Anda di halaman 1dari 15

10.

Perilaku Antar Kelompok


dan Konflik

Perilaku Organisasi
Fakultas Ekonomi
Universitas Padjadjaran
Bandung 2004

1
Tujuan Pengajaran
• Konflik antar kelompok: functional &
disfunctional conflict
• Sebab-sebab timbulnya konflik
• Manajemen konflik: resolusi, negosiasi,
stimulasi

2
“Adanya
ketidaksesuaian/ketidakcocokan
anggota yang satu dengan yang lain”

3
Konflik antar kelompok :
konflik fungsional dan disfungsional

Konflik Fungsional
Konflik yang mendukung tujuan kelompok dan
memperbaiki kinerja kelompok. Konflik seperti ini
diperlukan di dalam suatu kelompok/organisasi
karena sangat menguntungkan
Konflik
Difungsional
Konflik yang merintangi konerja kelompok.
Konflik disfungsional ini harus dihindari di dalam
suatu kelompok/organisasi karena merugikan

4
SEBAB-SEBAB TIMBULNYA KONFLIK
• Saling ketergantungan
• Kesalingtergantungan tersatukan
 Apabila dua kelompok berjalan dalam
ketergantungan relatif tetapi keluaran
gabungan
mereka menyokong tujuan keseluruhan
organisasi
• Kesalingtergantungan berurutan
 Satu kelompok bergantung pada suatu
kelompok
lain untuk masuknya tetapi ketergantugan
itu hanya
satu arah
5
2. Perbedaan Tujuan

3. Perbedaan Persepsi

Perbedaan tujuan dapat disertai dengan persepsi


yang berbeda tentang suatu realita, dan
ketidaksepakatan terhadap penyebab realita itu
akan menimbulkan konflik. Hal ini banyak
ditemui dalam organisasi

6
Why Intergroup Conflict Occurs
• Work interdependence
a. Pooled interdependence
b. Sequential Interdependence
c. Reciprocal Interdependence
2. Difference in goals
• Limited resources
• Reward structure
• Differences in perceptions
• Different goals
• Different time horizontal
• Status incongruency
• Inaccurate perception
• Increased demand for specialists
7
Manajemen konflik :
resolusi, negosiasi, stimulasi

Managing Intergroup conflict through


Resolution
• Problem solving
• Super ordinate goals
• Expansion of resources
• Avoidance
• Smoothing
• Compromise
• Authoritative command
• Altering the human variable
• Altering the structural variable
• Identifying a common enemy
8
Managing Intergroup conflict
through Negotiation
• Group negotiation
• Pre negotiation tasks
- Understanding the other
side
- Knowing all the options
• Negotiation tactics
- Good-guy/Bad-guy team
- The nibble
- Joint problem solving
- Power of competition
- Splitting the difference
- Low-balling 9
4. The impact of personalities on
the negotiation process
- The power seeker
- The persuader
- The reliable performer
- The limited performer

• The role trust

6. Alternative to direct
negotiation

10
Managing Intergroup conflict through
Stimulation
• Communication
• Bringing outside individuals into the
group
• Altering the organization’s structure
• Stimulating competition

11
Manajemen konflik :
resolusi, negosiasi, stimulasi
“Penggunaan teknik pemecahan dan
perangsangan untuk mencapai tingkat konflik
yang diinginkan”
Teknik pemecahan
masalah
• Pemecahan masalah
• Tujuan atasan
• Pemuaian sumber daya
• Penghindaran
• Perataan
• Kompromi
• Komando Otoriatif
• Mengubah Variabel 12
Teknik Perangsangan
Konflik
• Komunikasi  menggunakan pesan-pesan yang
dwi arti
atau mengancam untuk
meningkatkan
tingkat konflik

2. Memasukkan orang  menambah karyawan ke


suatu
kelompok yang luar latar belakang, nilai,
sikap atau
gaya manajerialnya berbeda dengan
anggota-
anggota yang ada

13
Tahap I Oposisi atau petidakcocokan
potensial
Tahap II Kognisi dan personalisasi

Tahap III Maksud

Tahap IV Perilaku

Tahap V Hasil

14
• Konflik Intra Individu
 Konfik yang dihadapi atau dialami oleh individu
dengan
dirinya sendiri

• Konflik Antar Individu


 konflik yang terjadi antara individu yang berada
dalam satu
kelompok / individu yang berada di kelompok yg
berbeda

• Konflik Antar Kelompok


 konflik yang bersifat kolektif antara satu kelompok
dengan
15
kelompok yang lain