Anda di halaman 1dari 5

BAB l

PENDAHULUAN

l.l Latar Belakang
Hipertensi merupakan suatu gangguan pada sistem peredaran darah yang
cukup banyak mengganggu kesehatan masyarakat. Menurut Hanns Peter WoII dalam
bukunya Speaking of high Blood Pressuresatu dari setiap dari lima orang menderita
tekanan darah tinggi dan sepertiganya tidak menyadarinya.Padahal sekitar 40
kematian dibawah usia 65 tahun bermula dari tekanan darah tinggi.Menurut WHO
(Word Health Organi:ation) memberikan batasan tekanan darah normal adalah
140/90 mmHg dan tekanan darah diatas 140/90 mmHg dinyatakan sebagai hipertensi
(Mardiani LiliH.S.Tanta007).
Berdasarkan Survey Rumah tangga (SKRT) 1995 prevelansi hipertensi di
Indonesia adalah 8.Sedangkan menurut data dari Indonesia Society of
Hipertemencapaintion (inaSH)secara umum prevalensi hipertensi pada orang
dewasa antara 15 dan 0 pada dewasa umur lebih dari 50 tahun. Sementara
menurut WHO pada pria prevalensi itu mencapai 165 (199) dan 1 persen pada
wanita (199) (hhtp://www.suara karya.online.com).Dari data dinas kesehatan yang
diperoleh penelitipenderita hipertensi Dikabupaten Banyuwangi dari bulan Januari
sampai bulan September 011 mencapai ...... penderita (data tahunan Dinas
Kesehatan). Dan dari data kunjungan kasus penderita hipertensi di Puskesmas
Singotrunan mulai dari bulan Januari-September 011 mencapai 477 penderita (data
kunjungan kasus Puskesmas Singotrunan).Sedangkan dari studi kasus yang dilakukan
penelitiseebagian penduduk di wilayah kerja Puskesmas Singotrunan bertempat
tinggal didaerah pesisirdimana sebagian masyarakat mempunyai kebiasaan
mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak garamdengan alasan makanan
akan terasa lebih nikmat.
Faktor-Faktor yang mempengaruhi hipertensi pada umumnya adalah Iactor
genetik. Hipertensi jelas terjadi dalam keluarga meskipun terdapat anggapan hal
tersebut terjadi karena sesama keluarga cenderung berbagi gaya hidup dan pola
makan yang sama. Stres dan pola hidup yang tidak sehat seperti merokokaktiIitas
Iisik yang sangat minimal sehingga menimbulkan obesitakebiasaan minum alkohol
dan pola makan yang berlemak juga merupakan Iaktor resiko hipertensi.
Dan Iaktor resiko lain yang lebih dominan adalah konsumsi penggunaan
garam yang berlebihan dimana konsumsi penggunaan garam memiliki eIek langsung
terhadap tekanan darah. Konsumsi penggunaan garam yang tinggi seelama bertahun-
tahun kemungkinan meningkatkan tekanan darah karena meningkatkan kadar iodium
dan sel-sel otot halus pada dinding arteriol.Kadar iodium yang tinggi ini
memudahkan masuknya kalsium kedalam sel-sel tersebut kemudian menyebabkan
arteriol berkontraksi dan menyempit pada lingkar dalamnya (Beevers 004 : ).
Secara umum masyarakat sering menghubungkan antara penggunaan konsumsi garam
dengan hipertensi tetapi sebagian masyarakat masih tidak dapat mengkonsumsi
penggunaan garam dengan benar. Masyarakat berasumsi garam yang dikonsumsi
sangat rendah akan menjadikan makanan terasa hambar dan tidak berasa
(http://www.seputar Indonesia.com)
Apabila tidak diubah dan tidak terkontrolhipertensi mengakibatkan
kematianumumnya karena komplikasi.Kematian pada penderita hipertensi paling
sering terjadi karena strokegagal ginjaljantung dan gangguan penglihatan (mata)
yang dikenal dengan retinopatiini terjadi pada penderita primer.Untuk hipertensi
sekunderkematian biasanya disebabkan penyakit yang menyebabkan hipertensi
seperti gangguan ginjal dan kelainan metabolismemisalnya diabetes militus (marliani
Lili 007 : 08).
Cepat lambatnyatimbul dan ringannya hipertensi tergantung dari Iactor yang
mempengaruhinya.Cara yang baik untuk menghadapi timbulnya tekanan darah tinggi
adalah dengan cara pencegahan dan cara kedua adalah dengan pengobatan untuk
mengendalikan hipertensi yang sudah ada.
Dari uraian diatas maka penelitian tertarik melakukan penelitian Hubungan
Kurangnya Pengetahuan Penggunaan Makanan Tinggi Garam dengan kejadian
Hipertensi.
.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan masalah di atas maka dapat dirumuskan sebagai berikut 'adakah
hubungan kurangnya pengetahuan penggunaan makanan tinggi garam dengan kejadian
hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Singotrunan?
.3 Tujuan Penelitian
.3. Tujuan Umum
Diketahuinya hubungan kurangnya pengetahuan penggunaan makanan
tinggi garam dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Singotrunan
Banyuwangi.
.3.2 Tujuan Khusus
1. MengidentiIikasi tingkat pengetahuan penderita hipertensi di wilayah kerja
Puskesmas Singotrunan Banyuwangi.
. MengidentiIikasi hubungan kurangnya pengetahuan penggunaan makanan
tinggi garam di wilayah kerja Puskesmas Singotrunan Banyuwangi.
. Menganalisa hubungan kurangnya pengetahuan penggunaan makanan tinggi
garam dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Singotrunan
Banyuwangi.

.4 Manfaat Penelitian
.4. Bagi Peneliti
Dari penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar pembelajaran mengenai
hubungan kurangnya pengetahuan penggunaan makanan tinggi garam dengan
kejadian hipertensi.
.4.2 Bagi Profesi Keperawatan
Diharapkan penelitian ini dapat memberikan masukan bagi proIesi
keperawatan dalam mengembangkan implementasi keperawatan yang akan
dilakukan mengenai hubungan kurangangnya pengetahuan penggunaan makanan
tinggi garam dengan kejadian hipertensi.
.4.3 Bagi Institusi
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan masukan
pada pendidik yang terkait terhadap pendidikan kesehatan pediatri kususnya
tentang hubungan kurangnya pengetahuan penggunaan makanan tinggi garam
dengan kejadian hipertensi.
.4.4 Bagi peneliti yang Akan Datang
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai pedoman atau
paduan penelitian berikutnya.
.4.5 Bagi Responden
Masyarakat lebih mengerti dan memahami tentang pengetahuan
penggunaan makanan tinggi garam dengan kejadian hipertensi.