Anda di halaman 1dari 4

Hotel Rwanda

Hotel Rwanda berkisah tentang seorang pahlawan bernama Paul Rusesabagina, manajer hotel di Rwanda yang menggunakan kekuasaannya untuk melindungi ribuan pengungsi dari kematian. Film yang bercerita tentang kejahatan genosida yang terjadi di Rwanda pada tahun 1994 ini memaparkan sebuah konflik yang sangat menarik, menampilkan berbagai case tentang hidup dan kehidupan. Menggambarkan perjalanan untuk bertahan hidup dan sebuah pengorbanan untuk mempertahankan kehidupan. Menyampaikan pelajaran akan pentingnya ketulusan memberi, menebarkan kasih sayang, kekuatan rasa tolong menolong serta makna dari sebuah kesetiaan. Hotel Rwanda berhasil membawa saya hanyut ke dalam alur cerita. Banyak sisi kemanusiaan yang terekam di setiap adegannya. Berikut adalah beberapa adegan kemanusiaan yang tercatat selama saya menonton : Paul Memberikan uang tip. hal ini dilakukan sabagai sebuah penghargaan atas suatu pekerjaan yang telah dilakukan orang lain untuk membantu mempermudah urusan kita. Pada dasarnya Paul bersuku Hutu, namun orang Tatsi meminta Paul untuk meminta pertolongan. Disini diperlihatkan bahwa Paul telah diberi kepercayaan tinggi oleh para Tatsi, hanya Paul lah satu-satunya orang Hutu yang dapat dipercaya dan dimintai bantuan pada saat itu. Dua anak kembar yang berbeda suku. Percakapan mereka berdua menjelaskan perbedaan antara Hutu dan Tatsi tidak menghalangi rasa persaudaraan mereka, mereka membuktikan bahwa perbedaan bukanlah hal yang harus ditakuti. Paul mengambil dan menyimpan uang dari brangkas Hotel dan membayarkannya kepada sipir Hutu sebagai sogokan. Dengan menyepakati akan membayar 10000 franc untuk menebus satu orang tutsi, kemudian orang-orang tutsi dibebaskan. Pengorbanan yang Paul lakukan amat berarti bagi orang-orang Tutsi, hal ini ia lakukan juga untuk menyelamatkan keluarga

tercintanya. Kesetiaan Paul terhadap istri dan keluarganya, serta rasa saling tolong menolong istri Paul,Tatsi, untuk menyelamatkan orang-orang Tutsi menggerakkan Paul untuk berusaha melindungi mereka juga. Ketika Madame Archter membawa anak-anak panti ke Hotel. Madame Archter merupakan salah satu orang yang masih peduli dan memikirkan nasib anak-anak Tutsi, beliau berusaha sekuat tenaga menyelamatkan mereka dan menempatkan mereka di tempat yang layak. Kala itu, ia membawa anak-anak Tutsi ke Hotel dan berharap kepada Paul agar mereka diijinkan tinggal disana. Meski yang tersisa hanyalah satu kamar, Paul akhirnya memutuskan menerima anak-anak itu dan menempatkannya di satu kamar besar, tidak hanya itu Paul mengurusi dan memberi makan mereka. Kesetiaan yang luar biasa seorang Dube, asisten Paul. Dalam keadaan sesulit apapun Dube selalu ada disamping Paul, memberi dukungan penuh, dan menghargai Paul layaknya seorang pimpinan. Ketika Paul berdiri dibawah rintik hujan, Dube dengan tulusnya datang membawakan payung dan memayungi Paul, pimpinannya. Paul meminta seluruh kaum Tatsi yang menginap di hotelnya menghibungi sanak-saudara mereka, untuk mengatakan selamat tinggal..karena memang tidak ada bantuan lagi dari siapapun. Tahan telpon mereka dan buat mereka malu untuk membantu. Hal yang Paul perintahkan ini ternyata salah satu bentuk jalan penyelamatan kaum Tatsi yang masih memiliki saudara serta punya kesempatan untuk keluar dari kota yang kacau balau itu. Usaha penyelamatan orang-orang Tutsi oleh General Austin Bizimungu Setelah muncul intervensi dari Perancis yang ternyata didatangkan hanya untuk menyelamatkan warga kulit putih. Jenderal Austin tidak dapat melakukan banyak hal ketika tahu bahwa tidak ada lagi bantuan dari PBB untuk kulit hitam. Namun atas kerja keras kaum Tutsi serta bukti masih adanya kepedulian Jenderal Austin, suatu hari beliau datang dan berhasil membawa sebagian orang kulit hitam yang memiliki visa agar dapat keluar dari sana.

Pengorbanan Paul melindungi istri dan anak istrinya, serta tetangga-tetangga beliau. Bahkan Paul memilih tidak meninggalkan hotel, ia melepaskan istri dan anak-anaknya untuk mengabdi di hotel dan membantu menyelamatkan orang-orang tutsi yang masih ada disana. Saat sudah tidak ada satupun yang bisa menolong orangorang Tutsi, Paul masih disana.. membuka hatinya dan selalu berusaha memberi tempat yang terbaik bagi mereka. Pertolongan pemberontak Hutu Ketika perjalanan orang-orang tutsi menuju tempat pengungsian, pasukan hutu menghadang. Lalu, datanglah pertolongan dari sekelompok orang Pemberontak Hutu. Orang-orang Tutsi merasa mendapatkan teman saat salah satu dari sekelompok orang tersebut menatap ke arahnya dan menyapa..hello!. Janji paul untuk menenemukan tempat yang layak bagi 20 anak yatin piatu. Meski kamar Hotel sudah penuh, paul masih menjanjikan Madame Archter akan memberikan tempat yang layak kepada anak-anak yatim yang akan Madame Archter bawa nanti. Paul selalu ,membuka dirinya untuk membantu apapun yang dapat ia lakukan. Ketika Madame Archter menemukan keponakan Paul. Berkat perjuangan Madame Archter yang terus mencari keponakan Paul yang hilang saat itu, akhirnya Madame menemukannya, meski tidak berhasil menemukan kedua orang tua dari anak ini, adik dari Paul. Saat hendak pergi dari tempat pengungsian Paul membawa 20 orang anak yatim yang dititipkan oleh madame Archter. Paul telah berjanji pada Madane akan memberikan tempat yang layak bagi mereka, ia masih memegang teguh janji yang diucaokannya dan ia menepatinya. Saat akan naik ke mobil sipir mengecek ruangan, mereka berkata sudah tidak ada ruang! Namun..yang Paul lakukan ketika sipir berkata bahwa sudah tidak ada ruang kosong, ia nekat membawa para yatim piatu kecil itu ke mobil dan berkata selalu ada senyuman tulus penuh kehangatan.

ruang,

diselingi

sebuah

Saat dunia menutup matanya, Paul membuka hatinya dan membuktikan bahwa satu orang dapat membuat sebuah perbedaan.