Anda di halaman 1dari 3

A.PENDAHULUAN 1 .

Lat ar Bel akangErosi tanah merupakan suatu proses berpindahnya, hilangnya sebagianatau seluruh tanah dari lapisan permukaan. Berlangsungnya erosi padatanahtanah pertanian disebabkan oleh pengaruh alam biasanya dipercepatoleh tangan-tangan manusia itu sendiri (accelerated erssion), karena itu untuk mencegah dan mengurangi keberlangsungan erosi diperlukanpengendalian serta upaya pencegahan (Arsyad, 1983). Penyebab utamaterjadinya erosi adalah akibat penggunaan lahan yang tidak sesuai dengandengan kemampuannya, pengolahan tanah yang salah, dan tidak dipakainya teknik atau kaidah-kaidah pengawetan (konservasi) tanah danair secara memadai. Kerusakan tanah akibat erosi dapat mengakibatkan menurunnya kesuburan dan produktivitas tanah, bahaya banjir pada musimhujan atau cekaman kekeringan di musim kemarau, dan terjadinyapengdangkalan sungai-sungai ataupun danau - danau serta makin luasnyalahan-lahan kritis.Keadaan lahan kritis dapat memperbaiki melalui penerapan usahatanikonservasi atau sistem pertanian konservasi ( conservation farming ).Pertanian konservasi pada hakikatnya adalah bentuk budidaya pertanianyang m enekankan pem anfaat an lahan sem aksim al mungki n sepanj an gtahun dengan memperhatikan kaidah-kaidah atau teknik konservasinya.Tuj uan ut am a pert ani an konservasi adal ah untuk m encegah ker us akan tanah, mempertahankan dan meningkatkan produktivitas maupunkesuburan tanah. Menurut Utomo (1989), proses erosi diawali dengan terjadinyapen ghancuran agregat agregat t anah sebagai akibat puk ul an air huj an yang mempunyai energi lebih besar daripada daya tahan tanah. Hancurandari tanah akan menyumbat pori-pori tanah sehingga menyebabkan kapasitas infiltrasi tanah menurun serta dapat menyebabkan terjadinyalimpasan permukaan. Limpasan permukaan mempunyai energi untuk mengikis dan mengangkut partikel - partikel tanah yang telah dihancurkan.S el anjutnya j i k a energi l im pasan perm uk aan sudah tid ak m am pu l agi mengangkut bahan-bahan hancuran tersebut, maka bahan-bahan inidiendapkan. Pada dasarnya erosi dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaituaspek energi (hujan, air, limpasan, angin, kemiringan dan panjang lereng),aspek ketahanan (erodibilitas tanah yang ditentukan oleh kondisi beberapasifat fisik dan kimia tanah), dan aspek proteksi (penutupan tanah baik olehvegetasi atau ada tidaknya tindakan konservasi).

B.TINJAUAN PUSTAKA Erosi tanah adalah penyingkiran dan pengangkutan bahan dalam bentuk larutan atau suspensi dari tapak semula oleh pelaku berupa air mengalir (aliranlimpasan), es bergerak atau angin (Notohadiprawiro, 1985).Erosi adalah pengikisan atau kelongsoran yang sesungguhnya merupakan proses penghanyutan tanah oleh desakan-desakan atau kekuatan angin dan air,baik yang berlangsung secara alamiah ataupun sebagai akibat tindakan atauperbuatan manusia. Pemindahan atau pengangkutan tanah tersebut terjadi olehmedia alami berupa air dan angin. Misalnya erosi di daerah beriklim basah,factor yang berperan penting adalah air sedangkan angin tidak berarti(Kartasapoetra, 2001).Dua sebab utama terjadinya erosi adalah karena sebab alamiah dan aktivitasmanusia. Erosi alamiah dapat terjadi karena adanya pembentukan tanah danproses yang terjadi untuk mempertahankan keseimbangan tanah secara alami. Sedangkan erosi karena aktivitas manusia disebabkan oleh terkelup a s n y a lapisan tanah bagian atas akibat cara bercocok tanam yang tidak mengindahkank a i d a k a i d a h k o n s e r v a s i t a n a h a t a u k e g i a t a n p e m b a n g u n a n y a n g b e r s i f a t merusak keadaan fisik tanah (Asdak, 2002).Lebih lanjut tentang terjadinya erosi dikemukakan oleh G.R. foster & L.D.meyer, yaitu menjelaskan bahwa erosi akan meliputi proses-proses:1. detachment atau pelepasan partikel-partikel tanah2. transportation atau penghanyutan partikel-partikel tanah 3. pengendapan partikel-partikel tanah yang telah dihanyutkan(Kartasapoetra, 2001).P a d a d a s a r n y a e r o s i a d a l a h a k i b a t i n t e r a k s i k e r j a a n t a r a f a c t o r i k l i m , topografi, tumbuh-tumbuhan dan manusia terhadap lahan yang dinyatakandalam persamaan deskriptif berikut:E= f (i, r, v, t, m)D i m a n a E a d a l a h e r o s i , i a d a l a h i k l i m , r a d a l a h t o p o g r a f i a t a u r e l i e f , v adalah vegetasi, t adalah tanah dan m adalah manusia (Arsyad, 2000). b. konservasi Tanah menurut pengertian sehari-hari ialah tempat berpijak makhluk hidup di darat, fondasi tempat tinggal, dan sebagainya. Secara ilmiah, tanah merupakan media tempat tumbuh tanaman. Menurut Simmonson (1957), tanah adalah permukaan lahan yang kontiniu menutpi kerak bumi kecuali di tempat-tempat berlereng terjal, puncak-puncak pegunungan, daerah salju abadi. Sedangkan menurut Soil Survey Staff (1973), tanah adalah kumpulan tubuh alami pada permukaan bumi yang dapat berubah atau dibuat oleh manusia dari penyusun-penyusunnya, yang meliputi bahan organik yang sesuai bagi perkembangan akar tanaman. Menurut Sitanala Arsyad (1989), konservasi tanah adalah penempatan setiap bidang tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut dan memperlakukkannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperluka agar tidak terjadi kerusakan tanah. Konservasi tanah mempunyai hubungan yang erat dengan konservasi air. Tanah sebagai komponen utama usaha tani yang harus dipelihara, dimodifikasi bila perlu, sangat mempengaruhi produksi dan penampilan tanaman. Usaha konservasi tanah dan air dapat dilakukan dengan menggunakan dua metode yaitu :

1. Metode vegetatif, menggunakan tanaman sebagai sarana 2. Metode mekanik, menggunakan tanah, batu dan lain-lain sebagai sarana. Tantangan yang berat di Indonesia adalah luas wilayah Indonesiea yang tidak kurang dari 195 juta hektar, dan diperkirakan 147 juta hektar atau 76 persen merupakan hutan dalam program penghutanan kembali dan rehabilitasi lahan, terdapat tidak kurang dari 80 area watershed, dimana 36 buah diantaranya mendapat prioritas