Anda di halaman 1dari 1

Tugas Psikologi Kepribadian

Mengenali kepribadian diri sendiri.. Saya pernah dengar bahwa kepribadian ada sebanyak jumlah orang di dunia ini, masingmasing dari kita memiliki kepribadian yang berbeda. Saya sendiri yakin bahwa diri saya merupakan satu paket kepribadian yang menarik. Terlahir di tengah-tengah keluarga yang hidup sederhana menjadikan diri saya orang yang nrimo dalam istilah bahasa Jawa yang artinya mudah menerima, bahkan cenderung pasrah. Namun, sejak kecil pula saya sudah terbiasa diajari untuk berbuat baik kepada oranglain, rasanya seperti ingin mencontoh kebaikan yang Bapak dan Ibu lakukan kepada oranglain. Sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, dan merupakan satu-satunya anak perempuan, hal itu tidak menjadikan saya manja lho, justru sebaliknya, saya merasa mampu menjadi pribadi yang lebih kuat. Meski seringkali merasa serba salah karena tekanan yang diberikan dari kakak serta tuntutan dari si adek. Orangtua saya sangat menjunjung tinggi pentingnya pendidikan. Kakak saya pandai, sejak masa sekolah saya selalu dibandingkan dengannya. Bukan berarti saya tidak pandai, hanya saja saya memang tidak sepandai kakak saya dalam bidang akademik. Saya terlalu mengagungkan hubungan dengan teman, sosialisasi, dan terkadang mengatasnamakan organisasi diatas pelajaran. Tapi karena itulah saya menjadi percaya diri, bahwa saya tidak harus menjadi seperti kakak, saya mampu berprestasi dengan cara saya sendiri. Disamping segala rasa percaya diri yang saya miliki, ada bagian dari diri saya yang terkadang saya benci. Saya tidak tegas, suka gak tegaan sama orang, mudah merasa bersalah alias gak enakan, Saya tidak mampu berkata tidak ketika harus berkata tidak, sering ngalah walopun merugikan diri sendiri, mudah memaafkan, dan saya tidak bisa marah. Mungkin saya sadar saya sedang marah, tapi saya tidak bisa mengekspresikan rasa marah saya, iya benaar, saya tidak bisa maraah! Entah itu harus saya sebut kekurangan atau kelebihan. Saya terlalu memikirkan oranglain bahkan sampai tidak memikirkan diri sendiri. Apa karena saya tidak sanggup dianggap jahat oleh oranglain?

RIASRI NURWIRETNO 209000053


Akhir-akhir ini saya sepertinya menjadi lebih pesimis, hidup saya kurang kompetitif. Saya seorang perenung, dan mudah sekali terharu yang artinya sering menangis. Saya ragu-ragu dan sulit mengambil keputusan. Mudah bingung dan memikirkan segala sesuatu secara mendalam. Saya sering memendam sesuatu. Tapi disisi lain saya selalu berusaha menampakkan diri saya sebagai cocok yang seceria mungkin dan saya merasa kalo diri saya memang pribadi yang kuat. Saya selalu menyemangati teman-teman saya. Orangorang mengenali saya sebagai sosok yang ceria dan murah senyum, itu memang benar adanya, saya sendiri merasa jauh lebih bahagia ketika tersenyum apalagi kalo hal itu bisa membuat oranglain senang, tapi..bukankan itu semua topeng? Saya tidak pernah membiarkan teman-teman saya mengetahui diri saya seutuhnya, ketika teman A tau bagian diri saya yang ini, temanteman B mungkin hanya akan tau bagian diri lain dari yang saya tampakkan. Benar-benar seperti orang munafik yang tidak mau menampakkan jati dirinya. Topeng apapun yang saya gunakan, satu hal yang terpenting adalah saya selalu ingin berbagi, karena hal itu yang membuat saya tenang, membuat saya sadar seutuhnya dan merasa berharga. Selain itu, saya ingin merasa bebas!! Kini, dari semua pengalaman hidup sepanjang usia saya yang hampir menginjak angka 20 ini, saya masih tengah belajar mengenali diri saya, entah sampai kapan. Yang pasti saya belajar untuk terus menyadari setiap kekuatan dan kelemahan dalam diri saya, dan mencoba mengekspresikan setiap detil kekuatan dan kelemahan tersebut dengan cara dan waktu yang tepat.