Anda di halaman 1dari 6

METABOSME SE "DIIusI,

PIusmoIIsIs, DepIusmoIIsIs"
I. Judul Percobaan : Metabolisme Sel
II. Tujuan Percobaan :
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah:
Memahami terjadinya peristiwa diIusi
Memahami terjadinya peristiwa osmosis
Memahami terjadinya peristiwa plasmolisis
Memahami akibat dari osmosis
Memahami terjadinya peristiwa deplasmolisis
III. Landasan terori
Metabolisme berasal dari kata Yunani 'Metabole` yang berarti perubahan. Metabolisme
kadang juga diartikan pertukaran zat antaara satu sel atau secara keseluruhan dengan
lingkungannya. Salah satu aktivitas protoplasma yang penting adalah pembentukan sel baru
dengan cara pembelahan. Sebelum sel melakukan pembelahan, maka protoplasma akan
aktiI mengumpulkan serta mensintesa karbohidrat, protein, lemak dan banyak lagi senyawa
kompleks yang merupakan bagian dari protoplasma dan dinding sel. Bahan dasar untuk
sintesa senyawa organic tersebut adalah unsure-unsur aorganic yang diserap oleh akar dan
gula yang dibentuk dari karbon dioksida dan air pada proses Iotosintesa (asimilasi karbon).
Metabolisme adalah segala proses reaksi kimia yang terjadi didalam tubuh makhluk hidup,
mulai makhluk hidup bersel satu hingga yang memiliki susunan tubuh kompleks seperti
manusia. Dalam hal ini, makhluk hidup mendapat, mengubah dan memakai senyawa kimia
dari sekitarnya untuk mempertahankan hidupnya.
Metabolisme meliputi proses sintesis (anabolisme) dan penguraian (katabolisme) senyawa
atau komponen dalam sel hidup. Semua reaksi metabolisme dikatalis oleh enzim. Hal lain
yang penting dalam metabollisme adalah perenannya dalam penawar racun atau
detoksiIikasi.
Proses metabolisme yang terjadi didalam sel merupakan aktivitas yang sangat
terkoordinasi, melibatkan kerjasama berbagai system enzim yang mengkatalis reaksi-reaksi
secara bertahap dan memerlukan pengaturan metabolic untuk mengendalikan mekanisme
reaaksinya. Proses metabolisme bagi organisme hidup memiliki empat Iungsi spesiIik,
yaitu :
Untuk memperoleh energi kimia dalam bentuk ATP dari hasil degradasi zat-zat
makanan yang kaya energi yang berasal dari lingkungan.
Untuk mengubah molekul zat-zat makanan (nutrisi) menjadi perkursor unit
pembangun bagi biomolekul sel.
Untuk menyusun unit-unit pembangun menjadi protein, asam nikleat, lipida,
polisakarida, dan komponen sel lain.
Untuk membentuk dan merombak biomolekul.
DiIusi adalah peristiwa mengalirnya/ berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian
yang berkonsentrasi tinggi kebagian yang berkonsentrasi rendah. Perbedaan konsentrasi
yang ada pada dua larutan disebut gradien konsentrasi.
aktor-Iaktor yang mempengaruhi diIusi yaitu :
Ukuran partikel. Semakin kecil ukuran partikel, semakin cepat partikel itu akan
bergerak sehingga kecepatan diIusi semakin tinggi
Ketebalan membran. Semakin tebal membrane, semakin lambat kecepatan diIusi.
Luas suatu area. Semakin besar luas area, maka semakin cepat kecepatan diIusinya.
Jarak. Semakin besar jarak antara dua konsentrasi, semakin lambat kecepatan
diIusinya.
Suhu. Semakin tinggi suhu, semakin cepat pula kecepatan diIusinya.
Osmosis adalah perpindahan air melalui membrane permeable selektiI dari bagian yang
lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Membran semipermeabel dapat ditembus oleh
pelarut, tetapi tidak boleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradient tekanan sepanjang
membran. Tekanan osmotic merupakan siIat koligatiI, yang berarti bahwa siIat ini
bergantung pada konsentrasi zat terlarut dan bukan pada siIat zat terlarut itu sendiri.
Plasmolisis merupakan dampak dari peristiwa osmosis. Plasmolisis hanya terjadi pada
kondisi eksterm, dan jarang terjadi di alam. Biasanya terjadi secara sengaja di
laboratorium dengan meletakkan sel pada larutan bersalinitas tinggi atau larutan gula
untuk menyebabkan ekosmosis, seringkali menggunakan tanaman 4/0, atau sel
epidermal bawang yang memiliki pigmen warna sehingga proses dapat diamati dengan
jelas.
IV. Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan antara lain :
Gelas objek
Cover glass
Pisau silet
Mikroskop
Daun #oe discolor
Larutan garam
Air
V. Prosedur Kerja
Sayatlah permukaan bagian daun #oe discolor (bagian berwarna ungu merah)
Letakkan sayatan pada kaca objek yang telah ditetesi air dan tutuplah dengan cover
glass
Amati dibawah mikroskop
Apabila sel daun sudah tampak dengan jelas, teteskan larutan garam pada salah satu
tepi gelas penutup, dan pada tepi yang lain tempelkan kertas penghisap sehingga air
akan tertarik oleh kertas dan medium sayatan diganti oleh larutan garam
Amatilah dengan mikroskop selama kurang lebih 5 menit. Catatlah semua perubahan
yang terjadi terutama sewaktu terjadinya plasmolisis. Gantilah larutan garam
dengan air, kemudian amati lagi apa yang terjadi.
VI. Hasil Percobaan
1. Sayatan daun ditetesi air

Gambar sebelum ditetesi air Gambar setelah ditetesi air
Pada dun #oe discolor, setelah ditetesi air, ternyata terjadi diIusi dalam sel daun
tersebut. Pigmen warna ungu menjadi lebih sedikit dan warnanya tidak terlalu pekat
seperti sebelum ditetesi air.
2. Sayatan daun ditetesi larutan garam



sebelum ditetesi larutan garam setelah ditetesi larutan garam

Pada dun #oe discolor, setelah ditetesi larutan garam, ternyata mengalami osmosis.
Sel kehilangan air dan juga tekanan turgor menyebabkan sel menjadi lemah.
Kehilangan air lebih banyak mengakibatkan plasmolisis. Tekanan terus berkurang
sampai di suatu titik dimana protoplasma sel akan terkelupas dari dinding sel.
3. Sayatan daun ditetesi air kembali setelah tetesan larutan garam dikeringkan.









larutan garam dikeringkan




/ILeLesI kembuII /engun uIr

Setelah ditetesi kembali dengan air, keadaan sel kembali seperti semula hanya saja
pigmen warna ungu tidak terlalu pekat lagi warnanya. Peristiwa ini disebut deplasmolisis.
VII. Kesimpulan
Dari percobaan yang telah dilakukan pada daun #oe discolor, disimpulkan :
Sel daun berbentuk heksagonal, dan memiliki kloroIil serta pigmen warna ungu.
Sel daun mengalami plasmolisis saat ditetesi dengan larutan garam.
Sel daun mengalami deplasmolisis setelah ditetesi kembali dengan air.
VIII. DaItar Pustaka
Team Teaching.2010.Penuntun Praktikum Biologi Umum I.Medan: Jurusan Biologi
MIPA Universitas Negeri Medan
Tim Pengajar.2010.Biologi Umum I.Medan: Jurusan Biologi MIPA Universitas Negeri
Medan