Anda di halaman 1dari 39

TUGAS MANAJEMEN STRATEGI ANALISIS PADA BANK RAKYAT INDONESIA

Oleh: TRIASTO TEJA UTAMA 0811011018 S1 MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS LAMPUNG 2011 SEJARAH Riwayat Singkat Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Aria Wirjaatmadja dengan nama Hulp-en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren atau Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi yang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI. Pendiri Bank Rakyat Indonesia Raden Aria Wirjaatmadja Pada periode setelah kemerdekaan RI, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1946 Pasal 1 disebutkan bahwa BRI adalah sebagai Bank Pemerintah pertama di Republik Indonesia. Adanya situasi perang mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1948, kegiatan BRI sempat terhenti untuk sementara waktu dan baru mulai aktif kembali setelah perjanjian Renville pada tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat. Pada waktu itu melalui PERPU No. 41 tahun 1960 dibentuk Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang

merupakan peleburan dari BRI, Bank Tani Nelayan dan Nederlandsche Maatschappij (NHM). Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden (Penpres) No. 9 tahun 1965, BKTN diintergrasikan ke dalam Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan Nelayan. Setelah berjalan selama satu bulan keluar Penpres No. 17 tahun 1965 tentang pembentukan Bank tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia. Dalam ketentuan baru itu, Bank Indonesia Urusan Koperasi, Tani dan Nelayan (eks BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank Negara Indonesia unit II bidang Rural, sedangkan NHM menjadi Bank Negara Indonesia unit II bidang Ekspor Impor (Exim). Berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 1967 tentang Undang-undang Pokok Perbankan dan Undang-undang No. 13 tahun 1968 tentang Undang-undang Bank Sentral, yang intinya mengembalikan fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dan Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Rular dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua Bank yaitu Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia. Selanjutnya berdasarkan Undang-undang No. 21 tahun 1968 menetapkan kembali tugas-tugas pokok BRI sebagai Bank Umum. Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-undang perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun

1992 status BRI berubah menjadi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) yang kepemilikannya masih 100% ditangan Pemerintah. Anggaran Dasar Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengalami beberapa perubahan yaitu:

Anggaran Dasar PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk., yang seluruh perubahannya dimuat dalam Akta No. 51 tanggal 26 Mei 2008 yang telah disetujui Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No.AHU48353.AH.01.02 Tahun 2008 tanggal 06 Agustus 2008 beserta perubahan-perubahannya. Akta Penyertaan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan (PERSERO) PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk disingkat PT. Bank Rakyat Indoesia (Persero) Tbk No.51tanggal 26 Mei 2008 Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan Perseroan (PERSERO) PT Bank Rakyat Indonesia Tbk disingkat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Nomor 7 Tanggal 13 Februari 2009 Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan Perseroan (PERSERO) PT

Bank Rakyat Indonesia Tbk disingkat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Nomor 4 Tanggal 2 Februari 2009 PT. BRI (Persero) yang didirikan sejak tahun 1895 didasarkan pelayanan pada masyarakat kecil sampai sekarang tetap konsisten, yaitu dengan fokus pembiayaan kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

VISI DAN MISI Visi BRI

Menjadi bank komersial terkemuka yang selalu mengutamakan kepuasan nasabah.

Misi BRI

Melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan mengutamakan pelayanan kepada usaha mikro, kecil dan menengah untuk menunjang peningkatan ekonomi masyarakat. Memberikan pelayanan prima kepada nasabah melalui jaringan kerja yang tersebar luas dan didukung oleh

sumber daya manusia yang profesional dengan melaksanakan praktek good corporate governance.

Memberikan keuntungan dan manfaat yang optimal kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

JASA DAN LAYANAN Berikut ini sedikit dari sekian banyak jasa dan layanan yang di berikan oleh Bank Rakyat Indonesia kepada masyarakat -. SIMPANAN Deposito BRI Rupiah Deposito BRI memberikan kenyamanan dan keamanan dalam investasi dana Anda. Keunggulan

Keleluasaan dalam memilih jangka waktu Deposito BRI, mulai dari 1,2,3,6,12,18 dan 24 bulan Bebas biaya administrasi Pencairan sebagian nominal Deposito BRI tanpa merubah nomor rekening Pencairan Deposito BRI di unit kerja lainnya. Suku bunga kompetitif

Fasilitas

Perpanjangan Deposito BRI dapat dilakukan secara otomatis (automatic roll-over) Pencairan Deposito BRI pada saat jatuh tempo dapat dilakukan secara: a. Tunai b. Dipindahbukukan ke rekening lain di BRI c. Ditransfer / kliring ke rekening Bank lain Pada saat jatuh tempo, nasabah leluasa untuk menikmati bunga secara: a. Tunai b. Dipindahbukukan ke rekening lain di BRI c. Dikliringkan ke rekening Bank lain d. Menambah pokok Deposito BRI pada saat perpanjangan (add-on) e. Kombinasi dari beberapa pilihan tersebut di atas

Deposito BRI Valas Produk Deposito BRI yang memberikan kenyamanan investasi dana anda dalam mata uang asing Keunggulan

Keleluasaan dalam memilih jangka waktu Deposito BRI Valas, mulai dari 1,2,3,6,12,18 dan 24 bulan Bebas biaya administrasi Suku bunga kompetitif

Fasilitas

Pilihan mata uang: USD, EUR, SGD, JPY, AUD, GBP, HKD. Perpanjangan Deposito BRI dapat dilakukan secara otomatis (automatic roll-over) Pencairan Deposito BRI Valas pada saat jatuh tempo dapat dilakukan secara: a. Tunai b. Dipindahbukukan ke rekening lain di BRI c. Ditransfer / kliring ke rekening Bank lain Pada saat jatuh tempo, nasabah leluasa untuk menikmati bunga secara: a. Tunai b. Dipindahbukukan ke rekening lain di BRI c. Ditransfer.kliring ke rekening pada Bank lain d. Menambah pokok Deposito BRI Valas pada saat perpanjangan (add-on) e. Kombinasi dari beberapa pilihan tersebut di atas

Deposit On Call (DOC) Deposit on Call (DOC) BRI merupakan produk deposito yang menawarkan investment gain yang tinggi. Keunggulan

Suku bunga kompetitif

Bebas biaya administrasi Jangka waktu 1 hari s/d 1 bulan kurang 1 hari

Fasilitas

Pilihan mata uang: Rupiah, USD dan EUR Pencairan Deposit on Call (DOC) pada saat jatuh tempo dapat dilakukan secara: a. Tunai b. Dipindahbukukan ke rekening lain di BRI c. Ditransfer/kliring ke rekening Bank lain Pada saat jatuh tempo, nasabah leluasa untuk menikmati bunga secara: a. Tunai b. Dipindahbukukan ke rekening lain di BRI c. Ditransfer/kliring ke rekening pada Bank lain

PINJAMAN Kupedes Kredit dengan bunga bersaing yang bersifat umum untuk semua sektor ekonomi, ditujukan untuk individual (badan usaha maupun perorangan) yang memenuhi persyaratan dan dilayani di seluruh BRI Unit dan Teras BRI.

MANFAAT

Mendukung berbagai keperluan pembiayaan semua jenis usaha dengan memenuhi kebutuhan modal kerja dan investasi Mendukung pemenuhan kebutuhan lainnya seperti pembiayaan pendidikan, perbaikan rumah, pembelian kendaraan, dsb. Berlaku untuk semua sektor usaha, meliputi pertanian, perdagangan, perindustrian, maupun jasa lainnya.

KEUNGGULAN

Bunga bersaing & syarat mudah Agunan tidak harus bersertifikat Angsuran sesuai kebutuhan (bulanan / musiman / dll) Biaya administrasi mulai dari Rp 10.000,Bebas biaya provisi Bonus bagi debitur yang angsurannya dibayar tepat waktu

Agribisnis Kredit Agribisnis merupakan kredit yang diberikan kepada individu atau perusahaan yang bergerak di bidang pertanian (agribisnis) dalam arti luas, baik untuk kegiatan on-farm maupun off-farm dari hulu hingga hilir, seperti bidang pertanian,

perkebunan, kehutanan, peternakan, perikanan, perdagangan, penunjang dan jasa lainnya yang terkait bidang agribisnis.

Kredit Pengembangan Energi Nabati dan Revitalisasi Perkebunan (KPEN-RP)

KPEN RP merupakan penyaluran kredit kepada petani (melalui koperasi) dan melalui perusahaan inti (pola inti plasma) dengan komoditi pilihan yakni Kelapa sawit, kakao dan karet. Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS) merupakan fasilitas kredit yang diberikan bank kepada Pelaku Usaha Pembibitan Sapi (baik merupakan perusahaan pembibitan, koperasi, kelompok/gabungan kelompok peternak) yang melakukan Usaha Pembibitan Sapi dengan memperoleh subsidi bunga dari Pemerintah

Kredit sektor agribisnis: -Sektor perkebunan kelapa sawit, karet, kakao beserta derivatifnya -Sektor peternakan meliputi peternakan ayam potong, sapi perah dan sapi potong serta tambak udang, dlsb. -sektor industri dan perdagangan meliputi industri pestisida, industri oleokimia, dlsb.

KUR BRI Kredit Modal Kerja dan atau Kredit Investasi dengan plafon kredit sampai dengan Rp 500 juta yang diberikan kepada usaha mikro, kecil dan koperasi yang memiliki usaha produktif yang akan mendapat penjaminan dari Perusahaan Penjamin. TUJUAN

Meningkatkan akses pembiayaan UMKM & K kepada Bank Pembelajaran UMKM untuk menjadi debitur yang bankable sehingga dapat dilayani sesuai ketentuan komersial perbankan pada umumnya (Sebagai embrio debitur komersial). Diharapkan usaha yang dibiayai dapat tumbuh dan berkembang secara berkesinambungan.

KETENTUAN

KUR Mikro

Calon debitur adalah individu yang melakukan usaha produktif yang layak Memiliki legalitas yang lengkap :

o o

KTP / SIM KK

Lama usaha minimal 6 bulan

KUR Ritel

Calon debitur adalah individu (perorangan / badan hukum), Kelompok, Koperasi yang melakukan usaha produktif yang layak Memiliki legalitas yang lengkap :
o o

Individu : KTP / SIM, & KK Kelompok : Surat Pengukuhan dari Instansi terkait atau Surat Keterangan dari Kepala Desa /Kelurahan atau Akte Notaris Koperasi / Badan Usaha Lain : Sesuai ketentuan yang berlaku

Lama usaha minimal 6 bulan Perijinan :


o

Plafond kredit s/d Rp. 100 juta : SIUP, TDP & SITU arau Surat Keterangan Usaha dari Lurah/ Kepala Desa Plafond kredit > Rp. 100 juta : Minimal SIUP atau sesuai ketentuan yang berlaku

KUR Linkage Program (Executing)

Calon debitur adalah BKD, Koperasi Sekunder, KSP/USP, BPR/BPRS, Lembaga Keuangan Non Bank, Kelompok Usaha, LKM diperbolehkan mendapatkan fasilitas pembiayaan dari perbankan namun tidak sedang menikmati Kredit Program Pemerintah Memiliki legalitas yang lengkap :
o o o

AD/ART Memliki ijin usaha dari pihak yang berwenang Pengurus aktif

Lama usaha minimal 6 bulan

KUR Linkage Program (Channelling)

Calon debitur adalah :


o

End user, yang tidak sedang menikmati KMK atau KI dan atau Kredit Pemerintah, namun Kredit Konsumtif diperbolehkan Lembaga Linkage, diperbolehkan sedang mendapatkan pembiayaan dari Perbankan maupun Kredit Program Pemerintah

Legalitas: end user, sesuai dengan ketentuan KUR Mikro dan KUR Ritel

KUR TKI BRI

Fasilitas kredit yang diberikan kepada TKI yang digunakan untuk pengurusan dokumen, pelatihan dan pemberangkatan TKI ke luar negeri. KEUNGGULAN

Pelayanan KUR TKI bekerja sama dengan Pelaksana Penempatan Tenaga kerja indonesia Swasta (PPTKIS) yang bonafid Suku bunga kompetitif

FASILITAS

Jangka waktu kredit sesuai masa kontrak (maksimal 3 tahun) Angsuran kredit bulanan Maksimal plafond kredit : 100% dari cost structure pemberangkatan TKI ybs ke luar negeri tetapi tidak melebihi Rp 20 juta

Kredit Investasi Fasilitas kredit jangka menengah atau jangka panjang untuk membiayai barang modal / aktiva tetap perusahaan, seperti pengadaan mesin, peralatan, kendaraan, bangunan dan lain-lain. FASILITAS

Permohonan pinjaman dapat diajukan ke Kantor Cabang BRI dan Kantor Cabang Pembantu BRI di Seluruh Indonesia. Jangka waktu pinjaman disesuaikan dengan Cash Flow perusahaan. Limit Kredit Rp. 100 Juta.- sampai dengan Rp. 40 Milyar. Kredit dalam bentuk Rupiah maupun Valas. Pembayaran kembali secara angsuran. Dapat diberikan Grace Period. Dapat dipergunakan untuk refinancing

Kredit Modal Kerja Fasilitas kredit untuk membiayai operasional usaha termasuk kebutuhan untuk pengadaan bahan baku, proses produksi, piutang dan persediaan. Fasilitas

Permohonan pinjaman dapat diajukan ke Kantor Cabang BRI dan Kantor Cabang Pembantu BRI di Seluruh Indonesia. Jangka waktu pinjaman 1 s/d 3 tahun dan dapat diperpanjang lagi sesuai dengan kebutuhan. Limit Kredit Rp. 100 Juta. - sampai dengan Rp. 40 Milyar. Kredit dalam bentuk Rupiah maupun Valas. Dapat diberikan rekening koran atau dengan angsuran.

Dapat dipergunakan untuk refinancing

JASA BANK Kliring Anda bisa mempercayakan kepada Bank BRI untuk menyelesaikan surat berharga melalui transaksi kliring BRI. Anda akan mendapatkan kepastian transaksi anda dengan cepat dan aman. Kliring adalah proses penyampaian suatu surat berharga yang belum merupakan suatu kewajiban bagi Bank, dimana surat berharga tersebut disampaikan oleh Bank Penarik, hingga adanya pengesahan oleh Bank Tertarik melalui lembaga kliring, yang dinyatakan dalam mata uang rupiah. Warkat yang dapat diteruskan cek, bilyet Giro, surat bukti penerimaan transfer, nota kredit dan warkat-warkat lainnya yang disetujui oleh Bank Sentral (BI). Bank Garansi

Seringkali pemilik proyek (bowheer) mensyaratkan Jaminan Bank (Bank Garansi) untuk kepastian pelaksanaan atas suatu kontrak yang telah disepakati. Bank BRI bersedia membantu kelancaran para pelaku bisnis UMKM dengan mengeluarkan Jaminan Bank dalam bentuk Bank Garansi. Bank Garansi merupakan fasilitas pinjaman tidak langsung/non direct loan* dimana Bank BRI memberikan jaminan kepada penerima jaminan (pihak ketiga) bahwa nasabah/debitur sanggup untuk memenuhi kewajibannya kepada Pihak Ketiga. Khusus dalam layanan Bank Garansi, Bank BRI tidak mengenakan biaya bunga terhadap para nasabah pengusaha. Bank BRI memahami benar optimalisasi peran Bank Garansi dalam meningkatkan kelancaran bisnis para nasabah pengusaha. Oleh karena itu, Bank BRI memberikan alternatif layanan Bank Garansi yang disesuaikan dengan tujuan dan fungsinya, yaitu.

Bank Garansi Umum ( Pemberian Bank Garansi Keagenan Suatu Produk)

Khusus diberikan kepada nasabah sebagai jaminan pembayaran pada supplier yang memasok produk Ragam Bank Garansi yang dapat dimanfaatkan:

BG untuk Pembelian/Pengadaan Bahan Baku/Stock Barang Dagangan dan Perdagangan (Agen/Dealer) BG untuk kepentingan Pita Cukai Rokok BG untuk penangguhan pembayaran bea masuk dan pungutan lainnya BG untuk pembebasan bea masuk pengadaan barang investasi Standby Letter of Credit (SBLC)

o o

Bank Garansi Konstruksi (Pemberian Bank Garansi kepada Kontraktor)

Khusus diberikan kepada kontraktor dan terkait dengan kredit konstruksi Jangka waktu maksimal 1 tahun Ragam Bank Garansi yang dapat dimanfaatkan:
o

BG untuk jaminan uang muka (Advanced Payment Bond) BG untuk jaminan pelaksanaan proyek (Performance Bond) BG untuk jaminan tender (Tender Bond atau Bid Bond) BG untuk pemeliharaan (Maintenance Bond)

Bank BRI dapat melayani kebutuhan Bank Garansi dengan memperhatikan ketentuan berikut:

Nasabah adalah Warga Negara Indonesia Nabasah melampirkan Asli Perjanjian Pokok antara calon nasabah/debitur dengan Pihak Penerima Bank Garansi/Pihak Ketiga. Jika para nasabah pengusaha mendapatkan fasilitas BG Kontra garansi untuk setiap Bank Garansi adalah berupa setoran tunai terbeku, minimal sebesar 10 % dari nilai BG yang diterbitkan Jika para nasabah pengusaha tidak mempunyai kredit di Bank BRI, maka Kontra garansi sebesar 100 % dari nilai BG yang diterbitkan. Jangka waktu BG maksimal 1 tahun Alternatif kontra garansi :

Kontra garansi dari Bank di luar negeri Berupa setoran tunai Kontra garansi lainnya (Kontra garansi immaterial corporate guarantee dan kontra garansi material tanah/bangunan, kendaraan/mesin), yang terlebih dahulu diproses bersamaan dengan fasilitas kredit

PRODUK KONSUMER Kartu Kredit Keuntungan memiliki Kartu Kredit BRI a. Diterima di seluruh dunia

Kartu Kredit BRI dapat digunakan untuk berbelanja di Toko atau Merchant yang berlogo MasterCard, dan melakukan penarikan uang tunai di semua ATM BRI dan ATM berlogo Cirrus di seluruh dunia. b. Bunga murah sepanjang waktu

Suku Bunga ringan baik untuk Transaksi Ritel maupun Cash Advance c. Pembayaran Minimum Pemakaian Kartu Kredit BRI dengan pembayaran minimum. d. Kemudahan pembayaran tagihan melalui ATM BRI

e. Perlindungan asuransi Perlindungan Asuransi bagi Pemegang Kartu Kredit : Personal Accident dengan premi gratis. Card Member secara otomatis mendapat perlindungan (asuransi) kecelakaan. Credit Shield dengan premi murah apabila card member menginginkan perlindungan asuransi Credit Shield

f.

Executive Airport Lounge Bagi pemegang Kartu Kredit BRI Gold yang bepergian dengan pesawat udara, dapat menikmati fasilitas Executive Airport Lounge selama menunggu waktu keberangkatan. g. Fasilitas Kartu Tambahan (Supplement Card)

Cardmember dapat mengajukan Kartu Tambahan bagi anggota keluarganya, sepanjang memenuhi syarat. h. Program Promo / Marketing Kartu Kredit BRI

KPR BRI KPR BRI memberikan solusi dan kemudahan dalam memiliki hunian yang Anda inginkan KEUNGGULAN

Proses Cepat Biaya Kredit Ringan Jangka waktu sampai dengan 20 tahun Suku bunga kompetitif DP mulai dari 10 %*

Objek yang dibiayai berupa rumah tinggal, apartemen, condotel, ruko atau rukan Berlaku untuk pembelian (baru/bekas), pembangunan, renovasi atau take over dari bank lain.

FASILITAS

Pembayaran dapat dilakukan dengan Automatic Fund Transfer (AFT)/Automatic Grab Fund (AGF) Asuransi Jiwa Kredit serta Asuransi Kerugian/Kebakaran

INVESTMEN BANKING ORI & SR Obligasi Negara Ritel (ORI) dan Sukuk Negara Ritel (SR) merupakan Surat Berharga yang dijamin pembayaran bunga, bagi hasil serta pokoknya oleh Pemerintah dan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi investor individu Warga Negara Indonesia. KEUNGGULAN

Kupon yang ditawarkan menarik Bagi hasil akan dibayarkan setiap bulan langsung ke rekening investor, sampai dengan jatuh tempo

Risiko investasi pada produk ini relatif lebih kecil dibanding produk investasi lain Potensi memperoleh capital gain BRI selaku Agen Penjual juga bertindak sebagai stand by buyer apabila investor hendak menjual ORI atau SR sebelum jatuh tempo, sesuai market price yang berlaku saat itu.

STRATEGI Bank BRI sukses mentransformasikan diri menjadi organisasi perbankan yang tangguh. Bank ini mengadopsi serangkaian praktik manajemen SDM terbaik, termasuk program pengembangan karir yang jelas dan program ESOP/MSOP. Mau jago soal micro banking, belajarlah ke Bank BRI. pernyataan ini bergema luas di kalangan perbankan internasional. Maka, mereka silih berganti berkunjung dan belajar dari Bank BRI tentang spesialisasi yang satu ini. Bank BRI layak bangga dengan kehebatannya di bidang micro banking. Karena spesialisasi itu membuat nama BRI menjulang di dunia; karena fokus di micro banking itu membuat kinerja bisnis BRI relatif mengkilap.

Bank BRI kini merupakan bank terbesar di dunia dalam micro banking dengan 4100 kantor BRI Unit yang melayani nasabah di berbagai wilayah nusantara. Selama ini, nama BRI mungkin kalah populer dengan Gramen Bank, sebuah bank asal Bangladesh yang disebut-sebut sukses dalam bidang micro financing. Tetapi, layanan micro financing itu berbeda dengan micro banking. Layanan micro financing tidak mempedulikan dari masa asal pendanaan untuk kredit mikro tersebut sehingga tidak murni bersifat komersial. Sebagian besar pendanaannya merupakan dana bersubsidi dari pemerintah. Sementara pendanaan micro banking sepenuhnya berasal dari bisnis komersial. Jaringan layanan BRI Unit yang begitu luas memungkinkan BRI memberikan layanan langsung kepada mayoritas masyarakat. Dewasa ini, menurut Direktur Utama BRI Rudjito, BRI memiliki jumlah akun (account) lebih dari 31 juta buah sehingga bisa disimpulkan BRI merupakan bank dengan nasabah terbesar di Indonesia BRI Unit menjadi pilar bisnis yang penting dan strategis buat BRI, baik dari sisi finansial maupun transformasi organisasi. Setelah sukses dengan proyek percontohan di Yogyakarta, BRI Unit kemudian dikembangkan dengan mengkloning BRI Unit di Yogyakarta itu. Menurut Rudjito, ada 3 hal yang menjadi kunci keberhasilan kemajuan BRI saat ini, termasuk BRI Unit. Pertama, human capacity building. Prosesnya

dimulai sejak saat rekrutmen hingga pengembangan SDM melalui training terus menerus. Kepada mereka juga diperkenalkan reward yang dikaitkan dengan pencapaian target sesuai fokus program perusahaan. Perkembangan BRI Unit ini juga mengimbas positif ke cabang-cabang BRI. Kedua, institutional building. Organisasi layanan harus dibuat sederhana dan dekat dengan masyarakat. Jumlah karyawannya minimum 4 orang dan maksimum 11 orang. Organisasi ini harus mampu mendukung pengembangan komunitas dan memiliki program supervisi yang jelas (cascading supervision). Makanya di BRI ada jabatan penilik yang bertugas mengawasi BRI Unit. Setiap cabang membawahi 12 BRI Unit. Supervisi tingkat berikutnya adalah Inspektur Wilayah yang melakukan audit hingga tingkat cabang dan BRI Unit. Sekarang BRI memiliki 11 Inspektorat Wilayah di seluruh Indonesia. Ketiga, technology building. Sesederhana apapun, BRI Unit di desa sudah menggunakan teknologi. Paling tidak memiliki 1 PC, 1 printer, dan alat bantu generator set. Kalaupun belum ada telepon, akses informasi dilakukan melalui VSAT. Umumnya seluruh jaringan BRI sudah online, meskipun belum semuanya realtime. Pengembangan teknologi informasi (TI) BRI berjalan sejak proses rekap tahun 2000. Investasi tersebut terus berkembang. Kini, mayoritas jaringan BRI (324 cabang, 13 kantor wilayah, 11 kantor inspeksi, 147

kantor cabang pembantu, dan sebagian BRI Unit) sudah terhubung secara online dan realtime . ANALISIS LINGKUNGAN INTERNAL Sumber Daya Manusia sebagai salah satu bank umum paling besar di Indonesia dengan jumlah nasabah yang relative banyak tentu merupakan pencapaian yang luar bisa namun sergala reputasi besar tersebut tidak membuat manajamen bank berpuas diri, mereka selalu ingin berkembang .Bank Rakyat Indonesia menyadari bahwa organisasi yang kompeten sepenuhnya didukung oleh karyawan yang memiliki kompetensi. Oleh karena itu, manajamen dengan segala upaya mempersiapkan karyawan yang berkualitas dan berdedikasi tinggi sesuai dengan standar yang ditetapkan guna meningkatkan pelayanan terhadap para nasabah. Contohnya seperti kita ketahui era sekarang adalah era tekhnologi informasi dimana segala sesuatu menggunakan system yang bertujuan mempercepat proses pekerjaan oleh karena itu salah satu program dari manajemen guna menambah pehaman karyawan akan pentingnya tekhnologi informasi yaitu human resources skill assessment , suatu program dimana para karyawan di berikan pelatihan tekhnologi informasi terkini Hubungan Dengan Nasabah

Agar terjalinnya hunungan yang harmonis dengan nasabah manajemen menciptakan program Customer Relationship Management diamana program ini merupakan strategi dan usaha untuk menjalin hubungan dengan para pelanggan dan memberikan pelayan yang memuaskan kepada pelanggan .CRM mengintegrasikan strategi penjualan , pelayanan , dan pemasaran yang terkoordinasi .CRM menyimpan informasi pelanggan dan merekam seluruh kontak yang terjadi antara pelanggan dan perusahaan .

Analisis SWOT terdiri dari empat faktor, yaitu: Strengths (kekuatan) Merupakan kondisi kekuatan yang terdapat dalam organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada. Kekuatan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri. Weakness (kelemahan) Merupakan kondisi kelemahan yang terdapat dalam

organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada.Kelemahan

yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri. Opportunities (peluang) Merupakan kondisi peluang berkembang di masa datang yang terjadi. Kondisi yang terjadi merupakan peluang dari luar organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri. misalnya kompetitor, sekitar. Threats (ancaman) Merupakan kondisi yang mengancam dari luar. Ancaman ini dapat mengganggu organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri. Adapun SWOT yang di lakukan oleh Bank Rakyat Indonesia a.Kekuatan

kebijakan

pemerintah,

kondisi

lingkungan

Sebagai bank milik pemerintah yang berperan dalam mewujudkan visi pemerintah dalam membangun ekonomi kerakyatan Nama yang sudah sangat di kenal

Hubungan baik dengan lembaga keuangan internasional dan otoritas moneter] Total investasi teknologi informasi BRI sebesar US$ 100 juta per tahun Sudah go public

b.Kelemahan

Koordinasi yang belum berjalan baik antara kantor pusat dan unit terkecil Dukungan yang belum memeadai di karenakan jalur birokrasi yang panjang Jumlah karyawan terlalu besar Minimnya biaya promosi Pembinaan nasabah kurang efektif

c.Peluang

Keluarnya kebijakan pemerintah untuk menyalurkan kredit mikro Masyarakat mulai bank minded Tingkat pertumbuhan ekonomi yang mulai meningkat Jaminan keamana terhadap perbankan oleh pemerintah

Kepercayaan dan citra BRI di masyarakat masih cukup besar

d.Ancaman

Serangan aktif dan pasiv terhadap jaringan komunikasi data Adanya deregulasi perbankan yang mempermudah syarat pendirian bank sehingga dikhwatirkan competitor semakin banyak Tumbuhnya bank bank asing yang membiayai kredit mikro Banyak bank pesain dalam negri yang membiayai kredit mikro Menurunnya daya beli masyarakat

Setelah melakukan analisis seperti di atas, maka selanjutnya dibuat pemetaan analisis SWOT maka dibuatlah tabel matriks dan ditentukan sebagai tabel informasi SWOT. Kemudian dilakukan pembandingan antara faktor internal yang meliputi Strength dan Weakness dengan faktor luar Opportunity dan threat. Setelah itu kita bisa melakukan strategi alternatif untuk dilaksanakan. Strategi yang dipilih merupakan strategi yang

paling menguntungkan dengan resiko dan ancaman yang paling kecil.

Bobot menunjukkan kepentingan relatif dari sub-elemen dalam komponen SWOT pada setiap perusahaan dari waktu ke waktu. Untuk perusahaan baru, aspek S dan W nya tentu berbeda dengan perusahaan yang sudah berdiri, khususnya di aspek kinerja. Di sini analisis harus mencatat berbagai macam perbedaan yang ada pada laporan tersebut Penentuan Bobot SWOT Bank Rakyat Indonesia

GOAL S W O T Bobot S W O T

S 1 2 2 3,00 8,00 S 0,13 0,25 0,25 0,38

W 0,5 1 3 1 5,50 W 0,09 0,18 0,55 0,18

O 0,5 0,33 1 2 3,83 O 0,13 0,09 0,26 0,52

T 0,333333333 1,00 0,50 1 2,83 T 0,12 0,35 0,18 0,35 local priority 0,12 0,22 0,31 0,36 1,00

1. Penentuan Indonesia Bobot S1 S2 S3 S4 S5 S1 1 3 3 4 5 16

bobot

Strength

Bank

Rakyat

S2 0,3333333 3 1 3 2 2 8,3333333

S3 0,33333333 3 0,33 1 3 4 8,67

S4 0,25 0,50 0,33 1 2 4,08

S5 0,2 0,50 0,25 0,5 1 2,45

Bobot S1 S2 S3 S4 S5

S1 0,06 0,19 0,19 0,25 0,31

S2 0,04 0,12 0,36 0,24 0,24

S3 0,04 0,04 0,12 0,35 0,46

S4 0,06 0,12 0,08 0,24 0,49

S5 0,08 0,20 0,10 0,20 0,41

local priority 0,06 0,13 0,17 0,26 0,38 1,00

2.Penentuan bobot Weakness Bank Rakyat Indonesia Bobot W1 W2 W3 W4 W5 W1 1 2 0,50 3 3 9,50 W2 0,5 1 0,50 2 3 7,00 W3 2 3 1 4 5 15,00 W4 0,33 0,50 0,25 1 4 6,08 W5 0,333333333 0,333333333 0,20 0,25 1 2,12

Bobot W1 W2 W3 W4 W5

W1 0,11 0,21 0,05 0,32 0,32

W2 0,07 0,14 0,07 0,29 0,43

W3 0,13 0,20 0,07 0,27 0,33

W4 0,05 0,08 0,04 0,16 0,66

W5 0,16 0,16 0,09 0,12 0,47

local priority 0,10 0,16 0,07 0,23 0,44

2. Penentuan bobot Opportunity Bank Rakyat Indonesia Bobot O1 O2 O3 O4 O5 O1 1 0,33 0,3 2 0,3 3,93 O2 3,00 1 0,5 2,00 1 7,50 O3 3,33333333 3 2,00 1 3,00 3 12,33 O4 0,5 0,50 0,33 1 0,3 2,63 O5 3,333333333 1,00 0,333333333 3,33 1 9,00

Bobot O1 O2 O3 O4 O5

O1 0,25 0,08 0,08 0,51 0,08

O2 0,40 0,13 0,07 0,27 0,13

O3 0,27 0,16 0,08 0,24 0,24

O4 0,19 0,19 0,13 0,38 0,11

O5 0,37 0,11 0,04 0,37 0,11

local priority 0,30 0,14 0,08 0,35 0,14 1,00

3.

Penentuan bobot Threat Bank Rakyat Indonesia T2 1 1 4 3 4 T3 0,33 0,25 1 2 3 T4 0,25 0,33 0,5 1 4 T5 0,20 0,25 0,33 0,25 1

Bobot T1 T2 T3 T4 T5

T1 1 2 3 4 5

Bobot T1 T2 T3 T4 T5

15 T1 0,07 0,13 0,20 0,27 0,33

13 T2 0,04 0,08 0,32 0,24 0,32

6,58 T3 0,05 0,04 0,15 0,30 0,46 T4 0,04 0,05 0,08 0,16 0,66

6,08 T5 0,10 0,12 0,16 0,12 0,49

2,03 local priority 0,06 0,09 0,18 0,22 0,45 1,00

Selain pemilihan alternatif analisis Swot juga bisa digunakan untuk melakukan perbaikan dan improvisasi. dan dengan dan

mengetahui

kelebihan

(Strength

opportunity)

kelemahan kita (weakness dan threat), maka kita melakukan strategi untuk melakukan perbaikan diri. Mungkin salah satu strateginya dengan meningkatkan Strength dan opportunity atau melakukan strategi yang lain yaitu mengurangi weakness dan threat.

Salah satu model perencanaan strategis adalah analisis SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunities dan Threats). S dan W mengidentifikasikan kekuatan dan kelemahan internal

perusahaan dalam hal ini berkaitan dengan fungsi manajemen

(perencanaan,

pengorganisasian,

pengarahan,

pemberian

motivasi dan pengendalian). S dan W juga mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan pada fungsi bisnis yaitu : merancang pemasaran dan produk; produksi dan penawaran; sumber daya manusia; dan keuangan. O dan T merupakan analisis eksternal berupa peluang dan ancaman yang meliputi aspek : sosial, teknologi, ekonomi, politik, hukum, lingkungan, demografi dan pesaing. Dalam analisis matrix SWOT diterapkan sistem skoring untuk unsur-unsur yang dianggap penting. Makna pemberian persentase skor dapat terlihat pada tabel berikut.

Penentuan Bobot SWOT Bank Rakyat Indonesia

Faktor skor Internal 1.Strength S1 1 S2 3 S3 4 S4 2 S5 5 2.Weakness W1 2 W2 5 W3 3 W4 4 W5 1 Eksternal 3.Opportunity O1 3 O2 1 O3 5 O4 2 O5 4 4. Threath T1 4 T2 3 T3 5 T4 2 T5 1

Final Bobot Score 0.06 0.13 0.17 0.26 0.38 1.00 0.10 0.16 0.07 0.23 0.44 1.00 0.30 0.14 0.08 0.35 0.14 1.00 0.06 0.09 0.18 0.22 0.45 1.00 0.06 0.39 0.68 0.52 1.90 3.55 0.20 0.80 0.21 0.92 0.44 2.57 0.90 0.14 0.40 0.70 0.56 2.70 0.24 0.27 0.90 0.44 0.45 2.30
INTERNAL 1. Strength 2.Weakness EKSTERNAL 3.Opportunity 4.Threath 3.55 2.57 0.98 2.70 2.30 0.40

Grafik SWOT Bank Rakyat Indonesia

(0,98 ; 0,40) W S

T Dari grafik diatas dapat dijelaskan bahwa perusahaan PT. Berlian Laju Tanker berada dalam keadaan kuat namun banyak mengalami tantangan. Mengingat perusahaan ini sudah mempunyai cabang di berbagai dunia jadi persaingan akan samakin banyak.