelajaran seperti biasa kernudian diakhir pelajaran di berikan tes. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh penerapan gaya mengajar interaksional terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran ekonomi pada kompetensi dasar "perilaku konsumen dan produsen :lan bentuk-bentuk pasar" dalam hal ini menggunakan nilai tes. Data di dapat setelah diadakan tes formatif dalam bentuk esai kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah selesai pokok bahasan atau diakhir penerapan gaya mengajar interaksional.

Hasil nilai data tes untuk kelas eksperimen yakni kelas XI yang berjumlah 40 siswa dan kelas kontrol yakni kelas X2 yang berjumlah 40 siswa terdapat pada tabel 2. Tabel 2 Skor Nilai Tes Gaya Mengajar Interaksional No. 1. 2. 3. 4. Tes Pertama Kedua Ketiga Keempat Kelas Eksperiraen 241 306 276 336 Kelas Kontrol 199 247 240 283 Beda 42 59 36 53

Dari data hasil tersebut terjadi peningkatan skor nilai tes, yang berarti ada pengaruh dalam penerapan gaya mengajar interaksional terhadap hasil belajar siswa. Peningkatan terlihat pada kolas eksperimen atau bagi siswa atau kelompok yang di beri gaya mengajar interaksional hasil atau nilai yanng di peroleh lebih tinggi dari pada hasil atau nilai yang di peroleh siswa atau kelompok kontrol yang tidak di beri perlakuan gaya mengajar interaksional. Tabel 3 Mean Gaya Mengajar Interaksional No 1. 2. 3. 4. Tes Pertama Kedua Ketiga Keempat Kelas Eksperimen 241 306 276 336 Mean 6,03 7,65 6,9 8,4 Kelas Kontrol 199 247 240 283 Mean 4,98 6,18 6 7

Dari data hasil tersebut terjadi peningkatan mean, berarti ada pengaruh penerapan gaya mengajar interaksional terhadap hasil belajar siswa. Peningkatan terlihat pada tes setelah pemberian eksperimen gaya mengajar interaksional pada kelas pertama dengan kedua mean sebesar 1,62. sedangkan pada kelas

kontrol perteima dengan kedua mean sebesar 1,2 sehinga terdapat perbedaan antara kelas eksperimen yang di beri gaya mengajar interaksional dengan kelas kontrol yang tidak di beri gaya mengajar interaksional dengan perbedaan mean sebesar 0,42 hal ini terlihat juga peningkatan gaya mengajar interaksional kelas

eksperimen ketiga dan keempat mean sebesar 1,5 dan pada kelas kontrol ketiga dan keempat mean sebesar 1 terjadi perbedaan dari peningkatan mean kelas eksperimen dan kelas kontrol sebesar 0,5. Hasil data tes kelas eksperimen dan kelas kontrol yang telah ada, selanjntnya dilakukan Uji-t. pengujian hipotesis dilakukan sebagai berikut: Pengujian hipotesis 1. Perhiturigan Uji-t pada pemberian gaya mengajar interaksional pertama: Diketahui: Kelompok eksperimen
My = Y N 65 = 1,625 40

Keterangan Y1 = hasil tes pertama kelompok


2

y y

= y 2 =129

(Y )
N
2

Y2 = hasil tes kedua kelompok perlakuan X1 = hasil tes pertama kelompok control X2 = hasil tes kedua kelompok control X N = Deviasi setiap nilai X2 dan X1 = banyak sampel/subjek

( 65 )

40 =129 105 ,625 = 23,375

Kelompok Kontrol
M x X N 65 = 1,625 40 =
2

M = nilai rata-rata hasil perkelompok


2

=x

(x )
N
2

= 88

( 48 )

40 = 88 57 ,6 = 30 ,4

Untuk mendapatkan signifikansi terhadap perlakuan pada kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol dengan perhitungan uji-t sebagai berikut:

t =

Mx My x 2 + y 2 1 1 + Nx + Ny 2 Nx Ny 1,2 1,625

1 30 ,4 + 23 ,375 1 + 40 + 40 2 40 40 + 0,425

53,775 ( 0,05 ) 78 + 0,425 = 0,03 + 0,425 0,173 = 2,457 =

Hasil analisis data yang di peroleh dari perhitungan Uji-t pertarna pada pemberian gaya mengajar interaksional di dapat ,dari kelompok eksperimen sebesar 23,375 dari kelompok kontrol sebesar 30,4 sedangkan ttabel = (095)(78) adalah tt yang terdapat pada tabel distribusi tt dengan dk 78 dan taraf kepercayaan 0,95 sebesar 1.994 sedangkan
thitung

sebesar 2,457 maka di dapat signifikansi = 1.

994 bila thitung > tt maka Ha dapat di terima. Berarti ada pengarah dalam penerapan gaya mengajar interaksional terhadap hasil belajar siswa 2. Perhitungan Uji-t pada psmberian gaya mengajar interaksional kedua: Diketahui Kelompok eksperimen
My = Y N 65 = 1,625 40

Keterangan Y1 = hasil tes pertama kelompok Y2 = hasil tes kedua kelompok perlakuan
2

y 2 = y 2 y
2

(Y )
N
2

X1 = hasil tes pertama kelompok control X2 = hasil tes kedua kelompok control X N = Deviasi setiap nilai X2 dan X1 = banyak sampel/subjek

40 =137 93 ,025 = 43,975

=137

( 61 )

M = nilai rata-rata hasil perkelompok

Keompok Kontrol
M x X N 65 = 1,625 40 =
2

=x

(x )
N
2

= 87

( 43 )

40 = 87 45 ,225 = 40 ,775

Untuk mendapatkan signifikansi terhadap perlakuan pada kelornpok eksperimen dengan kelompok kontrol dengan perhitungan uji-t sebagai berikut:
t= Mx My x + y 2 1 1 + Nx + Ny 2 Nx Ny 1,2 1,625
2

1 40 ,775 + 43,975 1 + 40 + 40 2 40 40 + 0,48

84 ,75 ( 0,05 ) 78 0,45 = 0,05 + 0,45 0,22 = 2,045 =

Hasil analisis data yang di peroleh dari perhitungan Uji-t kedua pada pernberian gaya mengajar interaksional di dapat dari kelompok eskperimen sebesar 43,975 dari kelompok kontrol sebesar 40,775 sedangkan ttabel = t(0,95)(78) adalah t, yang terdapat pada tabel distribusi tt dengan dk 78 dan taraf kepercayaan 0,95 sebesar 1.994 sedangkan thitung sebesar 2,045 maka di dapat signifikansi = 1.994 bila thitung > tt maka Ha dapat di terima. Berarti ada pengaruh dalam penerapan gaya mengajar interaksional terhadap hasil belajar siswa.

Tabel 4 Hasil Perhitungan Uji-t No. 1 2 Uji-t Pertama Kedua Thitung 2,457 2,045 Ttabel 1.994 1.994

Berdasarkan hasil perhitungan Uji-t tampak bahwa pada Uji-t pertama =: 2,457dan Uji-t kedua= 2,045 sedangkan tlabe, =t(0,95)(78) adalah t, yang terdapat pada tabel distribusi t, dengan dk = 78 dan taraf kepercayaan 0,95. Tetapi t(095^78) tidak terdapat dalam tabel distribusi t, 1.994 maka harus di tentukan besarnya dengan cara interpolasi, yaitu: Sehingga thitung pada perhitungan uji-t pertama 2,457 dan perhitungan uji-t kedua 2,045 t(0.95)(78) = 1.994 berdasarkan perhitungan Uji-t yang ada maka dapat dikatakan ada pengaruh penerapan gaya mengajar tnteraksional terhadap hasil belajar siswa. Dengan demikian tolak hipotesis H
0

(hipotesis nihil)

yang

menyatakan tidak ada pengaruh penerapan gaya mengajar interaksional terhadap hasil belajar siswa dan terima Ha (hipotesis kerja) yang menyatakan bahwa ada pengaruh dalam penerapan gaya mengajar interaksional terhadap hasil belajar siswa. Tabel 5 HASIL DATA OBSEUVASI KELAS RIMEN Resp 1 1 ' 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 43. 3 o 45 8% 79.2% 75.0% u 70.8% 91.7% 70.8% 83.3% 83.3% 83.3% 83.3% 58.3% 75.0% 54.2% 58.3% 79.2% 66.7% 83.3% 66.7% 79.2% 66.7% 45.8% 79.2% 54.2% 54.2% 58.3% 66.7% 75.0% 79.2% 66.7% 66.7% 87.5% 79.2% 66.7% 62.5% 87.5% 91.7% 70.8% 66.7% 79.2% 79.2% 75.0% 79.2% 75.0% 83.3% 79.2% 66.7% 66.7% 91.7% 70.8% 62.5% 75.0%

14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 X

79.2% 66.7% 66.7% 66.7% 66.7% 66.7% 62.5% 58.3% 45.8% 50.0% 58.3% 62.5% 62.5% 62.5% 66.7% 79.2% 66.7% 79.2% 79.2% 83.3% 66.7% 66.7% 58.3% 66.7% 50.0% 41.7% 45.8% 67.7% (Cukup)

54.2% 54.2% 79.2% 79.2% 75.0% 75.0% 87.5% 66.7% 87.5% 66.7% 75.0% 70.8% 87.5% 75.0% 75.0% 75.0% 83.3% 79.2% 66.7% 83.3% 75.0% 75.0% 58.3% 66.7% 62.5% 54.2% 58.3% 69.8% (Baik)

75.0% 62.5% 70.8% 66.7% 91.7% 66.7% 62.5% 62.5% 66.7% 91.7% 91.7% 70.8% 79.2% 58.3% 79.2% 83.3% 79.2% 75.0% 58.3% 66.7% ' 62.5% 62.5% 54.2% 62.5% 58.3% 54.2% 58.3% 70.9% (Baik)

66.7% j 75.0% 52.5% 79.2% 66.7% 70.8% 70.8% 91.7% 91.7% 87.5% 95.8% 91.7% 75.0% S5.8% 79.2% 87.5% 87.5% 87.5% 79.2% 87.5% 95.8% 87.5% 91.7% 91.7% 95.8% 79.2% 95.8% 81.3% (Baik)

48 label 6 HASIL DATA OBSERVASI KELAS KONTROL Re:-,p ! 1 1 3 4 5 6 7 58.3% i 50.0% 45.8% 54.2% 58.3% 33.3% 58.3% ! 58.3% 54.2% 54.2% 58.3% 62.5% 50.0% 54.2% 1 54.2% 50.0% 54.2% 50.0% 54,2% 62.5% 58.3% 70.8% 75.0% 66.7% 83.3% 83.3% 83.3% 83.3%

8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 [ 40 ! X

58.3% 54.2% 58.3% 45.8% 50.0% 62,5% 50.0% 66.7% 66.7% 58.3% 54.2% 58.3% 66.7% 62.5% 62.5% 54.2% 54.2% 58.3% 58.3% 50.0% 37.5% 33.3% 37.5% 33.3% 37.5% 37.5% 37.5% 37.5% 33.3% 41.7% 37.5% 37.5% 37.5% 49 7% (Kurang)

58 3% 75.0% 58.3% 58.3% 58.3% 58.3% 75.0% 62.5% 66.7% 66.7% 75.0% 66.7% 60.7% 70.8% 54.2% 58.3% 54.2%. ' J 58.3% 50.0% 62.5% 66.7% 70. &% 75.0% 50.0% 54,2% 58.3% 62.5% 62.5% 54.2% 58.3% 50.0% 54.2% 58.3% 60 5% (Cukup)

625% 66.7% 66.7% 62.5% 70.8% 75.0% 54.2% 41.7% 58.3% 50.0% 45.8% 66.7% 50.0% 58.3% 70.8% 50.0% 41.7% r 500% 37.5% 54.2%58.3% 50.0% 62.5% 45.8% 50.0% 45.8% ' 41.7% 54.2% 54.2% 50.0% 50.0% 33.3% 33.3% 53 6% (Kurang)

833% 62.5% 66.7% 70.8% 75.0% 83.3% 83.J% 70.8% 66.7% 70.8% 75.0% 83.3% 83.2% 83.3% 66.7% 70.8% 83.3% 91.'7% 75.0% 79.2% 70.8% 75.0% 7.5.0% 83.3% 87.5% 91.7% 91.7% 91.7% 66.7% 62.5% 91.7% 91.7% 91.7% 78 .5% (Baik)

49 Di lihat dari observasi setiap pertemuan rata-rata aktivitas siswa kelas eksperimen lebih tinggi di bandingkan aktivitas siswa kelas kontrol, selain itu aktivitas siswa

di kelas eksperimen selalu rnengalami peniiigkatan pada setiap pertemuaiinya. Sedangkan di kelas kontrol pada pertemuan ketiga rata-rata aktivitas siswa mengalami penurunan (tidak stabil). |, eksperimen X X 4 X - 73, 65% =X1 +X2 + X3 + X4 = 50.5% + 60.5%+ 53% +78,5% Rata-rata aktivitas siswa di kelas kontrol X Jumlah obervasi X 4X ketahui t bahwa rata-rata aktivitas siswa kelas eksperimen lebih tinggi di bandingkan dengan rata-rata aktivitas siswa kelas kontrol. Dirnana rata-rata aktivitas siswa kelas eksperimen sebesar 73, 65% (baik), sedangakan rata- rata aktivitas siswa kelas kontrol sebesar 60, 63% (cukup). Sehinggc. daipat disitrpulkan bahwa ada pengsruh dalam penerapan gaya mengajar interaksional lerhadap hasil belajur siswa. * - 60, 63% := 67,8% - 70,3% + 73,2% +83,3 % Rata-rata aktivitas siswa di kelas = XI + X2 + X3 + X4 Jumlah obervasi

Dari hasil observasi pada pertemuan 1,11, III, IV secara keseluruhan dapat di

43 Pembahasarj Pada penelitian ini teidapat kelas eksperimen dan kelas kontrol dirnana kelas XI sebagai kelas eksperimcn dan kelas X2 sebagai kelas kontrol. Pada kelas eskperimen peneliti menerapkan gaya mengaj:"" interaksional pr.da setiap pertemurn, sedang'can pada kelas kontrol tidak di t>erikan perlakuan menggunakan t1 metode ceramah seperti biasa gaya inengajar interaksional dan

Dari analisis pertemuan diperoleh hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa ada pengaruh dalam penerapan gaya mengajar interaksional terhadap hasil belajar siswa ini terbukti dari pengujian hipotesis menunjukkan tillilang > ttahel atau uji t pertama sebesar 2,457 uji -t kedua berbunyi aia pengaruh dalam penerapan gaya mengajar interaksional terhadap hasil belajar siswa di SMA Negeri 6 palembang. Hal ini didukung oleh penelitiai Kendayat (2006) berjudul pengaruh pern ben'an laiihan berstruktur terhadap keterampiJaj siswa rnenyeJesaikan r;oal-s-oaJ ekonomi yang r:engatakan bahwa akan terd_jpat perbedaan antara siswa }'ang dibcrikan Jatihan berstruktur terhadap keterarnpiJaii siswa menyeJesaikan soal-soal ekonomi \-ang mengatakan bahwa akan terdapat perbedaan antar'a siswa yang diberikan jatihan berstruktur dengan sis\\ra yang tidak diberikan latihan berstruktui'. Bagi siswa atau kelompok yang diberi latihan berstruktur hasil atau nilai yang diperoieh lebih tinggi dari t pada hasil atau nilai yang diperoleh oleh siswa atau kelompok yang tidak diberi latihan berstruktur. Demikian juga halnya pada penelitian Sutanto (2005) yang berjudul Bagaimana efektivitas gaya mengajar demokrasi dan gaya mengajar otokratis yang mengatakan bahwa siswa lebih mampu menyerap pelajaran dengan baik dibandingkan tidak menggunakan gaya mengajar demokrasi dan gaya mengajar otokratis. Dari hasil observasi dapat dilihat bahwa aktivitas siswa kelas eksperimen lebih tinggi di bandingkan dengan aktivitas siswa kelas kontrol dimana aktivitas siswa kelas eksperimen 73,65% (baik) sedangkan aktivitas siswa kelas kontrol sebesar 60,65% (cukup). Sehingga dapat diketahui bahwa ada pengaruh dalam penerapan gaya mengajar sebesar 2,045 > t(095)(78) = 1.994, dan teima Ha yang

51

interaksional dalam setiap pertemuan terhadap hasil belajar siswa khususnya pada mata peiajaran ekonpmi. Dari observasi juga dapat dilihat bahwa pada kelas eksperirrien rata-rata aktivitas siswa mcngaiami peningkalan pada setiap pertemuan. Sedangkan di kelas kontrol mengalami penurunan pada pertemuan ke III. Sehingga gaya mengajar interaksional dapat berpengaruh dalarn meriingkaikan hasil beUjar siswa. Hal mi sejalan dengan perielitian Putri Eliza (2006) berjudul penerapan pembelaj;iran kooperatif tipe number head together (kepala bernomor) yang inengatakan bahwa akan tdrdapat perbedaan antara siswa yang di beri pembelajaran kooperatif tipe number head together. Bagi siswa atau kelompok yang Ji beri pelrlbelajaran kooperatif tipe number head together hasil atau riilai }.mg di peroleh lebih tinggi dari pada hasil atau nilai yang di peroleh siswa atau kelornpok yang tidak di beri pembelajaran kooperatif tipe number head together. 'n.""* ' * .. ..,/ wjef ?}

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 4.1 Kesimpulan E3erdasarkan hasil analisis dan pembahasan maka penelitian dapat disimpulkan bahwa: Ada pengaruh yang s;gnifikan dalarn penerapan gaya mengajar interaksional terhadap hasil belajar sisvva pada mata pelajaran ekonomi. Hal ini di timjukkan dengan perhitungan t hitung pertama sebesar 2,457 dan t hitung kedua 2,045 lebih besar di bandingkan dengan t tabel sebesar 1.994. Melalui observasi juga dapat di lihat bahwa pada kolas eksperinion rala-rata akfiviias siswa kelas eksperimen lebih tinggi di bandingkan dengan rala-rala aklivitas siswa kelas konlrol dimana rata-rata aktivitas siswa kelas cksperittH-ji 69 ..7% (cukup) sedangkan rata-rata aktivitas siswa kelas kontrol sebesar 64,4% (cukup).

Selain itu penerapan gaya mengajar interaksional dalarn set'ap pertemuan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat di lihat dari hasil ob?ervasi pada setiap pertemuan cenderung rneningkat. Dengan demikian, penerapan gaya mengajar interaksional lerhadap hasil belajar siswa rriempunyai pengaruh terhadap hasil belajar siswa di SMA Negeri 6 Pal em bang. 4.2 Sara ft 1. Hendaknya para guru dapat menggunakan gaya mengajar interaksional untuk meningkatkan motivasi siswa sehingga siswa lebih mudah memahami mated pembelajaran. 2. Pihak sekolah dalam hal ini kepala sekolah dan staf dapat memfasilitasi berbagai kebutuhan guru sehubungan dengan peningkatan inovasf pembelajaran. X'"" "'^ 3. Pihak-pihak pembuat kebijakan dalam hal ini Diknas dapatin'&filrakifc /" dan penataran bagi guru-guru untuk menambah wawasa dalam rnengembangkan materi dan metode mengajamya.fi 6| t*/$3>$>: " " '-' ;; ''