Anda di halaman 1dari 11

PEMBAHASAN

A. Aspek Medik
1. Pengertian
a. Hipertensi adalah tekanan darah persisten dimana tekanan sitoliknya
diatas 140 mmHg dan tekanan diastoliknya diatas 90 mmHg. (Brunner &
Suddarth,2001).
b. Hipertensi adalah kondisi dimana terjadi peningkatan tekanan darah secara
kronis (dalam jangka waktu lama). Penderita mempunyai sekurang-
kurangnya tekanan darah yang melebihi 140/90 mmHg, saat istirahat
diperkirakan mempunyai keadaan darah tinggi. Tekanan darah yang selalu
tinggi adalah salah satu Iaktor resiko untuk stroke, serangan jantung, gagal
jantung dan aneurisma aterial, dan merupakan penyebab utama gagal
jantung kronis. (www.hipertensi.com. Di akses 1 Desember 2010)
2. Etiologi
Berdasarkan penyebab Hipertensi dibagi menjadi 2 golongan yaitu :
a. Hipertensi primer atau essensial merupakan bagian terbesar (90) dari
penderita Hipertensi yang ada di masyarakat. Sampai saat ini belum
diketahui secara pasti penyebab dari Hipertensi primer ini.
b. Hipertensi sekunder, jenis Hipertensi ini dapat diketahui penyebabnya
seperti :
1) Kelainan ginjal : Glomerulonepritis akut (GNA), Glomerulonepritis
kronis (GNC), Pylonepritis kronis (PNC), penyempitan arteri renalis.
2) Kelainan hormone : Diabetes mellitus, pil KB, phaecrocytoma (tumor
adrenal).
3) Kelainan neurologist : polinueritis, poliomyelitis.
4) Lain-lain : obat-obatan, proklamasi koartasio aorta. (SyaIril Rahim,
S.Sit, S.Kep. Ns, 2006)
3. PatoIisiologi
Mekanisme yang mengontrol kontriksi yang relaksasi pembuluh darah
terletak di pusat vasomotor, pada medulla diotak. Rangsangan pusat
vasomotor dihantarkan dalam bentuk impuls yang bergerak kebawah melalui
sistem saraI simpatis keganglia simpatis. Pada titik ini neuron preganglia
melepaskan asekilkain yang akan merangsang serabut saraI pasca ganglion
pembuluh darah. Berbagai Iaktor seperti kecemasan dan ketakutan dapat
mempengaruhi respon pembuluh darah terhadap rangsangan vasokontriksi
individu, dimana Hipertensi sangat sensitiI terhadap noneIineIrin, meskipun
tidak diketahui dengan jelas mengapa hal tersebut bisa terjadi.
Pada saat bersamaan dimana sistem saraI simpatis merangsang
pembuluh darah sebagai respons rangsangan emosi. Kelenjar adrenal juga
terangsang sehingga mengkibatkan tambahan aktivitas vasokontriksi. Medulla
adrenal mensekresi kortisol dan steroid lainnya yang dapat memperkuat
penurunan aliran darah ke ginjal menyebabkan pelepasan renin merangsang
pembentukan angiotensin I yang kemudian diubah menjdi angiotensin II oleh
vasokontriksi yang kuat, yang pada gilirannya merangsang sekresi aldoesteron
oleh korteks adrenal. Hormon ini menyebabkan retensi natrium dan air oleh
tabulus dan ginjal. Menyebabkan peningkatan volume intravaskuler. Semua
Iaktor tersebut cenderung mencetuskan keadaan Hipertensi (Brunner &
Sudarth, 2002).
Perubahan tekanan darah dapat dipengaruhi oleh berbagai Iaktor :
a. Tolakan PeriIer
Tolakan IeriIer merupakan sistem peredaran darah yang memiliki
sistem tekanan tertinggi (arteria) dan sistem tekanan darah terendah
(pembuluh kapiler dan vena). Diantara keduanya terdapat arteriola dan
pembuluh otot yang sangat halus. Apabila menguncup, arteriola akan
menjadi kecil dan darah yang mengalir pada pembuluh kapiler akan
berkurang. Kemudian, dalam kondisi berlawanan, dinding arteriola kendur
dan memperbesar jumlah darah yang masuk ke arteriola. Proses
penyempitan pembuluh yang melebihi normal dapat mengakibatkan
tekanan darah tinggi.
b. Gerakan memompa oleh jantung
Semakin banyak darah yang dipompa dalam arteria menyebabkan
arteria akan lebih menggelembung dan mengakibatkan bertambahnya
tekanan darah, demikian pula sebaliknya.
c. Volume darah
Bertambahnya darah dapat menyebabkan besarnya tekanan pada
arteria.
d. Kekentalan darah
Kekentalan atau vikositas ini tergantung pada perbandingan sel darah
dengan plasma. Semakin kental darah menyebabkan semakin tinggi
tekanan dan semakin banyak tenaga yang diperlukan (A. Azis Alimul
Hidayat, 2006)
4. ManiIestasi Klinik
Peningkatan tekanan darah kadang-kadang merupakan salah satu gejala
bila termaniIestasikan sesuai organ :
a. Sakit kepala
b. Epistaksis
c. Akral dingin
d. Konsentrasi menurun
e. Pusing
I. Palpitasi
g. Mudah marah
h. Telinga berdengung
i. Rasa berat di tengkuk
j. Sukar tidur
k. Mata berkunang-kunang
l. Perubahan pada retina
m. Eksudat (kumpulan cairan)
n. Penyempitan pembuluh darah
o. Edema pupil diskus optikus (Brunner & Suddarthh, 2002)

. Penatalaksanaan
a. NonIarmakologis terutama dalam memodiIikasi gaya hidup.
1) Menurunkan BB bila terdapat kelebihan
2) Membatasi alkohol
3) Mengurangi masukan natrium dan tembakau
4) AktiIitas Iisik yang teratur
) Berhenti merokok
b. Farmakologi
1) Diuretik thiazide : chiorthalidone (hygroton)
2) Diuretika loop : Iurosimide (lasix)
3) Diuretik pengganti kalium : spironolactone (aldactone), triamterene
(Dyrenium)
4) Inhibitor adrenergic : reserpine (alkaloid raulIolIia serpentina),
methyldopa (aldomet), propanorol (inderal), Prazosin hidrochloride
(minipress), clonidine hydrochloride (catapres), metoprolol (lopressor)
) Vasodilator : minoxidil, diagzoxide, (hiperstart)
6) Penghambat enzim pengubah angiotensin (angiotensin converting
enzime inhibitor) captopril (capoten).
7) Antagonis kalsium : Diltiazem hydrocloride, niIedipine (Brunner &
Suddarthh, 2002)


HariJTgl No. Dx )am EVALUASI

Senin-















Senin-



















.















.

S :


0 :



A :





P


S :


0 :


A :

P :

- ien mengatakan uapat mengontio atau
mengatasi nyeii yang uiiasakan.

- Ekspiesi wajah iieks uan ceiah
- ien Nampak bebas tanpa teiganggu
oeh iasa nyeii

- Nasaah beum teiatasi
- TTv = TB : mmBg
N : 8 xi
S :

C
P : xi

- Lanjutkan Inteivensi


- ien mengatakan keeahan umum
beikuiang.

- ien uapat meakukan aktivitas peian
uiii tanpa auanya bantuan.

- Nasaah beum teiatasi

- Lanjutkan inteivensi









DAFTAR PUSTAKA
. Boenges. E Naiyn, . Rencono Asubon Keperowoton HeJicol BeJob.
akaita : EuC.
. apita Seekta euokteian
. Biunne uan Suuuaith. . Keperowoton HeJicol BeJob. Euisi 8. akaita :
EuC.
. httpwww.imukesehatan.com
. httpwww.meuiakesehatan.com
. www.hipertensi.com

















DAFTAR ISI

ATA PENuANTAR...................................................................................................................
BAFTAR ISI ...................................................................................................................................
PENBABASAN ............................................................................................................................
A. Aspek Neuis .........................................................................................................................
- Pengeitian .....................................................................................................................
- Etioogi ............................................................................................................................
- Nanifestasi inik.......................................................................................................
B. Askep .......................................................................................................................................
- Pengkajian .....................................................................................................................
. Biouata .....................................................................................................................
. Riwayat Biuup ......................................................................................................
. Pemeiiksaan Fisik ..............................................................................................
- Rencana epeiawatan .............................................................................................
. Biagnosa ..................................................................................................................
. Tujuan ......................................................................................................................
. Inteivensi ...............................................................................................................
. Rasiona ...................................................................................................................
- ImpementasiTinuakan .........................................................................................
- Evauasi ...........................................................................................................................
BAFTAR P0STAA....................................................................................................................














D kLNCANA kLLkAWA1AN


Nama k||en 1n k 1g| MkS 7 Nopember 2010
Umur S7 1ahun 1g| engka[|an 08 Nopember
I ke|am|n Lak||ak| No keg|ster 03 62 61
A|amat Desa Ma||e|ang Dx Med|k n|pertens|

NC
DIAGNCSA kL]DA1A ANG
MLNUNIANG
kLNCANA kLLkAWA1AN
1UIUAN IN1LkVLSI kASICNAL
1
























nyerl akuL saklL kepala b/d
- 9enlngkaLan Lekanan vaskuler

uaLa Sub[ekLlf
- llen mengeluh puslng pada
saaL duduk kemudlan berdlrl
- llen mengaLakan nyerl pada
baglanleher
- llen mengaLakan susah Lldur
uaLa Cb[ekLlf
- llen Lampak lelah Lesu dan
lemah
- @@v
@u 180/100 mmPg
n 80 x/l
S 37
o
C
9 24 x/l








- ,elaporkan nyerl/
keLldaknyamanan
hllang/ LerkonLrol
- ,emberlkan meLode
yang memberlkan
pengurangan
- ,englkuLl reglmen
fermakologl yang
dlresepkan
















,andlrl
- @lrah barlng selama fase akuL
- erlkan Llndakan nonfarmakologl unLuk
menghllangkan saklL kepala ,lsalnya
kompres dlngln pada dahl pl[aL
punggung dan leher Lenang redupkan
lampu kamar Lekhnlk relaksasl
- Pllangkan/mlnlmalkan akLlvlLas vaso
konsLrlksl yang dapaL menlngkaLkan saklL
kepala mlsalnya men[aga pada saaL
baLuk pan[ang membungkuk
- ,embanLu paslen dalam ambulasl sesual
kebuLuhan

olaborasl
- erlkan sesual ldlkasl analgeslc
anLlanmeLas mlsalnya lorazepam
(Llvan) dlascparL (vallum)








- ,enlmbulka sLlmulasl menlngkaLkan
relaksasl
- @lndakan yang menurunkan Lekanan
vaskuler screbral dan yang
memperlambaL/memblok respon
slmpaLls efekLlf dalam menghllangkan
saklL kepala dan kompllkaslnya
- kLlvlLas menlngkaLkan vaso konsLrlksl
menyebabkan saklL kepala pada adanya
penlngkaLan Lekanan vaskuler selebral
- 9uslng dan pengllhaLan kabur serlng
berhubungan dengan saklL kepala
- ,enlngkaLkan kenyamanan umum
kompres hldung dapaL mengganggu
menelan aLau membuLuhkan nafas
dengan muluL menlmbulkan smagnasl
oral dan mengerlnkan membrane
mukosa

- ,enurunkan/mengonLrol nyerl dan
menurunkan rangsang sysLem saraf
slmpaLls
- uapaL mengurangl Legangan dan
keLldaknyamanan yang dlperberaL
NC
DIAGNCSA kL]DA1A ANG
MLNUNIANG
kLNCANA kLLkAWA1AN
1UIUAN IN1LkVLSI kASICNAL




2








lnLoleran akLlvlLas b/d
- elemahan umum
- eLldak selmbangan anLara
suplal dan kebuLuhan okslgen




- erparLlslpasl dalam
akLlvlLas yang
dllnglnkan/ dlperlukan
- ,elaporkan
penlngkaLan dalam
Loleransl akLlvlLas yang
dapaL dlukur
- ,enun[ukkan
penurunan dalam
LandaLanda lnLoleransl
flslologl



,andlrl
- a[l respon paslen Lerhadap akLlvlLas
perhaLlkan frekuensl nadl leblh darl 20
kall/m dlaLas frekuensl lsLlrahaL
9enlngkaLan @u yang nyaLa selama
(sesudah akLlvlLas Lekanan 340 mmPg
aLau Lekanan 030 mmPg) ulspnea aLau
nyerl dada keleLlhan dan kelemahan
yang berleblhan dlaforeslsl puslng aLau
plngsan
- lnsLrukslkan paslen LenLang Leknlk
penghemaLan energy mlsalnya
menggunakan kursl pada saaL mandl
duduk saaL menylslr rambuL aLau
menylkaL glgl melakukan akLlvlLas
dengan perlahan
- erlkan dorongan unLuk melakukan
akLlvlLas aLau peran dlrl berLahapa [lka
dapaL dlLoleransl berlkan banLuan sesual
kebuLuhan
sLress


- ,enyebuLkan parameLer membanLu
dalam mengka[l respon flslologl
Lerhadap sLress akLlvlLas dan blla ada
merupakan lndlcaLor darl keleblhan ker[a
yang berkalLan dengan LlngkaL akLlvlLas
- @ekhnlk menghemaL energy mengurangl
penggunaan energy [uga membanLu
keselmbangan anLara suplal dan
kebuLuhan okslgen
- ema[uan akLlflLas Lerhadap mencegah
penlngkaLan ker[a [anLung LlbaLlba
memberlkan banLuan hanya sebaLas
kebuLuhan akan mendorong
kemandlrlan dalam melakukan akLlvlLas